Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Ribuan fosil di Gua Pawon. Leluhur warga Kab.Bandung Barat, 10.000 tahun lalu..

with 2 comments

Manusia Pawon. Diakah leluhur orang Jawa Barat ? 10.000 tahun lalu, seperti apakah tatar Parahyangan ? Akankah Gua Pawon dan Karst Citatah dijadikan cagar alam warisan dunia oleh UNESCO seperti usulan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI ? Sejuta pertanyaan untukmu yang membisu di gua..

Kawasan Karst Citatah di Kabupaten Bandung Barat kembali menunjukkan kontribusinya sebagai aset keilmuan. Ekskavasi yang dilakukan Balai Arkeologi Bandung di Situs Gua Pawon membuahkan hasil. Ribuan keping fosil kembali ditemukan. Tentu fosil ini tidak sekadar tulang belulang biasa. Di tangan ahlinya, temuan tersebut menjadi data baru keberadaan manusia prasejarah. Analisisnya menjadi rujukan keilmuan, soal bagaimana nenek moyang manusia jaman dulu hidup di kawasan Gua Pawon. Seluruh keping fosil temuan terdiri berbagai jenis, seperti sisa makanan, batuan obsidian, alat batu pukul ( perkutor ) serta batu inti. Fosil diperkirakan berusia  9.500 tahun.

Terhitung sejak tahun 2003, telah 7 kali ekskavasi ( penggalian untuk penelitian ) di kawasan Situs Gua Pawon,  kata Lutfi Yondri, peneliti dari Balai Arkeologi Bandung. Sejak rentang waktu itu, berhasil direkonstruksi 6 kerangka manusia prasejarah, yang kemudian kerap disebut manusia Pawon. Rentang usia mereka 5.600-9.500 tahun, dengan jenis kelamin berbeda. Pada ekskavasi 2 pekan ( 20/8/2010 – 4/9/2010 ) kemarin, selain fosil, juga ditemukan perhiasan dari kulit kerang laut. Rujukan bahwa pada masa itu manusia Pawon sudah menjelajahi pantai. Migrasi manusia purba. Mungkin sampai pantai sekitar Subang, utara Jawa.

Fosil gigi gajah juga ditemukan pada penggalian kali ini. Dua kotak ekskavasi berukuran sekitar 1 x 1 meter. Tak jauh dari replika manusia purba yang dipajang di Gua Pawon. Masing2 kotak digali secara bertahap per 5 cm oleh warga setempat yang telah dibekali pengetahuan ekskavasi.”Agar jika ada pengunjung, mereka bisa menerangkan kembali,”ujar Lutfi. Gua pada zaman prasejarah berfungsi sebagai  tempat beraktivitas atau tempat penguburan kalangan tertentu yang terbilang istimewa. Posisi Gua Pawon yang tersembunyi di belakang ( penguburan ) dan sisa makanan serta perhiasan ( tempat beraktivitas ) menunjukkan Gua Pawon berfungsi keduanya. Multicomponent site.

Jika ekskavasi terus dilakukan, bisa jadi ditemukan kebudayaan yang lebih tua, zaman plaestosin akhir dengan usia lebih dari 10.000 tahun ( J.Pambudi/PR, 31/8/2010 ). Wow..

Iklan

Written by Savitri

21 September 2010 pada 18:01

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. @ Rahmanto :
    Setahu saya di Jl. Raya Cinunuk Km.17, Cileunyi, Jabar

    Savitri

    19 Januari 2011 at 06:07

  2. di mana alamat balai arkeologi bandung??

    rahmanto

    21 Desember 2010 at 05:09


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s