Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Perda Cagar Budaya kota Bandung, akhir Juli 2009

with one comment

Jl Asia Afrika, Bandung

Jl Asia Afrika, Bandung

Pemerintah Kota Bandung berharap pembahasan Raperda Benda Cagar Budaya ( BCB ) dapat diselesaikan akhir Juli 2009. Hingga saat ini baru sekitar 240 dari 630 bangunan yang masuk kategori cagar budaya teridentifikasi. Sisanya masih dalam penelusuran.

Kepala Bidang Kebudayaan dan Kesenian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung Rindu Siswaya mengatakan, saat ini Raperda BCB masih dibahas DPRD Kota Bandung.”Kami berharap, Raperda BCB dapat disahkan menjadi perda pada akhir Juli tahun ini,” ujarnya, di sela-sela kunjungan wagub Jabar Dede Yusuf ke Sanggar Seni Pasir Kunci, Ujungberung, Bandung, Jumat ( 26/6/2009 ).

Menurut Rindu, belum disahkannya Raperda BCB, dikuatirkan akan semakin banyak gedung maupun cagar budaya di kota Bandung berubah fungsi, struktur bahkan perombakan total. Sulitnya mengkategori, disebabkan antara lain bangunan sudah beralih fungsi dan struktur. Namun demikian, pihaknya terus berupaya menelusuri, mendata pemiliknya, mengindentifikasi bangunan disertai latar belakang sejarahnya.

Rindu menjelaskan, selama ini penanganan bangunan cagar budaya hanya mengacu UU RI no.5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya. Draf Raperda Cagar Budaya sudah masuk legislative tahun 2008. Akibat belum memiliki Perda BCB, Pemkot Bandung sulit melarang, mengatur, mengawasi, apalagi mengembalikan bangunan cagar budaya yang telah dibongkar. Saat ini, baru DKI Jakarta dan DI Yogyakarta yang sudah memiliki Perda BCB. ( PR, 27/6/2009 )

Peta kawasan Dago, Bandung

Peta kawasan Dago, Bandung

Taman Balai Kota Bandung, dahulu. Terlihat gereja Bethel di seberang.

Taman Balai Kota Bandung, dahulu. Terlihat gereja Bethel di seberang.

Taman belakang Gedung Sate, Bandung, dahulu.

Taman belakang Gedung Sate, Bandung, dahulu.

Gedung Geologi, Bandung, dahulu. Penjajah dahulu batal mengebom kawasan Jl.Diponegoro ini, gara2 keberadaan bangunan yang menyimpan artefak langka prasejarah ini.

Gedung Geologi, Bandung, dahulu. Penjajah dahulu batal mengebom kawasan Jl.Diponegoro ini, gara2 keberadaan bangunan yang menyimpan artefak langka prasejarah ini.

Dago Thee Huis, Bandung, dahulu.

Dago Thee Huis, Bandung, dahulu.

Bioskop Elita, Bandung, dahulu.

Bioskop Elita, Bandung, dahulu.

Hogere Burger School, dahulu. Kini SMU 3, Jl.Belitung, Bandung.

Hogere Burger School, dahulu. Kini SMU 3, Jl.Belitung, Bandung.

Jl.Braga, Bandung, dahulu.

Jl.Braga, Bandung, dahulu.

Jl. Asia Afrika, Bandung, dahulu.

Jl. Asia Afrika, Bandung, dahulu.

Pecinan, dahulu. Kini menjadi kawasan Pasar Baru, Jl.Otista, Bandung.

Pecinan, dahulu. Kini menjadi kawasan Pasar Baru, Jl.Otista, Bandung.

DPRD kota Bandung sahkan 17 perda.

Menjelang akhir masa jabatannya, DPRD kota Bandung mengesahkan 17 peraturan daerah ( perda ), terdiri 12 perda usulan pemkot Bandung dan 5 perda inisiatif masing2 komisi. Perda yang disahkan Senin ( 3/8/2009 ) diantaranya, Perda tentang Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Wening Kota Bandung, Pajak Reklame, Penyelenggaraan Reklame, Pengelolaan Kawasan dan Bangunan Cagar Budaya, Hutan Kota, Penyelenggaraan Perizinan, Kesetaraan dan Pemberdayaan Penyandang Cacat.

Ada 3 raperda Program Legislasi Daerah ( Prolegda ) 2009, tapi tak berhasil diselesaikan, yakni Perda Pengelolaan Sumber Daya Air, Pengelolaan Sampah, dan Rencana Detail Tata Ruang ( RDTRK ). Husni Muttaqien menjelaskan, tidak terselesaikannya pembahasan raperda itu karena masih terkendala aturan lain yang belum ditetapkan. Untuk RDTRK masih menunggu revisi Rencana Tata Ruang Wilayah ( RTRW ), demikian pula 2 perda lainnya yang menunggu diselesaikannya peraturan pemerintah terkait.( PR, 4/8/2009 )

Peta kawasan Cilaki, Bandung, dahulu.

Peta kawasan Cilaki, Bandung, dahulu.

hit counters
hit counter
Iklan

Written by Savitri

10 Juli 2009 pada 19:40

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. gooooood

    izzat arch

    22 Juni 2010 at 12:05


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: