Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Sehat, nyaman : standar desain rumah

with 11 comments

Saat mendesain rumah tinggal, kesehatan dan kenyamanan dipertimbangkan sebagai aspek penting yang berjalan seiring, sebagai kesatuan.

SEHAT

Aspek rumah sehat :

1. Pengudaraan

Setiap orang butuh udara bersih 20-50 m3 perjamnya.

· Penempatan bukaan ( lubang angin, jendela )

Jendela nako menghasilkan pertukaran udara hampir 95 %. Jendela swing/ membuka ke samping 100 % tapi memakan tempat. Jendela jungkit dari bawah 20 %, jungkit atas 50 %. Bukaan dari dinding bawah ke dinding atas di seberangnya, dari jendela besar ke bovenlicht kecil, dari ruang besar ke ruang kecil sehingga udara kotor tersapu seluruhnya ke luar rumah. Ukuran bukaan 40-80 % dari luas dinding secara keseluruhan atau 10-20 % dari luas lantai ( tergantung selera penghuni, bentuk arsitektur, aliran angin dan iklim setempat ). Ruang dengan intensitas kegiatan tinggi ( mis, ruang keluarga, dapur, ruang yang berpotensi menghasilkan panas ) diberi bukaan lebih besar dari ruangan lain.

· Pergantian udara

· Masalah kelembaban

2. Pencahayaan

· Sinar matahari

Memiliki tingkat kecerahan paling tinggi, rasa silau melelahkan mata, radiasi panas membulekan perabot dan membuat ruangan gerah/ menaikkan suhu, mengurangi lembab, ultra violet membunuh kuman. Hindari jatuhnya sinar di permukaan yang mengkilat, licin ( logam, keramik, marmer dll ) dan genangan air. Sinar matahari dari timur antara jam 6 sampai 10 pagi menyehatkan ruangan, antara jam 15-17 sore hari tak sehat/ sebaiknya dihindari dengan memasang penghalang vertikal ( jalusi, papan krepyak, tanaman rambat ) sehingga ruangan tidak gulita atau memanfaatkan pergerakan udara melalui ventilasi yang cukup.

Rumah dengan lingkungannya yang asri.

Rumah dengan lingkungannya yang asri.

Kita tak bisa mengelak sinar matahari, tapi kita bisa mengatur desain rumah kita agar mendapat jumlah cahaya yang sesuai dengan kebutuhan kita. Rumah adalah kulit ketiga kita setelah kulit badan dan pakaian. Rumah dirancang untuk memodifikasi iklim setempat hingga lebih sesuai dengan kebutuhan tubuh dan aktivitas kita.

Pengaruh sinar matahari terhadap rumah, adalah bentuk teritis lebar untuk menghalangi sinar matahari setelah pukul 10 ( sudut diatas 45 derajat ), posisi ketinggian jendela terhadap lantai, pembuatan trap atap untuk memasukkan cahaya ke bagian tengah ruang yang tak terjangkau/ terhimpit ruang, pemasangan genteng kaca/ fiberglass dan courtyard.

Sinar matahari adalah pedoman awal dalam menentukan letak ruang-ruang dalam rumah ( organisasi ruang )

No

Ruang

Posisi

Alasan

1

Tidur

tenggara – timur

cahaya pagi sehat, membunuh kuman, tak malas bangun, suhu nyaman/ tak panas

2

Keluarga

barat laut- b.daya

Menerangi, menghangatkan, aktivitas kerap

3

Tamu

idem

idem

4

Makan

idem

idem

5

Mandi

barat atau timur

lembab, jamur harus kena sinar langsung

6

Dapur

utara atau selatan

sudah bersuhu tinggi krn peralatan masak

7

Garasi

prioritas kedua/ barat

pastikan kena sinar atau pengudaraan baik agar ruangan tidak lembab

8

Gudang

prioritas kedua

idem

9

Jemur

prioritas kedua

ide

· Terang langit

Terang langit diperoleh dari pantulan sinar matahari terhadap partikel2 udara di sisi utara dan selatan bangunan. Tidak secerah sinar matahari dan tak membawa panas, sehingga bisa dimaksimalkan masuk ke dalam ruangan dengan membuat bukaan atau lubang dinding. Di Jakarta, yang terletak 6 derajat Lintang Selatan dari khatulistiwa pada bulan Oktober – April, terang langit di sisi selatan bangunan akan lebih cerah dari sisi utaranya, sedangkan bulan April – Oktober akan terjadi sebaliknya.

No

Jenis cahaya

Kekuatan cahaya

1

Sinar matahari rata2

115 lumen/ watt

2

Lampu Incandescent 150 w

16-40 lumen/ watt

3

Lampu Flourescent 40 w

50-80 lumen/ watt

4

Lampu High Pressure Sodium

40-140 lumen/ watt

Pencahayaan berfungsi menciptakan efek dimensi, suasana tertentu pada ruang, menonjolkan sisi keindahan benda yang menjadi aksen ruangan dan secara psikologis menghadirkan kesan hangat pada penghuni. Pencahayaan yang ideal memperhatikan faktor ;

o Lokasi bangunan/ iklim. Misalnya, rumah yang menghadap ke barat, jendelanya dihadapkan ke utara dan selatan.

o Bentuk bangunan. Bangunan yang tebal memiliki banyak area yang tak terjangkau sinar, disiasati dengan membuat taman/ lahan terbuka di tengah bangunan ( courtyard ), membuat bukaan pada dinding atap yang ditinggikan ( trap atap ).

o Ukuran jendela ( disesuaikan dengan tujuan pemakaian ruang, ukuran dinding luar ) umumnya 1/6 – 1/8 luas lantai, ditambah lubang hawa di atasnya sedikitnya 1/3 kali luas bidang jendela. Ruang beraktivitas banyak seperti ruang keluarga menghendaki bukaan lebih besar dari ruang yang beraktivitas sedikit seperti ruang tidur.

o Pelindung bukaan. Rumah berorientasi utara-selatan sebaiknya menggunakan parapet sementara yang berorientasi barat-timur menggunakan teritis/ sun shading

o Jenis dan kondisi bukaan ( jendela kaca, krepyak, glassblock, rooster, genting kaca/ mica ), pemilihannya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi rumah.

· Cahaya buatan ( api unggun, obor, lilin, lampu )

Ruang terlalu terang, mata akan silau dan cepat lelah. Ruang kurang terang, mata berakomodasi maksimal terus menerus sehingga cepat lelah juga. Ruang membaca sedikitnya membutuhkan cahaya 250 lux ( lumen/ kuat cahaya dibagi luas ruang ), idealnya antara 300-400 lux. Tes mudahnya, jika selama 15 menit kita tak merasa lelah maka cahayanya sudah cukup ideal.

Peletakan lampu downlight dapat ditentukan dengan rumah pythagoras. Sudut cahaya 30 derajat terhadap bidang kerja ( mis. meja setinggi 75 cm ) dengan x1 dan x2 akan ditemukan letak titik lampu berikutnya. Mata butuh beberapa waktu untuk menyesuaikan dengan kondisi cahaya sehingga bisa melihat jelas.Saat menonton televisi atau bekerja dengan komputer, lampu jangan dimatikan, agar tidak tercipta kontras yang membuat mata lelah. Obyek yang selalu bergerak, berganti-ganti tingkat terang cahaya dan warnanya di televisi menuntut mata bekerja keras/ berakomodasi penuh untuk menyesuaikan diri, jika ruangan gelap.

Penataan cahaya sesuai kebutuhan :

o Cahaya merata. Beri cahaya merata ke seluruh ruangan agar ruang tidak gelap ( tak perlu terang ) dengan menentukan kebutuhan cahaya dalam ruangan secara keseluruhan.

o Cahaya setempat. Tempat tertentu yang memerlukan ketelitian tinggi ( membaca, menjahit, memasak ) diperlukan lampu tambahan yang menyorot langsung ke obyek.

o Cahaya dekorasi. Bersifat sekunder, jika ingin menciptakan efek dan suasana tertentu pada ruang atau ada benda bagus/ sudut ruang yang menarik yang ingin ditonjolkan.

Kekuatan cahaya makin besar memakan daya listrik yang makin besar pula. Warna tidak menentukan tingkat terang lampu, tapi memberi efek tertentu pada jiwa manusia.

Warna sinar lampu ada tiga ;

o Kuning ( warm white ), dekat dengan warna alami sinar matahari pagi dan sore hari, membangkitkan mood, bagus pada kulit manusia dan elemen interior, terlihat matang. Kuning terang seperti matahari pagi membuat kita bersemangat untuk beraktivitas, banyak keinginan, optimis dan kreatif. Kuning redup seperti matahari sore hari membuat suasana remang, hangat dan intim membuat orang ingin menyendiri, jauh dari keramaian dan merenung. Ruang kerja atau belajar dan dapur atau ruang makan cocok dengan kuning terang. Ruang tidur cocok dengan kuning redup.

o Putih ( daylight ), memberi kesan bersih, steril, formal, monoton, sepi, dingin dan mengisolasi. Segala sesuatu terlihat lebih jelas, tampak pucat dan datar, menjaga konsentrasi tetap stabil. Tempatkan di ruang tamu jika kita tak ingin tamu berlama-lama di rumah. Ruang servis ( kamar mandi, gudang, garasi ) cocok dengan sinar putih karena setiap sudut terlihat jelas. Putih redup membuat orang mengantuk, tempatkan di ruang tidur untuk mempermudah lelap.

o Putih kebiruan ( coolwhite ), mengikuti terang matahari pada siang hari.

o Warna bohlam lampu :

o Keseimbangan hijau, memberi rasa nyaman, mengatasi stress, menyeimbangkan emosi, relaksasi.

o Kreativitas oranye, meningkatkan selera makan dan kreativitas dalam bekerja.

o Meditasi ungu, tenang sekaligus hangat.

o Ketenangan biru, bagai laut, luas, dalam, damai dan tenang, cocok untuk ruang istirahat.

o Energi merah, meningkatkan suhu tubuh dan tekanan darah, semangat yang tadi mengendur bisa bangkit kembali.

3. Penanggulangan hewan pengganggu

· Tikus

· Rayap

· Kecoa

· Nyamuk

· Jamur

Secara keseluruhan, jangan biarkan ada sisa makanan, genangan air, kotoran, suhu hangat dan lembab di retakan, celah dan ruang-ruang gelap yang menjadi sarang koloni atau habitat hewan pengganggu tersebut. Makanan dan sampah harus tertutup dalam wadah metal atau beton yang tak retak. Lakukan pengudaraan dan pencahayaan yang baik pada rumah kita.

4. Hemat biaya ( pemilihan material, pemakaian, perawatan, solusi alamiah

5. Hemat energi

Pemecahan problematika iklim wajib dipenuhi suatu karya arsitektur di manapun dia dibangun.

NYAMAN

1. Suhu yang nyaman, ditentukan 4 faktor :

· Suhu udara

o Menurunkan suhu atap bisa dengan memasang aluminium foil dan glass-wool di atas kaso ( jika rumah, pabrik yang beratap seng/ asbes sedang dibangun atau sedang dilakukan pembongkaran atap/ plafon ) atau di bawah kaso ( jika rumah sudah jadi ). Dinding juga bisa dipasang bahan insulasi ini, diantara bata di eksterior dan batako di interior. Lembaran aluminium foil merefleksikan panas keluar dan sisa panas yang masih menembus ke dalam diserap lapisan glasswool.

o Cara lain, dengan membuat bantalan udara di bawah atap. Jika tak memungkinkan membuat ventilasi di sopi-sopi, kita masih membuat kisi-kisi di bagian plafon teritis dengan kayu reng 2 x 3, ditambah kawat ayam atau kawat kasa untuk mencegah hewan pengganggu masuk ke dalam rumah.

Menurunkan suhu ruangan dengan menggunakan AC ( Air Conditioner ) harus memperhatikan :

· Standar kenyamanan penghuni ruangan ( standar di buku literatur umumnya bukan berasal dari wilayah tropis ).

· Polusi di sekitar rumah, mis ; udara kotor oleh asap pabrik, bau dari pinggir sungai, bising dari tepi jalan raya, dll yang memaksa kita tinggal di ruangan tertutup dan AC menggantikan sirkulasi alami.

· Desain. Bangunan bertingkat tinggi yang luas, menciptakan ruang dalam ruang yang tak memiliki bukaan langsung ke arah luar, sehingga udara yang terjadi tidak memadai. AC solusi yang paling memadai.

· Sirkulasi buruk. Perumahan padat penduduk, yang hanya menyisakan sirkulasi di bagian depan bangunan saja.

Keuntungan menggunakan AC ; mengatur udara pada suhu dan kelembaban tertentu, kualitas udara cenderung stabil, filter pada AC menyaring udara menjadi lebih bersih, bebas debu, partikel mengganggu ( fitur anti jamur dan anti bakteri ). Kerugian AC ; 60 % energi terserap untuk mengisap udara, mendinginkannya dan mengalirkannya ke dalam ruangan. Jika ruangan tidak benar-benar tertutup, untuk mencapai suhu tertentu dibutuhkan tenaga lebih banyak. Bahan refrigerant/ freon yang digunakan AC dan mesin pendingin lainnya diketahui merusak ozon. Bagi kulit sensitif, AC yang berfungsi mengurangi kelembaban udara, menyebabkan kulit kering dan pecah-pecah.

Perawatan AC ; bersihkan filter AC 2 bulan sekali, jika kondisi lingkungan berdebu atau ada hewan peliharaan berbulu di rumah, bersihkan sebulan sekali atau lebih sering lagi. Bersihkan kisi-kisi di bagian luar agar debu atau kotoran yang menempel di sana tidak ikut terbang dan terhirup pernafasan. Evaporator, kompresor dan sirip di bagian dalam yang sulit terjangkau serahkan kepada mekanik AC untuk dibersihkan 3 bulan sekali.

Menghitung kebutuhan AC ;

1 pk = 9000 Btu ( British thermal unit/ satuan kuat dingin )

¾ pk = 7000 Btu

½ pk = 5000 Btu

Ruangan berukuran 3 x 4 = 12 m2 x 0,044 ( koefesien kebutuhan AC ) x 10.000 = 5.280 Btu ( setara ½ pk )

Untuk perumahan, kisaran daya yang digunakan antara 1/6 sampai 6 pk, bangunan umum dan industri lebih besar lagi.

· Kelembaban

· Kecepatan angin

· Individu ( karakter, tingkat aktivitas manusia, jenis pakaian yang digunakan

Iklim Indonesia :

· Suhu antara 28-38 C musim kemarau, 25-29 C musim hujan. Teritisan ( atap joglo sejuk karena naungannya lebar menghasilkan lebih banyak ruang yang tidak terkena sinar matahari langsung ), pedestrian beratap, teras lebar adalah solusi melimpahnya sinar matahari. Bukaan lebar diperlukan untuk sirkulasi udara ( panas, kotor, lembab ke luar rumah ) dalam ruang. Jika kanan kiri belakang bangunan terhalang bangunan tetangga, bisa digunakan menara angin, tekanan udara panas akan tertarik keluar dari menara ini digantikan udara segar. Rumah tropis sebaiknya memiliki beranda beratap yang cukup lebar sebagai penahan, penyaring udara panas antara ruang luar dan ruang dalam, selain sebagai penegas pintu masuk dan tempat penerima tamu. Rumah tropis sebaiknya di sekelilingnya ditanami pepohonan, perdu dan semak untuk menyaring udara, debu dan polusi.

· Kelembaban udara 40-70 % di musim hujan, 80-100 % di musim hujan.

· Curah hujan mencapai 3000 mm/ tahun ( tinggi ). Atap bersudut besar ( 35 atau lebih/ kemiringan curam adalah solusinya, agar air hujan cepat mengalir ke bawah.

· Kecepatan angin 5 m/ detik ( lemah ). Makin lembab makin lemah anginnya.

· Manusia di iklim tropis lembab mampu beradaptasi pada suhu antara 24-30 C, merasa kurang nyaman di ruangan bersuhu di atas 28 C.

· Sinar matahari menyinari alam tropis/ khatulistiwa sekitar 12 jam perharinya.

rumah idaman

rumah idaman


Semoga informasi ini berguna untuk anda ( A.Savitri/ pelbagai sumber ).

Iklan

Written by Savitri

9 Juni 2009 pada 16:30

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

11 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. @ Baridah :
    Untuk referensi TA, saya masih belum menemukan file yang saya pakai dulu, di mana tercantum nara sumber. Maklum ganti komputer karena terjangkit virus. Sebagian file rusak. Ada beberapa buku yang mungkin berguna sebagai penggantinya.
    Inspirasi Rumah Sehat Di Perkotaan. Paenulis : Mohamad Probo Hindarto. Harga : Rp. 55.000,- ( 118 halaman ).
    Konsep Dan Desain Rumah Tinggal. Penulis : Suparno Sastra M. Harga : Rp. 69.900,- ( 110 halaman ).
    Glosari Arsitektur – Kamus istilah dalam arsitektur. Penulis : Uniek Praptiningrum Wardhono. Harga : Rp. 52.000,- ( 192 halaman ).
    Fisika Bangunan. Penulis : Prasasto Satwiko. Harga : Rp. 54.000,- ( 372 halaman ).
    Material Akustik : Pengendali Kualitas Bunyi pada Bangunan. Penulis : Christina E. Mediastika, Ph.D. Harga : Rp. 37.500,- ( 136 halaman )
    Desain Pencahayaan Arsitektural : Konsep Pencahayaan Artifisial pada Ruang Eksterior. Penulis : Parmonangan Manurung. Harga : Rp. 32.000,- ( 172 halaman ).
    Arsitektur Sadar Energi. Penulis : Ir.Prasasto Satwiko, M.Build.Sc., Ph.d. Harga : Rp. 33.500,- ( 226 halaman ).
    Cara membelinya klik di https://anisavitri.wordpress.com/daftar-buku/

    Savitri

    18 Juli 2010 at 11:14

  2. wah, info nya bagus, saya sedang butuh sekali untuk referensi TA saya. apakah boleh?
    kalau boleh tau juga, sumbernya dari mana?
    terimakasih sebelumnya

    baridah

    16 Juni 2010 at 23:55

  3. @ Budiman :
    Anda bisa baca posting terbaru di

    https://anisavitri.wordpress.com/2010/04/08/jumlah-posisi-lampu-daya-listrik-yang-dibutuhkan-rekening-pln/

    dan menentukan sendiri. Selamat berhitung ..

    Savitri

    8 April 2010 at 11:12

  4. menentukan tinggi titik lampu dari lantai dengan 300 lumen dan besar ruangan 5x60m, banyaknya lampu TL 2x 40 sebanyak 10bh?.tlng dibalas…Thanks

    BUDIMAN

    31 Maret 2010 at 08:12

  5. @ Ade :
    Itu soal selera. Subyektif. Bisa pilih model dan cat favorit anda. BTW thanks for visiting ..

    anisavitri

    11 November 2009 at 14:13

  6. RUMAHNYA SUDH BGUZ,,tapi sayanx,catnya 2 krang mnarik..

    ADE

    6 November 2009 at 04:03

  7. @ Widyo :
    Bagian rumah yang terpapar matahari dan hujan memang sudah resiko mendapat dicat ulang secara periodik. Gunakan cat eksterior seperti Mowilex weathercoat atau Dulux weathershield untuk tembok, agar lebih tahan cuaca ( tidak cepat pudar ). Melamik, setahu saya untuk bagian dalam rumah ( interior ). Gunakan coating ( cairan pelapis ) kayu untuk eksterior ( bagian luar rumah ), semisal Ultran Aqua Politur ( finishing kayu untuk pergola, lisplang, pagar kayu, garden furniture, juga kusen luar ). Sedangkan untuk menghalau silau matahari, biasanya orang menggunakan sirip penangkal matahari ( dari metal, bata, beton ), jalusi/ kerai ( dari kayu, bambu, metal, plastik, dll ) dan tanaman rambat ( Passiflora, dll ) atau pot gantung ( tanaman Scindapsus, paku-pakuan/ Neprolepis exceltata, Episcia fulgida, dll ). Saya posting tulisan mengenai tanaman dalam ruangan dan taman di atap rumah, hari ini ( 7/10/2009 ). Mungkin bisa mengilhami anda ? Trims sudah berkunjung.

    @ Bambang :
    Gempa Jabar dan Sumbar kemarin membuktikan bahwa banyak rumah dan bangunan publik di Indonesia tidak dirancang dan dibangun sesuai aturan ( spesifikasi kurang, tidak tahan gempa, lokasi tidak sesuai peruntukannya, dsb ) sehingga menimbulkan banyak korban. Itu yang terlacak karena masif dan serempak. Yang tidak terlacak, ya, yang anda baca dengan kenyataannya. Ventilasi udara yang kurang, nggak terasa sekarang, tapi setelah terakumulasi beberapa belas tahun kemudian, penghuninya menderita penyakit paru2 basah karena lembab atau penyakit pernafasan. Paruh baya sudah kepayahan, keluar masuk rumah sakit.

    Penggunaan asbes di luar negeri sudah dilarang, tapi di kita masih digunakan untuk atap, plafon, dinding, dsb . Serbuk yang berhamburan jika melapuk, lalu terhirup, menimbulkan kanker yang bisa merenggut nyawa. Begitulah, harapan hidup orang kita masih rendah di banding negara luar. Udah gitu, berada di cincin api gempa, lempeng tektonik dan 3 gunung vulkanik terdahsyat di dunia. Benar2 struggle for life. Setiap detik mesti bermakna. Trims komennya.

    anisavitri

    7 Oktober 2009 at 20:12

  8. Thx a lot infonya….Sepertinya jadi salah semua deh rumah yang udah jadi hehehehe

    Bambang

    29 September 2009 at 11:32

  9. Mbak Anisavitri,kusen2 jendela rumah saya sudah beberapa kali harus saya cat ulang dgn melamix karena terkelupas terkena terpaan cahaya matahari. Saya minta saran tentang tanaman rambat yg bisa saya gantung/rambatkan di depan kusen supaya cahaya matahari tidak langsung menerpa kusen. Terimakasih.

    widyo

    26 September 2009 at 10:13

  10. Thanks…

    anisavitri

    5 September 2009 at 14:00

  11. cantik…

    az

    11 Agustus 2009 at 11:28


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: