Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Cimahi memerangi kawasan kumuh dengan rusunawa & rusunami. Dapat IMP Award pula

with one comment

Pemerintah kota Cimahi mewakili Jawa Barat meraih peringkat ke-2 penghargaan Inovasi Manajemen Perkotaan ( IMP Award ) dari Departemen Dalam Negeri dalam kategori penataan kawasan kumuh. Penghargaan diserahkan langsung Mendagri, Mardiyanto kepada walikota Cimahi, Itoc Tochija di Jakarta di Jakarta, Kamis ( 23/7/2009 ). Juara pertama IMP Award diraih kota Balikpapan dan peringkat ke-3 diraih kota Probolinggo.

Pemenang IMP Award ditetapkan melalui Kepmendagri no.650-181 tahun 2009. IMP Award diberikan kepada pemerintah daerah yang responsif dan melakukan terobosan pembaharuan. Selain itu, pemda peraih penghargaan juga dianggap berhasil meningkatkan pelayanan perkotaan dengan mengedepankan konsep penataan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kehidupan sosial dan lingkungan.

Itoc mengatakan, kota Cimahi melibatkan 3 pilar utama dalam otonomi daerah dalam meraih penghargaan ini. Pilar tsb adalah masyarakat, pemerintah, serta pemangku kepentingan lainnya. Masyarakat harus diajak memahami pentingnya kualitas lingkungan yang baik, terutama menyangkut kesehatan. Pemkot Cimahi mengunggulkan penataan kawasan kumuh di kel.Cigugur Tengah, kec.Cimahi Tengah. Kawasan tsb dijadikan model untuk kawasan kumuh lainnya di kota Cimahi.

Kekumuhan harus diperangi sampai menjadi kawasan tertata apik yang bermuara pada nilai ekonomi. Penataan kawasan di Cigugur harus dimulai dengan pemberdayaan ekonomi, baru kemudian konsolidasi lahan pada bangunannya sendiri. Penataan kota ke depan harus disinkronkan dengan konsep lainnya. Diantaranya, masalah penataan ruang terbuka hijau, pengelolaan persampahan dan perizinan pemanfaatan ruang.

Ketua DPRD kota Cimahi, Rd.Sutardja, mengatakan, ada 2 kebijakan utama yang dilakukan Pemkot Cimahi sejak menjadi menjadi daerah otonomi dalam mengatasi kawasan kumuh padat penduduk. Salah satunya dengan dengan membangun rumah susun sewa dan rumah susun milik. Inovasi ini sebaiknya setelah melakukan sosialisasi pada masyarakat hingga mereka memahami keuntungan dari penataan kota yang memperbaiki kualitas lingkungan hidup yang mereka tempati. Sampai tidak ada masyarakat yang menolak rencana pemerintah tsb.

Asep Riki Carya ( 49 ), salah seorang warga kel.Cibabat, kec.Cimahi Utara, kota Cimahi mengakui bahwa penataan kotanya saat ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Ia berharap, pemkot pun memperhatikan IMP bidang ekonomi.”Jangan bangunan fisiknya, melainkan pemberdayaan masyarakat menuju ekonomi mandiri,”ujar. ( PR, 24/7/2009 )

Rusunawa Melong, rumah singgah seharga 140 ribu/ bulan

Rumah susun sederhana sewa ( rusunawa ) Melong yang berlokasi di RW.11, kel.Cibeureum, kec.Cimahi Selatan, kota Cimahi, ditargetkan selesai bulan September 2009. Kapasitas rumah susun tsb bisa menampung 1400 warga dengan masa sewa maksimal 3 tahun. Warga yang menyewa rusun harus memenuhi berbagai persyaratan, diantaranya harus berdomisili di kota Cimahi yang ditunjukkan dengan kepemilikan KTP Cimahi, memiliki pekerjaan dan belum memiliki rumah. Namun rusunawa ini hanya rumah singgah. Jika ia tinggal beberapa tahun di sini, ia harus mencari rusunami atau rumah sendiri. Hal itu dikatakan walikota Cimahi, Itoc Tochija ketika meninjau pembangunan rusun yang sudah mencapai 70 % tsb.

Rusun itu terdiri 3 twin block ( blok kembar ) yang dana pembangunannya berasal dari Departemen Pekerjaan Umum. Satu twin block lainnya dibangun dari program Kementerian Negara Perumahan Rakyat. Seluruh bangunan rusunawa itu membutuhkan dana sekitar Rp.50 milyar dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas PU kota Cimahi, Hadimilono mengatakan, kompleks rusunawa tsb dibangun di atas tanah seluas 2 hektar. Meski dana pembangunan rusun disediakan pusat, biaya pasar bersih di sekitar rusun disediakan oleh APBD Cimahi 2009 senilai 1,2 milyar. Sementara, dana untuk embung Rp.1,5 milyar. Biaya sewa rusun belum ditentukan pemkot Cimahi. Namun, takkan jauh dari rusun Cigugur Tengah seharga Rp.140 ribu – 175 ribu perbulan. ( PR, 4/8/2009 ).

    Anak bermain sepak bola di halaman rusunawa Cigugur Tengah, Cimahi.

Jalan antara blok rumah susun sewa ( rusunawa ), rumah singgah bagi pendatang di Cimahi. Setelah setahun harus mencari rusunami atau rumah sendiri.

main bola

Anak bermain sepak bola di halaman rusunawa Cigugur Tengah, Cimahi.

hit counters
hit counter
Iklan

Written by Savitri

12 Agustus 2009 pada 17:55

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. TERIMAKASIH INFORMASI DAN TULISANNYA. KUNJUNGI JUGA SEMUA TENTANG PAKPAK DI GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com

    SAUT BOANGMANALU

    17 Januari 2010 at 18:39


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: