Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Menganiaya mantan istri, Pasha Ungu jadi tersangka & dipenjara ?

with 5 comments

Pengantar A.Savitri :


Selebriti juga manusia. Ia bisa kawin cerai, terjerat narkoba dan dipenjara. Karena hidup di bawah sorotan kamera dan media, efeknya menggelegar dibanding jika hal yang sama terjadi pada orang biasa. Belum lama seorang pembalap muda dan artis pemenang FFI keluar penjara karena dituduh mendalangi penganiayaan seorang bunglon penipu, kini vokalis band papan atas Indonesia terancam pidana serupa.


Berada di puncak ketenaran tidak mudah. Sekali dilihat sebagai mesin uang, seorang bintang didera kesibukan dan keletihan terus menerus hingga acap kali ia keluar dari kepribadiannya semula. Kita ingat Justin Timberlake dulu pernah minta fans membayar untuk mendapat tanda tangannya, atau secara mengejutkan ia menarik penutup dada Janet Jackson di atas panggung di depan jutaan penonton dan pemirsa. He was crazy. Kegilaan sesaat, dan akan menerus jika tak segera disadarkan.


Mantan pengamen pemenang Indonesian Idol tahun lalu, Aris, dikabarkan memukul dan mencekik istrinya setelah tidak menerima recehan tapi jutaan rupiah sekali manggung. Sifatnya berubah, seperti ditakutkan keluarganya. Kata orang bijak, jika ingin melihat manusia berhenti belajar, lihatlah orang yang langsung diangkat jadi direktur ketika baru bekerja. Ia akan gengsi terlihat oleh bawahannya sedang memegang buku atau terlihat belajar.


Setiap jenjang punya pembelajaran mental sendiri, bagaimana ia menghendel popularitas/ kekayaan/ kesuksesan dengan rendah hati dan tetap down to earth, membumi. Aris tak mengalami tahapan alami yang mendewasakan emosinya. Saya sempat terkecoh ketika Titi DJ mengatakan, Aris kamu benar2 bagus, pada audisi pertama II tahun 2008. Ketika berinteraksi dengan istri dan ibunya di panggung spektakuler, Aris terlihat sederhana dan sopan, bahkan malu2.

Setelah kemenangannya, di tayangan “Ekspose Investigasi” sebuah stasiun teve, Aris terlihat senyam senyum enteng ( seraya merayu sang istri yang ingin menggugat cerai dirinya. Istri yang sudah total mendukungnya dengan derai air mata selama Aris berjuang di panggung2 II ). Terlihat pengalaman. Tidak lugu lagi. Ada yang merasa tertipu ?


Panggung instans semacam II saya kuatirkan menghasilkan Aris2 lain jika tidak dievaluasi secara serius.


Soal Pasha, saya melihat tampilannya di infotainmen ketika menegur keras tindakan Oky yang melaporkan dirinya, lalu terlihat santai menikmati kehidupan lajang yang tak terikat kewajiban ekstra, menerima bunga dari seorang gadis saat show yang dihadiri Oky, dan terakhir mengatakan Oky sudah tidak menganggapnya keluarga karena telah menyebabkan dirinya terbelit perkara ini.

Pola dasar perilaku ; pelaku merasa di atas korban penganiayaan, seperti menceramahi, mencari-cari kekurangan korban, ada pada Pasha. Bukti visum itu menguatkan terjadinya aksi KDRT. Kekerasan ucapan/ verbal yang merendahkan korban termasuk KDRT, kalau saja Pasha tahu.


Pasha dan Aris mestinya bersyukur karena diingatkan Yang Maha Melihat dengan ‘teguran’ ini. Sebelum kekerasan itu membesar dan membunuh seperti O.J. Sympson. Oky sudah mau repot melemparkan kerikil untuk menyadarkan Pasha sebelum terlambat dan ditiru para fans. Sebelum alam semesta merobohkan gunung batu menguburnya.

Untuk P & A ; Berterimakasihlah pada orang2 yang telah membuat anda sebesar ini, terutama orang terdekat anda. Anda tidak tahu Allah menitipkan rezeki besar itu pada anda karena kehadiran orang2 tsb. Dan ketika anda melukai hatinya, menyia-nyiakannya, sangat mudah Allah mencabutnya kembali. Jalani proses hukum ( dampak kesalahan/ ketidaksabaran ) itu dengan gentle, bro ..


Menganiaya mantan istri, Pasha Ungu jadi tersangka & dipenjara ?

Pasha & Oky. Cinta tinggal kenangan.

Pasha & Oky. Cinta tinggal kenangan.

Vokalis band Ungu, Sigit “Pasha” Purnomo telah ditetapkan Polresta Bogor sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan terhadap mantan istrinya, Oky Agustina.

”Setelah melakukan pemeriksaan pelapor, saksi2 dan bukti visum yang dimiliki, maka polisi menetapkan status Pasha sebagai tersangka,” ujar Kasatreskrim Polresta Bogor Ajun Komisaris Irwansyah.


Pasha sudah ditetapkan sebagai tersangka pada 19/8/2009. Namun sampai sekarang yang bersangkutan belum datang memenuhi panggilan polisi. Pasha dijerat pasal 352 KUHP tentang Penganiayaan Ringan dan pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan dengan ancaman 3 bulan kurungan atau penjara. Pihak kepolisian akan memanggil kembali Pasha untuk kedua kalinya untuk diperiksa dalam status tersangka.


Berdasarkan bukti visum Oky, polisi meyakini adanya tindakan penganiayaan sehingga menetapkan status Pasha sebagai tersangka. Kasus yang menjadi sorotan ini berawal dari pengaduan Oky Agustina ke Polresta Bogor pada 29 Juli 2009. Saat melapor terlihat bekas lebam pada tangan kanan dan pelipis mata kiri Oky. Saat diperiksa Oky yang didampingi pengacaranya, Jhon Peter Simanjuntak, mengatakan penganiayaan itu dilakukan Pasha di rumahnya di kompleks Perumahan Bukit Cimanggu Villa, kec. Tanah Sareal, kota Bogor, Rabu pagi.


Pukul 9.45 WIB, Pasha datang ke rumah Oky untuk membicarakan perilaku Oky yang dianggap tidak becus mengurus ketiga anak mereka.”Sebelumnya, dia sempat memaki saya melalui telpon, kemudian dia datang ke rumah saya dan langsung marah2,” kata Oky, yang mengaku sempat dipukul sehingga paha kanannya luka memar. Aksi penganiayaan itu terjadi saat ia bermaksud pergi berlibur ke Pangandaran. Kejadian itu sempat disaksikan pembantunya, terutama saat Pasha menarik Oky. ( PR, 24/8/2009 )


Hotline 24 jam segera dibuka, cegah KDRT berlanjut.


Kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT ). Di AS, kematian akibat KDRT lebih banyak dari kematian akibat sakit dan kecelakaan lalulintas digabung menjadi satu. Mengapa sepasang manusia yang saling mencintai bisa berubah saling bunuh ? Cinta sejati tidak menyakiti.

Kekerasan dalam rumah tangga/ KDRT. Di AS, kematian akibat KDRT lebih banyak daripada kematian akibat sakit dan kecelakaan digabung menjadi satu. Mengapa pasutri yang saling cinta bisa berubah saling bunuh ? Cinta sejati tidak menyakiti.

Guna mengefektifkan upaya Pemprov Jawa Barat dalam melindungi perempuan dan anak, sudah seharusnya setiap kabupaten/ kota memiliki layanan hotline 24 jam, kata Kepala UPT Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak ( P2TP2A ) kota Bandung, Felly.

Kehadiran hotline ini sangat penting bagi kaum perempuan yang mengalami kekerasan, baik di rumah maupun tempat lain, untuk mendapat pertolongan sementara atau sekedar melaporkan permasalahan kekerasan yang dialami.



Felly mengakui, P2TP2A kota Bandung belum 24 jam karena masih mengacu jam kerja petugasnya yang pegawai negeri. Namun, ke depan fasilitas hotline 24 jam segera dibuat agar penanggulangan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin efektif. Ia mengharapkan, Pemprov Jabar segera membentuk P2TP2A tingkat provinsi untuk memudahkan koordinasi antar P2TP2A kab/ kota. Jika di level provinsi sudah didirikan, maka kab/ kota lain yang belum memiliki lembaga tsb akan segera mendirikan.


Hingga saat ini, P2TP2A hanya tersedia di 8 kab/ kota di Jabar. Sejak P2TP2A kota Bandung didirikan tahun 2002, banyak perempuan melaporkan peristiwa kekerasan yang dialami dan terus meningkat. Tahun 2008 jumlah pengaduan mencapai 32 laporan. Tahun 2009 hingga bulan Juni sudah tercatat 28 laporan, artinya tiap bulan rata2 5 laporan.


Jenis kekerasan yang dilaporkan diantaranya ; kekerasan oleh suami, pacar dan pelecehan seksual dengan alasan pelaporan kekerasan fisik dan tekanan ekonomi. Felly meminta kaum perempuan berani bersikap dan jangan pernah membiarkan kekerasan sekecil apapun terjadi pada kita. ( PR, 13/7/2009 ).


Rumah Perlindungan & hotline pengaduan kekerasan karya ibu PKK


PKK Provinsi Jabar telah membuka Rumah Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Gedung PKK, Jl. Soekarno Hatta, Bandung. PKK juga membuka saluran hotline 022-7504400 bagi mereka yang ingin mengadu atau membutuhkan konseling, ungkap Netty Prasetyani Heryawan, ketua gerakan PKK Jabar di Bandung.


Menurut Netty, dibukanya rumah perlindungan serta saluran hotline merupakan tanggapan PKK terhadap tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.”Kami juga menyadari selama ini masyarakat masih kurang mendapat informasi tentang perlindungan perempuan dan anak. Masalah itu, juga disebabkan oleh PKK yang dulu terkesan elitis. Sekarang kami ingin lebih mendekatkan diri kepada masyarakat.”


Guna mengoperasikan rumah perlindungan dan pemberdayaan itu, PKK Jabar bekerja sama dengan kalangan LSM serta polisi dan kejaksaan. Aparat kepolisian dan masyarakat juga harus dikuatkan pemahamannya tentang kasus kekerasan dalam rumah tangga. ( PR, 13/7/2009 )



free html visitor counters
hit counter
Iklan

Written by Savitri

26 Agustus 2009 pada 19:22

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

5 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. @ Nayut :
    Pasha udah married lagi kemarin, kan ..

    Savitri

    6 Desember 2010 at 13:43

  2. buruan nikah jngn lama2 ntar hamil duluan lagi

    nayut

    30 November 2010 at 01:21

  3. wh jangan sampe terjadi tuh…

    carens

    31 Oktober 2009 at 13:02

  4. @ paskibra :
    Fans berat Ungu boleh saja membela pujaannya.Tapi kalau kita bicara hukum, kita bicara bukti. Hasil visum : Oki dianiaya Pasha. Pasha juga mengaku ia pernah memukul rekan bandnya. Jadi, ini soal pengendalian diri. Ahli2 perilaku sulit percaya, kalau orang yang pernah sekali memukul tidak akan memukul lagi. Pada kondisi gelap mata, orang yang ambang batas stres-nya rendah, ia akan memukul lagi. Perlu pengobatan psikis ( akar masa kecil ) dan medis ( terapi obat/ kimiawi/ serotonin ) untuk meminimalisir kekerasan yang ditimbulkan.
    Lingkungan kultural juga mesti mendukung. Artinya ; kaum pria mesti mengingatkan rekannya untuk tidak semudah itu mengumbar amarah. Beri hukuman sosial, kalau perlu. Asingkan dia. Kaum wanita juga mesti membela para wanita, agar tidak nerimo saja diperlakukan buruk oleh pasangannya. Bantu memberi solusi untuk keluar dari situasi buruk yang bisa merusak kesehatan fisik dan jiwanya. Saya lebih percaya Oki daripada Pasha. Dari pilihan kata2 dan bahasa tubuh keduanya. Apa yang dialami Oki selama pacaran sama dengan yang dialami korban2 kekerasan. Dikira akan berubah setelah menikah, ternyata tidak.

    anisavitri

    30 September 2009 at 17:05

  5. yyya oki nya ajan yang gatel

    paskibra

    24 September 2009 at 14:01


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: