Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Ramadhan ala manula & penyapu jalan

with 3 comments

Paket sembako Idul Fitri untuk penyapu jalan, pegawai kurang mampu dan para duafa.

Kelompok Bhakti Sosial Pengusaha ( KBSP ) kota Bandung bekerja sama dengan HU.Pikiran Rakyat menyerahkan 1.500 paket bingkisan sembako kepada pegawai PD Kebersihan kota Bandung, Senin ( 14/9/2009 ). Penyerahan bantuan dilakukan di 4 lokasi dalam 4 wilayah di kota Bandung, yaitu Jl.Cicukang, daerah Sekelimus, daerah Pasir Impun dan wilayah Bandung utara.

Kita sering tak sadar peran petugas kebersihan, sampai suatu hari lautan sampah membenamkan kota seperti terjadi di Bandung beberapa waktu lalu. Bak sampah dipenuhi kotoran dan tikus gemuk yang siap menebar penyakit. Bau busuk di mana2. Paket sembako salah satu bentuk apresiasi kita pada pengabdian mereka.

Kita sering tak sadar peran petugas kebersihan, sampai suatu hari lautan sampah membenamkan kota, seperti terjadi di Bandung beberapa waktu lalu. Bak sampah dipenuhi kotoran dan tikus gemuk yang siap menebar penyakit. Bau busuk di mana2. Paket sembako salah satu bentuk apresiasi kita pada pengabdian mereka.

Ketua pelaksana kegiatan, Siang King, mengatakan, bantuan tsb merupakan bentuk penghargaan warga kota Bandung atas kerja keras para petugas kebersihan. Pasalnya, kota Bandung takkan bisa menjadi kota yang nyaman tanpa kontribusi dari petugas berseragam kuning itu.”Mereka setiap hari menyusuri setiap ruas jalan untuk membersihkan sampah dan memerangi kekotoran agar kota ini bersih dan nyaman. Kalau tidak ada mereka, kota ini tidak akan bersih.”

Siang King menambahkan, bantuan yang diserahkan tsb merupakan swadaya masyarakat. Meskipun jumlahnya tak seberapa, ia berharap, bantuan itu dapat memacu masyarakat lainnya untuk berbuat serupa. Salah seorang petugas kebersihan, Engkus, sangat berterima kasih menerima bantuan tsb. Apalagi, saat ini kebutuhan sehari-hari dirasakan meningkat.”Bantuan ini sangat saya syukuri, karena bisa membantu mencukupi kebutuhan mendekati lebaran,” ujarnya.

Selain KBSP, Pemkot Bandung bersama Badan Amil Zakat ( BAZ ) kota Bandung juga membagikan bingkisan sembako dan uang tunai. Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda kota Bandung, Ubad Bactiar mengungkapkan, dari zakat profesi PNS di lingkungan Pemkot Bandung, terkumpul dana Rp.598,25 juta. Dana tsb diperuntukkan bagi 2.218 pegawai kurang mampu di lingkungan Pemkot Bandung, masing2 memperoleh Rp.250.000,-

BAZ kota Bandung, juga menyerahkan 2.000 paket sembako Idul Fitri bagi duafa masyarakat umum. Paket tsb dibagikan ke 30 kecamatan, masing2 60 paket. 200 paket lainnya bagi mustahik yang mendatangi sekretariat BAZ. BAZ juga menyerahkan bantuan senilai Rp.30 juta kepada korban bencana alam gempa di Jawa Barat. Bantuan diserahkan melalui dompet gempa HU.PR serta Rp.20 juta bagi korban gempa di kota Bandung. Walikota Bandung, Dada Rosada berharap, seluruh PNS di lingkungan Pemkot Bandung, dapat meningkatkan kepedulian sosial. ( PR, 15/9/2009 )

Kebersamaan manula di panti jompo

Berkumpul bersama anak cucu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para orang tua ketika usia senja mendekat, terlebih saat bulan Ramadhan seperti ini. Menjalankan ibadah puasa di tengah keluarga tercinta akan memberi makna tertentu dan memperkaya pengalaman batin. Namun bagi ke 40 penghuni Panti Sosial Tresna Wredha Budi Pertiwi, Jl.Sancang no.3 Bandung, berkumpul bersama teman sebaya juga membahagiakan.

Kunjungan ke panti jompo. Anak2 SD adalah favorit para lanjut usia ini, mengingatkan pada cucu2 mereka.

Kunjungan ke panti jompo. Anak2 TK & SD adalah favorit para lanjut usia ini, mengingatkan pada cucu2 & cicit mereka.

Para orang tua ini bukannya tidak ingin berpuasa bersama keluarga, tetapi mereka memang lebih memilih untuk tinggal di panti. Alasan mereka karena di panti banyak kegiatan dan tidak merasa tua. Walaupun usia sudah sepuh tetapi mereka tetap memiliki semangat tinggi ingin menjalani Ramadhan dengan rangkaian amal ibadah.

Ny.Wahyu ( 75 ), penghuni panti, menuturkan, Ramadhan kali ini adalah pengalaman pertamanya berpuasa di panti. Tak ada rasa sedih karena harus berpisah dari 7 anaknya. Ny.Wahyu malah senang bisa beribadah di panti. Dimulai dari sahur bersama, kemudian tadarus, membaca shalawat nabi, bermain angklung, menghafal 99 asmaul husna, buka puasa bersama, dan ditutup dengan tarawih berjemaah di mushala panti.

“Semua kegiatan ini kami kerjakan setiap hari, kecuali bermain angklung, itu hanya setiap Kamis. Kalau sore, sambil menunggu bedug Maghrib, kami ngobrol2, biasanya ngomongin cucu atau penyakit yang lagi dirasa.” Untuk lebaran nanti, Ny.Wahyu berencana untuk tetap tinggal di panti. Anak-anaknya yang tinggal berpencar saat ini akan mendatanginya. Suasana panti akan tetap ramai saat lebaran nanti, karena banyak juga yang merayakan lebaran di sana.

Ny.Mumun ( 73 ) menceritakan, kendati tak bersama keluarga, namun suasana lebaran di panti tak kalah meriah. Usai menunaikan shalat Idul Fitri dan bersilaturahmi, biasanya para penghuni panti makan bersama. Tak lupa, menu ketupat dan opor ayam pasti tersaji di atas meja makan. Lansia yang telah 5 kali berlebaran di panti ini mengaku betah tinggal di sana. 6 anaknya, tinggal jauh darinya, yaitu di Kalimantan dan Australia. Jadi, kalau lebaran anak2 yang mendatanginya.”Walau pun betah tinggal di panti, suka kangen juga sama anak dan cucu. Untung sekarang ada telepon, jadi gampang kalau mau mengobrol atau tanya kabar,” kata nenek dari 15 cucu ini.

Lain lagi cerita Ny.Muryati ( 86 ). Nenek 10 cucu ini sudah 6 kali menjalani ibadah puasa di panti. Ia tak pernah bosan tinggal di panti dan selalu senang jika Ramadhan tiba. Namun, tiap lebaran ia pasti dijemput oleh anaknya untuk merayakannya di Jakarta.”Keenam anak saya tinggal di Jakarta, jadi kalau lebaran pasti kumpul di sana. Tetapi, pasti pulang lagi ke panti,” ujarnya sambil tertawa. Menurut Muryati, jika tinggal bersama anak-anaknya, ia merasa sudah tua dan sakit-sakitan. Anaknya melarang ini itu dan segala sesuatu harus diladeni. Padahal Muryati tidak ingin diperlakukan seperti itu.

Kebetahan para penghuni panti ini dibenarkan wakil ketua pengurus Panti Sosial Tresna Wredha, Ai Djoewarsa ( 61 ). Menurut Ai, kebanyakan dari mereka tinggal di sana sampai tutup usia. Jika Ramadhan seperti ini, yang terjadi dip anti adalah kegiatan ibadah yang tak pernah putus. Selain itu, tak sedikit juga yang mengadakan bakti sosial dan buka puasa bersama di panti.”Alhamdulillah kepedulian masyarakat makin meningkat. Penghuni panti merasa bahagia kalau mendapat kunjungan dari anak2 TK atau SD. Mungkin mereka ingat cucu atau cicitnya. Terkadang sampai ada yang menitikkan air mata kalau dikunjungi anak2 TK atau SD,” tutur Ai.

Ai mengatakan, untuk menu masakan yang disediakan bagi para penghuni panti, disesuaikan dengan kondisi mereka. Biasanya penggunaan gula sedikit dikurangi. Selain itu, sebisa mungkin tidak disajikan makanan yang bercita rasa pedas. Apa pun yang disediakan di panti, para penghuninya selalu bersyukur atas apa yang mereka terima. Bagi mereka, masih diberi usia panjang oleh Allah merupakan anugerah yang tak ternilai. Tak hanya itu, mereka juga bahagia bisa berkumpul dan berbagi cerita bersama teman sebaya. Seperti kata Ny.Wahyu,”Allah itu Maha Sayang pada kumpulan nenek2 ini.” ( PR, 11/9/2009 )

Komen A.Savitri :

Berbeda dengan Barat, tradisi Timur untuk memuliakan orang tua yang sudah lanjut usia masih dijunjung tinggi oleh sebagian besar masyarakat kita. Agama Islam juga menganjurkan demikian. Saya agak surprise membaca tulisan di atas ; ternyata sebagian manula sekarang lebih memilih tinggal di panti wreda. Saya teringat cerita ibu ketika tinggal di rumah kakak, beliau kelelahan mengawasi cucu, tegang mendengar pertengkaran di sana, dan cemas harus memikirkan menu yang harus dimasak di sana. Ibu menjadi seperti koki di rumah putri keduanya, seperti numpang, bukan tinggal di rumah sendiri. Lho ? Pulang dari sana, ibu terlihat kurus, kurang sehat dan stres.

Mungkin hal kurang mengenakkan ini juga dialami oleh para ibu yang memilih tinggal di panti wreda hingga akhir hayatnya. Mereka tak ingin merepotkan anaknya ( juga direpotkan hingga seperti koki, binatu, baby sitter atau bahkan pramuwisma. Tenaga dan daya ingatnya tak sebaik dulu ). Jadi, ibu tinggal bersama saya, yang mesti rajin memeriksa kunci pintu jika beliau keluar masuk rumah, mengingatkan makan dan shalat beliau. Saya juga mesti bisa senyum tenang ( padahal hati sangat berdebar ) mendapati ibu sudah ada di atas genting memperbaiki atap bocor atau mengecat plafon. Saya harus cool, kooperatif, menyanjungnya, membangkitkan semangatnya, menyediakan ruang baginya agar merasa berdaya, tetap percaya diri, merasa berguna, seiring kekuatannya yang terus menurun. Hari demi hari, saya dibuat-Nya makin sayang pada ibu.

Acara favorit kami berdua di bulan Ramadhan ini adalah menonton acara berita, komedi dan siraman rohani di televisi seraya berbuka atau sahur. Tak perlu keluar duit banyak menghadiahi barang2 mahal, piknik di tempat2 mewah, atau titel berderet, untuk menyenangkan orang tua. Cukup hadir seutuhnya, berbinar tulus dan bercengkerama ( ngobrol ringan, santai ) dengan beliau. Dunia serasa milik berdua. Just the two of us.

Selamat berhari raya Idul Fitri 1430 H. Mohon maaf lahir batin …

hit counters
hit counter

Written by Savitri

16 September 2009 at 15:19

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

Rumah adat Cikondang versus gempa Jawa ? Tak sedikitpun rusak.

with 4 comments

Gempa Jawa & mitigasi bencana

Pengantar A.Savitri :

Pukul 14.55 sebuah balok memukul jam dinding hingga mati. Disusul kematian 82 orang di 10 kabupaten/ kota di Jawa Barat. Rinciannya ; kabupaten Tasikmalaya ( tewas 5 org, luka 108 org, mengungsi 142.577 org ), kota Tasikmalaya ( tewas 5 org, luka 22 org, mengungsi 3.387 org ), kabupaten Garut ( tewas 8 org, luka 164 org, mengungsi 13.928 org ), kabupaten Cianjur ( tewas 31 org, luka 22 org, hilang 21 org, mengungsi 17.555 org ), kabupaten Kuningan ( mengungsi 1.937 org ), kabupaten Sukabumi ( tewas 2 org, luka 20 org ), kabupaten Subang ( 1 org luka2 ), kabupaten Bogor ( tewas 2 org, luka 9 org, mengungsi 663 org ), kabupaten Ciamis ( tewas 7 org, luka 207 org, mengungsi 24.584 org ) dan kabupaten Bandung ( tewas 22 org, luka 681 org, mengungsi 5.661 org ), kabupaten Bandung Barat ( luka 18 org ).

Rabu ( 2/9/2009 ) siang itu, saya melihat bangunan 2 lantai di depan saya bergoyang, mobil yang di parkir bergeser ganjil. “GEMPA !!”, teriak saya pada orang sekitar juga supir angkot yang lewat. Orang2 berhamburan keluar dari bangunan2 itu menuju tepi jalan, juga di dekat saya berdiri. Terlihat wajah2 bingung, terpana juga senyum terheran melihat orang sudah berkumpul di tepi jalan. Tidak untuk menyetop angkutan umum, tapi melihat mereka yang baru keluar bangunan. Saling menonton, atau menilik perasaan. Ada kebersamaan yang mendadak tercipta, meski kami tidak saling kenal. Ada perasaan bersama, kami akan aman di sini.

Gempa yang terasa sekitar 3 menit itu mematikan juga sinyal ponsel dan aliran listrik. Melihat tak ada bangunan yang rusak di sekitar saya, feeling saya mengatakan ibu baik2 saja. Sebelum keluar rumah, saya sudah menitipkan keselamatan dan kesehatan ibu pada Allah Swt. Agustus 2007 pernah terjadi gempa di kota saya, cukup kuat, dan ibu pun selamat sentosa. Saya cek mesin ATM di supermarket sebelah, keduanya out of order. Saya dengar suara gemuruh mesin genset dinyalakan. Supermarket beroperasi kembali. Daripada bengong cukup lama di bangunan2 lain yang masih belum menyala penerangannya, saya dan beberapa penunggu masuk ke supermarket, mencari bahan yang bisa dijadikan hidangan berbuka 3 jam lagi. Pramuniaga menjadi lebih ramah dari biasanya. Peristiwa gempa seolah mendekatkan kami. Sama2 baru keluar dari lubang kematian. Lega.

Dari media kemudian saya tahu, gempa berkekuatan 7,3 skala Richter ( dicatat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika/ BMKG ) itu melanda Jawa, Bali dan Sumatera. Pusat gempa berada di posisi 142 km barat daya Tasikmalaya dan berpotensi tsunami. Akibat tumbukan lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia. Menyebabkan orang luka, harta, rumah hancur, sekolah ambruk dan trauma psikologis. Entah kapan bisa pulih.

Di tayangan teve, saya lihat seorang saksi mengatakan, dirinya berada di perbatasan desa Pamoyanan dan Cikangkareng ketika gempa terjadi. Sejak pukul 3 kurang 20 menit, ia merasakan tanah yang diinjaknya bergetar. Ia menunjukkan arah di mana terlihat anak2 masih ceria menghabiskan waktu ngabuburitnya di sebuah lapangan. Dalam hitungan detik, pemandangan gembira itu seketika tersapu gemuruh longsoran tanah dari bukit Urug Hanafi. 15 KK dan 57 orang menjadi korban. 21 jasad terkubur itu belum berhasil dikeluarkan hingga hari ini. Pencarian korban dibatasi hingga Kamis ( 10/9/2009 ). Seorang pria pingsan kehilangan 11 anggota keluarganya sekaligus ; istri, anak, mertua dan 6 keponakannya. Pengalaman traumatik.

Indonesia dibilang Andi Hanindito ( direktur Bansos Bencana Alam ) adalah supermarket bencana. Terletak di pertemuan 4 lempeng bumi yang mengapung di atas magma cair yang panas. Kepulauan Indonesia termasuk wilayah Pacific ring of fire ( deretan gunung berapi Pasifik ) dan dipengaruhi 3 gerakan ; sistem Sunda di bagian barat, sistem pinggiran Asia Timur dan sirkum Australia. Teringat, gunung Krakatau, Tambora dan Toba, 3 gunung berapi terdahsyat di dunia, juga berada di negeri kita.

Gunung Krakatau, Tambora & Tambora terdahsyat di dunia.

Gunung Krakatau yang meletus tahun 1883 menimbulkan tsunami setinggi 100 kaki, indeks letusan 6. Gunung Tambora di Papua meletus tahun 1915, melepaskan gelombang panas dan debu ke stratosfir hingga terjadi musim dingin setahun penuh di Rusia dan Eropa, menewaskan 10.000 penduduk Tambora. Indeks 7, setara dengan gunung Thera di laut Aegean, Yunani. Gunung di Eropa itu meletus tahun 1864, juga 640 ribu tahun yang lalu. Gelombang panas dan tsunami yang ditimbulkan menewaskan seluruh penduduk Pompey dan pulau Kreta. Banyak korban ditemukan tengah berpelukan erat, telanjang, sesama pria, sudah membatu. Menurut sebuah situs, itu azab yang ditimpakan pada pelaku sodomi, yang bersikeras mempertahankan kebiasaan leluhurnya di wilayah Sodom, yang di kitab suci dikenal sebagai bangsa yang musnah.

Gunung Toba di Sumatera meletus 13 ribu tahun yang lalu, indeks letusan 8, terbesar dalam sejarah, penyebab satu jaman es ( sebelumnya jaman es terjadi 150 ribu tahun lalu, akibat benturan komet yang memusnahkan keluarga tyrex dan dinasourus yang hidup antara 120- 65 juta tahun yang lalu, manusia baru hidup 3 juta tahun yang lalu, setelah es mencair dan banjir, manusia tinggal sekian ribu saja di daerah Afrika, mereka nenek moyang manusia sekarang ).

Danau Toba, danau terluas yg adalah kawah gunung Toba yg meletus ribu tahun lalu, menyebabkan jaman es & menenggelamkan benua Atlantis.

Danau Toba, Sumatera, danau terluas yg adalah kawah gunung Toba yg meletus 13 ribu tahun lalu, menyebabkan jaman es & menenggelamkan benua Atlantis.

Letusan Toba memusnahkan banyak spesies hewan dan menenggelamkan benua Atlantis. Danau Toba yang seluas itu adalah kawahnya. Lumpur Lapindo di Porong, Jawa Timur yang diprediksi para ahli baru mencapai keseimbangan hidrostatis setelah 31 tahun, salah satu bukti tenggelam benua tsb. Lumpur Porong yang berasal dari gunung raksasa lumpur yang bercampur air laut, dulunya gunung besar di benua Atlantis. Bangsa Atlantis adalah bangsa dengan peradaban termaju pada masanya. Serial “Man from Atlantis” di TVRI, “Deni Manusia Ikan” di majalah remaja, terinsipirasi kisah benua yang hilang ini. Dan kita, bangsa Indonesia, hari ini, mendiami pucuk2 daratan Atlantis ini. Can you believe this ?

Kesimpulannya, Indonesia adalah wilayah yang sangat rawan bencana. Ironisnya, kita belum punya sistem penanggulangan bencana alam nasional. Kita belum punya mindset yang sama tentang penanganan bencana. Guyonnya, seperti rokok, bencana alam ini digunakan untuk mengurangi kepadatan penduduk, jika program KB tidak jalan seperti yang diharapkan, jika melihat penanganan dan pencegahan bencana kesekian kalinya terkesan lamban. Fakta, bahwa hanya 20 % dampak bencana yang sanggup ditangani pemerintah. Sisanya diurus masyarakat, dunia usaha dan internasional. Aturan manajemen bencana internasional menghendaki adanya satu komando, satu pedoman dan satu kesatuan. Tiga hal itu belum ada di Indonesia, setiap wilayah menangani dengan cara masing2.

UU no.24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, belum tuntas dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah. Korps Penanggulangan Bencana Indonesia baru mulai dibentuk di tingkat kabupaten/ kota. Pemerintah juga perlu segera menetapkan tata ruang yang aman dari serangan gempa dan tsunami. Bencana yang tidak bisa diprediksi sebelumnya dan baru diketahui setelah terjadi. Berbeda dengan angin topan atau banjir. Kita bisa mengolah data kumpulan awan dari satelit yang diluncurkan manusia ke luar angkasa untuk memperkirakan waktu terjadinya. Setahu saya, manusia belum mampu meluncur ke perut bumi yang panas bagai neraka, untuk membaca gejolak magma.

Jepang dan Amerika belajar dari bencana di Onagawa dan Hawaii tahun 1960. Penduduk kedua negara maju itu memahami benar dan siap menghadapi bencana gempa dan tsunami. Apakah kita belajar dari pengalaman gempa dan tsunami di Aceh ( 2004 ) dan Yogyakarta ( 2007 ) ?

Kiat selamat dari gempa, banjir, tsunami, longsor, topan, kebakaran & petir

Sementara menunggu korps dan sistem tsb berproses menjadi seperti harapan semua pihak, kita perlu melatih diri sendiri untuk survive dari tragedi gempa. Saya sendiri sudah menyiapkan 2 tas di tempat yang mudah dijangkau dalam keadaan genting. Tas pertama berisi dokumen penting hidup saya, diantaranya akte kelahiran, sertifikat keahlian, dokumentasi karya berupa foto/ flash disk/ netbook, buku organizer, uang cash 500 ribu rupiah, kartu ATM, SIM dan terutama KTP ( untuk antre mendapat makanan, obat2an atau bantuan lain dari pemerintah atau masyarakat jika saya terpaksa tidur di tenda2 pengungsian ), tersimpan di kotak anti kebakaran.

Tas kedua berisi 1 stel baju ganti, jaket, jas hujan/ poncho ( bisa untuk tukar darurat ) sabun, sikat gigi, odol, sandal, handuk, selimut, botol minum, pisau lipat/ serbaguna, gulungan tali, kawat, sendok, garpu dan mangkuk stainless steel ( bisa jadi pengganti panci untuk menggayung air, memasak air atau mi/ super bubur ). Juga kotak P3K. Saya tak ingin merepotkan orang. Ingin jadi pengungsi yang manis. 2 tas ini bisa saya sambar jika ada kebakaran, banjir, tsunami ( perlu 8 – 20 menit untuk kabur sejak early warning ) atau bencana lain. Juga menghindari keponakan yang ramai atau tamu keluarga yang datang menginap, sementara saya dikejar deadline atau inspirasi menulis/ melukis dan perlu menginap di hotel atau travel/ camping.

Jika kita ada di suatu tempat, kenali lingkungan di sekitar kita. Berada di lantai berapakah kita ? Di mana tangga kebakaran dan firehose-nya ( alat pemadam dalam gedung ). Apakah di belakang kita ada tebing yang rawan longsor, dengan kolam ikan atau kolam renang ? ( beban air akibat curah hujan yang tinggi melebihi normal akibat climate change, sering melebihi kekuatan struktur penopang tebing atau kolam hingga tebing itu ambrol atau tanah longsor ). Gambarkan di otak, jika ada bencana, skenario terburuk, apa yang harus kita lakukan, lewat jalan mana ?

Jika kita berteduh di pondok di tanah lapang atau persawahan pada musim hujan, jika tak ada penangkal petir, kita buat sendiri dengan 2 buah garpu. Satu ditaruh di ujung bambu setinggi minimal 2,5 meter, satu lagi ditancapkan ke tanah untuk pentanahan ( grounded/ mengalirkan arus petir ke bumi ), hubungkan keduanya dengan kawat tembaga. Duduklah di jarak aman darinya ( sekitar 2 meter ), jangan berteduh persis di bawah pohon besar atau di ketinggian ( saya pernah membaca beberapa korban petir yang tewas berada di dalam langgar/ mushola di sebuah bukit, petir masuk lewat jendela.

Jika ada badai angin sebesar tornado, carilah tempat relatif aman di sudut ruangan/ dekat kolom/ tiang utama penopang bangunan atau di bawah jembatan fly over/ jembatan layang ( dekat struktur pendukungnya ). Jika di tepi pantai, ketika melihat air surut begitu jauh sehingga ikan2 bergelimpangan menggoda untuk ditangkap, atau melihat hewan2 bertingkah tak biasanya/ terlihat linglung/ lari ke ketinggian, segera berbalik dan cari tempat yang tinggi di atas bukit, kalau tak sempat segera panjat pohon kelapa yang tinggi. Berpeganglah erat dan berdoalah yang intens memohon keselamatan dari-Nya.

Jika anda bangun, tersadar api sudah berkobar besar dan asap mengepul di mana2, segera tutup pintu dan jendela, basahi handuk untuk mengganjal lubang di bawah pintu, mencegah asap masuk, pilin seprai helai demi helai hingga menjadi tali yang panjang. Dengan “tali darurat” itu, anda bisa meluncur dari lantai atas melalui jendela/ balkon hingga sampai selamat ke tanah dan menghirup udara segar. Gunakan kaki untuk mengerem kecepatan luncur dan tangan berpegang erat ke tali untuk merayap turun.

Menghadapi gempa, anda harus tenang, matikan lampu dan kompor, sambarlah kedua tas, berlindunglah di dekat kaki meja, kaki sofa, kaki ranjang atau sudut ruangan/ dekat tiang bangunan ( jangan di dekat daun pintu ), setelah hiruk pikuk/ jejalan orang yang menyelamatkan diri sudah berkurang, turunlah lewat tangga darurat ( jika tangga biasa berhati-hatilah, tangga termasuk bagian bangunan yang mudah ambruk digoyang gempa ). Carilah tanah lapang yang terhindari dari hempasan gedung, tiang listrik, papan reklame, dsb. Jika, anda di dekat mobil, meringkuklah di samping mobil, jangan masuk ke dalamnya. Pastikan ada ruang untuk anda jika tiang tiba2 roboh di atas plafon mobil.

Setelah itu hubungi posko2 bencana atau tim SAR jika anda kehilangan sanak saudara. Sebelumnya, hubungi dulu anggota keluarga anda ( bisa via ponsel ) atau cari tahu keberadaan mereka pada orang2 yang mungkin mengetahuinya. Siapkan nomor darurat di phone book anda, seperti polisi, dinas kebakaran, dinas sosial, tim SAR dan ketua lingkungan anda. Bersyukur pada Allah anda masih bernyawa dan tetap optimis menghadapi tantangan hidup di depan, sekelam apapun itu. Buktikan, diri anda orang Indonesia yang beriman. Survive ! ***

Bantuan mengalir dari berbagai pihak, tapi tak merata dan tersendat.

Katanya, bantuan sudah banyak mengalir ke daerah2 gempa di Jawa Barat. Namun, korban di kabupaten Bandung mengeluh distribusi bantuan, lambat dan tidak merata. Seperti warga di Pengalengan, yang hanya menyantap mi instan untuk sahur. Warga kecamatan Kertasari, kampung Sukamenak ( 60 pengungsi ) – desa Margamukti – kecamatan Pangalengan, kabupaten Bandung dan desa Baranangsiang ( menurut kepala desa, Heri Puryanto, ada sekitar 270 warga ) – kecamatan Cipongkor, Ngamprah, kabupaten Bandung Barat, kedinginan dan kurang makan. Mereka masih mengharapkan selimut, pakaian dan makanan segera datang. Jumlah warga yang terkena gempa tersebar di 26 kecamatan dan baru 10 kecamatan yang mendapat distribusi bantuan dari posko utama. Bantuan tsb berupa beras, mi instan dan air mineral.

Asumsi kebutuhan beras selama tanggap darurat untuk 38.779 pengungsi di kabupaten Tasikmalaya mencapai 150 ton beras. Baru tersedia 40 ton, dan 10 ton lainnya sudah disebarkan ke pengungsi, kekurangannya 100 ton. Juga dibutuhkan 110 tenda untuk pengungsi, kata Diswana, Kabag Kesra Kab. Tasikmalaya.

Seorang nenek mencoba menyelamatkan barang2 yang tersisa. Gempa Jawa ( Tasikmalaya ) Rabu, 2/9/2009 memaksanya untuk survive di tenda2 pengungsian.

Seorang nenek mencoba menyelamatkan barang2 yang tersisa. Gempa Jawa ( Tasikmalaya ) Rabu, 2/9/2009 memaksanya untuk survive di tenda2 pengungsian.

Mengenai banyaknya warga yang mendirikan posko di sepanjang Jalan Raya Pangalengan, bupati Bandung, H.Obar Sobarna, mengatakan pemkab sudah menertibkan. Tinggal 4- 5 posko lagi. Sebelumnya setiap 100 meter ada warga yang meminta bantuan. Deden Usman, warga desa Tribakti Mulya, kecamatan Pangalengan, mengatakan banyaknya warga yang meminta bantuan di pinggir jalan karena bantuan yang diterima amat minim. Ada yang hanya sekali menerima 4 bungkus mi instan untuk satu keluarga. Sejumlah spanduk dibentangkan warga di jalan tertulis “Bapak Perhatikan Nasib Kami”, atau “Bantuan Kok Lewat Saja.”

Ate Roesnadi, tokoh masyarakat desa Jatisari, kecamatan Cangkuang, di tenda pengungsian, kampung Nagrak, mengeluh,”Sejak gempa bumi, Rabu lalu, sampai saat ini kami belum menerima bantuan bahan makanan dari pemerintah.” Camat Cangkuang, drs.Uka Suska Puji Utama mengatakan pihaknya sudah menyalurkan bantuan korban gempa, namun jumlahnya terbatas, karena dari dana pribadi masing2 aparat kecamatan maupun desa.

Semua bantuan untuk korban bencana di kabupaten Bandung dikumpulkan di posko kantor kecamatan Pangalengan agar lebih terdata dan memudahkan koordinasi. Keterlambatan pendistribusian bantuan, diantaranya disebabkan oleh faktor demografi kabupaten Bandung yang luas, dan medannya yang berat serta terbatasnya sarana angkutan sehingga menyulitkan para petugas. Di lokasi lain, jalan terputus dan infrastruktur rusak.

Wabup Bandung Barat, Ernawan Natasaputra, Ernawan Natasaputra, saat ditemui usai rapat koordinasi bersama seluruh SKPD serta camat di Kantor Dinas Sosial Kab.Bandung Barat, Senin ( 7/9/2009 ), mengatakan KBB memerlukan sekitar 60 ton beras untuk memenuhi kebutuhan warga korban gempa. Pemkab Bandung Barat berupaya melakukan segala cara untuk menyediakan, meski harus berhutang pada pihak ketiga.”Hingga saat ini, kami telah menyalurkan 56 ton beras untuk 5.960 kepala keluarga ( KK ) atau sekitar 23.840 jiwa yang mengungsi.” Dengan asumsi kebutuhan beras sebanyak 6 ton setiap hari, maka dibutuhkan 60 ton beras untuk bertahan hingga waktu tanggap darurat ( dialokasikan 14 hari ).

Kerusakan akibat gempa di Majalengka dan Kuningan mencapai 1.700 rumah, musala dan gedung sekolah. Bakorwil Cirebon menyerahkan bantuan bagi ribuan korban bencana alam yang ada di 8 kecamatan di kabupaten Majalengka, Minggu ( 6/9/2009 ) di pendopo Gedung Negara Majalengka. Bantuan berupa bahan kebutuhan pokok seperti beras, mi instan dan minyak goreng. Bakorwil menghimbau agar pemkab Majalengka berupaya mencari donatur untuk membangun perumahan penduduk yang terkena gempa, seperti pada perusahaan swasta. Bupati H.Sutrisno didamping wabup Majalengka, H.Karna Sobahi, menjelaskan sebagian korban bencana alam masih tinggal di tenda2 darurat seperti di desa Wangkelang, kecamatan Cingambul. Pemkab Majalengka yang akan segera mendistribusikan bantuan Bakorwil hari Senin. Sebelumnya, pemkab Majalengka telah mendistribusikan beras ke Cikijing dan dan Wangkelang sebanyak satu ton.

Pengungsi gempa, bertahan hidup dengan nasi plus mi instan. Menghalau panas siang hari, menggigil dingin  malam hari.

Pengungsi gempa, bertahan hidup dengan nasi plus mi instan. Menghalau panas siang hari, menggigil dingin malam hari.

Gempa juga telah meluluhlantakkan kampung Sirnagalih, kampung Cipeuet dan Ciurug, desa Mangunreja, kecamatan Nyalindung, kabupaten Sukabumi. Menurut bupati H.Sukmawijaya, pihaknya akan segera memberi bantuan pada seluruh warga yang mengalami musibah gempa. Di kabupaten Sukabumi, 395 unit rumah hancur, rusak berat 4.762 unit dan ringan 14.264 unit. Karena jumlah kerusakan cukup banyak, kami menghimbau warga untuk bersabar, ujarnya.

Presiden SBY datang ke lokasi bencana dan menyumbang Rp.5 milyar, gubernur Aceh, Irwandi Yusuf datang ke lokasi bencana dan menyumbang Rp.500 juta. Pembaca melalui Dompet Gempa yang digalang harian PR, menyumbang Rp.370 juta lebih, juga makanan, minuman dan pakaian. Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang kab. Bandung Barat akan mendirikan 5 penampungan air bersih. Menurut kepalanya, Asep Sodikin, Bandung Barat mendapat pinjaman 2 unit kendaraan tangki air berkapasitas 4.000 liter, 10 unit hydrant umum, unit sarana mandi cuci kakus ( MCK ) dan 75 jeriken pengangkut air ke tenda. Ia menegaskan, peralatan tsb merupakan pinjaman, bukan untuk dibagikan cuma2.

Selain pencarian korban, upaya membuka jalur jalan yang terputus masih terus dilakukan. Namun, pengerjaannya tak mudah, membutuhkan kehati-hatian. Lokasi masih rawan pergerakan tanah. Ada 4 alat berat di lokasi. Banyak bebatuan sangat besar, yang bila disingkirkan dikhawatirkan membuat tanah di atasnya akan bergeser lagi.

Istri wapres, Ny.Hj.Mufidah Jusuf Kalla selaku ketua Dekranas ( Dewan Kerajinan Nasional ) Pusat, menyerahkan bantuan senilai Rp.650 juta. Bantuan berbentuk cek itu diserahkan Ny.Mufidah kepada wabup Tasikmalaya, H.E.Hidayat di lapangan SD Sukasetia, desa Sukasetia, kecamatan Cisayong, kabupaten Tasikmalaya, Senin ( 7/9/2009 ).

Dari kalangan selebriti, Gigi, Sherina dan Omelette manggung menyumbang lagu di daerah yang terkena gempa seperti kabupaten Bandung, Cianjur, Sukabumi, dan Majalengka.

Dwiki Darmawan menggelar konser amal yang bertajuk “Jazz for West Java”, di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Minggu ( 13/9/2009 ). Konser amal ini dihadiri Adang Daradjatun selaku ketua umum Simpay Wargi Urang dan ketua pimpinan pusat Muhammadiyah, Din Syamsudin serta pengusaha dan kelompok pengajian orbit. Ide konser amal ini pertama datang dari Dwiki bersama Farabi Musik dan Krakatau. Setelah melihat gempa bumi di Bandung, Tasik, Sukabumi dan Cilacap, Jawa Tengah, tiba2 Dwiki menemukan ide, sebagaimana ia juga membuat konser saat Aceh dilanda tsunami 2004.”Saat Aceh terkena tsunami kita membuat konser, kenapa saat Jawa diguncang gempa kita tidak membuat juga ?” ( PR, 15/9/2009 )

Universitas Padjajaran mengirimkan tim relawan dan bantuan ke sejumlah daerah di Jawa Barat. Bantuan berupa 7 ton beras sumbangan mahasiswa baru Unpad 2009, juga teknologi pembuatan rumah tahan gempa. Kepala Biro Administrasi Umum, Lili Permadi, mengatakan, bantuan akan disebarkan di 4 lokasi ; di Pengalengan, Cikelet, Cigalontang dan Pameungpeuk.”Empat truk telah disiapkan untuk mengangkut beras yang telah dikemas per 5 kg dan juga pakaian layak pakai. Dikirim juga tim pelayanan kesehatan dari Fakultas Kedokteran Unpad,” katanya, Jumat ( 4/9/2009 ).

Lili menjelaskan, pemilihan 4 lokasi tsb didasarkan pada hasil peninjauan tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ( LPPM ) Unpad ke sejumlah daerah.”Kami bekerja sama dengan satkorlak dan aparat kelurahan setempat untuk penyaluran bantuan ini. Selain itu, kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar terhindar dari penjarahan sebelum sampai tujuan,”ujar Lili.

Sehari setelah gempa mengguncang, relawan dan mahasiswa Unpad dikirim ke lokasi gempa di desa Margamukti, Pangalengan. Mereka adalah mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa dan juga Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ). Sumbangan pemikiran juga dilakukan Pusat Inkubator Bisnis ( PIB ) Unpad. Sumbangan berupa teknologi pembuatan rumah tahan gempa.”Teknologinya sederhana, bahan bakunya juga berasal dari kearifan lokal yang banyak terdapat di sekitar lokasi kejadian,” kata Sekretaris PIB Unpad, Marleen Herudiyanto.

Sekitar 500 ton sayuran senilai Rp.1,5 milyar dari kecamatan Pangalengan, kabupaten Bandung tertunda masa panennya akibat musibah gempa. Tambahan pasokan sayur ke kota Bandung dari Pangalengan diperkirakan akan terlambat sampai 10 hari. Pasokan air terganggu, banyak irigasi rusak. Cadangan air yang tersedia difokuskan untuk memenuhi kebutuhan utama para korban gempa, baik di penampungan maupun tempat tinggalnya. Penundaan terparah menimpa komoditas kentang. Tomat, kol, bawang daun, wortel, lobak, selada, dll , juga terganggu. Selama 3 hari pascagempa, aktivitas bertani terhenti sama sekali.

Sekitar 130.000 liter susu peternak yang dikelola KPBS ( Koperasi Peternak Bandung Selatan ) gagal terjual sehari setelah gempa. Namun, keesokan harinya mulai berangsur normal kembali. Sejumlah pebisnis pengekspor kopi sudah memberi bantuan, terutama untuk para petani binaannya. Menurut penasehat Kowamah, Iyus Supriatna, bantuan diantaranya sudah dilakukan PT. Morning Glory Coffee Bandung, serta beberapa pebisnis lainnya.

Merana dan sakit di tenda pengungsian.

Para pengungsi tinggal di tenda2 di darurat yang jika malam kedinginan dan siang begitu panas plus terpaksa menghirup udara berdebu. Mereka stres dengan keadaan serba minim, berbagai penyakit mulai menyerang ( infeksi saluran pernafasan, batuk, pilek, pusing kepala, sesak nafas, gastritis, gatal2, pegal2, maag, diare, demam dan penyakit mata ), ditambah mendengar isu gempa susulan dan tsunami. Gangguan kesehatan menurut sejumlah warga disebabkan kurangnya penyediaan air bersih dan buruknya sanitasi pasca gempa. Warga saat ini hanya berkonsentrasi untuk bertahan hidup, tanpa berpikir membersihkan lingkungan. Para pengungsi yang berada di Sukamukti, Cisayong, Tasikmalaya, mulai sering masuk puskesmas karena batuk dan flu. Menurut data di posko Cisayong, setiap harinya tercatat 10 hingga 17 orang terserang penyakit.

Dinas Kesehatan kabupaten Bandung Barat, menurut kepalanya, dr.Pupu Sari Rohayati, telah menerjunkan seluruh personelnya hingga tingkat bidan desa untuk siaga melayani kesehatan warga korban gembpa sampai seminggu setelah bencana. Puskesmas Cipongkor dan Sindangkerta menjadi penanggungjawab penanggulangan penyakit di wilayah tsb. Pupu berharap warga tidak tidur di tenda2 yang rentan terkena penyakit, tapi pindah menempati kembali rumahnya yang masih layak huni atau mencari rumah lainnya. Ia menghimbau masyarakat luas agar berpartisipasi membantu korban bencana, terutama makanan. Pupu dan stafnya rutin setiap mengadakan pemeriksaan pada warga yang mengungsi untuk mengantisipasi masalah kesehatan. Semoga bantuan makin banyak serta terdistribusi lebih cepat dan merata.

Korban di desa Baranangsiang tercatat 23 orang luka ringan, 17 luka berat. Korban luka berat di wilayah utara kabupaten Bandung Barat sudah ditangani RS.Hasan Sadikin, sedang 4 korban di wilayah selatan, dirawat RS.Cibabat, Cimahi, dan saat ini sudah dipulangkan.

Wabup Bandung Barat, Ernawan Natasaputra, menghimbau korban gempa di wilayahnya agar sesegera mungkin meninggalkan tenda pengungsian.”Selain tidak layak huni, berlama-lama di tenda pengungsian akan mempercepat kerentanan terhadap penyakit serta menimbulkan gejala sosial baru.” Ia memahami jika banyak warga yang kehilangan tempat tinggal atau sudah tidak memiliki sanak saudara lagi. Ia akan secepatnya mengupayakan agar warga bisa menempati lokasi layak huni.”Bisa berupa bangsal atau menumpang sementara di tempat lain, seperti kantor2 yayasan, atau tempat lainnya. Berdasarkan data terakhir, sekitar 90 rumah hancur ( 2.528 rusak berat, 3.342 rusak ringan ). Jumlah ini belum ditambah dengan rumah permanen yang retak atau dindingnya hancur.

Wabah diare di desa Caringin, kabupaten Caringin, kabupaten Sukabumi menewaskan 3 warga. Sedangkan 70 warga lainnya terpaksa dilarikan ke RSUD Sekarwangi, Cibadak. Hingga Minggu kemarin ( 6/9/2009 ) sebagian besar warga saat dibawa ke rumah sakit dalam kondisi lemas. Wabah serupa terjadi di Singaparna kabupaten Tasikmalaya. Sekitar 50 pasien diare masuk puskesmas Tinewati, Singaparna. Di Sukabumi, warga mengeluh sakit melilit pada perut dan muntah2 sesaat setelah sahur. Warga lain mengungkapkan rasa sakit perut disertai buang air besar secara terus menerus. Setelah tiba di rumah sakit, seluruh pasien langsung dibawa ke UGD dan diberi infus untuk mengantisipasi dehidrasi/ kekurangan cairan. Warga yang meninggal dunia rata2 berusia 60 tahun ke atas. Mereka terlambat dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya, kata Dadang Sucipta, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan ( P2MPL ) Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi. Sebagian besar penderita diare adalah anak2 dan orang tua yang berasal dari Cigalontang, yang merupakan daerah terparah diterjang gempa bumi. Mereka sudah 4 malam berada di tenda.

Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) kabupaten Bandung menghimbau para dai agar terjun ke daerah2 untuk membantu menenangkan kondisi kejiwaan para korban. MUI Jabar menghimbau kaum muslim agar bahu-membahu memberi bantuan kepada korban. MUI kab.Bandung menyatakan duka yang mendalam atas musibah gempa yang melanda 26 kecamatan di kab.Bandung, kata K.H.Anwar Saifuddin Kamil, ketua MUI kab.Bandung di kantornya, Senin ( 7/9/2009 ).

“Jangan lupakan pula kebutuhan ketenangan jiwa agar mereka bisa tabah dalam menghadapi semua cobaan maupun peringatan dari Allah Swt. Kalau kita tetap berbaik sangka pada Allah, hati dan pikiran menjadi tenang sehingga dampak gempa tidak terlalu mengkhawatirkan. Sikap ini yang harus ditumbuhkan,” tutur Anwar. Rencananya, Selasa dan Rabu ini ( 8-9/9/2009 ), pengurus MUI kab.Bandung bersama MUI kecamatan dan MUI desa/ kelurahan akan bertemu di Wisma Haji Soreang.”Selain mencairkan bantuan operasional MUI, kami juga akan membahas pengiriman dai untuk menenangkan korban gempa. Minimal korban bisa berkeluh kesah, lalu kita arahkan agar bersikap sabar dan tawakal dalam menerima cobaan ini”, jelas Anwar.

“Para dai atau ustadz hendaknya memberikan ceramah yang menyejukkan hati dan menenangkan agar korban bencana bisa bersabar dan mencari hikmah di balik bencana. Apalagi di bulan Ramadhan, umumnya ada waktu2 khusus untuk ceramah,” ujar K.H. Hafizh Utsman, Ketua Umum MUI Jabar. ( PR, 8/9/2009 ).

MUI Jabar, saya dan seluruh warga Indonesia menyampaikan dukacita mendalam kepada para korban musibah Gempa Jawa. Semoga hati kalian dikuatkan Allah Swt untuk menerima semua kehilangan dan penderitaan. Dijadikan-Nya kalian manusia beriman yang lebih tangguh menyongsong hari depan. Arwah yang meninggal semoga diampuni dosanya dan diterima amal perbuatannya. Korban yang selamat bisa melanjutkan hidup dengan kondisi lebih baik. Amin.

800 sekolah hancur, sebagian besar dibangun belum tahan gempa.

Sedikitnya 800 sekolah hancur dan rusak berat akibat gempa di Tasikmalaya. Jumlah itu kemungkinan akan bertambah mengingat belum semua sekolah yang rusak terdata. Pemerintah pusat melalui Depdiknas berjanji menanggung biaya rehabilitasi bangunan sekolah yang rusak berat dan hancur, tutur Bambang Sudibyo, menteri pendidikan nasional saat meninjau sejumlah lokasi bencana gempa bumi di Jawa Barat, Minggu ( 6/9/2009 ). Sekolah dengan kerusakan sedang dan ringan ditangani Pemprov Jabar dan pemkab/ pemkot masing2 daerah bencana. Sekolah2 yang rusak itu akan diinventarisasi secepatnya hingga bisa segera direncanakan dan direalisasikan.

Bantuan untuk tanggap darurat masing2 daerah sebesar Rp.2 milyar. Untuk membantu rehabilitasi bangunan sekolah yang rusak sudah dianggarkan sedikitnya Rp.22 milyar. Pemerintah juga memberi bantuan berupa seragam sekolah, alat tulis, dll. Jumlah sekolah yang rusak akibat gempa di Jawa Barat kali ini lebih sedikit dibandingkan gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Untuk penanggulangan sekolah rusak dan hancur, Depdiknas akan melibatkan ahli dari ITB dan guru SMK untuk melakukan verifikasi, evaluasi, dan penilaian terhadap sekolah yang rusak. Ahli dari ITB nati yang akan meneliti, apakah sekolah itu harus direlokasi atau tidak, termasuk menilai apakah konstruksi bangunan yang tersisa masih bisa dimanfaatkan atau tidak.”Pemerintah juga melakukan nota kerja sama dengan gubernur, dilanjutkan ke kepala daerah, terkait rehabilitasi sekolah,” tutur Menteri.

Di Ciamis, Bambang mengatakan, sebagian besar bangunan sekolah di Indonesia belum tahan gempa. Ia meminta mulai tahun ini, sekolah yang dibangun harus menahan guncangan gempa hingga kekuatan 7 skala Richter ( SR ). Namun, ada beberapa yang sudah dirancang tahan gempa, diantaranya di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, kabupaten Bantul DIY, dan kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Wilayah tsb sebelumnya juga korban bencana gempa bumi. Sekolah seharusnya menjadi tempat perlindungan yang aman, bukan sebaliknya menelan korban jiwa.

Mendiknas mengatakan, kegiatan belajar mengajar harus berjalan kembali secepatnya. Jangan sampai anak menjadi malas belajar. Pengalaman di Aceh dan Yogyakarta ketika ada gempa, proses belajar mengajar tetap berlangsung, bahkan ujian nasional bisa diselenggarakan. Begitu juga di Jawa Barat, harus diusahakan solusinya. Menurut Oslan Khaerul Falah, sekretaris Disdik kota Tasikmalaya, mengatakan,”Kegiatan belajar tetap jalan, apalagi sebentar lagi libur Lebaran. Beberapa sekolah bahkan sudah ada yang menghentikan kegiatan belajar dan menggantinya dengan kegiatan pesantren kilat.” ( PR, 7/9/2009 )

Hingga kemarin ( 8/9/2009 ) menurut Satkorlak PB Provinsi Jabar, tercatat 64.413 rumah rusak berat, 134.294 rumah rusak ringan dan 7.068 masjid, sekolah, madrasah, kantor dan pesantren rusak. Pemerintah mengalokasikan dana Rp.1,4 – Rp.1,5 trilyun untuk merehabilitasi dan merekonstruksi pascagempa bumi di Jawa Barat. Pemprov Jabar menganggarkan Rp.90 milyar untuk penanganan pascagempa tsb, ungkap Menko Kesra, Aburizal Bakrie, didampingi Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, usai rapat kabinet terbatas ( rakortas ) di Istana Bogor yang dipimpin presiden SBY. Besarnya dana sedang diverifikasi dan diharapkan dapat selesai pada pertengahan Oktober 2009. Model rehabilitasi dan rekonstruksi akan mencontoh model penanganan gempa Yogya. Pelaksanaan diharapkan selesai pada Februari 2010.

SBY membantah bahwa ia menolak bantuan asing atas terjadinya gempa tsb. Saat ini baik pemerintah pusat maupun daerah masih dapat mengatasi dampak bencana alam tsb dan memiliki kemampuan untuk memobilisasi sumber daya yang ada. Pemerintah Indonesia tengah melakukan kegiatan tanggap darurat, operasi kemanusiaan dan melakukan langkah2 yang berkaitan. ( saya setuju, kita harus mandiri, meminimalkan intervensi asing, agar urusan dalam negeri kita tak dicekoki kepentingan asing, mereka bermuka manis di depan kita, dibelakang, mereka sedang mengoyak-ngoyak bangsa kita dan terus menyedot kekayaan alam negeri ini_vitri )

Pembangunan kembali rumah pascagempa dengan model Yogya, yaitu : pembangunan dilakukan sendiri oleh masyarakat dengan koordinasi dari pemerintah daerah. Pemerintah pusat akan memberikan dananya kepada gubernur, kemudian gubernur memberikan pada bupati, yang mengkoordinir kelompok2 masyarakat dalam pembangunan rumah2 tsb.

Gubernur Jabar mengungkapkan, alokasi dana itu tidak cukup untuk memperbaiki 54.171 rumah rusak berat dan lebih 100.000 rumah rusak ringan yang tersebar di 14 kabupaten. Pemprov Jabar mengandalkan dana bantuan dari APBN sebagai sumber pembiayaan tahap rekonstruksi dan rehabilitasi.

Dinas Perumahan, Penataan Ruang dan Kebersihan ( Dipertasih ) Kab.Bandung memperkirakan jumlah kerugian akibat rusaknya bangunan di wilayahnya mencapai sekitar Rp.1,4 trilyun. Bangunan yang rusak meliputi sekolah, rumah, tempat ibadah dan perkantoran. Berdasarkan data terakhir, Senin ( 7/9/2009 ) sebanyak 47.422 rumah rusak ( 15.086 rusak berat, 6.627 rusak sedang, 25.709 rusak ringan ), 97 sekolah rusak berat, 40 sekolah rusak sedang, 46 sekolah rusak ringan, 20 madrasah Ibtidaiah ( MI ), Tsanawiah ( MTs ), Aliah ( MA ) rusak, 344 tempat ibadah rusak dan 46 kantor dan sarana pemerintah juga rusak.

Hingga Senin ( 7/9/2009 ) di kabupaten Cianjur terdapat 140 gedung SD rusak, 29 gedung SMP rusak dan 3 gedung SMA rusak. Gedung sekolah dibagi dalam 2 kategori, yakni 735 ruang kelas rusak berat dan 125 ruang kelas rusak ringan, kata H.Agus S.Melani, sekretaris Dinas Pendidikan kab.Cianjur. Ia maklum bila para kepala sekolah yang bertugas di daerah rawan gempa meliburkan kegiatan belajar karena kondisinya masih belum stabil.”Masalah utamanya adalah keadaan trauma pascagempa yang dialami guru dan siswa sehingga tidak memungkinkan untuk menggelar kegiatan belajar-mengajar.” ( PR, 8/9/2009 ).

Banyak bangunan rusak sudah diprediksi ITB

Banyaknya sekolah yang rusak sebenarnya telah diprediksikan oleh Tim Pusat Mitigasi Bencana ITB. Sebaiknya dalam pembangunan selanjutnya, pemerintah menyerahkan kepada ahlinya.”Kondisi bangunan sekolah di Indonesia tidak siap dengan gempa karena memang tidak dirancang untuk mengantisipasi itu. Hal itu sudah pernah kami prediksikan berdasarkan kajian dari fakta dan pengalaman sehingga tidak main2. Tetapi responnya dingin2 saja,” ujar Krisna S.Pribadi, peneliti Pusat Mitigasi Bencana ITB.

Rumah “Dome” atau “Teletubbies” di desa Sengir Prambanan, Sleman. 71 unit rumah anti gempa dan tanah longsor ini dibangun Pemkab Sleman.

Model rumah bongkar pasang dari kayu atau bambu. Tahan gempa.

Model rumah bongkar pasang dari kayu atau bambu. Tahan gempa.

Pemerintah sebaiknya melakukan perkuatan ( retrofit ) semua bangunan sekolah. Pasalnya, semua bangunan sekolah di Indonesia tidak memenuhi standar keamanan dan kualitas minimal. Konsultan Mitigasi Bencana, Teddy Boen memaparkan, dokumentasinya tentang kerusakan2 sekolah oleh bencana alam di Indonesia yang diamatinya selama 40 tahun menyimpulkan, perencanaan bangunan sekolah di Indonesia masih lemah. Hal tsb ditunjukkan dari gambar perencanaan yang tidak memenuhi syarat pelaksanaan, kualitas material yang rendah, dan kualitas insinyur dan arsiteknya yang masih perlu di up-grade.

“Oleh karena itu, dengan rusaknya bangunan sekolah sekarang, merupakan kesempatan untuk membangun lebih baik. Hanya, libatkan orang2 yang memang paham dan ahli gempa. Tidak semua insinyur paham tentang gempa,” kata Krishna. Dua SD yang dibangun ITB dengan struktur tahan gempa, yaitu SD Negeri Padasuka 2 Soreang da SDN di Cirateun Bandung, keretakannya hanya berupa retak halus, sementara banyak bangunan sekolah lain rusak berat bahkan ambruk. Sebenarnya, jika saat itu pemerintah menindaklanjuti hasil kajian Pusat Mitigasi, tak akan terlalu banyak mengeluarkan dana.

Bukit longsor yang masih mengubur 21 warga Cianjur jadi ajang ngabuburit. Miris.

Ambruknya Bukit Urug Hanafi di Kampung Babakan Caringin, Desa Cikangkareng, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Rabu ( 2/9/2009 ) mengundang perhatian warga di beberapa daerah. Begitu mereka mendengar ada kejadian, banyak warga berdatangan ke lokasi kejadian. Kedatangan warga yang ingin menyaksikan langsung tempat kejadian dan proses evakuasi menjadi tak terbendung. Aktivitas tim SAR gabungan yang bekerja keras melakukan pencarian puluhan korban yang tertimbun longsor menjadi tontonan warga.

Ribuan warga setiap harinya terus mengalir silih berganti datang, memadati kawasan sekitar lokasi. Mereka datang dengan berjalan kaki, menggunakan sepeda motor hingga mobil. Selain membuat semrawut lokasi, kedatangan mereka seringkali merepotkan petugas. Ruas jalan menuju lokasi menjadi padat oleh kendaraan yang parkir.

Kehadiran warga sering merepotkan dan mengganggu kerja petugas yang melakukan proses evakuasi. Petugas dibuat kewalahan mengaturnya. Berkali-kali berupaya menyingkirkan warga, namun upaya itu hanya berhasil sesaat. Warga kembali ke lokasi seperti main kucing-kucingan dengan petugas.”Kami bukan hanya menghimbau, tetapi sudah beberapa kali melarang warga mendekat ke lokasi. Susah, mereka dilarang di sebelah sini, bukannya pulang, eh malah pindah ke tempat lain,”ujar Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kab.Cianjur, Darojat Ali, Senin ( 7/9/2009 ).

Padahal lokasi masih cukup rawan, beberapa kali terdengar suara gerakan tanah dari bukit tak membuat khawatir warga. Mereka berlarian ketika mendengar suara gemuruh berasal dari gerakan tanah di atas bukit. Namun tidak kapok. Begitu situasi mereda, mereka perlahan kembali mendekat ke lokasi. Beberapa warga yang ditemui di lokasi, mengaku sengaja datang untuk menyaksikan proses pencarian korban.”Ya, ingin tahu saja, melihat sendiri lokasi kejadian dan proses pencarian. Jadi tidak hanya dari informasi,” kata Neneng, warga Tanggeung yang datang ke lokasi beramai-ramai. ( PR, 8/9/2009 ).

Rumah adat Cikondang versus gempa Jawa ? Tak sedikitpun rusak.

Rumah adat Cikondang tak bergeming diguncang gempa. Kearifan lokal yang membanggakan.

Rumah adat Cikondang tak rusak diguncang gempa. Kearifan lokal yang membanggakan.

Rumah adat di Cikondang yang terletak di RT 003 RW 03 Kp.Cikondang, desa Lamajang, Kec. Pangalengan, kabupaten Bandung, masih berdiri kokoh, kendati daerah tsb terkena dampak gempa berkekuatan 7,3 SR yang terjadi Rabu ( 2/9/2009 ). Kearifan lokal mencuat dari bangunan berwarna coklat sederhana itu, seakan menjawab tantangan, tak goyah diterjang gempa.

Tak seperti ratusan rumah di sekitarnya yang retak hingga ambruk akibat gempa, rumah berukuran 12 x 8 meter tsb, berdiri tegak seperti biasa. Nyaris tak ada yang berubah. Atapnya beralaskan ijuk, dengan dinding gedeg. Tak ada kerusakan, selain faktor usia bangunan dan minimnya perawatan, yang telihat pada 5 jendela yang menghiasi dinding, dan satu pintunya. Begitu pula pada 9 saregseg yang berdiri kokoh pada setiap jendela.

“Waktu gempa kemarin, gentingnya juga tidak jatuh satu pun, tidak ada yang rusak,”ucap Iin Dasyah ( 74 ), sesepuh kampung adat Cikondang. Kalimat Iin memang beralasan, bentuk rumah panggung yang diusung, memang menjadikan konstruksinya fleksibel sehingga tahan gempa.”Keistimewaan rumah panggung memang anti gempa. Kalau orang dulu itu kan tidak mewah, jadi waktu itu ada pantangan, jangan membuat rumah dari batu, karena berbahaya kalau ada gempa,” tutur Iin. Penggunaan genting juga dinilai tabu oleh Iin.”Genting kan terbuat dari tanah. Kalau orang dulu punya pemikiran, masih hidup kok dikubur di bawah tanah,” ucap Iin sambil tersenyum.

Kampung Cikondang sendiri merupakan kampung adat yang terletak di kaki gunung Tilu. Rumah adat Cikondang adalah peninggalan leluhur bernama Ma Empuh yang hidup di abad ke-16. Keberadaan kampung ini dilindungi Undang2 no.5 tahun 1992 tentang Situs dan Benda Cagar Budaya. Hingga tahun 1942, jumlah rumah adapt beratap ijuk di kampung ini ada 60 rumah. Namun, kebakaran besar di tahun itu telah menghanguskan 59 rumah adat lainnya. Hanya satu yang tersisa dan bertahan hingga kini.

Hengki Ashadi, pakar bangunan tahan gempa dari Universitas Indonesia, setuju jika konstruksi seperti rumah adat Cikondang tak goyah diterjang gempa.”Bahkan kalau dilihat-lihat, seluruh rumah adat di Jawa Barat itu sebenarnya tahan gempa. Itu menunjukkan bahwa sesepuh kita sangat mengerti keadaan alam sekitarnya,” ucap Hengki.

Modernitas dan kebutuhan urban, membuat masyarakat kian jauh dari niat melestarikan rumah adat. Padahal detail konstruksi rumah modern bisa dipelajari dari rumah adat. Salah satu caranya dengan menggunakan atap ringan, dinding jangan menempel pada tiang utama, beri jarak 2 cm, agar ada ruang fleksibel jika rumah digoyang gempa. ( PR, 7/9/2009 )

Gempa tanpa korban jiwa. Bata terlemah, beton bertulang terkuat hadapi gempa.

Bisakah tukang2 “tradisional” membuat bangunan tahan gempa ? Bisa ! Itu ditegaskan Suwandojo Siddiq, professor riset ahli bidang struktur bangunan dan teknologi gempa dari Puslitbang Permukiman. Dalam mengantisipasi gempa bumi, bangunan yang sudah ada maupun yang belum, harus disiasati agar menjadi tahan gempa. Bagi bangunan baru, harus didesain menggunakan bahan2 yang daktail atau ulet. Daktail adalah istilah dalam dunia pergempaan, yaitu kemampuan menahan daya berulang-ulang tanpa rusak. Hindari menggunakan bahan2 yang berat dan tidak daktail.

RISHA ( Rumah Instan Sederhana Sehat ) dirancang tahan gempa.

RISHA ( Rumah Instan Sederhana Sehat ) dirancang tahan gempa.

Pasangan bata sangat tidak daktail. Dari seluruh bahan bangunan, yang paling tidak tahan gempa adalah pasangan bata. Sedangkan yang paling bagus ( tahan gempa ) adalah beton bertulang. Kemudian, diantara keduanya ada kayu. Namun, pasangan bata dan juga conblock, yang perilakunya sangat jelek terhadap gempa ( gampang roboh ), jika dikawinkan dengan besi atau beton tulangan ( bisa tulangan dari kayu ) jadi bagus juga. Itu yang disebut reinforce masonry. Seperti kaca yang tidak mudah pecah karena diberi bingkai.

Jelas peneliti senior yang punya inisial resmi Swd ini, prinsipnya ; gaya yang menarik ditahan oleh besi, yang menekan ditahan pasangan bata. Sebab, pasangan bata kuat tekan, tidak kuat tarik. Besi kuat tarik, tidak kuat tekan. NES ( non engineer structure ) adalah bangunan rakyat yang dikerjakan tukang2 biasa. Kalau terpaksa menggunakan pasangan bata, pada pojok-pojoknya dipasang besi. Idealnya, setiap 8 m2 ada kolom. Misal, dinding setinggi 3 meter dipasang kolom tiap 2,5 meter. Dengan begitu, kalau terjadi gempa tidak roboh. Gempa itu sendiri tidak membunuh. Bangunan robohlah yang banyak menewaskan manusia. Kalau kolomnya kayu, antara kayu dengan pasangan bata dipasang angker, dengan besi 6 mm dan panjang ½ meter.

Pada bangunan tinggi, kesalahan banyak terjadi pada sistem detail tulangan. Kuncinya, pada join-joinnya, pertemuan kolom dan balok, di dalamnya harus ada sengkang yang berfungsi sebagai penguat, penahan join. Sayang sekali, banyak bangunan bertingkat yang tidak bersengkang.”Bangunan STIE Yogya roboh kenapa ? Tidak ada sengkangnya. Tapi coba perhatikan gedung UII Yogya, tidak ada yang retak, strukturnya utuh, kenapa ? Karena ada sengkang atau begelnya, yang dipasang dengan benar,” ungkap Swd.

Toko2 roboh karena tidak semetris kekakuan dan kekuatan kolomnya

Satu hal yang harus diperhatikan, bidang2 bangunan harus simetris. Banyak bangunan yang bagian belakang rapat berdinding, tetapi bagian depannya los tanpa dinding. Kalau terjadi gempa, bangunan seperti itu akan terpelintir. Itu sebabnya, banyak toko yang roboh saat gempa.

Tetapi bukankah toko memang harus dibuka bagian depannya ? Buatlah kekakuan di bagian depan seimbang dengan bagian belakang. Buatlah kolom beton di pojok2 bagian depan. Yang terpenting adalah kesimetrisan antar kekakuan dan kekuatan kolom, tambah Swd memberi solusi.

Gempa tidak membunuh, kelalaian manusia adalah pembunuhnya.

Gempa di Yogyakarta waktu itu sekitar 150 gal. Ukuran gempa dalam kaitannya dengan bangunan memakai Gal, yaitu percepatan dalam satuan cm/ detik2. Ukuran Skala Richter adalah energi yang dilepas di sumber gempa, sedang getarannya yang sampai ke lokasi dihitung dengan satuan Gal. Kekuatan gempa di Padang, Sumatera Barat, beberapa waktu lalu, sekitar 200 gal. Hendaknya bangunan2 yang ada di mana saja saat ini dicek, bagian mana yang belum sempurna disempurnakan, mengingat wilayah Indonesia sangat rawan gempa.

Korban gempa tektonik Yogya tahun 2006 dengan 5,9 SR

Korban gempa tektonik Yogya tahun 2006 mencapai 5,9 SR

Seharusnya gempa tidak perlu menelan korban jiwa. Ketika gempa di Tanto, Jepang, tahun 1919, jatuh korban 150.000 meninggal dunia. Namun ketika terjadi gempa lagi 80 tahun kemudian, tidak ada yang meninggal. Yang luka pun hanya 2 orang. Padahal bangunannya makin tinggi.

Dengan kekuatan gempa sebesar di Yogyakarta waktu itu, seandainya bangunan2 didirikan secara benar, berapa persen kira2 resiko dapat terkurangi ? “O, Insya Allah, kalau ada gempa segede itu pun tidak akan terjadi apa2,” kata Suwandojo menyakinkan. ( Kiprah )

Dan gempa Jawa Barat, Rabu ( 2/9/2009 ) lalu, menelan korban tewas lebih dari 82 orang, ribuan orang luka, ratusan ribu rumah dan sekolah rusak. Jika gempa tidak membunuh, maka kelalaian manusia mengantisipasi gempa ( diantaranya membuat bangunan tahan gempa dan mengetahui cara yang benar mengevakuasi diri ), yang menjadi biang keladi korban tak perlu itu.

Written by Savitri

9 September 2009 at 19:08

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

Pulau Pasir dicaplok Australia. Pulau Jemur, Mangudu, Dana Rote, Batek dalam incaran.

leave a comment »

Macaroni, Siloinak, Kandui : resor sewa/ kontrak bukan pulau. Perbaiki iklannya.

Hukum nasional Indonesia tidak membenarkan seorang warga negara asing ( WNA ) memiliki pulau di wilayah hukum Indonesia.”Kasus pengiklanan pulau merupakan wewenang Departemen Dalam Negeri dan pemerintah daerah, tapi Deplu memastikan bahwa hukum nasional tidak memungkinkan warga asing memiliki pulau di Indonesia,”kata jubir Departemen Luar Negeri, Teuku Faizasyah di Jakarta, Jumat ( 28/8/2009 ).

Ia dikonfirmasi mengenai kabar penjualan 3 pulau di Sumatera Barat melalui internet. Sampai saat ini, situs web www.private-islandonline.com, masih menawarkan penjualan 3 pulau di kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumbar, dilengkapi gambar fasilitas resor ( tempat peristirahatan ) di pulau itu.

Pulau Siloinak, seperti yang diiklankan situs asing.

Pulau Siloinak, seperti yang diiklankan situs asing.

Direktur Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan ( Dirjen P2SKP ) Aji Sularso seusai melakukan rapat koordinasi dengan pemda Sumbar, menyimpulkan tidak benar adanya isu penjualan 3 pulau di Mentawai karena resor yang berada di 4 pulau besar di Mentawai, dan bukan merupakan pulau.

Pulau Siloinak merupakan pulau kecil yang juga melekat pada Pulau Siberut, barat daya Mentawai dengan luas sekitar 8 hektar. 3 resor yang dikatakan pulau dan ditawarkan untuk dijual melalui situs web, meliputi Macaroni Resort yang terdapat di Pagai utara, ditawarkan seharga 4 juta dolar dengan luas 6 hektar. Resort Siloinak terletak di Siberut barat daya, dihargai 1,6 juta dolar dengan luas sekitar 8 hektar, sedangkan Kandui Resort juga di Siberut barat daya, ditawarkan 8 juta dolar. Wabup Mentawai, Yudas Sabaggalet menyatakan, resor statusnya disewakan dan dikontrakkan.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, pemerintah dan masyarakat tidak berhak menjual pulau karena menjual pulau berarti memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ).”Pulau merupakan bagian territorial NKRI. Jika pulau kecil bisa dijual ke pihak lain, nanti pulau Jawa dan Kalimantan juga bisa dijual,” kata Sultan menanggapi iklan penjualan 3 pulau di kabupaten Kepulauan Mentawai di internet. Meski demikian, Sultan meminta iklan penjualan pulau di internet itu diselidiki dulu kebenarannya sehingga masalahnya jelas.

Menurut Sultan, 2 tahun lalu juga ada iklan penjualan sebuah pulau, tapi setelah diselidiki, faktanya bukan dijual melainkan penawaran Hak Guna Bangunan ( HGB ) kepada investor yang berminat menanamkan investasi di pulau tsb.”Seharusnya agar tidak menimbulkan salah paham, iklan di internet itu tidak ditulis dijual, karena pengertian dijual itu semuanya, yakni pulau dan isinya, yang berarti dilepaskan semua.”

Sementara itu, gubernur Jawa Timur, Soekarwo, melaporkan adanya isu penjualan Pulau Sitabok, kecamatan Sapeken, kabupaten Sumenep, Madura, kepada Menteri Dalam Negeri ( Mendagri ) dan Menteri Kalautan dan Perikanan. Pada dasarnya seluruh pulau di Indonesia milik negara dan tidak boleh diperjual belikan, katanya. ( PR, 29/8/2009 )

Lebih enak hidup di kota.

Saya mewakili keluarga yang pindah dari kota Bandung ke kabupaten Bandung. Antara tahun 1994-2003, saya sekeluarga tinggal di kota Bandung dengan menempati rumah kontrakan. Karena tidak terbeli tanah di perkotaan, saya memutuskan membeli di daerah kabupaten yang harganya agak murah dan membangun rumah kecil di daerah pinggiran dekat kota Bandung, tepatnya di Cijotang ( Awiligar ) sekitar tahun 2004.

Saya mulai membesarkan dan menyekolahkan anak saya. Untuk SD, di kabupaten sudah ada, tetapi untuk SLTP dan SLTA kebanyakan sekolah berada di kota. Meski sama2 Bandung, hidup di kabupaten dengan di kota banyak perbedaan. Contohnya :

  • Dari SD mau ke SLTP, di kabupaten sudah keluar NEM, tetapi harus tes lagi. Sedangkan di kota hanya perlu NEM.
  • Program yang dilakukan untuk para keluarga, seperti konversi gas, di kota semua diberi. Sedangkan di kabupaten, banyak ekonomi menengah ke bawah tidak mendapatkannya, seperti dipilah-pilah ( tidak sama rata ).
  • Program keringanan biaya sekolah untuk anak2 sekolah negeri atau swasta, di kota ada yang namanya Bawaku Makmur dan bagi yang membawa SKTM langsung disetujui oleh pihak sekolah. Tetapi kalu SKTM –nya dari kabupaten, sepertinya tidak berlaku dan tidak disetujui.

Jadi, menurut saya, enak hidup di kota. Program bantuan untuk masyarakat kecil juga berbagai kemudahan untuk menunjang sekolah, lebih diperhatikan dan diutamakan. Semoga kabupaten Bandung bisa mengikuti dan mewujudkannya. Juga seluruh program yang menyangkut kepentingan masyarakat bisa dicapai atau dinikmati seluruh warga Bandung, baik di kota maupun di kabupaten. Bagi warga kabupaten Bandung, mencapai segala sesuatu lebih jauh perjalanannya, baik ke sekolah, rumah sakit, pasar maupun tempat umum lainnya. ( Sumarni/ PR, 25/8/2009 )

Pulau Pasir dicaplok Australia. Pulau Jemur, Mangudu, Dana Rote, Batek dalam incaran.

Sengketa perbatasan antara Indonesia dan Malaysia di berbagai tempat merupakan peringatan bagi wilayah perbatasan lainnya di Indonesia. Perlu ada keseriusan pemerintah dalam menyikapi persoalan tsb, jangan sepelekan persoalan klaim beberapa pulau oleh Malaysia, dengan dalih sedang ada perundingan atau diplomasi. Karena ketidaktegasan ini akan berdampak pada perbatasan lain di Indonesia.

Dalam konteks wilayah perbatasan, beberapa pulau di perbatasan sangat rentan terhadap gangguan keamanan dan rawan dicaplok negara lain. Misalnya posisi NTT cukup rawan karena sejumlah pulau terluarnya juga berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Australia yang tidak tertutup kemungkinan diklaim sebagai bagian teritori negara tetangga. Lalu, Pulau Pasir yang merupakan ladang kehidupan para nelayan tradisional Indonesia, akhirnya jatuh ke tangan Australia karena lemahnya diplomasi Indonesia dalam mengklaim wilayah teritorinya. Lepasnya Pulau Pasir ini luput dari perhatian publik.

Selain itu, Pulau Batek di wilayah Amfoang Utara, kabupaten Kupang yang berbatasan langsung dengan wilayah kantong Timor Leste, Oecusse, juga sempat diklaim oleh Timor Leste sebagai teritorinya karena jaraknya cukup dekat dengan Oecusse. Gugusan pulau kecil itu sedang dalam pengamanan aparat TNI dari Yonif 744/ Satya Yudha Bhakti ( SYB ), pasukan organik milik Korem 161/ Wirasakti, Kupang.

Pulau Batek yang sempat diklaim Timor Leste

Pulau Batek, kabupaten Kupang, yg sempat diklaim Timor Leste. Tidak hanya Malaysia saja yg tergiur mencaplok wilayah Indonesia, Australia dan Timor Leste juga.

Pengamanan yang sama juga dilakukan TNI atas Pulau Mangudu di Sumba timur, serta Pulau Dana Rote di kabupaten Rote Ndao yang sempat dikelola menjadi pulau wisata oleh pengusaha pariwisata dari Australia. Kabar terbaru adalah klaim Malaysia atau Pulau Jemur di kawasan Rokan Hilir, Riau.

Mengapa negara tetangga begitu gemar mencaplok wilayah kita ? Karena kita tidak mau mengurus dan mengelola dengan baik maka pulau2 yang berpotensi kekayaan alam dan obyek wisata tsb akan tetap menjadi incaran negara tetangga. Untuk itu, jangan sampai kita terlena dan cukup menerima permintaan maaf dari negara tetangga yang telah menginjak-injak martabat dan kedaulatan bangsa. Jadikanlah ini peringatan dan introspeksi bangsa bahwa sesungguhnya ketidakmampuan kitalah yang membuat negara tetangga selalu merongrong dan melecehkan kita. ( Slamet Subagyo/ PR, 7/9/2009 )

Komen A.Savitri :

3 tulisan di atas ( penjualan pulau di internet, tidak/ kurang enak hidup di luar kota, dan klaim pulau oleh negara tetangga ) berkaitan erat. Sumarni mengeluhkan dianaktirikan warga luar kota. Bayangkan jika ia di luar pulau Jawa atau bahkan pulau2 yang jauh, berbatasan dengan negara tetangga. Ketimpangan perhatian akan kian terasa. Saya melihat tayangan di televisi, warga pesisir di utara Sulawesi lebih intens berhubungan dengan koleganya di Filipina. Keluar masuk perbatasan bukan hal yang aneh. Mereka pun merasa hajat hidupnya lebih terurus di negeri seberang daripada negeri sendiri.

Anda bisa bayangkan hal itu juga terjadi pada warga Sipadan Ligitan sebelum akhirnya mereka direngkuh Malaysia, nyaris tanpa hambatan psikologis sebagai bangsa Indonesia yang berkewajiban menjaga keutuhan NKRI. Toh, tak ada manfaat yang mereka peroleh dari negeri sendiri selama ini, pikir mereka pragmatis. Perut lapar, ngurus KTP susah. Bagaimana otak bisa diisi dengan ilmu kebangsaan dan ketrampilan hidup ? Sekolah juga susah, jauh, mahal, tak terjangkau. Lembaga pelatihan dan lapangan kerja tidak ada. Simbol negara dan perhatian pemerintah juga sangat kurang di daerah mereka. So ? Good bye.

Pemerintah Australia, seingat saya, pernah mendorong warganya juga para migran untuk tinggal di wilayah2 yang selama ini tak berpenghuni. Mereka menyediakan infrastruktur dan sarana standar yang diperlukan untuk hidup di wilayah2 terpencil itu. Mereka ingin menjaga keamanan wilayahnya dari susupan asing, baik itu teroris, perompak, pelintas batas/ imigran gelap, dsb. Saya pikir, pemerintah Indonesia bisa melakukan hal semacam itu. Kirim lulusan pertanian, perhotelan, arsitektur, perguruan, broadcasting, agama, militer, kedokteran, dsb, ke pulau2 terluar Indonesia itu untuk magang selama 5 tahun, sepertihalnya dokter muda magang di puskesmas2 sebelum diijinkan membuka praktek sendiri. Sediakan infrastruktur dan sarana standar di sana.

Para eks tapol Pulau Buru ( tahun 1969-1976 ), seperti Soekiman ( mantan pendeta ), Hersri Setiawan ( pengarang ), A.Solihin ( petani ), Dariun ( aktivis buruh ), yang telah berjasa mengubah rawa menjadi lahan pertanian yang subur, gudang beras bagi Maluku, akan senang bisa membantu generasi muda, sekaligus direhabilitasi nama baiknya. Menurut mereka, sampai sekarang tidak ada ucapan terima kasih dari negara yang telah salah menangkap mereka. Banyak rekan mereka tewas dalam kelaparan, penembakan dan penyiksaan.  ( “Cerita Kelabu Pulau Buru”, Metro Files, MetroTV, 6/9/2009 )

Presiden SBY & Ani Yudhoyono memulai panen raya di Pulau Buru. Jasa eks tapol mengubah rawa menjadi lahan subur

Presiden SBY & Ani Yudhoyono memulai panen raya di Pulau Buru. Mengubah rawa menjadi lahan pertanian subur, dirintis eks tapol Pulau Buru. Sudahkah negara berterima kasih ?

Daripada pulau2 terluar itu dikelola orang asing, lebih baik digarap bangsa sendiri yang telah jelas merah putih di dadanya. Toh, generasi kami yang akan mewarisinya kelak. Pulau2 terluar itu juga bisa jadi tempat kuliah lapangan untuk sekolah pariwisata. Hasil pengelolaan tempat wisata itu sebagian besar masuk kas negara untuk membeli pesawat tempur dan kapal patroli untuk mencegah Malaysia, Singapura, terus melakukan illegal fishing dan illegal logging di perairan dan hutan kita. Menggetarkan mereka, juga Australia, Timor Leste agar tidak coba2 lagi mengklaim pulau dan khasanah budaya Indonesia.

Saya ingat ucapan Mario Teguh, Minggu malam ( 6/9/2009 ) di MetroTV ; pilih pimpinan singa atau domba ? Meski bawahannya singa2 yang garang2, bondo nekad semua, tapi kalau pimpinannya domba yang takut-takut maka kelompok ini akan kalah dengan kelompok domba yang dipimpin singa yang pemberani dan nekad. Orang yang kurang berani adalah orang yang kurang bermanfaat. Apakah pak Mario sedang mengibaratkan pemimpin kita dengan pemimpin negara tetangga ?

hit counters
hit counter

Written by Savitri

9 September 2009 at 17:25

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

Desain arsitektur kota merespon pemanasan global

with 4 comments

Pemanasan global menjadi isu lingkungan signifikan dewasa ini. Diakibatkan akumulasi gas rumah kaca, meningkatnya penggunaan bahan bakar fosil ( minyak, batubara dan gas ) dan berbagai kegiatan pembangunan. Berdampak pada peningkatan pemanasan suhu bumi yang bermuara pada kenaikan muka air laut. Perlu langkah2 antisipatif untuk menghindarinya, diantaranya melalui desain arsitektur dan kota berkelanjutan yang responsif terhadap global warming.

Indonesia, negara maritim dan kepulauan terbesar di dunia. Memiliki sekitar 17.500 pulau, dengan sekitar 75 % luas wilayahnya ( 5,8 juta km2 ) terdiri lautan dengan garis pantai sepanjang 81.000 km. Karena global warming, pulau2 kecil akan tenggelam, plus daratan rendah yang kita diami. Dengan asumsi kemunduran garis pantai 50 meter, maka Indonesia akan kehilangan lahan seluas 400.000 hektar. Masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas pantai dipastikan merugi.

Ruang terbuka di Vientianne, Laos.

Ruang terbuka di Vientianne, Laos.

Desain arsitektur yang responsif

Desain arsitektur berkonstribusi pada pemanasan global, karena masih banyak yang menggunakan penghawaan, pendinginan dan pencahayaan buatan yang menyerap banyak energi. Faktanya, 37 % energi di AS diserap oleh bangunan untuk 3 keperluan tsb. Strategi efektif untuk menunda global warming adalah dengan melakukan efesiensi energi, melalui desain arsitektur yang adaptif terhadap lingkungan, dengan memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alami, serta penggunaan bahan bangunan yang ramah lingkungan. Norbert M.Lechner melakukannya dengan pendekatan sbb :

  • Penghindaran beban : Arsitektural bangunan dirancang untuk meminimalisir kehilangan panas di musim dingin, memperkecil peningkatan panas di musim panas dan memanfaatkan cahaya secara efesien.
  • Mengoptimalkan penggunaan energi : Menggunakan tenaga alami dengan sistem pemanasan, pendinginan dan pencahayaan pasif.
  • Pemilihan piranti engineering system yang tepat : Perangkat mekanikal dipilih yang lebih banyak menggunakan sumber tenaga yang dapat diperbaharui/ daur ulang agar dapat menangani sisa beban dari pendekatan pertama dan kedua.

Ketiga pendekatan tsa memungkinkan para arsitek menyediakan penghawaan dan pencahayaan bangunan dengan meminimalkan pemakaian energi serta memaksimalkan keberlanjutan, seperti yang terdapat dalam sustainable “green” design dan photovoltaic.

Menghijaukan atap

atap hijau di New York, mampu menyejukkan udara dan mengurangi efek urban heat island.

Atap hijau dari vegetasi di New York, mampu menyejukkan udara dan mengurangi efek urban heat island.

Untuk mengurangi temperatur udara di kota2 besar bisa dengan greening the top pada bangunan. Menurut Candice Lim, atap hijau menyejukkan udara, mengurangi efek urban heat island ( suhu panas kota mempengaruhi wilayah desa, terutama karena bertambahnya permukaan keras yang menyerap radiasi matahari ) dengan mengurangi suhu permukaan atap melalui bayangan dan evapotranspiration ( saat uap air sejuk dipancarkan oleh penguapan tanah dan saat tanaman bernafas ).

Atap hijau memiliki nilai isolasi lebih tinggi serta membutuhkan lebih sedikit energi untuk mendinginkan bagian dalam gedung. Menurut studi Badan Penelitian dan Pengaturan Lingkungan Pemerintah Kanada, gedung satu lantai dengan atap rumput medium setinggi 10 cm akan menurunkan 25 % kebutuhan pendinginan di musim panas. Riset di Tokyo menunjukkan atap hijau ( green roofs ) dapat menurunkan 25 % biaya pemanasan dan pendinginan gedung. Beberapa negara maju, seperti Jepang, sudah mensyaratkan atap hijau untuk meredusir panas perkotaan dan pencemaran udara. Chicago memberi insentif pada pemilik yang memasang atap hijau di gedungnya.

Kearifan arsitektural tradisional

Arsitektur tradisional yang tersebar di seluruh pelosok nusantara, mengandung kekuatan filosofi, nilai sosial budaya, sejarah, tradisi serta kearifan dalam bersinergi dengan alam. Tercermin dari tampilan arsitektur, lay out ruang, penggunaan elemen arsitektur, bukaan serta bahan bangunan yang ramah lingkungan. Filosofi arsitektur tradisional patut menjadi rujukan dalam merancang arsitektur masa kini dan mendatang.

Belajar dari alam

konsep rumah rayap pada Eastgate Center, Zimbabwe, yang berprinsip pendinginan pasif.

Konsep rumah rayap pada Eastgate Center, Zimbabwe, yang berprinsip pendinginan pasif.

Belajar konsep pendinginan bangunan pasif dari rumah rayap yang menyalurkan panas dengan saluran vertikal dan lorong horizontal dalam bangunan serta bantalan udara di atas dan bawah bangunan. Terkait dengan aspek ; orientasi bangunan, material, tipe bukaan dan teduhan, konstruksi bawah tanah, pendinginan terisolasi, pendinginan dengan penguapan, ventilasi alam, dll.

Permukiman tepi air

Potensi fisik kepulauan Indonesia yang dilingkupi air memungkinkan pengembangan konsep permukiman di tepi atau atas air ( terapung ). Contohnya, permukiman tepian sungai di Kalimantan yang memaksimalkan potensi sungai, urat nadi kehidupan masyarakat. Rekayasan teknis seperti di Dubai Island juga tengah dikembangkan.

Palm Island, Dubai.

Palm Island, Dubai.

Aspek penataan ruang

PP no.47 tahun 1997 tentang RTRWN dan UU no.26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang menjadi sangat penting karena memuat kebijaksanaan pola dan struktur wilayah nasional masa mendatang. Studi mendalam tentang isu global warming seperti kenaikan muka air laut dan banjir, menjadi masukan penting RTRWN, utamanya pengembangan kawasan pesisir yang paling terkena dampak kenaikan muka air laut. Disusul RTRW provinsi, kabupaten dan kota.

Kota berkelanjutan

Menurut Budihardjo dan Sujarto, kota berkelanjutan adalah kota yang dalam perkembangan dan pembangunannya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat kini, mampu berkompetisi dalam ekonomi global, dengan tetap mempertahankan keserasian lingkungan, vitalitas sosial, budaya, politik, pertahanan, keamanan, tanpa mengabaikan atau mengurangi kemampuan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhan mereka. Lima prinsip dasar yang diperlukan ; environment ( ecology ), economy ( employment ), equity, engagement dan energy, artinya memiliki basis ekonomi yang kuat, lingkungan yang serasi, tingkat sosial yang setara penuh keadilan, peran serta aktif masyarakat dan pemangku kepentingan, serta konservasi energi yang terkendali baik. Beberapa aspek yang berpengaruh antara lain ; land use, sistem transportasi dan ruang terbuka hijau.

Mixed land use

Penggunaan lahan campuran menjadi strategi yang perlu terus dikembangkan. Seperti kota yang kompak ( compact city ), yakni kota yang kompleks permukimannya terintegrasi dengan tempat bekerja, dilengkapi fasilitas sosial ( fasilitas kesehatan, pendidikan, tempat ibadah, dll ) dan fasilitas umum ( pusat perbelanjaan, ruang2 publik, dsb ), didukung infrastruktur perkotaan yang baik sehingga sangat efesien dalam melakukan pergerakan. Saat ini kota2 besar dihadapkan permasalahan kemacetan lalu lintas yang berimbas pada meningkatnya polusi dan pemborosan energi.

Transportasi umum & sepeda

Transportasi umum yang nyaman, aman dan terjangkau harus terus dikembangkan ( seperti busway, riverway, subway, trem, monorail ) sehingga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Penggunaan sepeda perlu didukung dan dikembangkan dengan menyediakan jalur khusus sepeda dan trotoar yang ramah terhadap pejalan kaki.

Ruang terbuka hijau ( RTH )

RTH di kota2 besar berfungsi menyejukkan udara, estetika kota, ruang bersantai bagi warga, mengurangi volume dan laju air hujan. Berkurangnya RTH berimbas kenaikan suhu udara perkotaan. UU no.26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, menyebutkan bahwa, proporsi RTH minimal 30 % dari luas wilayah kota, terdiri RTH publik ( 20 % ) dan RTH privat ( kebun/ taman/ tumbuhan di halaman kantor, rumah, gedung ). RTH publik meliputi taman kota, pemakaman umum, jalur hijau sepanjang jalan, sungai dan pantai. Proporsi 30 % adalah ukuran minimal untuk menjamin keseimbangan sistem hidrologi, sistem mikroklimat, maupun sistem ekologis lain, yang meningkatkan ketersediaan udara, air bersih yang diperlukan masyarakat dan estetika kota.

pemanfaatan sungai untuk sarana transportasi air ( riverway ) di Copenhagen, Denmark.

Pemanfaatan sungai untuk sarana transportasi air ( riverway ) di Copenhagen, Denmark.

Fenomena global warming telah kita rasakan melalui peningkatan suhu udara, kenaikan muka air laut yang membenamkan sebagian wilayah pesisir, dan banjir ( air dari pusat kota yang menuju laut balik lagi ke kota karena permukaan laut sudah meninggi ). Bencana alam makin sering terjadi dan makin hebat. Namun, kita bisa mencegahnya berlanjut dengan ;


  • mengelola lingkungan dengan baik,
  • memanfaatkan energi secara bijak melalui desain arsitektur dan kota yang hemat energi,
  • mengembangkan riset mendalam terkait global warming dan dampaknya untuk strategi pengembangan wilayah kota dan pesisir, serta
  • penggunaan teknologi tepat guna.

Komitmen kuat dan partisipasi aktif semua pihak menjadi kunci utama keberhasilannya.

( Taufan Madiasworo/ Kiprah )

free html visitor counters
hit counter

Written by Savitri

2 September 2009 at 21:02

Ditulis dalam Ragam

Tagged with , , ,

Linmas, pelindung masyarakat & keamanan kota

leave a comment »

Pengantar A.Savitri :

Menjelang hari raya Idul Fitri, biasanya ada ketukan di pintu rumah. Seorang paruh baya menyodorkan map meminta sumbangan lebaran. Ia mewakili rekan-rekannya yang berseragam hijau yang acap kali terlihat hilir mudik di lingkungan perumahan kami. Hansip dulu namanya, Linmas kini sebutannya. Rasanya, kami sudah ditarik iuran keamanan tiap bulan oleh ketua RT. Rasanya, pencurian spion mobil, burung peliharaan, pot bunga, ember2 plastik, dll, juga tetap berlangsung. Saya mengernyitkan dahi, bagaimana seharusnya bersikap.

Ingatan itu muncul ketika terbit tulisan yang mengupas kehidupan anggota Linmas. Saya tak tahu mereka seuzur itu, sebagian. Saya bayangkan, Noordin M.Top atau Saefuddin Juhri yang sampai hari ini tak kunjung tertangkap oleh anggota Densus 88 yang muda nan gesit itu, bertemu dengan Dulah ( 70 ) atau Ekoy ( 67 ), anggota Linmas. Apa mereka cukup jelas melihatnya, cukup cerdik bersiasat dengannya, cukup berani melaporkannya dan cukup kuat menangkapnya ? Ketika ditanya soal teroris, mereka mengaku siap dan kuat. Ya, semangat memang tetap 45. Selebihnya, Allah yang mengurus.

Tugas membekuk teroris adalah tanggung jawab semua pihak. Polri sudah mengerahkan Densus 88 Anti Teroris. TNI berupaya memback-up jika diperlukan. Polresta Cimahi membentuk siskamling dengan mitra kamtibmas dan radio breaker. Anggota Linmas dengan semangatnya, berupaya sebisanya. Ormas Islam berusaha menjembatani umat dan aparat dengan pengertian jihad yang benar, Islam yang sejuk. Sehingga tak saling alergi dan menyakiti yang kontra produktif terhadap stabilitas negeri dan kekompakan bangsa. Televisi menayangkan wajah2 most wanted itu tiap hari, berharap pemirsa tanggap dan memberitahu keberadaan pelaku teror itu jika melihatnya. Kita semua waspada, dan berharap ketegangan segera berakhir.

Peran Linmas diperlukan untuk mengendus anggota jaringan teror. Soal kehilangan benda yang masih terjadi, sepertinya di luar jangkauan kemampuan mereka. Terlebih honornya tak seberapa. 100 ribu per 3 bulan ( ah, masak sekecil itu ? ). Saya harus ekstra memeras otak, dan menemukan cara sendiri mencegah kehilangan barang di lingkungan kami, apalagi menjelang lebaran. Iuran THR yang mereka terima, saya tempatkan sebagai apresiasi kami pada anggota Linmas yang telah mengabdi pada bangsa dan negara, meski dengan cara yang paling sederhana. Selamat bertugas, pak Linmas !

Linmas, pelindung masyarakat & keamanan kota

Barisan Linmas siap mengabdi pada negara.

Barisan Linmas siap mengabdi pada negara.

Susunan gigi lelaki itu sudah tidak lengkap. Gigi taring dan serinya, beberapa diantaranya sudah tanggal. Ketika dia tersenyum, orang bilang dia ompong. Maklum usianya sudah senja. Namun, dengan seragam hijau pakaian dinas lapangan ( PDL ), lelaki itu terlihat gagah. Apalagi dilengkapi topi, sepatu tentara, serta pangkat linmas di dadanya.

Dialah Dulah, kakek 70 tahun, yang tengah melaksanakan tugas kenegaraan. Dulah bersama 20 rekannya sedang mengamankan jalannya kegiatan Lomba Itik Nasional di Kp.Pajajaran, Desa Pangauban, Kec.Batujajar, Kab.Bandung Barat. Dia tergabung dalam linmas Desa Pangauban.

Acara tsb merupakan bagian rutinitas dirinya sebagai hansip ( pertahanan sipil ) yang kini disebut linmas ( perlindungan masyarakat ). Biasanya, kakek yang hidup seorang diri itu melakukan piket seminggu sekali bergiliran degan rekan sejawatnya.”Kalau tak ada kegiatan, saya biasanya jadi buruh tani di sawah atau kebun orang,” katanya polos.

Pekerjaan buruh tani dilakoni Dulah karena pekerjaan linmas bukan pekerjaan yang bisa diandalkan untuk menopang hidup. Titel pelindung masyarakat bagi dia dan semua rekannya, merupakan wujud pengabdian kepada negara dalam tindakan yang paling sederhana.

Hampir serupa dengan Dulah, Ekoy ( 67 ) juga mengalaminya. Uang yang diterima limnas bukanlah gaji. Setiap 3 bulan, ia mendapat uang Rp.100.000,- Kakek bercucu 6 ini menutup kebutuhan dapurnya dengan menjadi buruh tani atau menggembala domba. Ia berharap ada kenaikan penghargaan bagi linmas. Meski begitu, kedua kakek itu menegaskan, peranan mereka bukan hanya untuk mengejar materi, melainkan suatu kebanggaan karena dipercaya untuk mengabdi pada negara. Ketika ditanya soal masuknya teroris ke wilayahnya, kedua anggota linmas itu serentak menjawab mereka siap dan masih kuat mewaspadai hal itu.

Data dari Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat ( Kesbang Polinmas ) Kab. Bandung Barat, saat ini di sana terdapat sekitar 16.500 anggota linmas yang terdaftar. Momon Suherman, Kesbang Polinmas, tak memungkiri usia rata2 linmas tsb di atas 40 tahun. Darya Sugangga, kepala desa Cipatat, sependapat. Di desanya, terdapat puluhan anggota linmas berusia tak muda lagi, meski beberapa tergolong belia.

Dengan segala keterbatasannya, para linmas setia mengamankan lingkungan setiap saat. Disadari atau tidak, merekalah garda terdepan keamanan negeri ini. ( PR, 3/8/2009 )

Mitra kamtibmas & polisi menjaga keamanan ruang2 publik, dengan radio ( RPU ).

Masyarakat di wilayah hukum Polresta Cimahi, kini dapat memberi informasi tentang suatu kejadian melalui radio pancar ulang ( RPU ). Lebih mudah. Tak perlu datang ke polisi untuk melapor. RPU dapat menampung aspirasi dan informasi dari masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres kota Cimahi ( kota Cimahi, Kab.Bandung Barat, Kec.Margaasih Kab. Bandung ).

“Informasi yang disampaikan masyarakat pengguna RPU, langsung dapat diterima anggota Polres Cimahi yang bertugas di posko kamtibmas selama 24 jam,” ujar Kapolresta Cimahi, Ajun Kombes Purwolelono, saat ditemui dii sela2 uji coba mitra kamtibmas di Polresta Cimahi. Masyarakat dapat mengakses RPU dengan mendaftar terlebih dahulu ke polres atau polsek setempat, sambil menyerahkan fotokopi KTP yang masih berlaku serta tidak dipungut biaya. Mereka yang bergabung akan disebut mitra kamtibmas Polresta Cimahi. Untuk mengakses RPU, mitra kamtibmas diharuskan menyetel radionya sesuai nama repeater kambtibmas yang disediakan Polresta Cimahi, yaitu output : 151.900, input : 157.950, duplek : 6050, dan tone 100.0.

Masyarakat yang menjadi sasaran uji coba RPU, adalah mereka yang berada di objek2 vital terjadinya kriminalitas, misalnya lokasi wisata, perusahaan, bank dan depo Pertamina. Setiap kelompok siskamling dianjurkan memiliki minimal satu RPU. Saat ini, sudah sekitar 700 warga dari berbagai kalangan, mendaftarkan diri sebagai mitra kamtibmas.”Saya perkirakan akan mencapai 2000 orang yang menjadi mitra kamtibmas,” kata Purwo.

Untuk memudahkan, masyarakat mitra kamtibmas dan anggota polisi dilarang menggunakan sandi2 kepolisian ketika mengudara, agar masyarakat yang mendengarkan dapat langsung mengetahui dan mengerti apa yang sedang terjadi. Bertema “Komunikasi Terjalin, Kamtibmas Terjaga”, Purwo berharap adanya RPU dapat lebih mempererat hubungan masyarakat dengan polisi sebagai pengayom masyarakat. Tidak perlu ada kecanggungan antara masyarakat dengan polisi. Hal terpenting adalah bagaimana menjalin kerja sama demi terciptanya kamtibmas.

Hadirnya RPU disambut baik berbagai kalangan. Juni Atmanto ( 42 ), warga Kec.Cisarua Kab.Bandung Barat, mengatakan, ia sudah lama berkecimpung di dunia breaker radio. Mendengar adanya RPU dari Polresta Cimahi yang bisa diakses masyarakat, ia menyatakan akan bergabung.”Dengan RPU, kita bisa saling menginformasikan kejadian yang ada di sekitar kita. Selain itu, kita juga bisa membantu polisi untuk lebih cepat mengetahui apa yang terjadi di masyarakat.” Keberadaan RPU diharapkan bisa menjadi penghubung antara polisi dan masyarakat. Selama ini, menghubungi polisi saat ada kejadian sangat sulit. ( PR, 3/8/2009 )

4/8 s.d 5 September 2009 keringanan pajak kendaraan bermotor ( PKB ), BBNKB & SWDKLLJ

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan intensifikasi Penagihan PKB/ BBNKB secara terpadu.

  • Menurut Peraturan Gubernur Jawa Barat no.87 tahun 2009 tentang Keringanan dan/ atau Pembebasan Pokok Pajak Serta Sanksi Administrasi Pajak Kendaraan Bermotor ( PKB ) dan Sanksi Administrasi Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor ( BBNKB ) tanggal 31 Juli 2009.
  • Pemberian keringanan dan/ atau pembebasan pajak terdiri dari :
  • a.Pokok dan atau denda/ sanksi Administrasi Pajak Kendaraan Bermotor ( PKB ).
  • b.Denda atau Sanksi Administrasi Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor ( BBNKB )
  • Pemberian keringanan dan/ atau pembebasan SWDKLLJ ( Jasa Raharja ) terdiri dari :
  • a. Denda/ sanksi administrasi SWDKLLJ untuk tahun lalu.
  • b. Denda/ sanksi administrasi SWDKLLJ untuk tahun berjalan tetap dikutip penuh.
  • Kebijakan pemberian keringanan dan / atau pembebasan pokok pajak serta sanksi administrasi PKB, sanksi administrasi BBNKB dan sanksi administrasi SWDKLLJ diberikan kepada seluruh wajib pajak kendaraan bermotor yang terdaftar pada Kantor Bersama Samsat se-Jawa Barat.
  • Pemberian keringanan dimulai tanggal 4 Agustus s/d 5 September 2009

Iklan layanan masyarakat ini disampaikan oleh Polda Jabar, Pemprov Jabar, Jasa Raharja. ( PR, 3/8/2009 )

free html visitor counters
hit counter

Written by Savitri

2 September 2009 at 20:40

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

Raka Motor : bengkel mobil tokcer & terjangkau

with one comment

RAKA Motor

Jl.Cibatu Raya no.54, Antapani, Bandung

( dari arah Jl. Jakarta, terus, lalu belok persis sebelum terminal angkot Antapani )

Bengkel RAKA Motor, cukup luas untuk mengamati pak Yuli memperbaiki mobil anda.

Bengkel RAKA Motor, cukup luas untuk mengamati pak Yuli memperbaiki mobil anda.

Melayani :

Test Nozzles

Service Bospom

Tune Up

Turun Mesin

Service Kaki2

Ganti Oli

Spare Part

Cat mobil

Untuk mobil merk Suzuki, Daihatsu, Hyundai, Toyota dan Honda. Untuk mesin bensin maupun solar/ disel.

Buka : Senin s.d Sabtu, jam 09.00 – 17.00

Plang Raka Motor, terlihat dari tepi jalan Cibatu Raya, Antapani, Bandung.

Plang Raka Motor, terlihat dari tepi jalan Cibatu Raya, Antapani, Bandung.

RAKA Motor : Tokcer, terjangkau, jujur

Saya kenal Pak Yuli, pemilik bengkel ini sejak tahun 1995. Ayah, ibu, kakak saya sudah lebih dulu mengenalnya. Ya, bengkel pak Yuli, bengkel keluarga kami. Mobil jeep Taft, Suzuki Jangkrik, Suzuki Jimny, Honda Life, Hi-Jet, Daihaitsu Charade, Suzuki Amenity kami, sudah merasakan tangan dinginnya. Suatu hari, mobil saya mogok di jalan yang tak dilewati angkot. Tak dinyana Pak Yuli berkenan datang, memperbaiki kerusakan dengan beberapa alat saja. Tak lama, mobil kembali tokcer dan melaju. Seperti ketok magic.

Saya pernah mencoba bengkel lain. Studi banding. Naasnya, hampir seharian saya menunggu. Menjelang tutup, saya disodori bon Rp.250.000,-, ongkos menghilangkan bunyi mesin yang tak biasa. Belum seminggu, bunyi itu terdengar lagi. Makin keras. Saya putuskan kali ini ke bengkel Yuli. Tak sampai 2 jam Pak Yuli berkutat di bawah kap mesin dibantu asistennya, mesin mobil sudah normal kembali. Senangnya lagi, saya cuma disodori bon Rp.75.000,- Bunyi yang saya kuatirkan pun tak pernah muncul lagi.

Kesimpulannya, harga bengkel Yuli cukup bersaing. Akalnya juga banyak untuk menyiasati aneka kerusakan mobil. Ibaratnya, dengan obeng, tang dan sebatang kawat saja, Pak Yuli sudah bisa menyelamatkan anda dalam kondisi darurat di tempat antah berantah. Pak Yuli juga rendah hati, sederhana dan santun. Meski ada kekurangan soal menepati waktu ( kurang  on time ) namun ia termasuk montir handal. Yeah, nobody perfect … but he’ s okay.

Soal didatangi Pak Yuli, anda jangan terlalu berharap. Pak Yuli diperlukan di bengkel untuk memimpin 8 anak buahnya mereparasi mobil para pelanggan. Waktu di Muararajeun, mobil2 itu sampai meluber ke jalan. Saking banyaknya. Di tempat baru, Raka Motor, areanya lebih luas, sehingga cukup nyaman bagi anda memarkir kendaraan dan memperhatikan kegiatan perbaikan mobil anda.

Yah, setelah berlangganan cukup lama seperti saya, mungkin anda dikejutkan oleh kehadirannya ( bukan asisten yang dia utus untuk menjawab panggilan s.o.s anda ). Ketegangan langsung sirna. Anda boleh duduk2 menikmati semangkok bakso hangat dan sebotol teh dingin dari pedagang yang lewat, seraya memperhatikan keahliannya memperbaiki mesin mobil.

Pak Yuli bisa menjadi jaminan kembali tokcernya mobil anda. RAKA Motor, tempatnya.

Written by Savitri

2 September 2009 at 20:32

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

Rp 2,46 trilyun dibuang kemacetan lalulintas. Saran anda ke Bappeda ?

leave a comment »

Kemacetan di Pasteur, Bandung, sudah tradisi. Khusus weekend, jalan2 di Bandung milik kendaraan orang2 Jakarta yang tumpah ruah di pusat perbelanjaan dan tempat wisata kuliner. Yah, nasib..

Kemacetan di Pasteur, Bandung, sudah tradisi. Khusus weekend, jalan2 di Bandung seolah milik kendaraan orang2 Jakarta yang tumpah ruah di pusat perbelanjaan dan tempat2 wisata kuliner. Yah, nasib..

Warga kota Bandung sangat merugi oleh buruknya sistem transportasi. Sektor transportasi menyumbang 66,34 % emisi gas buang, kata Kasubbid Infrastruktur dan Prasarana Kota pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda ) kota Bandung, Gingin Ginanjar, Rabu ( 5/8/2009 ). Data tsb merupakan hasil kajian konsultan Bappeda kota Bandung yang disampaikan dalam Focus Grup Discussion ( FGD ) mengenai perumusan visi misi dan isu strategis kota Bandung, Senin ( 3/8/2009 ).

Berdasarkan kajian tsb diketahui, pada jam sibuk, kemampuan bergerak kendaraan di jalan2 kota Bandung hanya 15,71 km/ jam. Akibatnya, bahan bakar yang digunakan lebih banyak dan setiap 8,6 jam sekali terjadi kecelakaan. Kerugian yang dialami tidak sedikit. Jika dikonversikan dengan nilai uang, tiap tahun kota ini merugi Rp 2,46 trilyun.


Dosen Bidang Transportasi UPI, Supratman Agus mengungkapkan, kapasitas pelayanan jalan ( LoS ) di kota Bandung lebih besar dari 0,8. Artinya, kecepatan kendaraan di jalan kurang dari 25 km/ jam. Wakil wali kota Bandung, Ayi Vivananda mengatakan, pertumbuhan jalan di kota Bandung sangat tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan. Tiap tahun jumlah kendaraan bertambah sekitar 15 %, sedangkan penambahan jalan hanya 0,7 %.


Apabila tak ada perbaikan, kota Bandung dikhawatirkan akan lumpuh dan mandek. Oleh karena itu, Pemkot Bandung sedang berupaya mereformasi sistem transportasi. Salah satunya dengan menyusun masterplan transportasi kota Bandung. Diharapkan masterplan ini nantinya menjadi acuan bagi semua pihak untuk melaksanakan perannya masing2 dalam proses reformasi untuk menciptakan sistem transportasi kota Bandung yang nyaman, katanya.


Reformasi sistem transportasi kota Bandung, tidak hanya pada aspek fisik, seperti struktur jaringan jalan, manajemen lalu lintas, dan pelayanan angkutan umum. Namun, juga aspek non fisik seperti pengaturan, kelembagaan, pendanaan dan perilaku pengguna jalan.


Dalam penyusunan masterplan tsb, Bappeda kota Bandung melakukan pendekatan partisipatif sehingga masyarakat dapat ikut berperan dengan memberikan saran dan ide mengenai sistem transportasi yang cocok bagi kota Bandung. Gingin berharap masterplan yang disusun melalui pendekatan ini, dapat mewakili keinginan masyarakat, memiliki legitimasi, dan juga komitmen dari publik untuk melaksanakannya.


Masyarakat dapat menyampaikan idenya melalui situs Bappeda, yakni ;

www.Bandung.go.id/BappedaKotaBandung,

e-mail : master-plan-transport@yahoo.com,

dan melalui situs pertemanan Facebook : Masterplan Transportasi

( PR, 6/8/2009 ).


Bandung dapat 1 juta USD dari Perancis untuk Manajemen Transportasi


Indonesia mendapat hibah dari pemerintah Perancis sebesar 690.000 euro ( 1 juta dolar AS ) yang dialokasikan untuk rencana pembuatan sistem transportasi publik terpadu Bandung Metropolitan Area. Perjanjian hibah dilakukan oleh Dirjen Pengelolaan Hutang, Rahmat Waluyanto dan Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Philipe Zeller di kantor Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banten, Jakarta, Rabu ( 15/7/2009 ).


Hibah tsb untuk bantuan jasa konsultasi pembenahan transportasi publik di Bandung. Menurut Zeller, bantuan ini adalah salah satu program pengembangan hubungan ekonomi Perancis kepada negara2 berkembang seperti Indonesia.”Saya juga terkejut dengan kemacetan lalu lintas di Bandung, apalagi di hari kerja saat saya berkunjung ke sana,”ujar Philipe menyatakan kesannya mengenai lalu lintas Bandung.


Direktur Direktorat Bina Sistem Transportasi Darat Departemen Perhubungan, Elly Sinaga mengakui memang kondisi lalu lintas Bandung sangat parah.”Memang terlambat membuat masterplan Bandung, tapi kita berusaha agar selesai Desember ini, sehingga nanti kemacetan bisa diselesaikan,”katanya.


Rahmat mengatakan, selama ini sudah banyak pinjaman yang diberikan pemerintah Perancis kepada Indonesia, diantaranya ; technical assistance to the air traffic control center di Makasar sebesar 1,3 juta USD. Rehabilitation drainage system of Banda Aceh sebesar 36,8 juta euro dan climate change program loan sebesar 200 juta USD. Pemerintah juga ditawari pinjaman dan hibah dari Perancis untuk Bandung Urban Railway Transport Development sebesar 10 juta USD, tapi masih dalam pembahasan, ujar Rahmat.


Wakil walkot Bandung, Ayi Vivananda mengucapkan rasa syukurnya.”Tentu saja Pemkot sangat senang dengan bantuan ini karena apabila terealisasi, bantuan tsb akan sangat membantu untuk mengatasi kemacetan di kota Bandung,”katanya. Sekitar 2 minggu lalu, pemerintah Perancis melalui kedutaan besarnya bersama konsultan SNCR International ( kelompok pengelola angkutan umum utama di Perancis ) telah mempresentasikan hasil penelitiannya mengenai manajemen transportasi kota Bandung, yang dilakukan Juni lalu.


Angkutan umum di Perancis.

Angkutan umum di Perancis.

Rencana Induk Angkutan Umum Terintegrasi untuk Kawasan Studi Metropolitan Bandung dipresentasikan bersama direktur bina sarana transportasi perkotaan Departemen Perhubungan RI dan Dishub Jabar di Pemkot untuk membantu Pemkot Bandung membenahi transportasi di kota Bandung.

Mereka juga berharap, hasil penataan ini dapat mengatasi tata transportasi di Bandung Metropolitan Area yang meliputi kota Bandung, kabupaten Bandung, kota Cimahi, kabupaten Sumedang dan kabupaten Bandung Barat. Tujuannya, mengevaluasi sistem pelayanan yang bisa diterapkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Saat ini Pemkot Bandung tengah menyusun master plan dan membahasnya bersama akademisi. Master plan ini mengatur secara menyeluruh sarana transportasi, ujar Ayi. ( PR, 16/7/2009 )

free html visitor counters
hit counter

Written by Savitri

26 Agustus 2009 at 19:35

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 39 pengikut lainnya.