Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Bandung dan Beijing. SOR Gedebage dan PLTSa. Siapa suka ?

leave a comment »

Gambaran indah PLTSa Gedebage, akankah menjadi kenyataan ? Berharap 500 - 700 ton sampah Kota Bandung ( 2.000 -3.000 m3 perhari ) bisa disulap menjadi listrik sebesar 7 MW. Gas buang akan disemprot air agar dioksin tidak terbentuk lagi. Gas dari reaktor akan disembur karbon aktif agar dioksin terserap. Sisa gas buang akan dilepas ke udara melalui cerobong setinggi 70 cm. ( Seberapa pekat awan polutan akan bertambah di cekungan Bandung, jika dilihat dari atas, ya ). Lindi akan jadi urusan PDAM Kota Bandung. Bau diharapkan tersekap di bunker bertekanan negatif, lalu tersedot tungku pembakaran. Hmm.. Air dan pengendalian adalah masalah klasik di kota ini. Akankah kehadiran PLTSa, membuat masalah tsb mendadak lenyap ? Bim salabim. Warga Bandung, anda yang menentukan ..

Transportasi, energi, hutan, sampah dan limbah. 5 masalah yang diakrabi Kota Bandung. Anda masih betah ? Cuma di Bandung, kita bisa dengar pengamen mendendangkan lagu top forty, kesan turis domestik. Up to date. Mojang gareulis and modis. Wisata modern dan wisata pegunungan dalam sekali kayuh. Ada wisata kuliner, wisata belanja ( fashion, FO, distro ), wisata budaya ( seni tradisi ), wisata alam, wisata sejarah ( bangunan kuno, situs/ artefak  ), sampai wisata jurig/ malam. Tinggal nyebut.

Demo mahasiswa Indonesia pertama kali terjadi di Bandung. Ada 4 perguruan tinggi negeri di kota ini ; ITB, Unpad, UPI, Unwim. Plus sederet perguruan tinggi swasta ternama, hingga ke Asia Tenggara. Semua berjubel di kota seluas 17 ribu hektar saja. Kediaman bagi  2,5 juta warga ibukota provinsi Jawa Barat  yang berpopulasi 42 juta jiwa. Kota ( relatif ) kecil bagi provinsi terbesar penduduknya di Indonesia.

Warga mana yang berani membakar kotanya sendiri, selain warga Bandung ? ( Ingat lagu “Halo-halo Bandung” dan peristiwa Bandung Lautan Api. Nehi untuk penjajah ). Bandung memang kecil2 cabe rawit.

China menutup PLTSa. Bandung membukanya ..

Back to 2010. Bagaimana peristiwa bakar membakar itu terjadi lagi. Tapi setting-nya di kawasan Gedebage ( seingat saya waktu heboh dulu di kompleks perumahan GCA. Otto Soemarwoto, pakar lingkungan ( guru besar Unpad ), wafat tak lama setelah ikut membela demonstran yang menolak pembangunan PLTSa di dekat tempat tinggal mereka. Akankan 1800 ton sampah Bandung bisa teratasi oleh kehadiran PLTSa di sana ? Atau malah timbul masalah baru ?

Di China, 21 Oktober 2009 ( beritanya baru terendus 29 Oktober 2009, karena kebijakan negeri Tirai Bambu yang relatif ketat dalam kebebasan informasi untuk warganya. Ingat Google terpaksa hengkang dari China karena hal semacam ini ). Namun, dalam soal PLTSa, pemerintah China masih sayang pada rakyatnya. Ribuan penduduk di sebuah provinsi yang berdemo menolak PLTSa penebar bau dan kanker ( asap dioksin ), akhirnya bisa bernafas lega. Pemerintah memilih warga daripada investor.  PLTSa pun ditutup pemerintah Cina. Kalau begini, rakyat pun jadi sayang dengan pemerintahnya.

( apalagi ketika pemerintah/ menlu China bersuara keras pada Jepang agar membebaskan kapten kapalnya yang ditahan karena melewati kawasan yang dipersengketakan. With all cost. Dalam soal satu ini, warga China patut berbangga. Setelah kejadian penangkapan pegawai DKP Indonesia oleh polisi laut Malaysia, melihat sikap tidak tegas pemerintah sendiri, saya jadi bisa mengerti sikap keras pemerintah Cina. Meski tidak semua tindakan mereka berkenan, seperti sikap mereka pada muslim Uighur. Tapi berhubung saya tidak dalam kapasitas bisa mempengaruhi kebijakan politis mereka, let’s back to business, shall we ? Pembakaran sampah untuk memproduksi listrik. Is it real ? ).

Ingin kaya dan sehat ? Belajarlah sampai ke negeri China ..

Bersepeda, cara terbaik mengunjungi Forbidden City, Beijing, kata mereka. Bandung akan diarahkan menjadi kota sepeda. Letaknya di cekungan, membuat polutan, gas buang, sulit pergi dari langit Bandung. Turis dan warga Bandung menjadi lebih sehat dan prima jika bersepeda. Bike Bandung. Tapi, dioksin, bau .. ?

Di Hongkong, surga bagi TKW kita, sampah tidak dipilah antara organik dan non organik seperti di kita. Manajemen sampah dipegang swasta dengan menerapkan sistim landfill dan kompostik. Belajarlah ke Hongkong ( pelajari juga sistim transportasi dan pengelolaan obyek wisatanya. DPRD Kota Bandung sedang studi banding di sana ).

Beijing, kota dengan polusi terburuk di dunia. Disumbang pesatnya pembangunan dan dahsyatnya industri di sana menggerakkan roda perekonomian negara. Cina menjadi negeri kaya, perlahan menggeser hegemoni Amerika dan Jepang. Kiranya, predikat apa yang disandang Bandung ketika PLTSa bagai kafilah berlalu. Jalan terus, meski protes dan demo menghadangnya. Bandung nyaris menjadi kota sampah ketika TPA Leuwigajah amblas menebar pilu. Bandung yang ingin menyandang pula kota sepeda ( seperti Beijing ) akankah menyamai ibukota China itu dalam hal kekayaan dan polusinya ? ( ingin kaya atau sehat ? mau jadi orang kaya yang sakit-sakitan ? ) Tanyakan pada rumput yang bergoyang ..

1800 ton sampah Bandung perhari. Lelang PLTSa digelar November 2010.  Anyone .. ?

Air dan pengawasan/ pengendalian menjadi titik lemahnya. Beware ..

Lelang mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah ( PLTSa ) Kota Bandung akan digelar pada November mendatang. Pemkot Bandung mengandalkan pinjaman dari Pusat Investasi Pemerintah ( PIP ) untuk membiayainya. Pada Rabu ( 29/9/2010 ) pagi, Sekda Pemkot Bandug, Edi Siswadi, melakukan presentasi perkembangan proyek tersebut di Auditorium Rosada. Ia menjelaskan, beberapa persiapan tender belum selesai. Salah satunya, laporan kelayakan investasi PT.BRIL, yang paling lambat harus diserahkan pada 8 Oktober 2010. Dari total 20 hektar, masih tersisa 7 hektar yang belum dibebaskan. Revisi RTRW untuk payung hukum harus diselesaikan akhir bulan ini, lalu kita bisa ekspos ke DPRD untuk minta dukungan anggaran lewat Perda tentang Multi Years Proyek PLTSa.

Selain PT.BRIL, ada 5 perusahaan lain yang berminat menjadi investor PLTSa. Hampir seluruhnya menawarkan teknologi incinerator atau gasifikasi, atau perpaduan keduanya dalam mengelola sampah di PLTSa nanti. Namun, tidak menutup kemungkinan bagi perusahaan lain untuk ambil bagian dalam lelang tersebut. Dada Rosada, walikota Bandung, menjelaskan, PLTSa rencananya akan selesai dibangun pada akhir 2012 dan dapat langsung beroperasi. Pada nilai investasi awal, kapasitas PLTSa diperkirakan hanya mencapai 500 ton sampah perhari. Padahal produksi sampah Kota Bandung mencapai 1.500-1.800 ton perhari. Oleh karena itu, Dada berharap kapasitas PLTSa akan terus ditingkatkan sampai maksimal, 770-1000 ton sampah perhari. Sisanya, akan dikelola lewat 3R ( reduce, reuse, recycle ), serta pengelolaan sampah lain. ( PR, 30/9/2010 )

SOR Gedebage terbengkalai ? Kami masih bekerja, kok ..

Gambaran Stadion Olah Raga ( SOR ) Gedebage. Dianggarkan Rp 350 miliar dari APBD pemkot Bandung dan pemprov Jabar. Pertumbuhan mulai disebar. Salah satunya ke arah timur, sehingga kepadatan tidak menumpuk di pusat kota, atau kawasan2 yang sudah mapan, seperti Jl.Dago dan Jl.Riau. Di Ujungberung akan dibangun pusat kesenian, kata pak Ayi. Wisata kuliner dan wisata belanja sebagai penarik pengunjung, sebaiknya dibangun di kawasan yang belum berkembang. Tentu dilengkapi fasilitas parkir yang luas, dan promosi yang gencar, sehingga masyarakat dan pengusaha merasa beruntung menyambutnya. Gayung bersambut, deh..

DPRD dan Pemkot Bandung akan melanjutkan pembangunan Stadion Olah Raga ( SOR ) Gedebage. DPRD bahkan mempertanyakan wacana pengambilalihan proyek tersebut. DPRD Kota Bandung akan menghadiri undangan Komisi A DPRD Provinsi Jabar untuk berdialog terkait keluhan masyarakat mengenai pembangunan SOR Gedebage. Pembangunan SOR Gedebage itu berasal dari sharing dana APBD Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar ( yang berasal dari usulan DPRD Jabar ). Jadi, sebagai pemberi bantuan, berhak menanyakan ke mana dana itu digunakan, kata Asep Dedi Ruyadi, wakil ketua DPRD Kota Bandung. Tapi, Dedi tidak setuju dengan pengambilalihan kewenangan pembangunan SOR Gedebage, karena berada di wilayah Kota Bandung.

Dada Rosada membantah pengerjaan proyek pembangunan Stadion Utama Sepak bola ( SUS ) Gedebage terbengkalai. Proyek tersebut masih berjalan sesuai jadwal. Kini, dalam tahap pembangunan struktur bawah atau pondasi. Pekerjaan tahap ini memerlukan waktu cukup banyak, karena karakter tanah Gedebage yang labil. Ide pembangunan SUS Gedebage berasal dari pemkot Bandung, sehingga ia tak mungkin mengabaikan proyek senilai ratusan milyar tersebut. Mungkin karena masih ada pro dan kontra, terutama dari warga yang belum mendapat pekerjaan di proyek. Silakan cek ke lokasi. Kami masih bekerja, kok, tutur Dada.

Pejabat pelaksana teknis kegiatan ( PPTK ) pembangunan SUS Gedebage R. Yayat A. Sudrajat, mengakui bahwa pada H-7 sampai H+7 lebaran terjadi penghentian pengiriman material bangunan menggunakan alat berat, karena ada surat permohonan dari PT. Jasa Marga ( kendaraan pengangkut material yang melalui jalan tol dihentikan selama 15 hari ). Sebelumnya, sejumlah warga mengeluhkan pembangunan SOR Gedebage yang terbengkalai. Mereka mendesak Pemprov Jabar agar mengambil alih pembangunan yang ditangani pemkot Bandung. Menanggapi hal ini, Komisi A DPRD Jabar menyatakan akan menindaklanjuti.

“Kami akan memanggil walikota Bandung serta sejumlah pihak, seperti Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung, mengapa pembangunan terbengkalai sejak diluncurkan 2 tahun lalu”, ujar Gantira Kusumah, anggota DPRD Jabar. ( PR, 30/9/2010 )

Iklan

Written by Savitri

30 September 2010 pada 06:28

Ditulis dalam Ragam

Tagged with , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s