Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Ramadhan ala manula & penyapu jalan

with 3 comments

Paket sembako Idul Fitri untuk penyapu jalan, pegawai kurang mampu dan para duafa.

Kelompok Bhakti Sosial Pengusaha ( KBSP ) kota Bandung bekerja sama dengan HU.Pikiran Rakyat menyerahkan 1.500 paket bingkisan sembako kepada pegawai PD Kebersihan kota Bandung, Senin ( 14/9/2009 ). Penyerahan bantuan dilakukan di 4 lokasi dalam 4 wilayah di kota Bandung, yaitu Jl.Cicukang, daerah Sekelimus, daerah Pasir Impun dan wilayah Bandung utara.

Kita sering tak sadar peran petugas kebersihan, sampai suatu hari lautan sampah membenamkan kota seperti terjadi di Bandung beberapa waktu lalu. Bak sampah dipenuhi kotoran dan tikus gemuk yang siap menebar penyakit. Bau busuk di mana2. Paket sembako salah satu bentuk apresiasi kita pada pengabdian mereka.

Kita sering tak sadar peran petugas kebersihan, sampai suatu hari lautan sampah membenamkan kota, seperti terjadi di Bandung beberapa waktu lalu. Bak sampah dipenuhi kotoran dan tikus gemuk yang siap menebar penyakit. Bau busuk di mana2. Paket sembako salah satu bentuk apresiasi kita pada pengabdian mereka.

Ketua pelaksana kegiatan, Siang King, mengatakan, bantuan tsb merupakan bentuk penghargaan warga kota Bandung atas kerja keras para petugas kebersihan. Pasalnya, kota Bandung takkan bisa menjadi kota yang nyaman tanpa kontribusi dari petugas berseragam kuning itu.”Mereka setiap hari menyusuri setiap ruas jalan untuk membersihkan sampah dan memerangi kekotoran agar kota ini bersih dan nyaman. Kalau tidak ada mereka, kota ini tidak akan bersih.”

Siang King menambahkan, bantuan yang diserahkan tsb merupakan swadaya masyarakat. Meskipun jumlahnya tak seberapa, ia berharap, bantuan itu dapat memacu masyarakat lainnya untuk berbuat serupa. Salah seorang petugas kebersihan, Engkus, sangat berterima kasih menerima bantuan tsb. Apalagi, saat ini kebutuhan sehari-hari dirasakan meningkat.”Bantuan ini sangat saya syukuri, karena bisa membantu mencukupi kebutuhan mendekati lebaran,” ujarnya.

Selain KBSP, Pemkot Bandung bersama Badan Amil Zakat ( BAZ ) kota Bandung juga membagikan bingkisan sembako dan uang tunai. Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda kota Bandung, Ubad Bactiar mengungkapkan, dari zakat profesi PNS di lingkungan Pemkot Bandung, terkumpul dana Rp.598,25 juta. Dana tsb diperuntukkan bagi 2.218 pegawai kurang mampu di lingkungan Pemkot Bandung, masing2 memperoleh Rp.250.000,-

BAZ kota Bandung, juga menyerahkan 2.000 paket sembako Idul Fitri bagi duafa masyarakat umum. Paket tsb dibagikan ke 30 kecamatan, masing2 60 paket. 200 paket lainnya bagi mustahik yang mendatangi sekretariat BAZ. BAZ juga menyerahkan bantuan senilai Rp.30 juta kepada korban bencana alam gempa di Jawa Barat. Bantuan diserahkan melalui dompet gempa HU.PR serta Rp.20 juta bagi korban gempa di kota Bandung. Walikota Bandung, Dada Rosada berharap, seluruh PNS di lingkungan Pemkot Bandung, dapat meningkatkan kepedulian sosial. ( PR, 15/9/2009 )

Kebersamaan manula di panti jompo

Berkumpul bersama anak cucu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para orang tua ketika usia senja mendekat, terlebih saat bulan Ramadhan seperti ini. Menjalankan ibadah puasa di tengah keluarga tercinta akan memberi makna tertentu dan memperkaya pengalaman batin. Namun bagi ke 40 penghuni Panti Sosial Tresna Wredha Budi Pertiwi, Jl.Sancang no.3 Bandung, berkumpul bersama teman sebaya juga membahagiakan.

Kunjungan ke panti jompo. Anak2 SD adalah favorit para lanjut usia ini, mengingatkan pada cucu2 mereka.

Kunjungan ke panti jompo. Anak2 TK & SD adalah favorit para lanjut usia ini, mengingatkan pada cucu2 & cicit mereka.

Para orang tua ini bukannya tidak ingin berpuasa bersama keluarga, tetapi mereka memang lebih memilih untuk tinggal di panti. Alasan mereka karena di panti banyak kegiatan dan tidak merasa tua. Walaupun usia sudah sepuh tetapi mereka tetap memiliki semangat tinggi ingin menjalani Ramadhan dengan rangkaian amal ibadah.

Ny.Wahyu ( 75 ), penghuni panti, menuturkan, Ramadhan kali ini adalah pengalaman pertamanya berpuasa di panti. Tak ada rasa sedih karena harus berpisah dari 7 anaknya. Ny.Wahyu malah senang bisa beribadah di panti. Dimulai dari sahur bersama, kemudian tadarus, membaca shalawat nabi, bermain angklung, menghafal 99 asmaul husna, buka puasa bersama, dan ditutup dengan tarawih berjemaah di mushala panti.

“Semua kegiatan ini kami kerjakan setiap hari, kecuali bermain angklung, itu hanya setiap Kamis. Kalau sore, sambil menunggu bedug Maghrib, kami ngobrol2, biasanya ngomongin cucu atau penyakit yang lagi dirasa.” Untuk lebaran nanti, Ny.Wahyu berencana untuk tetap tinggal di panti. Anak-anaknya yang tinggal berpencar saat ini akan mendatanginya. Suasana panti akan tetap ramai saat lebaran nanti, karena banyak juga yang merayakan lebaran di sana.

Ny.Mumun ( 73 ) menceritakan, kendati tak bersama keluarga, namun suasana lebaran di panti tak kalah meriah. Usai menunaikan shalat Idul Fitri dan bersilaturahmi, biasanya para penghuni panti makan bersama. Tak lupa, menu ketupat dan opor ayam pasti tersaji di atas meja makan. Lansia yang telah 5 kali berlebaran di panti ini mengaku betah tinggal di sana. 6 anaknya, tinggal jauh darinya, yaitu di Kalimantan dan Australia. Jadi, kalau lebaran anak2 yang mendatanginya.”Walau pun betah tinggal di panti, suka kangen juga sama anak dan cucu. Untung sekarang ada telepon, jadi gampang kalau mau mengobrol atau tanya kabar,” kata nenek dari 15 cucu ini.

Lain lagi cerita Ny.Muryati ( 86 ). Nenek 10 cucu ini sudah 6 kali menjalani ibadah puasa di panti. Ia tak pernah bosan tinggal di panti dan selalu senang jika Ramadhan tiba. Namun, tiap lebaran ia pasti dijemput oleh anaknya untuk merayakannya di Jakarta.”Keenam anak saya tinggal di Jakarta, jadi kalau lebaran pasti kumpul di sana. Tetapi, pasti pulang lagi ke panti,” ujarnya sambil tertawa. Menurut Muryati, jika tinggal bersama anak-anaknya, ia merasa sudah tua dan sakit-sakitan. Anaknya melarang ini itu dan segala sesuatu harus diladeni. Padahal Muryati tidak ingin diperlakukan seperti itu.

Kebetahan para penghuni panti ini dibenarkan wakil ketua pengurus Panti Sosial Tresna Wredha, Ai Djoewarsa ( 61 ). Menurut Ai, kebanyakan dari mereka tinggal di sana sampai tutup usia. Jika Ramadhan seperti ini, yang terjadi dip anti adalah kegiatan ibadah yang tak pernah putus. Selain itu, tak sedikit juga yang mengadakan bakti sosial dan buka puasa bersama di panti.”Alhamdulillah kepedulian masyarakat makin meningkat. Penghuni panti merasa bahagia kalau mendapat kunjungan dari anak2 TK atau SD. Mungkin mereka ingat cucu atau cicitnya. Terkadang sampai ada yang menitikkan air mata kalau dikunjungi anak2 TK atau SD,” tutur Ai.

Ai mengatakan, untuk menu masakan yang disediakan bagi para penghuni panti, disesuaikan dengan kondisi mereka. Biasanya penggunaan gula sedikit dikurangi. Selain itu, sebisa mungkin tidak disajikan makanan yang bercita rasa pedas. Apa pun yang disediakan di panti, para penghuninya selalu bersyukur atas apa yang mereka terima. Bagi mereka, masih diberi usia panjang oleh Allah merupakan anugerah yang tak ternilai. Tak hanya itu, mereka juga bahagia bisa berkumpul dan berbagi cerita bersama teman sebaya. Seperti kata Ny.Wahyu,”Allah itu Maha Sayang pada kumpulan nenek2 ini.” ( PR, 11/9/2009 )

Komen A.Savitri :

Berbeda dengan Barat, tradisi Timur untuk memuliakan orang tua yang sudah lanjut usia masih dijunjung tinggi oleh sebagian besar masyarakat kita. Agama Islam juga menganjurkan demikian. Saya agak surprise membaca tulisan di atas ; ternyata sebagian manula sekarang lebih memilih tinggal di panti wreda. Saya teringat cerita ibu ketika tinggal di rumah kakak, beliau kelelahan mengawasi cucu, tegang mendengar pertengkaran di sana, dan cemas harus memikirkan menu yang harus dimasak di sana. Ibu menjadi seperti koki di rumah putri keduanya, seperti numpang, bukan tinggal di rumah sendiri. Lho ? Pulang dari sana, ibu terlihat kurus, kurang sehat dan stres.

Mungkin hal kurang mengenakkan ini juga dialami oleh para ibu yang memilih tinggal di panti wreda hingga akhir hayatnya. Mereka tak ingin merepotkan anaknya ( juga direpotkan hingga seperti koki, binatu, baby sitter atau bahkan pramuwisma. Tenaga dan daya ingatnya tak sebaik dulu ). Jadi, ibu tinggal bersama saya, yang mesti rajin memeriksa kunci pintu jika beliau keluar masuk rumah, mengingatkan makan dan shalat beliau. Saya juga mesti bisa senyum tenang ( padahal hati sangat berdebar ) mendapati ibu sudah ada di atas genting memperbaiki atap bocor atau mengecat plafon. Saya harus cool, kooperatif, menyanjungnya, membangkitkan semangatnya, menyediakan ruang baginya agar merasa berdaya, tetap percaya diri, merasa berguna, seiring kekuatannya yang terus menurun. Hari demi hari, saya dibuat-Nya makin sayang pada ibu.

Acara favorit kami berdua di bulan Ramadhan ini adalah menonton acara berita, komedi dan siraman rohani di televisi seraya berbuka atau sahur. Tak perlu keluar duit banyak menghadiahi barang2 mahal, piknik di tempat2 mewah, atau titel berderet, untuk menyenangkan orang tua. Cukup hadir seutuhnya, berbinar tulus dan bercengkerama ( ngobrol ringan, santai ) dengan beliau. Dunia serasa milik berdua. Just the two of us.

Selamat berhari raya Idul Fitri 1430 H. Mohon maaf lahir batin …

hit counters
hit counter
Iklan

Written by Savitri

16 September 2009 pada 15:19

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. sebisa mungkin kita yang merawat orang tua sampai akhir hayatnya

    dida

    27 Juni 2010 at 12:51

  2. @ Evin :
    Wah, saya juga bukan orang Jakarta. Coba anda browsing ke situs Dinas Sosial/ Dep Kesra. Siapa tahu anda ketemu titik terang lokasi2 yang cocok tugas karya anda. Sama2.

    anisavitri

    21 Oktober 2009 at 12:43

  3. ass.aku evin dari bogor jawa barat,Q mo tanya tentang panti jompo yang ad d Jakarta kira2 lokasix dmn y???Q sedang ad tugas karya dr kmpuz Q dan Q kbagian bwt karya tntnang panti jompo apakah anda tau dmn panti jmpo yg ad d daerah jakarta?kl anda tau tlng ksh kbr k FB Q y..mksh sblumx..

    evin fauziah dinasti

    18 Oktober 2009 at 05:58


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: