Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Siti Hajar, TKI, antara martil dan keadilan

with one comment

Belum lepas dari ingatan kita, memar lebam dan pilu Siti Hajar, seorang TKI yang dihajar sampai masuk rumah sakit oleh majikan perempuan yang menunda gaji Siti hingga 34 bulan. Darah, air mata, diperkosa sampai hamil, bahkan terbujur dalam peti mati kerap menimpa pahlawan devisa kita.

Beragam kasus silih berganti, tapi pemerintah kita sampai hari ini belum juga menetapkan keharusan negara untuk melindungi warga negaranya yang bekerja di luar negeri dalam undang2 ketenagakerjaan, berikut sanksi2 bagi pelanggarnya, termasuk PJTKI yang selama ini sembrono.

Seorang pejabat yang diundang oleh tim “Democrazy” Metro TV, bahkan cukup berkilah, pekerja di rumah tangga di mana2 memang rentan oleh perlakuan tak adil. Nasib, kalau dapat majikan tak manusiawi, karena sifatnya yang subyektif. Dengan omong thok, diharap urusan selesai, tak perlu kerja/ capek.

Tengok seorang Siti Hajar, yang rencana semula ingin langsung bertemu dengan kedua putra kesayangannya ( untuknya ia rela membanting tulang di negeri orang ), ia mau menunda sampai setidaknya sidang pertama. Apa yang ingin diperjuangkannya dengan tubuh masih ngilu plus perasaan hancur berkeping-keping ? Ia masih sempat memikirkan TKI lain yang teraniaya !

Ia tak ingin siksaan berdarah-darah yang dialaminya ( disiram air panas, dipukul, dimartil hingga hidung patah, telinga budeg dan kulit rusak serta kecantikannya lenyap ) sampai dialami saudara setanah air di negeri jiran. Bahkan Siti sudi tinggal lebih lama hingga kasusnya tuntas di pengadilan Malaysia. Ia ingin menginspirasi TKI lain untuk berjuang ! Luar biasa.

Siti Hajar dengan luka2nya, lahir batin.

Siti Hajar dengan luka2nya, lahir batin.

Saya kadang heran, wong cilik, perempuan sederhana Indonesia, bisa menunjukkan tekad yang mengharubirukan. Dari mana Siti memperoleh kekuatan dan keberanian itu ? Para pejabat dan kaum terpelajar mestinya tersindir dengan pengorbanan dan kekuatan Siti. Jelas, Siti lebih qualified di mata Allah.

Jadi, jika Malaysia kemudian mengamendemen Undang2 Perburuhan yang lebih melindungi profesi PRT, itu bisa dianggap buah pengorbanan dan perjuangan Siti Hajar dan pelbagai pihak yang mendukungnya.

Kita perlu berterima kasih dan membantunya memantau pengesahan dan implementasi amandemen UU Perburuhan Malaysia, sampai Siti Hajar juga para TKI yang terkatung-katung kasusnya ( ratusan orang, ditampung di belakang KBRI ) memperoleh keadilan. Siti bisa, kita pun mesti bisa. ( A.Savitri )

Malaysia akan memberi hari libur & perlindungan pada TKI

Para tenaga kerja Indonesia ( TKI ) di Malaysia kini boleh sedikit bernafas lega. Pasalnya, pemerintah negeri Jiran yang mengaku serumpun dengan Indonesia itu mulai memperbaiki kondisi para tenaga asingnya, khususnya di sektor pembantu rumah tangga.

Tak lama lagi, pemerintah Malaysia akan menetapkan aturan yang mengharuskan libur satu hari dalam sepekan bagi para pembantu rumah tangga asing yang bekerja di negaranya. Keputusan itu diambil sebagai upaya untuk memperbaiki kondisi pekerja dari luar negeri, ungkap S.Subramaniam, menteri SDM Malaysia pada media pemerintah, Selasa ( PR, 16/6/2006 ) malam.

Melindungi pekerja dari pelecehan, penyiksaan, penganiayaan, serta tindakan semena-mena dari para majikan domestik terhadap pembantunya dari luar, khususnya Indonesia. Para TKI di sektor PRT dan konstruksi selama ini tidak dilindungi aturan. Kementeriannya telah mengamandemen Undang2 Perburuhan dimana para majikan diwajibkan memberi satu hari libur pada para pembantu rumah tangga.

“Kementerian Sumber Daya Manusia akan memberikan mandate kepada seluruh pengelola jasa pembantu rumah tangga domestik untuk menandatangani satu kontrak dan perlindungan bagi para buruh atau pembantu rumah tangga, termasuk soal gaji atau upah, nama para majikan, tempat kerja para pembantu, dan memberikan satu hari libur dalam sepekan. Undang2 Perburuhan saat ini melindungi berbagai sektor kecuali pembantu. Kami kini sedang memproses formulasi regulasi akan hal itu.

Setelah semuanya selesai, maka kami akan menyampaikannya kepada kejaksaan agung untuk disetujui. Kami mungkin bisa mengimplementasikannya tahun ini,”kata Subramaniam kepada wartawan, setelah melakukan pertemuan dengan organisasi non pemerintah yang khusus membahas tenaga kerja asing di Wisma Pembangunan Sumber Manusia Berhad ( PSMB ).

Ditegaskannya mengenai hari libur itu akan diserahkan sepenuhnya pada para majikan. Jika mereka terpaksa mempekerjakan sepekan penuh, sang majika harus memberi kompensasi pada para pembantunya. ”Kami juga akan menyediakan buku panduan bagi para pembantu asing yang berisi telpon kedutaan dan para agen yang telah mengontrak mereka, sehingga bila terjadi sesuatu bisa cepat dihubungi,” tambah Subramaniam. Para majikan yang tidak mau menandatangani masa kontrak para pembantu atau buruh akan dikenai denda sebesar 10 ribu ringgit.

Bulan lalu, pemerintah Malaysia mengatakan akan mengeluarkan undang2 baru untuk melindungi pekerja domestik dari pelecehan seksual, upah yang tak memadai, dan buruhnya kondisi kerja, termasuk perlindungan bagi tenaga kerja asing. Malaysia, negara di Asia yang menggunakan tenaga buruh asing terbesar tahun lalu ( sekitar 2,2 juta orang ) termasuk domestik yang bekerja di perkebunan dan pabrik. Para TKI sering bekerja sepekan penuh, bahkan gaji yang diterima di bawah 120 USD perbulan. ( AFP/The Star/ PR, 18/6/2009 ).

Pahlawan devisa & harga diri bangsa

Saya setuju ucapan mantan Kapolri, Da’i Bachtiar yang kini jadi dubes RI untuk Malaysia. Ada yang serius dari tidak terdeteksinya kekerasan yang menimpa pekerja migran kita selama bertahun-tahun di Malaysia. Seorang agen penyalur tenaga kerja asing di Malaysia mengatakan Indonesia jangan dulu memboikot pengiriman TKI, atau dia akan mengalihkan kekosongan tenaga sektor domestik ini ke negara lain. Bahwa, penyiksaan yang dialami Siti Hajar atau Modesta itu hanya kasus perorangan. Bukan seorang, bung, sudah 180 TKI yang terlunta-lunta mengharapkan keadilan dari pemerintah anda. Di mana sense of crisis anda ?

Jika, adik anda atau anda sendiri yang dimartil jari dan hidungnya hingga patah, dibogem kupingnya hingga tuli, disetrika lehernya sampai lepuh atau disiram air mendidih hingga sekujur tubuh anda rusak, ketampanan/ kenormalan anda tidak kembali untuk selama-lamanya, apakah anda mau menunggu sampai 4 tahun untuk memperoleh keadilan ? Anda tak belajar dari masa lalu ? Tak ada tekanan tak ada tindakan. Atau anda hanya memikirkan bisnis/ urusan anda saja ? Berusahalah lebih keras untuk berempati.

KBRI di Kuala Lumpur, Malaysia

KBRI di Kuala Lumpur, Malaysia

Saya pikir tidak terdeteksinya kekerasan ini, karena orang seperti penyalur tadi dan orang kita yang bicara thok, tak mau kerja, bertemu dalam satu urusan. Dalam hal ini, penyaluran TKI di rumah2 majikan Malaysia. Di lingkungan warga yang merasa lebih makmur dan tingkat kepedulian rendah. Tak ada evaluasi dan perbaikan selama dirinya tak dirugikan.

Anwar Ibrahim terlilit perkara yang tak dilakukannya hingga usianya lewat 60 tahun, tanpa perjuangan heroik dari masyarakat yang dibelanya. Tak ada yang gigih membebaskan Anwar dari ‘mimpi buruknya’ hingga hari ini. Di sana, it’s about me, not us. Kebanyakan mikir diri sendiri. Rintihan, tangisan, lolongan, jeritan TKI didengar sambil lalu. Kejanggalan diabaikan. Bukan urusanku. Selama bertahun-tahun. Oleh karenanya, shock terapy berupa pemboikotan TKI perlu dilakukan, agar warga Malaysia bangun, lebih peduli dengan nasib warga kita di negerinya.

Pak Da’i lanjutkan perjuangan melindungi warga kita di Malaysia. Bukan sekedar pembantu rumah tangga atau pahlawan devisa. Ini soal harga diri bangsa.

Siti Hajar menemui kedua putranya di Garut dalam jeda persidangannya.


Rindu keluarga dan kampung halaman terobati ketika Siti Hajar ( 31 ) menginjakkan kaki untuk pertama kali setelah meninggalkan kampungnya di RT 2 RW 5 Kp. Lio Wetan, Desa Limbangan Barat, Kec. Limbangan, Kab.Garut, Rabu ( 19/8/2009 ) petang. Namun, wajah tenaga kerja wanita ( TKW ) yang disiksa majikannya di Kuala Lumpur, Malaysia, menyiratkan kebingungan, seolah merasa asing di lingkungannya dulu.


“Senang sekali bisa pulang ke rumah, tetapi sekaligus sedih. Saya tidak kenal wajah kedua anak saya karena sudah 3 tahun tidak ketemu,”ujarnya sambil bercucuran air mata. Selama 3 tahun bekerja di Malaysia, Siti Hajar tiba2 muncul dengan kabar duka, 9/6/2009 lalu. Hau Yuan Tyang atau Michelle, majikan Siti, kerap menyiksanya dengan siraman air panas dan pukulan kayu juga, selain tidak membayar gaji Siti selama 34 bulan.


Anak sulung Siti, Toni ( 14 ) langsung memeluk ibunya penuh haru. Sedangkan anak bungsunya, Zaki ( 4 ) malah tak kenal ibunya dan enggan dipangku.”Pangling lihat anak2 sudah sebesar ini. Saya tidak tahu wajah Zaki karena saat ditinggal kerja, ia baru berusia 1 tahun. Sampai kemarin saya tidak bisa membayangkan bagaimana wajah anak2 saya saat melihat langsung,” ujar Siti.


Mengenai persidangan yang masih dijalani, Siti berharap semua proses dapat berjalan lancar.”Saya akan kembali ke Malaysia untuk menyelesaikan persidangan. Saya ingin majikan saya dihukum seberat-beratnya karena telah membuat saya menderita.” Siti mengaku ingin menjalani Ramadhan dan Idul Fitri di kampung halamannya bersama keluarga dan anak2nya. Ia masih berniat untuk bekerja, tapi tidak mau ke Malaysia lagi.


Toni merasakan hal yang sama. Ia tak mengenali paras cantik ibunya saat ditinggal bekerja 3 tahun lalu. “Wajahnya berubah, tidak lagi cantik dan putih seperti dulu. Kasihan Emak,”katanya.


Kesedihan Siti kembali memuncak ketika kerabatnya menceritakan bahwa sang ibu, Edeh, telah meninggal pada 2006.”Kami tidak tega memberitakan kematian Ibu kepada Siti. Selain dia sedang bekerja di Malaysia, terus terang kami juga kesulitan mencari keberadaan dia karena putus komunikasi,” ujar Nani Suryani ( 43 ), kakak Siti.


Demi menyambut kepulangan Siti, warga sekitar berjejal-jejal di halaman rumah Siti yang sempit. Mereka pun berebut peluk dan salam dari Siti karena prihatin atas penderitaan yang dialaminya.


Didampingi staf KBRI di Malaysia, Siti Hajar tiba di bandara Husein Sastranegara, Bandung, kira2 pukul 14.45 WIB. Kedatangan Siti disambut wakil bupati Garut, Diky Candra dan kepala Dinas Tenaga Kerja kab.Garut, Elka Nurhakimah, untuk kemudian mendampingi Siti pulang ke rumahnya. Kepulangan Siti ke tanah air hanya bersifat sementara. Seraya menunggu proses persidangan berikutnya, Kejaksaan Malaysia atau Jabatan Peguam Negara mempersilakan Siti pulang dengan alasan kemanusiaan. Namun, 2 minggu sebelum persidangan berikutnya, Siti sudah harus kembali ke Malaysia.


“Sidang selanjutnya pada 25 Agustus 2009, namun Siti tidak harus menghadiri. Yang paling penting, hadir saat vonis terhadap terdakwa pada Oktober 2009 mendatang,” ujar Sekretaris II Bidang Konsuler KBRI Kuala Lumpur, Susapto Anggoro Broto. Menurutnya, kasus yang dialami Siti termasuk kategori pelanggaran kombinasi ; selain tidak dibayar gajinya, juga kerap mengalami penyiksaan.


Diky menyatakan, masyarakat Garut harus memberi dukungan kepada Siti untuk menyelesaikan kasus hukumnya.”Dia tak hanya berjuang untuk dirinya sendiri, tetapi juga memperjuangkan kedaulatan Indonesia di negara orang. Hal itu patut kita apresiasi, sebagai bentuk lain perjuangan kita,”ungkapnya. ( PR, 20/8/2009 )


free html visitor counters
hit counter
Iklan

Written by Savitri

22 Juni 2009 pada 15:05

Ditulis dalam Ragam

Tagged with ,

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Rumpun Tjoet Njak Dien adalah lembaga sosial yang bergerak dalam penguatan, pendampingan dan perlindungan pekerja rumah tangga. Kunjungi blog kami di rumpuntjoetnjakdien.blogspot.com dan website kami di http://www.rtnd.org. Hidup PRT!

    Rumpun Tjoet Njak Dien

    5 Oktober 2009 at 11:39


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: