Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Ribuan sukarelawan muda Guangzhou meski tanpa honor, senang menyukseskan Piala Sudirman.

leave a comment »

Jika di WOC I di Manado, terjadi insiden yang mengkuatirkan penyelenggara acara, maka di Cina terjadi sebaliknya. Masyarakat lokal berusaha keras menyukseskan perhelatan di kotanya. *** Di area kompleks Guangzhou Gymnasium terlihat banyak muda-mudi berkaus kuning memandu atlet, ofisial, penonton termasuk wartawan. Selain bahasa Cina, para sukarelawan yang berstatus mahasiswa perguruan tinggi di Guangzhou harus fasih berbahasa Inggris atau bahasa salah satu negara peserta Piala Sudirman.

Piala Sudirman

Piala Sudirman

Ada 800 sukarelawan. 400 dari Universitas Bahasa Asing Guangdong ( University of Foreign Studies ), 300 orang dari Universitas Pertanian Selatan Tiongkok, sisanya dari universitas lain. Penempatan para sukarelawan ini disebar di berbagai tempat. Kehadiran mereka sangat membantu. Mereka bergerak cepat mencari tahu ke temannya atau panitia yang kedudukannya lebih tinggi, jika dia merasa ragu memberi jawaban. Pantang, mereka menjawab tidak tahu.

Hebatnya, para sukarelawan ini rela tidak mendapat honor. Panitia hanya memberi jatah makan siang dan malam. Bagi mereka, tanpa dibayar pun sudah menjadi kebanggaan tersendiri karena bisa memberi pelayanan terbaik dan mengangkat citra kota Guangzhou di dunia. Dalam sehari mereka bertugas 10 jam.

“Saya punya tanggung jawab, kejuaraan ini harus sukses. Kota Guangzhou dihadiri banyak orang dari seluruh dunia. Saya harus menjaga nama baik kota dan negara saya,” ujar Rossi, mahasiswi Guangdong University of Foreign Study. Rekan Rossi, Chen Xiao Dong mengatakan, bagi para sukarelawan, kejuaraan ini menjadi kesempatan mencari informasi tentang kebudayaan negara lain dan melatih bahasa asing. Oleh karena itu, ketika ada pengumuman mencari sukarelawan, walau tanpa honor, jumlah peminat cukup besar, mencapai 2000 orang. Panitia yang mendapat honor hanya koordinatornya, sebagai pengganti pulsa.

“Bisa menjadi sukarelawan sudah senang, karena bisa mendapat kesempatan nonton bulu tangkis gratis dan mengenal pemain top dunia, ujar Chen. ( PR, 13/5/2009 ) *** Antusiasme warga muda di kota Guangzhou patut ditiru. Terlintas dalam benak saya, waktu kejuaraan bulutangkis di Indonesia, apakah warga kita sampai seheroik itu, ya ?

( A.Savitri, 14/5/2009 )

Iklan

Written by Savitri

15 Mei 2009 pada 15:16

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: