Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

komentar

dengan satu komentar

"Trotoar Homman". painting by A.Savitri. oil on canvas ( 40 x 50 ) cm. http://anisavitri.wordpress.com

"Trotoar Homman". painting by A.Savitri. oil on canvas ( 40 x 50 ) cm.

infoGue – dikirim pada tanggal 2009/09/01 pukul 14:47

hai salam kenal artikelmu udah ada di

http://rumah-taman.infogue.com/trend_rumah_dan_taman_minimalis_di_perkotaan

gabung yuk n promosikan artikelmu di infoGue.com.

anisavitri – dikirim pada tanggal 2009/09/05 pukul 13:56

@ infoGue :

Kenal juga. Trims atas tawaran promosinya.

judge – dikirim pada tanggal 2009/08/31 pukul 17:16

ya Allah,aku yakin satu hari nanti umat Islam akan berdiri gagah kembali

anisavitri – dikirim pada tanggal 2009/09/02 pukul 22:11

@ judge :

Ya, semoga hari itu segera datang, di masa kita. Kita doakan bersama.

Hendra Bachtiar – dikirim pada tanggal 2009/08/31 pukul 14:33

Terima kasih atas tulisannya.

Mohon info apakah punya pedoman teknis/ persyaratan penyediaan fasum/fasos utk pembangunan perumahan.

anisavitri – dikirim pada tanggal 2009/09/02 pukul 22:20

@ Hendra Bachtiar :

Pedoman teknisnya mungkin anda bisa mencarinya ke biro konsultan atau perusahaan properti di kota anda. Trims sudah berkunjung.

Witono – dikirim pada tanggal 2009/08/30 pukul 04:17

Saya membutuhkan photo bangunan klasik Eropa secara keseluruhan berikut detail baik berupa photo ataupun gambar, terima kasih atas bantuannya

anisavitri – dikirim pada tanggal 2009/09/02 pukul 22:17

@ Witono :

Permintaan yang tak ringan. Sementara ini, ada surfer yg mau membantu ?

iklan rumah property – dikirim pada tanggal 2009/08/27 pukul 08:44

wew…besar banget y nilai sejarahnya . tapi disitu seram ga y, kaya rumah tua gitu

anisavitri – dikirim pada tanggal 2009/09/05 pukul 13:24

@ iklan rumah property :

Memang rumah tua. Soal seram nggak seram relatif. Kalo nginep sendirian di situ, ya seram… he3x. Kaum muda, idealnya, menyempatkan diri melongok museum2 perjuangan bangsa untuk membakar semangat nasionalisme. Negeri kita lagi banyak diuji sekarang, mesti dihadapi dengan tekad sekuat baja & patriotisme tinggi. Trims komennya.

key_fast – dikirim pada tanggal 2009/08/22 pukul 18:26

i like it…always good luck

anisavitri – dikirim pada tanggal 2009/08/26 pukul 18:23

Thank you. Good luck for you too.

eno – dikirim pada tanggal 2009/08/14 pukul 00:25

Saya sangat mendukung kegiatan WOC, sebagai mahasiswa biologi saya ingin sekali ikut serta aktif dalam kegiatan tersebut. karena saya mengetahui bahwa ekosistem makhluk hidup di bumi saling terkait, contohnya antara kehidupan laut dengan kehidupan manusia….

anisavitri – dikirim pada tanggal 2009/08/19 pukul 19:08

@ eno :

Senang mendengar generasi penerus Indonesia mencintai laut. Negeri kita 2/3-nya merupakan lautan. Negeri bahari, yang di masa kerajaan Sriwijaya, Majapahit, Demak, Ternate, Banten pernah tersohor sebagai penguasa maritim di mancanegara.Kita bisa menghidupkan lagi kejayaan negeri tercinta dengan merawat laut kita baik2 ; tidak menjadikan laut tempat sampah, tidak menangkap ikan dengan pukat harimau, tidak merusak terumbu karang, dsb.Juga, mencintai produk dalam negeri serta mendukung usaha lokal.

Tentang WOC, moga2 ada kegiatan serupa tahun depan. Pantau saja berita/ situs dari Departemennya pak Numberi/ Kelautan. Smoga Eno bisa ikut serta.

Trims komennya.

Az – dikirim pada tanggal 2009/08/11 pukul 11:28

cantik…

anisavitri – dikirim pada tanggal 2009/09/5 pukul 13:18

Thanks…

trisnapanji – dikirim pada tanggal 2009/08/07 pukul 00:32

bagaimana dgn solusi da permodelanya?

anisavitri – dikirim pada tanggal 2009/08/19 pukul 17:58

@ Trisnapanji :

Model solusinya dengan mengembangkan Kota Layak Anak ( KLA ), meliputi pelayanan kesehatan, pendidikan bagi tiap anak di kota dan kabupaten melibatkan peran masyarakat, swasta dan pemerintah daerah ( lihat posting tentang KLA di atas ). Institusi2 peduli anak juga sebisanya kita apresiasi dan bantu. Secara individu kita bisa membantunya dengan membeli produk lokal dan mendukung usaha pribumi, sehingga pemerintah dan warga kita punya cukup dana untuk sama2 mewujudkan KLA. Jika anak punya akses pada pendidikan dan kesehatan yang baik, maka jalan kehidupannya lebih terang dan lebih mudah ditapaki. Alih2 generasi yang hilang, mereka malah menjadi tunas kebanggaan bangsa. Semoga.

wahyu am – dikirim pada tanggal 2009/08/06 pukul 09:37

ckckckkckc, ngeri gan :lol:

jasa design web – dikirim pada tanggal 2009/08/06 pukul 01:32

di basmi aja plzz..dari pada masyarakat jadi korban.

sari – dikirim pada tanggal 2009/08/05 pukul 20:40

wih bahaya tuh, bagaimana dengan dikota?

baju modis – dikirim pada tanggal 2009/08/05 pukul 14:31

hiii… sereeemm.. ati ati lg nih..

anisavitri – dikirim pada tanggal 2009/08/12 pukul 19:01

@ baju modis, sari, jasa design web, wahyu am :

Di kota mestinya ada kader pemberantas anjing rabies, meski jauh dari pegunungan. Tapi satu, dua ada aja yang kelewat, seperti yg menggigit murid SD kota Bandung, tempo hari. Kalo lagi apes ketemu anjing rabies, istigfar aja, dzikir berulang kali sampai jauh dari anjing tsb. Saya beberapa kali selamat melakukan hal itu, semoga selamanya. Trims komen2nya.

Agus – dikirim pada tanggal 2009/07/31 pukul 12:31

ini semua terjadi karena uang berbicara, orang” yang bersangkutan gelap mata jika sudah melihat angka yang besar. Mereka rela mengeluarkan izin bongkar bangunan untuk dijadikan bangunan baru. Semoga tidak terjadi lg hal spt ini..

Para pemimpin tlg bantu selamatkan Bandung dari tangan” jahil..

anisavitri – dikirim pada tanggal 2009/08/04 pukul 17:49

@ Agus :

Sayangnya, kemarin terjadi lagi. Kali ini menimpa kolam renang Tjihampelas, di samping Ciwalk. Perda Cagar Budaya kota Bandung tak kunjung disahkan, akibatnya begini. Jatuh korban lagi. Bandung Heritage sudah melarangnya, tapi toh tetap dibongkar. Saya pikir, masyarakat sekitar mesti lebih melek baca & punya kepedulian besar pada keberadaan bangunan2 kuno. Mereka juga mesti diuntungkan sehingga ada rasa memiliki.

Tugas lembaga2 pelestarian & institusi pemerintah takkan berhasil jika tanpa dukungan penuh dari masyarakat.Warga sekitar bisa menekan pemilik bangunan & pemkot jika mulai melenceng dari peraturan/ kesepakatan yg telah dibuat bersama. Salah satu misi blog saya adalah membuat masyarakat lebih mengenali & mencintai kotanya.Termasuk bagian2 antiknya.

Trims komennya.

Rico – dikirim pada tanggal 2009/07/30 pukul 20:40

gw udh pernah ke kampung naga…2 hari 3 malem gw disana…natural,sederhana,kekeluargan bgt di kampung naga..the best deh kampung naga

anisavitri – dikirim pada tanggal 2009/08/04 pukul 17:55

@ Rico :

Asyik, dong. Saya sendiri belum. Tapi dengar cerita Rico kayaknya homy banget. Pantes jadi andalan wisata kita. Trims kesannya.

ivenx oy’z – dikirim pada tanggal 2009/07/25 pukul 23:13

wah mantab ni bos rumahnya mau dong ….

anisavitri – dikirim pada tanggal 2009/07/29 pukul 18:06

Beli, atau nyewa. Banyak tuh bertebaran di Indonesia gaya2 seperti ini. Tebelin aja koceknya.

SR4Y4 LWat – dikirim pada tanggal 2009/07/10 pukul 20:28

Assalamu’alaikum

Salam kenal mbak Ani Savitri… Jangan lupa kapan2 berkunjung juga kesini baca artikel artikel Islam.

anisavitri – dikirim pada tanggal 2009/07/15 pukul 17:52

Salam kenal juga. Saya akan main ke sana, baca artikel2 andalan anda. Trims sudah mengajak.

adhimastra – dikirim pada tanggal 2009/07/09 pukul 02:15

Waduh, sori ya. barusan sy klik profilnya ternyata jwb udah ketemu. Oh ya mohon ijin juga ya, bilamana saya mengutip tulisan dari ani

anisavitri

@ adhimastra :

Ternyata cewek, ya. Silakan kalo mau mengutip, asal bertanggungjawab. Don’t put me in trouble..( he3x )

adhimastra – dikirim pada tanggal 2009/07/09 pukul 02:09

Anisavitri ini cewek atau cowok ya? maaf ya, kalo dari nama sih kayak cewek, tapi kalau dari kreativnya dan produktivitasnya waduh cowok kalah kok..

anisavitri – dikirim pada tanggal 2009/07/10 pukul 17:05

Ani Savitri wanita tulen, meski agak tomboy. Saya mengasah sisi feminin dan maskulin dalam diri saya dengan berpikir, banyak membaca, menulis/ berbahasa juga menggambar dan bela diri. Dunia makin pelik. Butuh optimalisasi otak kiri ( detail, logika, bahasa ) dan otak kanan ( konsep, gambar, spiritual ) untuk survive dan tetap berada di jalan-Nya. Komen cewek dengan kemampuan cowok, saya anggap sebagai pujian. Trims.

adhimastra – dikirim pada tanggal 2009/07/09 pukul 01:42

Hebat tulisan ini, terus ada nggak refrensinya? Kita perlu juga refrensnya untuk melacak ke source asli. Terimakasih anisavitri

anisavitri – dikirim pada tanggal 2009/07/10 pukul 16:51

@ adhimastra : Tulisan ini saya ambil dari Christine. Ia meringkas dari bagian buku Robert Stern yang berjudul “The Rise of Modern Classicism” (h.9-55). Bagian yang kedua adalah salah satu dari Ironic Classicism, Latent Classicism, Fundamental Classicism, Canonic Classicism, Modern Traditionalism atau The Modern Classical City. Anda juga bisa menambahnya dari buku “Arsitektur Modern” ( akhir abad 19 & 20 ), karya Yulianto Sumalyo, diterbitkan oleh Gadjah Mada University Press, 1997. Semoga cukup terjawab.

rahmadi – dikirim pada tanggal 2009/06/16 pukul 16:06

Saya dukung perjuangan ini

anisavitri – dikirim pada tanggal 2009/07/10 pukul 16:46

@ rahmadi :

Terima kasih. Mari kita bersatu membantu perjuangan rakyat Palestina, agar mereka segera merdeka dan sejahtera. Mulai dari menghindari produk zionis. Anda tidak minum Coca Cola atau Dancow, kan ?

satrio – 26 Mei 2009 pukul 15:05

Terimakasih atas informasinya.Kebetulan saat ini saya sedang mencari lokasi untuk rumah dan info dari bapak sangat berguna bagi saya. Salam

anisavitri – 26 Mei 2009 pukul 20:57

Sama2. Senang bisa membantu. Smoga segera ketemu lokasi yang cocok untuk rumah idaman bapak sekeluarga. Terima kasih sudah berkunjung.

erik – 19 Mei 2009 at 10:44

sbagai tentara jalanan berjaket merah, bertopi baret, kami berbela sungkawa buat banten

anisavitri - 19 Mei 2009 at 16:56

Bencana Situ Gintung menjadi perhatian kita semua. Semoga korban dan keluarganya dimudahkan Allah dalam menghadapi musibah ini. Dengan doa anda dan saya. Trims tanggapannya.

ida — 14 Mei 2009 jam 4:05 pm

Rasanya yang punya Kekuasan di Surga nantinya membuka pintu surga lebih lebar buat perempuan deh, sebab dari jaman dulu sampai sekarang perempuan tidak berhenti teraniaya dan dinomor duakan haknya. Padahal kalau pasangannya sedang susah, perempuan juga harus tetap tegar dan menjadi tumpuannya, tetapi kalau lelaki sedang senang dan sukses akan lebih banyak menganiaya pasangannya dengan “menganiaya” perempuan lain he he

A.Savitri— 15 Mei 2009 jam 8:39 pm

Yang menggoda suami itu jenis kelaminnya juga ( kebanyakan ) perempuan, ya.. Itu masalahnya. Jadi, secara keseluruhan, prosentasinya bisa sama/ lebih dari kaum adam. Tapi saya setuju, seorang istri atau ibu yang baik, dibukakan pintu surga lebih lebar, sesuai tingkat kesulitan dan ujiannya. Kata Oprah, ibu rumah tangga ( yg baik ) adalah pekerjaan tersulit di dunia. Menggabungkan kemampuan juru masak, binatu, baby sitter, guru, tukang kebun dan ahli ranjang sekaligus. Mesti standby 24 jam, sekuat Rambo. Kalau bertukar tempat, kaum lelaki belum tentu bisa. Kalau 6 pekerjaan itu diduitkan, bisa berlipat-lipat dari gaji suami. Bisa jebol, kantong suami. Makanya, saya aplaus buat para ibu dan istri sedunia. Bravo ! Thanks komennya.

balemagazine

dikirim pada tanggal 2009/03/21 pukul 11:15

Frank Lloyd termasuk arsitek ternama dengan karya2 yang sesuai dengan lingkungan sekitarnya, artikel yang sangat menarik :) Mungkin lain kali bisa dibahas jg arsitek2 terkenal lainnya…trims

anisavitri

dikirim pada tanggal 2009/04/01 pukul 20:20

@ Balemagazine :

Tulisan sejenis dengan arsitek lain akan dibahas juga. Tunggu tanggal mainnya. Terima kasih sudah berkunjung…

Cha Lym

dikirim pada tanggal 2009/03/19 pukul 12:49

Tulisan yang menarik… ada beberapa point yang sesuai/cocok dengan prinsip dan minat saya. Arsitektur yang menghormati manusia, alam dan makhluk Allah, Semuanya diabdikan untuk Allah. Semoga… Oya Mba, bisa berbagi/sharing tentang pemanfaatan alam pada arsitektur?

Cha Lym

dikirim pada tanggal 2009/03/19 pukul 12:13

Assalamu’alaikum wr wb. salam kenal… Senang bisa berkunjung ke blog Mba.

anisavitri

dikirim pada tanggal 2009/04/15 pukul 17:49

@ Cha Lym :

Senang juga dikunjungi oleh anda. Thanks for your visiting..

Cha Lym

dikirim pada tanggal 2009/03/19 pukul 12:08

salam kenal Mba,, klo saya lagi Tugas Akhir, Ngerancang Sekolah Alam. Ingin meneladani&mengambil inspirasi dari FLW… Punya referensi yang lain nggak, tentang arsitektur organik? Makasih…. Semoga sukses!!!

anisavitri

dikirim pada tanggal 2009/04/01 pukul 20:20

@ Cha Lym :

Arsitektur Organik adalah konsep yang memadukan bentuk dan ruang. Denah, potongan dan eksterior terlihat menyatu serasi, seperti dicontohkan FL.Wright di Museum Guggenheim. Setahu saya, di perpustakaan jurusan arsitektur ( magister ) ada sekitar 15 buku tebal tentang FL.Wright. Mungkin di kampus anda atau toko buku besar di kota anda, barang itu ada. Mungkin anda bisa menenggelamkan diri kepadanya untuk memahami Wright dan arsitektur organik. Trims tanggapannya, dan selamat belajar. Semoga sukses juga Tugas Akhir-nya.

leebizniz

dikirim pada tanggal 2009/03/04 pukul 16:49

tips2 yang bagus ni, terutam bwt kaum wanita yg sll dianggap lemah

anisavitri

dikirim pada tanggal 2009/03/04 pukul 17:49

@leebizniz :

Trims komennya. Saya setuju dgn anda, apa lagi setelah banyak pabrik gulung tikar di Indonesia akibat pasar ekspor ditutup, negara2 mengamankan perekonomian dalam negeri masing2. Kriminal baru bermunculan, kita selaku wanita mesti ekstra waspada dan bisa jaga diri.

aguspranoto

dikirim pada tanggal 2009/02/18 pukul 19:45

Oh…pernah jadi drafter..toh… sama donk ama gw…. Keren… klo bisa ada fotonya juga donk…. Artikel ini boleh gw link ke website gw ga…. Visit—> http://www.konsultan-arsitektur.com/

anisavitri

dikirim pada tanggal 2009/03/04 pukul 19:33

@ aguspranoto :

Arsitek pada umumnya bisa drafting, meski tak di posisi/ digaji sebagai drafter. Silakan kalau mau nge-link ke halaman ini. Soal foto menyusul, mau nyunting nge-hang melulu, lama lagi upload gambarnya. New comer di wordpress, nih, belum tahu slag-nya. Sabar, ya. Thanks komennya.

arie

4 Maret 2009 jam 5:47 pm

Hanya menambahkan, kalau peran korban dalam setiap perbuatan kejahatan juga penting diperhatikan. Kata sederhana nya jangan sampai perbutan kita sendiri menarik orang untuk berbuat jahat, misalnya main HP di tempat yg sunyi, apalagi jenis HP yg lagi ngetrend. Atau kalau dekat lampu lalin sepi, perlahankan kendaraan dari beberapa belas meter sebelumnya.

imronsuharsono

4 Maret 2009 jam 7:33 pm

Salam… Jangan lupa juga selalu berdoa minta berlindungan kepada Tuhan Yang Maha Perkasa… wassalam

R.Ngt.Anastasia Ririen Pramudyawati

19 Februari 2009 jam 8:52 am

Iya..

Kondisi SADAR senantiasa menghadirkan Kasih, Pemahaman, Pengertian, & Pemaafan yang serta merta.. lebih besar, dalam, dan luas pada setiap pilihan sikap Sesama.

Riak-riak emosional sesaat hanya sisakan sunggingan senyum tulus di kulum, lalu..

Iya..iya..

Pendulum impulsi emosi sesaat sang diri terhadap pilihan sikap sesaat Insan manapun sangatlah tiada berarti, dibanding INDAH nya kesejatian Insan dimaksud, sebagai Pribadi unik, yang utuh.

Terimakasih, yea..

Sebuah sharing kejujuran yang mencerahkan.

tantripranash

18 Februari 2009 jam 8:49 pm

Hidup bersama dengan lansia memang membutuhkan kearifan tersendiri. Saat menghadapi masa-masa sulit dengan orang tua yang mulai renta salah satu cara membesarkan hati adalah mengingat bahwa suatu waktu nanti saya yang akan menjadi seperti mereka dan anak-anaklah yang akan berada di posisi saya sekarang. Salam

asavitri

4 Maret 2009 jam 3:59 pm

@Tantri :

Terima kasih atas komen & empati anda. Meski saya tak punya anak, saya mengerti maksud anda. Kelak, akan ada seseorang yang dikirim Allah untuk menjaga saya dan anda ( juga mereka yg merawat orang tuanya ), jika kita menjaga ibu dengan baik, sekarang. Salam juga untuk anda, ibu dan buah hati.

@ Ririen :

Dalam kejenuhan dan kebuntuan sering kita hanya melihat satu pintu untuk melepas buhul. Terlebih jika di sekitar kita tak ada yang sudi berhenti, sejenak, menghargai/ mengingatkan betapa baiknya kita. Karena anda dan Kompasiana saya mendapat hadiah ini. Terima kasih. Senang bisa sharing dengan anda.

linda

18 Februari 2009 jam 7:38 pm

Terima kasih atas tulisan informatif ini…

Siapa yang tidak kagum kepada gedung opera di Sydney ini…., yang sampai kapan pun menjadi ciri khas tempat itu, menjadi sumber mata uang tersendiri, menjadi ajang mahakarya berkesenian…., dan menjadi tempat kumpulan orang-orang yang ingin ‘berbudaya’….

Dan terimakasih pula kepada yang punya ide cemerlang untuk bisa dinikmati oleh bangsa lain di dunia yang mampir ke sana.., juga bagi pihak yang mewujudkan tempat ini…., sebab sekedar gagasan, wacana, akan menjadi angan-angan belaka apabila tak ada sentuhan kesadaran ‘budi’ dari negara yang bersangkutan…..

asavitri

4 Maret 2009 jam 4:03 pm

@Linda :

Saya setuju dengan anda. Ada mantan dosen yang sinis dengan kiprah Utzon di proyek ini, terutama karena membengkaknya budjet jauh dari rencana semula. Namun, melihat perolehan hari ini, saya kira impas bahkan melebihi ekspetasi arsiteknya. Trims atas komen anda.

dhias

19 Februari 2009 jam 9:37 am

terima kasih atas tulisannya tentang FLW. bulan-bulan ini saya baru belajar tentang arstektur organik. salah satu tokoh yang menginspirasi saya adalah FLW. ada tokoh lain yang karyanya serupa dengan FLW, yaitu YB. Mangunwijaya (YBM). YBMlah yang memperkenalkan konsep arsitektur organik di indonesia. melalui desain-desainnya, ada cerita bahwa ia sama sekali tidak memotong pohon yang telah tumbuh di tanah tempat desain itu akan didirikan. i’t’s really green architecture.

dhias

19 Februari 2009 jam 9:37 am

terima kasih atas tulisannya tentang FLW. bulan-bulan ini saya baru belajar tentang arstektur organik. salah satu tokoh yang menginspirasi saya adalah FLW. ada tokoh lain yang karyanya serupa dengan FLW, yaitu YB. Mangunwijaya (YBM). YBMlah yang memperkenalkan konsep arsitektur organik di indonesia. melalui desain-desainnya, ada cerita bahwa ia sama sekali tidak memotong pohon yang telah tumbuh di tanah tempat desain itu akan didirikan. i’t’s really green architecture.

visit—>http://www.konsultan-arsitektur.com/

26 Februari 2009 jam 11:39 pm

Bagaimana dengan rumah Urban…? Apakah beliau mempunyai konsep tentang rumah urban atau memeng belum ada….

asavitri

10 April 2009 jam 8:30 pm

@ konsultan-arsitektur :

Rumah urban sebuah konsep desain yang efesien, kompak, cenderung kecil yang lahir dari pengoptimalan lahan. Bahwa lahan kecil dapat memenuhi kebutuhan ruang yang cukup besar dengan menyiasati penggunaan lahan, dengan pengembangan vertikal yang seimbang, serasi dan tetap berakar pada kondisi lokal. Sy kurang tahu apa konsep ini sudah ada pada masa FL.Wright. Rupanya, seperti anda, sy masih harus banyak belajar. Thanks komennya.

Danau hijau

Danau hijau

Ditulis oleh Savitri

1 Mei 2009 pada 19:22

Satu Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. Wujudkan Rumah Impian Anda

    JASA KONSULTAN ARSITEK KONTRAKTOR DAN DESAIN INTERIOR

    Untuk anda yang membutuhkan jasa arsitek dan kontraktor berpengalaman. Silahkan hubungi kami untuk mewujudkan rumah impian anda.

    Kunjungi—> http://www.konsultan-arsitektur.com/

    Apapun itu jenis hunian yang ditawarkan, seperti:
    1. Rumah Mewah / Villa
    2. Hotel / Apartement
    3. Mall, Ruko / Rukan / Kantor
    4. Cafe / Restaurant / Playland

    Untuk memenuhi keinginan klien & owner, harga yang terjangkau di tengah pasar yang kompetitf dengan tetap dapat mengurangi biaya desain & pembangunan apabila anda menggunakan jasa arsitek & kontraktor dari kami.

    Dengan produk jasa yang akan diterima, yaitu:
    1. Design Architecture + Estimation Cost (RAB)
    2. Prespektif Warna 3Dimensi
    3. Sub Drawing
    4. Project Supervising
    5. Design & Build
    6. Landscaping
    Hubungi segera :
    PT. Diorindo Graha Perkasa
    Jl. Harapan Mulia Raya no.1B
    Kemayoran-Jakarta
    Telp. 021 – 9403 3968
    Mobile 0819 – 0848 0895
    Email: elevenstudios@yahoo.com

    aguspranoto

    25 Januari 2010 pada 05:35


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.