Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Jalan Braga jadi kawasan pedestrian, sebelum batu andesit kian rusak. Bersepeda ?

with one comment

Braga yang tersohor sampai ke Eropa. Permukaan jalan dilapisi batu andesit. Belum 2 minggu dipasang sudah dilewati beban kendaraan sehingga rusak di beberapa tempat. Sedang diupayakan menjadi kawasan pedestrian. Mei 2010 menjadi pilihan tempat Car Free Day. Jalan bisa lebih awet.

Jalan Braga harus segera difungsikan sebagai lahan bagi pejalan kaki ( pedestrian ). Jika tidak, kondisi jalan yang kini dipasangi batu andesit akan semakin rusak. Sejak diresmikan 30 Desember 2008 hingga kini Pemkot Bandung belum berniat menjadikan Braga kawasan pedestrian. Padahal, rencana itu semua digulirkan sebagai salah satu usaha meraih kembali kejayaan Braga.

Pasti nanti butuh biaya perawatan tidak sedikit kalau cepat rusak begitu. Harus berani kembali ke rencana awal, paling tidak, bisa digunakan untuk pesepeda, kata wakil ketua DPRD Kota Bandung, Tedi Setiadi. Pemkot harus berani mulai menutup Braga, sehingga bisa digunakan pejalan kaki, minimal melakukan uji coba dulu, kaji rekayasa lalu lintasnya. Di Kota Bandung, kan sudah banyak jalan yang direkayasa. Awalnya mungkin macet, tapi lama2 akan terbiasa dan dicari jalan keluarnya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan ( DBMP ) Kota Bandung, Iming Akhmad mengatakan, saat ini tak ada anggaran untuk melakukan perbaikan di Braga. Hanya upaya2 pemeliharaan. Kerusakan pada andesit itu terjadi karena pengguna sudah melewatinya ketika pengerjaannya belum selesai benar. Mestinya setelah 2 minggu baru boleh dilewati. Agar kondisi Braga tidak selalu rusak, salah satunya dengan segera merealisasikan jalan itu sebagai kawasan pejalan kaki.

Kondisi Jalan Braga saat ini, batu2 andesitnya mulai tak beraturan di beberapa titik. Banyak batu tidak rapat satu sama lain. Permukaannya menjadi bergelombang, sehingga ketika melintasinya terdengar suara benturan batu dengan batu. Pada 2008, ruas Jalan Braga dilapisi batuan andesit sepanjang 370 meter. Menghabiskan 32.722 lempeng batu senilai Rp.1,8 miliar APBD Kota Bandung. April 2009 Braga rencananya sudah menjadi kawasan pedestrian, namun sampai April tahun ini masih terus dilintasi kendaraan. Akibatnya, berkali-kali jalan tsb harus diperbaiki, diantaranya mengganti pasir yang semula digunakan untuk menempelkan batu andesit itu dengan semen agar lebih kuat menahan beban. Namun, rupanya upaya itu tak sepenuhnya berhasil. ( PR, 19/3/2010 ).

Baju ngetrend di Paris, ngetrend di Braga.

H.Herdiwan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, menulis ; Jalan Braga seolah menyimpan magnet yang tak pernah lekang oleh jaman. Tetap besar daya pikatnya. Pengunjung merasa senang dan bangga bila sudah jalan2 ke Braga. Meski macet, tak nyaman berjalan, banyak bangunan tak terawat, susat parkir dan terkadang melihat hal yang ‘menakutkan’.

Konon, dulu, bila ingin tahu atau beli model baju ngetrend di pusat mode Paris, tersedia di pertokoan Jalan Braga. Ingin hiburan berkelas, datanglah ke gedung AACC dan Merdeka. Mengeluarkan uang di Braga saat sight seeing seolah  menaikkan status, meski untuk kacang geledeg, suuk, bajigur, bako, daun kawung di kaki lima. Saat ini, pengunjung weekend di Braga, terutama para gadis, mengenakan pakaian terbaru, paling disukai dengan mode yang sedang digandrungi. Daya magisnya Jalan Braga.

Bayangkan, suasana Jalan Braga yang nyaman, tak terserempet kendaraan ketika menikmati berbagai atraksi. Di beberapa titik, didirikan sarana aktivitas kesenian bagi pengunjung. Ada tempat dengan pengeras suara bagi pengunjung yang bisa memainkan alat musik. Yang ingin bermain musik tradisional, disiapkan alat musiknya. Mau ngahale uang, melantukan pantun buhun/ modern atau demo padungdung penca. Mangga. Disediakan panggung untuk mereka yang mau atraksi sulap, melawak, demo melukis, membaca puisi. Pengunjung bisa membayar dengan nilai yang layak atas apa yang ditontonnya. Disediakan sarana bagi pengunjung yang mau ceramah mengajak pengunjung lain menyisihkan dana bagi korban bencana alam, kaum duafa atau pembangunan masjid.

Pengunjung unjuk kebolehan ? Waktu & tempat kami persilakan ..

Jalan Braga, saat Braga Festival 2009. Anda yang musisi bisa unjuk kebolehan di sini. Yang aktivis ingin berorasi, silakan. Imagine that ..

Penanggung jawab Jalan Braga menyiapkan meja2 sajian makanan asli kreasi warga Bandung. Juga, kerajinan tangan yang kreatif, menarik. Pengunjung yang akan angkaribung habis memborong berbagai barang, bisa naik travelator ( tangga berjalan seperti di bandara internasional ) mulai dari Jalan Asia Afrika depan Hotel Preanger. Pengunjung memarkir mobil di sekitar Jalan Asia Afrika bawah melingkar ke Jalan Lengkong Besar. Yang naik angkot, saat turun bisa langsung menggunakan travelator atau sebaliknya sepulang dari Braga. Travelator diadakan di ruas Braga-Asia Afrika, Braga Naripan, dan Braga-Kantor Walikota, dinaungi dari hujan dan panas.

Pendanaan tak harus semua dari APBD Kota Bandung, karena gubernur saat menutup Braga Festival 2009 berjanji siap membantu mewujudkan kawasan Braga menjadi tempat pangjugjugan bagi semua orang. Jika impian itu terwujud, Braga akan kembali menebar pesona. Barangkali masuk Guiness Book dengan travelator terpanjang di dunia. Makin bangga mengatakan, “belum ke Bandung kalau belum ke Braga”.

Iklan

Written by Savitri

22 April 2010 pada 19:18

Ditulis dalam Ragam

Tagged with ,

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Saya sering melihat banyak pasangan muda mudi yang sedang membuat foto Pre wedding di sini


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: