Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Braga dibongkar gedung kunonya.

with 4 comments

Gedung bekas toko meubel Korona dan toko Kero di Jl. Braga no.67, Bandung kini rata dengan tanah. Gedung cagar budaya itu dibongkar sejak Februari 2009, mulai dari belakang, sedikit demi sedikit. Rencananya akan dibangun hotel. Kepala Museum Konferensi Asia Afrika, Isman Pasha mengaku terkejut ketika 2 hari lalu ia melihat bagian depan mulai dihancurkan. Apalagi saat ini Bandung tengah menuju kota KAA dan Braga merupakan bagian dari rencana tsb.

Penulis buku Braga ; Jantung Parijs van Java mengatakan pemerintah kota tidak serius dan hanya berwacana merevitalisasi Jalan Braga. Pemkot mestinya bisa menjalin kerjasama dengan komunitas pencinta heritage untuk melestarikan jalan tsb. Bukan hanya perbaikan jalan, tetapi membenahi semua bagian agar jalan tsb nyaman bagi pedestrian dan semua pihak.

Anggota DPRD kota Bandung, Lia Noer Hambali mengatakan, pembongkaran tsb tidak seharusnya dilakukan. Bagaimana bisa hanya jalan yang direvitalisasi, sedangkan bangunan bersejarah yang ada di sana justru dihilangkan, diganti bangunan baru yang tak sesuai dengan konsep Jl.Braga. Perda Cagar Budaya harus segera dibuat untuk mengantisipasi hal seperti ini terulang. Saat ini hanya adan UU. Tetap dibutuhkan perda untuk pelaksanaannya. ( PR, 19/3/2009 )

Suasana Braga

Suasana Braga

Suasana Braga tempo dulu

Suasana Jalan Raya Pos tempo dulu


Iklan

Written by Savitri

28 Maret 2009 pada 15:29

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

4 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. @ Fariza N.F :
    Letaknya di Jalan Braga, Bandung. Mungkin tahun 1984, karena waktu saya ke sana akhir November 2009 untuk motret2, rasanya fasad-nya sudah berubah. Tidak begitu lagi. Mungkin disamarkan dengan plang toko. Bangunan kuno banyak yang tak terawat. Pemiliknya sering mengaku tak punya biaya dan keahlian untuk merawat bangunan kuno. Ada teknik dan aturan khusus yang berbeda dengan merawat bangunan biasa. Sering, bangunan antik letaknya di pusat kota yang dibebani pajak tinggi. Sehingga sebagian memilih membiarkan hingga roboh sendiri. Lembaganya ada. Bandung Heritage yang LSM. Depbudpar yang resmi/ pemerintah. Perda Cagar Budaya Kota Bandung akhir 2009 sudah disahkan. Tapi masih perlu juklak-nya. Masih perlu juga, partisipasi aktif dari segenap masyarakat untuk menjaga kelestarian bangunan2 antik ini.
    Mungkin dengan insentif keringanan pajak, konsultasi gratis dan lain2 dari pemerintah, para pemilik lebih terdorong merawat bangunan antik miliknya. Bahwa, jika bangunannya direnovasi, juga kawasan direvitalisasi dengan benar, fulus akan menghampirinya. Jadi, nggak tekor terus. Sama2 …

    anisavitri

    21 Januari 2010 at 09:15

  2. mau nanya, gambar yang ke-1 itu dimana sama kapan?
    terus, kenapa bangunan kuno ngga di rawat?
    ada lembaganya apa ngga?
    makasih…

    Fariza N.F

    20 Januari 2010 at 08:57

  3. @ Agus :
    Sayangnya, kemarin terjadi lagi. Kali ini menimpa kolam renang Tjihampelas, di samping Ciwalk. Perda Cagar Budaya kota Bandung tak kunjung disahkan, akibatnya begini. Jatuh korban lagi. Bandung Heritage sudah melarangnya, tapi toh tetap dibongkar. Saya pikir, masyarakat sekitar mesti lebih melek baca & punya kepedulian besar pada keberadaan bangunan2 kuno. Mereka juga mesti diuntungkan sehingga ada rasa memiliki.
    Tugas lembaga2 pelestarian & institusi pemerintah takkan berhasil jika tanpa dukungan penuh dari masyarakat.Warga sekitar bisa menekan pemilik bangunan & pemkot jika mulai melenceng dari peraturan/ kesepakatan yg telah dibuat bersama. Salah satu misi blog saya adalah membuat masyarakat lebih mengenali & mencintai kotanya.Termasuk bagian2 antiknya.
    Trims komennya.

    anisavitri

    4 Agustus 2009 at 17:49

  4. ini semua terjadi karena uang berbicara, orang” yang bersangkutan gelap mata jika sudah melihat angka yang besar. Mereka rela mengeluarkan izin bongkar bangunan untuk dijadikan bangunan baru. Semoga tidak terjadi lg hal spt ini..
    Para pemimpin tlg bantu selamatkan Bandung dari tangan” jahil..

    Agus

    31 Juli 2009 at 12:31


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: