Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Angin puting beliung di Garut. Tornado Supersel di Amrik.

leave a comment »

Pengantar A.Savitri :

Tim Samaras dan timnya, berupaya mencegat tornado untuk diukur kekuatan dan potensi kerusakannya, di dalam dan di luar corong tornado. Di dunia ini, ada ilmuwan2 nekad yang rela bekerja keras demi kenangan atas rekannya yang tewas, Tyler Casey. Juga, meminimalkan korban lain dari kota2 mereka. Dengan temuannya yang memperbaiki sistem early warning. Amazing.

Saat gempa Yogya 2006, masyarakat terlihat panik mencari tempat tinggi. Kuatir tsunami menyapu, seperti gempa Aceh, 2004. Iring-iringan kendaraan konvoi mencari selamat. Mobil polisi termasuk di dalamnya. Mendadak di tengah hiruk pikuk, menyeruaklah Roy Suryo, pakar telematika kita, memberitahu rombongan polisi tsb.”Tak ada tsunami, Pak. Tak ada tsunami .. !”. Di kala orang lain terbirit-birit tak karuan, ketakutan setengah mati, Roy sempat-sempatnya mengabadikan keadaan rumah yang diinapinya berhamburan dengan handycam-nya. Roy juga membuka website, mencari tahu status gempa yang sedang terjadi, apakah menimbulkan tsunami. Ilmuwan kadang membuat saya terkesima. Mereka punya urat ngeri atau tidak ? Rupanya pengetahuan mereka mengalahkan rasa takut.

Di Hongkong, ketika gempa hebat mengguncang highrise building, seorang pengukur gempa juga membuat saya terheran-heran. Di lantai puncak, sang ahli memasang alat pengukur dengan tenang. Padahal, seluruh kaca ruang penthouse itu sudah hancur berkeping-keping. Meja kursi sudah jumpalitan bergeser kian kemari persis setrikaan. Satpam yang tadi mengantarnya sudah gemetaran, mengancam akan turun sendiri ke lantai dasar, kalau si ahli tidak juga ikut dengannya. Satpam takkan peduli dengan nasib tamunya yang bandel itu. Akhirnya, setelah si satpam merajuk berat, si ahli mau mengikutinya.

Kebenaran terlihat indah, juga kepakaran untuk-Nya

Dengan ilmunya, sang pakar terlihat mempesona. Sosoknya terkesan ‘hero’ yang mengakrabi maut. Saya pernah berkata ; kebenaran terlihat indah. Ternyata, keahlian yang mumpuni, juga. Hasil pergelutan panjang, sering puluhan tahun pada bidang kesukaan. Penempaan diri sepenuh hati melahirkan seorang begawan. Berkiprah bagi kemanusiaan dan dikenang oleh masyarakatnya. Ujung-ujungnya ridha Allah Swt. Jika begini, memang kepakaran adalah turunan kebenaran. They’re beautiful.

Tyler Casey, pelacak badai Newton County, 10 Mei 2008, tewas diterjang tornado berkecepatan 482 km/ jam. Tyler masih muda, cukup tampan, berjiwa penolong, kind of guy we like. Tyler memperingatkan warga untuk berlindung dari badai. Sayang, tornado terlalu cepat, hingga ia terenggut bersama 15 orang yang hendak ia selamatkan. Rasa kehilangan yang menghampa di dada inilah yang membetot putus otot nyali Tim Samaras. Ia bersama timnya memburu ‘jahanam’ tornado yang telah ‘menghabisi’ pemuda langka seperti Tyler ke seluruh penjuru negeri. Di saat kita pontang-panting mencari hidup, Tim ngebut sengebut-ngebutnya ke arah corong tornado. Gila. Saya jadi ingat Gong Li yang lari ke nyala api demi nyawa kekasihnya di film “Terracota Soldier”. Rupanya, pakar analisa bencana yang sudah 30 tahun mempelajari cuaca ganas ini, punya kenekadan yang sama demi rekan sejawat. Romantic, isn’t ?

Tiga serangkai nekad ; Tim Samaras, Dr. Lee Finley, Carl Young, memburu Tornado Alley ke Texas – Oklahoma. Mereka mencegat cuaca buruk, memindai dengan radar di mana gerangan keberadaan badai yang 50 % terjadi di AS. April – Agustus. Beberapa Januari – Februari. Mereka mengejar monster hujan es sebesar bola golf. Cukup membuat benjut kepala, atau bolong badan mobil sekalian jika kecepatannya sampai 80-90 mil/ jam. Kata Dr. Kevin Housen, bola2 es ini bisa memecahkan kaca pesawat, menerbangkan moncongnya dan meringsekkan sayap burung besi berkecepatan 500 mil/ jam. Jangan pula sepelekan yang kecil ( diameter kerikil es 2,5 cm ) jika kecepatannya sampai 804 km/ jam. Kekuatannya akan setara dengan 69 kilo pascal letusan meriam. Very dangered. Don’t try this at home ..

Anda sangat diharapkan untuk berlindung di basemen. Jangan ikut-ikutan 3 ilmuwan nekad yang sedang mengejar ‘pembunuh’ 115 orang di Missouri, tahun 2008. Pembunuh ini dengan cepat berubah status. Dari EF 3 kerusakan ringan ( 104-136 km/ jam ) menjadi EF 5 kerusakan luar biasa ( 376 km/ jam ). Ketiga pakar ini sengaja mencari batu es seberat ½ kg yang biasa menandai kedatangan tornado. Dari seluruh anggota keluarganya, topan Supersel adalah yang paling berbahaya. Angin berkecepatan tinggi dan hujan es lebat yang ia bawa merugikan 1 milyar USD tiap tahunnya.

Horor badai : bola es meringsekkan pesawat, misil batu menghancurkan kota.

Hujan es yang menandai datangnya rajanya tornado, Supersel. Bayangkan butiran sebesar bola golf ini melesat dengan kecepatan 804 km/ jam. Badan pesawat terbang saja ringsek, apalagi kepala kita. Berlindunglah di basemen, ketika anda berada di negeri2 sub tropis, di mana angin2 dahsyat ini biasa bertingkah.

Barisan topan membentuk tornado dalam 10 hari. Tim cs bertekad mengukur suhu, tekanan, kelembaban di dalam dan di luar tornado. Mereka menempatkan kapsul video ( 8 kamera ) berupa kerucut baja berwarna merah di jalur yang akan dilintasi tornado. Dalam 10 pengejaran, 5 tornado berhasil mereka temukan. Dengan anemometer yang mengukur kecepatan dan arah angin mereka mengukur kekuatan Supersel dan kerusakan Tornado. Setelah Tim cs menembus inti badai dan dihantam serpihan tajam ( traktor dan rumah tercabut lalu hancur berterbangan ), mereka mendapati kota telah berantakan. Tornado singgah beberapa detik lalu.

Segera senja berubah malam pekat. Inti badai akan menyapu kota lainnya. Padahal mobil masuk selokan. Petir menyambar-nyambar mengerikan. Tornado mengubah batu dan dahan menjadi misil yang menghancurkan. Alam ternyata bisa horor juga. Lupakan rudal scud, patriot, bom atom, tandan atau fosfor buatan manusia. Kelimanya digabung tak ada artinya dibanding letusan gunung. Berhubung sutradaranya Allah Swt, makanya ketiga lakon kita ini seperti diberi 9 nyawa cadangan agar dapat mendekati jarak kurang 1 km dari lintasan tornado. For God sake, 3 kapsul kamera harus ada di sana !

Setelah perjuangan berat di antara corong tornado, ujung sirkulasi dan ban traktor, akhirnya .. “Yeah ! Ughh !! .. “Congratulation, guys,” kata Tim pada rekan2nya.”Kita dapat ukuran.” Setelah mengunduh 8 kamera kaset dan 6 minggu analisis, Bill Davis, Direktur Cuaca Nasional AS, akhirnya tahu kapan waktunya membunyikan alarm peringatan jika keluarga tornado datang. Contohnya, Tipthon Tornado berkecepatan 157 km/ jam yang menghancurkan lumbung padi dan melemparkan mobil sejauh 4,5 km sampai 400 km. Ia memang menakutkan. Namun, dengan memahami bencana tornado ( meski perlu lebih banyak kapsul kamera agar bisa dibuat model komputernya ), maka lebih banyak nyawa bisa diselamatkan. Tonggak sejarah ilmiah dicapai. Kematian Tyler Casey tidak sia2. Rest in peace ..

Di tanah air, angin puting beliung kian kerap mendera. Meluluhlantakan rumah, harta benda dan nyawa saudara2 kita. I wonder if the kind of heroes is here, in our town ..

524 rumah rusak akibat angin puting beliung di Garut.

akibatpubeliung

Reruntuhan rumah akibat terjangan angin puting beliung. Di tanah air angin galak ini makin sering terjadi. Bisakah ahli kita memperingatkan dan mempersiapkan warga menghadapi bencana ini, lebih baik ?

Jumlah kerusakan rumah akibat terjangan angin puting beliung di Kadungora, Sabtu ( 23/1/2010 ) malam terus bertambah mencapai 524 unit. Para korban mengungsi di rumah2 warga yang masih bisa dihuni. Camat Kadungora, Dadang Purwana, didampingi Sekmat Engkos Hardy S, Senin ( 25/1/2010 ) menyebutkan 524 rumah rusak tsb tersebar di Desa Kadungora ( 99 rumah ), Karangmulya ( 157 rumah ), Hegarsari ( 34 rumah ), Gandamekar ( 15 rumah ), Talagasari ( 74 rumah ), Cisaat ( 4 rumah ), Neglasari ( 125 rumah ) dan Desa Cikembulan ( 16 rumah ). Angin putting beliung yang menyertai hujan deras ini menyebabkan 8 warga terluka tertimpa reruntuhan bangunan atau pohon tumbang tersapu angin.

“Kami masih melakukan rekapitulasi pendataan, sebab masih banyak daerah yang belum terdata. Total kerugiannya sampai saat ini mencapai Rp. 1,047 miliar.” Menurut Purwana, pihaknya sudah menerima bantuan sekitar 1 ton beras, 75 paket famili kit, air mineral, tikar dan alat masak. Mereka juga mengajukan bantuan tenda atau terpal ke Pemkab Garut maupun Pemprov Jabar.”Kami masih kekurangan stok makanan dan barang2 yang dibutuhkan, terutama untuk menyuplai kebutuhan di desa yang paling rusak, yaitu desa Karangmulya dan Desa Talagasari.” Bantuan untuk korban angin puting beliung mulai disalurkan, terutama bagi korban rumah rusak berat dengan besaran bantuan dibagi secara merata.

Kepala desa Karangmulya, Engkam mengakui, dibanding jumlah kerusakan yang dialami warga, bantuan yang sudah diterima minim, jauh dari harapan.”Kami memprioritaskan warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dulu.” Sementara itu, warga korban mulai merapikan rumah mereka. Dadang ( 44 ), warga RT 4 RW 5 Kp. Cilageni, Desa Karangmulya terpaksa membakar rumah semi permanen miliknya. Pasalnya, akibat tersapu angin puting beliung, rumah yang terbuat dari dinding bilik dan balok kayu tsb dalam keadaan miring dan membahayakan jika digunakan untuk tempat tinggal. ( PR, 26/1/2010 )

Iklan

Written by Savitri

14 Maret 2010 pada 13:47

Ditulis dalam Ragam

Tagged with ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: