Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Situs Trowulan & Batujaya : kejayaan ki Sunda, surga arkeolog & bukit hantu.

with 15 comments

Seorang arkeolog tengah asyik menggali sisa candi bawah tanah di situs Gading Melati, Batu, Jawa Timur dalam rangkaian ekskavasi mencari jejak2 peninggalan Kerajaan Majapahit pada abad ke-13 Masehi.

Situs Majapahit. Terbayang sosok Hayam Wuruk dan Gajah Mada yang gagah, berpakaian seperti kostum wayang orang atau sinetron laga mendatangi tempat ini. What's on their mind ?

Bubat, dimanakah gerangan ? Dicari peninggalannya sampai pelosok Trowulan, tak kunjung ketemu. Trowulan adalah situs bekas ibukota kerajaan Majapahit, tempat Raja Hayam Wuruk bertahta dengan Mahapatih Gajah Mada. Bubat sendiri adalan nama wilayah di Majapahit yang menimbulkan luka emosional masyarakat Sunda. Namun tulisan ini sama sekali tak bertujuan mengangkat luka lama. Peristiwa Bubat yang banyak disebut dalam naskah kuno Sunda, rencananya akan diangkat menjadi tema cerita film oleh pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur. Pertanyaannya, bisakah peristiwa Bubat mempertautkan budaya kedua wilayah tersebut ?

Menoleh ke belakang, sejarah masa lalu kedua wilayah pertautan budaya ini diwakili Kerajaan Sunda Galuh dan Kerajaan Majapahit. Kedua kerajaan ini berusaha menjalin hubungan lebih erat lewat perkawinan. Namun, setelah tiba di Bubat, kisah tragis menimpa rombongan Kerajaan Sunda. Rombongan yang dipimpin Prabu Linggabhuana mengantarkan putri kesayangannya Dyah Pitaloka Sunda atau Dewi Citraresmi untuk menjadi permaisuri Hayam Wuruk. Karena salah paham, rombongan tsb malah ditumpas habis oleh perang yang tidak seimbang.

Prabu Linggabhuana merasa direndahkan karena putrinya dianggap persembahan dari kerajaan bawahan. Ia lebih memilih mempertahankan kehormatan, meski harus gugur bersama putrinya. Seluruh rombongan memilih belapati. Peristiwa tsb lantas disebut perang Bubat. Gajah Mada lalu bersumpah Palapa, dengan perkecualian tak menjamah wilayah Sunda. Kedua kerajaan berdiri sejajar, seperti sebelum peristiwa terjadi.

Nama Hayam Wuruk & Gajah Mada tak ada di Jawa Barat sejak Perang Bubat.

Candi Majapahit, menjadi obyek turisme baru.

Peristiwa Bubat sama sekali tak disinggung dalam naskah Negarakretagama atau Desawarnana karya Mpu Prapanca. Kebalikan dengan naskah2 kuno Sunda yang ditulis 2 abad kemudian, diantaranya ; Pararaton, Kidung Sunda, Carita Parahyangan dan naskah Wangsakerta. Bahkan, menurut Zoetmulder ( 1974:1984 ) kisah itu ada di Kidung Sunda naskah Bali ( I Gusti Ngurah Bagus, 1991 ).

Bubat bisa jadi bukan di Trowulan, sebagaimana anggapan selama ini. Dari foto udara dan ekskavasi, situs Trowulan memiliki banyak parit. Secara logika, sulit dibayangkan Prabu Hayam Wuruk datang ke lapangan Bubat untuk menghadiri upacara keagamaan dan kenegaraan dengan mengendarai kereta yang ditarik 6 ekor kuda. Naskah Negarakretagama yang diselamatkan saat Perang Lombok tahun 1894, sayangnya tidak menyebutkan di mana letak Bubat.

Hayam Wuruk adalah raja terbesar Majapahit, raja ke-4 yang berkuasa selama 30 tahun ( 1350-1389 ). Pendiri Majapahit, Raden Wijaya, berkuasa selama 17 tahun ( 1292 – 1309 ), dimulai dengan mendirikan pemukiman di hutan Tarik, dekat Mojokerto. Ia jadikan Tarik, sebagai pusat kekuasaannya. Raden Wijaya digantikan putranya, Jayanegara ( 1309-1328 ), lalu putrinya, Tribhuwanatunggadewi ( 1328-1530 ). Selama Jayanagara dan Tribuwanatunggadewi berkuasa, terjadi beberapa kali pemberontakan, namun ibukota Tarik, tak sampai jatuh ke tangan musuh. Widyapurbawan ( arkeolog ) Prof.Ayatrohaedi pernah lama meneliti situs Trowulan. Ia mengatakan, Tarik merupakan kota bertuah, tak ada alasan memindahkan ibukota Majapahit ke Trowulan.

Bubat merupakan kota bandar yang terletak di sisi sungai besar, tak jauh dari Tarik. Mengutip keterangan penduduk setempat, Bubat terletak di tepi Sungai Brantas yang palungnya membelok dari arah selatan ke utara, dan terus ke arah timur. Di sinilah, kapal2 yang ditumpangi Prabu Linggabhuana berlabuh, lalu membangun perkemahan. Di bagian selatan sungai ini pernah ditemukan sisa2 bangunan dari batu kuno dalam jumlah cukup banyak, berserakan di mana-mana. Di sinilah letak Dusun Maedowo dalam naskah Negarakretagama, dengan sebutan Madawapura. Jika ingin menemukan puing peristiwa Bubat, alm Mang Ayat menyarankan penelitian diarahkan ke Tarik.

Wastukancana : kaisar cilik, long live the king …

Kisah Perang Bubat yang dipahat pada candi.

Peristiwa Bubat meninggalkan kesedihan mendalam. Bisa dimengerti mengapa sampai sekarang penduduk Jawa Barat tak menggunakan nama Hayam Wuruk dan Gajah Mada sebagai nama jalan. Kerajaan Sunda Galuh sempat mengalami kekosongan pimpinan. Calon penggantinya tak bisa segera naik tahta. Ketika peristiwa Bubat, Prabu Wastu ( Wastukancana ) baru 9 tahun. Selama hampir 9 tahun pula, ia diasuh pamannya, Patih Bunisora sampai dianggap cukup umur dan cakap memimpin.

Wastukancana dikenal sebagai raja yang bijak dan berumur panjang ( 104 tahun ). Tinggalannya berupa 6 prasasti di situs Astana Gede Kawali, Ciamis. Setelah wafat ( 1475 ), ia digantikan oleh 2 putranya dari 2 permaisuri. Wilayah Kerajaan Sunda meliputi Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta dan sebagian Jawa Tengah itu kemudian dibagi dua. Sang Haliwungan dinobatkan menjadi Raja Sunda bergelar Prabu Susuktunggal. Saudara tirinya, Ningrat Kancana dinobatkan menjadi penguasa Galuh dengan gelar Prabu Dewa Niskala. Kedua wilayah kerajaan ini dibatasi Sungai Citarum.

Prabu Siliwangi dalam lukisan di Keraton Kasepuhan. Tampak garang, meyakinkan. Prestasinya menyatukan 2 kerajaan ; Galuh dan Sunda. Juga, mengantarkan Kerajaan Sunda Pajajaran ke puncak kejayaannya.

Di tengah jalan, Dewa Niskala harus turun tahta karena melakukan 2 kesalahan. Setelah peristiwa Bubat, Raja Sunda dan kerabatnya tabu menikah dengan kerabat dari Majapahit. Dewa Niskala menikahkan putrinya Ratna Ayu Kirana dengan Raden Baribin, kerabat Kerajaan Majapahit yang mengungsi karena pergolakan politik pasca jatuhnya Prabu Kertabhumi ( Brawijaya V ). Kesalahan kedua, Niskala menikahi seorang gadis dalam rombongan Baribin. Gadis itu sebenarnya sudah bertunangan, namun terpisah dengan kekasihnya. Dalam Carita Parahyangan dinamakan “estri larangan ti kaluaran” ( wanita yang tak boleh dikawin ).

Niskala digantikan putranya, Jayadewata yang berhasil mempersatukan 2 wilayah terpisah, lewat perkawinannya dengan Kentring Manik Mayang Sunda, putri Prabu Susuktunggal. Untuk kedua kalinya ia dinobatkan, dengan gelar Sri Baduga Maharaja. Ia memilih berkedudukan di Pakuan, kota Bogor sekarang. Sri Baduga berhasil mengantarkan Kerajaan Sunda Pajajaran ke puncak kejayaannya. Dalam karya sastra, namanya sering diidentikkan dengan Prabu Siliwangi. ( Her Suganda/ PR, 22/10/2009 )

Komen A.Savitri :

Kita tahu sekarang, dari mana Jalan Siliwangi ( letak Sabuga ) dan Wastukancana ( letak Balai Kota ) berasal. Ada Kodam Siliwangi. Ada juga Stadion Siliwangi, tempat bobotoh Persib biasa nonton tim kesayangan urang Bandung beraksi. Wastukancana berangkat dari anak yatim pasca perang Bubat, lalu jadi raja bijak hingga usia 104 tahun. Siliwangi menyatukan Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh ( kembali seperti masa Wastukancana ), membawa tatar Sunda ke puncak kejayaan. Tak semua orang namanya bisa dipakai untuk menamai jalan protocol, atau patungnya menghiasi kawasan utama. Pastilah Siliwangi dan Wastukancana manusia istimewa. Berjasa bagi negara dan bangsanya, sehingga pantas dikenang, menjadi inspirasi perjuangan serupa bagi generasi sesudahnya.

Saya suka curios ( penasaran ) pada peradaban tinggi yang pernah dicapai oleh manusia pendahulu. Di Rengas Dengklok, kabupaten Karawang, ditemukan 24 reruntuhan artefak Sunda. Dari 14 kotak ekskavasi ditemukan tembikar, manik2 dari emas, logam, kaca, candi glondongan, bahkan kerangka manusia prasejarah ! Lokasi berharga itu kini dinamai Situs Batujaya. Arkeolog dari Indonesia, Perancis, Belanda, Birma dan Thailand gotong royong membuka tabir gundukan bata berukuran 6 x 6 meter setinggi 4 meter di tengah persawahan subur milik orang Sunda. Jarang2 orang Jabar punya peninggalan sespektakuler ini. Biasanya, candi milik orang Jawa Tengah atau Jawa Timur saja. Namun, kali ini, Jawa Barat bisa mematahkan “mitos kepemilikan” candi tsb. Situs Batujaya menarik perhatian peneliti dunia, bahkan disebut-sebut sebagai penemuan besar abad ini. Wah, wah, wah ..

Candi Batujaya/ Jiwa, di Rengas Dengklok, Karawang, menemani kehadiran Candi Cangkuang ( Syiwa ) di Leles, Garut. Candi Batujaya yang terbuat dari bata kini menjadi candi tertua di Jawa ( abad ke-4 / ke-5 M ). Candi di Jateng & Jatim memakai batuan gunung (andesitik), umurnya lebih muda.

Situs Batujaya.Ditemukan candi, tembikar, manik2, alat logam & kerangka manusia prasejarah. Betul2 pahe. Satu lubang ketemu semua yang diingini para arkeolog. Komplit.


Bambang Budi Utomo ( arkeolog Badan Arkeologi Nasional ), Hasan Djafar ( arkeolog FIB-UI ), Pierre Yves Manguin ( arkeolog ECOLE ), Sandra ( arkeolog EFEO ), Wannasaru Noonsuk ( arkeolog Thailand ), Dimas ( mahasiswa UI ) menindaklanjuti penemuan awal Fakultas Sastra UI Jurusan Arkeologi, tahun 1985 itu. Rupanya, pada abad ke 5 – 6 Masehi, di lokasi persawahan seluas 5 km2 itu, pernah ada pusat pemujaan agama Budha pertama dan terbesar. Penduduknya sudah mahir membuat gerabah, batu bata, mengenal teknologi sep, stuko dan pembuatan alat2 dari besi pada awal sejarah. 2500 tahun silam, mereka telah melakukan kontak dagang dengan bangsa India. Di kedalaman 2,5 meter ditemukan 9 kerangka manusia bersama tembikar ( bermotif Arikamendu, India, dengan 30 jenis pola hias yang tenar pada abad ke 3 Masehi ) dan bekal kubur. Situs Batujaya yang menjadi kelanjutan masa prasejarah ke sejarah, telah menunjukkan masyarakatnya yang terkenal dengan budaya Buni.

Bulan Juli 2006 ditemukan puluhan kerangka, yang jika diteruskan menggali bisa mencapai ratusan. Tua muda, anak kecil, pria, wanita, ada di sana tulang belulangnya. Komplit. Komunitas peneliti dari Universitas Leiden ( Belanda ) dan Universitas Soborn ( Perancis ) menyelusuri silsilah manusia prasejarah dari ras mongoloid ini melalui tes DNA. Selama ini, Lawangan, Gilimanuk menjadi pekuburan terbesar di Indonesia. Situs Batujaya berpeluang memecahkan rekor.

Kalau anda pernah nonton film horor Poltergeist, anda pasti ogah mengorek lapis demi lapis tanah yang menghantui rumah. Ada ratusan kerangka manusia di sana yang arwahnya gentayangan. Pakai sikat gigi pula. Warga sekitar Batujaya ngeri mendatangi Bukit Jiwa yang terkenal angker. Namun tak demikian halnya dengan para peneliti yang setia menyisir dengan kuasnya. Hari demi hari, mereka lalui penuh semangat, demi memenuhi rasa ingin tahu.( semoga mereka tak dihantui mimpi buruk atau penampakan2 selama ekskavasi ). Bukit Jiwa mendadak surganya arkeolog. Candi balandongan, tembikar, manik2, kerangka prasejarah, ditemukan sekaligus dalam satu lubang. Benar2 pahe ( paket hemat ). Di situs lain, biasanya candi saja, tembikar saja atau kerangka saja. Tidak satu paket.

Kesimpulannya, tempat angker tidak identik dengan malapetaka. Bisa jadi ia blessing in disquise seperti Situs Batujaya. Kita beri applaus dan apresiasi tinggi kepada para pemberani, penguak keping sejarah masyarakat Sunda. Leluhur orang Bandung, juga leluhur Siliwangi dan Wastukancana. Keep up the good work, people ..

About these ads

Written by Savitri

25 November 2009 at 11:48

Ditulis dalam Ragam

Tagged with , ,

15 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. geus wancina sunda ka buka,
    geus wancina sunda nembongkeun jatidirina.

    azzraldahlun

    3 Januari 2014 at 00:25

  2. suku betawi itu ga ada yg ada suku sunda orang jakarta itu termasuk orangs sunda juga terima kasih, tarumanagra juga karajaan sunda salakanagra karajaan sunda umur sunda paling tua sanusantara

    jayakarta

    31 Desember 2012 at 23:27

  3. @ Kusno : Ya, gitu dong. Tanamkan kebanggaan di dada, sehingga terpacu berkarya terbaik untuk mengharumkan nama negeri kita tercinta.

    Savitri

    2 November 2012 at 03:51

  4. kita patut bangga orang nusantara hebat oe

    kusno

    28 Oktober 2012 at 21:49

  5. siiiiiiiiiip

    adi

    10 Januari 2012 at 13:54

  6. Ahung…, Sunda Jaya….

    Paguyuban Ki Sunda

    30 Desember 2011 at 21:52

  7. salut untuk kerajaan sunda galuh atz prjuanganya membela harga diri

    anan

    16 Juni 2011 at 06:27

  8. itulah yang membuat saya takjub: orang sunda halus,santun,lembut dan adem.

    udi

    16 Juni 2010 at 17:51

  9. wah perlu penelitian lebih lanjut nich..

    roni

    9 Juni 2010 at 15:27

  10. ya.betul ternyata urang sunda lebih ramah

    dedy

    26 Mei 2010 at 11:48

  11. @ Insan biasa :
    Perbandingan ini setara. Penjaga WC dibandingkan dengan penjaga WC juga. Di level lebih tinggi, misal pejabat teras dinas pariwisata tentu dibandingkan dengan pejabat setingkat. Penjaga WC, kenek angkutan umum, tukang becak, supir bis, pedagang asong, dll, adalah lini depan industri pariwisata. Jika, Indonesia ingin menggenjot pemasukan dari pariwisata, maka selain infrastruktur diperbaiki, maka perilaku orang yang terlibat di sektor ini mesti diperbaiki. Termasuk tutur sapa dan kegesitan lini bawah. Budaya adiluhung warisan nenek moyang, takkan bunyi, kalau tak ditunjang dengan perilaku santun warga kita, di semua kelas.

    anisavitri

    12 Februari 2010 at 06:57

  12. @ Mansur Hidayat :
    Senin kemarin ( 11/1/2010 ), saya baru pulang dari travelling ke Jateng, Yogya, Jatim & Madura. Saya merasakan bedanya orang Sunda dengan orang2 yg saya temui di perjalanan tsb. Tukang becak, penjual jagung, penjaga wc, pedagang kaki lima, awak bis, pekerja bangunan, pengamen & pengemisnya, tak sesantun dan seramah orang Sunda. Saya sempat adu mulut dengan penjaga wc sekaligus pemuda masjid, yang memaksa saya membayar Rp.2000,-, padahal air kran tidak ngocor. Menengok ke dalam wc pun dia ogah. Malah dengan gaya bossy ia menyuruh saya membuka kran. Saya bayangkan, jika itu di Bandung, penjaganya akan langsung bertindak, tergopoh dan minta maaf kepada konsumen. Sesuatu baru terasa jika tidak ada. Saya juga baru sadar, di pompa bensin Bandung, saya tak pernah diminta membayar. Tak ada kencleng di sana. Sangat jarang yang mengkomersialkan layanan hajat orang banyak ini di tanah Sunda. Saya juga bangga dengan orang Sunda & para leluhur. Kehalusan budi bahasa & rasa kekeluargaannya menempati ruang spesial di hati saya. Putra putri Siliwangi memang memikat …

    anisavitri

    15 Januari 2010 at 13:28

  13. Wah kenapa baru sekarang ya saya tahu tentang leluhur saya. Tapi sebagai orang Sunda yang lagi merantau di “negri orang” saya merasa bangga dan tulisan ini semakin membuka cakrawala saya tentang leluhur saya, salutlah yah. Jaya Terus PUTRA-PUTRA SILIWANGI

    Mansur Hidayat

    14 Januari 2010 at 03:01

  14. @ M. Abba Eban :
    Anda sejarawan, ya ? Saya merangkum dari tayangan “Metro Files”- Metro TV beberapa waktu lalu. Sejauh yang bisa saya tangkap. Komen anda melengkapi. Trims.

    anisavitri

    23 Desember 2009 at 10:28

  15. sedikit tambahan, mungkin di akhir catatan harus ditambahkan “LELUHUR ORANG BETAWI”. Karena situs batujaya adalah merupakan “pindahan” dari kerajaan Tarumanegara yang kemudian berubah nama menjadi SUNDA SEMBAWA yang dipindahkan oleh MENANTU keturunan PURNAWARMAN. Masa ini adalah akhir dari kerajaan Tarumanegara. Di sebelah Barat sungai CiTARUM terdapat satu kecamatan yang mengabadikan nama TARUMA negara, yaitu Kecamatan TARUMA jaya di Bekasi. CiTARUM adalah satu dari tiga sungai yang menjadi jalur transportasi utama kerajaan Tarumanegara selain sungai GOMATI dan sungai CHANDRABHAGA atau BHAGASASIH. BHAGASASIH ini kemudian di sebut orang sebagai Kali BEKASI. terimakasih atas perhatiannya.

    M. Abba Eban

    28 November 2009 at 13:46


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: