Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Linmas, pelindung masyarakat & keamanan kota

leave a comment »

Pengantar A.Savitri :

Menjelang hari raya Idul Fitri, biasanya ada ketukan di pintu rumah. Seorang paruh baya menyodorkan map meminta sumbangan lebaran. Ia mewakili rekan-rekannya yang berseragam hijau yang acap kali terlihat hilir mudik di lingkungan perumahan kami. Hansip dulu namanya, Linmas kini sebutannya. Rasanya, kami sudah ditarik iuran keamanan tiap bulan oleh ketua RT. Rasanya, pencurian spion mobil, burung peliharaan, pot bunga, ember2 plastik, dll, juga tetap berlangsung. Saya mengernyitkan dahi, bagaimana seharusnya bersikap.

Ingatan itu muncul ketika terbit tulisan yang mengupas kehidupan anggota Linmas. Saya tak tahu mereka seuzur itu, sebagian. Saya bayangkan, Noordin M.Top atau Saefuddin Juhri yang sampai hari ini tak kunjung tertangkap oleh anggota Densus 88 yang muda nan gesit itu, bertemu dengan Dulah ( 70 ) atau Ekoy ( 67 ), anggota Linmas. Apa mereka cukup jelas melihatnya, cukup cerdik bersiasat dengannya, cukup berani melaporkannya dan cukup kuat menangkapnya ? Ketika ditanya soal teroris, mereka mengaku siap dan kuat. Ya, semangat memang tetap 45. Selebihnya, Allah yang mengurus.

Tugas membekuk teroris adalah tanggung jawab semua pihak. Polri sudah mengerahkan Densus 88 Anti Teroris. TNI berupaya memback-up jika diperlukan. Polresta Cimahi membentuk siskamling dengan mitra kamtibmas dan radio breaker. Anggota Linmas dengan semangatnya, berupaya sebisanya. Ormas Islam berusaha menjembatani umat dan aparat dengan pengertian jihad yang benar, Islam yang sejuk. Sehingga tak saling alergi dan menyakiti yang kontra produktif terhadap stabilitas negeri dan kekompakan bangsa. Televisi menayangkan wajah2 most wanted itu tiap hari, berharap pemirsa tanggap dan memberitahu keberadaan pelaku teror itu jika melihatnya. Kita semua waspada, dan berharap ketegangan segera berakhir.

Peran Linmas diperlukan untuk mengendus anggota jaringan teror. Soal kehilangan benda yang masih terjadi, sepertinya di luar jangkauan kemampuan mereka. Terlebih honornya tak seberapa. 100 ribu per 3 bulan ( ah, masak sekecil itu ? ). Saya harus ekstra memeras otak, dan menemukan cara sendiri mencegah kehilangan barang di lingkungan kami, apalagi menjelang lebaran. Iuran THR yang mereka terima, saya tempatkan sebagai apresiasi kami pada anggota Linmas yang telah mengabdi pada bangsa dan negara, meski dengan cara yang paling sederhana. Selamat bertugas, pak Linmas !

Linmas, pelindung masyarakat & keamanan kota

Barisan Linmas siap mengabdi pada negara.

Barisan Linmas siap mengabdi pada negara.

Susunan gigi lelaki itu sudah tidak lengkap. Gigi taring dan serinya, beberapa diantaranya sudah tanggal. Ketika dia tersenyum, orang bilang dia ompong. Maklum usianya sudah senja. Namun, dengan seragam hijau pakaian dinas lapangan ( PDL ), lelaki itu terlihat gagah. Apalagi dilengkapi topi, sepatu tentara, serta pangkat linmas di dadanya.

Dialah Dulah, kakek 70 tahun, yang tengah melaksanakan tugas kenegaraan. Dulah bersama 20 rekannya sedang mengamankan jalannya kegiatan Lomba Itik Nasional di Kp.Pajajaran, Desa Pangauban, Kec.Batujajar, Kab.Bandung Barat. Dia tergabung dalam linmas Desa Pangauban.

Acara tsb merupakan bagian rutinitas dirinya sebagai hansip ( pertahanan sipil ) yang kini disebut linmas ( perlindungan masyarakat ). Biasanya, kakek yang hidup seorang diri itu melakukan piket seminggu sekali bergiliran degan rekan sejawatnya.”Kalau tak ada kegiatan, saya biasanya jadi buruh tani di sawah atau kebun orang,” katanya polos.

Pekerjaan buruh tani dilakoni Dulah karena pekerjaan linmas bukan pekerjaan yang bisa diandalkan untuk menopang hidup. Titel pelindung masyarakat bagi dia dan semua rekannya, merupakan wujud pengabdian kepada negara dalam tindakan yang paling sederhana.

Hampir serupa dengan Dulah, Ekoy ( 67 ) juga mengalaminya. Uang yang diterima limnas bukanlah gaji. Setiap 3 bulan, ia mendapat uang Rp.100.000,- Kakek bercucu 6 ini menutup kebutuhan dapurnya dengan menjadi buruh tani atau menggembala domba. Ia berharap ada kenaikan penghargaan bagi linmas. Meski begitu, kedua kakek itu menegaskan, peranan mereka bukan hanya untuk mengejar materi, melainkan suatu kebanggaan karena dipercaya untuk mengabdi pada negara. Ketika ditanya soal masuknya teroris ke wilayahnya, kedua anggota linmas itu serentak menjawab mereka siap dan masih kuat mewaspadai hal itu.

Data dari Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat ( Kesbang Polinmas ) Kab. Bandung Barat, saat ini di sana terdapat sekitar 16.500 anggota linmas yang terdaftar. Momon Suherman, Kesbang Polinmas, tak memungkiri usia rata2 linmas tsb di atas 40 tahun. Darya Sugangga, kepala desa Cipatat, sependapat. Di desanya, terdapat puluhan anggota linmas berusia tak muda lagi, meski beberapa tergolong belia.

Dengan segala keterbatasannya, para linmas setia mengamankan lingkungan setiap saat. Disadari atau tidak, merekalah garda terdepan keamanan negeri ini. ( PR, 3/8/2009 )

Mitra kamtibmas & polisi menjaga keamanan ruang2 publik, dengan radio ( RPU ).

Masyarakat di wilayah hukum Polresta Cimahi, kini dapat memberi informasi tentang suatu kejadian melalui radio pancar ulang ( RPU ). Lebih mudah. Tak perlu datang ke polisi untuk melapor. RPU dapat menampung aspirasi dan informasi dari masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres kota Cimahi ( kota Cimahi, Kab.Bandung Barat, Kec.Margaasih Kab. Bandung ).

“Informasi yang disampaikan masyarakat pengguna RPU, langsung dapat diterima anggota Polres Cimahi yang bertugas di posko kamtibmas selama 24 jam,” ujar Kapolresta Cimahi, Ajun Kombes Purwolelono, saat ditemui dii sela2 uji coba mitra kamtibmas di Polresta Cimahi. Masyarakat dapat mengakses RPU dengan mendaftar terlebih dahulu ke polres atau polsek setempat, sambil menyerahkan fotokopi KTP yang masih berlaku serta tidak dipungut biaya. Mereka yang bergabung akan disebut mitra kamtibmas Polresta Cimahi. Untuk mengakses RPU, mitra kamtibmas diharuskan menyetel radionya sesuai nama repeater kambtibmas yang disediakan Polresta Cimahi, yaitu output : 151.900, input : 157.950, duplek : 6050, dan tone 100.0.

Masyarakat yang menjadi sasaran uji coba RPU, adalah mereka yang berada di objek2 vital terjadinya kriminalitas, misalnya lokasi wisata, perusahaan, bank dan depo Pertamina. Setiap kelompok siskamling dianjurkan memiliki minimal satu RPU. Saat ini, sudah sekitar 700 warga dari berbagai kalangan, mendaftarkan diri sebagai mitra kamtibmas.”Saya perkirakan akan mencapai 2000 orang yang menjadi mitra kamtibmas,” kata Purwo.

Untuk memudahkan, masyarakat mitra kamtibmas dan anggota polisi dilarang menggunakan sandi2 kepolisian ketika mengudara, agar masyarakat yang mendengarkan dapat langsung mengetahui dan mengerti apa yang sedang terjadi. Bertema “Komunikasi Terjalin, Kamtibmas Terjaga”, Purwo berharap adanya RPU dapat lebih mempererat hubungan masyarakat dengan polisi sebagai pengayom masyarakat. Tidak perlu ada kecanggungan antara masyarakat dengan polisi. Hal terpenting adalah bagaimana menjalin kerja sama demi terciptanya kamtibmas.

Hadirnya RPU disambut baik berbagai kalangan. Juni Atmanto ( 42 ), warga Kec.Cisarua Kab.Bandung Barat, mengatakan, ia sudah lama berkecimpung di dunia breaker radio. Mendengar adanya RPU dari Polresta Cimahi yang bisa diakses masyarakat, ia menyatakan akan bergabung.”Dengan RPU, kita bisa saling menginformasikan kejadian yang ada di sekitar kita. Selain itu, kita juga bisa membantu polisi untuk lebih cepat mengetahui apa yang terjadi di masyarakat.” Keberadaan RPU diharapkan bisa menjadi penghubung antara polisi dan masyarakat. Selama ini, menghubungi polisi saat ada kejadian sangat sulit. ( PR, 3/8/2009 )

4/8 s.d 5 September 2009 keringanan pajak kendaraan bermotor ( PKB ), BBNKB & SWDKLLJ

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan intensifikasi Penagihan PKB/ BBNKB secara terpadu.

  • Menurut Peraturan Gubernur Jawa Barat no.87 tahun 2009 tentang Keringanan dan/ atau Pembebasan Pokok Pajak Serta Sanksi Administrasi Pajak Kendaraan Bermotor ( PKB ) dan Sanksi Administrasi Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor ( BBNKB ) tanggal 31 Juli 2009.
  • Pemberian keringanan dan/ atau pembebasan pajak terdiri dari :
  • a.Pokok dan atau denda/ sanksi Administrasi Pajak Kendaraan Bermotor ( PKB ).
  • b.Denda atau Sanksi Administrasi Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor ( BBNKB )
  • Pemberian keringanan dan/ atau pembebasan SWDKLLJ ( Jasa Raharja ) terdiri dari :
  • a. Denda/ sanksi administrasi SWDKLLJ untuk tahun lalu.
  • b. Denda/ sanksi administrasi SWDKLLJ untuk tahun berjalan tetap dikutip penuh.
  • Kebijakan pemberian keringanan dan / atau pembebasan pokok pajak serta sanksi administrasi PKB, sanksi administrasi BBNKB dan sanksi administrasi SWDKLLJ diberikan kepada seluruh wajib pajak kendaraan bermotor yang terdaftar pada Kantor Bersama Samsat se-Jawa Barat.
  • Pemberian keringanan dimulai tanggal 4 Agustus s/d 5 September 2009

Iklan layanan masyarakat ini disampaikan oleh Polda Jabar, Pemprov Jabar, Jasa Raharja. ( PR, 3/8/2009 )

free html visitor counters
hit counter
About these ads

Written by Savitri

2 September 2009 at 20:40

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: