Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Kampung Naga gelap gulita, wisatawan ditolak masuk.

with 6 comments

Kampung Naga. Salah satu kawasan cagar budaya yang menuntut perhatian pemerintah, sejak diluncurkan program konversi minyak tanah ke elpiji.

Kampung Naga. Salah satu kawasan cagar budaya yang menuntut perhatian pemerintah, sejak diluncurkan program konversi minyak tanah ke elpiji.

Kampung Naga, Desa Neglasari, Kec.Salawu, Kab.Tasikmalaya mulai Kamis ( 14/5/2009 ) tertutup untuk kunjungan wisatawan, penelitian dan tamu lainnya. Warga adat protes atas kebijakan konversi minyak tanah ke elpiji. Minyak tanah menjadi mahal dan langka. Selama ini warga adapt dilarang menggunakan listrik dan gas sehingga penerangan malam hari menggunakan petromaks dan cempor berbahan bakar minyak tanah. Ade Suherlin, Ketua Adat/ kuncen Kampung Naga, Selasa ( 12/5/2009 ) mengatakan, setelah sebulan menunggu bantuan/ kebijakan khusus dari pemerintah tidak ada, maka warga memutuskan untuk menutup Kampung Naga bagi wisatawan.

Di Kampung Naga ada 112 bangunan, terdiri dari ; 109 rumah, 1 masjid baan dan bumi ageung. Menurut Ade, selama 3 bulan terakhir kebutuhan minyak tanah di kampungnya sebanyak 2.617 liter atau 1 liter per warga/ hari. Ketika ada antrian minyak murah di balai desa hanya 4 orang yang kebagian. Anak2 sekolah tidak bisa belajar malam hari, karena tidak ada penerangan.”Kami khawatir, anak2 kami jadi generasi bodoh,”ujar Ade.

Selama ini, Kampung Naga dijadikan obyek wisata oleh pemerintah. Warga adat berusaha melayani sekitar 2000 wisatawan dan tamu yang datang tiap bulannya. Selama ini warga Kampung Adat sekuat tenaga mempertahankan adat leluhur mereka, jadi sulit menerima program konversi minyak tanah ke elpiji. Mereka semula berharap ada perhatian dari pemerintah, misalnya minyak tanah tetap disubsidi di daerahnya.

Akim, salah satu warga adat mengungkapkan, terasa memberatkan membeli minyak tanah Rp.10.000/ liter sedang penghasilan tidak tetap sebagai buruh tani hanya Rp.12.500,-/ hari. Kalau ada garapan, hanya cukup beli minyak tanah semalam.”Saat tak ada kerjaan, kami gelap gulita.” ( PR, 13/5/2009 ).

Warga adat Kampung Naga, yang sangat teguh memegang tradisi leluhur.

Warga adat Kampung Naga, yang sangat teguh memegang tradisi leluhur.

Iklan

Written by Savitri

26 Mei 2009 pada 17:23

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

6 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. @ Kosim :
    Tulisan itu ada di koran PR. Saya tidak memiliki data2 yang anda inginkan. Maaf, ya.

    Savitri

    6 September 2010 at 15:59

  2. @ gilang panji asmoro :
    Warga Kampung Naga sudah menerima wisatawan lagi. Urusan minyak tanah sudah beres. Selamat berwisata. Salam buat warga sana, ya ..

    anisavitri

    19 Januari 2010 at 15:56

  3. besok tanggal 23-24 berangkat ke kampung naga..gak sabar nh…mau ksna katanya sih keren abissssssss.”
    ayo dong cpet2 ksna

    gilang panji asmoro

    19 Januari 2010 at 03:31

  4. hampir satu minggu 2 kali saya ke kampung naga nganterin temen orang sana asli yang satu kelas di unsil,,alamnya yang masih asri bikin gue betah banget tinggal di sana tapi ada yang bikin gue kesel yaitu si dani handini…waduh orangnya nyebelin banget dehh…hix hix teu ketang da temen kami si dani mahhh… wkwkwkkwwkkwk

    ipan alpani

    30 November 2009 at 11:47

  5. @ Rico :
    Asyik, dong. Saya sendiri belum. Tapi dengar cerita Rico kayaknya homy banget. Pantes jadi andalan wisata kita. Trims kesannya.

    anisavitri

    4 Agustus 2009 at 17:55

  6. gw udh pernah ke kampung naga…2 hari 3 malem gw disana…natural,sederhana,kekeluargan bgt di kampung naga..the best deh kampung naga 🙂

    rico

    30 Juli 2009 at 20:40


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: