Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

67.000 listrik megawatt dihasilkan Iran dari matahari, angin dan nuklir. Indonesia baru 30.000 MW

with 2 comments

NUCLEAR IRAN

Energi nuklir adalah hak rakyat Iran juga. Bukan melulu Amerika, Israel, Korea Utara, Rusia, Cina, India, atau pun Pakistan saja. Nuklir untuk damai/ listrik, hak semua bangsa. Senjata nuklir bukan hak siapa2.

Iran, negara kecil berpenduduk mayoritas Islam, saat ini rakyatnya tengah cemas. Tuduhan mengembangkan senjata nuklir datang bertubi-tubi dari negara2 anggota tetap Dewan Keamanan PBB, terutama Amerika Serikat, Inggris dan Perancis. Tiga negara itu getol melobi rekannya yang lain dalam DK PBB, yaitu Rusia dan Cina agar setuju memberikan sanksi berat bagi Iran.

Pasca sidang DK PBB dipimpin presiden Barack Obama, akhir September lalu, Iran seolah “diadili” oleh 5 negara anggota DK PBB plus Jerman. Kesepakatannya, pada 25/10/2009 Iran wajib membuka diri pada Internasional Atomic Energy Agency ( IEAE ), badan internasional yang berwenang mengawasi pengembangan energi nuklir dunia. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Behrooz Kamalvandi di kantornya di Jl.H.O.S. Cokroaminoto, Jakarta, bicara tentang filosofi, politik, sosial hingga budaya.

Berikut nukilannya ;

Apakah benar Iran sedang membangun persenjataan nuklir seperti yang dituduhkan ?

Jika ingin tahu, harus datang sendiri ke sana. Kami melakukan program pengayaan nuklir sejak 30 tahun lalu untuk keperluan damai/ pembangunan. Amerika Serikat dan negara Barat selalu menekan Iran. Tuduhan mereka tak berdasar. Untuk menginspeksi program nuklir, ada mekanisme untuk itu, yaitu melalui IAEA. Kami rutin melaporkan program nuklir kami ke IAEA dan mereka berulang kali mengatakan, tidak ada penyimpangan dalam program pengayaan nuklir Iran. Tidak ada bukti2 yang mendukung tuduhan AS dan Eropa. Ada motivasi politik di balik tekanan tsb, yaitu mereka ingin mengontrol sumber energi, dan mereka ingin menguasainya bersama Israel. Mereka juga ingin membangun pangkalan militernya di Iran. Banyak alasan mengapa mereka selalu menekan Iran dengan tuduhan nuklir.

Jika ada motivasi politik seperti itu, bagaimana rakyat anda menanggapinya ?

Tentu rakyat mendukung program nuklir untuk pemenuhan kebutuhan energi, kesehatan dan agrikultur. Mereka tahu pentingnya teknologi ini. Dalam 20-50 tahun ke depan, energi fosil akan berkurang, energi nuklir ini menjadi alternatif yang cukup baik.

Berarti rakyat anda memang sangat membutuhkan pengembangan teknologi nuklir ini ?

Ya, tentu saja semua bangsa bisa dapat keuntungan dari teknologi ini. Kami menargetkan 100.000 MW pada 2020. Sekarang sudah 67.000 MW. Di Indonesia sekarang hanya 30.000 MW dan anda menargetkan dalam 20 tahun mendatang 55.000 MW listrik. Untuk negara sebesar ini, anda harus merencanakan itu. Jika anda ingin memiliki kekuatan energi listrik sampai 70.000 MW atau 100.000 MW, tanpa didukung energi listrik, itu tidak mungkin. Di Iran, ke mana pun anda pergi ke desa2 sekali pun, semua sudah tersedia listrik. Padahal sebelum revolusi 1979, sebanyak 55.000 desa tidak mendapat layanan listrik, infra struktur, agrikultur.

Sebagai alternatif berkurangnya energi fosil, kami juga mengembangkan energi matahari dan energi angin. Kalau anda berkeliling Iran, akan mudah menemukan instalasi yang menggunakan solar energy. Tetapi negara2 Eropa, tidak ada satu pun yang membicarakan energi matahari dari Iran, karena ini bisa jadi propaganda baik untuk Iran di mata dunia. Harus diingat, softpower adalah sains dan teknologi. Jika menguasai itu, akan makin powerfull. Nah, mereka tidak suka jika Iran bisa menguasai teknologi itu. Iran adalah satu dari 5 negara di dunia yang terbaik dalam mengembangkan nanoteknologi. Iran juga mengembangkan teknologi cloning untuk biri2, sapi dan domba. Selama ini, sudah begitu banyak propaganda buruk, dan Iran sudah sangat sabar.

nuklirinspeksi

Presiden Ahmadinejad mengecek instalasi nuklir Iran. Nuklir bisa memasok energi listrik berkali lipat

kloning

Kloning domba. Iran bisa melakukan. Indonesia ?

Kami sudah mengindentifikasi 7 kebohongan besar yang mereka sebarkan tentang nuklir, diantaranya, Iran sedang mengembangkan bom nuklir. Akan tetapi, tiap IAEA inspeksi, mereka melaporkan tidak ada penyimpangan terjadi di Iran. Dewan Keamanan PBB seharusnya menjamin keamanan dunia internasional. Mereka seharusnya membicarakan masalah keamanan di Palestina, pelanggaran HAM di Gaza ketimbang nuklir di Iran.

Apa yang akan pemerintah anda lakukan karena mereka kini tetap melakukan lobi2 agar Rusia dan Cina juga setuju memberikan sanksi pada Iran ?

Kami siap untuk duduk dalam posisi yang sama, bukan dalam posisi tertuduh. Ketimbang memberi tekanan, intimidasi, sanksi, lebih baik kita selesaikan dengan cara yang lebih beradab, duduk bersama, diskusikan. Iran tidak akan menyerah terhadap tekanan semacam itu. Kekerasan, tekanan dan intimidasi itu tidak ada gunanya. Di Irak, mereka telah membunuh ratusan ribu orang selama invasi. Siapa yang harus disalahkan atas kematian ini ? Apakah DK PBB ? Itulah mengapa presiden Ahmadinejad dalam Sidang Umum PBB mengatakan bahwa dunia saat ini butuh perubahan menuju arah yang lebih beradab dan demokratis. Dan satu yang penting bagi anda di media yaitu adanya ketidaksamaan dan ketidakadilan dalam pemberitaan media. Sayangnya, mereka memiliki jaringan yang mendunia. Maka anda sebagai jurnalis harus mengkritisi itu, tidak percaya begitu saja apa yang mereka beritakan. Ingat, media adalah bagian dari softpower.

sby_ahmadinejad

SBY berdialog dengan Ahmadinejad. Rakyat Indonesia mendukung Iran. Namun, pemerintah kadang tak sevokal rakyatnya ketika menunjukkan posisi Indonesia terhadap kebijakan pemerintah atau keinginan rakyat Iran. Pengaruh Barat masih kuat di sini.

Negara2 mana saja yang mendukung posisi Iran ?

Tentu saja Indonesia dan 170 Non Alignment Movement Countries. Mayoritas negara di dunia mendukung kami. Yang tidak mendukung kami hanya ada beberapa negara saja dalam hitungan jari yang sayangnya menyebut dirinya sebagai “masyarakat internasional” karena mereka punya akses terhadap media internasional.


Presiden Libya, Moammar Khadafi dan presiden Venezuela, Hugo Chavez mengusulkan membangun South NATO untuk menyeimbangkan kekuasaan dunia. Pendapat anda ?

Ini semua berangkat dari ketidakadilan dan ketidaksamaan perlakuan. Seperti yang diungkapkan presiden Ahmadinejad ; kita butuh perubahan dari sisi teoritis maupun praktis. Semua orang harus duduk bersama dalam kedudukan yang sama untuk membicarakan apa yang terbaik untuk umat manusia. Baik Khadafi maupun Chavez, punya hak untuk itu. Dunia kini tidak bisa lagi terus dikontrol oleh negara pemenang Perang Dunia II. Situasi ini harus diubah ke arah yang lebih demokratis, tidak ditentukan pemilik hak veto para pemenang PD II. Beberapa kalangan konservatif di AS malah ingin membentuk unipolar yang mirip era Roma ( Pax Romana ) yang menonjolkan kekuatan militer. Itu sebabnya mereka terus mengirimkan pasukannya ke Irak dan Afganistan. Mereka akan terus mengobarkan perang untuk menunjukkan kekuatan militernya. Saya yakin dengan pikiran tidak bijak ini, mereka tidak akan berhenti di Afganistan atau Irak saja.

Perubahan dunia yang seperti apa yang dimaksud ?

Pandangan kami terhadap dunia yang baru ini adalah dunia yang bekerja sama, bersaudara, tanpa intimidasi satu sama lain. Saling menghargai. Tinggalkan bahasa kekuatan dan intimidasi. Jika kita lebih kuat dari lainnya, bicaralah dengan baik secara halus terhadap bangsa lain. Mereka ( AS ) harus belajar cara berbicara tanpa intimidasi. Contoh sikap kami terhadap Afganistan dengan cara membantu mereka. Iran mengucurkan dana pembangunan 50 juta dolar AS dan kredit 1 milyar dolar AS, membangun jalan, rumah sakit, universitas. Kenapa mereka tidak berbicara dengan Afganistan dengan cara seperti itu ?

Kembali ke persoalan nuklir, kami tidak mungkin membangun senjata nuklir yang bertolak belakang dengan keyakinan kami yang cinta damai. Ketimbang menekan kami, lebih baik mulai dengan Israel yang membangun senjata nuklir atau mulai dengan mewujudkan komimen mereka untuk mengurangi kepemilikan senjata nuklir mereka sesuai NPT. Presiden Ahmadinejad mengatakan bahwa teknologi nuklir untuk semua orang, tetapi senjata nuklir bukan untuk siapa2.

Lalu apa komentar anda terhadap pemberian Nobel Perdamaian bagi Obama ?

Kita harus tunggu dan lihat komitmen Obama terhadap perdamaian. Kita harus amati apa yang akan dilakukan oleh Obama. Terlalu dini untuk memberikan nobel tsb pada Obama sebab kita belum lihat prakteknya. Saya baru akan percaya jika Obama mampu menyelesaikan masalah pelanggaran HAM di Palestina. Kita tidak bisa optimisis Obama bisa melakukan itu. Kami sangat ingin optimistis, tetapi sulit.

Dukungan macam apa yang anda butuhkan dari Indonesia ?

Tentu kami berharap Indonesia tetap mendukung kami seperti sebelumnya. Indonesia memberikan sikap abstain dalam resolusi DK PBB. Ini awal dari konsensus masyarakat internasional. Indonesia selalu mendukung Iran. Kami harap, tidak hanya melalui Non Alignment Movement dan di DK PBB, tetapi juga di luar arena itu. Sebaliknya, kami juga akan mendukung Indonesia. Suatu saat, kami juga mendorong Indonesia segera membangun reaktor nuklir industri agar sektor energi tidak dikuasai oleh beberapa gelintir negara maju. ( Lina Nursanty/PR, 25/10/2009 )

Komen A.Savitri :

IEAE

El Baradei, direktur IAEA ( badan pemeriksa nuklir dunia ) sudah mengatakan pengayaan nuklir Iran tidak menyimpang, tapi Amerika tidak percaya, kuatir kekuatan Iran mengancam hegemoni AS di dunia.

Iran sering dikecam oleh Amerika cs tentang program nuklirnya. Bahkan dikatakan poros setan bersama Korea Utara yang getol menguji rudal terbarunya. Iran belum melakukan invasi ke negara mana pun seperti halnya Amerika cs di Irak dan Afganistan. Jadi, yang setan sebenarnya siapa ?

Indonesia kekurangan energi listrik. Sebagian wilayah melakukan pemadaman bergilir untuk mengatasi kelangkaan pasokan listrik. Tahun 2010 Tarif Dasar Listrik ( TDL ) dinaikkan. Mungkinkah kita melirik metode Iran memproduksi listrik dengan reaktor nuklir ? Penduduk Indonesia 3 kali lipat lebih dari penduduk Iran. Iran sudah memproduksi 67.000 MW. Indonesia, 30.000 MW. Baru 20 tahun lagi bisa memproduksi 55.000 MW listrik.

PLTN menjadi pilihan menggoda untuk mengatrol produksi listrik berlipat-lipat. Tapi, apakah kita siap ? Kecerobohan masih banyak terjadi di negeri ini. Kegagalan di lokasi lumpur Lapindo, Sidoarjo yang akan berlangsung sampai 31 tahun, masih belum ditanggapi semestinya oleh pemerintah dan pihak terkait. Bayangkan, jika itu terjadi di reaktor nuklir yang dampaknya jauh lebih dahsyat hingga lintas generasi.

Tapi, kok Iran bisa, ya ? PR buat kita untuk menyiapkan diri mengadaptasi teknologi masa depan. Kita jangan kalah sama bangsa Iran. Produksi minyak bumi akan mencapai puncaknya tahun 2020, yang oleh sebagian kalangan diperkirakan akan menjadi masa keemasan peradaban manusia. Setelah itu produksi minyak akan menunjukkan kurva yang terus menurun sehingga benar2 habis. Beberapa riset memproduksi listrik dengan sinar matahari, angin, gelombang laut, minyak nabati bahkan air sudah dilakukan. Tapi untuk memproduksinya secara massal, butuh investasi yang sangat besar, yang sangat muskyil diterapkan di negara yang belum betul2 kaya.

Kembali ke jaman batu, dengan api unggun, lilin atau lemak hewani, lalu meringkuk di keremangan rumah, rasanya kurang produktif. Meski ada perkiraan dari sejumlah pakar, setelah turbulensi ekonomi saat ini akan terjadi perlambatan kegiatan manusia ( orang dipaksa tidak konsumtif lagi, banyak yang di PHK, tinggal di rumah, memasak makanan sendiri, berhemat di banyak aspek kehidupan ) tapi kita sudah sangat terbiasa menggunakan waktu malam hari untuk beraktivitas yang membutuhkan penerangan yang memadai, sedikitnya. Ya, saya perlu baca dan menyimak berita dunia untuk terus meng-update isi kepala.

Nuklir untuk listrik ? Hmm .. apakah kita juga siap meng-counter propaganda negatif Amerika cs jika kita menjadi ancaman nyata 3 kali lipat dari Iran, di mata AS cs ? Cukup mandirikah kita jika Indonesia diembargo ekonomi oleh pihak Barat selama bertahun-tahun seperti dialami Iran ? Everyone ?

Asia akan menjadi kiblat ekonomi masa depan. Perusahaan2 dan orang2 terkaya di dunia akan berada di kawasan Asia. Cina, India, Indonesia dan Iran ada di Asia. So, we’re not afraid. Prepare your self, people …

Iklan

Written by Savitri

28 Oktober 2009 pada 12:25

Ditulis dalam Ragam

Tagged with ,

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. @ jubet :
    Memang miris, sumber alam kita yang kaya raya dikeruk pihak asing terus menerus. Sebetulnya banyak orang Indonesia yang pintar2 & berbakat. Namun, entah kenapa mereka lebih dihargai di luar negeri, karena itu mereka memilih, kadang terpaksa ( bekerja untuk menafkahi keluarga ), mengabdikan kejeniusannya untuk perusahaan luar. Orang kita kebanyakan masih bule oriented. Kualifikasinya sebetulnya di bawah ahli2 kita, tapi karena tampang bule & omong cas cis cus-nya, mereka lebih dianggap di sini daripada orang sendiri. Padahal kebanyakan ekspatriat di sini, skill-nya kelas 2, bahkan 3. Saya beberapa kali ketemu orang kita lebih menghargai penampilan orang tertentu, daripada kemampuan dan kebaikan orang lainnya. Sindrom inferior mesti dikikis habis, daya pikir dan wawasan mesti terus diasah, sehingga mereka mau/ bisa membuka mata lebar2 terhadap kemampuan bangsa sendiri. Dengan habitat yang bagus/ kondusif, apresiasi yang layak, kita harapkan orang2 pintar itu mau tinggal di tanah air, menciptakan teknologi maju & bermanfaat untuk kita semua. Setuju ?

    anisavitri

    25 November 2009 at 13:56

  2. seharusnya indonesia bsa membuat teknologi2 yg maju dan bermanfbt… scara tidak langsung indonesia telah d jajah.. bsa kita lhat.. stiap perusahaan d indnesia d jalankan oleh negara lain.. sedangkan rakyat pribumi.. hanya sbagai kuli saja..

    jubet

    20 November 2009 at 10:10


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: