Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Bahaya laten ‘nafsu tamak’ bernama korupsi

leave a comment »

Ideologi ‘nafsu tamak’ merusak kondisi bangsa karena kekayaan nusantara tak terasa habis dikeruk. Kemiskinan terus meningkat, pengangguran di mana-mana, dendam sosial dalam bentuk tindak kriminal menjadi-jadi. Jika komunisme dapat memberi pengaruh pada yang bukan komunis, demikian juga korupsi dapat memberi pengaruh pada yang belum pernah korupsi.

Kita lihat betapa repotnya KPK mengorek keterangan dari para pelaku korupsi ; eksekutif, birokrat, legislatif, yudikatif dan mereka yang seharusnya menjaga martabat bangsa. Komunisme bisa menyusup kantong-kantong masyarakat miskin, karena yang diperjuangkannya adalah melawan perbedaan kelas. Korupsi mudah menyelusup pada orang2 yang ingin cepat kaya raya, tidak ingin hidup biasa2 saja.

Lihatlah pemilihan legislatif 9 April 2009. Para caleg berlomba meraih suara. Tidak sedikit dana yang dikeluarkan. Setelah terpilih tentu mereka berhitung untuk bisa mengembalikan dana yang terpakai. Di sinilah, sebagian orang bisa terjangkiti korupsi. Ini bahaya laten yang kian mengerikan di Indonesia, karena akan kian sulit memberantasnya. ( Diro Aritonang/ PR, 19/3/2009 )

Iklan

Written by Savitri

28 Maret 2009 pada 15:14

Ditulis dalam Ragam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: