Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Bandung Green & Clean, menumbuhkan kepedulian warga dan rasa memiliki kota

with 3 comments

kerindanganITB

Kerindangan pepohonan di salah satu kampus ITB. Terbayang asyiknya duduk2 di situ membaca buku atau bercengkerama dengan kawan.

Pekanbaru

Kota terbersih di Indonesia, Pekanbaru. Terbayang asyiknya bersepeda di situ.

Program Bandung Green and Clean ( BGC ) diyakini akan memberi perngaruh positif bagi penataan lingkungan di kota Bandung. Memasuki tahap penjurian 5 RW terbaik, 30 RW nominator, berbenah diri dan memperlihatkan perubahan signifikan pada lingkungannya. Tidak hanya lingkungan yang semakin hijau dan rindang karena pepohonan, jumlah sampah yang dihasilkan rumah tangga pun terus menurun. Bahkan, sampah yang dihasilkan warga diolah diolah dan dimanfaatkan menjadi bahan kerajinan yang menghasilkan.

Ketua Lembaga Penerapan Teknologi Terarah ( LPPT ) Rohadji Trie mengungkapkan, perkembangan kepedulian warga akan lingkungan melalui kegiatan BGC patut diapresiasi. Ia melihat rasa kepemilikan dan kewajiban warga untuk menjaga lingkungannya mulai tumbuh. Sebelumnya, warga selalu menyerahkan seluruh pengelolaan lingkungan kepada pihak yang bertanggungjawab, seperti petugas kebersihan dan pemerintah.

”Kalau dulu, sampah itu identik dengan tanggung jawab kebersihan. Namun, kini setelah bergulirnya BGC, masyarakat menyadari bahwa masalah lingkungan adalah masalah bersama dan harus ditangani seluruh masyarakat. Akhirnya, kesadaran itu timbul dan warga merasa memiliki lingkungannya,” kata Rohadji. Ia optimis jika BGC terus dilanjutkan, kesadaran tsb mampu mengubah sikap warga dalam mengelola sampah dan lingkungannya.”Program ini langsung menyentuh ke rumah tangga melalui RW dan RT.”

Proses penjurian yang dilaksanakan 8-14 Oktober berlangsung cukup meriah. Tim juri berasal dari instansi pemerintah, Unilever ( sponsor ), profesional, maupun media. Pengguntingan bunga, paduan suara murid TK, dan juga pakaian seragam warga merupakan beberapa jenis sambutan yang disiapkan warga. Ada 4 kriteria penilaian yang menjadi fokus utama dalam penjurian, yakni ; peran serta masyarakat dalam program tsb dengan tolok ukur perkembangan jumlah kader sebelum dan saat mengikuti BGC, serta aktivitas kader lingkungan tsb. Hasil penjurian akan diumumkan di Lapangan Tegalega, Bandung pada 24/10/2009. ( PR, 22/10/2009 )

bgc

Logo program Bandung Green & Clean. Kabel struktur fly over Pasupati makin sering digunakan. Landmark kota Bandung.

Kegiatan

Iklan

Written by Savitri

28 Oktober 2009 pada 13:11

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Hi…, Nama saya Teddy, senang berbagi dengan anda yg sama2 peduli dg lingkungan.
    Saya sudah melakukan uji coba beberapa bulan mengenai permasalahan sampah, terutama yg organik, dan sampai saat ini belum menemukan tingkat kesulitan yg significant. Selama ujicoba ini sy mengambil sampah dari pasar gedebage dan beberapa warung pecel lele dan nasgor.. Belum pernah ada keluhan warga akibat bau ataupun kotor. Uji coba yg sy lakukan ini berada di tempat ramai. Penguraian yg sy pakai memanfaatkan Macro Organisme yg bisa mengurangi dan menghilangkan bau sampah dg cepat. Sampah organik dalam 1 hari sudah bisa menjadi kompos berkualitas siap pakai. Dan 2 minggu kemudian bisa menghasilkan pakan setara dengan tepung ikan import. Saya yakin dengan metoda ini selain bandung bisa menjadi lebih bersih, juga biaya produksi pertanian dan peternakan bisa jauh menurun.
    Permasalahan sy sekarang hanyalah, siapa ya kira2 orang/instansi yg tepat yang bisa mensponsori pelaksanaan pembersihan kota Bandung yg kita cintai ini.
    Salam hangat selalu untuk para pemerhati lingkungan hidup.

    Teddy

    Teddy

    3 Juni 2013 at 02:13

  2. @ Endah :
    Tahun 2010, program Bandung “Green & Clean” melibatkan 400 RW. Dua kali lipat dari tahun 2009 yang melibatkan 200 RW yang tersebar di 151 kelurahan dan 30 kecamatan di Kota Bandung. Data tahun 2003, Kota Bandung terdiri :
    a) 26 Kecamatan, yang masing-masing dikepalai oleh seorang Camat.
    b) 139 Kelurahan / Desa yang masing-masing dikepalai oleh seorang Lurah / Kepala Desa.
    c) 1.500 Rukun Warga (RW) yang masing-masing diketuai oleh seorang Ketua RW.
    d) 9.277 Rukun Tetangga (RT), yang masing-masing dikepalai oleh seorang Ketua RT.
    ( sumber : http://www.bandung.go.id/c/9/images/download/2003bda_bab02.pdf )
    Jadi hampir seperempat RW di Kota Bandung mengikuti program BG&C tahun ini.
    Nah, apakah RW anda termasuk ? Anda bisa tanya/ telpon ke ketua RW, lurah atau camat anda. Daftar telpon RW bisa klik di http://www.bandung.go.id/ bar “Pemerintah”
    Semoga cukup menjawab.

    Savitri

    1 September 2010 at 11:03

  3. boleh tanay? tolong saya beritahu rw mana saja yang termasuk BGC?

    endah

    31 Agustus 2010 at 06:32


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: