Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Orang baik mangsa psikopat

with 2 comments

Tidak ada pemerkosaan atau pembunuhan ketika si korban berbuat tidak baik”, terang penulis ‘The Gift of Fear’ pada ratu talk show, Oprah Winfrey. Ya, korban umumnya bersikap baik dan ramah, sehingga pelaku bernyali dan leluasa  memperalat dan menyiksanya.

Hiih…ngeri jadi orang baik sekarang ini. Tak aman lagi, menampakkan ketulusan dan kemurahan hati. Para psikopat makin lihai menyamarkan keburukan. Bisa naas ujung-ujungnya. Niatnya menularkan kebaikan. Menebar senyum. Salah-salah malah psikopat yang terpikat menerkam anda. Agama memerintahkan kita melakukan kebajikan. Bersikap welas asih. Tapi, bagaimana kalau harta dan nyawa kian sulit dipertahankan. Dilematis, kan ? Pastilah kita tak ingin mati konyol.

Rangkaian perilaku menyimpang diputar di layar kaca bak medley horor. Sebilah pisau daging ditetak si master ke leher si pacar yang menolak kawin dengannya. Sepucuk pistol ditodongkan mantan suami ke kepala polwan cantik karena kebelet memperkosa. Seorang bocah pria terpaksa pasrah disodomi pacar ibunya ketika ditinggal di rumah, hampir setiap hari. Seorang wanita dicabik-cabik wajahnya hingga tak berbentuk oleh suami, tak lama setelah turun putusan pengadilan yang melarang si pelaku KDRT mendekati istrinya dalam radius sekian meter.

Di TPA, sesosok pria tampan membuang jasad istrinya yang tengah hamil tua usai ia eksekusi, sebelum bercinta dengan wanita selingkuhannya dengan wajah cerah seolah tak terjadi apa-apa. Lelaki gaek dengan tangan dingin membantai empat anak kandungnya setelah si istri menggugat cerai. Tiga hari setelah sengaja menghentikan asuransi, seorang penggila harta bunuh diri dengan meninggalkan segunung hutang dan tagihan, agar si istri yang tiap hari disiksanya secara verbal dan fisik, tak sanggup membayar dan dipenjara. Masih hangat di memori, Ryan, penjagal dari Jombang tanpa sesal menghabisi 11 orang, diantaranya dimutilasi. Mantan teman wanita yang sering meminjami uang, beruntung enggan diajak ke Gombang suatu hari. Bisa ditebak nasibnya, jika ia mengiyakan.

Ryan, penjagal dari Jombang, dijatuhi hukuman mati.

Ryan, penjagal dari Jombang, dijatuhi hukuman mati.

Orang-orang menyeringai itu berjalan di sekitar kita. Siapa yang bisa kita andalkan, jika orang terdekat kita mendadak menjelma predator ganas ? Tuhan dan diri sendiri. Bagaimana ?

SINYAL PSIKOPAT

Kenali sinyalnya. Menurut American Psychiatric Association, seorang psikopat sudah tak berfungsi hati nuraninya. Ia tak merasa bersalah atau menyesal, kepribadiannya tak matang, menuntut kepuasan segera, tak bisa belajar dari pengalaman, tak mampu merencanakan masa depan, hanya memikirkan keinginannya saat ini di sini, tak paham soal etika, tak bertanggung jawab, impulsif, egois, tak mempertimbangkan konsekuensi tindakannya, paranoid, suka cari sensasi, merusak, bertindak semaunya, menentang norma masyarakat, pandai mengelabui orang dengan bicara dan muka manis sebelum mengeksploitasi korbannya, berperilaku agresif jika stres, menolak otoritas dan disiplin, menantang kewibawaan orang tua, guru, polisi atau pemerintah, pintar berdusta dan tak pernah kehabisan alasan jika kepepet.

Dr.Hervey Cleckley menjelaskan, psikopat bisa tampak intelek, cerdas secara akademik, mengesankan, penuh perhatian, sangat pede dan pintar merayu. Jika anda memutuskan hubungan, si dia bisa merusak diri sendiri dan orang lain, mengancam bunuh diri, membunuh anda atau orang-orang yang anda sayangi.  Bila belangnya ketahuan, ia segera memasang wajahnya inosen, tak berdosa. ‘Bunglon’ kelas wahid. Anda gemas, orang ber-EQ jongkok,  skill living-nya hampir nol, jadi penebar teror ?

Tambahan dari Dr Robert Hare ; psikopat secara kasat masa bisa terlihat menarik, berlaku seperti orang normal. Namun jika anda cermati, mereka bisa kepergok dari empat karakter khasnya, yaitu anti sosial, sulit ditebak, pintar bersandiwara dan luar biasa egois ! Pemberontak jenis ini tak stabil dalam hubungan interpersonal, citra diri, serta selalu bertindak menuruti hawa nafsu. Tak peduli perbuatannya salah atau benar, mengganggu orang atau tidak. Ia juga pendendam. Sedikit saja anda bikin kesalahan, seumur hidup akan diingat dan diungkitnya. Emosinya tak terkendali, meledak-ledak, selalu ingin menarik perhatian orang.

‘Bayi emosional’ ini anehnya, selalu ingin dikagumi, padahal empatinya minim. Maunya, dialah satu-satunya lelaki dalam hidup anda ( jika anda ia anggap kekasihnya ). Hanya dia yang boleh anda puja. Orang psycho juga manipulatif, mudah frustasi dan bergaya hidup parasit.

Bagi yang sudah berpasangan, perhatikan apakah pasangan anda rajin memonitor anda ? Setiap jam ia telepon cari tahu detil kegiatan anda, menanyakan anda bersama siapa dst. Bila tak dijawab ia akan meneror anda.  Apakah ia berbohong tentang masa lalunya ?  Ketika membicarakan mantan-mantannya, ia selalu memposisikan dirinya sebagai obyek penderita. Ia akan membual tentang mantan-mantannya yang bermasalah, bagaimana ia disakiti oleh mereka. Ia suka membajak keluarga dan teman anda untuk nonton atau menelpon mereka selama berjam-jam. Sepertinya ia ingin tahu tentang anda, padahal sebenarnya ia sedang mengumpulkan ‘amunisi’ untuk ‘menembak’ anda suatu saat nanti jika anda tak menuruti kemauannya. Ia suka berdebat di muka umum, bertengkar mengkritisi anda di depan keluarga dan teman. Sikapnya susah ditebak. Bisa tiba-tiba marah, meneriaki anda tanpa alasan, sedetik kemudian berlaku supermanis, persis musang berbulu domba. Ia rajin bohong, tentang apa saja, besar kecil, terkadang tanpa alasan. Ia suka menginterogasi anda, seperti anda tak pernah benar di matanya. Ia ingin tahu mengapa anda terlambat 10 menit lalu menginterogasi anda semalaman untuk memuaskan keingintahuannya. Ia suka memata-matai anda, dimulai dengan menginvasi privasi anda, mengecek email, telepon, bahkan berkunjung diam-diam ke kantor dan rumah untuk cari tahu apa ada lelaki lain dalam hidup Anda. Ia cemburu berlebihan. Tak tahan melihat anda dekat lelaki lain meski itu cuma teman anda.

Jika ia memperlakukan anda di bawah jati diri anda, itu sinyal pelaku KDRT ( Kekerasan Dalam Rumah Tangga ). Lima tahap KDRT ; pertama, ia akan memanipulasi anda dengan bersikap lembut dan romantis pada awalnya. Kedua, ia menjadi cemburuan, posesif, tak percaya, ngecek sana sini alias paranoid. Ketiga, ia mulai mengecilkan anda dengan kata-kata hina dan perlakuan kasar. Keempat, ia mengontrol dan mengendalikan anda. Kelima, ia mengucilkan anda dari teman dan keluarga anda. Jika semua sinyal ini ada padanya, berhati-hatilah. Siapkan ‘sekoci’ untuk keadaan darurat, karena psikopat tak pernah puas, kurvanya  akan naik terus hingga mencetuskan KDRT atau pembunuhan. Statistiknya, 1 dari 3 wanita di Amerika mengalami KDRT dari suami atau kekasihnya. 30 %  kematian wanita di sana karena dibunuh pasangan. Kematian wanita akibat KDRT lebih banyak daripada narkoba, kecelakaan lalulintas dan kanker digabung menjadi satu. Jadi, jika anda ingin panjang umur, selain nutrisi sehat dan rajin olahraga, perhatikan semua sinyal di atas dengan baik.

Hitam putihnya anak, orang tua yang mewarnainya pertama kali, dan kelak di akhirat dimintai pertanggungjawabannya.

Hitam putihnya anak, orang tua yang mewarnainya pertama kali, dan kelak di akhirat dimintai pertanggungjawabannya.

ALERGI  PENOLAKAN

Psikopat emoh ditolak. Mulanya, mereka menuruti kemauan anda meski bertentangan dengan keinginannya. Bersikap manis menyenangkan, mengutip ayat agama atau nilai moral, seperti terlihat sempurna. Tapi anda jangan terlena, karena si pelaku bisa berubah sikap 180 derajat kapan saja ia mau, di manapun. Begitu anda menolak keinginannya atau mengkritiknya, segera ia beringas mengintimidasi anda dengan kata-kata yang luar biasa kasar dan luar biasa keras. Menjadi kekerasan fisik jika anda tak segera meninggalkan calon TKP.

Ia bisa membaca bahasa tubuh dan isyarat kengerian anda padanya dan ia sangat menikmati itu. Kesenangan baginya mengeksploitasi ketakutan anda, dengan geraman, tawa, tekanan suara, tatapan beringas, mata melotot merah dan pilihan kata-kata yang mengerdilkan nyali anda. Sedikit demi sedikit ia jalankan rencana licik untuk menguasai anda. Ia tahan menunggu kesempatan sampai bertahun-tahun untuk membalaskan dendam pada anda.  Orang yang mengedepankan intimidasi dalam pendekatannya dengan orang lain, sejatinya memperlakukan anda sebagai alat untuk mencapai tujuan. Ia bisa tampak santai, tanpa kerja atau semau gue, karena ada anda/ orang lain yang mengambil alih tanggung jawabnya, membereskan semua kekacauan yang ia timbulkan.

Pamrih. Setiap bantuan, perbuatan baik, mengajak anda bercakap-cakap ( bukan menemani, bukan anda yang minta, terkesan ia main seruduk / sok akrab ), bahkan sekedar perkataan manis, ia akan minta imbalan, cepat atau lambat. Bisa dimengerti, karena ia tak pernah menolong orang lain, tak pernah berkata baik ( dengan tulus ). Semua ada itung-itungannya. Jadi, jika ia bersandiwara, menjadi orang baik dan penurut, makhluk pemalas ini merasa sudah melakukan pekerjaan besar, yang mesti diganjar keuntungan berlipat-lipat sesuai ekspetasinya. Jika tak memperolehnya, ia bisa ngamuk.

Menilik kriteria di atas, para pencabul anak ( paedofilia ) yang bermodus memikat, memuji lalu menghina, memperkosa, menyiksa anak hingga tewas adalah psikopat. Di Amerika, aksi sadis mereka dikategorikan kejahatan luar biasa, menempati posisi puncak dari kebiadaban manusia. Seabrek sifat buruk  hipokrit/ munafik diatas, tak heran diganjar neraka paling dasar ( jahanam ) di akhirat kelak.

Interaksi yang dikenakan seorang psikopat dan paedofilia pada makhluk lainnya, tak pernah setara. Ia harus di atas, yang lain di bawah hingga bisa ia jadikan korban pelampiasan nafsu ( materi, seks, amarah, dendam, stres, frustasi atau kegagalannya ). Sebetulnya, predator ini lemah, malas dan bodoh pada aspek penghidupan. Dua keahliannya bertahan hidup ; bohong dan teror.

POLA ASUH YANG SALAH

Dr Robert Hare menduga, psikopat memiliki kelainan fungsi otak. Si penderita tak dapat memisahkan stimulus antara yang rasional maupun emosional, sehingga diolah sekaligus dalam otak kiri dan kanan. Pendapat lain, pengidap kelainan ini dilatarbelakangi masa kecil yang bermasalah, emosinya kurang berkembang sehingga setelah dewasa, menjadi orang tak berempati dan tak bernurani. Mari kita mundur ke belakang, bagaimana seorang bayi polos menjelma predator ganas.

Anda bayangkan menjelang tidur malam, sesosok balita mengintip dari celah pintu kamar tidurnya, setumpuk mainan didorong ibunya masuk ke kamar adiknya. Ia sendiri dicuek-in karena berbuat nakal pagi harinya. Tanpa penjelasan tegas tapi penuh kasih, atas kesalahan apa dan berapa lama, si balita dihukum meringkuk di kamar dan mainannya dirampas. Kepercayaan dirinya runtuh, si ibu pilih kasih. Bisa ditebak, keesokan harinya si anak melampiaskan kemarahannya dengan memukuli si adik. Meski si adik sudah kesakitan, berteriak minta berhenti, si kakak hanya tertawa-tawa, merasa puas. Si ibu menarik tangan si anak, lagi-lagi tanpa menjelaskan perilaku tak terpuji itu dan akibatnya, dengan perasaan kasih yang sama takarannya dengan si adik.

Siangnya, si ibu mengibas-ngibas aroma kue yang baru keluar dari oven ke arah kamar tidur si anak sebagai sangsi memukuli adik. Si adik menikmati kue lezat itu sepuasnya, sementara si kakak gigit jari di kamar seraya mendengar siksaan verbal dari si ibu yang mengiming-imingi enaknya kue tanpa membagi sepotong pun kepadanya. Bertambah usia, si anak mulai berani memukuli si ayah karena menertawainya yang tak bisa mengerjakan PR dengan benar. Tak ada konsukuensi yang diterima.  Hari demi hari berlalu tak terasa, sesuatu yang tak enak dan tak baik, jika terus menerus dipaksakan, ditolerir akhirnya menjadi sikap yang diterima, sudah biasa.

Si anak makin liar  menggerogoti kewibawaan orang tua. Ia sudah terbiasa mengatai, menendangi ibu sampai menangis, memukuli ayah, adik dan anjingnya dengan beringas saat kemauannya tak diturut. Ia menolak melakukan sesuatu. Ia penguasa rumah sesungguhnya. Jika di rumah ia tak diajari menghormati sang otoritas, yaitu ayah dan ibunya, maka di luar rumah tak ada otoritas yang dipatuhinya. Tak ada majikan yang tahan memperkerjakannya. ( Anda bisa menebak bagaimana anak itu makan selanjutnya ? Ia memakan yang lemah, yang ia perdaya ).

Dalam keadaan tanpa wibawa seperti ini, orang tua tak bisa menginput nilai kebenaran dan disiplin pada anak. Umur 9 tahun, si anak masih tak tahu, mana yang boleh dilakukan, mana yang tidak. Ia hanya tahu cara memaki, menyiksa dan memuaskan keinginan dengan segera. Ia meradang jika ditolak, bereaksi dramatis tiap dirinya dikecilkan. Jika tak ada intervensi tepat di usia dini atas pola pengasuhan yang keliru selama ini, 3-4 tahun kemudian, orang tua bakal ‘kehilangan’ anaknya. Baru terkaget-kaget setelah tersiar berita pembunuhan menggegerkan yang dilibati anaknya.

Dari pengalaman Dr.Karl Young selama 30 tahun menangani pasien hipokrit/ psikopat, tak ada yang bisa sembuh kecuali beberapa yang berupaya keras meraih dan meneguhkan keimanan yang telah lenyap. Artinya ada intervensi dari Sang Pencipta yang berkenan membalikkan hati manusia yang berkeinginan kuat untuk insyaf, menggapai ridha-Nya dengan kesungguhan.

INTIP  JENDELA, TINGGALKAN ATAU HADAPI

Jika anda seorang yang terbiasa diperlakukan di bawah standar sejak kecil, ada lubang hitam di dada yang membuat anda merasa tak cukup baik buat siapapun, bahkan untuk diri anda sendiri, anda harus lebih berhati-hati. Perlakuan buruk di masa lalu mengaburkan kemampuan anda menangkap sinyal dari psikopat. Buruk yang dulu relatif sama dengan buruk yang sekarang, yang sedang mengincar anda. Anda sulit membedakan. Psikopat melempar jerat pada anda yang sulit menolak. Yang merasa wajib menyenangkan orang lain agar diterima.

Jika anda menemui orang dengan sinyal psikopat, sangat dianjurkan untuk menjauh. Cukup intip ‘jendela’ musibah, tak perlu anda menjalaninya hingga terlunta-lunta atau terbunuh. Sungguh beruntung, jika anda bisa mengelaknya sejak pertama. Anda  lega tak jadi berurusan dengannya.

Sinyal negatif para penebar teror ini terasa dari aura menekan saat kehadirannya. Rasakan ketidaktulusan kata-katanya, sikap dan senyumnya. Anda seperti tersedot dalam pusaran pengaruh, permainan ucapan dan gerakan yang mengecilkan anda. Sekali anda lemah, jatuh dalam pengaruhnya, menuruti kemauannya, anda akan ditempelinya. Selengket lintah. Ia akan terus mengintimidasi anda dalam beragam bentuk sampai anda takluk. Di benaknya, anda kini bawahan dia.

Relasi pelaku dan korban, satu-satunya yang ia kenal. Teknik yang ia pelajari sejak bayi  hingga ia bisa survive sebesar ini. Anda harus berpikir seribu kali bila ingin menolaknya, karena akan ada akibat serius. Sering traumatis, tergiang sampai tarikan nafas saat ini. Jadi, jangan beri kesempatan dia ‘memiliki’ ( mengendalikan ) anda. Ibarat narkoba, jangan sampai anda menyentuhnya. Sekalipun. Ia perujudan setan yang nyata di hadapan anda ( Penyerangan Gaza City oleh pasukan Israel sejak 27 Desember 2008, bisa dilihat dari perspektif ini. Bagaimana kebohongan dan teror mereka lakukan pada bangsa Palestina yang telah memberi 55% tanah airnya untuk bangsa Yahudi tahun 1947 ).

Jika selama ini psikopat memangsa orang baik, bagaimana kalau sekarang ditukar posisinya ? Kita yang membekuk psikopat. Jika anda sudah hidup bersama dengannya dan sinyal KDRT itu ada, anda mesti siap-siap bela diri. Kontak orang atau lembaga yang bisa diandalkan. Dokumentasikan luka yang diderita dalam 2 x 24 jam ke rumah sakit. ( Jika telah terjadi luka fisik, catat tanggal-tanggal kekerasan itu terjadi, simpan foto, video yang merekam peristiwa kekerasan verbal maupun fisik yang anda alami ) untuk menghentikan dia. Hubungi teman/ keluarga/ hotline/ yayasan perlindungan korban KDRT. Lalu diam-diam tinggalkan dia. Lapor polisi. Sembunyi di tempat yang aman hingga pengadilan memutuskan hukuman baginya dan ia dijeruji dengan penjagaan super ketat.

Penyiksaan dan pembunuhan oleh psikopat paedofilia mestinya dihukum maksimum, agar perilaku keji tidak merajalela, merasuki sendi-sendi hukum dan masyarakat. Sepertihalnya wilayah Massachussett yang sulit menetapkan hukuman berat bagi si pelaku. Saking ngerinya aksi kejahatan di luar batas ini,  sangat sedikit warga yang bernyali mendukung pengesahan undang-undang yang melindungi anak mereka dari predator dewasa. Disinyalir nara sumber, aparat penegak hukum di sana  tidak steril dari kelainan ini lalu mementahkan usaha-usaha yang telah digalang. Menurut ahli, perilaku buruk baru berhenti jika pelaku dihukum berat dan dipandang rendah oleh masyarakat ( hukuman sosial ). Semoga di negeri ini, apatisme warga belum parah terjadi, sehingga tidak menyuburkan perilaku menyimpang yang meresahkan kita di kemudian hari.

Melakukan kebaikan pada sesama dianjurkan semua agama. Kebaikan akan berbalas manis pada orang normal yang bisa menghargai kebaikan orang lain. Kebaikan dan keramahan berlebih pada orang yang salah, seperti psikopat, membahayakan nyawa anda. Jika anda menangkap sinyal negatif orang-orang abnormal ini, jangan sangkal insting anda. Menghindarlah dengan tenang, sebelum dia menyedot habis kebahagiaan anda, atau … menikam anda. ( A.Savitri / dari pengalaman & berbagai sumber )

Iklan

Written by Savitri

15 April 2009 pada 15:35

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. @ Aniq :
    Jika sering bertemu orang bermasalah, anda bisa mengecek juga masa lalu anda. Perlakuan buruk, mengecilkan, merendahkan dari orang tua/ keluarga acapkali membuat alarm bahaya kita tidak berfungsi jika bertemu orang baru. Karena perilaku buruk orang baru ini ( hampir ) sama dengan perilaku buruk orang tua/ keluarga kita. Sehingga kita masih merasa ‘nyaman’ dan bertahan dalam hubungan buruk tersebut. Sampai nyawa terancam, baru kita tersadar/ ambil tindakan ( sering sudah terlambat dan meninggalkan luka yang besar ).

    Sinyal awal itu penting, seperti kita menengok dari luar jendela. Jangan masuk, jika tak ingin menyesal ( menghabiskan umur dan kebahagiaan kita ). Begitu bertemu orang yang gemar mengecilkan orang lain dan/ anda, tinggalkan dia. Itu sinyal awal penyiksa. Tulisan di atas, salah satunya, saya maksudkan agar pembaca, terlebih yang punya masa lalu yang kelam, mengetahui sinyal dan alarm yang seharusnya dimiliki ketika bertemu orang baru yang akan mengisi kehidupannya. Senang bisa berbagi dengan anda.

    Savitri

    8 Januari 2011 at 08:11

  2. Love it! Aku korban psikopat dah 3 org yg kutemui sbg psikopat sbg org2 yg pernah deket dg aku! High ngeriiii! Jangan sampe deh berurusan ma mereka lagi!

    Aniq

    19 Desember 2010 at 06:30


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: