Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

2000 pulau di Indonesia tengelam & tsunami menyapu kita jika kerusakan laut tidak diperbaiki.

with 6 comments

Pasir putih di Bunaken

Pasir putih di Bunaken

Awal tahun 2007, menteri lingkungan hidup, Rahmat Witoelar membeberkan hasil riset peneliti PBB, tentang kemungkinan tenggelamnya 2000 pulau di Indonesia pada tahun 2030 akibat naiknya permukaan laut. Sebelum tahun 2007, peneliti dunia juga telah mempublikasikan tentang mengecilnya gunung es di Samudera Artik yang berperan penting dalam siklus iklim dunia. Gunung es itu meleleh sangat cepat karena perubahan iklim. Jutaan air dingin segar mengalir deras dari kutub utara, meninggikan permukaan air laut.

Banjir air es itu membuat arus air hangat dari Samudera Atlantik yang seharusnya menghangatkan udara musim dingin di Eropa dan sebagian Amerika terjebak di bawah laut, terseret ke kutub utara dan melelehkan gunung es Artik dari bawah. Laut menjadi semakin asam karena kemampuan laut menyerap dan melepaskan karbondioksida berkurang. Laut yang asam ini membunuh terumbu2 karang, produsen makanan bagi ekosistem laut yang merupakan sumber makanan manusia. Hancurkan terumbu karang juga memperlemah sistim pertahanan pantai jika ada ombak besar atau tsunami menyapu daratan.

Keindahan ekosistem bawah laut

Keindahan ekosistem bawah laut

Laut menyerap karbon 50 kali lebih banyak daripada atmosfer. 50 % oksigen yang dihirup manusia adalah hasil fotosintesis di laut. Ironisnya, manusia malah membuang emisi bahan bakar ke laut sehingga konsentrasi CO2 meningkat tajam. Laut yang rusak ekosistemnya, tak mampu lagi berperan mengendalikan iklim. Peneliti kelautan BPRKP, Novi Susetyo Adi, mengatakan ; kemampuan laut menyerap karbon bergantung kondisi ekosistem pesisirnya karena karbon ditenggelamkan ke dasar laut oleh bangkai serta kotoran fitoplankton dan biota laut lainnya, yang tergantung suhu, tingkat keasaman dan nutrisi yang dibawa air daratan ke pantai. Kualitas air dari daratan inilah yang kini berkurang, bahkan sampai meracuni ekosistem laut.

Sebagian besar kalangan hanya memperhatikan dampak perubahan iklim berupa naiknya permukaan air laut, yang kini rajin membanjiri wilayah pesisir. Kejadiannya seperti lingkaran setan. Laut yang asam dan kurang bisa meredam panas telah mengacaukan siklus pertukaran air es dan air hangat di permukaan bumi, mengacaukan iklim global yang menopang kehidupan manusia di daratan.

Indonesia kemudian mencetuskan Konferensi Kelautan Dunia I ( World Ocean Conference ) di Manado, Sulawesi Utara, 11-15 Mei mendatang. PBB memasukkan WOC 2009 sebagai agenda resmi dan berharap kesuksesan penyelenggaraannya. Manado mulai berbenah diri. Jika WOC 2009 sukses menyelamatkan 53 % gugusan terumbu karang dunia yang amat berharga, kita tak perlu terbirit menyelamatkan diri ketika laut menyapu daratan dan menenggelamkan kediaman manusia. ( Mita Yuniarti/ PR, 29/4/2009 )

Iklan

Written by Savitri

1 Mei 2009 pada 19:31

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

6 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. oky tidak hanya itu, bahkan sekarang sudah dengan terang terangan untuk mengubur situs sejarah anda tau sendiri ia kan

    anam

    21 April 2010 at 02:10

  2. @ Budi Wibawa :
    Orang tua dan pemerintah pasti senang punya warga seramah anda dalam berinteraksi dengan lingkungan alam. Semoga khusnul khotimah akhir hayat kita, kapan pun waktunya. Amin. Trims komennya.

    anisavitri

    11 November 2009 at 14:09

  3. Memang seharusnya kita berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan, semaksimal yang dapat kita kerjakan. Mulai saja dari hal-hal yang paling kecil, contoh ; saya membiasakan diri dan keluarga selalu membuang sampah pada tempatnya, meski itu hanya selembar bungkus permen, jika pas di tempat umum tidak dijumpai tempat sampah maka saya sarankan untuk di kantongi dulu sampai ketemu tempat sampah.
    Saya tidak tahu apakah tahun 2012 akan terjadi seperti yang diprediksikan para ilmuwan akan terjadi badai matahari yang dasyat sehubungan dengan melintasnya planet nibiru di antara Matahari dan Bumi. Maaf, saya tidak percaya peramal. Jika memang prediksi para ilmuwan benar, menurut saya itu bukan kiamat, tapi bolehlah disebut sebagai tanda-tanda kiamat besar. Sepengetahuan saya dari hadits-hadist nabi SAW, banyak tahapan menuju kiamat kubro/besar, salah satu diantara diantaranya adalah terbitnya matahari dari barat (jika benar planet nibiru bisa mengubah rotasi Bumi?). Dalam Islam yang dimaksud kiamat besar adalah musnahnya dunia dan isinya, termasuk malaikat di dalamnya.
    Jikapun kita nanti tidak selamat dalam tragedi 2012, marilah dari sekarang kita senantiasa patuh pada Allah, apapun agama kita, tanpa perlu saling menyalahkan, mantapkan saja keyakinan kita.

    Budi Wibowo

    31 Oktober 2009 at 12:13

  4. @ Amelia Putri :
    Mencemaskan memang, hidup kita terancam, terutama oleh ulah manusia. Indonesia punya 17.504 pulau. 2000 diantaranya akan tenggelam tahun 2030 jika kita tidak melakukan sesuatu sejak sekarang. Jika kita tidak menghentikan pembalakan liar, membiarkan cukong2 Malaysia mengambil kayu dari hutan kita, menggunakan CFC berlebihan, boros BBM, merusak terumbu karang dsb. Prediksi itu lebih ditujukan untuk mengingatkan perilaku kita agar lebih ramah terhadap lingkungan tempat kita hidup.
    Jika Amelia tinggal di pesisir, akan terasa air laut makin maju ke daratan, mengikis halaman rumah. Terjadi rob yang makin sering. Setahu saya, kutub utara sudah mencair seluas 4 kali pulau Jawa, tepat di bawah lapisan ozon yang bolong. Banjir terjadi makin sering dan besar, karena permukaan air laut makin tinggi sehingga air dari daratan berbalik kembali ke kota.
    Mengenai kiamat 2012, keturunan suku Maya juga sudah sebal ditanyai hal itu oleh banyak kalangan. Bencana tahun 2012 dicetuskan oleh aktivitas badai di matahari yang periodik tiap ribuan tahun menurut catatan geologis/ para ahli. Seperti gempa Jabar dan Sumbar kemarin menandai 200 tahun aktivitas lempeng Eurasia dan Indo-Australia kembali lagi pada tahun 2009 ini.
    Memang Allah yang tahu soal kiamat. Prediksi, perkiraan para ahli mengenai bencana besar diperbolehkan sepanjang didasari penelitian ilmiah, untuk mencegah terjadinya tragedi yang mengancam keberlangsungan umat manusia. Tulisan di atas juga tidak memberitahu kapan terjadinya kiamat. Hanya perkiraan sejumlah pakar tentang bencana besar di masa depan, agar penduduk bumi mawas diri. Jauh di lubuk hati, anda juga merasa bumi makin panas dan bencana makin sering terjadi, kan ?
    Saya posting artikel di atas dengan niat make the world a better place. That’s all.

    @ Johanes :
    Indonesia emang keren. Lautnya kaya, ikannya cakep2,
    khasanah budayanya bikin sirik negara tetangga. Penduduknya beragama, ramah dan cinta tanah air. Kita pantas bangga, dan berupaya sungguh2 menjaga kedaulatan RI dan membangkitkan kejayaannya dengan kiprah berkualitas di bidang masing2. Setuju ?

    anisavitri

    21 Oktober 2009 at 12:35

  5. menurut saya,prediksi tenggelam nya seluruh daratan krna mencair nya es di artik trsebut tdak msuk akal,, krna sekarang ini jg bnyak prediksi org2 yg mengatakan bahwa pda thn 2012 akn da kiamat.. sedangkan di prediksi selruh drtan/bumi akan tenggelam pda thn 2030,,, jd mnurut saya tdak ada yg bsa di benarkan…
    smw itu rahasia yg kuasa…..

    amelia putri

    20 Oktober 2009 at 07:48

  6. bagus bangeut indonesia

    johanes

    18 Oktober 2009 at 15:09


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: