Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

38 bayi tewas terpanggang di Meksiko. Struktur bangunan lemah ?

with 2 comments

Presiden Meksiko, Felipe Calderon memerintahkan penyelidikan terhadap tragedi terbakarnya pusat penitipan anak di Hermosillo yang hingga, Sabtu ( 6/6/2009 ) waktu setempat, menewaskan 38 anak. Sedikitnya 30 balita masih dirawat di rumah sakit, sehari setelah terjadinya insiden itu. 15 di antaranya mengalami luka bakar yang parah, ujar Raymundo Lopez, menkes negara bagian Sonoro, Meksiko. Sebagian korban luka bakar telah dipindahkan untuk dirawat dokter spesialis di negara bagian Jarisco, kata Daniel Karam dari Lembaga Penanggulangan Sosial, Meksiko. Seorang anak bahkan telah diterbangkan ke unit perawatan luka bakar di Sacramento, negara bagian California, Amerika Serikat.

“Saya telah memerintahkan pihak kejaksaan bersama pihak berwenang agar secepatnya melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab terjadinya kebakaran serta mengindentifikasi siapa yang paling bertanggung jawab,”ujar Felipe.

Sementara itu, para orang tua korban telah memakamkan anak mereka pada hari Sabtu. Puluhan orang datang ke sebuah kapel sambil membawa bunga dan mainan anak2 sebagai ungkapan perpisahan terakhir terhadap Camila ( 3 ). Kakaknya yang berusia 4 tahun masih berjuang di rumah sakit Guadalajara.

bayi cantik

bayi cantik

api melalap bayi2 di penitipan

api melalap bayi2 di penitipan

Jose Larrinaga, juru bicara kantor kejaksaan Meksiko, mengatakan, masih terlalu dini menyebutkan jumlah korban secara pasti dalam tragedi kebakaran tsb, juga penyebab terjadinya kebakaran. Sebagian besar anak yang tewas dalam musibah itu meninggal karena menghirup asap. Yang lainnya tewas tertimpa atap ruangan yang roboh. Sejumlah orang tua masih mempertanyakan kenapa kebakaran itu tidak bisa dicegah dan dari mana api berasal.

Kurangnya pintu darurat dan sebagian struktur bangunan yang lemah, terutama di ruangan tempat bayi2 baru lahir, diduga sebagai penyebab banyaknya korban tewas. Media2 lokal menduga, api berasal dari toko ban yang berada di dekat gedung tempat pusat penitipan anak itu. Namun, hal itu kemudian disanggah pemilik toko ban.

Di lokasi kejadian, saat pertama terjadi kebakaran, Jumat ( 5/6/2009 ), sejumlah orang yang putus asa menghancurkan tembok pusat penitipan anak dengan menggunakan mobil untuk menyelamatkan anak2 mereka yang terperangkap di dalam bangunan. Menurut sejumlah saksi mata, petugas keadaan darurat datang beberapa saat kemudian dan membantu membawa para korban keluar.

Seorang pria berusia 40 tahun yang tinggal di depan pusat penitipan anak adalah orang pertama yang memberi pertolongan. Kepada surat kabar “La Reforma”, pria itu mengatakan, ia berusaha mengeluarkan anak2 dari gedung yang terbakar itu.”Ini pengalaman mengerikan. Asap tebal di mana-mana, namun tidak terdengar anak yang menangis. Mungkin mereka sudah tewas atau pingsan,” kata pria bernama Roberto Bustamante, sambil meneteskan air matanya. ( AFP/Al-Jazeera/PR, 8/6/2009 )


free html visitor counters
hit counter
Iklan

Written by Savitri

16 Juni 2009 pada 20:28

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. ak gak bayangin

    lia

    23 Desember 2009 at 16:02

  2. kasian bgt sie mereka . . . .. . .

    tara

    19 September 2009 at 10:56


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: