Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Komunitas Arsitektur Hijau, bank data arsitektur vernakular.

with 5 comments

Siapa bilang bangunan dan karakteristik arsitektur modern, yang paling menarik ? Komunitas Arsitektur Hijau ( Arjau ) membuktikan arsitektur tradisional pun bisa mencuri perhatian. Sayang, jika musnah dimakan jaman. Komunitas Arjau merupakan wadah minat yang berada dalam lingkup Himpunan Mahasiswa Jurusan Arsitektur kampus Unpar. Berdiri sejak 24 November 1985 di Gunung Papandayan, Arjau memberi perhatian pada arsitektur vernakuler, yaitu, aspek2 budaya yang bersinggungan dengan kajian arsitektur. Tak heran, kegiatan mereka didominasi jalan2, terutama ke kawasan pelosok yang belum banyak dieksplorasi, namun memiliki kekayaan arsitektur yang eksotis dan memikat.

Kampung Sampireun, Garut.

Kampung Sampireun, Garut.

Uniknya, keanggotaan Arjau bersifat seumur hidup. Hingga kini, ada sekitar 400-an anggota Arjau sejak angkatan 1980-an.”Ketika didirikan, awalnya cuma kumpulan anak2 jurusan arsitektur yang ingin jalan2 menyatu dengan lingkungan, tapi belakangan kami juga mau menghasilkan sesuatu dari jalan2 itu,”kata Novy Yulianty, Ketua Arjau, mahasiswa Arsitektur Unpar 2005.

Kegiatan Arjau macam2, dari mulai menggelar latihan dasar untuk inisiasi anggota baru, hingga berpameran. Yang paling seru tentu saja ketika saatnya mereka melakukan ekspedisi. Setiap ekspedisi memerlukan sejumlah persiapan. Dari mulai survey lokasi, hingga izin kepada kepala desa setempat untuk tinggal sejenak bersama penduduk di sana. Selain persiapan fisik, anggota Arjau juga membekali diri dengan pengetahuan. Biasanya, Arjau berusaha mencari sponsor untuk membiayai perjalanan. Namun, meski tak dapat sponsor, ekspedisi akan tetap jalan. Mereka pun berstrategi mencari jalur perjalanan yang murah meriah layaknya backpacker.

“Misalnya, pas kemarin kami ke Lombok, ada 20 orang yang ikut, rata2 mengeluarkan sekitar Rp.1 juta. Kami naik kereta ke Surabaya, terus menyeberang ke Bali, lalu Lombok,”kata Novy. Setelah melakukan ekspedisi, kumpulan data dan foto diolah menjadi laporan.”Tergantung masing2 angkatan, ada yang output-nya berbentuk buku, film atau pameran,”kata Laurenthia. Berkaitan dengan itu, medio Juni lalu Arjau menggelar peluncuran buku “Kampung Nage : Sebuah Sketsa Arsitektural” di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung.

Gara2 namanya, banyak yang menyangka Arjau fokus pada bangunan anti-global warming, konsep green building, dsb.”Kalau mau bicara global warming, green architecture, dsb, prinsip2 itu sudah sejak lama diterapkan di rumah tradisional. Misalnya, ada rumah bambu, atap tinggi, atap miring dsb,” jelas Laurenthia.

Grace Augusta, dari tim riset Arjau, menyebutkan bahwa obsesi Arjau adalah menjadi bank data arsitektur vernakular Indonesia. Sebab, arsitektur yang terbentuk secara asli tanpa sentuhan tangan arsitek, ternyata mampu menjawab tantangan kondisi budaya dan alam yang dihadapi. Ini merupakan hal yang menarik. Soal dokumentasi data, Arjau terus mengumpulkan pelan2.”Publikasi buku atau sumbangan teori tentang arsitektur nusantara masih langka,” tutup Grace. ( PR, 14/5/2009 )

free html visitor counters
hit counter
Iklan

Written by Savitri

15 Juli 2009 pada 17:32

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

5 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Lomba Desain Landmark Kota Bekasi yang diadakan oleh Pemerintah Kota Bekasi. Lomba ini terbuka untuk umum dengan total hadiah, 105 Juta rupiah. Batas pendaftaran hingga 13 Juni 2013. cek webnya yah: http://www.landmark-kotabekasi.com. thanks.

    Anggi Kusumah

    26 Mei 2013 at 13:35

  2. bahrun

    17 November 2011 at 09:22

  3. saya punya poster arsitektur vernakular
    suku madura dalam perantauan di gunung buring malang-jatim,
    insya Alloh saya di bandung 22-23 nop’11 ikut seminar+pameran kebijakan dan strategi pengadaan perumahan berkelanjutan

    budi fathony

    3 November 2011 at 03:39

  4. @ Panji :
    Seingat saya Komunitas Arjau adalah organisasi ekstra kurikuler di Himpunan Mahasiswa Arsitektur ( HIMA ) Unpar. Coba anda main ke gedung arsitektur Unpar di Jl.Ciumbuleuit 94, Bandung. Tanyakan, apa anda bisa menjadi anggota dan mengikuti kegiatan mereka. Thanks for asking.

    anisavitri

    23 September 2009 at 19:14

  5. asalamualaikum…saya sangat tertarik dengan komunitas arjau ini sya ingin bergabung menjadi anggota tpi gi mana caranya tolong infonya….trim’s

    panji

    19 September 2009 at 01:27


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: