Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Arsip untuk Agustus 2010

Angklung & KPA 3 : laris manis di mancanegara. Angklung is Indonesia.

with 2 comments

KPA 3 tengah beraksi, mempesona penonton bule di luar negeri. “Symphony no.1” karya Schumann yang mereka mainkan membius 2000 pendengar di dalam kemegahan gedung antik. Nggak nyangka, ya, seni tradisi kita dihargai begitu tinggi di luar. Bagaimana dengan di negeri sendiri ?

Angklung kembali mendunia. SMAN 3 Bandung kembali mempertahankan eksistensi angklung sebagai alat musik tradisional khas nusantara di mata internasional. Para siswa Keluarga Paduan Angklung SMA Negeri 3 Bandung ( KPA 3 ) meraih penghargaan internasional dalam “4th Summa Cum Laude International Youth Music Festival Vienna 2010” di Wina Austria, 3-7 Juli 2010 lalu. Pada festival yang baru dimulai 2007 itu, KPA 3 Bandung meraih penghargaan “Winner of the Special Award of the Summa Cum Laude Festival”.

Prestasi yang ditorehkan 37 siswa dan beberapa alumni SMAN 3 Bandung yang mengikuti festival di sejumlah negara di Eropa, luar biasa. KPA 3 membawa nama bangsa dan ikut memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya angklung, di dunia internasional. KPA 3 bertolak ke Eropa pada 27 Juni lalu. Selain ke Wina, Austria, KPA 3 juga mengikuti 3 festival lainnya yang digelar di Maribor, Slovenia ( “22nd International CIOPP Folklore Festival Folkart” ) dan Spanyol ( “Festival Internacional de Folklore of Ciudad Real” di Ciudad, Real dan “Festival Folklorico International of Extremadura” di Badajoz ).

Saat berlaga di Festival SummaCum Laude, KPA 3 mengalunkan 3 lagu andalan, yakni “Symphony no.1” karya Robert Scumann, “Palladio Mov 1 Allegretto” karya Karl Jenkins dan lagu “Badai Pasti Berlalu” karya Eros Djarot. Berkat kemenangan ini, KPA 3 diberi kesempatan tampil pada Gala Winners Concert di Golden Hall Musikverein bersama 9 pemenang lainnya.”Berdasarkan laporan dari Kedutaan Besar Indonesia di Wina, KPA 3 telah memukau penonton yang berjumlah lebih 2000 orang dengan alunan angklung “Symphony no.1” karya Schumann,” kata Firmansyah Noor, wakil Manajemen Mutu SMAN 3 Bandung.

Angklung raksasa, profesor musik klasik di Austria, rampak kendang  & tari tradisi

KPA3Bologna

Tari tradisi pun ikut menyemarakkan kehadiran KPA3 di even2 internasional. Menambah kecantikan Indonesia. Duh, senangnya melihat adik-adik kita memperkenalkan budaya Indonesia ke seluruh penjuru dunia. Semoga Allah memberkati kalian ..

Yang pria, dengan tari dari pulau dewata, tak kalah membanggakan. Indonesia is Bali, some people said. No, no, .. Bali is a part of Indonesia. There're more. 33 .. and we'll never be apart.

Selain mengikuti rangkaian festival, KPA 3 juga diberi kesempatan tampil pada parade di taman, menyelenggarakan lokakarya ( workshop ) mengenai angklung di hadapan mahasiswa dan pengajar Sekolah Musik Universitas Wina, serta menggelar konser di Museum Etnologi Wina. Dalam workshop angklung, anggota KPA 3 bertukar pikiran dengan para profesor musik klasik. Bagaimana memadukan komposisi musik klasik dengan menggunakan instrumen musik folk instrument yakni angklung. Dalam konser di Museum Etnologi Wina, KPA 3 juga menampilkan aksi rampak kendang dan beberapa tarian nusantara dengan iringan musik angklung.

Di sela2 konser sempat digelar lelang angklung raksasa untuk penonton sebagai upaya amal. Angklung raksasa berhasil dilelang dengan harga 160 euro ( Rp 1,8 juta ). Pihak museum juga mengizinkan KPA 3 mempromosikan busana batik dan aneka cendera mata dari Indonesia yang cukup diminati para penonton.

Tercatat sudah 4 kali KPA 3 mengikuti berbagai kegiatan di berbagai dunia. Tahun 2002, ikut festival di Australia. Tahun 2004 di Polandia. Tahun 2008 di Yunani dan Roma. Namun, baru tahun ini KPA 3 mengikuti festivalnya dan mendapat penghargaan, kata Etty Sri Rejeki, wakil kepala sekolah bidang Hubungan Masyarakat SMAN 3 Bandung. KPA 3 memang telah mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti Pemprov Jabar, swasta dan sekolah. Dari sekolah hanya bersifat stimulan, selebihnya siswa mencari sumber pendanaan sendiri, termasuk konser2 sebelum keberangkatan ke Eropa. ( PR, 24/7/2010 )

Komen A.Savitri :

Udjo Ngalagena, sang legenda. Bersama istrinya, Uum Sumiati, beliau belajar angklung pada Daeng Soetigna. Awal 1967, beliau mendirikan padepokan seni “Saung Angklung Udjo : Sundanese Art & Bamboo Craft Center” di Jalan Padasuka 118, Bandung. Komunitas SAU berharap angklung, setelah ditetapkan sebagai warisan budaya dari Indonesia, bisa mensejahterakan para perajin kecil dan penggiat seni angklung dari semua lapisan. Tidak hanya pengusaha besar. Semoga harapan itu terwujud.

Pembuatan angklung di Saung Angklung Udjo. Angklung, alat tradisional dari bambu, yang dimainkan dengan cara digoyang. Pengembangan dari instrumen Calung, tabung bambu yang dipukul. Awalnya, angklung bernada pentatonis ( da mi na ti la ) dan dimainkan puluhan orang. Tahun 1938, Daeng Soetigna memodifikasi suara angklung menjadi diatonis ( do re me fa so la ti ). Angklung mulai dikenal secara internasional dalam Konferensi Asia-Afrika, Bandung, tahun 1955. Meski dengan teknik tertentu, angklung bisa dimainkan oleh beberapa orang saja, namun kini lebih sering ditampilkan dalam bentuk orkestra.

Menjelang ditetapkannya angklung sebagai warisan budaya asli bangsa Indonesia, menyusul batik yang sudah dikukuhkan sebelumnya, oleh Unesco (  badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan ), Saung Angklung Udjo ( SAU ) sangat berharap masyarakat Indonesia bersemangat mendukung dan turut aktif melestarikan angklung. Mencari tahu lebih banyak soal angklung sehingga memang pantas menjadi milik bangsa Indonesia, tidak diklaim negara tetangga.

Anda tahu kalau seni angklung ada di 17 provinsi kita ?  Angklung tradisional pun banyak macamnya ; seperti angklung buncis, gubrag, bungko, baduy, serta angklung Pak Daeng. Telusuri lebih jauh soal angklung di http://angklungisindonesia.com/

Kendala yang mungkin dihadapi untuk pengakuan Unesco tersebut, diantaranya kian langkanya angklung tradisional, pendidikan angklung yang masih tersendat, belum adanya museum angklung dan pusat database tentang angklung sehingga masyarakat Indonesia hanya familiar dengan angklung modern ( juri Unesco diam2 memantau, lho ).

Pengakuan angklung sebagai warisan budaya tak benda ( intangible cultural heritage of humanity ) milik Indonesia oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization ( Unesco ), tinggal menunggu sidang terakhir, yang rencananya akan digelar di Naerobi, Kenya, November 2010. Ayo, bantu seni angklung resmi menjadi milik Indonesia.

Sound branding. Dengar suara angklung, publik internasional ( kalau bisa ) langsung tahu itu dari Indonesia. Ingin ke Indonesia, belajar angklung, dan sekalian mampir ke tempat2 eksotis di tanah air. Turut menggerakkan sektor pariwisata dan usaha rakyat kecil. Is it your dream, too, people ?

Written by Savitri

14 Agustus 2010 at 05:57

Ditulis dalam ekonomi, konservasi, NKRI

Dikaitkatakan dengan , , ,

Arsitektur Sadar Energi

leave a comment »

ISBN 979-731-793-5
Penulis Prasasto Satwiko Ir., M.Build.Sc., P.Hd
Format/Jml. Hlm 16×23, xiv+226 halaman
Edisi/Cetakan I, 1st Published
Thn Terbit 2005
Harga Rp. 33.500,-

Buku ini dirancang untuk membantu arsitek, mahasiswa arsitektur, siswa Sekolah Teknologi Menengah bagian teknik yang ingin memanfaatkan teknologi informasi untuk membantu proses penataan energi dalam bangunan. Buku ini mencakup pembahasan tentang: Energi secara umum, untuk memberikan pengetahuan ringkas tentang energi; keterkaitan energi dalam arsitektur, termasuk ringkasan pendekatan penghematan energi dalam arsitektur; penataan energi di zaman digital; tips untuk menghemat energi dan merawat lingkungan; pemanfaatan software dalam tata energi, pengertian singkat istilah-istilah yang biasa ditemui pada saat kita membicarakan energi (glosari); informasi alamat situs organisasi yang berhubungan dengan energi, mengenakan program untuk konversi unit, WinConverter, dan akhirnya memberikan daftar beberapa buku yang berhubungan dengan energi.

Cara membeli buku.
10.988 judul buku lainnya ( katalog )

ISBN 979-763-657-7
Penulis Andi Pramono
Format/Jml. Hlm 19×23, ii+114 halaman
Edisi/Cetakan I, 2nd Published
Thn Terbit 2007
Harga Rp. 57.500,-

Modern minimalis adalah salah satu gaya arsitektur yang baru-baru ini berkembang pesat di Indonesia. Namun diawal perkembangannya tersebut, modern minimalis telah diklaim sebagai gaya yang tidak “berumur panjang”. Kesan kosong dan dingin yang menjadi ciri khasnya, dianggap tidak sesuai dengan selera maupun gaya hidup masyarakat Indonesia yang selama ini dimanjakan dengan ornamen dan dikenal kaya warna. Tanggap terhadap kondisi tersebut, E9 bermaksud menjadikannya berumur sedikit lebih panjang.

Cara membeli buku.
10.988 judul buku lainnya ( katalog )

GUIDE TO DRAW MANGA VOL. 1: MENGGAMBAR WAJAH

ISBN 979-763-385-3
Penulis Santosa Soewignjo
Format/Jml. Hlm 20×28, iv+96 halaman
Edisi/Cetakan I, 4th Published
Thn Terbit 2008
Harga Rp. 32.000,-

Buku ini dikhususkan bagi para pecinta manga (komik Jepang) yang ingin mempelajari teknik pembuatan manga secara benar. Teknik-teknik yang diajarkan sama dengan teknik yang digunakan oleh para mangaka (komikus Jepang). Pada Volume 1 diajarka bagaimana teknik menggambar wajah secara baik dan benar. Ada 8 tahap yang diajarkan:
• Menggambar wajah karakter dan isinya
• Menggambar wajah karakter dari berbagai macam sudut
• Menggambar wajah karakter sesuai gender
• Menggambar wajah karakter sesuai usia
• Menggambar ekspresi wajah
• Shading
• Belajar membuat karakter dengan menggunakan teknik yang telah dipelajari
• Inking

Cara membeli buku.
10.988 judul buku lainnya ( katalog )

GUIDE TO DRAW MANGA VOL. 2: MENGGAMBAR TUBUH

ISBN 979-763-563-5
Penulis Santosa Soewignjo
Format/Jml. Hlm 20×28, iv+80 halaman
Edisi/Cetakan I, 2nd Published
Thn Terbit 2007
Harga Rp. 27.000,-

Menyusul buku Guide to Draw Manga Menggambar Wajah, buku kedua ini diperuntukkan bagi para calon komikus (mangaka) dan pencinta komik dengan gaya Jepang (manga).
Volume 1 ini mengajarkan dasar-dasar menggambar tubuh dan gerakan. Tahap-tahap yang dipelajari dalam buku ini adalah :
- Menggambar anatomi tubuh step per step
- Menggambar tubuh dengan proporsi yang ideal
- Menggambar dengan menggunakan sketsa
- Menciptakan gerakan
- Memahami perspektif tubuh
- Menggambar pakaian
- Mengenal tipe-tipe karakter
- Belajar menggunakan studi kasus
Daftar Isi

  • Bab 01 : Anatomi Tubuh
  • Bab 02 : Proporsi Ideal
  • Bab 03 : Sketsa
  • Bab 04 : Gerakan
  • Bab 05 : Persepektif
  • Bab 06 : Pakaian
  • Bab 07 : Tipe Karakter
  • Bab 08 : Study Case

Bonus Komik

Cara membeli buku.
10.988 judul buku lainnya ( katalog )

GUIDE TO DRAW MANGA VOL. 3: MENGGAMBAR BACKGROUND

ISBN 979-763-801-4
Penulis Santosa Soewignjo
Format/Jml. Hlm 20×28, iv+84 halaman
Edisi/Cetakan I, 3th Published
Thn Terbit 2008
Harga Rp. 28.000,-

Buku ini dikhususkan untuk belajar cara menggambar background. Buku ketiga ini diperuntukkan bagi para colan komikus (mangaka) dan pencinta komik dengan gaya Jepang (manga).
Volume ketiga ini mengajarkan cara menggambar background yang meliputi langkah-langkah:

  • Perspektif Ruang
  • Landscape
  • Tracing Foto
  • background Efek
  • Rugos
  • Komputer
  • Perspektif Karakter dalam Panel
  • Symbol

Cara membeli buku.
10.988 judul buku lainnya ( katalog )

GUIDE TO DRAW MANGA PLUS : WANITA CANTIK

ISBN 978-979-29-0263-1
Penulis Santosa Soewignjo
Format/Jml. Hlm 20×28, vi+42 halaman
Edisi/Cetakan I, 1st Published
Thn Terbit 2008
Harga Rp. 20.000,-

Buku ini adalah seri lanjutan dari seri Buku Guide To Draw Manga. Buku ini khusus mengajarkan tentang menggambar “Wanita Cantik”. Gambar wanita cantik sering kita jumpai dalam manga apa pun. Yang diajarkan dalam buku ini yaitu:

  • Variasi Anatomi Tubuh, Wajah dan Rambut Bishoujo
  • Gesture
  • Jenis-jenis Karakter Bishoujo
  • Cara Mudah Menggambar Sepatu dan Kuku Jari
  • Variasi Aksesoris
  • Diagram Praktis Ekspres

Cara membeli buku.
10.988 judul buku lainnya ( katalog )

GUIDE TO DRAW MANGA PLUS; DIGITAL COLORING FOR ANIME CHARACTERS + CD

ISBN 978-979-29-0265-5
Penulis Santosa Soewignjo
Format/Jml. Hlm 20×28, viii+72 halaman
Edisi/Cetakan I, 1st Published
Thn Terbit 2008
Harga Rp. 49.500,-

Buku ini adalah seri lanjutan dari seri Buku Guide To Draw Manga Series. Buku ini khusus mengajarkan tentang – Digital Coloring – .
Pokok bahasan dalam buku ini :
- Pengenalan alat dan software
- Garis besar langkah-langkah pewarnaan cell shading
- Mewarnai bagian khusus
- Teknik Brush Photoshop

Cara membeli buku.
10.988 judul buku lainnya ( katalog )

GUIDE TO DRAW MANGA PLUS: FIGHTING SCENE

ISBN 978-979-29-0264-8
Penulis Santosa Soewignjo
Format/Jml. Hlm 20×28, iv+44 halaman
Edisi/Cetakan I, 1st Published
Thn Terbit 2008
Harga Rp. 20.000,-

Buku ini adalah seri lanjutan dari seri buku Guide To Draw Manga. Pada buku ini akan dibahas bagaimana suatu adegan pertarungan pada komik dapat membawa pembacanya seolah-olah menyaksikan pertarungan, terutama bagi calon komikus yang merasa menginginkan adegan pertarungan dalam komiknya buku ini akan sangat membantu kamu dalam menggambarkan adegan pertarungan, adegan aksi, dalam komik buatan kamu sendiri.
Yang diajarkan dalam buku ini meliputi :
- Komik pembuka
- Mendesain gerakan pihak menyerang
- Mendesain gerakan pihak bertahan
- Mendesain adegan pertarungan
- Pemanfaatan sudut camera dan close up
- Penggunaan garis efek

Cara membeli buku.
10.988 judul buku lainnya ( katalog )

Written by Savitri

13 Agustus 2010 at 10:08

Ditulis dalam buku desain, buku teknik

Dikaitkatakan dengan

Pameran koperasi di Gasibu ( 8/8/2010 ) & Otonomi Desa. Cara menjadi kaya ( sejahtera ).

with 2 comments

Pameran koperasi ( Cooperative Fair ) tengah berlangsung di Lapangan Gasibu ( 4-8 Agustus 2010 ). Untuk siapa saja yang ingin barang bermutu, memperhatikan nasib orang desa, juga yang ingin memperbaiki nasib menjadi orang kaya. Ada info membentuk koperasi, permodalan, studi ilmu koperasi, pertunjukan seni tradisi, lomba dan aneka stand pengisi perut yang lezat. Komplit, pokoknya ma lah. 33 provinsi ikut serta. Even nasional, euy. Di depan Gedung Sate juga diselenggarakan pameran aneka kerajinan kulit. Cocok buat para biker yang ingin tampil gaya. Panggung kesenian siap menghibur anda semua seraya menikmati aneka penganan. Ayo, mari, mari ..

Menjelang puasa Ramadhan ( 11/8/2010 ), biasanya kita menengok ke desa. Dari mana sembako dipasok, beserta barang kebutuhan dapur lainnya. Cabe, bawang dan teman-temannya. Any problem ?

Cabe Rp 60 ribu/ kg. Seribu cuma dapat 4 biji. Atau bahkan seharga gorengan bala2 ; Rp 500 hanya dapat satu. Harga melonjak, cerita lama. Permintaan melebihi persediaan ( para ibu main borong untuk kedamaian anggota keluarga di rumah, atau pemasok sedang menunggu harga tertinggi ). Faktor cuaca tidak stabil ( akibat pemanasan global ) berpengaruh pada produk sayur mayur. Berkembang jamur karena cuaca basah ( apa perlu dibentuk satgas hama wereng ? ). Distribusi kurang. Sebelumnya, cabe dihargai Rp 18 ribu – Rp 22 ribu. Lalu, naik menjadi Rp 40 – Rp  45 ribu/ kg. Harga stabilnya nanti Rp 30 ribu – Rp 35 ribu. Tak mungkin harga dulu. Atau mau ganti dengan cabe kering, tidak segar ?

Otonomi desa : Desa Membangun & Koperasi

Melonjaknya harga cabe tidak dinikmati orang desa. Petani penggarap hanya gigit jari. Yang kaya, para pemilik lahan ( umumnya di kota, ini yang sering dikatakan penghisapan orang desa oleh orang kota ). Yang baru, bagaimana nasib penyuplai makanan orang kota ini bisa terangkat. Diberdayakan, berdiri sejajar dengan orang kota. Otonomi desa ?

Diluncurkanlah program Desa Peradaban. Namun, dalam pelaksanaannya, membuat desa lain yang tidak kebagian program menjadi iri. Banting setir, desalah yang harus membangun dirinya sendiri. Desa membangun secara mandiri energi. Paradigma lama ; orang kota bangun desa. Paradigma baru ; Desa Membangun. Konsep Jabar. Desa punya kearifan lokal, harus difasilitasi. Desa tak perlu jalan halus, asal memadai. Yang penting, bisa usaha. Perangkat desa direkonstruksi agar sesuai tata pemerintahan.

Sektor wisata dan pangan digiatkan. Jalan halus cukup di pusat desa, supaya tanah2 tidak dijual. Ada 5.820 desa. Rp 15 juta pertahun perdesa. Kepala desa merumuskan desa mau jadi apa ? Ada rencana dana stimulus Rp 20 milyar – Rp 100 milyar. Setiap desa digelontori Rp 1 milyar ? Pengalaman pasca gempa kemarin, mengurus dana bencana Rp 50 juta saja, desa sudah bermasalah. Dari sejak penjajahan, desa begitu2 saja. Desa perlu pendampingan sampai memiliki kemandirian membangun ( salah satunya dengan membuat koperasi ). Akuntabilitas, penting.

Kades cemburu pada Sekdes ? Insentif & audit kinerja, solusinya.

Sekretaris Desa diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil ( PNS ). Penghasilan Kepala Desa lebih kecil dari Sekdes, menimbulkan kecemburuan. Muncul ‘sikap2  manusiawinya’. Kades dipilih warga desa. Pilihan. Sekdes menjalankan estafet pemerintahan. Karir. Daripada saling tuding, lebih baik diselesaikan dengan komunikasi, membuat kesepakatan2 yang ditandatangani kadinas, kota/ kabupaten dan disetujui DPRD. Tentang kesejahteraan, bikin formula yang baik. Kinerja aparat desa diaudit sebelum dana kinerja desa disalurkan. Ada insentif buat Kades ; sekian persen untuk Kades sendirian, sekian persen dengan perangkat desa.

Bagaimana tempat maksiat menjadi tempat maslahat, salah satu yang harus dipikirkan oleh para pemangku daerah. Departemen Penerangan sudah tidak ada, info pembangunan pun tidak ada. Desa mestinya memahami perencanaan. 60 % kewenangan Bappeda yang tidak boleh punya radio. Rencana pembangunan bandara Kertajati, Majalengka, perlu divisualisasikan. Menarik, jika ada iklan billboard “Selamat Menikmati Hasil APBD pemerintah berupa jalan anu. Tahun depan akan dibangun anu.  Jalan dan pengairan mestinya tidak ada masalah. Kita kawal pembangunan sejak perencanaan. Di luar negeri, presiden bisa langsung membangun desa. Tertarik menjadi kepala desa ?

Manajemen suplai untuk memasok pabrik besar berorientasi ekspor. Konsumsi dalam negeri terjangkau.

Pertanian masih menjadi matapencaharian utama penduduk Indonesia. Jika ingin rakyat sejahtera, nasib kaum petani harus diperhatikan. Setuju ?

Sayuran sebangsa pekcoy, brokoli, dengan desain kualitas Singapura, 6 % berasal dari Lembang, Jawa Barat ( untuk kita, sayuran dengan kandungan residu full masih dikonsumsi juga ). Hortikultura impor, semacam wortel besar dan jeruk, banyak diimpor dari Cina. Harga komoditas segar ini berfluktuasi karena tidak ada manajemen suplai. Manajemen suplai dengan sistem gudang, kurang lebih seperti Bulog. Di setiap negara ada food storage. Tanaman keras dan 9 sembako dihasilkan oleh tanaman semusim yang peka terhadap perubahan iklim. Banyak komoditas seperti kedelei, perlu sistem pergudangan. Sub sistem logistik dihubungkan dengan sistem keuangan. Parsial sub sistem di AS sudah berjalan, silo gudang2 kedelai petani dalam satu kendali.

Diperlukan edukasi panjang untuk menumbuhkan gerakan masyarakat menjaga alam. Misalnya, pengetahuan bahwa mikroklimat penting untuk produksi ubi cilembu. Kantong2 produksi sudah terdesain sejak lama ( dulu peta mahal ). Ada UU resi gudang yang mengatur manajemen suplai, tapi tak bisa terlaksana dengan baik. Investor tak bisa melanjutkan produksinya karena pasokan bahan baku langka. Mereka lalu memindahkan pabriknya ke luar negeri yang bisa menjamin pasokan bahan produksinya. Sayang sekali. ( ada yang mau menekuni manajemen suplai ? )

Warga Jabar makan daging 120.000 ton. Harimau kalah.

Memperlakukan makhluk secara hewani yang begini. Sapi2 diternakkan di ruang terbuka yang lapang dengan rumput berkualitas yang berlimpah. Berbeda dengan peternakan intensif di luar negeri yang memasung sapi sebatas besar tubuhnya. Tak ada ruang gerak, sehingga ternak menderita dan mudah sakit. Tunggu azabmu di akhirat, hai manusia kejam ..

Warga Jabar konsumen terbesar daging sapi. 120.000 ton pertahun. Tidak heran, karena 20 % penduduk Indonesia tinggal di sini. Tapi Jabar hanya memproduksi sapi potong kurang dari 10 %. 9300 ton. Dari mana yang lain ?  Bangkalan, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Yogyakarta, Jawa Tengah, Lampung, Banten, Jerman, Selandia Baru, dan  Australia ( sapi2 kecil ). 160.000 ton kemampuan produksi diperoleh dari 100 ribu sampai 180 ribu ekor sapi, optimalnya, 60%-nya dari impor. Maksimal 350 kg bobot sapi yang diimpor, disyaratkan melalui 1-4 kali penggemukan pertahun di Indonesia sebelum dipotong. Sehingga masih ada nilai tambah di lokasi Jabar yang bermanfaat bagi para peternak. Dari 600.000 ekor sapi, 350.000 ekor harus dimasukkan ke Jabar yang memiliki industri penggemukan dan para penggemuk kelas menengah.

Jadwal pemotongan, 40 % di bulan Januari-Juni, 60 % Juli-Desember ( hari2 besar keagamaan ). Bisa terjadi, harga jual daging segar di produsen sudah kembali terjangkau, harga di tingkat eceran belum dinaikkan, lalu naik lagi pada masa puasa, karena demand ( permintaan ) berlebih, kata Ketua HPDKI Jawa Barat, Yudi Guntara , mewakili peternak Jabar. Daging ayam sebagai substitusi ( pengganti ) daging sapi sedang mahal, sehingga dengan selisih tipis, mereka memilih beralih ke daging sapi seharga 56 – 60 ribu perkg. Kalau mau lebih murah, beli sapi perah, lalu gemukkan dan potong sendiri, candanya. Harga daging sapi di Bekasi Rp 58 ribu/ kg, sedangkan di kabupaten Bandung Barat Rp 63 ribu/ kg ( lebih berkualitas ).

Para petani lokal memilih waktu yang baik untuk melepas ternaknya, yaitu awal puasa dan hari raya. The best price they can get. Untuk ayam Rp 20-30 ribu/ kg. Sapi perah Rp.22.500,-/ kg. Sapi potong Rp.50.000,-/ kg. Kepala Dinas Peternakan Jabar Kusmayadi Tatang Padmadinata menyebut 3-ung ; sapi lokal sebagai tulang punggung, sapi impor sebagai pendukung, daging impor sebagai penyambung. Di Jabar ada 310.981 sapi sebagai tulang punggung. Pada tahun 2009,  sebanyak 285.545 sapi dipotong. Disusul 16.663 kerbau. Sampai 4 Juni 2010, sebanyak 75.010 ekor sapi telah diimpor untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri.

Harga sapi yang sudah diperiksa kesehatan bernilai lebih ( Dinas Peternakan dalam 1 x 24 jam siap memeriksa sapi yang akan dipotong ). Tahun 2009, ada 11.000 sapi yang tidak kepotong. Jadi, ibu2 jangan panik. Stok cukup. Berbelanjalah sewajarnya. Selamat menjalankan ibadah puasa ..

Pameran koperasi 33 provinsi, 4-8 Agustus 2010 di Gasibu. Don’t miss it ..

Halaman depan Gedung Sate, hari ini semarak dengan tenda putih yang menaungi aneka kerajinan kulit dan pelaku UKM. Ingin tampil gaya ? Datang dan pilihlah yang cocok untuk anda. Bawa payung, karena cuaca terik bisa berubah hujan. Payung berguna untuk keduanya.

Ada pameran koperasi ( Cooperative Fair ), pada 4-8 Agustus di Gasibu. Even nasional, melibatkan 33 provinsi. Profil pengusaha yang berpameran, diantaranya, Irma Shofi Wahdah, yang sejak tahun 2005 melanjutkan bisnis ortu yang sudah berjalan 15 tahun. Bergerak di bisnis konfeksi ; kerudung, mukena, ke depan Gamis. Irma giat mempromosikan produk dan mencari mitra usaha. Di pameran, jualan retail langsung, bukan tujuan utama. Dampak penjualan sesudah pameran baru yang luar biasa. 700 ribu, harga langsung agen lebih efektif, tidak terlalu banyak keluar biaya. Penggelut bisnis bermerk “Wahdah” mengikuti PKBL  ( Program Kemitraan & Bina Lingkungan ), mitra binaan Pertamina. Dengan otak dagang, bermula Rp 300 ribu, dalam seminggu menjadi Rp 2 juta, hasil memasok baju anak2 ke pasar. Rp 20 juta omzet sekarang.

Kiat dirinya diikutkan dalam pameran adalah silaturahmi. Pahala dapat, duit dapat. Tetangganya yang bekerja di BUMN memberi info, jalur dan relasi penting. Mendapat bunga pinjaman 0,6 %. Yang tinggal di daerah Cililin, bisa memasukkan proposal langsung ke BUMN, seperti PLN. Cara mendapat akses pameran ; daftar ke dinas koperasi kabupaten/ kota. Kenalan dengan dengan para staf dan pejabat. Tidak kenal maka tidak sayang. Jika sudah sayang, mereka akan ajak2 pameran.  Kita juga pro aktif agar diajak pameran. Dibantu sesekali oleh Bidang UMKM ( usaha mikro, kecil, menengah ) Dinas Koperasi, Bu Eli, memasukkan proposal yang sudah dikonsep dari sananya. Koperasi tiap daerah mendapat jatah. Saling giliran. Ada mekanisme rolling untuk pengusaha produk unggulan.

Saat Irma mendaftar SIUP ( Surat Ijin Usaha Perdagangan ), biaya tidak tinggi, belum berbadan hukum, hanya mengandalkan relasi dengan dinas. Kalau dengan yang lain biaya bisa mahal. Coba datangi kantor dinas Jakarta Pusat, Regional 3, atau Balongan, Indramayu. Kalau ke BUMN, agunan tidak mutlak, yang penting usaha bagus, dan harus melalui beberapa pintu. Kalau bank, agunan penting, tapi cepat. Cukup 2 minggu prosesnya ( hingga dana cair ). Di bank, kalau rumah senilai Rp 100 juta, tidak mungkin mendapat ( kredit ) Rp 150 juta.

Pameran di Gasibu ramai. Di Saparua kurang. Tempat no.1

Gelar Kriya Kulit Jawa Barat, 7-8 Agustus 2010. Cari jaket keren, atau foto2 Gedung Sate ?

Pameran bisa meningkatkan penjualan sangat besar, jika momennya bagus. Seperti PRJ, INA Craft.  Juga, cari daerah yang pasarnya bagus di perkotaan, seperti lapangan Gasibu. Di lapangan Saparua, kemarin kurang ramai. Pinggiran kota, agak susah penjualannya. Tempat nomor satu. Di Islamic Center, Jakarta, kini ia membeli stand di even tsb. Di pameran, profil pengusaha terlihat layak di jual ke masyarakat. Kalau nggak pede ( percaya diri ), nggak bisa bertahan. Visi tanpa misi itu kosong. Misi tanpa visi, sia2. Jangan mengikuti arus. Kitalah yang seharusnya menciptakan arus, kata Irma.

Media Kreasi Ummah, bermitra dengan pelukis kain. Model unik dan belum ada yang melukisnya. Ada 5 model. Selama 2-5 tahun produk stabil, permintaan banyak. 3 bulan di pasar, trend model terus berkembang. Produk unggulannya, kerudung lukis Wahdah. Irma mengaku gaptek, ia tidak menggunakan facebook ( menengah ke atas ) untuk pemasaran.

Bangsa Indonesia maju dengan produk UKM. Barang kita bagus. Bola Piala Dunia saja dari Majalengka ( Jabulani ). Syarat menjadi anggota koperasi, apa yang bisa didapat dari koperasi, bagaiman membangun modal, bisa cari tahu di pameran. Koperasi muncul dari kebutuhan anggota masyarakat, dari anggota untuk anggota, perusahaan dimiliki anggota. Minimal 20 anggota. “Rukun Mekar”, koperasi simpan pinjam, kini beranggotakan 10.000 orang. Ingin ikutan ?

Rp 50 juta per koperasi. Mau ?

Koperasi untuk kelompok pemuda dan perempuan sedang digiatkan. UU no 20 tahun 2008 memayungi usaha mikro yang beromzet Rp. 50-300 juta perbulan. Usaha kecil Rp 300-500 juta. Usaha menengah Rp 500 juta sampai Rp 2,5 milyar.

Saat ini sedang diluncurkan program Rp 50 juta per koperasi, Rp 5 juta per anggota koperasi. Yang akan mendapat kucuran program tersebut adalah koperasi beranggotakan sebagian besar pemuda/ mahasiswa atau perempuan. Jumlahnya 494 koperasi. Mereka yang berminat bisa datang ke dinas koperasi di kabupaten/ kota tempat domisili dan mengisi 7 formulir. Ada lebih 170 wilayah koperasi di Indonesia, sehingga ada penyeleksian, siapa yang paling layak mendapat pinjaman tsb. Proposal peminat program, selanjutnya akan dikirim ke dinas koperasi tingkat provinsi, kemudian ke Kementerian Koperasi ( deputi pembiayaan koperasi ). Surat keputusan ( SK ) penetapan koperasi peserta program akan turun ke dinas koperasi provinsi,  kemudian ke dinas kabupaten/ kota. Setelah melengkapi administrasi, dana pinjaman itu akan cair ke rekening koperasi, kata Syafrial, Asisten Deputi Urusan Pembiayaan dan Penjaminan Kredit Kementerian Koperasi dan UKM. Dinas provinsi mengawasi dinas koperasi kabupaten/ kota.

Proses seleksi hingga ada keputusan tergantung kemampuan dinas masing2. Jarak menentukan kecepatan, bukan posisi menentukan prestasi. Persyaratan calon peserta program :

  • Memiliki NPWP ( nomor pokok wajib pajak )
  • Memiliki pengurus dan pengawas ( minimal pengurus, bendahara )
  • Memiliki kegiatan usaha dan tertib administrasi.
  • Yang belum pernah mendapat bantuan ( dana bergulir ) akan diprioritaskan.

Mengentaskan kemiskinan dengan koperasi.

Tahun 2011, ditargetkan ada 1200 koperasi, dengan bantuan Rp 100 juta per koperasi. Setiap provinsi, mestinya mempunyai data berapa koperasi yang ada di wilayahnya, berapa orang miskin dan pengangguran, dsb, untuk pengentasan kemiskinan. Jumlah koperasi di Aceh lebih sedikit dari di Jawa, tapi orang miskin di Jawa lebih banyak, itu karena distribusi penduduk di Indonesia tidak merata. Penduduk Indonesia terbanyak tinggal di pulau Jawa. Terbanyak di Jawa Barat ( dan Bandung, ibukotanya, tak heran didera kemacetan, sekaligus sarang orang2 kreatif ).

Sampai akhir tahun 2009, tercatat ada 22.644 koperasi dengan 6 juta anggota, kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Barat, Wawan Hermawan . Koperasi menjadi tempat berkumpulnya UKM, menggerakkan sektor riil. Daripada menjadi korban renternir, traficking atau kerja di luar negeri ( TKI yang tersia-sia ) lebih baik bergabung menjadi anggota koperasi. Tercatat ada 113 koperasi wanita ( ada yang beranggotakan lebih 300 orang ) dan 97 koperasi pemuda. Produknya makanan, pakaian, kerajinan anyaman, dll. Kaum ibu lebih tangguh/ efesien dalam pengelolaan keuangan. Luar biasa. Ada koperasi pengusaha wanita, koperasi majelis taklim. Persyaratan tambahan berupa agunan, tergantung koperasi masing2. Di program tsb tidak diminta/ wajibkan. Pinjaman mikro di koperasi senilai Rp 5 juta atau kurang. Meski dianjurkan yang menjadi anggota koperasi adalah mereka yang tinggal di sekitar koperasi, namun mereka yang di luar wilayah tsb tidak dilarang menjadi anggota. Koperasi2 tsb ada yang memonitor ( memantau ) dari dinas kabupaten/ kota. Tertarik ?

Connector people bernama Ahmad, menjembatani UKM dengan bank.

UKM adalah pondasinya masyarakat kecil. Kepala BI Bandung, Yang Ahmad Rizal ( 57 ), persuasif menghimbau, mengundang para bankir agar membantu usaha kecil/ pengusaha UKM. Connecting people. Tugas pokok BI, 3 pilar : menetapkan kebijakan moneter, mengatur sistem pembayaran, mengatur dan mengawasi bank (  dengan instrumen pengatur kebijakan makro ). Belajar dari krisis tahun 1997, kasus BLBI, di mana banyak bank ditutup, membuat pengusaha Indonesia di sektor riil, cukup antisipatif. Punya sense of bisnis.  Profesional dan bisa bersaing. Dibentuk Pusat Pengembangan UKM ( P3UKM ), sesuai surat gubernur, yang bertugas mendampingi para UKM berhubungan dengan bank Jabar, bekerjasama dengan dinas teknis ( dinas peternakan, dll ). Join programme. Para lulusan Ikopin, sebenarnya, memiliki pengetahuan yang memadai untuk menjadi pendamping. Membantu UKM menjadi bankable ( memenuhi persyaratan perbankan ). 80 % penduduk Indonesia bisa masuk ke UKM, menjadi survival enterpreneur.

Ada 3 desa memproduksi tas bermerk berorientasi ekspor, namun baru satu yang berhubungan dengan bank. Setelah kolaborasi P3UKM dengan Kadin, para bankir pun berbondong-bondong datang ke desa. Yang menjadi perdebatan, adalah masalah jaminan. Lalu dibentuklan Lembaga Penjaminan Kredit Daerah. Badan Musyawarah Perbankan Daerah. Yang layak secara manajerial, karakter pemasaran dan pembiayaannya akan dibantu. Ketika usaha membesar, saatnya pengusaha UKM memerlukan bantuan profesional, agar tidak menerawang ( supaya tidak jadi ketawa sendiri ). Impian bisnis bisa dijabarkan dalam angka2. Terukur.

Ahmad merasa nyaman bekerja di Jabar, karena gubernur, kapolda dan pangdamnya enak diajak diskusi. Bos2 sukses, memulainya dari sales. Dinas UKM Sumedang, P3UKM di Bank Indonesia, Jl.Braga, Bandung, bulan Juli lalu, hadir di expo pembiayaan UKM. Bank2 yang memiliki sistem informasi debitur, pengajuan kredit bisa dalam 10-20 menit diputuskan. Bank2 tertentu yang online ( jaringannya terhubung antar kantor cabang ) dalam 10-30 menit bisa memutuskan kredit diterima atau tidak.

Orang membludak datang ke Bandung, tanpa diundang. Berbeda dengan Sumatera ( Utara ) yang harus mengadakan acara dulu, orang baru mau datang. Peluang emas ini, sayangnya, belum dimanfaatkan secara maksimal. Ada 300 jenis budaya di tanah pasundan ini yang belum optimal digarap. Untuk mengurangi kemacetan, wisatawan FO bisa dipecah dengan wisatawan kesenian. Kopo dengan Pasteur. Dibentuk lahan2 UKM di lokasi2 wisata. Di Situ Cileunca, Pangalengan, dsb. Dengan cara demikian, UKM jaket kulit di Garut seharga Rp 3 juta perbuah pun bisa diborong. Laris manis. Bagaimana UKM bisa menjelma menjadi bisnis beromzet milyaran, menjadi tantangan yang harus kita jawab bersama. Terbuka jalan, kini, desa menjadi makmur loh jinawi. Petani Indonesia akan sekaya petani Amerika atau Australia. Menjadi kaya, siapa takut ?

Written by Savitri

8 Agustus 2010 at 04:59

Ditulis dalam ekonomi

Dikaitkatakan dengan , ,

Cara membuat KTP, KK, Kipem, KIK, SIMS, KIDS & SBPDK

with 37 comments

balaikotabdg

Balai Kota Bandung, kantor walikota Bandung, di Jalan Aceh no.1, dibangun tahun 1929 dengan arsitek E.H.de Roo. Terdengar suara kicau burung di halaman nan rimbun, segar dan damai. Dekat BIP ( Bandung Indah Plaza ), pusat perbelanjaan tersohor, tempat mangkal anak muda. Kehijauan taman Balai Kota bak oase di tengah hiruk pikuk kegiatan komersial di dekatnya. Surat Keterangan Ahli Waris bisa diurus di sini, lho ( jika tak pakai akta notaris )

Jalanan Bandung mulai diperbaiki. Terlihat mulus di beberapa ruas jalan utama. Hitam keabuan. Warna aspal ( menguping percakapan di radio Trijaya ) kalau perlu dibedakan agar kalau rusak, nelponnya jelas ke pusat, provinsi atau kabupaten/ kota  ( sehingga tak terjadi kasus seperti  beberapa waktu lalu, sejumlah warga pernah komplain ke walikota soal angkutan pasar. Dijawab walikota,  itu tanggung jawab dinas pasar dan dinas perhubungan. Mereka lalu dilempar ke pengembang. Pengembang lalu melemparnya lagi ke walikota. Seperti tak berujung ).

Ada 26 OPD ( Organisasi Perangkat Daerah ), mitra bidang pemerintahan yang memberi pelayanan langsung dan tidak langsung kepada masyarakat, diantaranya ; Perijinan Terpadu, Samsat ( UPT Dinas Pendapatan Daerah ), LPSE ( Lembaga Pengadaan Secara Elektronik, dulu pimpro, kini tidak harus face to face ). Kewenangan pusat, provinsi, kabupaten/ kota atau desa ( ke depannya ) dibedakan. Jalan rusak ini, jalan provinsi atau jalan kota, terkait  APBD provinsi atau APBD kota. APBD perubahan dilihat oleh pusat, meliputi kebutuhan energi, masalah perbatasan, lintas bidang, departemen dan wilayah. Rumit, jika sudah menyangkut koordinasi.

Ingin memperbaiki layanan pemerintah ? Ingin tahu bagaimana memproses ijin ? Atau ingin yang lebih keseharian ? Hajat hidup orang banyak. KTP. Membuat KTP yang cepat ? Sebaiknya, simak dan jalani prosedur di bawah ini ( perijinan lain bisa klik http://www.bandung.go.id/ ). Nanti, anda bisa menjawab sendiri, seberapa dekat impian anda dengan kenyataan.

Kartu Tanda Penduduk ( KTP ), landasan hukum & prosedurnya.

Berdasarkan, Peraturan Daerah Kota Bandung No. 25  tentang Retribusi Penyelenggaraan Pendaftaran dan Pencatatan Penduduk,  Kartu Tanda Penduduk yang selanjutnya disingkat KTP adalah Kartu Bukti Diri ( legitimasi ) bagi setiap Penduduk dalam Wilayah Negara Republik Indonesia . KTP dapat diterbitkan apabila ada pengajuan permohonan baru, habis masa berlakunya, hilang (yang dibuktikan dengan Surat keterangan hilang dari kepolisian setempat), rusak dan akibat terjadi perubahan data ( nama, alamat tempat tinggal, agama, pendidikan, status kewarganegaraan dan lain-lain). Masa berlaku KTP adalah 5 ( lima ) tahun bagi penduduk yang berusia 17 tahun sampai dengan di bawah 60 tahun dan seumur hdup bagi yang berusia 60 tahun ke atas, kecuali bagi Warga Negara Asing (WNA) dan atau WNI yang terlibat organisasi terlarang, masa berlaku KTP-nya 5 ( lima ) tahun.

Persyaratan yang diminta :

  • Surat Pengantar dari RT/RW yang menyatakan bahwa penduduk yang bersangkutan adalah penduduk yang bertempat tinggal tetap dalam wilayah Kota Bandung;
  • Kartu Keluarga ;
  • Kartu NIK ;
  • KTP lama bagi yang perpanjangan KTP ;
  • Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian (bagi yang KTP-nya hilang);
  • Surat Keterangan Ganti Nama bagi yang telah berganti nama;

Cara membuat Kartu Keluarga ( KK ), sebelum KTP bisa dibuat ;

  • Pemohon mengisi Formulir master KK yang berisi data – data Kepala Keluarga dan anggota keluarganya yang ditandatangani oleh Kepala Keluarga, RT/RW dan Lurah.
  • Membawa Formulir Master KK ke Kelurahan dengan melampirkan persyaratan sebagaimana tersebut di atas.
  • Kelurahan menerima dan meneliti berkas permohonan beserta persyaratannya, memberikan nomor register dan mengirimkan berkas beserta persyaratannya ke Kecamatan.
  • Kecamatan menerima dan meneliti berkas permohonan beserta persyaratannya, kemudian melakukan proses input data berdasarkan data-data yang ada dalam Master KK.
  • Kartu Keluarga yang telah diproses, diteliti kembali dan apabila sesuai dengan data -data yang ada, maka Camat menanda tangani Kartu Keluarga dalam rangkap 4 (empat).
  • Kecamatan mengirimkan Kartu keluarga lembar 1, 2 dan 3 ke Kelurahan, sedangkan lembar ke 4 diarsipkan di Kecamatan.
  • Kelurahan menyerahkan Kartu Keluarga lembar ke 1 kepada pemohon/kepala keluarga dan lembar ke 2 kepada pengurus RT, sedangkan lembar ke 3 diarsipkan di Kelurahan dan mencatat data penduduk berdasarkan Kartu Keluarga dalam Buku Induk Penduduk.

Untuk warga negara asing ( WNA ) mesti memiliki :

  • Pasport;
  • KITAP/SKK A/B dari Kantor Imigrasi;
  • Surat Bukti Pelaporan Orang Asing (SBPOA);
  • Surat Bukti Penyerahan Data Kependudukan WNA;
  • Buku Pengawasan Orang Asing (BPOA) dari Kantor Imigrasi;
  • Surat Keterangan Lapor Diri (SKLD) dari Kepolisian.
  • Pas Photo ukuran 2 x 3 Cm sebanyak 3 (tiga) lembar;
  • Membayar Retribusi Daerah.

Cara mendapat KTP baru ;

  • Pemohon mengisi Formulir Master KTP yang berisi data – data pemohon yang ditandatangani oleh yang bersangkutan dan diketahui oleh Lurah dan Camat.
  • Membawa Formulir Master KTP ke Kelurahan dengan melampirkan persyaratan sebagaimana tersebut di atas.
  • Kelurahan menerima dan meneliti berkas permohonan beserta persyaratannya, memberikan nomor register dan memberikan resi tanda terima serta mengirimkan berkas beserta persyaratannya ke Kecamatan.
  • Kecamatan menerima dan meneliti berkas permohonan beserta persyaratannya, kemudian melakukan proses input data berdasarkan data-data yang ada dalam Formulir Master KTP.
  • KTP yang telah diproses, diteliti kembali dan apabila sesuai dengan data-data yang ada, maka Camat menanda tangani KTP;
  • Kecamatan mengarsipkan berkas permohonan KTP, dan mengirimkan KTP yang telah selesai ke Kelurahan;
  • Kelurahan menyerahkan KTP kepada pemohon berdasarkan resi tanda terima yang diberikan oleh pemohon sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
  • Membayar Retribusi Daerah.

Cara memperpanjang KTP :

  • Pemohon mengisi Formulir master KTP yang berisi data – data pemohon yang ditandatangani oleh yang bersangkutan dan diketahui oleh Lurah dan Camat.
  • Membawa Formulir Master KTP ke Kecamatan dengan melampirkan persyaratan sebagaimana tersebut di atas.
  • Kecamatan menerima dan meneliti berkas permohonan beserta persyaratannya, kemudian melakukan proses input data berdasarkan data-data yang ada dalam Formulir Master KTP.
  • KTP yang telah diproses, diteliti kembali dan apabila sesuai dengan data-data yang ada, maka Camat menanda tangani KTP;
  • Kecamatan mengarsipkan berkas permohonan KTP, dan menyerahkan KTP yang telah selesai kepada pemohon sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

Biaya membuat KTP :

  • Untuk WNI …………………………….…. Rp. 5.000,-
  • Untuk WNA ………………………….…… Rp. 50.000,-

Cara membuat Kartu Keluarga ( KK ).

Kartu Keluarga yang selanjutnya disingkat KK adalah Kartu yang Kemuat Data Kepala Keluarga dan semua anggota keluarga.
Persyaratan :
  • Surat Pengantar dari RT/RW yang menyatakan bahwa penduduk yang bersangkutan adalah penduduk yang bertempat tinggal tetap dalam wilayah Kota Bandung, tetapi belum memiliki KK.
  • Kartu Keluarga lama ( bagi penduduk yang telah mempunyai KK lama, tetapi ada perubahan data Kepala Keluarga dan atau anggota keluarga).
  • Surat Ijin Menetap (SIM) bagi penduduk pendatang.
  • Akta Perkawinan/Akta Nikah/Akta Perceraian.
  • Akta Kelahiran/Akta Kematian.
  • Surat Keterangan Ganti Nama (bagi yang telah berganti nama).
  • Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia .
  • Surat Bukti Penyerahan Data Kependudukan;
    Untuk WNA, harus melampirkan :
  • KITAP / SKK A/B dari Kantor Imigrasi.
  • Surat Bukti Penyerahan Data Kependudukan WNA;
  • Buku Pengawasan Orang Asing (BPOA) dari Kantor Imigrasi;
  • Surat Keterangan Lapor Diri (SKLD) dari Kepolisian.
Prosedur :
  • Pemohon mengisi Formulir master KK yang berisi data – data Kepala Keluarga dan anggota keluarganya yang ditandatangani oleh Kepala Keluarga, RT/RW dan Lurah.
  • Membawa Formulir Master KK ke Kelurahan dengan melampirkan persyaratan sebagaimana tersebut di atas.
  • Kelurahan menerima dan meneliti berkas permohonan beserta persyaratannya, memberikan nomor register dan mengirimkan berkas beserta persyaratannya ke Kecamatan.
  • Kecamatan menerima dan meneliti berkas permohonan beserta persyaratannya, kemudian melakukan proses input data berdasarkan data-data yang ada dalam Master KK.
  • Kartu Keluarga yang telah diproses, diteliti kembali dan apabila sesuai dengan data -data yang ada, maka Camat menanda tangani Kartu Keluarga dalam rangkap 4 (empat).
  • Kecamatan mengirimkan Kartu keluarga lembar 1, 2 dan 3 ke Kelurahan, sedangkan lembar ke 4 diarsipkan di Kecamatan.
  • Kelurahan menyerahkan Kartu Keluarga lembar ke 1 kepada pemohon/kepala keluarga dan lembar ke 2 kepada pengurus RT, sedangkan lembar ke 3 diarsipkan di Kelurahan dan mencatat data penduduk berdasarkan Kartu Keluarga dalam Buku Induk Penduduk.
Masa Berlaku Kartu Keluarga ( KK )
Kartu Keluarga berlaku selama tidak ada perubahan data (mutasi data) dari Kepala Keluarga dan anggota keluarganya. Penggantian Kartu Keluarga (KK) dilakukan apabila :

  • Terjadi penambahan/pengurangan anggota keluarga, perubahan data, perubahan status dan lain-lain yang merubah data Kependudukan (mutasi data) Kepala Keluarga dan anggota keluarganya.
  • Kartu Keluarga rusak.
Biaya Yang Diperlukan :
- Untuk WNI……………………………….…… Rp. 2.500,-
- Untuk WNA …………………………………… Rp. 10.000,-

Surat Ijin Menetap (SIM), untuk pendatang Surat Ijin Menetap (SIM) adalah Surat Ijin yang diberikan kepada pendatang baru yang bermaksud menetap di wilayah Kota Bandung yang telah memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan.
Pengajuan dan perolehan Surat Ijin Menetap (SIM) dilaksanakan di Dinas Kependudukan. Pendatang tersebut adalah :

  • Mereka yang telah mempunyai pekerjaan tetap ( yang dinyatakan dengan Surat Keterangan Jaminan Bekerja dari Instansi/perusahaan tempatnya bekerja);
  • Mereka yang sedang melanjutkan pendidikan (dunyatakan dengan Surat keterangan dari Sekolah/Perguruan Tinggi/Lembaga Pendidikan dimana yang bersangkutan melanjutkan pendidikan;
  • Mereka yang berwiraswasta ( dinyatakan dengan Surat Pernyataan Mempunyai Penghasilan Tetap).
  • Bagi PNS, Anggota TNI dan POLRI serta Suami/Istri/Orang Tua/Anak (Penyatuan Keluarga) yang dibuktikan dengan surat-surat keterangan pendukung (Akta Nikah/Akta Perkawinan, Akta Kelahiran dan lain-lain).
  • Surat Ijin Menetap (SIM) adalah sebagai dasar / persyaratan dalam pemberian Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada penduduk pendatang.

Persyaratan untuk memperoleh Surat Ijin Menetap (SIM) :

  • Surat Pindah dari tempat asal yang ditandatangani oleh Camat setempat;
  • Surat Keterangan Berkelakuan Baik;
  • Surat Jaminan Bertempat Tinggal dari RT/RW, Kelurahan dan Kecamatan sesuai dengan domisilinya di wilayah Kota Bandung;

Untuk Warga Negara Indonesia Keturunan, dilengkapi dengan :

  • Surat Ganti Nama
  • Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia

Untuk Warga Negara Asing (WNA), harus dilengkapi dengan :

  • Dokumen Keimigrasian;
  • Surat Keterangan Lapor Diri (SKLD) dari Kepolisian.
  • Surat Keterangan Jaminan Bekerja dari Perusahaan tempat bekerja;
  • Surat Keterangan dari Sekolah/Perguruan Tinggi/Lembaga Pendidikan lainnya;
  • Pas Photo ukuran 4 X 6 Cm sebanyak 2 lembar.
Prosedur :
  • Pemohon menyiapkan semua persyaratan sebagaimana yang telah ditentukan;
  • Menyampaikan berkas tersebut ke Kelurahan dengan melampirkan Surat Pengantar dari RT/RW setempat;
  • Setelah diadakan penelitian terhadap persyaratan, Kelurahan memberikan Nomor Register Surat Keterangan Jaminan Bertempat Tinggal, Surat Keterangan Jaminan Bekerja atau Surat Keterangan dari Kepala Sekolah/pimpinan Perguruan Tinggi/Lembaga Pendidikan lainnya;
  • Pemohon menyampaikan berkas persyaratan tersebut ke Kecamatan dan setelah diadakan penelitian, Kecamatan memberikan Nomor Register Surat Keterangan Jaminan
    Bertempat Tinggal, Surat Keterangan Jaminan Bekerja atau Surat Keterangan dari Kepala Sekolah / Pimpinan Perguruan Tinggi/Lembaga Pendidikan lainnya;
  • Pemohon menyampaikan berkas ke Dinas, kemudian Dinas melakukan pemeriksaan dan penelitian terhadap berkas permohonan tersebut dan apabila memenuhi syarat , maka Dinas akan memproses berkas permohonan tersebut;
  • Lamanya proses adalah 7 ( tujuh) hari , Pemohon dapat memperoleh Surat Ijin Menetap
  • Setelah pemohon memperoeh Surat Ijin Menetap (SIM), maka dalam jangka 14 (empatbelas) hari sejak diterbitksn SIM, pemohon harus segera mengajukan permohonan penerbitan KK dan KTP di Kecamatan sesuai dengan domisilinya.
Biaya Yang Diperlukan
  • Untuk WNI ………………………………. Rp. 100.000,-
  • Untuk WNA ……………………………….Rp. 200.000,-
Kartu Identitas Kerja (KIK), untuk komuter Kartu Identitas Kerja yang selanjutnya disingkat KIK adalah Kartu tanda pengenal/ Bukti Diri ( legitimasi ) bagi Penduduk komuter di luar Wilayah Kota Bandung yang mempunyai pekerjaan/kegiatan rutin setiap hari di Wilayah Kota Bandung.
Persyaratan
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari tempat asalnya yang masih berlaku ;
  • Surat Keterangan/Pengantar
  • Pas photo 3 (tiga) buah ukuran 2 x 3 cm.

Untuk WNI Keturunan, Dilengkapi dengan :

  • Surat Bukti Kewarganegaraan RI ;
  • Surat Ganti Nama bagi yang telah berganti nama.

Untuk WNA Dilengkapi dengan :

  • Dokumen Keimigrasian ;
  • Surat Keterangan Lapor Diri (SKLD) dari Kepolisian setempat.
Prosedur :
  • Penduduk yang bersangkutan dengan membawa persyaratan tersebut mendaftarkan diri ke Kelurahan/Desa setempat dimana Instansi/ Perusahaan/ Sekolah/Lembaga lainnya berada dalam Wilayah Kota Bandung dengan mengisi Formulir Master Kartu Identitas Kerja yang ditanda tangani Lurah. Pendaftaran tersebut dapat dilaksanakan secara kolektif dari instansi/perusahaan atau sendiri-sendiri.
  • Formulir Master KIK yang telah ditanda tangani Lurah dibawa ke Dinas Kependudukan;
    Dinas Kependudukan memberikan tanda bukti penerimaan pendaftaran kepada penduduk yang bersangkutan disertai penetapan waktu pengambilan Kartu Identitas Kerja (KIK).
  • Dinas Kependudukan memberikan tanda bukti penerimaan pendaftaran kepada penduduk yang bersangkutan disertai penetapan waktu pengambilan Kartu Identitas Kerja (KIK).
  • Dinas Kependudukan menyerahkan Kartu Identitas Kerja (KIK) yang telah di cetak atau ditanda tangani Kepala Dinas dan pada waktu yang telah ditetapkan (3 hari) menyampaikan Kartu Identitas Kerja (KIK) kepada penduduk yang bersangkutan.
Biaya yang diperlukan
  • Untuk WNI …………………………….… Rp. 2.000,-
  • Untuk WNA ………………………….…… Rp. 50.000,-
Surat Ijin Menetap Sementara (SIMS), Kartu Identitas Domisili Sementara ( KIDS ) untuk warga asing.

  • Surat Ijin Menetap Sementara (SIMS) adalah Surat Ijin Bertempat Tinggal Sementara bagi Warga Negara Asing dalam wilayah Kota Bandung sebagai persyaratan untuk memperoleh Kartu Identitas Domisili Sementara (KIDS).
    Kartu Identitas Domisili Sementara (KIDS) adalah Kartu Tanda Pengenal Sementara bagi Penduduk Pendatang Warga Negara Asing yang memiliki Surat Ijin Menetap Sementara (SIMS) dari Walikota Bandung .
    Surat Ijin Menetap Sementara (SIMS) dan Kartu Identitas Domisili Sementara (KIDS) dapat diperoleh di Dinas Kependudukan. Surat Ijin Menetap Sementara (SIMS) dan Kartu Identitas Domisili Sementara (KIDS) harus dimiliki oleh yang bersangkutan selambat-lambatnya 14 hari sejak kedatangannya;
    Pemegang Kartu Identitas Domisili Sementara (KIDS) wajib melaporkan setiap perubahan data atas dirinya dan anggota keluarganya ke Dinas.
    Kartu Identitas Domisili Sementara (KIDS) hanya berlaku sebagai bukti diri sementara dalam rangka memperoleh pelayanan bidang kependudukan.
Persyaratan memperoleh SIMS :
  • Surat Jaminan Bertempat Tinggal dari RT/RW, Kelurahan dan Kecamatan sesuai dengan domisili sementara di wilayah Kota Bandung;
  • Pasport dari Negara Asal;
  • KITAS dari Kantor Imigrasi;
  • SKLD dari Kepolisian;
  • Buku Pengawasan Orang Asing (BPOA) dari Kantor Imigrasi;
  • Surat Keterangan Jaminan Bekerja dari Perusahaan tempat bekerja;
  • Surat Keterangan dari Sekolah/Perguruan Tinggi/Lembaga Pendidikan lainnya;
  • Pas Photo ukuran 3 X 4 Cm sebanyak 6 lembar.
Persyaratan Untuk Memperoleh KIDS :
  • Surat Ijin Menetap Sementara (SIMS) dari Walikota Bandung;
  • Pas Photo ukuran 2 X 3 Cm sebanyak 2 lembar.
Prosedur SIMS dan KIDS :
  • Pemohon menyiapkan semua persyaratan sebagaimana yang telah ditentukan;
  • Menyampaikan berkas tersebut ke Kelurahan dengan melampirkan Surat Pengantar dari RT/RW setempat;
  • Setelah diadakan penelitian terhadap persyaratan, Kelurahan memberikan Nomor Register Surat Keterangan Jaminan Bertempat Tinggal, Surat Keterangan Jaminan Bekerja atau Surat Keterangan dari Kepala Sekolah / pimpinan Perguruan Tinggi / Lembaga Pendidikan lainnya;
  • Pemohon menyampaikan berkas persyaratan tersebut ke Kecamatan dan setelah diadakan penelitian , Kecamatan memberikan Nomor Register Surat Keterangan Jaminan Bertempat Tinggal, Surat Keterangan Jaminan Bekerja atau Surat Keterangan dari Kepala Sekolah / Pimpinan Perguruan Tinggi/Lembaga Pendidikan lainnya;
  • Pemohon menyampaikan berkas ke Dinas, kemudian Dinas melakukan pemeriksaan dan penelitian terhadap berkas permohonan tersebut dan apabila memenuhi syarat, maka Dinas akan memproses berkas permohonan tersebut;
  • Setelah 7 (tujuh) hari, pemohon dapat memperoleh Surat Ijin Menetap Sementara (SIMS) dan Kartu Identitas Domisili Sementara (KIDS).
Biaya yang diperlukan
Untuk WNA ……………………………….…… Rp 100.000,-
Kartu Identitas Penduduk Musiman (KIPEM), setahun sekali diperpanjang.Kartu Identitas Penduduk Musiman yang selanjutnya disingkat KIPEM adalah Kartu tanda pengenal sementara bagi Penduduk Musiman di Wilayah Kota Bandung. Masa berlaku Kartu Identitas Penduduk Musiman (KIPEM) adalah 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang dengan mengajukan permohonan kembali. Pemegang KIPEM wajib melaporkan setiap perubahan data dirinya kepada Pemerintah Daerah.
Persyaratan :
  • Membawa Surat Pengantar dari RT/RW setempat yang diketahui dan ditanda tangani Lurah;
  • Membawa Surat Keterangan Jaminan Bertempat Tinggal yang ditandatangani oleh RT, RW, Lurah dan Camat dimana yang bersangkutan berdomisili;
  • Melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku atau Surat jalan dari tempat asalnya;
    Untuk WNI Keturunan dilengkapi persyaratan :
  • Surat Ganti Nama bagi yang telah berganti nama;
  • Surat Bukti Kewarganegaraan RI
  • Membawa Surat Keterangan Jaminan Bekerja dari instansi dimana yang bersangkutan bekerja atau Surat Keterangan dari Sekolah / Perguruan Tinggi/ Lembaga Pendidikan lainnya, dimana yang bersangkutan melanjutkan pendidikan yang diketahui oleh Kelurahan dan Kecamatan atau Surat Pernyataan Berpenghasilan Tetap bagi wiraswasta;
  • Pas photo 2 buah ukuran 2 x 3 cm
Prosedur :
  • Penduduk yang bersangkutan dengan membawa persyaratan tersebut mendaftarkan diri ke Kelurahan setempat dan akan memperoleh Formulir Master KIPEM yang harus ditanda tangani Lurah. Pendaftaran tersebut dapat dilaksanakan secara kolektif dari instansi/perusahaan atau sendiri-sendiri.
  • Formulir Master KIPEM yang telah ditanda tangani Lurah beserta persyaratan lainnya dibawa ke Kecamatan sesuai dengan domisili.
  • Kecamatan memberikan tanda bukti penerimaan pendaftaran kepada penduduk yang bersangkutan disertai penetapan waktu pengambilan Kartu Identitas Penduduk Musiman (KIPEM) – nya.
  • Kecamatan menyerahkan Kartu Identitas Penduduk Musiman (KIPEM) yang telah di cetak atau ditanda tangani Kecamatan dan pada waktu yang telah ditetapkan (3 hari) menyampaikannya kepada penduduk yang bersangkutan.
Biaya yang diperlukan
Kartu Identitas Penduduk Musiman (KIPEM) .…… Rp. 50.000,-
Surat Bukti Penyerahan Data Kependudukan (SBPDK) untuk WNI keturunan dan WNASurat Bukti Penyerahan Data Kependudukan adalah Surat bukti yang diberikan kepada penduduk WNI Keturunan atau WNA yang menerangkan bahwa yang bersangkutan telah menyerahkan data – data kependudukan atas nama dirinya kepada Pemerintah Kota Bandung. Surat Bukti Penyerahan Data Kependudukan dapat dipergunakan untuk keperluan pengurusan surat – surat yang berhubungan dengan masalah kependudukan baik di Kelurahan maupun di Kecamatan.
Persyaratan :
  • Paspor
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) ;
  • Akta Kelahiran ;
  • Akta Perkawinan ;
  • KITAP/SKK A/B dari Kantor Imigrasi;
  • SKLD dari Kepolisian ;
  • Buku Pengawasan Orang Asing (BPOA) dari Kantor Imigrasi
  • Surat Bukti Pelaporan Orang Asing (SBPOA);
  • Surat Keterangan Ganti Nama;
  • Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBKRI)
  • Photo 3 x 4 sebanyak 4 buah
Prosedur :
  • Pemohon dengan membawa semua persyaratan yang telah ditentukan, mendaftarkan diri ke Dinas Kependudukan;
  • Dinas Kependudukan melaksanakan pemeriksaan dan penelitian berkas permohonan, apabila telah memenuhi syarat akan diberikan resi tanda penerimaan dan menentukan waktu penyelesaiannya;
  • Setelah diproses dan ditandatangani oleh Kepala Dinas, maka Surat Bukti Penyerahan Data Penduduk tersebut pada waktu yang telah ditetapkan (6 hari) diberikan kepada pemohon sesuai dengan resi tanda terima.
Biaya Yang Diperlukan :
  • Untuk WNI.………………………… ……….. Rp. 7.500,-
  • Untuk WNA ………………………………… Rp. 12.500,-
Alamat kecamatan2 di kota Bandung. Setelah ke RT, RW, Kelurahan, berkas KTP dibawa ke Kecamatan.
1. Andir JL. Srigunting Raya No.1 Bandung, Telp.: 022-6011304
Email: kec.adr[at]bandung.go.id
2. Antapani JL. A H Nasution No. 14 Bandung, Telp.: 7271129
Email: kec.atp[at]bandung.go.id
3. Arcamanik JL. Cisaranten Kulon Bandung, Telp.: 022-7801583
Email: kec.manik[at]bandung.go.id
4. Astana Anyar JL. Bojongloa No.69 Bandung, Telp.: 5200419
Email: kec.anyar[at]bandung.go.id
5. Babakan Ciparay JL. Babakan Ciparay No. 212 Bandung, Telp.: 6015723
Email: kec.bacip[at]bandung.go.id
6. Bandung Kidul JL. Batununggal No.3 Bandung, Telp.: 7531377
Email: kec.bankid[at]bandung.go.id
7. Bandung Kulon JL. Holis No.210/191 A Bandung, Telp.: 6015113
Email: kec.bankul[at]bandung.go.id
8. Bandung Wetan JL. Taman Sari No.49 Bandung, Telp.: 022-2507166
Email: kec.bantan[at]bandung.go.id
9. Batununggal JL. Venus No. 6 Bandung, Telp.: 022-7316330
Email: kec.btng[at]bandung.go.id
10. Bojongloa Kaler Jl. KH. Wahid Hasyim No. 258 Bandung, Telp.: (022) 6011418
Email: kec.bojkal[at]bandung.go.id
11. Bojongloa Kidul JL. Leuwi Panjang / Kebon Lega Bandung, Telp.: 5206478
Email: kec.bojkid[at]bandung.go.id
12. Buahbatu JL. Cijawura Hilir No. 64 Bandung, Telp.: 7509945
Email: kec.bubat[at]bandung.go.id
13. Cibeunying Kaler Jalan Raya Cigadung Selatan Nomor 100 C Bandung, Telp.: (022) 2500961
Email: kec.cibkal[at]bandung.go.id
14. Cibeunying Kidul JL. Sukasenang No.11 Bandung, Telp.: 7271665
Email: kec.cibkid[at]bandung.go.id
15. Cibiru JL. Manisi No.13 Bandung, Telp.: 7801582
Email: kec.cbu[at]bandung.go.id
16. Cicendo JL. Purabaya No.1 Bandung, Telp.: 6015411
Email: kec.ccd[at]bandung.go.id
17. Cidadap JL. Hegarmanah Tengah No.1 Bandung, Telp.: (022)2032291
Email: kec.cdd[at]bandung.go.id
18. Cinambo JL.Jendral A.H. Nasution No. 82 Bandung, Telp.: (022) 7815274
Email: kec.cnb[at]bandung.go.id
19. Coblong JL. Sangkuriang No. 10a Bandung, Telp.: 2504467
Email: kec.cbl[at]bandung.go.id
20. Gedebage Kecamatan Gedebage Bandung, Telp.:
Email: kec.gdb[at]bandung.go.id
21. Kiara Condong JL. Babakan Sari No. 117 Bandung, Telp.: 7271101
Email: kec.kircon[at]bandung.go.id
22. Lengkong JL. Talaga Bodas No.35 Bandung, Telp.: 7310219
Email: kec.lkg[at]bandung.go.id
23. Mandalajati Kecamatan Mandalajati Bandung, Telp.:
Email: kec.mdljt[at]bandung.go.id
24. Panyileukan Jl. Soekarno Hatta KM 12,5 Bandung, Telp.: (022) 7812727
Email: kec.pnylk[at]bandung.go.id
25. Rancasari JL. Santosa Asih No.17 Bandung, Telp.: 7562918
Email: kec.rcs[at]bandung.go.id
26. Regol JL. Denki No. 54 Bandung, Telp.: 5202489
Email: kec.rgl[at]bandung.go.id
27. Sukajadi JL. Sukamulya No.4 Bandung, Telp.: 2015736
Email: kec.skjd[at]bandung.go.id
28. Sukasari JL. Gegerkalong Hilir No. 155 Bandung, Telp.: 2012906
Email: kec.sksr[at]bandung.go.id
29. Sumur Bandung JL. Lombok No.6 Bandung, Telp.: 4205668
Email: kec.surban[at]bandung.go.id
30. Ujungberung JL. Alun – Alun Utara No. 211 Ujungberung Bandung, Telp.: 7800003
Email: kec.uber[at]bandung.go.id

Untuk informasi lebih lanjut tentang Pelayanan Pendaftaran dan Pencatatan Penduduk di Kota Bandung silakan menghubungi :

DINAS KEPENDUDUKAN KOTA BANDUNG
Jl. Ambon No.1 Bandung,
Tlp : 022-4209891
website : http://disduk.bandung.go.id
e-mail : disduk@bandung.go.id

Perizinan masih menyulitkan. 14 hari atau 2 bulan ?

Segala perizinan di Kota Bandung bisa anda urus di Jl.Cianjur no.34, Bandung. Klik http://bpmppt@bandung.go.id, atau bertanya via e-mail : bpmppt@bandung.go.id. Tertulis di sisi jembatan penyeberangan samping Gedung Palaguna. Anda pernah memperhatikan ?

Sebagian  besar jenis perizinan di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu ( BPPT ) Kota Bandung, belum efektif sehingga perlu dilakukan evaluasi perizinan secara keseluruhan agar mampu memberikan pelayanan optimal pada masyarakat. Kepala BPPT Kota Bandung, Dandan Riza Wardhana menilai, sistem yang dilakukan selama ini masih kurang efektif. 16 jenis perizinan lainnya masih menyulitkan masyarakat. Beberapa kali bolak-balik ke kantor. Kenapa tidak dibuat paket perizinan untuk mengurus beberapa hal seperti izin usaha atau mendirikan bangunan, ujar Riza.

Seluruh perizinan penting dievaluasi sebelum menerima izin baru.Tahun ini ada 2 perizinan dari Dinas Pendidikan ( izin mendirikan bimbingan belajar ) dan Dinas Kesehatan ( izin terkait balai pengobatan ) yang pengelolaannya akan diserahkan pada BPPT. Perampingan izin juga untuk reformasi birokrasi di BPPT, efesiensi waktu, biaya dan tenaga bagi masyarakat. Perampingan ini baru sebatas wacana karena perlu dilakukan pembahasan lebih detail. Salah satunya terhadap pendapatan asli daerah ( PAD ). Meski, seharusnya inti mengurus perizinan itu bukan untuk PAD, melainkan pengendalian pemerintah terhadap masyarakatnya, lanjut Riza. Ia akan mengeluarkan system operation procedure ( SOP ) terbaru untuk BPPT. Revisi SOP ini diharapkan lebih realistis sehingga tidak menimbulkan janji palsu pada masyarakat.

Selama ini, masyarakat mengetahui bahwa mengurus perizinan bisa rampung dalam 12 hari kerja. Menurut Dandan, pembatasan waktu minimal itu kurang realistis. Pengurusan izin mendirikan bangunan ( IMB ) saja rata2 baru selesai 2 bulan. “Banyak faktor teknis pengurusan perizinan yang tidak bisa selesai dalam jangka waktu dekat. Kedepannya, saya ingin agar pembatasan waktu minimal itu bisa dikaji kembali supaya lebih realistis,”ujarnya. ( PR, 2/7/2010 ).

Written by Savitri

7 Agustus 2010 at 12:40

Ditulis dalam layanan publik, regulasi

Dikaitkatakan dengan ,

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.