Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Bencana Situ Gintung : ‘tsunami’ dalam kota akibat pengabaian konservasi alam.

with 2 comments

Situ Gintung, Banten

Situ Gintung, Banten

Air sebanyak 1,5 juta m3 menggenangi kompleks perumahan Jumat ( 27/3/2009 ) jam 2 pagi WIB, bak tsunami. Padatnya permukiman sampai memenuhi bantaran sungai yang mestinya berfungsi mengalirkan air buangan dari saluran pengelak ( spillway ). Saat dibangun 100 tahun lalu, Situ Gintung luasnya 31 hektar, dibangun Belanda untuk mengairi persawahan.

Sejak tahun 1970-an kawasan pulau dan satu tepi Situ Gintung dimanfaatkan sebagai tempat wisata alam dan perairan. Kini ‘mangkuk’ Situ Gintung tinggal 21 hektar ( wawancara staf PU di televisi 29/3/2009 luasnya dulu sempat 38 hektar ) sehingga ketika hujan deras selama 2 hari, tak mampu lagi menampung limpahan air sehingga tanggul dari urugan tanah itu jebol dan menelan banyak korban jiwa. 200 bendungan di Jakarta juga berkarakter sama, dari urugan tanah, karena kepulauan Indonesia kebanyakan berasal dari tanah muda yang tidak kuat menahan beton untuk bendungan.

Pencarian korban bencana

Pencarian korban bencana

Alat berat seperti backhoe dan excavator di datangkan dari Departemen Pekerjaan Umum ke lokasi bencana jebolnya tanggul Situ Gintung, Tanggerang, Banten hingga hari ke-4 Senin ( 30/3/2009 ) untuk mencari dan mengevakuasi jenazah. Korban tewas 98 jiwa, hilang mencapai 100 orang.

Tim SAR Gabungan Bencana Situ Gintung yang diketuai Rully Mawardi terdiri 200 orang dari sekitar 15 unsur yang terbagi dalam 4 tim. Kendala yang dihadapi, anggota masyarakat, tak ingin tanahnya dikeruk begitu saja sehingga menghilangkan batas tanah mereka terhadap tanah lain. Selain itu, jalan menuju lokasi dipadati pengunjung yang menonton ( sebagai wisata bencana. Nau’udzubillah.. sudah tipiskah rasa solidaritas, empati, nurani sebagian masyarakat kita ? ) sehingga menyulitkan jalannya evakuasi.

Menurut Koordinator Posko Bantuan Utama Bencana Situ Gintung, Rahmat Salam, jumlah pengungsi sekarang 450 orang ; di Fakultas Hukum UMJ ( 56 ), Fakultas Kedokteran ( 63 ), RW 8 ( 45 ), Departemen Sosial ( 82 ), Balai Kota ( 204 ). Total 319 rumah yang rusak. Di kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta ada 10 gedung yang rusak dengan nilai kerugian sekitar 10 milyar rupiah. PR II UMJ, M.Yusuf mengatakan,”Para pengungsi ini mau dikemanakan ? Warga yang kehilangan rumah bagaimana, kami berharap pemerintah bisa segera menyampaikan langkah mereka selanjutnya.” Ia meminta agar pengungsi di UMJ bisa segera dipindahkan agar proses belajar mengajar bisa dimulai Senin ( 6/4/2009 ).

Insinden menimpa warga yang hendak menonton proses evakuasi korban. Narmi ( 49 th ) patah tulang setelah menuruni tanjakan licin. Ia mengalami benturan keras pada tangan kirinya saat terjerembab hingga menyebabkan fraktur terbuka, kata kepala Puskesmas Ciputat Timur, drg Maya Mardiana. Sutradara senior TVRI, Oscar Anwar kehilangan istri dan 4 anaknya tewas dalam musibah ini. ( PR, 31/3/2009 ).

Saat musibah ini terjadi, pengelolaan bencana masih berkutat pada aspek responsif dalam upaya rehabilitasi pasca bencana. Langkah mengantisipasi bencana, kalau pun ada, sifatnya parsial dan tambal sulam. Tahun 2008, Situ Gintung mengalami rehabilitasi, namun hanya penguatan tepi situ sebagai pengamanan longsor.

Seharusnya, pengelolaan bencana mulai menerapkan paradigma preventif untuk antisipasi dan mitigasi bencana untuk mengurangi resiko. Tingginya potensi bencana perlu disikapi dengan peningkatan kapasitas masyarakat untuk mengenali dan mengatasi resiko serta melatih kesiapsiagaan. Namun lemahnya konsistensi pemerintah dan tanggung jawab memelihara lingkungan mendatangkan bencana banjir dan tanah longsor silih berganti.

Mulailah menjaga ekosistem dan tekan egoisme mengeksploitasi alam. ( PR, 29/3/2009 ).*** Jelaslah, perubahan peruntukan semula dari persawahan menjadi pemukiman, apalagi padat penduduk, plus wisata alam, tanpa pembersihan danau dan pemeliharaan lingkungan, termasuk kondisi fisik tanggul sekeliling situ, berujung pada bencana mengerikan. Berkaca pada pengalaman buruk itu, Situ Cisanti lebih diperhatikan dan dirawat. Kisahnya di bawah ini.***

Mencegah pendangkalan Situ Cisanti dengan pembersihan gulma.

Tak seperti hari2 biasanya, suasana di Situ Cisanti, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Rabu ( 13/5/2009 ) cukup ramai. Situ sub daerah aliran sungai ( DAS ) Cisarea yang mengalir ke sungai Citarum biasanya memikat 100 pengunjung dalam seminggu, hari itu 100 orang serempak mengunjunginya untuk 4 tugas berbeda. Peserta “Ngamumule Leuweung jeung Walungan” yang diselenggarakan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan ( KPH ) Bandung Selatan itu terdiri dari unsur pemerintah daerah, pelajar, lembaga swadaya masyarakat ( LSM ), petugas Perhutani dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan ( LMDH ).

Mereka bertugas membersihkan area di sekitar lokasi danau dan wilayah menuju pintu masuk area wisata itu, menanam 30 batang pohon disekitar danau sebagai penghijauan dan membersihkan danau. Pembersihan danau dilakukan dengan menaiki perahu yang terbuat dari rangkaian ban, membersihkan sampah2 plastik, mengenyahkan gulma yang banyak mengapung di permukaan danau. Gulma jika dibiarkan begitu saja akan mendangkalkan danau, kata Lies Bahunta, Administratur/ Kepala KPH Bandung Selatan. Debit dan kualitas air Citarum akan menurun. Gulma di Situ Cisanti kini tinggal sekitar 10 % dari keseluruhan danau yang luasnya 7 hektar.

Upaya2 yang dilakukan kali ini diharapkan dapat menurunkan tingkat bahaya erosi di beberapa sub DAS Citarum yang tengah dalam kondisi berat dengan laju sedimentasi 4 juta ton per tahun. Lies akan berupaya melaksana kegiatan pembersihan dilaksanakan secara berkesinambungan tiap bulannya, selain menuntaskan penanaman lahan Perhutani. Luas KPH Bandung Selatan saat ini 55.446 hektar, 286 hektar diantaranya masih berupa lahan terbuka. ( PR, 14/5/2009

Memancing di Situ Cisanti.

Memancing di Situ Cisanti. Hati2 jangan mengotori danau yang mengakibatkan pendangkalan.

Turut belasungkawa

Turut belasungkawa pada para korban jebolnya Situ Gintung. Semoga tidak terjadi pada warga di sekitar situ2 yg lain.

Iklan

Written by Savitri

1 April 2009 pada 20:08

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Bencana Situ Gintung menjadi perhatian kita semua. Semoga korban dan keluarganya dimudahkan Allah dalam menghadapi musibah ini. Dengan doa anda dan saya. Trims tanggapannya.

    anisavitri

    19 Mei 2009 at 16:56

  2. sbagai tentara jalanan berjaket merah,bertopi baret,kami berbela sungkawa buat banten

    erik

    19 Mei 2009 at 10:44


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: