Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

30 rumah hangus, gudang Yogya Grup terbakar, kerugian belasan milyar

leave a comment »

Kebakaran memang menyengsarakan. Harta jiwa melayang. Namun, meski terjadi berulang kali, kita seolah tak pernah siap untuk mengantisipasinya, meminimalisir kerugiannya, dengan perangkat pemadam di dalam ruangan atau hidran yang terisi air di luar gedung.

Kebakaran memang menyengsarakan. Harta jiwa melayang. Namun, meski terjadi berulang kali, kita seolah tak pernah siap mengantisipasinya, meminimalisir kerugiannya, dengan perangkat pemadam kebakaran yang layak di dalam bangunan atau hidran yang terisi air di luar gedung ( setiap 1 km ). Soal dana atau memang kita mudah melupakan peristiwa ?

Insinden kebakaran hebat kembali terjadi di Bandung. Kali ini melalap rumah2 petak di RT 8 RW 4, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Bandung. Menurut ketua RT 4, Udin Samsudin, api diketahui pertama kali muncul dari rumah paling ujung.”Kami baru saja beres kerja bakti. Waktu kejadian, warga sedang beristirahat. Ada juga yang sedang mandi. Yang terbakar ada sekitar 30 unit rumah yang diisi sekitar 100 orang.”

Api dengan cepat merembet ke bangunan lainnya, termasuk tempat pembuatan kerupuk dan warung yang dipenuhi epliji ukuran 3 kilogram. Sedikitnya 10 unit mobil pemadam kebakaran ( damkar ) diterjunkan ke lokasi, termasuk 2 unit damkar dari Kota Cimahi dan 2 unit dari Pemkab Bandung. Bantuan diperlukan karena pasokan air terbatas.”Kalau menunggu mobil mengisi ke Jalan Supratman, api bakal terus membesar. Untungnya kami dibantu dari Cimahi dan Kabupaten Bandung,”katanya.

Warga sempat panik saat menunggu mobil damkar mengisi air sehingga mereka bergotong royong memadamkan api dengan menggunakan air seadanya secara estafet. Api akhinya bisa dijinakkan sekitar pukul 19.00 WIB.”Kemungkinan penyebab kebakaran adalah hubungan pendek arus listrik. Soalnya beberapa saksi mengatakan, api terlihat di atap rumah yang paling ujung. Kalau api di atas rumah, kemungkinan api dari hubungan pendek arus listrik,” kata Prijo Soebiandono, Kepala Dinas Pencegahan dan Penganggulangan Kebakaran ( DPPK ) Kota Bandung.

Gudang terbakar, listrik padam, pompa air tendon tak bisa digunakan.

Salah satu gedung milik Yogya Group. Sebelumnya, cabang Swalayan ini di Jl.Riau, Bandung, pernah nyaris terbakar di bagian basemen karena ada pekerjaan perawatan. Semoga lain kali lebih hati2. Perhatikan aturan keselamatan gedung dan keselamatan kerja.

Salah satu gedung milik Yogya Group. Sebelumnya, cabangnya di Jl.Riau, Bandung, pernah nyaris terbakar di basemen. Semoga lain kali lebih hati2. Perhatikan aturan keselamatan gedung dan keselamatan kerja.

Beragam alat pemadam kebakaran dalam gedung. Fire hose tiap jarak 30 meter. Fire estiguisher, alat pemadam ringan mesti ada di tiap ruangan terlebih yang mudah terbakar, seperti dapur dan gudang. Sprinkler mesti ada di tiap lantai sejak lantai 4 ke atas. Detektor asap/ api mesti ada di setiap bangunan publik.

Beragam alat pemadam kebakaran dalam gedung. Fire hose tiap jarak 30 meter. Alat pemadam ringan ( apar ) mesti ada di tiap ruangan, terlebih yang mudah terbakar, seperti dapur dan gudang. Sprinkler mesti ada di tiap lantai, mulai lantai 4 ke atas. Detektor asap/ api mesti ada di setiap bangunan publik.

Terbakarnya gudang Yogya Group, Sabtu ( 10/10/2009 ), diperkirakan merupakan kebakaran dengan kerugian material terbesar di Bandung hingga Okotber 2009 ini. Gudang ini terletak di Jalan Soekarno Hatta, berseberangan langsung dengan Terminal Leuwipanjang, Bandung. Kobaran api mulai terlihat sekitar pukul 10.30 WIB. Api baru dipadamkan menjelang pukul 22.00 WIB, setelah petugas pemadam berjibaku selama 12 jam. Belum dipastikan nilai kerugian materiil, diperikirakan mencapai belasan miliar rupiah. Melly, salah seorang pemasok susu Grup Yogya mengatakan barang miliknya di gudang tsb mencapai Rp. 3 milyar. Belum barang milik pemasok lainnya. Melly baru melakukan tender pengisian barang untuk kuartal selanjutnya. Pemesanan terakhir September kemarin.

Prijo menuturkan, besarnya kerugian tsb karena api begitu cepat menjalar, sedangkan laporan ke petugas pemadam kebakaran ( damkar ) terlambat.”Mereka baru lapor kepada kami setelah api menyala besar. Kemungkinan mereka berusaha memadamkan sendiri tetapi ternyata api terus membesar.” Area yang terbakar seluas 3000 meter persegi. Untuk memadamkan api di gudang tsb, dikerahkan 20 unit kendaraan, terdiri 12 unit kendaraan damkar Dinas Kebakaran ( Diskar ) Kota Bandung, 2 unit dari Diskar Kota Cimahi, 1 unit dari Diskar Kabupaten Bandung Barat, 1 unit dari Lanud Husein Sastranegara. Kendaraan damkar tsb disebar ke beberapa titik di sekitar lokasi kejadian, karena berdekatan dengan permukiman penduduk.

Diskar di Jalan Sukabumi, kantornya pak Prijo. Mestinya tiap wilayah pos diskar sendiri, sehingga petugas bisa lebih langsung meluncur ke lokasi terdekat. Apalagi dengan motor pemadam dan pemantauan titip api dari satelit dengan kecepatan gelombang elektromagnetik. Cool.

Diskar Bandung di Jalan Sukabumi, kantornya Pak Prijo. Mestinya tiap wilayah punya pos diskar sendiri, sehingga petugas bisa langsung/ lebih dekat meluncur ke lokasi kebakaran. Apalagi dgn motor pemadam dan pemantauan titip api dari satelit. Cool.

4 unit damkan ditempatkan di belakang gudang ( Jalan Cibaduyut Lama ) untuk mengisolasi api agar tidak menjalar ke permukiman. Akibat kejadian tsb, antrean panjang kendaraan terlihat di beberapa ruas jalan, seperti di Jalan Soekarno Hatta, dari arah Jalan Moh.Toha, dari arah Cibeureum, Jalan Kopo dan Jalan Leuwipanjang. Penutupan jalan dan pengalihan jalur di sekitar lokasi sempat dilakukan. Namun, hal tsb hanya dilakukan beberapa saat sehingga kemacetan parah terjadi, mengakibatkan kendaraan pemadam kesulitan untuk mencapai lokasi.

Odon ( 53 ) salah seorang saksi mata mengatakan, api berasal dari percikan las yang menyambar plastik di gudang tsb. Saat itu sedang dikerjakan perluasan gudang, yang dimulai 3 bulan lalu. Ali Sugiyanto, saksi mata lainnya, mengatakan dirinya tengah melintas di Jalan Soekarno Hatta, saat melihat asap hitam membubung tinggi di atas gudang tsb. Ia bersama warga dan pegawai berupaya mengevakuasi barang2 yang bisa diselamatkan. Di gudang tersimpan beragam barang yang mudah terbakar, seperti tinner, kemasan kaleng dan minyak goreng. Terdengar ledakan kecil selama barang2 terbakar.

Menurut Prijo, laporan kebakaran baru diterima 25 menit setelah api berkobar. Waktu untuk mencapai lokasi dari kantor pusat Diskar, Jalan Sukabumi, Bandung, sekitar 25 menit. Artinya, petugas terlambat 50 menit untuk melakukan pemadaman, sedangkan respon maksimal mestinya 15 menit. Suhu api pada kebakaran yang baru terjadi sekitar 5 menit baru 500 derajat celcius, setelah menit ke 10 menjadi 850 derajat celcius. Pada menit ke 15 sepanas 1200 derajat celcius, sudah sangat sulit dipadamkan. ( bayangkan kebakaran hutan yang sudah berlangsung berhari-hari, bahkan berminggu-minggu ).

Selain akibat keterlambatan pelaporan, petugas pemadam kebakaran pun kesulitan memperoleh air untuk memadamkan api. Di gudang Yogya Group sebenarnya tersedia 2 tandon air berisi 9 ton dan 12 ton.”Listrik padam, sehingga air tidak bisa mengalir karena mengandalkan pompa. Petugas terpaksa bolak-balik ke hidran air di Jalan Supratman untuk mengisi tangki. Sisanya ada yang menyedot dari sumber air di sekitar lokasi.” DPPK berkoordinasi dengan PDAM Kota Bandung untuk turut membantu pasokan air.”Sedikitnya PDAM membantu kami dengan menyediakan 50 unit tangki air menggunakan mobil mereka. Kami cukup terbantu.”

Petugas diskar sedang memadamkan api dari gang yang sempit.

Petugas diskar sedang memadamkan api dari gang yang sempit. Dengan kesulitan bergerak dan menjangkau seperti ini, kebakaran jadi makin sulit dipadamkan. Padahal banyak tempat seperti ini di Indonesia. Permukiman padat, kantong2 kumuh. Masa kolonial dulu, adanya brangang sudah dipikirkan oleh arsitek2 Belanda.

Mobil tangki air itulah yang terlihat di lokasi kejadian, Minggu ( 11/10/2009 ) pagi sekitar pukul 6.30 WIB, ditandai munculnya kepulan asap hitam di antara reruntuhan bangunan. 3 unit mobil damkar dari DPPK Kota Bandung kembali turun ke lokasi untuk memastikan api benar2 padam. Sekitar pukul 9.00 WIB api bisa dijinakkan. Petugas sempat terhambat karena banyaknya warga yang ingin menonton kebakaran tsb. Warga baru menyingkir setelah polisi membubarkan kerumunan warga yang membuat arus lalu lintas macet. Setelah api benar2 padam, sejumlah karyawan kembali memasuki area gudang untuk mengamankan barang2 yang bisa diselamatkan. Mereka juga mengumpulkan lembaran2 kertas catatan transaksi.


Prijo mengatakan, asap hitam tsb berasal dari tumpukan kardus dan bahan lainnya yang masih terbakar.”Jadi ada tumpukan kardus yang bercampur dengan minyak kelapa. Jadi, pasti tetap menyala, tetapi tidak berbahaya.” Pasokan air menjadi kendala utama. Bercermin dari kejadian di gudang Yogya Group, rumah di Pasirkoja, dan beberapa kebakaran besar lainnya, ketersediaan air menjadi hal utama yang menentukan cepat lambatnya petugas damkar memadamkan api. Dari 500 hidran di Kota Bandung, hanya 12 hidran atau 2,4 persen yang berfungsi maksimal. Sisanya tak bisa dipakai, karena tidak ada pasokan air ke hidran2 tsb. Dari 12 hidran yang ada pun, hanya beberapa yang tekanan airnya cukup kuat untuk mengisi tangki damkar. Prijo memahami hal tsb karena pasokan air bersih untuk warga Kota Bandung pun belum semuanya terpenuhi. Pihaknya tak mungkin meminta semua hidran dipasoki air, hanya beberapa hidran saja tapi tersebar di beberapa wilayah Kota Bandung.

Kasatreskrim Polresta Bandung Barat, Ajun Komisaris Philemon Ginting mengatakan, olah TKP akan dilakukan Senin ( 12/10/2009 ) karena kondisi pasca kebakaran masih berisiko untuk diidentifikasi. Gudang barang pasar swalayan tsb masih bersuhu panas, tergenang air dan minyak. Berbahaya. Pihaknya saat ini fokus pada tindakan awal, mengatur arus lalulintas yang padat merayap karena banyaknya warga menyaksikan pemadaman api. Meski tidak ada korban jiwa, seorang staf gudang dilarikan ke rumah sakit Immanuel karena keracunan asap ketika berusaha memadamkan api.

DPPK Kota Bandung, Pemkot Bandung dan PDAM kini tengah memetakan saluran utama PDAM Kota Bandung. Nanti hidran2 yang dipasoki air ialah hidran yang dilalui atau dekat dengan pipa utama PDAM agar tekanannya cukup kuat untuk mengisi tangki. Hidran utama yang disebar itu akan memudahkan petugas memperoleh air sehingga bisa cepat memadamkan api. Semoga segera terealisasi.( PR, 11,12/10/2009 )

Tak ada air hidran, air selokan yang disaring pun jadi.

Hidran kota semestinya selalu terisi air dengan tekanan cukup, agar proses pemadaman bisa dilakukan lebih cepat dan kerugian bisa diminimalisir.

Hidran kota semestinya selalu terisi air dengan tekanan cukup, agar proses pemadaman bisa dilakukan lebih cepat dan kerugian bisa diminimalisir.

Air, dalam proses pemadaman kebakaran sering menjadi yang paling utama. Secanggih apa pun alat kebakaran yang tersedia, takkan berguna jika air tak tersedia dengan segera. Masalah ketersediaan air kendala utama di Kota Bandung. Sekitar 500 hidran yang ada, hanya beberapa yang berfungsi optimal, salah satunya di Jalan Supratman. Untuk kota seluas Bandung, tentu tidak cukup. Untuk mengisi tangki ukuran 5000 liter dibutuhkan waktu 15 menit ( berfungsi sedang ). Hanya hidran di Jalan Supratman yang mampu mengisi tangki truk dalam tempo 3 menit.”Ratusan lainnya sama sekali tak mengeluarkan air,”kata Prijo.

Kendaraan pemadam harus menempuh jarak cukup jauh dan lama untuk bisa kembali mengisi air. Padahal setiap menit sangat berarti untuk proses pemadaman. Setiap satu kilometer mestinya ada hidran yang berisi air. Menanggapi hal ini, wakil walikota Bandung, Ayi Vivananda mengakui, Kota Bandung masih kekurangan pasokan air bersih untuk warga, termasuk hidran. Pemkot Bandung terus berupaya meningkatkan pasokan air, salah satunya dari Cibatarua, Kabupaten Bandung.

Pada kebakaran gudang Grup Yogya kemarin, petugas terpaksa membendung air selokan dengan potongan kayu dan berangkal supaya bisa disedot mobil damkar. Petugas Rescue Diskar, T.Yuhasmana mengatakan,”Kalau dari sisi perawatan sebenarnya tidak diperbolehkan. Namun, ini darurat maka kita gunakan cara ini, karena kalau ke Jalan Supratman terlalu jauh. Kita saring terlebih dahulu sehingga tidak terlalu kotor. Tetapi, setelah ini pun pasti akan dibersihkan untuk menghilangkan kotorannya. Bagaimana pun, ini dalam kondisi makanya kita menggunakan air selokan.” Petugas juga memanfaatkan tendon2 air yang dimiliki warga dan gudang tsb. ( PR, 11/10/2009 )

Komen A.Savitri :

Menjelang musim hujan, masih terjadi kebakaran hebat. Hawa pagi dan malam hari sudah membuat kita menggigil, tapi di 3 lokasi kebakaran kemarin, suhu bisa melepuhkan kulit dan menelan korban jiwa. Seorang nenek, Ny.Imot ( 79 ), tewas terbakar hangus saat tertidur lelap di rumahnya, di desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung. Dugaan sementara korsleting listrik. Lokasi rumahnya di di gang sempit, permukiman padat penduduk. Terjadi pukul 2.00 WIB. Tiga rumah lainnya terimbas panas. Ratusan juta rupiah melayang percuma. 30 menit setelah damkar datang, api baru berhasil dijinakkan. Sementara 92 orang korban kebakaran RT 8 RW 4 Kel.Sukahaji, Kec.Babakan Ciparay kemarin masih berteduh di tenda dekat GSG. Anggota dari 22 keluarga ini terpaksa menggigil, entah sampai kapan.

Prijo Soebadiono, kepala Diskar Bandung.

Prijo Soebiandono, Kepala Dinas Pencegahan dan Penganggulangan Kebakaran ( DPPK ) Kota Bandung

Terlambatnya laporan dan kemacetan lalulintas Bandung sering menghambat upaya pemadaman. Mestinya, kota Bandung memiliki teknologi pendeteksi awal titik api dan fasilitas penanganan kebakaran yang dapat bergerak cepat, terutama ketika kemacetan menyergap. Tiga hal yang difokuskan Prijo ; pembentukan pos wilayah pemadam kebakaran ( damkar ), penyediaan motor pemadam, keberadaan sistim komunikasi informasi kebakaran ( SKIK ). Jika anggaran terbatas, minimal penuhi satu demi satu.

Dengan keberadaan pos wilayah, respon petugas akan lebih cepat. Pos terdekat dengan lokasi kejadian akan segera meluncur, melakukan upaya pemadaman. Motor pemadam dapat bergerak lebih gesit, menyelinap di antara kendaraan. Dibanding mobil yang harus menunggu kemacetan mencair dulu. Motor dilengkapi alat pemadam api ringan ( apar ). Saat mobil damkar belum tiba, sudah ada petugas melakukan pemadaman awal, juga lokasi padat penduduk yang tak bisa dicapai damkar. SKIK merupakan fasilitas pendeteksian titik api melalui satelit. Bila ada titik api, akan langsung diketahui, mulai dari lokasi hingga penampakan titik api. Petugas bisa langsung dikirim tanpa menunggu laporan masyarakat dulu.

Ya, semestinya Bandung memiliki fasilitas dan sarana penanganan kebakaran yang lebih baik. Saya jadi ingat fire fighter cilik di iklan teve. Wajahnya mirip keponakan saya. Semoga ia bisa jadi petugas berdedikasi seperti Prijo Soebiandono dan anak buahnya. Terima kasih, bapak2 damkar telah menjaga kota Bandung dari bahaya kebakaran. God bless you all … ( I love you full, kata alm Mbah Surip )

Iklan

Written by Savitri

14 Oktober 2009 pada 09:36

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: