Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Arsitektur Post-Modernism ( bag.7 )

leave a comment »

Post-Modernisme

Post-Modernisme merupakan ungkapan konsep yang menghasilkan bentuk lain sebagai oposisi dari “gerakan modern” atau “modernitas”. Secara tidak langsung post-modern kurang lebih seperti tujuan utama dari avant garde gerakan pelopor pembaharuan dan kembali berintegrasi dengan idealisme zaman pra modern. Post modern merombak konsep modernisme yang berusaha memutus hubungan dengan masa seni dan arsitektur klasik.

Postmodern bisa dimengerti sebagai filsafat, pola berpikir, pokok berpikir, dasar berpikir, ide, gagasan, teori. Masing-masing menggelarkan pengertian tersendiri tantang dan mengenai Postmodern, dan karena itu tidaklah mengherankan bila ada yang mengatakan bahwa postmodern itu berarti `sehabis modern’ (modern sudah usai); `setelah modern’ (modern masih berlanjut tapi tidak lagi populer dan dominan); atau yang mengartikan sebagai `kelanjutan modern’ (modern masih berlangsung terus, tetapi dengan melakukan penyesuaian/adaptasi dengan perkembangan dan pembaruan yang terjadi di masa kini).

Di dalam dunia arsitektur, Post Modern menunjuk pada suatu proses atau kegiatan dan dapat dianggap sebagai sebuah langgam, yakni langgam Postmodern. Dalam kenyataan hasil kar-ya arsitekturnya, langgam ini muncul dalam tiga versi/sub-langgam yakni Purna Modern, Neo Modern, dan Dekonstruksi. Mengingat bahwa masing-masing pemakai dan pengikut dari sub-langgam/versi tersebut cenderung tidak peduli pada sub-langgam/versi yang lain, maka masing-masing menamakannya langgam purna-modern, langgam neo-modern dan langgam dekonstruksi.

Arsitektur Post Modern tidak dapat dipisahkan dengan Arsitektur Modern karena Arsitektur Post Modern merupakan:

  • Kelanjutan Arsitektur Modern
  • Reaksi terhadap Arsitektur Modern
  • Koreksi terhadap Arsitektur Modern
  • Gerakan melengkapi dari apa yang masih belum terpenuhi dalam arsitektur Modern
  • Menyodorkan alternatif sehingga arsitektur tidak hanya satu jalur saja
  • Memberi kesempatan untuk menangani arsitektur dari kemungkinan-kemungkinan, pendekatan-pendekatan dan alternatif-alternatif yang lebih luas dan bebas

Dengan demikian mempelajari arsitektur Post Modern tidak bisa tanpa melalui Arsitektur Modern karena Arsitektur Post Modern merupakan langkah atau tindak lanjut terhadap evaluasi yang dilakukan mengenai arsitektur Modern. Arsitektur Post Modern merupakan arsitektur yang telah melakukan feedback/umpan-balik terhadap Arsitektur Modern. Pemunculan Arsitektur Modern tidak seragam dan secara garis besar dapat dikelompokan dalam tiga ciri penampilan: PurnaModern, Pasca Modern (juga disebut Neo Modern) dan Dekonstruksi

PURNA MODERN

Purna Modern merupakan pengindonesiaan dari sebutan post-modern versi Charles Jencks. Ditandai dengan munculnya ornamen, dekorasi dan unsur-unsur kuno (dari Pra Modern) tetapi dengan melakukan transformasi atas yang kuno tadi. Me-nyertakan warna dan tekstur menjadi eleman arsitektur yang penting yang ikut diproses dengan bentuk dan ruang. Tokohnya antara lain Robert Venturi, Michael Graves, Terry Farrell.

Bagian pagar yang mengelilingi gedung ini yang berupa besi yang berjajar vertikal yang di bagian ujungnya terdapat karakter Disney yang lain yaitu Mickey Mouse. Masyarakatpun pasti sudah mengenali tokoh Disney yang satu ini, hanya dari bentuk outline dari kepala tokoh ini saja orang sudah mengenalinya sebagai salah satu tokoh Disney.

Bentukan setengah lingkaran pada bagian atas gedung sehingga membentuk suatu irama pada bagian atas dari bangunan ini.

NEO MODERN

Dahulu diberi nama Late Modern oleh Charles Jencks, sehingga pengertiannya tetap tidak berubah Tidak menampilkan ornamen dan dekorasi lama tetapi menonjolkan Tektonika (The Art of Construction). Arsitekturnya dimunculkan dengan memamerkan kecanggihan yang mutakhir terutama teknologi. Sepintas tidak terlihat jauh berbeda dengan Arsitektur Modern yakni menonjolkan tampilan geometri. Menampilkan bentuk-bentuk tri-matra sebagai hasil dari teknik proyeksi dwimatra (misal, tampak sebagai proyeksi dari denah). Tetapi, juga menghadirkan bentukan yang trimatra yang murni (bukan sebagai proyeksi dari bentukan yang dwimatra). Tampilan didominasi oleh bentuk geometri. Tidak menonjolkan warna dan tekstur, mereka ini hanya ditampilkan sebagai aksen. Walaupun demikian, punya warna favorit yakni warna perak. Tokohnya antara lain: Richard Meier, Richard Rogers, Renzo Piano, Norman Foster.

DEKONSTRUKSI

Kampus Utama, Universitas Cincinnati

Kampus Utama, Universitas Cincinnati

Kampus Barat, Universitas Cincinnati

Kampus Barat, Universitas Cincinnati

Geometri juga dominan dalam tampilan tapi yang digunakan adalah geometri 3 dimensi bukan dari hasil proyeksi 2 D sehingga muncul kesan miring dan semrawut. Menggunakan warna sebagai aksen dalam komposisi sedangkan tekstur kurang berperan. Tokohnya antara lain: Peter Eisenman, Bernard Tschumi, Zaha Hadid, Frank O’Gehry. Beberapa contoh karya dari ragam ini adalah Contemporary Arts Center, University of Cincinnati (Zaha Hadid), Guggenheim Museum, Bilbao, Spain (Frank O` Gehry), Parc de La Villete, Paris (Bernard Tschumi) dan Max Reindhardt Haus Berlin, Germany. (Peter Eisenman)

Pusat Studi & Perpustakaan, Universitas Ekonomi & Bisnis di Vienna, Austria, karya Zaha Hadid, bergaya dekonstruksi.

Pusat Studi & Perpustakaan, Universitas Ekonomi & Bisnis di Vienna, Austria, rancangan arsitek perempuan Zaha Hadid, bergaya dekonstruksi.

Pokok-pokok pikiran arsitek Post-modern

Pokok-pokok pikiran yang dipakai arsitek Post Modern yang tampak dari ciri-ciri di atas berbeda dengan Modern. Di sini akan disebutkan tiga perbedaan penting itu :

1. Tidak memakai semboyan Form Follows Function

Arsitektur posmo mendefinisikan arsitektur sebagai sebuah bahasa dan oleh karena itu arsitektur tidak mewadahi melainkan mengkomunikasikan. Apa yang dikomunikasikan? Yang dikomunikasikan oleh ketiganya itu berbeda-beda, yaitu:

PURNA MODERN: yang dikomunikasikan adalah identitas regional, identitas kultural, atau identitas historikal. Hal-hal yang ada di masa silam itu dikomunikasikan, sehingga orang bisa mengetahui bahwa arsitektur itu hadir sebagai bagian dari perjalanan sejarah kemanusian.

NEO MODERN: mengkomunikasikan kemampuan teknologi dan bahan untuk berperan sebagai elemen artistik dan estetik yang dominan.

DEKONSTRUKSI: yang dikomunikasikan adalah

a. unsur-unsur yang paling mendasar, esensial, substansial yang dimiliki oleh arsitektur.

b. Kemampuan maksimal untuk berarsitektur dari elemen-elemen yang essensial maupun substansial.

Karena pokok-pokok pikiran itu dapat pula dikatakan bahwa :

-Arsitektur PURNA MODERN memiliki kepedulian yang besar kepada masa silam (The Past),

– Arsitektur NEO MODERN memiliki kepedulian yang besar kepada masa ini (The Present), sedangkan

– Arsitektur DEKONSTRUKSI tidak mengikatkan diri ke dalam salah satu dimensi Waktu (Timelessness). Pandangan seperti ini mengakibatkan timbulnya pandangan terhadap Dekonstruksi yang berbunyi “Ini merupakan kesombongan dekonstruksi.”

2. Fungsi ( bukan sebagai aktivitas atau apa yang dikerjakan oleh manusia terhadap arsitektur)

Yang dimaksud dengan `fungsi’ di sini bukanlah `aktivitas’, bukan pula `apa yang dikerjakan/dilakukan oleh manusia tehadap arsitektur’ (keduanya diangkat sebagai pengertian tentang `fungsi’ yang lazim digunakan dalam arsitektur modern). Dalam arsitektur posmo yang dimaksud fungsi adalah peran adan kemampuan arsitektur untuk mempengaruhi dan melayani manusia, yang disebut manusia bukan hanya pengertian manusia sebagai mahluk yang berpikir, bekerja melakukan kegiatan, tetapi manusia sebagai makhluk yang berpikir, bekerja, memiliki perasaan dan emosi, makhluk yang punya mimpi dan ambisi, memiliki nostalgia dan memori. Manusia bukan manusia sebagai makhluk biologis tetapi manusia sebagai pribadi.

Fungsi = apa yang dilakukan arsitektur, bukan apa yang dilakukan manusia; dan dengan demikian, ‘FUNGSI bukan AKTIVITAS’

Dalam posmo, perancangan dimulai dengan melakukan analisa fungsi arsitektur, yaitu

– Arsitektur mempunyai fungsi memberi perlindungan kepada manusia (baik melindungi nyawa maupun harta, mulai nyamuk sampai bom)

– Arsitektur memberikan perasaan aman, nyaman, nikmat,

– Arsitektur mempunyai fungsi untuk menyediakan dirinya dipakai manusia untuk berbagai keperluan,

– Arsitektur berfungsi untuk menyadarkan manusia akan budayanya akan masa silamnya,

– Arsitektur memberi kesempatan pada manusia untuk bermimpi dan berkhayal,

– Arsitektur memberi gambaran dan kenyataan yang sejujur-jujurnya.

Berdasarkan pokok pikiran ini, maka:

– Dalam PURNA MODERN yang ditonjolkan didalam fungsinya itu, adalah fungsi-fungsi metaforik (=simbolik) dan historikal.

– NEO MODERN menunjuk pada fungsi-fungsi mimpi, yang utopi (masa depan yang sedemikian indahnya sehingga tidak bisa terbayangkan).

– DEKONSTRUKSI menunjuk pada kejujuran yang sejujur-jujurnya.

3. Bentuk dan Ruang

Di dalam posmo, bentuk dan ruang adalah komponen dasar yang tidak harus berhubungan satu menyebabkan yang lain (sebab akibat), keduanya menjadi dua komponen yang mandiri, sendiri-sendiri, merdeka, sehingga bisa dihubungkan atau tidak.

Yang jelas bentuk memang berbeda secara substansial, mendasar dari ruang.

Ciri pokok dari bentuk adalah ‘ada dan nyata/terlihat/teraba’, sedangkan ruang mem-punyai ciri khas ‘ada dan tak-terlihat/tak-nyata’. Kedua ciri ini kemudian menjadi tugas arsitek untuk mewujudkannya. ( Christine/ pelbagai sumber )

hit counters
hit counter
Iklan

Written by Savitri

10 Juli 2009 pada 19:36

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: