Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

92 pulau terdepan & tanah Papua butuh kemajuan ekonomi & cinta

with 4 comments

Pengantar A.Savitri :

Kegembiraan anak Indonesia, ya dari provinsi Papua, maupun luar Papua. Bhineka Tunggal Ika, pokoknya mah.

Minggu ( 29/11/2009 ) 3 bendera Bintang Kejora berkibar di tanah Papua, memperingati HUT OPM. Satu berhasil diturunkan oleh aparat dan masyarakat. Seorang aktivis di provinsi termuda Indonesia ini memperingatkan, gerakan separatis sedang menguat di sana, dan bisa tak terbendung lagi jika pemerintah tak segera mengantisipasinya dari sekarang. Kita ingat beberapa waktu lalu, aparat pernah kecolongan ketika peserta kesenian menyeruak masuk ke tengah rombongan presiden SBY dan menyuarakan kepentingan kelompoknya ( RMS ). Rentetan peluru membunuh dan melukai pekerja PT.Freeport Indonesia di Timika, masih terus terjadi sampai hari ini. Perlawanan mereka yang terpinggirkan belum berhenti.

Berbagai kelompok yang tak puas dengan kebijakan pemerintah pusat, dengan sepak terjangnya memang mendebarkan kita. GAM, sudah diselesaikan pasca tsunami di Aceh, Desember 2004. Waktu pemilu legislatif kemarin, partai Aceh sudah bermunculan dan mendulang suara cukup signifikan di wilayahnya. Kegetiran panjang selama rezim Orde Baru dengan DOM, pemburuan label PKI, subversif menjadi bagian dari masa lalu setelah presiden Finlandia mewasiti pemerintah Indonesia dengan wakil pemimpin gerakan separatis tsb. ( ada yang menyesalkan posisi Indonesia mestinya tidak setara dengan para pemberontak yang juga sudah banyak meneror warga Aceh. Tidak pas pemerintah resmi bernegosiasi dengan pemberontak liar. Nggak level sebetulnya. Tapi sudahlah, itu sudah terjadi. Yang penting Aceh masih dalam NKRI dan merasa damai dengan penerapan hukum Islam di sana ).

Fretilin, GAM, RMS, OPM, why ?

Kelompok separatis Fretilin, dengan intervensi PBB ( dibentuk oleh negara2 imperalis pemenang perang dunia II ) dan referendum pada masa presiden Habibie, melepaskan Timor Timur ( provinsi ke 27 RI ) dari NKRI. Pemimpin Fretilin, Xanana Gusmao menjadi presiden pertama Timor Leste. Negeri termuda sekaligus termiskin di dunia. Saat masih menjadi wilayah RI, subsidi dari pemerintah Indonesia ke Timor Timur sangat banyak, karena wilayah tsb nyaris tak menghasilkan apa2. Tanahnya begitu gersang. Australia pendukung utama referendum ( juga pemasok tentara ketiga terbanyak di Afganistan setelah Amerika dan Inggris, untuk memburu Osama bin Laden/ minyak Kaspia ), mendapat konsensi minyak di celah Timor ( kemarin salah satu anjungan minyaknya terbakar dekat Pulau Pasir yang juga dicaploknya dari Indonesia ).

Tak terhitung anggota TNI/ ABRI yang gugur dalam Operasi Seroja dan mempertahankan Timor Timur agar tetap dalam wilayah NKRI. Mereka dilupakan, bahkan pemimpinnya diajukan ke Mahkamah Internasional, jika saja pengacara kondang, kini anggota Wantimpres ( mantan ketua Tim 8 ), Adnan Buyung Nasution, tidak menjegal upaya2 pihak asing untuk mempermalukan Indonesia di tatar dunia. ( saya geram dengan massa bayaran pendukung Polri yang menginjak-injak foto Adnan kemarin. Tidak tahu terima kasih. Sudah dilindungi masa depan anak cucunya dari penjarah kekayaan negara, masih juga menghina pendekar hukum dan menyumpahi KPK pencuri. Gerombolan beringas yang mengancam demo Kompak di Bunderan HI kemarin menganggap dirinya anak bangsa ? Yang bener aja .. )

Adnan dkk membela dengan gigih, para komandan militer yang dituduh penjahat perang dan melanggar hak asasi manusia oleh pihak Barat. HAM memang gemar disalahgunakan pihak asing untuk menggolkan kepentingan mereka ( yang tamak ) di mana pun. Kini, beberapa pihak di Australia sedang mempermasalahkan tewasnya beberapa wartawan mereka ketika peristiwa disintegrasi ( kasus Balibo Five ). Lalu, bagaimana dengan korban2 dari pihak Indonesia, apa mereka juga memikirkan ? ( pikir yang luas, mister. Jangan pakai kaca mata kuda, mau enaknya sendiri ).

92 pulau terdepan & tanah Papua butuh kemajuan ekonomi & cinta

Keindahan lembah Carstensz. Indonesia memang menawan.

Hasan Tiro, pentolan GAM, saya dengar kemarin, akan mengunjungi Aceh. Pentolan RMS ( Republik Maluku Selatan ) masih berkeliaran di luar negeri, seperti halnya Edi Tansil, Tjoko Chandra dan Anggoro Widjoyo, buronan KPK. Pihak asing mungkin akan menggunakan mereka untuk mengobok-obok Indonesia. Anggoro lewat adiknya, Anggodo, sudah menyibukkan kita, 7 bulan kemarin, sejak masuknya Antasari, Bibit dan Chandra ke tahanan Polri. Bahkan, Peer Holm Jorgensen, warga Denmark yang pernah meriset kegiatan CIA di Indonesia ( PR, 29/11/2009 ) mengakui orang Eropa punya kebiasaan buruk, merasa superior dan berhak mengatur bangsa2 lain. Jadi, apa daya kita ?

Para pakar mengatakan bibit terorisme ( termasuk gerakan separatis ) adalah ketimpangan ekonomi. Para penasehat perkawinan menyatakan jika pondasi cinta kuat, maka bisa diminimalisir anggapan rumput tetangga lebih hijau dari rumput rumah sendiri. Jika, wilayah2 perbatasan RI diperkuat dengan pemerataan ekonomi dan perhatian nyata dari warga Indonesia di wilayah pusat, maka ‘angin surga’ yang penuh muslihat dari negara tetangga atau pihak asing bisa ditangkis oleh penduduk perbatasan dengan kesadaran sendiri. 92 pulau terdepan sedang diinventarisir oleh Tim Ekspedisi khusus dengan kapal Phinisi. ( posting ini semoga membantu ‘pembacaan’ mereka atas pulau yang sedang mereka singgahi ). Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau. Sambung menyambung menjadi satu itulah Indonesia…

Sabang dalam kondisi terkendali. Merauke ? Ladies and gentlemen, let’s have a look, the east, shall we ?

Pembangunan jalan Trans-Papua : distribusi barang – jasa lancar, warga akan sejahtera

Proses pembuatan jalur Trans-Papua. Susahnya bikin jalan di luar Jawa. Bersyukurlah penduduk Jawa, jalan ada di mana2, biaya hidup relatif terjangkau. Namun demikian kita mesti rendah hati terhadap saudara sebangsa kita di Papua.

Pemerintah akan membangun 11 ruas jalan strategis untuk mempercepat pembangunan di provinsi Papua dan Irian Jaya Barat ( Irjabar ), kata Menteri Pekerjaan Umum ( PU ), Djoko Kirmanto. Pembangunan akses jalan di 2 provinsi ini menjadi prioritas sebagai urat nadi kelancaran distribusi barang dan jasa.”Harga semen di sana mahal sekali karena harus diangkut dengan pesawat terbang sehingga bisa mencapai satu juta rupiah per zak karena sarana transportasinya tidak ada. Oleh karena itu dalam rapat kita sinkronkan antara program Departemen PU dengan program Departemen Perhubungan. Misalnya, pelabuhan yang dibangun Dephub juga harus dibangunkan akses jalannya,” jelas Djoko.

Kondisi geografis yang bergunung-gunung dan hutan menjadi tantangan dalam penyediaan infrastruktur di Papua dan Irjabar. Untuk membangun jalan yang menghubungkan Jayapura – Merauke, tidak bisa melewati lereng gunung yang terjal sehingga harus dibuat terowongan yang menembus gunung. 11 ruas jalan yang akan dibangun, yakni ; ( yang di bold, prioritas hingga tahun 2009 )

  1. Sorong – Makbon – Mega ( 88 km ),
  2. Sorong – Klamono Ayamaru – Kebar – Manokwari ( 536 km )
  3. Manokwari – Bintuni ( 253 km )
  4. Fakfak – Hurimber – Bomberay ( 161 km )
  5. Nabire – Wagete – Enarotali ( 262 km )
  6. Timika – Mapurujaya – Pomako ( 42 km )
  7. Serui – Menawi – Saubeba ( 49 km )
  8. Jayapura – Wamena – Mulia ( 733 km )
  9. Jayapura – Sarmi ( 364 km )
  10. Jayapura – Hamadi – Holekamp – Skow – Batas Papua Nugini ( 53 km )
  11. Merauke – Muting – Tanah Merah – Woropko ( 557,9 km ).

Anggaran yang harus dikeluarkan pemerintah untuk membangun jalan sepanjang 3.098 km itu sekitar Rp. 8 trilyun. Pembangunan jalan dianggap strategis karena dapat mengangkat harkat dan martabat warga pedalaman seperti Paniai yang terbelenggu kemiskinan, keterbelakangan, kebodohan, ketelanjangan, dan keterisolasian. Prasarana jalan ini merupakan program trans-Papua ; dari Jayapura, Wamena, Mulia, Paniai, Nabire, Manokwari, Sorong, Fakfak, kata Adwin R. Ichwan. Seperti halnya, ruas Jayapura, Wamena, Mulia, Paniai, Nabire. Rute Nabire – Manokwari – Sorong – Fakfak masih butuh waktu penyelesaian. Ruas Papua Selatan antara Merauke menuju Tanah Merah, baru sebagian terselesaikan.

Warga Paniai jual nanas ke Nabire ? Bayar Rp.400.000,- plus bertaruh nyawa

Bandara Enarotali, kabupaten Paniai. Kecelakaan sering terjadi akibat kualitas jalur pesawat tak memadai.

Untuk mempercepat pembangunan jalan tsb Dinas PU menghimpun seluruh kekuatan dana dari pusat dan daerah untuk menyelesaikan paket pekerjaan tertentu secara simultan. Jika jalur darat selesai dikerjakan, sebagian besar kendala pembangunan di daerah pun dapat terselesaikan. Selama ini, daerah2 pemasok kebutuhan hidup, fasilitas dan sarananya, terkendala masalah prasarana jalan penghubung antar wilayah. Perjalanan harus ditempuh dengan pesawat hingga mengakibatkan harga kebutuhan pokok pun membubung tinggi. Contoh perjalanan dari Nabire ke Paniai, harus dibayar dengan Rp.400.000,- pertiket atau Rp.30 juta carter, ditempuh selama 30 menit perjalanan udara. Padahal jalur penerbangan tsb sering dihadang badai, hujan dan perubahan cuaca mendadak. Tiba2 cuaca sangat gelap, disertai kabut tebal, sehingga penerbangan terganggu. Sejumlah kecelakaan penerbangan membuat penumpang trauma dan ekstra waspada bepergian ke Paniai.

Pembangunan jalan darat menjadi jantung kemajuan di bumi Papua. Membuka isolasi daerah2 terpencil dan terkebelakang. Mempermudah akses masyarakat untuk menjual hasil produksi dan sumber daya alam setempat, seperti hasil hutan, pertambangan, pertanian, perkebunan, dan pariwisata yang selama ini belum dikelola dengan baik. Keluhan pengusaha yang selama ini sulit berinvestasi karena keterbatasan sarana dan prasarana infrastruktur juga teratasi.

Kendala yang ditemui Dinas PU di lapangan adalah infrastruktur terbatas, sarana, prasarana, sumber daya manusia, peralatan dan sikap masyarakat yang kurang mendukung. Sebagian besar masyarakat sulit melepas tanah adat kepada pengusaha atau investor untuk dikembangkan. Harus melalui proses pelepasan adat dan ganti rugi yang kadang kurang masuk akal. Akibatnya, pembangunan prasarana jalan mengalami perlambatan. Kendala teknisnya, jembatan kerangka baja untuk ruas jalan nasional dengan bentang cukup panjang sesuai keadaan medan, kurang tersedia. Jembatan Wanea yang menghubungkan Pelabuhan Pomala di Mimika dan kota Enarotali berbentang 120 meter. Bangunan abutmen ( penopang bagian bawah ) sudah selesai, tapi kerangka baja belum datang sehingga jembatan tsb belum bisa difungsikan. Padahal, ruas jalan ini sangat strategis menghubungkan Timika, Pomala, Enarotali, langsung menembus jantung pegunungan tengah Papua. Wilayah Kabupaten Merauke dan Papua Selatan bernasib serupa ; jembatan rangka baja mengkendala berfungsinya jalan yang telah lama dibangun.

Rp 4 milyar per km, biaya bikin jalan di Papua.

Bumi Papua dari udara. Daerah kepala burung, milik provinsi Irian Jaya Barat, ibukotanya Manokwari. Daerah badan burung ( kanan ) milik provinsi Papua, ibukotanya Jayapura.

Pemerintah Daerah Provinsi Papua beserta seluruh jajarannya bertekad memajukan daerahnya. Dalam banyak hal, provinsi ini tertinggal dibanding provinsi lainnya. Jalan Enarotali – Nabire sepanjang 270 km dibangun sejak tahun 2000 dan mulai difungsikan pada Juni 2004, menghabiskan Rp.100 milyar lebih anggaran APBN. Awalnya jalan itu belum mulus karena berupa jalan tanah. Di musim hujan, sulit dilalui karena berlumpur, longsor dan dihalangi pohon tumbang. Sekarang, kondisinya berangsur-angsur mantap, setelah ditingkatkan kualitasnya. Ruas jalan yang melintasi beberapa sungai selebar 100 meter lebih, seperti jembatan Waroka, masih menunggu pemasangan rangkaian rangka baja.

Ruas jalan nasional yang rusak berat, yaitu ruas Wamena, Pasvaley Elelim, Yetti, Senggi, Memberamo, Muting dan Genlentiri. Standar biaya untuk membuat jalan dari hutan menjadi jalan kerikil membutuhkan dana Rp.4 milyar per kilometer. Dana Rp.6 trilyun tak mungkin dialokasikan dalam 2-3 tahun anggaran, tapi butuh 10-20 tahun anggaran, sesuai usia program pelaksanaan UU Otonomi Khusus, yakni 25 tahun sejak tahun 2001 hingga 2025.

Tuntutan ganti rugi hak ulayat sampai ratusan milyar rupiah, padahal dana pembangunan lebih kecil daripada tuntutan ganti rugi. Setelah proses ganti rugi pun, masih ada anggota suku itu datang dari daerah lain menuntut ganti rugi yang sama. Mestinya, para pelajar, mahasiswa dan pejabat daerah tsb memberi pengertian kepada warga mengenai pentingnya pembangunan jalan.

Berkat jalur Enarotali – Nabire, beras Rp 25.000/ kg turun menjadi Rp 10.000/ kg

Warga kabupaten Paniai, Papua, lega sejak 2 tahun lalu. Sembako 300 % lebih mahal dari harga di Jayapura perlahan mulai turun. Jalan dari Enarotali ( ibukota Paniai ) ke Nabire mulai difungsikan. Daya beli masyarakat mulai meningkat. Warga Papua bakal sejahtera. Semula harga gula pasir sampai Rp.25.000,-/ kg, beras Rp.25.000,- Rp.30.000,-/ kg dan bensin Rp.25.000,-/ liter. Mungkin tertinggi di Indonesia. Namun, sejak jalur Enarotali – Nabire, gula pasir dan beras turun menjadi Rp.10.000,-/kg, bensin dan minyak tanah Rp.7000,-/ liter. Minyak goreng yang sebelumnya Rp.125.000,-/ 5 liter turun menjadi Rp.50.000,-/ 5 liter.

Harga bahan bangunan pun turun drastis. Semen yang semula Rp.1 juta, kini dihargai Rp.500.000,-/zak. Harga seng dari Rp.200.000,- kini Rp.150.000,- per lembar. Tripleks dari Rp.250.000,- menjadi Rp.100.000,- per lembar. Hasil pertanian dari pedalaman Paniai, seperti nanas, umbi-umbian, kopi dan jeruk, yang dibawa ke Enarotali, dapat diangkut lewat jalan darat ke Nabire, terus ke Jayapura atau Biak. Masyarakat mulai belajar berdagang. Kini ada 25 orang dari sekitar 150.000 penduduk Paniai yang belajar menjual barang2 kebutuhan pokok seperti gula pasir, beras dan hasil pertanian.

Siswa lulusan SD dan SMP bisa melanjutkan SMU di Nabire atau perguruan tinggi di Jayapura ( ibukota provinsi Papua ). Sebelumnya, sebagian besar siswa Enarotali memilih tidak melanjutkan pendidikan karena tak punya biaya transpor Rp.350.000,- ke Nabire atau Rp.800.000,- ke Jayapura. Atau Rp.150.000,- untuk tiket kapal Pelni dari Nabire ke Jayapura selama 2 hari perjalanan. Jalan Enarotali-Nabire memudahkan masyarakat berobat. Pasien sakit berat yang sulit ditangani di Puskesmas Rawat Inap di Enarotali bisa dibawa ke rumah sakit umum di Nabire. ( Kiprah )

Freddy Numberi : putra Papua, dari Menteri Kelautan jadi Menteri Perhubungan.

Freddy Numberi. Dulu Menteri Kelautan, sekarang Menteri Perhubungan di KIB II. Putra kebanggaan warga Papua. Terus berkarya, untuk Indonesia.

Freddy Numberi dibilang sebagian kalangan kurang smart ketika menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan. Melihat sulitnya bersekolah di Papua, kita mengerti jika putra Papua belum banyak berkiprah di tingkat nasional, atau belum bekerja di level yang diharapkan. Di KIB II, ia menjadi Menteri Perhubungan ( pas dengan provinsi asalnya yang sedang giat membangun infrastruktur perhubungan ). Sekjen IMO, Efthimios Mitropoulos, memahami tragedi tenggelamnya kapal Dumai Express 10 lebih disebabkan cuaca buruk. Freddy berpesan pada nahkoda jika cuaca buruk, penumpang melebihi kapasitas, perjalanan jangan dilakukan, demi keselamatan pelayaran. Ia juga menjelaskan Indonesia terpilih kembali menjadi anggota Council International Maritime Organization ( IMO ) kategori C periode 2009-2011. Indonesia diharapkan dapat terus memainkan peran penting sebagai anggota Council IMO sejak 1973 dengan mandat dukungan makin kuat. Tanggung jawab lebih besar dalam meningkatkan jaminan keamanan, keselamatan pelayaran yang efesien, sekaligus perlindungan ekosistem laut.

Kita juga mengerti jika Ujian Nasional memberatkan para pelajar yang belum tersentuh fasilitas yang setara dengan rekannya di pulau Jawa. Gugatan masyarakat atas UN yang dimenangkan oleh Mahkamah Agung kemarin disambut gembira oleh masyarakat luas. Semestinya, siswa dinilai dari 3 ukuran ; UN, ujian sekolah dengan muatan lokal, dan perilaku siswa yang diketahui guru dan kepala sekolah. Tidak UN thok, yang terdiri 3 mata pelajaran, kata pakar pendidikan. Namun, pemerintah saya dengar tetap akan menyelenggarakan UN. Semoga bukan nilai mutlak, yang memvonis masa depan anak. Saya harap UN kali ini mempertimbangkan kondisi anak dan keterbatasan prasarana dan sarana wilayah.

Setelah SBY terpilih sebagai presiden RI untuk periode kedua, saya lihat di layar teve, warga Maluku unjuk rasa meminta presiden mengambil menteri dari daerahnya. Ada penyanyi Daniel Sahuleka, Yopie Latul, Edo Kodolangit, petinju Elyas Pical, chef Bara Pattirajawane, trio Mollucas, dkk, yang mengharumkan nama Maluku. Potensi Maluku tidak kalah. Kalian bisa bikin demo yang memikat dengan gudang penyanyi yang kalian miliki, seperti para pendukung Cicak ( Cinta Indonesia Cinta KPK atau Indonesia Sehat ). Setelah gubernur Sumatera Barat, wilayah yang terguncang gempa Padang kemarin, diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri oleh SBY, mungkin putra Maluku bisa diakomodir di kabinet presiden berikutnya. Sabar saja… Ambon Manise.

Enarotali, kota tua nan elok di bumi Papua, penghasil emas, perak, tembaga.

Enarotali, ibukota kabupaten Paniai. Danau Paniai di kejauhan. Elok nian dipandang.

Kabupaten Paniai, masa Belanda disebut Wissel Meeren, seperti nama 3 danau yang terletak 300 km dari pusat kota Enarotali. Danau ini ada di ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut. Luas wilayah 18.104, 64 km2, terbagi dalam 21 kecamatan dan 276 kampung/ desa. Satu-satunya kota tua di pedalaman Papua yang dibangun Belanda, diapit sejumlah gunung dan bukit, diantaranya Gunung Bobairo dan Bukit Diay. Pengembangan kota ke arah Mahdi, 12 km timur Enarotali, yang lebih cocok untuk perkantoran, industri, permukiman dan pertanian.

Wilayah ini bagian lembah Wea dengan tanah yang lebih padat dari Enarotali. Kota tua ini berpenduduk 150.000 jiwa, dengan 4 suku besar ; Mee, Moni, Wolani dan Dani. Mata pencaharian penduduk adalah bertani dan beternak, dengan ubi jalar sebagai makanan pokoknya. Potensi lahan pertanian sekitar 463.000 hektar, 70 % -nya tanaman pangan. Potensi hutan terdiri 48,76 % hutan lindung, 37,75 % hutan produksi, 12,60 % hutan suaka atau wisata. Persentase hutan rata2 76,69 % perhektar. Kandungan mineral di Paniai ; batu bara, emas, besi, tembaga dan perak. Juga pasir dan pasir kualin.

Potensi daerah utama adalah tambang. Ada Grasberg yang dikelola PT.Freeport Indonesia di wilayah adat suku Moni. Tiga danau di Paniai sangat potensial untuk pembangkit tenaga listrik dan usaha perikanan. Strategi utama Paniai adalah membuka isolasi daerah dengan titik berat transportasi udara, darat dan danau.

Dampak positif pembangunan prasarana jalan dan jembatan telah mendorong pengembangan wilayah dan pertumbuhan ekonomi di bumi cendrawasih. Pada akhirnya, warga Papua sejahtera dan terus menjadi bagian dari wilayah NKRI. Together forever …

Iklan

Written by Savitri

2 Desember 2009 pada 14:34

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

4 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. @ Pauro : wah, saya juga ngambil dari internet ( google image ). Tulis sumber fotonya, ya ( foto : internet ).

    Savitri

    5 Juli 2011 at 19:17

  2. @ Meilan :
    Amin. Sebagai rakyat, kita harus mengawasi penggunaan anggaran negara oleh pemerintah yang kita pilih. Seperti kita mengawal pemberantasan korupsi KPK kemarin di Monas. Sukseskan Gerakan Indonesia Bersih. Setuju ?

    anisavitri

    10 Desember 2009 at 13:03

  3. semoga saja pemerintah akan semakin bijaksana dalam mengatur anggaran setiap daerah sehingga pembangunan di seluruh wilayah Indonesia dapat merata…
    dan sumber daya alam yang terdapat di seluruh wilayah nusantara dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan seluruh penduduk Indonesia…

    meilan fitriani

    2 Desember 2009 at 14:42


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: