Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Archive for Juli 13th, 2010

Penerangan jalan terbatas, seramnya kuburan & pikiran negatif. Fungsi cahaya ..

leave a comment »

Lampu penerangan jalan berpengaruh pada keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, serta turut menyumbang keindahan kota pada malam hari. Problemnya, jika tarif dasar listrik naik, PAD kota kurang untuk menutup tagihan, sementara penggangguran meningkat, banyak pabrik gulung tikar diserbu produk asing, apa yang terjadi ? Pikiran negatif, nekad, kriminal, geng motor...

Suasana gelap dan terang dihasilkan karena adanya sumber energi cahaya yang mengarah ke mata manusia. Cahaya ditangkap lensa mata, diteruskan ke otak melalui saraf indera mata, diteruskan ke saraf lainnya hingga menimbulkan perasaan bermacam-macam. Sumber cahaya alami adalah matahari, bulan dan bintang, serta beberapa spesies makhluk hidup ( kunang2 ). Sumber cahaya buatan, antara lain ; api pembakaran, lampu minyak ( obor, cempor ), lampu minyak gas ( petromaks ), lampu pijar ( bulb light ), lampu sorot ( spot light ), lampu neon ( neon light ). Fungsi cahaya di malam hari sebagai penerangan untuk ;

  • tempat kegiatan ( parkir, plaza, pedestrian/ trotoar )
  • sirkulasi
  • tanaman/ pepohonan.
  • perangkat lanskap ( landscape furniture ).
  • kolam/ air mancur
  • benda seni ( patung, ornamen lanskap )

Gelapnya rumah hantu, skala ruang  & faktor seram.

Lampu jalan di samping gedung Palaguna, Bandung, ( 26/6/2010 jam 6 pagi ). Cukup romantis melalui area Alun-alun ketika warga kota belum tumpah ke jalan. Melihat temaramnya bangunan kuno. Kehadiran lampu penerangan membuat kita masih bisa melihat sosok bisunya. Apa yang terjadi di sana 65 tahun lalu ?

Savoy Homan Heritage Hotel, Jl.Asia Afrika, Bandung. Cakep di siang hari, dramatis di malam hari. Bangunan kuno kebanggaan urang Bandung, bergaya Art Deco, karya AF Albers tahun 1930.

Suasana gelap menimbulkan rasa takut, tidak jelas dan menyeramkan pada manusia. Namun, tidak semua suasana gelap menakutkan. Ketakutan itu lebih disebabkan pengalaman dan kebiasaan, misalnya pengalaman masa kecil yang menggambarkan suasana gelap sebagai rumah hantu. Apalagi berada di ruang terbuka dengan skala besar. Timbul pemikiran negatif terhadap sebuah benda dalam kegelapan. Di sisi lain, daerah yang terbatas penerangannya, suasana gelap menjadi hal biasa bagi masyarakat di sana. Suasana gelap, umumnya, kurang nyaman. Seperti kita baru memasuki gua gelap. Timbul rasa takut dan tegang. Setelah berulang kali disinggahi, perasaan takut akan menghilang. Kita terbiasa.

Gelap gulita juga membuat semua benda tak mempunyai sinar pantulan untuk ditangkap oleh lensa mata. Benda menjadi tak terlihat, tak jelas bentuknya. Suasana gelap dalam skala ruang luas dan langit2 tinggi, terasa menyeramkan. Pernah mengunjungi kuburan malam hari ? Atau berada dalam bangunan besar dengan penerangan terbatas ?  Perasaan seram terhadap ruang ditimbulkan oleh faktor skala dan cahaya, bentuk, warna serta teksturnya.

Suasana gelap dan terang dapat bernilai dan berkesan menarik pada tapak. Tata letak sumber cahaya terhadap benda atau elemen lanskap menimbulkan bayangan dan rangsangan yang beraneka ragam. Untuk mendapatkan cahaya terang, peletakkan sumber cahaya dibagi 3 ; di atas mata manusia, setinggi mata manusia, di bawah mata manusia. Dari arah sumber cahaya dapat dikategorikan ; arah  tegak lurus ke bawah, tegak lurus ke atas dan membentuk sudut.

Aplikasi pencahayaan sebagai aksentuasi untuk memperjelas elemen atau benda yang akan ditonjolkan. Misalnya, sumber cahaya di bawah pohon ( sinarnya ke arah batang dan dahan pohon yang dimaksud ) untuk menonjolkan karakter batang pohon. Suasana romantis terhadap ruang di sekitarnya akan tercipta.

Efek bayangan akibat sinar cahaya pada dinding akan memberi kesan visual yang atraktif. Bentuk bayang2 dapat diatur dengan memindahkan sumber cahaya dari sudut tertentu. Sinar cahaya lampu juga dapat memberi refleksi terhadap bebatuan dan mengarahkan sirkulasi, jalan setapak, dll.

( Ir.Rustam Hakim, Ir.Hardi Utomo ).

Aktivitas warga kota di taman lingkungan. Setelah seharian bekerja atau studi, warga bisa melepas lelah seraya menikmati keindahan kota bersama keluarga, tetangga dan handai tolan. Apakah ruang2 publik nan asri di sekitar anda bisa begini ? Cuma sempat malam hari ? Untung ada lampu.

Written by Savitri

13 Juli 2010 at 15:46

Ditulis dalam urban design

Tagged with

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.