Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Bonek Persebaya vs bobotoh Persib ? We’re just fine ..

with 8 comments

Lebih Rp.1 miliar ongkos perusakan bonek Persebaya. Juga, luka, gegar otak & tewas.

Ulah bonek Persebaya kerap membuat miris. Tak dinyana, nasi bungkus dan perhatian manusiawi dari panpel serta bobotoh Persib, mereka bersedia tertib.

Kereta api Logawa rusak parah dilempari warga sekitar stasiun Purwosari dan Jebres Solo dalam perjalanan menuju Surabaya, Minggu ( 24/1/2010 ). Warga merusak kereta karena mengira KA jurusan Purwokerto- Surabaya- Jember itu ditumpangi suporter sepakbola Persebaya, atau dikenal dengan bonek ( bondo nekat ).”KA tersebut diserang saat melintas di Purwosari dan Jebres oleh warga yang jengkel terhadap ulah bonek. Serangan terjadi saat KA Logawa melintas di belakang kereta luar biasa yang digunakan untuk mengangkut bonek,”kata Kepala Humas Daop 5 Purwokerto, Surono. Kaca jendela beberapa gerbong hancur akibat lemparan batu. Seorang polisi yang sedang mengamankan juga terluka akibat lemparan tsb. Kereta belum kembali ke Purwokerto sehingga kerugiannya belum bisa diinventarisir.

PT KA Daop V merugi karena sekitar 150 bonek yang naik KA Serayu dari Bandung tujuan Kroya tak membayar tiket. Dari Kroya, mereka meneruskan ke Surabaya menggunakan KA Gaya Baru Malam, juga tanpa membeli tiket. Direktur Operasi PT Kereta Api ( Persero ), Bambang Irawan mengatakan, akibat ulah para pendukung Persebaya Surabaya itu, kerugian PT KA ditaksir Rp.1 miliar. Sarana dan prasarana ( kaca, lampu, kursi, kipas angin, perangkat interior lainnya ) rusak. Juga tiket yang tak dibeli bonek. Kerusakan paling parah terjadi pada rangkaian KA Pasundan, KLB ( rangkaian kereta tambahan khusus untuk mengangkut bonek ), KA Kahuripan dan KA Gaya Baru Malam Selatan. KA Sritanjung, KA Logawa, KA Senja Kediri, KRDI Madiun Jaya, KA Bima dan KA barang ( BBM ), yaitu KA Pasundan, KLB dan KA Gaya Baru Malam, ikut rusak karena menjadi sasaran pelemparan bonek. Empat lokomotif rusak parah. Kaca2 ruang pemimpin perjalanan kereta api ( PPKA ) di Sragen, Purwosari, Solo, Jebres, Delanggu dan ruang penjaga pintu perlintasan di sepanjang perjalanan bonek, pecah.

Kejadian berawal saat keberangkatan rombongan bonek, 23 Januari, dari Surabaya menuju Bandung menggunakan KA Pasundan. Bonek melempar, merusak dan menjarah di beberapa stasiun sepanjang Solo Jebres sampai Purwosari, yang merupakan Daerah Operasi 6 Yogyakarta. Sehari sesudahnya, masyarakat yang merasa terganggu dengan ulah bonek, mulai membalas dengan berbagai benda dan material, seperti bantalan kayu dan batu besar. Bambang Setyo Prayitno, Kahumas PT.KA Daop 2 Bandung, mengatakan, ongkos tiket pulang bonek ke Surabaya, rencananya akan ditanggung Ketua Umum Yayasan Suporter Surabaya atas nama Walikota Surabaya.

Jenazah Ari Sulistiyo ( 17 ), bonek yang tewas terjatuh dari atap KA di Desa Buniayu, Kecamatan Tambak, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu ( 25/1/2010 ) diambil keluarganya untuk dimakamkan. Orang tua Ari, Arpan, terlihat sangat terkejut saat menjemput jenazah putranya di RSUD Banyumas. Bonek lain, Ardi Iswanto ( 15 ) yang terjatuh dari atap KA Pasundan di Desa Sibalung Kemrajen, Banyumas masih dirawat intensif di Kamar Dahlia RSUD yang sama. Sekujur tubuh siswa kelas IX SMP dr.Soetomo Surabaya itu luka2. Kepalanya gegar otak. Dia terus memanggil nama orang tuanya, dan kesebelasan kebanggaannya, Persebaya. ( PR, 26/1/2010 )

Komen A.Savitri :

Bobotoh Persib, the Viking, sedang mengobarkan semangat tim kesayangannya. Bobotoh dan bonek ternyata bisa rukun di laga Persib - Persebaya kemarin. Surprise ?

Ini tho, bonek yang ulahnya menggemparkan. Bak migrasi semut yang ‘memakan’ semua yang dilewatinya. Semangat Bung Tomo yang diartikulasikan wong cilik. Membela Surabaya whatever it takes. Bayangkan, jika mereka melewati pasukan kolonial Belanda. Atau orang Malaysia yang mengklaim pulau dan budaya kita. Remaja belasan tahun, para inlander nekad ini, bakal menggentarkan mereka. Jika saja, para senior lebih menjangkau dan mengarahkan mereka, membekali dan membina mereka selayaknya. Mereka bisa jadi potensi berharga bagi Kota Pahlawan. Seperti juga para bobotoh Persib, yang kian hari kian beradab, dari sebelumnya ditakuti pot2 kembang yang sudah ditata apik oleh pemkot, ( nasibnya mengenaskan, hancur berantakan disepak bobotoh yang frustasi ) setiap Persib kalah ( memang masih ada oknum bobotoh yang kemarin menendang pengendara motor hingga koma, tapi itu kasuistik ).

Kini, mereka, para Viking, bisa merangkul rekannya dari kesebelasan lain. Tak tanggung2, bonek diajak foto bersama dan bertukar yel2. Senang, melihat keduanya bisa rukun. Bonek hanya perlu perlakuan manusia. Ia produk dari masyarakatnya. Teriknya matahari dan kerasnya hidup, membentuk sikap mereka. Toh, dengan nasi bungkus, perhatian manusiawi dan tiket gratis, mereka luluh. Bersedia berlaku tertib, meski kesebelasannya kalah. Stadion Si Jalak Harupat, Soreang dan kabupaten Bandung relatif aman dari ulah sekitar 7000 bonek yang sudah datang sejak Selasa ( 19/1/2010 ) dengan perut lapar dan lelah. Tak separah kejadian2 sebelumnya, seperti ketika stadion “Gelora 10 November”, kandang Persebaya, dibakar bonek karena Persebaya kalah lawan Arema, Malang. Pembina supporter Surabaya, Wastomi Suhera, mengatakan, tidak semua suporter bergabung dengan Yayasan Suporter Surabaya ( YSS ). Ada 95 % suporter yang tak terwadahi. Pada pertandingan kemarin, pihaknya sudah mengirim 60 korwil untuk mengawal dan mengurangi tingkat anarki para bonek.

Memang, ada harga yang harus dibayar. Komisi Disiplin ( Komdis ) PSSI menjatuhkan hukuman kepada panpel ( didenda Rp.20 juta, karena lalai menegakkan peraturan dan keputusan PSSI ) dan klub Persib ( Rp.250 juta, karena aksi bobotoh menyanyikan lagu bersyair rasis ), terkait masuknya bonek menyaksikan pertandingan tanpa bayar ( memanjati tembok stadion, hingga perlu disediakan tribun khusus untuk mereka ). Potensial kerugian panpel sekitar Rp.105 juta dari sekitar 7000 tiket di tribun utara seharga Rp.15 ribu. Ditambah biaya logistik, transportasi di Bandung, transportasi menuju luar Bandung, serta kerusakan di stadion.

Persebaya, selaku penanggung jawab suporternya, harus membayar Rp.50 juta kepada Persib sebagai kompensasi kerusakan yang dilakukan bonek. Persebaya juga harus membayar Rp.200 juta kepada PSSI karena aksi bonek merusak citra persebakbolaan Indonesia. Bonek sendiri, karena melanggar sanksi kedua kalinya, maka Persebaya dikenai pemberatan sanksi tak boleh ditonton pendukungnya pada laga tandang di segala level kompetisi, dari 2 tahun menjadi 4 tahun, dengan jatuh tempo 28 Januari 2014. Terpikir, bagaimana membendung semangat para bonek, ketika sanksi ini harus dijalankan dengan ketat. Seperti di luar negeri, sehingga kejadian anarkis tak terulang kembali. Arek2 Suroboyo mesti berpikir keras dan bertindak tepat untuk generasi mudanya yang gila ( nonton ) bola. By the way, urang Bandung sudah membuktikan, meski Persib menang 2-1 lawan Persebaya, para bonek bisa dirangkul untuk bersikap santun. Good job, people !

Iklan

Written by Savitri

3 Februari 2010 pada 14:12

Ditulis dalam Ragam

Tagged with ,

8 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. ayo persebaya aku mendukung mu bonek djakarta .

    arek bonek

    17 September 2012 at 18:16

  2. Bajol ijo yes

    Alan tak segitunya

    24 September 2011 at 10:23

  3. iyo cak!!
    mosok tawuran teroz gak mari2 loro kabeh awak iki!

    Rifiyal Ipank

    19 Januari 2011 at 07:40

  4. @ Agung, hooligans Garut, Popo, Rizkii nax Garoet :
    Mau Persib, Persebaya, Arema, atau Persija yang menang, mereka masih orang Indonesia, kan ? Sportif mendukung tim yang bermain baik, lebih bagus untuk citra persepakbolaan Indonesia. Ayo, bobotoh, bonek dan jakmania jaga kerukunan, demi Liga Indonesia. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Maju terus tim sepakbola Indonesia !!

    Savitri

    9 Juni 2010 at 11:49

  5. @ dydo alfian : iyalah, jaga kerukunan selalu, ya. Sama2 pencinta bola, sama2 warga Indonesia.

    Savitri

    6 Mei 2010 at 14:53

  6. bonek-viking sehati

    dydo alfian

    27 April 2010 at 04:48

  7. @ Bonek Suroboyo :
    Sama2 fans berat kesebelasan, bisa sharing pengalaman dan perjuangan turut memajukan persepakbolaan di tanah air. Indonesia jadi juara Piala Dunia, impian kita semua.

    anisavitri

    5 Maret 2010 at 15:04

  8. Bonek-Viking sama saja. Kita sehati.

    Bonek Suroboyo

    14 Februari 2010 at 23:22


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: