Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

70 % kebutaan karena katarak. RSM Cicendo : 100 operasi mata tiap hari.

with 4 comments

Operasi katarak menakutkan bagi sebagian orang. Dengan bius lokal, pasien bisa melihat proses bedah salah satu matanya. Ia bisa mengingatkan jika dokter salah mengoperasi. Teknik lasik lebih meringankan beban psikis. Berani ?

Pengantar A.Savitri :

Rumah sakit. Hmm .. Teringat bau karbol, obat, hilir mudik perawat berseragam putih, wajah2 cemas di hall dan koridor, dan jantung sendiri yang berdebar. Banyak penyebabnya. Dari hasil operasi katarak bunda sampai biaya rumah sakit. Teringat cerita tetangga, soal malapraktek di luar negeri. Yang mestinya, dioperasi mata kiri, ternyata mata kanan yang sehat yang dioperasi. Kok, bisa, ya ?

Di “Oprah Show”, Dennis Quaid bercerita tentang malapraktek yang menimpa kedua putri kembarnya. Bayi berumur 12 hari yang membiru ( selama 40 jam sebelum diselamatkan ), gara2 Heparin, cairan pengencer darah. Darah jadi seencer air. Ada 6 bayi lain yang juga terkena. Perawat rupanya salah ambil. Mestinya, 10 unit tapi terambil 10.000 unit. Alias 1000 kali dari dosis yang diizinkan. Setelah ditelisik, kedua jenis dosis Heparin berada dalam satu lemari yang sama. Kemasannya pun mirip. Dalam keadaan letih ( 12 jam jaga ), terburu-buru, di tengah keluarga pasien yang datang berombongan dan bertanya silih berganti, si perawat melakukan kesalahan. Human error.

Memiminalkan hal ini berulang pada pasien lain, pihak rumah sakit ( RS ) lalu membenahi sistem kerja dan penyimpanan obat. Tak kurang 100 juta USD digelontorkan untuk perbaikan ini. Salah satunya, dengan alat pemindai obat dengan cara kerja mirip di kasir2 swalayan. Perawat tinggal memindai obat dan gelang pasien. Jika, pasien alergi dengan bahan kimia tertentu, alat itu langsung ‘menjerit’. Data2 tentang pasien, sejarah penyakit, obat, treatment yang sesuai untuknya ada di alat tsb. Canggih, ya..

Kasus malapraktek lain ; karena slide tertukar, seorang selebriti harus kehilangan payudara kanannya. Padahal, payudaranya baik2 saja. Ngeri, kan ? Buat artis, organ satu ini termasuk aset vital. Molly ke rumah sakit karena menderita kanker leher. Kankernya sendiri tak diutak atik. Sedangkan pemilik slide tsb, payudaranya dinyatakan sehat, tak jadi dioperasi. Penyimpanan arsip RS tak beres, petugas menyodorkan slide yang keliru. Jika kejadian malapraktek ini bisa menimpa kaum jetzet di rumah sakit top di Amerika, anda bisa bayangkan apa yang mungkin terjadi di rumah sakit kecil, di tempat terpencil, menimpa wong cilik, di negeri2 terkebelakang ? Menjadi wong cilik tak mudah. Perjuangan untuk bertahan hidup menjadi romantika tersendiri.

100 ribu malapraktek per tahun & pesawat jumbo

Statistiknya, 100 ribu orang/ tahun tertimpa malapraktek. Ibaratnya, pesawat jumbo jatuh tiap hari. Namun, kehebohan ini biasanya tak sampai sebingar kecelakaan pesawat terbang. Karena sederet pengacara langsung dikontak pihak RS untuk memagarbetisi dokter/ staf dari segala tuntutan hukum. Dokter dilarang bicara dengan pasien, bahkan untuk minta maaf. Padahal, secara psikis pasien butuh pengakuan maaf dari dokter yang sudah ia percayai, tapi lalu ceroboh dan membahayakannya. Bahwa, ia penting, ( betapa sebagian kita masih mencari hal emosional ini dari manusia lain ). Pasien tak bisa diabaikan begitu saja, apalagi setelah payudara atau matanya hilang. I’m matter. Tidak etis, RS yang lalai dan mengabaikan rasa keadilan dari pasien. But, business is business, they said. Strict.

Kasus pembiusan gagal terjadi pada 40.000 pasien pertahun. Bayangkan, anda sedang menjalani operasi transplantasi jantung. Banyak dokter bedah mengelilingi meja tempat anda diobok-obok. Lengkap, dengan gergaji mesin, pisau, gunting, dan semacamnya, di tangan mereka. Sebagian, sambil bercanda, mengusir ketegangan ( atau rasa bosan ). Karena obat biusnya tak mempan pada anda atau ahli anestesinya tak profesional, terpaksa anda melihat secara live operasi mendebarkan itu tepat di dada anda. Rasa sakit tak terperikan, tapi anda tak bisa menggerakkan tubuh anda. Imagine that.  Di film “Awake”, Hayden masih bisa membuka kelopak mata dan melelehkan air mata, tapi para dokter terlalu asyik bersenda gurau sampai air mata itu tak terperhatikan. Lebih gawat lagi, ketua tim bedah itu memang berencana membunuh Hayden, dengan menukar jantungnya dengan jantung abal2, agar ia bisa lari dengan kekasihnya yang cantik. Ketegangan memuncak. Dalam keadaan demikian, hanya berdoa kepada Yang Maha Kuasa ( dan meditasi untuk mengurangi rasa sakit ), yang bisa dilakukan. Do it.

Pasien proaktif & smart , nyawa dan kesehatan diraih.

Dr.Oz menyarankan dokter, perawat dan orang yang berhubungan dengan pasien agar selalu mencegah infeksi dengan mencuci tangan dan dasi. Lho, kok dasi ? Pernah terjadi, ratusan ibu meninggal setelah melahirkan di rumah sakit yang sama. Setelah diselidiki, ternyata penyebabnya adalah kain bersalin yang digunakan, dipakai oleh pasien berikutnya. Tanpa dicuci dan disterilkan dulu. Ibu2 malang yang meregang nyawa demi sang buah hati, justru keok oleh kuman. Bukan peristiwa bersalin itu sendiri.

Dasi yang menjuntai menyapu tubuh pasien sebelumnya, menyapu badan pasien berikutnya. Kuman2 bermigrasi, siap mencabut nyawa. Jadi, cucilah sering2 dasi itu dengan sabun sanitasi/ anti kuman. Atau, gunakan dasi kupu2. Demikian pula, stateskop, harus sering disterilkan sebelum memeriksa pasien berikutnya. Anda bisa menolak dokter yang tak mengindahkan hal ini. Nyawa anda taruhannya.

Dari 1800 kecelakaan kerja, 8 % diantaranya disebabkan kateter, jarum, pelat, gunting dan alat bedah lainnya yang tertinggal di tubuh pasien. Baru ketahuan setelah pasien mengeluhkan rasa sakit di bagian tubuh tertentu. Ia terpaksa operasi lagi untuk mengeluarkan alat2 tak diundang itu. Anda yang paling tahu tubuh anda. Jika, tubuh anda bermasalah, ia akan memberi tahu dengan rasa tak enak, ngilu, nyeri dsb. Dengarkan tubuh anda. Periksalah, sampai dokter ke-5, kalau perlu. Dunia medis terus berkembang, tapi penetrasi ilmu termutakhir tak merata ke seluruh pelaku medis. Ada dokter yang sanggup menyembuhkan kanker mulut tanpa mengamputasi lidah. Ada yang tidak. 4 dokter sebelumnya tidak tahu. Seorang chef top telah membuktikan. Lidah, organ vital para koki, miliknya, masih bisa dipertahankan hingga kini, berkat upaya pencarian yang tak kenal lelah. Tak menyerah kalah pada nasib.

Pasien dan anggota keluarga yang menjaga, harus proaktif. Carilah rumah sakit yang canggih ( sesuaikan dengan kantong anda ). Meski sudah punya dokter pribadi, berusahalah berteman dengan dokter rumah sakit yang akan menangani anda, sehingga jika kondisi genting, anda mendapat perhatian yang diperlukan. Perhatikan surat2 dari rumah sakit. Ketika nama anda dipanggil, tanyakan ini untuk operasi apa, berapa lama, di mana ? Jika diberi obat, tanyakan ini untuk penyakit anda yang mana ? Dikonsumsi berapa kali sehari ? Sebelum atau sesudah makan ? ( agar anda tak salah makan obat, tak kelebihan dosis dan tak menyalahi aturan makan ). Dokter dan perawat juga manusia. Mereka bisa letih dan keliru. Jika tangan kiri ( atau mata kiri ) anda yang akan dioperasi, beri tanda “not here” ( tidak di sini ) dengan spidol di tangan kanan ( atau kelopak mata kanan ) anda. Singkirkan bunga kiriman pembezuk yang mungkin mengandung jamur atau kuman yang bisa membahayakan keselamatan anda ( konsultasikan dengan dokter/ perawat ).

104 kasus penculikan bayi, rombongan bezuk & tidur di lantai RS.

Beberapa waktu lalu, ada peristiwa penculikan bayi di rumah sakit. Dengan menyamar sebagai perawat, penculik bisa nyelonong sampai ke ranjang ibu, mengambil bayi yang baru beberapa hari dilahirkan, dengan alasan akan dimandikan. Bayi2 itu biasanya dijual untuk diadopsi, dimiliki si penculik karena imut-nya, atau dijual ke penadah ( sindikat trafficking, untuk diambil organ dalamnya atau dimangsa pedofilia ). Yang jelas, bayi2 yang tercerabut dari orang tuanya, akan mengalami penelantaran fisik, psikis dan sosial. Tidak diberi kasih sayang yang diperlukan, tidak diberi makanan bergizi, tidak disekolahkan dengan benar, tidak diajari nilai2 moral, dsb. ( Pelukan penuh kasih dari ibu akan menumbuhkan sel saraf yang menangani aspek spiritual/ cinta pada otak kanan bayi )

Seorang dokter dan petugas dinas kesehatan ( kalau tak salah waktu itu dr. Kusnandi Rusmil dan ibu Alma ), menyarankan setiap bayi terlahir normal ( setelah iniasi pertama/ menyusu dalam jam pertama kehidupannya ) masuk rawat gabung dengan ibunya di RS. Bayi dipegang terus. Anak punya kebutuhan dasar, yaitu rasa aman. Makin kecil anak, makin dekat orang tua. Bayi handycap ( punya keterbatasan ) masuk ke ruangan khusus atau inkubator dengan pengawasan ketat dari RS. Menurut konvensi anak PBB, setiap anak punya hak hidup, tumbuh dan berkembang. Semua pihak ( pemerintah, kita, masyarakat ) melakukan hal yang terbaik untuk anak. Termasuk, mematuhi peraturan RS yang menetapkan 2-3 orang saja yang masuk RS untuk mengunjungi/ menjaga seorang pasien. Jangan berombongan, misalnya 10 orang memaksa masuk di kamar yang sebenarnya untuk 2 orang saja. Udara bersih, listrik, air, kebersihan, kursi  yang ada, tak mencukupi untuk menampung jumlah pengunjung yang membludak. Apalagi, sampai menginap, memenuhi lantai koridor, selama bermalam-malam, sampai pasien sembuh. Solidaritas memang perlu, tapi jangan sampai merugikan pasien lain. Belum lagi, kalau disusupi penculik bayi, pengutil dan pembunuh. Runyam, kan ?

Toleransi yang diberikan ( pada keluarga besar yang memaksa, lalu dibiarkan masuk RS ), sering menyebabkan pihak kesehatan yang disudutkan, jika terjadi apa2. Pihak keamanan RS sulit mengamati orang yang lalu lalang keluar masuk dalam jumlah besar. Mestinya, antar staf RS saling mengenali, dan pengunjung diberi pengenal serta dicatat identitasnya. Kejadian penculikan bayi terjadi di RS Bersalin, Puskesmas dan RSU. Data tahun 2008, terjadi 78 kasus penculikan bayi. Tahun 2009, 104 kasus.

Dokter Rianto yang berpraktek di Jalan Nyland, keluar memberitahu saya, operasi katarak bunda sudah selesai. Bunda berbisik, beliau memberitahu dokter dan asistennya, mata mana yang perlu dioperasi, sebelum dibius lokal. Jangan sampai salah posisi. Rupanya, bunda sepemikiran dengan saya. Proaktif. Enam bulan sebelumnya, bunda dioperasi katarak mata kanan di RS.Sariningsih. Selama itu, saya yang mengolesi salep dan menetesi obat pada mata bunda sesuai resep. ( untuk hal besar yang menentukan jalan hidup selanjutnya, seperti operasi mata, mesti ada anggota keluarga yang setia mendampingi, memberi dukungan moril/ keberanian, menenangkan, mendoakan, mengawasi dan mengecek semua prosedur operasi/ penyembuhan/perawatan/ pemulihan yang dijalani agar keberhasilan operasi dapat diraih ). Bunda tak boleh mengangkat benda berat, sit up atau melakukan gerakan2 yang bisa merobek benang jahit di matanya. Waktu itu, kami putuskan operasi mata, satu demi satu, agar bunda masih bisa melakukan kegiatan rutin.

Katarak sebaiknya dikeruk/ operasi setelah masak. Jangan terlalu mentah sehingga sulit dikeruk ( seperti gel ), tapi juga jangan terlampau matang sehingga membahayakan organ di sekitarnya, seperti kornea. Bagi anak yang orang tuanya mengalami katarak ( pengaburan lensa, alm bapak juga menderita ) memiliki kecenderungan mendapat penyakit serupa. Untuk meminimalisir terjadinya katarak, hindari melihat jalan aspal yang terik menyilaukan tanpa kaca mata hitam ketika mengemudi. Jangan melihat layar komputer dan televisi tanpa jeda dan filter cahaya. Jarak baca dijaga antara 25-30 cm dari buku yang sedang dibaca.

Membacalah dalam posisi duduk dalam pencahayaan yang cukup ( hasilnya ; dari 6 anggota keluarga saya, hanya saya yang tidak berkaca mata, meski saya yang paling banyak baca ). Posisi tidur sulit menjaga jarak baca stabil. Kepala atau tangan biasanya berayun mendekat karena letih. Upayakan istirahatkan mata sejenak atau melihat kejauhan ( melepas akomodasi mata ) barang 5-10 menit perjam-nya, seraya melemaskan otot kaki dan punggung ( ada kasus gamer online tewas setelah terus menerus menatap layar komputer. Ada juga ibu yang mengalami stroke mata karena membaca tanpa henti ). Jangan melihat pantulan silau di persawahan atau pantai. Hindari menantang cahaya ultra violet. Konsumsi vitamin A, buah-buahan dan sayur segar. Sayangi tubuh dengan gizi seimbang, istirahat cukup dan olahraga teratur.

Mata adalah jendela dunia. Rawatlah bak permata berharga.

70 % kebutaan karena katarak. RSM Cicendo : 100 operasi mata tiap hari.

Rumah Sakit Mata Cicendo ( RSMC ) Bandung siap melakukan operasi mata bagi 100 pasien dalam sehari, sebagai upaya menurunkan angka kebutaan secara global. Namun, untuk menemukan pasien yang membutuhkan layanan operasi tidak mudah. Jarak dan biaya menjadi kendala, karena mereka tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Akibatnya, RSMC melakukan pelayanan operasi katarak dalam bentuk bakti sosial ke daerah, kata dr.M.Kautsar Boesoirie, Sp.M, MM, dirut RSMC dalam acara “Inauguration of Cicendo Eye Hospital and Singapore National Eye Center Collaboration” di Bandung. Lebih mudah kita yang mengunjungi mereka di daerah, dibanding pasien datang ke RSMC, katanya. Tahun 2009, dilakukan 5000 operasi mata di daerah. Upaya lain, mendidik kader seperti guru SD dan LSM untuk diberi informasi seputar kesehatan mata, penyakit mata, dan bagaimana cara mengatasinya. Dari para kader, diharapkan informasi tsb diteruskan ke masyarakat.

Kesadaran masyarakat untuk memeriksakan mata masih cukup rendah. Terlihat dari kunjungan mereka ke RSMC. Kalau pun ada yang sadar, biaya dan jarak menjadi kendala sehingga pemerataan dokter mata serta tenaga kesehatan di Indonesia merupakan satu keharusan. Dari berbagai kebutaan, sekitar 70 % disebabkan katarak. Pasien datang ke RSMC, jika penyakitnya sudah parah, rata2 mereka hanya dapat melihat dalam jarak pandang 2-3 meter. Padahal, menurut dr.Feti K.Memed, Sp.M, M.Kes, dari bagian Paediantric Ophthalmology RSMC, ketika penglihatan sudah ada gangguan, harus cepat berobat karena katarak termasuk kebutaan yang bisa disembuhkan.

Gizi  memegang peranan terjadinya katarak, baik pemenuhan gizi anak sewaktu dalam kandungan maupun pada masa pertumbuhan. Pada orang yang gizinya baik, katarak bisa muncul di usia 70-80 tahun, sebaliknya yang mengalami gizi kurang, katarak bisa terjadi pada usia 40 tahun. ( PR, 24/1/2010 ).

Iklan

Written by Savitri

3 Maret 2010 pada 14:53

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

4 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. @ Marinki :
    Semoga kakak anda selamat menjalani operasi dan hasilnya seperti diharapkan. Amin. Perbesar kemungkinan berhasil dengan menjadi pendamping pasien yang pro aktif dan kritis terhadap semua tindak medis yang diterapkan pada kakak anda, seperti cerita di posting tsa. Sabar, jaga stamina, agar tetap bisa waspada. Senantiasa berdoa untuk kemudahan semua prosesnya. Trims sudah berkunjung & berbagi cerita.

    Savitri

    1 September 2010 at 11:27

  2. Assalamuálaikum,

    Tulisan ini sarat dengan info meski pun banyak hal ttg kelalaian dokter dan Rumahsakit.
    Kakak kandung saya (55 tahun) menderita tumor di matanya, hampir 10 tahunan, tapi karena takut utk dioperasi jadi selama ini melakukan pengobatan alternatif. Saya sudah menyarankan agar dilakukan saja tindakan secara medis, tapi tidak menuruti anjuran saya.

    Sekarang tumornya makin membesar dan menurut pihak RS Cicendo harus segera dilakukan tindakan, akhirnya dia pasrah dan menyerahkan segalanya kepada kekuasaan Allah melalui bantuan tim medis RS Cicendo. Semoga Allah SWT memberikan jalan terbaikNya untuk Tim Medis dalam rangka membantu kakak saya, aamiin.

    marinki

    31 Agustus 2010 at 19:05

  3. @ Samsu Sadaat : waktu ibu saya 2,5 juta per mata ( tahun 2004 ) di RS Sariningsih dengan dokter Rianto yang buka praktek di Jl.Nyland, Bandung. Sekarang saya kurang tahu. Anda bisa telpon 108, tanya no telpon RSM. Cicendo atau RS.Saringningsih, lalu bertanya tarifnya via telpon dengan pihak RS. Semoga info ini membantu anda.

    Savitri

    19 Mei 2010 at 11:06

  4. berapa biaya untu operasi katarak

    samsu sadaat

    14 Mei 2010 at 10:58


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: