Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Video diduga Ariel & Luna ? Mestinya warga Indonesia bisa lebih baik.

with 2 comments

lunaariel

Luna & Ariel, selebriti tenar dengan fans sejibun. Akankah video yang menggemparkan itu mengkandaskan popularitas keduanya ? Karir habis ? Betulkah vokalis cool ini ternyata don juan yang membuat 32 artis termehek-mehek ? Jangan pernah bugil di depan kamera, kata Feri. Apa jawabmu, Ariel ?

Pengantar A.Savitri :

Heboo..oh. Bukan Piala Dunia 2010 yang berlangsung di Afrika Selatan selama sebulan penuh. Ajang pertandingan sepak bola 4 tahunan ini punya penggila dan keriuhannya sendiri. Membuat kaum pria rajin begadang di depan teve menonton tim kesayangannya ( juga rajin kesiangan/ ngantuk saat masuk kerja ). Saya sedianya menyempatkan diri nanti, even puncak, medio Juli. Piala berlapis emas itu kali ini akan digilir oleh negara mana ? Brasil,  Argentina, Jerman atau Italia ? Yang saya maksud mencuri perhatian minggu2 ini, tidak lain dan tidak bukan, vokalis Peterpan. Ada apa dengan Ariel ?

Hati anda sempat tercuri oleh penyanyi dan pencipta lagu melow asal Bandung ini ? Album Peterpan laris secara fenomenal, melebihi band2 papan atas yang lebih dulu muncul seperti Gigi dan Dewa. Tertinggi di Indonesia. Lalu, mendadak di pagi buta video mesum mirip ( terduga )  dirinya menghebohkan jagad maya. Kemudian jagad2 lainnya, sampai ponsel anak2 SD pun turut kena imbasnya. Popularitas langsung terjun bebas. Saya teringat kasus poligami dai sejuta umat  Aa Gym, ketergantungan seks mega bintang Hongkong, Edison Chen dan kecanduan gambar porno penyanyi top AS, John Legend. Juga, serangkaian candu yang melanda para selebriti. Begitu rapuhkah kejiwaan orang2 yang berada/ pernah di puncak ? Begitu nyinyirkah orang kita kalau seseorang sudah tidak populer lagi ?

Lubang dalam hati, isilah dengan kegiatan produktif & positif. Feels good too.

oprah

Oprah Gail Winfrey, selebriti tersohor kelas dunia, kelahiran 56 tahun lalu. Lahir di Kosciusko, Mississippi, Amerika Serikat, 29 Januari 1954. Punya 'lubang di hati' akibat perkosaan oleh pamannya sendiri hingga melahirkan bayi di usia 14 tahun. Setelah itu, Oprah kecil dihinggapi rasa marah berkepanjangan hingga keluar masuk penjara. Sampai hari ini, ia masih berjuang melawan kegemukan, akibat pelarian stres-nya pada makanan. Namun, ia terus berjuang, tetap berkarya dan membantu begitu banyak orang dengan talkshow dan kiprahnya di bidang kemanusiaan serta pendidikan. Keep fighting ..

Lubang di dalam hati, Giring Nidji melantunkan. Ia mungkin mengisinya dengan lagu dan suara penuh penghayatan. Saya mengisinya dengan tulisan dan lukisan. Oprah mengisinya dengan talkshow, anjing ( bisa membalas cintanya, katanya ), dan yayasan amal. Awalnya, makanan. Sebagian lain mengisinya dengan gila belanja, game, judi, narkoba, alkohol/miras, kekerasan, seks, dsb. Siapa pembuat lubang ini ? Lubang, biasanya dibuat pada masa awal kehidupan seseorang. Unconditional love. Cinta tak bersyarat yang tak diterima anak. Pengabaian orang tua dan lingkungan. Pilih kasih. Apa pun yang membuat anak tak berarti, dipinggirkan. Ia baru diterima kalau menyenangkan orang lain, adalah cinta bersyarat. Semestinya, anak dipandang dengan mata berbinar begitu masuk ruangan. Dengan atau pun tidak melakukan apa2. Anak diterima karena keberadaannya di dunia ini. Bukan atribut atau embel2-nya. Ia terlahir dengan hak hidup dan bahagia.  With or without things.

Anak2 mengunduh video2 itu karena mereka tidak melihat kasih sayang antara kedua orang tuanya, kata Sudjiwo Tedjo, seniman serba bisa. Dari 300 anak TK, hanya 6 yang masih melihat kemesraan ortu. Selebihnya bertengkar, sampai mereka terheran, ternyata manusia bisa saling mencium menyatakan cinta. ( saya jadi ingat film “Life as a House” yang dibintangi HC. Tokoh pecandu belia bernama Sam baru berhasil menjalani rehabilitasi setelah ayah ibunya yang bercerai mau berbaikan. Ingat dialognya dengan sang ayah tentang kecanduannya. Feel not to feel. Ketika kedua ortunya berpelukan, look at his face ). Saya bayangkan, jika para orang tua mau mengekspresikan kemesraan pada pasangan ( dalam kadar yang diperbolehkan agama ), anak2  pada ( akan )  hilang selera pada konten2 tak bertanggung jawab. Kebutuhannya sudah terpenuhi di rumah. Mereka tak perlu lari ke hal2 terlarang, sekedar nyaman sesaat. Merasakan yang tidak dirasakan. All those pain.

Apalagi kalau pemerintah tak membuat orang apatis ketika ingin berkontribusi dalam penegakan hukum dan politik sehat. Akan lebih banyak energi  disalurkan pada ranah produktif yang memajukan bangsa dan negara. Pemenangan praperadilan Anggodo, misalnya, dianggap Tedjo lebih porno dari video tsb. Negara2 luar yang tak ber-Pancasila mengatur distribusi material porno dengan ketat. Indonesia ? Ada 370 juta halaman porno di internet. 28.000 orang mengklik situs2 tsb per detiknya. Di Google, Indonesia nomor 4 dalam pencarian  porn things.  Apa benar kita bangsa munafik, yang mengaku beragama tapi sangat longgar perihal kebebasan berpornografi-ria ?  Di dunia, Indonesia pembuka situs porno terbesar kedua, setelah Rusia. Terbesar kedua, dalam kejahatan kartu kredit setelah Ukrania. Terbesar ketiga, pengguna facebook setelah Amerika dan Inggris. Anda tersungging atau tersinggung ?

Internet Sehat, filter antipornografi. Gratis.

Depkominfo, dengan komandan Tifatul Sembiring yang rajin ber-tweet menyarankan, agar komputer di rumah dipasang filter antipornografi dari Internet Sehat. Gratis. Klik di www.ictwatch.com. Untuk warnet, dengan software DNS Nawala Project. Semua warnet yang tergabung Asosiasi Warnet Indonesia sudah terpasang filter tsb. Minta anak yang perlu bersurfing, ke sana. Atur lay-out warnet dengan sekat yang masih terawasi  ( tidak tertutup / tinggi ), sehingga penjaga tak perlu membersihkan sperma dan kondom usai bilik tsb digunakan. Bilik tak jadi kamar ‘hotel’ termurah di dunia, Rp 2500 per jam. Bisa juga, komputer2 dijajar di meja besar secara melingkar (  jika orang2 dewasa, mayoritas pengunjungnya, sudah cukup jantan mengusahakan sendiri dengan istrinya, tanpa dirangsang gambar begituan ). Anak2 sekolah bisa ditegur jika layar komputernya terpergok mesum. Dengan waskat berbagai pihak, rating top Indonesia dalam konten ngeres ini, kita harapkan menjadi masa lalu.

Di “Democrazy” MetroTV ( 13/6/2010 ), seorang nara sumber mempertanyakan kenapa Mabes Polri perlu-perlunya membongkar kasus semacam ini ? ( Di situ ada O.C.Kaligis yang menjadi kuasa hukum Ariel dan Luna, sebelumnya kuasa hukum Anggodo. Pengalihan isu dari kasus Century lagi ? ). Betapa sempitnya dunia. Betapa peliknya politik di negeri ini.  Lalu, Ariel bagaimana ? 32 video ? Gerakan “Jangan bugil depan kamera” yang dimotori Feri Umar Farouk, layak didukung. Matikan bluetooth ketika memasuki ruang2 publik agar data tak tercuri. Pakai password ketika ber-bluetooth dengan teman. Hapus data di ponsel dan notebook dengan software khusus  ( tidak cukup di-delete ) ketika akan diservis, dipinjamkan, dijual, dsb. Material pornografi hanya dibolehkan untuk koleksi pribadi. Begitu masuk ranah publik akan berurusan dengan hukum.

Agar aman dari berbagai resiko hilang atau dicuri, jangan pernah menyimpannya di ponsel, notebook dan sejenisnya. Ketahui fitur2 dalam gadget canggih anda. Tidak semata ber-‘ISO’ telpon, iso sms, iso mms. Agama pun melarang hubungan intim dengan pasangan yang tidak sah ( bukan suami istri ). Hukumnya haram. Termasuk dosa besar dengan neraka jahanam, ganjarannya. Orang lain dilarang melihat hubungan tsb. Apalagi bukan suami istri dan dilihat seantero Indonesia, bahkan dunia. Dalam hal ini, orang yang diduga Ariel lalai dalam 2 hal tsb. ( Dalam Today’s Dialogue MetroTV semalam ( 15/6/2010 ) tercetus ‘koleksi sendiri’ dari pengakuan saksi, dan di PR, para saksi mengatakan penyebarnya harus dihukum. Mengapa mereka tak mengatakan pelaku dan penyebarnya harus dihukum ? ).

Ariel, pelaku atau bukan ?

Jadi, Ariel betul yang di .. ?  Meski sebagian pakar mengatakan 99% benar, hanya Ariel dan Allah yang tahu kepastiannya. Sekelebat memori melintas ; orang tua Ariel tak ingin terlalu ikut campur ketika Ariel bergaul dengan teman-temannya, soal lirik2-nya yang banyak menyapa bintang karena ia suka mojok di atas genteng, soal married by accident dengan mantan groupies ( kini mantan istri ), aksi panggungnya yang membuka baju atas saat tour 100 kota ( he’s hot, girls ? sex appeal, istilah Endang ), soal perselisihannya dengan  Andhika yang kini membentuk band Titans, soal kedekatannya kembali dengan Luna akhir2 ini, dst.  Jika benar Ariel yang di video tsb, akui dengan gentle, minta maaf pada masyarakat Indonesia ( terutama para fans yang hatinya luluh lantak mendengar penyimpangan ini ) lalu segera menjalani terapi ketergantungan seks seperti Edison Chen. Terima hukuman ( termasuk hukuman sosial  ) dengan legowo untuk menggugurkan dosa dan kesalahan yang sudah terlanjur diperbuat.

Pernyataan walikota Bandung, Dada Rosada, yang akan mencekal Ariel sampai kasusnya selesai, saya rasa cukup bijak, daripada membuat warga Bandung makin penasaran dengan video tsb dan bertanya-tanya soal konsekuensi hukum dari perbuatan semacam itu. Ada generasi penerus yang dipertaruhkan di sini, masa depan dan moralitasnya ( semoga Ariel sudah cukup menabung ketika masa jayanya, kasus ini bisa panjang jika salah menanganinya ). Soal pencabutan status kependudukan Ariel, saya pikir lebih bijak jika diputuskan juga setelah kasusnya sudah jelas, siapa yang bersalah. Terlepas dari niat Ariel sesungguhnya ketika melambungkan nama Bandung dengan grup bandnya, kita patut berterima kasih dan mengenang hal positif yang sudah diberikan Ariel pada kota ini. Saya ingat, Aming dkk di sketsa Extravaganza begitu bangga jika menyebut nama Ariel dan Bandung. Kebanggaan itu juga tersemat di dada saya. Jika Ariel tergelincir oleh kelemahannya kali ini, apakah kita manusiawi menghapuskannya begitu saja ? Are we so angry, people ?

Dorongan malusu ( masa lalu suram ) timbul tenggelam, tak mudah hilang, sering menghantui. Bahkan, Oprah yang lewat setengah abad usianya, masih berjuang meredakan jeritan kalbu ini dengan sejibun kesibukannya. Jeritan ini harus pintar2 dikendalikan. Kelola stres ( sebagai pemicunya ) dengan baik. Anggap ‘rasa sakit’ ini sebagai trigger untuk berkarya lebih baik. Untuk Bandung. Untuk Indonesia. Membuat anda tetap sadar dan membumi ( rendah hati ). Remember, nobody’s perfect.

Ariel memang bukan Soekarno atau Che Guavara yang membuat kaum wanita termehek-mehek dengan cita2 sosialnya yang tinggi. Ariel setidaknya pernah membuat orang Bandung bangga dengan musiknya yang menghentak jagad musik Indonesia. Yang membuat ia terhempas kini ;  pelaku dan penyebar video2 tsb, harus dihukum sampai kapok. Sayangnya, sampai hari ini, Mabes Polri tak bisa menunjukkan siapa pelaku/ penyebarnya, meski  IP address di Bandung dan Kendari sudah diketahui. Jika Ariel bukan pelaku/ penyebar video2 tsb,  Ariel bersama keluarga besarnya sabar dan tabah, ya ( semoga ortu Ariel segera sembuh dari sakitnya, semoga badai fitnah cepat berlalu  ). Percayalah, semua terjadi atas izin-Nya. Setelah melejit nomor satu, tentu ada cobaannya. Tak semudah itu, Allah mempersilahkan manusia masuk ke surga-Nya. Tak perlu mempertanyakan ‘kenapa saya’ ?  Karena pada saat dikaruniai keberuntungan, anda pun tak mempertanyakan ‘kenapa saya’. Belum disebut beriman, jika manusia belum diuji. Jika anda diuji sebesar ini, tentu Allah menganggap anda besar pula. Tunjukkan kekuatan orang Bandung. Don’t crack under pressure. Be strong.. ( and stay cool )

***

Video diduga Ariel  & Luna ? Mestinya warga Indonesia bisa lebih baik.

You Tube, dari sinilah kehebohan video tsb bermula. Diikuti twitter, facebook, situs berita, televisi dan media cetak dalam dan luar negeri. Gerakan koin Prita perlu berminggu-minggu untuk menggugah masyarakat. Video tsb cukup beberapa menit menyebar ke segala penjuru. Keburukan lebih mudah menyebar. Pantas neraka lebih banyak penghuninya.

Dampak yang ditimbulkan jejaring sosial bak pisau tajam bermata dua. Tak hanya sisi positif yang ditimbulkan, melainkan juga sisi negatifnya. Bahkan, sisi negatif ini jauh lebih cepat berkembang dibandingkan sisi positifnya. Kasus video porno mirip ( terduga ) Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari adalah salah satu contohnya. Jika gerakan sosial koin untuk Prita Mulyasari membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk menggalang dukungan baik di dunia maya maupun nyata, penyebaran video porno mirip artis itu dapat tersebar luas dalam beberapa jam saja. Videonya dalam jejaring sosial menjadi yang paling banyak diperbincangkan di Indonesia, bahkan di dunia ! Bahkan, tindakan di dunia nyata pun langsung tergalang dengan penyebaran video2 porno itu dari tangan ke tangan.

Di Twitter, video mirip Ariel dan Luna Maya pertama kali ramai dibicarakan orang Kamis ( 3/6/2010 ), sekitar pukul 22.00 WIB. Beragam orang memperbincangkan tentang Ariel dan Luna Maya ini. Ada yang menginformasikan, menanyakan kebenarannya, hingga memberikan  link videonya untuk diunduh. Perbincangan ini kemudian memuncak pada pukul 01.00 WIB, Jumat ( 4/6/2010 ) dengan traffic di Twitter mencapai 0,22%. Semua tercatat dalam statistik trendistic.com

Orang masih “berkicau” tentang hal itu di Twitter hingga pukul 3.00 WIB, Jumat ( 4/6/2010 ). Namun, waktu biologis manusia rupanya tak dapat ditawar dan perbincangan itu meredup setelah pukul 3.00 WIB hingga pagi hari. Pembicaraan tentang kedua artis itu kembali mencuat pada pukul 10.00 WIB. Ironisnya, menurun lagi selama sejam waktu Jumatan, kemudian mencuat lagi hingga pukul 15.00 WIB lalu menurun. Perbincangan di Facebook tak kalah seru. Bersamaan dengan mencuatnya di Twitter, para pegiat Facebook juga melakukan hal yang sama. Bahkan, Facebook dianggap selangkah lebih maju karena tak hanya menjadi perbincangan di status, melainkan beberapa orang mengunggah video tsb langsung di halamannya. Namun, sejumlah video itu kemudian tak dapat diakses menjelang shubuh, beberapa jam setelah sempat beredar.

Biang keramaian di jejaring sosial itu berasal dari Youtube. Sebelum akses video porno itu diblok dari Youtube, ternyata video itu telah diakses hingga puluhan ribu orang. Orang yang sempat mengunduhnya kemudian mengunggah kembali dalam blog, juga di Kaskus sebelum akhirnya sejumlah link itu diblok. Keriuhan ini baru diendus media mainstream pada pagi harinya. Situs berita online seperti Detik.com baru menulis tentang video ini pukul 7.40 WIB. Sementara itu, siaran infotainment di televisi baru memperbincangkannya pada sore harinya.

Video kedua, belum kapok juga ?

Setelah beberapa hari meredup, video porno kedua yang memperlihatkan pasangan mirip Ariel dan Cut Tari, kembali heboh. Bahkan, video kedua ini jauh lebih heboh dibandingkan dengan video pertama. Jumlah orang yang meributkan video porno kedua itu 8 kali lipat lebih banyak dibandingkan video porno pertama. Pertama kali muncul di Twitter, Selasa ( 8/6/2010 ), pukul 7.00, trafiknya terus naik hingga puncak pada 17.00 WIB dengan trafik 1,84 %. Selama itu pula, perbincangan tsb menjadi trending topic di Twitter.

Pertama kali muncul kata “Ariel” dan “Cut Tari” dalam trending topic. Namun, kata kunci itu kemudian berubah menjadi “Ariel Peterporn” dan “Cut Tari”. Kata “Ariel Peterporn” memuncaki trending topic selama 2 hari berturut-turut. Kata kunci itu bahkan mengalahkan perbincangan orang di dunia tentang iPhone 4, produk Apple teranyar yang diluncurkan pada hari yang sama. Sementara itu, pola penyebaran video porno kedua hampir sama dengan yang terjadi sebelumnya. Namun, karena penyebarannya diketahui pada siang hari, banyak pihak lebih antisipasif untuk mengeblok penyebaran video porno ini lebih awal. Terdapat penyadaran yang lebih tinggi dari para pengguna internet di Indonesia. Kasus Prita memberi pelajaran berharga tentang etika berinternet. Hampir semua pengguna internet berpikir 2 kali untuk mempublikasikan kembali video2 porno yang mereka miliki secara terbuka. Meningkatnya kesadaran hukum itu juga diekspresikan dengan saling mengingatkan ke pengguna internet lainnya untuk berhati-hati karena akan bersentuhan dengan ranah hukum.

“Hati-hati lho, nanti dicari Bareskrim !” demikian komentar seorang kawan di Facebook di bawah video porno mirip Ariel dan Cut Tari yang diunggah pengguna Facebook lainnya. Beberapa kawan yang tak berkomentar justru melaporkan langsung pada admin Facebook yang menyebutkan terdapat konten2 pornografi dalam video tsb.

Viral marketing gaya Obama.

Apa yang terjadi dalam penyebaran video porno mirip ketiga artis itu layaknya virus. Saya bahkan menilai pola penyebarannya sangat menerapkan pola2 viral marketing atau pola pemasaran yang menggurita layaknya penyebaran virus ( viral ). Penyebaran melalui media jejaring sosial merupakan sarana yang sangat efektif untuk menginformasikan, membuat orang penasaran, hingga terpicu untuk melakukan sesuatu. Pemasaran jenis ini menggunakan semua sumber daya untuk mengubah pola pikir orang banyak dalam waktu tertentu. Pola2 pemasaran ini terbukti mendongkrak pemasaran produk. Pemasaran jenis ini juga dilakukan Barack Obama saat pencalonannya menuju kursi Presiden AS. Satu upaya viral marketing yang sangat berhasil  dan kita rasakan sekarang adalah gelaran Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan yang mampu menyetir semua orang untuk peduli atau bahkan bertindak.

Kasus penyebaran video porno mirip bintang itu menyadarkan kita bahwa Indonesia memiliki sumber daya yang sangat dahsyat dalam dunia maya, khususnya jejaring sosial. Masyarakat Indonesia sebenarnya dapat berbicara lebih banyak, bahkan lebih vokal tentang sesuatu yang mengarah pada perbaikan hidup manusia. Indonesia juga akan semakin diperhitungkan dunia jika semua rakyatnya bersatu menyuarakan satu hal yang sama untuk kebaikan. Sayang, yang selama ini dibicarakan hanyalah sebuah video porno… ( Deni Yudiawan/PR, 14/6/2010 )

Iklan

Written by Savitri

16 Juni 2010 pada 15:39

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. @ Munir :
    Terima kasih. Trims sudah berkunjung.

    Savitri

    22 Juni 2010 at 22:37

  2. mari menyuarakan hal yang lebih positif, artikel yang sangat hebat

    munir ardi WP

    21 Juni 2010 at 11:59


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: