Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Kawanan motor bak tawon balapan. Tengok kanan kiri, atau ..

leave a comment »

Pengantar A.Savitri :

Jalan layang Pasopati saat malam, terlihat indah. Saat lengang, jangan tergoda untuk ngebut, banyak korban sudah terenggut. Anda tentu tak ingin kaki anda seperti palem botol karena mengabaikan peringatan. Atau pikiran bercabang-cabang ketika mengemudi, atau menyeberang. Waspadalah, waspadalah.. ( kata bang napi )

Minggu pagi yang cerah. Car Free Day di Dago akan diujicobakan. Niatan mengabadikan ‘momen bersejarah’ bagi warga Bandung dengan kamera hadiah terhenti di tengah jalan. Dalam arti harfiah, maksud saya. Terduduk di atas aspal, celingukan heran. Ada apa gerangan ?

Orang bilang, rasanya seperti kesambar truk, ketika menggambarkan kedukaan mendadak. Saya bisa bayangkan tingkat kesakitannya. Keserempet motor saja sudah begini rasanya. Apalagi, si penabrak yang berboncengan berlalu begitu saja. Wanita di belakang hanya mangap seperti mengucapkan maaf. Tidak turun membimbing saya jalan ke tepi. Bagaimana kalau kebut-kebutan sepeda motor bak sekawanan tawon melibas saya yang masih terduduk nyeri ? Apa pernah mereka pikirkan ? Seingat saya, seorang ibu pernah tewas di tempat sama beberapa waktu lalu. Statistiknya 3 orang perbulan ada di kecelakaan di sini ( Jalan Suci yang telah dilebarkan ), kata pedagang keripik.

(  terbayang jika Pasopati diperpanjang hingga Ujung Berung seperti rencana beberapa tahun ke depan. Pesepeda motor seperti mendapat sirkuit Sentul bebas merdeka selepas jam2 sibuk/ peak hour. Pejalan kaki dan penduduk sekitar terus menjadi korban, bila tak dilakukan upaya pencegahan. Semisal, dibatasi kecepatan laju. Tak boleh melewati marka tengah jalan/ median. Tidak boleh melibas pejalan kaki yang sedang lewat di zebra cross, dsb. Beri sangsi yang berat bagi pelanggarnya. Berapa anak kehilangan orang tua, gara2  nafsu pengebut jadi raja jalanan ?  ).

Wuihh, jalan maut. Semalam, saya lihat kijang tertatih dengan kaki belakang gagal dimangsa harimau. Tak tahunya paginya saya seperti itu. Padahal jalan cukup lengang. Hidup memang tak terduga. Tukang koran, supir angkot hanya terkesima. Tak berbuat apa2. What happened with this people ? Bukan orang Bandung ? Atau bukan manusia ? Menyedihkan.

Jalanan sepi : hati2  pengendara slebor yang menjambret.

Balap motor di sirkuit sering juga terjadi di jalan umum, begitu melihat jalan lebar dan relatif lengang, setelah sebelumnya menempuh kemacetan. Mereka datang bagai kawanan tawon. Meski sudah lewat median jalan, anda tetap harus memperhatikan 2 arah, karena mereka tak segan2 main terabas. Apalagi kalau niatannya memang menjambret. Mumpung lagi sepi, bisik si jahat.

Berdiri di trotoar. Sendirian. Merekonstruksi kejadian. Tak jauh dari tempat saya berdiri, berdiri sebuah bank, tempat peristiwa penjambretan uang nasabah oleh 2 pelaku di sepeda motor beberapa waktu lalu. Teringat saya, tadi menaruh tas di depan. Mungkinkah, mereka sengaja melewati marka demi tas ini ? Saat saya mulai menengok kendaraan dari arah kiri sebelum mencapai seberang, sehingga tak begitu memperhatikan sebuah motor tiba2 ngebut dari arah kanan. Saat tas tak begitu terjaga. ( pelajaran :  jangan menyerahkan keselamatan anda pada disiplin / kebaikan pengendara ketika anda menoleh arah lain. Kita tak tahu apa yang ada di kepala mereka. Niat buruk, kantuk, miras, sakau, dsb. 1 : 1000. Masuk surga hanya satu orang. Yang 999 patut anda curigai. Termasuk kawanan ‘tawon’ itu. Bisa jadi mereka sudah membaca situasi di jam2 lengang tsb dan stand by di sana menanti calon korban lengah  ).

Saya baca ; untuk kurir narkoba, kini digunakan wanita dan perempuan hamil untuk mengecoh petugas. Penumpang di angkot sebelum turun, pura2 memberi tahu korban bahwa dompetnya sudah dicopet. Si korban tak curiga padanya. Padahal pemberi tahu itu sekawan dengan pencopet tsb. Pada penabrak, saya sarankan bertobat. Setidaknya, jangan ngebut atau melewati marka jalan. Kalau masih mengulangi, saya pikir mereka perlu menjadi korban, agar bisa berempati dan tahu diri.

Kejahatan menggunakan sepeda motor dari hari ke hari kian banyak saja. Bulan lalu ( 20/4/2010 ), motor dibawa lari ketika menolong. Si pencuri pura2 minta bantuan pada pengendara yang lewat. Si pemilik motor hanya bisa mengumpat, dikadalin si kriminal. Di Astanaanyar, polisi gadungan pura2 memeriksa surat2 kendaraan, lalu mendadak membawa kabur motor si korban. Ia bahkan berani masuk ke halaman orang, tanpa malu meng-embat sepeda motor si pemilik rumah. Kemarin ( 4/5/2010 ), 2 pegawai UPT Disdik, Kota Cirebon, tewas didor 2 perampok bersepeda motor, ketika berupaya mempertahankan uang gaji 380 guru SD di Kesambi. Belum lagi geng2 motor yang mewabah dari kota ke kota. Dengan pedang katana membabat siapa saja yang dilewati. ( lucunya mereka menangis meraung-raung di pengadilan ketika dipalu bersalah. Benar2 bayi emosional ).

Indonesia memiliki populasi sepeda motor terbesar ketiga di dunia. Betapa mudahnya, orang mendapatkan kredit motor di negeri ini. Di saat ekonomi sulit dan budi pekerti dianaktirikan, waspadai pula kejahatan yang marak menggunakan moda murah meriah ini. Pastikan anda tak sampai keserempet dan berjalan terseok seminggu lebih dengan kaki seperti palem botol kemana-mana. Konsentrasi penuh ketika anda menyeberang. Life at this moment, people ..

Iklan

Written by Savitri

6 Mei 2010 pada 14:12

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: