Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Pameran koperasi di Gasibu ( 8/8/2010 ) & Otonomi Desa. Cara menjadi kaya ( sejahtera ).

with 2 comments

Pameran koperasi ( Cooperative Fair ) tengah berlangsung di Lapangan Gasibu ( 4-8 Agustus 2010 ). Untuk siapa saja yang ingin barang bermutu, memperhatikan nasib orang desa, juga yang ingin memperbaiki nasib menjadi orang kaya. Ada info membentuk koperasi, permodalan, studi ilmu koperasi, pertunjukan seni tradisi, lomba dan aneka stand pengisi perut yang lezat. Komplit, pokoknya ma lah. 33 provinsi ikut serta. Even nasional, euy. Di depan Gedung Sate juga diselenggarakan pameran aneka kerajinan kulit. Cocok buat para biker yang ingin tampil gaya. Panggung kesenian siap menghibur anda semua seraya menikmati aneka penganan. Ayo, mari, mari ..

Menjelang puasa Ramadhan ( 11/8/2010 ), biasanya kita menengok ke desa. Dari mana sembako dipasok, beserta barang kebutuhan dapur lainnya. Cabe, bawang dan teman-temannya. Any problem ?

Cabe Rp 60 ribu/ kg. Seribu cuma dapat 4 biji. Atau bahkan seharga gorengan bala2 ; Rp 500 hanya dapat satu. Harga melonjak, cerita lama. Permintaan melebihi persediaan ( para ibu main borong untuk kedamaian anggota keluarga di rumah, atau pemasok sedang menunggu harga tertinggi ). Faktor cuaca tidak stabil ( akibat pemanasan global ) berpengaruh pada produk sayur mayur. Berkembang jamur karena cuaca basah ( apa perlu dibentuk satgas hama wereng ? ). Distribusi kurang. Sebelumnya, cabe dihargai Rp 18 ribu – Rp 22 ribu. Lalu, naik menjadi Rp 40 – Rp  45 ribu/ kg. Harga stabilnya nanti Rp 30 ribu – Rp 35 ribu. Tak mungkin harga dulu. Atau mau ganti dengan cabe kering, tidak segar ?

Otonomi desa : Desa Membangun & Koperasi

Melonjaknya harga cabe tidak dinikmati orang desa. Petani penggarap hanya gigit jari. Yang kaya, para pemilik lahan ( umumnya di kota, ini yang sering dikatakan penghisapan orang desa oleh orang kota ). Yang baru, bagaimana nasib penyuplai makanan orang kota ini bisa terangkat. Diberdayakan, berdiri sejajar dengan orang kota. Otonomi desa ?

Diluncurkanlah program Desa Peradaban. Namun, dalam pelaksanaannya, membuat desa lain yang tidak kebagian program menjadi iri. Banting setir, desalah yang harus membangun dirinya sendiri. Desa membangun secara mandiri energi. Paradigma lama ; orang kota bangun desa. Paradigma baru ; Desa Membangun. Konsep Jabar. Desa punya kearifan lokal, harus difasilitasi. Desa tak perlu jalan halus, asal memadai. Yang penting, bisa usaha. Perangkat desa direkonstruksi agar sesuai tata pemerintahan.

Sektor wisata dan pangan digiatkan. Jalan halus cukup di pusat desa, supaya tanah2 tidak dijual. Ada 5.820 desa. Rp 15 juta pertahun perdesa. Kepala desa merumuskan desa mau jadi apa ? Ada rencana dana stimulus Rp 20 milyar – Rp 100 milyar. Setiap desa digelontori Rp 1 milyar ? Pengalaman pasca gempa kemarin, mengurus dana bencana Rp 50 juta saja, desa sudah bermasalah. Dari sejak penjajahan, desa begitu2 saja. Desa perlu pendampingan sampai memiliki kemandirian membangun ( salah satunya dengan membuat koperasi ). Akuntabilitas, penting.

Kades cemburu pada Sekdes ? Insentif & audit kinerja, solusinya.

Sekretaris Desa diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil ( PNS ). Penghasilan Kepala Desa lebih kecil dari Sekdes, menimbulkan kecemburuan. Muncul ‘sikap2  manusiawinya’. Kades dipilih warga desa. Pilihan. Sekdes menjalankan estafet pemerintahan. Karir. Daripada saling tuding, lebih baik diselesaikan dengan komunikasi, membuat kesepakatan2 yang ditandatangani kadinas, kota/ kabupaten dan disetujui DPRD. Tentang kesejahteraan, bikin formula yang baik. Kinerja aparat desa diaudit sebelum dana kinerja desa disalurkan. Ada insentif buat Kades ; sekian persen untuk Kades sendirian, sekian persen dengan perangkat desa.

Bagaimana tempat maksiat menjadi tempat maslahat, salah satu yang harus dipikirkan oleh para pemangku daerah. Departemen Penerangan sudah tidak ada, info pembangunan pun tidak ada. Desa mestinya memahami perencanaan. 60 % kewenangan Bappeda yang tidak boleh punya radio. Rencana pembangunan bandara Kertajati, Majalengka, perlu divisualisasikan. Menarik, jika ada iklan billboard “Selamat Menikmati Hasil APBD pemerintah berupa jalan anu. Tahun depan akan dibangun anu.  Jalan dan pengairan mestinya tidak ada masalah. Kita kawal pembangunan sejak perencanaan. Di luar negeri, presiden bisa langsung membangun desa. Tertarik menjadi kepala desa ?

Manajemen suplai untuk memasok pabrik besar berorientasi ekspor. Konsumsi dalam negeri terjangkau.

Pertanian masih menjadi matapencaharian utama penduduk Indonesia. Jika ingin rakyat sejahtera, nasib kaum petani harus diperhatikan. Setuju ?

Sayuran sebangsa pekcoy, brokoli, dengan desain kualitas Singapura, 6 % berasal dari Lembang, Jawa Barat ( untuk kita, sayuran dengan kandungan residu full masih dikonsumsi juga ). Hortikultura impor, semacam wortel besar dan jeruk, banyak diimpor dari Cina. Harga komoditas segar ini berfluktuasi karena tidak ada manajemen suplai. Manajemen suplai dengan sistem gudang, kurang lebih seperti Bulog. Di setiap negara ada food storage. Tanaman keras dan 9 sembako dihasilkan oleh tanaman semusim yang peka terhadap perubahan iklim. Banyak komoditas seperti kedelei, perlu sistem pergudangan. Sub sistem logistik dihubungkan dengan sistem keuangan. Parsial sub sistem di AS sudah berjalan, silo gudang2 kedelai petani dalam satu kendali.

Diperlukan edukasi panjang untuk menumbuhkan gerakan masyarakat menjaga alam. Misalnya, pengetahuan bahwa mikroklimat penting untuk produksi ubi cilembu. Kantong2 produksi sudah terdesain sejak lama ( dulu peta mahal ). Ada UU resi gudang yang mengatur manajemen suplai, tapi tak bisa terlaksana dengan baik. Investor tak bisa melanjutkan produksinya karena pasokan bahan baku langka. Mereka lalu memindahkan pabriknya ke luar negeri yang bisa menjamin pasokan bahan produksinya. Sayang sekali. ( ada yang mau menekuni manajemen suplai ? )

Warga Jabar makan daging 120.000 ton. Harimau kalah.

Memperlakukan makhluk secara hewani yang begini. Sapi2 diternakkan di ruang terbuka yang lapang dengan rumput berkualitas yang berlimpah. Berbeda dengan peternakan intensif di luar negeri yang memasung sapi sebatas besar tubuhnya. Tak ada ruang gerak, sehingga ternak menderita dan mudah sakit. Tunggu azabmu di akhirat, hai manusia kejam ..

Warga Jabar konsumen terbesar daging sapi. 120.000 ton pertahun. Tidak heran, karena 20 % penduduk Indonesia tinggal di sini. Tapi Jabar hanya memproduksi sapi potong kurang dari 10 %. 9300 ton. Dari mana yang lain ?  Bangkalan, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Yogyakarta, Jawa Tengah, Lampung, Banten, Jerman, Selandia Baru, dan  Australia ( sapi2 kecil ). 160.000 ton kemampuan produksi diperoleh dari 100 ribu sampai 180 ribu ekor sapi, optimalnya, 60%-nya dari impor. Maksimal 350 kg bobot sapi yang diimpor, disyaratkan melalui 1-4 kali penggemukan pertahun di Indonesia sebelum dipotong. Sehingga masih ada nilai tambah di lokasi Jabar yang bermanfaat bagi para peternak. Dari 600.000 ekor sapi, 350.000 ekor harus dimasukkan ke Jabar yang memiliki industri penggemukan dan para penggemuk kelas menengah.

Jadwal pemotongan, 40 % di bulan Januari-Juni, 60 % Juli-Desember ( hari2 besar keagamaan ). Bisa terjadi, harga jual daging segar di produsen sudah kembali terjangkau, harga di tingkat eceran belum dinaikkan, lalu naik lagi pada masa puasa, karena demand ( permintaan ) berlebih, kata Ketua HPDKI Jawa Barat, Yudi Guntara , mewakili peternak Jabar. Daging ayam sebagai substitusi ( pengganti ) daging sapi sedang mahal, sehingga dengan selisih tipis, mereka memilih beralih ke daging sapi seharga 56 – 60 ribu perkg. Kalau mau lebih murah, beli sapi perah, lalu gemukkan dan potong sendiri, candanya. Harga daging sapi di Bekasi Rp 58 ribu/ kg, sedangkan di kabupaten Bandung Barat Rp 63 ribu/ kg ( lebih berkualitas ).

Para petani lokal memilih waktu yang baik untuk melepas ternaknya, yaitu awal puasa dan hari raya. The best price they can get. Untuk ayam Rp 20-30 ribu/ kg. Sapi perah Rp.22.500,-/ kg. Sapi potong Rp.50.000,-/ kg. Kepala Dinas Peternakan Jabar Kusmayadi Tatang Padmadinata menyebut 3ung ; sapi lokal sebagai tulang punggung, sapi impor sebagai pendukung, daging impor sebagai penyambung. Di Jabar ada 310.981 sapi sebagai tulang punggung. Pada tahun 2009,  sebanyak 285.545 sapi dipotong. Disusul 16.663 kerbau. Sampai 4 Juni 2010, sebanyak 75.010 ekor sapi telah diimpor untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri.

Harga sapi yang sudah diperiksa kesehatan bernilai lebih ( Dinas Peternakan dalam 1 x 24 jam siap memeriksa sapi yang akan dipotong ). Tahun 2009, ada 11.000 sapi yang tidak kepotong. Jadi, ibu2 jangan panik. Stok cukup. Berbelanjalah sewajarnya. Selamat menjalankan ibadah puasa ..

Pameran koperasi 33 provinsi, 4-8 Agustus 2010 di Gasibu. Don’t miss it ..

Halaman depan Gedung Sate, hari ini semarak dengan tenda putih yang menaungi aneka kerajinan kulit dan pelaku UKM. Ingin tampil gaya ? Datang dan pilihlah yang cocok untuk anda. Bawa payung, karena cuaca terik bisa berubah hujan. Payung berguna untuk keduanya.

Ada pameran koperasi ( Cooperative Fair ), pada 4-8 Agustus di Gasibu. Even nasional, melibatkan 33 provinsi. Profil pengusaha yang berpameran, diantaranya, Irma Shofi Wahdah, yang sejak tahun 2005 melanjutkan bisnis ortu yang sudah berjalan 15 tahun. Bergerak di bisnis konfeksi ; kerudung, mukena, ke depan Gamis. Irma giat mempromosikan produk dan mencari mitra usaha. Di pameran, jualan retail langsung, bukan tujuan utama. Dampak penjualan sesudah pameran baru yang luar biasa. 700 ribu, harga langsung agen lebih efektif, tidak terlalu banyak keluar biaya. Penggelut bisnis bermerk “Wahdah” mengikuti PKBL  ( Program Kemitraan & Bina Lingkungan ), mitra binaan Pertamina. Dengan otak dagang, bermula Rp 300 ribu, dalam seminggu menjadi Rp 2 juta, hasil memasok baju anak2 ke pasar. Rp 20 juta omzet sekarang.

Kiat dirinya diikutkan dalam pameran adalah silaturahmi. Pahala dapat, duit dapat. Tetangganya yang bekerja di BUMN memberi info, jalur dan relasi penting. Mendapat bunga pinjaman 0,6 %. Yang tinggal di daerah Cililin, bisa memasukkan proposal langsung ke BUMN, seperti PLN. Cara mendapat akses pameran ; daftar ke dinas koperasi kabupaten/ kota. Kenalan dengan dengan para staf dan pejabat. Tidak kenal maka tidak sayang. Jika sudah sayang, mereka akan ajak2 pameran.  Kita juga pro aktif agar diajak pameran. Dibantu sesekali oleh Bidang UMKM ( usaha mikro, kecil, menengah ) Dinas Koperasi, Bu Eli, memasukkan proposal yang sudah dikonsep dari sananya. Koperasi tiap daerah mendapat jatah. Saling giliran. Ada mekanisme rolling untuk pengusaha produk unggulan.

Saat Irma mendaftar SIUP ( Surat Ijin Usaha Perdagangan ), biaya tidak tinggi, belum berbadan hukum, hanya mengandalkan relasi dengan dinas. Kalau dengan yang lain biaya bisa mahal. Coba datangi kantor dinas Jakarta Pusat, Regional 3, atau Balongan, Indramayu. Kalau ke BUMN, agunan tidak mutlak, yang penting usaha bagus, dan harus melalui beberapa pintu. Kalau bank, agunan penting, tapi cepat. Cukup 2 minggu prosesnya ( hingga dana cair ). Di bank, kalau rumah senilai Rp 100 juta, tidak mungkin mendapat ( kredit ) Rp 150 juta.

Pameran di Gasibu ramai. Di Saparua kurang. Tempat no.1

Gelar Kriya Kulit Jawa Barat, 7-8 Agustus 2010. Cari jaket keren, atau foto2 Gedung Sate ?

Pameran bisa meningkatkan penjualan sangat besar, jika momennya bagus. Seperti PRJ, INA Craft.  Juga, cari daerah yang pasarnya bagus di perkotaan, seperti lapangan Gasibu. Di lapangan Saparua, kemarin kurang ramai. Pinggiran kota, agak susah penjualannya. Tempat nomor satu. Di Islamic Center, Jakarta, kini ia membeli stand di even tsb. Di pameran, profil pengusaha terlihat layak di jual ke masyarakat. Kalau nggak pede ( percaya diri ), nggak bisa bertahan. Visi tanpa misi itu kosong. Misi tanpa visi, sia2. Jangan mengikuti arus. Kitalah yang seharusnya menciptakan arus, kata Irma.

Media Kreasi Ummah, bermitra dengan pelukis kain. Model unik dan belum ada yang melukisnya. Ada 5 model. Selama 2-5 tahun produk stabil, permintaan banyak. 3 bulan di pasar, trend model terus berkembang. Produk unggulannya, kerudung lukis Wahdah. Irma mengaku gaptek, ia tidak menggunakan facebook ( menengah ke atas ) untuk pemasaran.

Bangsa Indonesia maju dengan produk UKM. Barang kita bagus. Bola Piala Dunia saja dari Majalengka ( Jabulani ). Syarat menjadi anggota koperasi, apa yang bisa didapat dari koperasi, bagaiman membangun modal, bisa cari tahu di pameran. Koperasi muncul dari kebutuhan anggota masyarakat, dari anggota untuk anggota, perusahaan dimiliki anggota. Minimal 20 anggota. “Rukun Mekar”, koperasi simpan pinjam, kini beranggotakan 10.000 orang. Ingin ikutan ?

Rp 50 juta per koperasi. Mau ?

Koperasi untuk kelompok pemuda dan perempuan sedang digiatkan. UU no 20 tahun 2008 memayungi usaha mikro yang beromzet Rp. 50-300 juta perbulan. Usaha kecil Rp 300-500 juta. Usaha menengah Rp 500 juta sampai Rp 2,5 milyar.

Saat ini sedang diluncurkan program Rp 50 juta per koperasi, Rp 5 juta per anggota koperasi. Yang akan mendapat kucuran program tersebut adalah koperasi beranggotakan sebagian besar pemuda/ mahasiswa atau perempuan. Jumlahnya 494 koperasi. Mereka yang berminat bisa datang ke dinas koperasi di kabupaten/ kota tempat domisili dan mengisi 7 formulir. Ada lebih 170 wilayah koperasi di Indonesia, sehingga ada penyeleksian, siapa yang paling layak mendapat pinjaman tsb. Proposal peminat program, selanjutnya akan dikirim ke dinas koperasi tingkat provinsi, kemudian ke Kementerian Koperasi ( deputi pembiayaan koperasi ). Surat keputusan ( SK ) penetapan koperasi peserta program akan turun ke dinas koperasi provinsi,  kemudian ke dinas kabupaten/ kota. Setelah melengkapi administrasi, dana pinjaman itu akan cair ke rekening koperasi, kata Syafrial, Asisten Deputi Urusan Pembiayaan dan Penjaminan Kredit Kementerian Koperasi dan UKM. Dinas provinsi mengawasi dinas koperasi kabupaten/ kota.

Proses seleksi hingga ada keputusan tergantung kemampuan dinas masing2. Jarak menentukan kecepatan, bukan posisi menentukan prestasi. Persyaratan calon peserta program :

  • Memiliki NPWP ( nomor pokok wajib pajak )
  • Memiliki pengurus dan pengawas ( minimal pengurus, bendahara )
  • Memiliki kegiatan usaha dan tertib administrasi.
  • Yang belum pernah mendapat bantuan ( dana bergulir ) akan diprioritaskan.

Mengentaskan kemiskinan dengan koperasi.

Tahun 2011, ditargetkan ada 1200 koperasi, dengan bantuan Rp 100 juta per koperasi. Setiap provinsi, mestinya mempunyai data berapa koperasi yang ada di wilayahnya, berapa orang miskin dan pengangguran, dsb, untuk pengentasan kemiskinan. Jumlah koperasi di Aceh lebih sedikit dari di Jawa, tapi orang miskin di Jawa lebih banyak, itu karena distribusi penduduk di Indonesia tidak merata. Penduduk Indonesia terbanyak tinggal di pulau Jawa. Terbanyak di Jawa Barat ( dan Bandung, ibukotanya, tak heran didera kemacetan, sekaligus sarang orang2 kreatif ).

Sampai akhir tahun 2009, tercatat ada 22.644 koperasi dengan 6 juta anggota, kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Barat, Wawan Hermawan . Koperasi menjadi tempat berkumpulnya UKM, menggerakkan sektor riil. Daripada menjadi korban renternir, traficking atau kerja di luar negeri ( TKI yang tersia-sia ) lebih baik bergabung menjadi anggota koperasi. Tercatat ada 113 koperasi wanita ( ada yang beranggotakan lebih 300 orang ) dan 97 koperasi pemuda. Produknya makanan, pakaian, kerajinan anyaman, dll. Kaum ibu lebih tangguh/ efesien dalam pengelolaan keuangan. Luar biasa. Ada koperasi pengusaha wanita, koperasi majelis taklim. Persyaratan tambahan berupa agunan, tergantung koperasi masing2. Di program tsb tidak diminta/ wajibkan. Pinjaman mikro di koperasi senilai Rp 5 juta atau kurang. Meski dianjurkan yang menjadi anggota koperasi adalah mereka yang tinggal di sekitar koperasi, namun mereka yang di luar wilayah tsb tidak dilarang menjadi anggota. Koperasi2 tsb ada yang memonitor ( memantau ) dari dinas kabupaten/ kota. Tertarik ?

Connector people bernama Ahmad, menjembatani UKM dengan bank.

UKM adalah pondasinya masyarakat kecil. Kepala BI Bandung, Yang Ahmad Rizal ( 57 ), persuasif menghimbau, mengundang para bankir agar membantu usaha kecil/ pengusaha UKM. Connecting people. Tugas pokok BI, 3 pilar : menetapkan kebijakan moneter, mengatur sistem pembayaran, mengatur dan mengawasi bank (  dengan instrumen pengatur kebijakan makro ). Belajar dari krisis tahun 1997, kasus BLBI, di mana banyak bank ditutup, membuat pengusaha Indonesia di sektor riil, cukup antisipatif. Punya sense of bisnis.  Profesional dan bisa bersaing. Dibentuk Pusat Pengembangan UKM ( P3UKM ), sesuai surat gubernur, yang bertugas mendampingi para UKM berhubungan dengan bank Jabar, bekerjasama dengan dinas teknis ( dinas peternakan, dll ). Join programme. Para lulusan Ikopin, sebenarnya, memiliki pengetahuan yang memadai untuk menjadi pendamping. Membantu UKM menjadi bankable ( memenuhi persyaratan perbankan ). 80 % penduduk Indonesia bisa masuk ke UKM, menjadi survival enterpreneur.

Ada 3 desa memproduksi tas bermerk berorientasi ekspor, namun baru satu yang berhubungan dengan bank. Setelah kolaborasi P3UKM dengan Kadin, para bankir pun berbondong-bondong datang ke desa. Yang menjadi perdebatan, adalah masalah jaminan. Lalu dibentuklan Lembaga Penjaminan Kredit Daerah. Badan Musyawarah Perbankan Daerah. Yang layak secara manajerial, karakter pemasaran dan pembiayaannya akan dibantu. Ketika usaha membesar, saatnya pengusaha UKM memerlukan bantuan profesional, agar tidak menerawang ( supaya tidak jadi ketawa sendiri ). Impian bisnis bisa dijabarkan dalam angka2. Terukur.

Ahmad merasa nyaman bekerja di Jabar, karena gubernur, kapolda dan pangdamnya enak diajak diskusi. Bos2 sukses, memulainya dari sales. Dinas UKM Sumedang, P3UKM di Bank Indonesia, Jl.Braga, Bandung, bulan Juli lalu, hadir di expo pembiayaan UKM. Bank2 yang memiliki sistem informasi debitur, pengajuan kredit bisa dalam 10-20 menit diputuskan. Bank2 tertentu yang online ( jaringannya terhubung antar kantor cabang ) dalam 10-30 menit bisa memutuskan kredit diterima atau tidak.

Orang membludak datang ke Bandung, tanpa diundang. Berbeda dengan Sumatera ( Utara ) yang harus mengadakan acara dulu, orang baru mau datang. Peluang emas ini, sayangnya, belum dimanfaatkan secara maksimal. Ada 300 jenis budaya di tanah pasundan ini yang belum optimal digarap. Untuk mengurangi kemacetan, wisatawan FO bisa dipecah dengan wisatawan kesenian. Kopo dengan Pasteur. Dibentuk lahan2 UKM di lokasi2 wisata. Di Situ Cileunca, Pangalengan, dsb. Dengan cara demikian, UKM jaket kulit di Garut seharga Rp 3 juta perbuah pun bisa diborong. Laris manis. Bagaimana UKM bisa menjelma menjadi bisnis beromzet milyaran, menjadi tantangan yang harus kita jawab bersama. Terbuka jalan, kini, desa menjadi makmur loh jinawi. Petani Indonesia akan sekaya petani Amerika atau Australia. Menjadi kaya, siapa takut ?

Iklan

Written by Savitri

8 Agustus 2010 pada 04:59

Ditulis dalam Ragam

Tagged with , ,

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. blog nya bagus mas, jangan lupa mampir ya di website saya.

    iman

    27 Agustus 2010 at 05:49

  2. Waah salut neh dengan program2nya semoga makin banyak orang yang sukses lagi, ditunggu kunjungan baliknya.

    gendisbanyumas

    18 Agustus 2010 at 01:41


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s