Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Musim kemarau, anjing2 rabies turun gunung

with 6 comments

Pengantar A.Savitri :

Beberapa waktu lalu, ada yang komplain lewat surat pembaca PR, anaknya digigit anjing rabies di sekolahnya. Pihak sekolah menolak disalahkan sehingga terjadi polemik panjang dan adu urat leher antara orang tua murid dan guru. Oo, rupanya anjing2 liar itu yang bikin ulah. Mereka tak bertuan, datang dari gunung. Bukan hanya pendekar kang auw saja yang turun dari sana. Anjing rabies juga.

Di saat kita belum tergigit anjing rabies ( semoga selamanya tidak ) mestinya kita bersyukur ada orang seperti pak Dadang yang mau menangkap anjing2 rabies itu. Sesuatu itu baru terasa kalau tak ada. Bayangkan kalau tak ada kader pemberantas rabies. Wah, runyam. Tapi, apakah kita pernah memikirkannya ? Orang2 kecil seperti Dadang ?

Di Amrik sana, ada acara reality show, orang2 kecil yang sebetulnya sangat berarti bagi keberlangsungan aktivitas kota. Petugas pembersih TKP kecelakaan lalu lintas, pendaur sampah, pembersih gorong2 setiap usai hujan ( mereka kerap menemukan banyak sampah, ember, kursi bahkan kasur ! di lubang2 yang mestinya lancar dilalui air, begitu banyaknya sampai 4 truk ! Ya, yang ini di Indonesia. Kebayang, ketika hujan turun, truk2 ini konvoi, bergegas, menuju lubang2 riol di pusat kota ), dsb.

Saking berbahayanya pekerjaan itu sampai si host patah tulang jari, pinggang, memar, lecet di sekujur tubuh ketika mencoba menjalani pekerjaan orang kecil ini. Pekerjaan berbahaya ini kalau dibayar sangat kecil artinya wong cilik mensubsidi orang kaya, dengan keselamatannya, kesehatannya. Seperti juga lingkungan hidup yang tercemar ; pembuangan limbah pabrik dan rumah tangga di sungai2 yang digunakan sehari-hari oleh penduduk, penambangan liar, pengeboran minyak/ mineral sembarangan dsb. Beberapa kasus seperti Lapindo dan penambangan emas Freeport sudah kita ketahui. Wong cilik inilah yang paling merasakan dampaknya.

Dadang Supriatna, salah satu dari mereka, menceritakan pergulatan hidupnya dalam artikel ini. Keberadaannya ternyata bisa menghindarkan 2 ribu warga kita tergigit anjing rabies tiap hari dan menghemat uang negara 43 milyar rupiah lebih. Layak disimak.

2000 orang digigit anjing rabies di Sri Lanka, tiap hari.

Setiap hari, 2 ribu orang dilaporkan digigit anjing di Sri Lanka, demikian diberi koran The Sunday Island , Minggu ( 26/7/2009 ) dan disiarkan kantor berita Antara, Senin ( 27/7/2009 ). Dalam 6 bulan pertama 2009, 28 pasien meninggal akibat rabies, sedangkan 205 orang lainnya menderita penyakit tsb ; 175 diantaranya terinfeksi gigitan anjing rabies, lainnya terserang penyakit dari kucing, sapi, babi, kambing, kuskus dan rubah.

Menurut pejabat di Kementerian Kesehatan Sri Lanka, pemerintah harus mengeluarkan 500 juta rupee ( sekitar 4,31 juta dolar AS ) setiap tahunnya guna mengobati korban gigitan anjing, dengan rata2 39.000 rupee ( sekitar 336,2 dolar AS ) perorang. Pemerintah telah menyediakan dana 200 juta rupee ( 1,74 juta dolar AS ) bagi program sterilisasi di Kementerian Kesehatan guna mengendalikan pertumbuhan populasi anjing di Sri Lanka. Diketahui, ada 2,5 juta anjing di Sri Lanka dan 40 % diantaranya berkeliaran di jalanan. ( Antara/Xinhua-OANA/PR, 29/7/2009 )

Musim kemarau, anjing2 rabies turun gunung. Untung ada pemburu segigih Dadang di Indonesia.

Musim kemarau tiba, alamat anjing2 liar dari pegunungan menggeliat turun ke perkampungan mencari air. Pada saat itu, kader pemberantas rabies harus siap beraksi menangkap bahkan mengeliminasi anjing yang sudah terjangkit virus rabies. Apabila mobilitas anjing liar ( bukan peliharaan ) dibiarkan menjangkau permukiman, peluang penularan virus rabies pada manusia sangat besar.

Anjing rabies.

Anjing rabies. Cirinya ; ekor sering dikempit di sela kedua kaki belakang, terlihat tidak sehat, banyak air liurnya, juga buas.

Pada kondisi seperti itu, Dadang Supriatna ( 50 ), seorang kader pemberantas rabies warga kampung Banuraja kabupaten Bandung, akan semakin sibuk keluar masuk hutan hingga tempat sampah. Ia akan memburu anjing2 liar agar tak menularkan rabies. Penangkapan anjing yang dilakukan Dadang, tak seperti menangkap ayam dengan tangan kosong. Ia diberi alat2 dan pelatihan khusus yang menjadi prosedur baku perburuan anjing liar tsb.

“Saya harus menyiapkan perlengkapan sebelum ke lapangan. Selain pakaian yang menutupi seluruh badan, biasanya saya bawa tali tambang untuk mengikat kaki2 anjing itu. Juga ada tali rafia untuk mengunci moncong anjing, karung untuk mengantongi anjing dan racun strychnine untuk disebarkan ke tempat2 anjing liar biasa mencari makan seperti tempat sampah,”tutur Dadang.

Dadang sudah mengantongi surat tugas penangkapan anjing dari dinas terkait. Ketika di lapangan, ia terlebih dahulu meminta izin kepada tokoh masyarakat setempat untuk menggencarkan aksinya. Ia mengakui, sambutan warga sekitar sangat antusias. Pasalnya, keberadaan anjing liar mengganggu hewan2 ternak warga. Dalam perburuan, Dadang kadang sampai berhari-hari di hutan jika belum mendapat anjing liar.”Ciri2 anjing rabies itu menyerang manusia dan menggigit,” katanya.

Kondisi itu membuat Dadang sering digigit anjing berpenyakit rabies. Namun, ia memiliki penawar racunnya yaitu dengan singkong yang ditumbuk dan kemudian ditempelkan ke luka bekas gigitan anjing. Selama ini, ramuan tradisional itu membuatnya selalu sehat, meski sering digigit anjing liar.

Setelah mendapatkan anjing rabies, Dadang segera membunuhnya dan menguburkannya dalam2. Untuk anjing yang belum terkena rabies, Dadang akan memikulnya untuk dijual. Bapak 10 anak ini sudah melakoni pekerjaan sebagai relawan kader pemberantasan rabies sejak tahun 1993.”Saya akan terus menjadi kader pemberantas rabies sampai kapanpun semampu saya. Ini tugas, sekaligus memberantas penyakit rabies,” tutur mantan aparat desa Pangauban itu.( PR, 13/7/2009 ) Penuh tekad.


hit counters
hit counter
Iklan

Written by Savitri

4 Agustus 2009 pada 16:56

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

6 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. aduh tkt bngt deh aku alnya aku dh prnh di gigit anjing liar alias rabies. tapi aku lngsung di antar ke rumah sakit buat suntik varsin

    suryati

    12 Agustus 2010 at 07:49

  2. @ baju modis, sari, jasa design web, wahyu am :
    Di kota mestinya ada kader pemberantas anjing rabies, meski jauh dari pegunungan. Tapi satu, dua ada aja yang kelewat, seperti yg menggigit murid SD kota Bandung, tempo hari. Kalo lagi apes ketemu anjing rabies, istigfar aja, dzikir berulang kali sampai jauh dari anjing tsb. Saya beberapa kali selamat melakukan hal itu, semoga selamanya. Trims komen2nya.

    anisavitri

    12 Agustus 2009 at 19:01

  3. ckckckkckc, ngeri gan 😆

    wahyu am

    6 Agustus 2009 at 09:37

  4. di basmi aja plzz..dari pada masyarakat jadi korban.

    jasa design web

    6 Agustus 2009 at 01:32

  5. hiii… sereeemm..
    ati ati lg nih..

    baju modis

    5 Agustus 2009 at 14:31


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: