Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Kontras Memikat I.M Pei

leave a comment »

( peletak landmark kota, pijakan masa lalu untuk masa depan )

Semua mengangguk jika ditanya piramid, simbol negerinya Firaun, Mesir. Anda heran jika dibilang piramid juga landmark-nya kota Paris ? Nyatanya, di pusat mode dunia itu bisa anda temui piramid unik yang ramai dikunjungi orang tiap hari. Saking ngetopnya, piramid ini bahkan menjadi seting novel dan film laris “The Da Vinci Code”, seperti menyaingi menara Eifel, ikonnya negeri Perancis, yang sering jadi latar kisah film lokal maupun internasional. Yang punya ide brilyan menaruh bangunan kontroversial di tengah halaman istana Louvre yang bergaya klasik Renaissance jaman Napoleon ini Ieoh Ming Pei.

Piramid Louvre, terlihat romantis di malam hari.

Piramid Louvre, terlihat romantis di malam hari.

Salah satu museum terbesar di dunia ini mulanya istana Cathrine de Medicis, janda Henri II, rancangan Philibert Delorme. Sayap utara dan selatan memiliki panjang 500 meter. Pembangunannya bertahap selama tiga abad dari sejak Henri IV, Louis XIII, Louis XIV, Napoleon I sampai Napoleon III. Istana Louvre menjadi titik awal sumbu jalan sepanjang 7 km yang membelah kota Paris, sejajar Taman Tuileries, Champs Elysees dan La Defense.

Di dalam museum Louvre tersimpan artefak kuno Oriental, Mesir, Romawi, Eropa zaman klasik dan neo klasik. Pei mengamati museum Louvre yang dikunjungi orang dengan volume sangat besar yang terus meningkat dari tahun ke tahun, suatu saat bisa melebihi kapasitasnya. Ketika ditugasi memperluas Louvre oleh François Mitterrand, presiden Perancis kala itu, Pei teringat nasehat Leonardo da Vinci, ’kekuatan lahir dari kendala dan mati dalam kebebasan’.

Agar tak mengganggu keantikan museum Louvre, perluasan museum ini ( 1983-1989 ) mengambil tempat di bawah halaman dengan membuat piramid kaca sebagai skylight-nya menaungi lobby dibawahnya, sekaligus mengatasi serangkaian problem yang berkaitan dengan pintu masuk utama Louvre lama. Pengunjung memasuki piramid, turun ke lobby yang luas, mendaki ke bangunan utama Musée du Louvre.

Denah situasi Piramid Louvre

Denah situasi Piramid Louvre

Air mancur Louvre

Air mancur Louvre

Proporsi dan komposisi mengikuti piramid Cheops yang dibangun tahun 2500 SM. Sudutnya 51 derajat, tinggi 21 meter dan panjang sisi alas 35 meter. Kalau aslinya di Mesir dari batu, berat dan masif, di Louvre bahannya dari kaca transparan yang ringan. Terdiri 603 segmen kaca berbentuk belah ketupat dan 70 segmen kaca berbentuk segitiga. Di tiga sisi piramid Louvre, ada kolam air mancur berbentuk geometris segitiga mengikuti denah piramid, plus 3 piramid mungil dari kaca.

Lingkungan sekitar Museum Louvre ( dari atas ).

Lingkungan sekitar Museum Louvre

Piramid dibangun dengan sistim struktur ruang dengan konstruksi rangka metal berbentuk belah ketupat dilengkapi kabel metal untuk menyalurkan gaya tarik. Pencahayaan alami menembus segmen kaca masuk ke hall utama. Mezzanine di bawahnya bisa dicapai langsung dari stasiun kereta bawah tanah. Hall menjadi ruang penerima yang mengantarkan pengunjung ke ruang koleksi di sebelah utara, selatan dan timur museum. Di ruang bawah tanah yang diatapi beton pelataran tersedia lobby, butik, toko, ruang konferensi, kantor dan fasilitas pendukung lainnya.

Yang memicu kontroversi, piramid kaca Louvre terlihat sangat futuristik dan besar sekali. Seolah terlepas dari konteks lingkungannya yang berarsitektur klasik. Kelompok pencela menyindir Mitterand terkena syndrom firaun. Kelompok lainnya, cukup menghargai gaya kontras Pei sebagai penggabungan sukses antara yang lama dan yang baru, antara klasik dan ultra modern. Bagaimana Pei bisa melakukan eksperimennya se-pede ini ?

MASA AWAL

Ieoh Ming Pei

Ieoh Ming Pei

Pei lahir di Guangzhou, China 26 April 1917 dari keluarga terkemuka di Suzhou, Jiangsu. Ia mendapatkan sarjana muda arsitekturnya di MIT, tahun 1940. Ia melanjutkan pelajaran desainnya di Harvard Graduate School of Design, di bawah bimbingan Walter Gropius. Pei meraih master tahun 1946 lalu menjadi profesor di almamaternya.

Pei ini boleh dibilang master terakhir dari aliran arsitektur modern. Ia, satu dari arsitek abad 20 yang sukses membangun pekerjaan di seluruh dunia. Untuk dedikasinya di dunia arsitektur, Pei diganjar penghargaan bergengsi Pritzker Architecture Prize, tahun 1983. Catatan prestasi dan pengalaman selama 48 tahun menggeluti proyek, membuat Pei cukup percaya diri melakukan terobosan pada karya selanjutnya, termasuk perluasan museum Louvre.

CIRI KARYA

Menurut Pei, keindahan tak cuma lahir dari fungsi seperti umumnya filosofi arsitektur modern fungsionalism, tetapi bisa juga tercipta dari sistem struktur, konstruksi dan teknologi tinggi. Komposisi elemen yang saling kontras, baik warna, bahan dan bentuk geometris memancarkan keindahan tersendiri. Konsep ini diterapkan Pei diantaranya di Dallas Municipal Center ( 1966-1978 ). Bangunan ini terdiri unit tunggal sepanjang 168 m, menggunakan beton ekspos dengan pencetak yang menghasilkan permukaan halus. Bentuknya monumental dengan sudut 34 derajat, seperti segitiga terbalik.

Dallas Municipal Center, berbentuk segitiga ( membesar ke atas ).

Dallas Municipal Center, berbentuk segitiga ( membesar ke atas ).

Pei sering dipercaya merancang bangunan seni, salah satunya perluasan National Gallery of Art, Washington ( 1968-1978 ). Galeri ini terletak di jalur hijau yang memanjang 2 km antara gedung Capitol dan monumen Washington. Arsitekturnya modern kontemporer, kontras dengan gedung sekitarnya yang bergaya klasik dan ekletik.

National Gallery of Art, Washington

National Gallery of Art, Washington

Tampaknya museum keahlian Pei. Banyak proyek museum ia menangkan dari sayembara. Ciri karyanya, monumental, abstrak, ekspresif dalam bentuk unit sculptural. Terlihat di Des Moines Art Center ( 1966-1968 ), Iowa. Di gedung Oversea-Chinese Banking Corporation di Singapura, tak lupa Pei menerapkan feng shui dalam denah, bentuk, arah, jumlah elemen dan aspek arsitektural lainnya.

Pei telah merancang lebih dari 50 proyek di Amerika dan luar negeri, banyak diantaranya mendapat penghargaan. Pei secara umum menyukai bangunan berselubung kaca yang canggih meski tak selalu sejalan dengan aliran high-tech. Banyak desainnya lahir dari konsep orisinil.

Pei sering bekerja dalam skala besar dengan ciri desain geometris dan tajam. Ia bekerja dengan bentuk abstrak menggunakan batu, beton, kaca dan baja. Pei tak terikat teori atau memaksakan diri menemukan bentuk tertentu mengekspresikan waktu, namun mengabaikan faktor komersial. Pei ingin berdamai dengan konteksnya, namun masih tetap memikat.

MAKNA PIRAMID LOUVRE

Piramid dan Museum Louvre

Piramid dan Museum Louvre

Pei telah memberi abad ini, bentuk eksterior dan ruang interior terindah, salah satunya di museum Louvre. Ia juga peduli lingkungan sekitar karyanya, tak sekedar lingkup kecil masalah arsitektural. Ketrampilan dan kepandaiannya yang beraneka ragam dalam pendekatan material mendekati puitis. Kebijaksanaan dan kesabaran Pei, membuat arsitek terkemuka ini mampu menarik orang dari berbagai disiplin ilmu dan kepentingan, untuk menciptakan lingkungan harmonis, meski banyak batasan politis, ekonomi, sosial dan juga estetik yang mengkendala.

Dengan penguasaan seni, desain dan teknologi yang mumpuni, Pei memberi teladan generasi selanjutnya, melalui kreasi dan semangat membara. Buat Pei, kelanjutan tradisi yang dikembangkan dengan baik, membuat peninggalan masa lalu menjadi kekuatan hidup yang mengingatkan, menyemarakkan masa sekarang dan masa nanti.

( A.Savitri / peminat arsitektur kota )

Sketsa Louvre

Sketsa Louvre

Piramida kaca Louvre saat senja

Piramida kaca Louvre saat senja

Interior Piramid Louvre, jadi latar akhir film "The Da Vinci Code" yang dibintangi Tom Hanks

Interior Piramid Louvre, jadi latar akhir film "The Da Vinci Code" yang dibintangi Tom Hanks

Tangga masuk dari entrance Piramida menuju Museum Louvre

Tangga masuk dari entrance Piramida menuju Museum Louvre

National Center of Atmospheric Research Boulder, Colorado. Karya IM Pei yang lain.

National Center of Atmospheric Research Boulder, Colorado. Karya IM Pei yang lain.

Bank of China, by Ieoh Ming Pei.

Bank of China, by Ieoh Ming Pei.

Iklan

Written by Savitri

12 Mei 2009 pada 14:46

Ditulis dalam Ragam

Tagged with ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: