Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Jalan rusak penyebab ekonomi biaya tinggi. Partisipasi & rasa memiliki, solusinya.

leave a comment »

Jalan mulus dengan saluran air di sampingnya. Air segera dialirkan ke laut, jangan sampai menggenangi dan melapukkan jalan.

Jalan mulus dengan saluran air di sampingnya. Air segera dialirkan ke laut, jangan sampai menggenangi dan melapukkan jalan.

Terlihat air sisa banjir di sebuah jalan raya. Menurut warga, jalan tsb sudah sering mencelakakan pengendara motor.

Terlihat air sisa banjir di sebuah jalan raya. Menurut warga, jalan tsb sudah sering mencelakakan pengendara motor.

Jalan adalah prasarana transportasi penunjang laju pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional. Kondisi jalan yang buruk menurunkan pertumbuhan ekonomi nasional maupun regional, karena fasilitas jalan yang rusak menyebabkan ekonomi biaya tinggi. Buruknya jaringan jalan akibat manajemen pemeliharaan tidak tertata. Banyak aspek di dalamnya, di antaranya tumpang tindihnya kebijakan yang berkaitan dengan prasarana transportasi, dalam hal pembiayaan, dsb, yang pada akhirnya menyebabkan inefesiensi dalam manajemen pemeliharaan jaringan jalan.

Di lain pihak, sesuai UU no.38/2004 jo.PP no.34 tahun 2006, pengelolaan jalan selama ini dilakukan sendiri2 oleh Pemda selaku pembina jalan. Yang umum terjadi, Pemda tak melibatkan instansi atau stakeholders ( pemangku kepentingan ) terkait seperti masyarakat dan pengguna jalan. Akibatnya, terjadi pembengkakan biaya operasi pemeliharaan. Nah, sialnya, dana pemeliharaan jalan selama krisis ekonomi berkepanjangan ini menjadi kian terbatas. Keterlibatan masyarakat dalam bentuk partisipasi pengambilan keputusan dalam pemeliharaan jalan akan menumbuhkan rasa memiliki atas jaringan jalan yang kita miliki bersama. Sedikitnya 1/3 dari jalan nasional ( 8.850 km ), 2/3 jalan provinsi ( 34.600 km ) dan 85 % jalan kabupaten ( 190.000 km ) dalam keadaan buruk.

Lembaga2 masyarakat yang terkait dengan pembangunan dan pemeliharaan jalan antara lain ;

  • Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi/ LPJK baik di tingkat nasional maupun daerah yang bersifat independen dan mandiri ( pasal 31 (3) UU no.18/1999 )
  • Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia/ HPJI
  • LSM/ NGO/ Masyarakat Transportasi Indonesia
  • Asosiasi Usaha Bidang Jasa Angkutan Umum/ Transportasi
  • Asosiasi Usaha bidang industri dan perdagangan
  • Asosiasi Usaha bidang pertanian/ kehutanan/ pertambangan
  • LKMD/ BPD/ Dewan Kelurahan

Kehadiran stakeholders dalam manajemen dan pembiayaan pemeliharaan jalan penting, karena bisa terlibat secara bersama-sama dalam ;

  • Keberlanjutan ( sustainability ), yakni ketersediaan dana pemeliharaan jalan yang cukup ketika dibutuhkan
  • Efesiensi : dana pemeliharaan digunakan secara efesiensi sesuai kebutuhan atau prioritas pemeliharaan jalan
  • Equity ( keadilan ) : masyarakat pengguna jalan yang terbukti merusak jalan atau melanggar ketentuan ikut sharing atau berkontribusi secara konkret terhadap dana ( cost ) yang timbul atas pemeliharaan jalan.
  • Akuntabilitas : tanggungjawab “road agency” atau pembina jalan dalam melaksanakan perlindungan atas aset milik mereka ( dalam hal ini jalan )
  • Transparansi : keputusan manajemen jalan dan hasil-hasilnya harus transparan dan terbuka untuk diteliti.

Dalam Sistem Manajemen dan Pembiayaan Pemeliharaan Jalan, stakeholders juga bisa membahas isu2 seputar pemeliharaan jalan, misal tentang bentuk partisipasi yang diperlukan, peraturan perundang-undangan yang dibutuhkan, penggalian dana alternatif, dst, agar kebijakan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. ( M.Ra/ Kiprah ).

Komen A.Savitri :

Demikian juga untuk pembangunan jalan yang berbasis NEXTBASE ROAD SYSTEM seperti yang terlihat di gambar penampang jalan, dimana dalam pengerjaan pembuatan jalan tersebut dibuat kemiringan 2%  s/d 4% dan untuk bahu jalan dibuat kemiringan 4% s/d 6% disini bertujuan untuk mengalirkan air apabila terjadi hujan supaya lebih cepat surut, mengalirkan air menuju saluran air di sisi kiri dan kanan jalan, Jadi dalam pembuatan jalan harus dibangun saluran air sebagai bagian dari sistem DRAINASE.

Penampang jalan dengan drainase di kanan kirinya. Pembangunan jalan yang berbasis Nextbase Road System, dibuat dengan kemiringan 2% s/d 4% dan untuk bahu jalan dibuat kemiringan 4% s/d 6% agar air hujan lebih cepat surut. Air dialirkan ke saluran air di sisi kiri dan kanan jalan sebagai bagian dari sistem drainase.

Musim penghujan mendatangkan banjir, jika lingkungan buruk dan tak diantisipasi. Semua sudah mafhum. Bahwa banjir juga melapukkan permukaan jalan, yang sebelumnya sudah “disiksa” oleh kendaraan2 yang melebihi tonasenya ( daya dukung jalan ), mungkin belum banyak orang yang ngeh. Sampah2 menyumpal saluran drainase kota, meluberkan air2 hujan ke jalan2 dan menggerus permukaannya. Apa semua sudah bertindak untuk mencegahnya ?

Ingin menghindarkan malapetaka ? Jangan buang sampah sembarangan. Lewati jalan sesuai daya dukungnya. Buat sumur resapan di tiap rumah atau gotong royong 5 rumah 1 sumur resapan. As simple as that. Plus, tanam 1 pohon tiap 1 orang sehingga tahun 2009 ini ada penambahan 240 juta pohon, seperti dicanangkan SBY. Dalam kabinet Indonesia Bersatu jilid 2, presiden SBY berfokus pada Prosperity, Democration, Justice. Peningkatan kesejahteraan rakyat, penguatan demokrasi dan penegakan keadilan. Jika civil society-nya baik, pemerintahannya akan baik dan SBY pun bisa memenuhi potensinya.

Soal kesejahteraan rakyat ini, kita bisa bantu mewujudkan dengan merawat jalan yang sudah kita miliki. Jalan yang bagus terawat, akan membuat sayur dan sembako lebih murah dan lebih cepat sampai di tangan anda. Jika ada gempa, bantuan akan lebih cepat sampai ke tangan korban, menghindar nyawa melayang tak perlu. Juga sehari-hari bisa mengurangi kecelakaan lalu lintas, boros bensin dan onderdil aus.

Ingin harga kebutuhan terjangkau dan lapangan kerja ? Pemerintah tak bisa bekerja sendiri. Mulailah dengan ikut serta merawat jalan dan lingkungan kita.

About these ads

Written by Savitri

21 Oktober 2009 at 11:31

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: