Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Bandung, kota ke-4 ternyaman. Bakal punya 4 pusat kota ?

with one comment

Indeks Kenyamanan Kota Bandung rangking 4, euy. Naik kelas nih, dari kota berpenataan kota terburuk tahun lalu oleh survei lainnya. Lumayan. Ada 12 kota yang disurvei Ikatan Ahli Perencana ( IAP ) dalam Indonesia Most Liveable City Index 2009. ( tahun 2010, yang disurvei 22 kota ).

supratman

Trotoar Jalan Supratman, Bandung. Saat pejalan kaki dimanusiakan. Diteduhi pepohonan rindang. Disediakan tempat jalan representatif, tanpa harus berebut dengan kendaraan bermotor yang membahayakan nyawanya. Seperti Jalan Dago dan Jalan Riau, hunian peninggalan kolonial Belanda ini, satu persatu bersalin rupa menjadi bangunan komersial. Apotek, toko buku, hotel, restoran, supermarket, dll. Akankan pejalan kaki kehilangan kenyamanan menyusuri jalanan Kota Bandung ? Lagi ? Apa kata mereka di Indonesia Most Liveable City Index 2010 ?

Sayangnya, Bandung belum termasuk 10 kota kunjungan ( Yogya termasuk ).

Indeks persepsi kenyamanan selengkapnya : Yogyakarta ( 65,34 ), Manado ( 59,9 ), Makasar ( 56,52 ), Bandung ( 56,37 ), Jayapura ( 53,13 ), Surabaya ( 53,13 ). Banjarmasin ( 52,61 ), Semarang ( 52,52 ), Medan ( 52,28 ), Palangkaraya ( 52,04 ), Jakarta ( 51,9 ), dan Pontianak ( 43,65 ). Rata2 indeks 12 kota tsb hanya 54,17 dari nilai tertinggi 100 ( sangat nyaman ). Nilai 54,17 berada di antara nyaman dan tidak nyaman.

Cimahi yang pelayanan publiknya dipuji, belum disurvei, kata Sekjen IAP, Bernadus Djonoputro. Sementara ini, yang disurvei ibukota provinsi. Survei diambil dari pendapat 1200 responden tentang 26 aspek di kotanya masing2, seperti kualitas penataan ruang, jumlah ruang terbuka, kualitas angkutan umum, perlindungan bangunan sejarah, kebersihan, pencemaran, kondisi jalan, fasilitas pejalan kaki, kesehatan, pendidikan, air bersih, jaringan telekomunikasi, pelayanan publik, hubungan antar penduduk, listrik, dan fasilitas rekreasi dll. Aspek yang warga nilai paling rendah ( 3 % ) adalah penataan kota ( keteraturan, visual, desain, chaos yang mereka rasakan ketika berjalan menyusuri jalanan Bandung, dll ). Kebalikan dengan warga Yogya yang merasa sangat puas dengan penataan kotanya.

Mengenai hal ini, Denny Zulkaidi, pakar tata kota ITB yang merasa terkena getah atas rapor Kota Bandung ini mengatakan, indeks tsb baru snapshot persepsi warga atas kotanya sendiri. Penilaian internal. Tidak komparable dengan kota lainnya. Warga Bandung kan tidak ditanya bagaimana kesannya terhadap kota Yogyakarta ? Belum tentu ia lebih betah tinggal di luar kotanya sendiri. Dalam 3 tahun sisa masa jabatan walikota, bisa dibuat rencana penataan kota yang lebih baik, sesuai RTRW UU terbaru ( no. 26 tahun 2007 ), harap Deni. Soal detail penataan serahkan ke ahlinya, pemkot bisa lebih fokus soal kesra ( kesejahteraan warga ). Bagian yang masih diminati swasta serahkan ke swasta. Pemkot tinggal mengawasi dan mengendalikan, sesuai aturan yang ada. Bagian yang tidak diminati swasta, seperti drainase, silakan pemkot mengurusinya.

Kayaknya yang disurvei itu bukan warga Cicadas, Andir, Cicaheum, Sukajadi, Kiaracondong dan Leuwipanjang, ya, kata warga Bandung yang sangsi dengan indeks tsb. Senyum dikulum mendengar celoteh mereka. Saya juga pernah disalahkan atas kesemrawutan kota ini oleh dokter poliklinik yang akan memeriksa tekanan darah saya. Saya sedang panas dingin, meriang berat, disuruh berpikir penyebab chaos dan solusi atas berbagai masalah kompleks yang membelit kota berpenduduk 2,5 juta jiwa ini. ( ini poliklinik apa nggak salah naruh orang di sini. Bukan staf cleaning service yang kejebak macet waktu berangkat kerja kan ?  ). Saya bisa merasakan kegeraman pakar tata kota itu.

Pakar jelaskan lebih mudah. Pejabat pahami lebih baik.

Ada rentang lebar antara hasil penelitian dan kebijakan publik. Antara ilmuwan dan pejabat kota. Bahasa akademis dengan bahasa populer. Hasil penelitian ilmiah atau pendapat para pakar mesti ( mudah ) dimengerti, dipahami, sebelum bisa menjadi kebijakan manajer kota dan dilaksanakan aparat di bawahnya. Kata Albert Einstein, sebuah teori baru benar2 bagus bila mudah dipahami oleh anak kecil sekalipun. Saya baca diktat dan tulisan beberapa dosen sungguh mengerutkan kening. Susunan kalimatnya saja terkadang sudah sulit dicerna. Pengalaman saya, selama 9 tahun mencoba menerangkan sesuatu pada orang di atas 50 tahun. Beliau tak betul2 paham apa yang saya maksudkan. Seperti sel otaknya mengeras untuk menerima hal baru. Ia kembali ke pola2 lama yang dipelajarinya dulu ( satu2nya yang beliau ketahui ).

Sungguh lebar kesenjangan yang terjadi, anda mengerti kini. Keterampilan pakar menerangkan dan kemampuan pejabat publik menangkap maksud pakar, harus sama2 ditingkatkan. Sehingga keduanya bisa bertemu di satu titik. Sepaham dan sepakat. Kehadiran blog ini, salah satunya dimaksudkan untuk menghimpun noktah demi noktah pengertian di otak para pembaca, termasuk para pemangku kota. Sehingga ketika sebuah gebrakan atau kebijakan diluncurkan, warga kota tidak sampai terkaget-kaget dibuatnya. Mudah dipahami dan dilaksanakan. ( Is it useful, people ? ).

Denny lalu membicarakan soal kans Bandung menjadi kota utama di Indonesia. Warganya pinter2 ( hasil UAN Kota Bandung tertinggi, ya ?  lebih 20 % APBD yang digelontorkan untuk pendidikan. APBD 2,2 triliun. Anggaran pendidikan 1 triliun ). Kota2 di Indonesia yang berpenduduk lebih dari 1 juta jiwa juga berpeluang jadi kota2 ( kelas ) dunia. Lebih 12 kota metropolitan. Mestinya, bisa bersaing sebagai kota2 terbaik di Asia. Indeks2 dunia memperingkat kota menurut apa yang ditawarkan, dan apa yang nyaman di kota tsb. Kota Bandung pada tahun 2030 diperkirakan berpenduduk 4 juta jiwa. Standarnya :  setiap 1 juta penduduk ada 1 pusat kota ( pusat bisnis hingga ke pelayanan publik ). Jika Bandung jadi 4 juta jiwa, berarti Bandung mesti punya 4 pusat kota. Warga bisa memenuhi kebutuhan hidupnya di sana, tanpa harus keluar.

Hilir mudik dari pusat kota ( Alun-alun ) ke rumah mereka di pinggiran kota, yang menyebabkan kemacetan parah sekarang ini. Baru membangun pusat kota ke-2 di Gedebage setelah penduduk 2,5 juta jiwa. ( telat yang memacetkan ). Pakar tata kota sudah memberitahu soal pusat kota ekstra ini jauh2 hari. Visinya, 4 pusat kota. Namun, dipotong pemkot menjadi 2 saja. Kuatir disalahkan jika menyatakan yang ideal tapi tak bisa mencapai. Dalam pandangan sang pakar, pemkot melaksanakan apa yang bisa mereka kerjakan ( saja ). Kesenjangan lagi, atau kendala anggaran ?

Jangan bangun mall di jalan kecil.

Masalah enforcement ( penegakan hukum ) yang kurang di Bandung ini. Melanggar perda seharusnya bisa dipidana. Investor mengancam akan menarik modalnya ke daerah lain jika tak diberi izin berusaha di kawasan anu. Semisal, Dago yang sudah macet ( social cost, masyarakat menanggung biayanya ). Anda bayangkan pusat elektronik dan mall di depan jalan kecil ( Jl.Purnawarman dan Jl.Taman Sari, Bandung ) yang sebelumnya sudah macet. Jalan kecil tak bisa menampung mall seluas 20.000 – 30.000 m2. Parkir luas tapi jalan tak sesuai kapasitasnya, macetlah yang didapat. 350.000 barel BBM yang tiap hari kita impor, terbakar sia2 di kemacetan semacam ini. Tata Ruang dilanggar, memakan banyak korban dan kerugian. ( kedatangan investor bisa menyedot duit warga kota dan pemerintah,  kalau tak tegas dikendalikan. Mereka cenderung tak pusing, toh untung buat dia. Bagian pemerintah, tho, yang mikir nasib warga, celoteh sebagian mereka. Komen sebangsa mereka di blog ini, biasanya menghuni tong sampah ).

Berikut standar pertokoan, mall dan hypermarket. Sekiranya, bisa membuat kita lebih antisipasif terhadap kehadiran mall baru ( yang membuat kita berat di ongkos, beresiko ISPA dan pendek umur ).

Standar pertokoan : 4 parkir mobil untuk 100 m2 luas lantai.

Pertokoan biasanya diletakkan di posisi strategis. Pusat keramaian yang mudah dicapai kendaraan pribadi dan angkutan umum. Standarnya ( di Inggris ) 3,5 – 5,25 tempat parkir untuk tiap 100 m2 luas lantai retail ( 3-4 hari perputaran ). Di AS, maksimal 150 kendaraan per 0,405 hektar. Jalan masuk pejalan kaki, kendaraan pribadi dan mobil barang sebaiknya terpisah. Akses masuk  pusat perbelanjaan sebaiknya dibatasi untuk pejalan kaki saja. Ada jalan pintas terlindung sinar matahari dan hujan yang menghubungkan tempat parkir dan pertokoan. Perhentian bis kota atau stasiun kereta api bawah tanah sebaiknya dibangun dekat pusat pertokoan dan punya jalan penghubung langsung. Jarak maksimum antara tempat parkir, perhentian bis kota, stasiun KA dengan pertokoan sekitar 201 meter ( sebaiknya terletak pada sistem jaringan jalan pembagi ). Toko2 kecil biasanya bergabung dalam pusat perbelanjaan tertentu.

Lokasi pertokoan disesuaikan dengan jenis dagangan. Satuan pertokoan besar ditempatkan di lokasi yang diperkirakan banyak dilalui pembeli ; daerah perdagangan, mudah terlihat dari berbagai sudut. Pusat perbelanjaan tertentu, pertokoan dengan bermacam-macam barang dan pasar pusat menjadi magnet bagi toko2 kecil ( berdagang dalam satuan2 kecil ). Toko2 di sudut persimpangan 30 % lebih menguntungkan daripada toko2 berderet. Bagian depan toko, papan reklame toko, berbentuk komponen2 yang padu. Alat2 pelindung cuaca dibuat sebaik mungkin, untuk menarik pengunjung.

Standar Hypermarket : 50.000 m2 untuk 80.000 penduduk

Diartikan :  bangsal penjualan barang seluas 10.000 s.d 50.000 m2 atau pedagang besar di bawah satu atap, menjual barang sebanyak mungkin secara swalayan, dengan nyaman dan murah. Pengiriman barang dilakukan langsung dari pabrik ke lokasi pergudangan yang luas. Terletak di pinggir kota, kota2 besar , pusat wilayah tertentu dan di pola jaringan jalan wilayah tsb. Melayani minimal 80.000 penduduk. Sekitar 25 menit perjalanan dengan mobil dari kota, 10 – 15 menit dari pusat wilayah. Tempat parkir pengunjung diperhitungkan sebanyak 5,25 kendaraan per 100 m2 luas hypermarket ( rata2 lama belanja 1 jam ). Terpisah dengan tempat parkir untuk kendaraan pelayanan/ utilitas dan kendaraan pengumpul sampah.

Hypermarket satu lantai di Inggris tidak diberlakukan kompartimen anti api, tapi pintu2 darurat harus tetap disediakan. Untuk lantai 2 ditambah dengan sprinkler ( alat penyembur air ). Tahun 1970, di Eropa dan AS, pusat pertokoan besar cenderung dibangun di pusat kota. Tingginya harga tanah dan nilai sewa menyebabkan kompleks tsb digunakan juga ( beralih fungsi ) untuk perkantoran dan. Pola lalu lintas yang memaksimalkan peragaan toko eceran dan koridor ke unit2 pengecer menyebabkan sewa toko mahal ( contoh Ratu Plaza ). ( sumber : Neufert )

Indomie vs pemerintah Taiwan. POM vs Lembaga Konsumen. Posisi anda ?

Nipagin. Itulah yang mereka ributkan. Ada di kecap dalam kemasan mi instan Indomie, kata POM-nya Taiwan. Ambang batasnya 1000 mg per 1 kg makanan yang dikonsumsi. Di mi instan tsb, kadarnya 250 mg. Setiap negara punya batas ambang sendiri2. Diduga ada pengekspor mi yang membeli dan mengirimnya ke Taiwan tergiur oleh selisih harga, tanpa memperhatikan batas ambang yang diijinkan masuk ke Taiwan. Jika pihak produsen sendiri yang mengekspor maka kualitas dan standar masuk lebih diperhatikan. CEO produsen mi ini pernah mengatakan, produk mereka aman dikonsumsi 1 bungkus tiap hari sepanjang tahun. Asal dibarengi makan serat ( sayuran ) dan makanan lain yang bervariasi. Mi produk mereka, hasil penggorengan, tidak menggunakan pengawet. Kenapa kalau krupuk tidak dipermasalahkan ? ujarnya setengah protes. Pihak Badan POM ( Pengawasan Obat dan Makanan )  membuat rilis tentang produk tsb di website-nya agar masyarakat tidak panik dengan isu mi instan kali ini. ( diduga persaingan dagang ).

Badan POM, apakah itu ?

Berdasarkan Keputusan Presiden No. 166 tahun 2000, Badan Pengawas Obat dan Makanan ( Badan POM ) ditetapkan sebagai Lembaga Pemerintah Non Departemen ( LPND ) yang bertanggung jawab kepada Presiden dan dikoordinasikan dengan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial. Sekretariat Utama melaksanakan koordinasi perencanaan strategis dan organisasi, pengembangan pegawai, pengelolaan keuangan, bantuan hukum dan legislasi, hubungan masyarakat dan kerjasama internasional, serta akses masyarakat terhadap Badan POM melalui Unit Layanan Pengaduan Konsumen yang menerima dan menindaklanjuti berbagai pengaduan dari masyarakat di bidang obat dan makanan. Disamping itu dilakukan pembinaan administratif beberapa Pusat yang ada di lingkungan Badan POM dan unit-unit pelaksana teknis yang tersebar di seluruh Indonesia..

Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan NAPZA melaksanakan penilaian dan evaluasi khasiat, keamanan dan mutu obat, produk biologi dan alat kesehatan sebelum beredar di Indonesia dan juga produk uji klinik. Selanjutnya melakukan pengawasan peredaran produk terapetik, narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya. Disamping itu melakukan sertifikasi produk terapetik, inspeksi penerapan Cara Pembuatan Obat yang Baik dan inspeksi penerapan Cara Pembuatan Obat yang Baik, inspeksi sarana produksi dan distribusi, sampling, penarikan produk, public warning sampai pro justicia. Didukung oleh antara lain Komite Nasional Penilai Obat Jadi, Komite Nasional Penilai Alat Kesehatan dan Tim Penilai Periklanan Obat Bebas, Obat Bebas Terbatas, Obat Tradisional dan Suplemen Makanan.

Sistem pengawasan oleh pemerintah melalui pengaturan dan standardisasi ; penilaian keamanan, khasiat dan mutu produk sebelum diijinkan beredar di Indonesia; inspeksi, pengambilan sampel dan pengujian laboratorium produk yang beredar serta peringatan kepada publik yang didukung penegakan hukum. Untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat konsumen terhadap mutu, khasiat dan keamanan produk maka pemerintah juga melaksanakan kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi.

Klik selengkapnya di http://www.pom.go.id/

Lain POM, lain lembaga konsumen. Drs. Firman Turmantara Endipraja, S.H., M.Hm, ketua Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia ( HLKI ) Jabar, Banten, dan DKI, menyarankan pemerintah menarik dulu merk mi instan ini, sambil menunggu hasil uji laboratorium tentang kandungan sebenarnya yang ada di mi tsb. Masyarakat jangan mengkonsumsi dulu, sampai ada kepastian mengenai keamanan produk tsb. Mereka menyarankan, masyarakat makan bahan alami dulu. Bahan tahan lama biasanya menggunakan pengawet, yang kita tidak tahu tingkat keamanannya.

Seingat saya ada kasus di Singapura, seorang gadis tewas karena keranjingan menyantap mi instan tiap hari. Ada kasus konsumen pusing2, mual, usus lengket sehingga harus dipotong, dsb. Sesuatu yang berlebihan tidak baik. Makan nasi sebakul  juga bisa sakit. Kebanyakan nasi, diabetes, seloroh teman. Seorang pengamat mengatakan, selama ini kita masih uji pustaka, belum uji lab untuk produk makanan. Ia geli melihat menkes menjelaskan soal kandungan mi tsb.  Anda bingung siapa yang benar ? Himpun informasi dan putuskan yang terbaik untuk anda dan keluarga. Salah satunya di website Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia.

Klik  di http://www.ylki.or.id/

Balkot Festival 200 :  marching, jalan, kendaraan hias, rekor Muri, dll. 15  – 16 Oktober 2010

Logo 200 tahun Kota Bandung. ( Nama ) Bandung lahir 25 September 1810. Serangkaian acara meriah digelar untuk memperingatinya. Jumat -Sabtu ini ( 15-16 Okt ) warga Bandung merelakan diri bermacet ria demi menyukseskan “Balkot Festival 200”. Balai Kota, pusat pemerintahan Kota Bandung, kantor pak Dada dan pak Ayi, menjadi primadona. Selama ini, Gedung Sate ( Jl.Diponegoro 22, Bandung. Dibangun tahun 1920, arsitek J.Gerber ), pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, yang lebih dikenal sebagai ikon Kota Bandung. ( tapi HUT Provinsi Jawa Barat malah belum ada, ya. Satu2-nya provinsi di Indonesia yang belum pernah ulang tahun. Diusulkan tanggal 19 Agustus 1945, sesuai dokumen PPKI, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Setuju ? ). Mari kita kenal lebih dekat biangnya Kota Bandung : Balai Kota ( Jl.Aceh no.1. Bandung. Dibangun tahun 1929, arsitek E.H. de Roo ). Kapan lagi kita bisa ngabotram di kantornya pak walikota ?

Masih soal makanan. Anda ingin makan gratis ? ( hari gini ditawari makan gratis, mau dong.. ). Ya, 200 tahun sekali, anda dipersilakan makan gratisan di Balai Kota, besok, Jumat ( 15/10/2010 ). Ada acara “Balkot Festival 200” di kantor walikota Bandung, jam 8.00 – 20.00 untuk memperingati 200 tahun ulang tahun Kota Bandung. Pagi botram, malam nonton marching band. Jalur atraksi sampai Ujung Berung. Sabtunya, ada pawai kendaraan hias yang diikuti 1000 kendaraan dan gerak jalan yang diikuti 2000 peserta. Anda yang ingin menyambut atau menghindari kemacetan dipersilakan mempelajari rute arak-arakan meriah ini. Yang pasti, jangan parkir dekat Balai Kota. Nebeng-lah dengan teman agar tidak terjebak kemacetan ( atau menyesaki kota, anda bayangkan panjang parade lebih dari 2,5 km, sementara ruas jalan Bandung, pendek2, bisa2  masuk Muri juga. Rekor macet terlama ). Panitia berharap Balkot Festival 2010 dapat menyedot 50.000 pengunjung.

Yang dikontes Muri adalah makanan khas Bandung, seingat saya. Pemkot Bandung mengupayakan Bandung menjadi Kota Jasa Bermartabat, dengan 7 program prioritas, yaitu : pendidikan, kesehatan, kemakmuran ( ekonomi kerakyatan ), lingkungan hidup, seni budaya, olahraga dan agama. Seluruh biaya perhelatan meriah “Balkot Festival 200”  ditanggung swadaya oleh masyarakat dan swasta. Pemkot hanya mengarahkan dan memfasilitasi. Lebih meriah lagi jika warga mau menonton di pinggir jalur yang dilalui arak-arakan karnaval. Kita lihat antusiasme mereka di kamera para jurnalis besok, ya. ( Warga Bandung fotogenic ? Let’s see ) Lagi ultah nih kita. Don’t miss it, people.

Klik info di http://www.pikiran-rakyat.com/node/124613

Tragedi Wasior, Papua Barat, UU no.24 tahun 2007 & muatan lokal mitigasi.

Banjir bandang yang menghempas Kota Wasior hingga luluh lantak. 80 % hancur. Rencana Detail Tata Ruang mesti berbasis mitigasi bencana. Aturan zonasi di dalamnya menjadi dasar untuk memberi izin membangun dan menertibkan bangunan yang melanggar Tata Ruang. Kenali daerah anda. Minimalisir kehancurannya.

Tragedi banjir bandang di Wasior, Papua Barat ( 4/10/2010 ) yang menelan banyak korban ( lebih 144 orang tewas, 188 orang luka berat, 123 orang hilang, 4000 orang mengungsi ), saya menyatakan turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga korban dan keluarganya tabah melalui cobaan ini. Semoga peristiwa ini bisa menjadi momen rekonsiliasi kita untuk menyatukan satu negeri : satu bangsa, satu tanah air. Seperti tsunami Aceh. Blessing in disquise. Para pahlawan kemanusiaan saat ini sedang bekerja di sana. Harap bersabar ( bantuan menumpuk di Manokwari dan Nabire, karena sulitnya medan ke lokasi bencana/ pengungsi ). Kita bantu semuanya dengan doa, dana, pikiran dan tenaga, agar kejadian ini bisa sama2 kita lalui dengan baik. Amin.

Sebagian menduga Tragedi Wasior disebabkan pembalakan liar. Saya lihat di teve, 2 artis mengaku mendengar suara penebangan pohon ketika berada di sekitar kawasan itu. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan pihaknya sudah tidak mengeluarkan izin HPH baru, dan tidak memperpanjang HPH yang sudah habis. Surono, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG ), kemarin ( Trijaya, 13/10/2010 ) mengatakan, tipisnya tanah di gunung dekat Kota Wasior menyebabkan pohon2 besar tak mampu menancapkan akar tunjangnya hingga jauh ke bawah, alias tak bisa menembus gunung batu cadas. Proses sirkulasi angin laut terjebak di Teluk Wondama. Lemahnya pergerakan angin menyebabkan hujan terkonsentrasi penuh di teluk, sehingga intensitas hujan di sekitar pegunungan semakin tinggi. Plus pohon2 yang bertumbangan terhempas air bah, memenuhi sungai Sanduai, sungai Anggris, dan sungai Manggurai. Mengurangi daya dukung bendungan alam ini terhadap curah hujan tinggi saat cuaca ekstrim akibat La Nina (  uap air yang membawa hujan di samudera Pasifik bertiup ke Indonesia terus menerus hingga Februari 2011, lalu muncul prediksi Jakarta tenggelam lebih cepat dari 2015, lalu muncul Program Satu Hari Tanpa Nasi untuk menjaga ketahanan pangan kita, karena pertanian terganggu oleh iklim tak karuan ini akibat pemanasan global. Manusia tak menjaga alam ( tak mengurangi emisi karbonnya ), alam pun membalasnya.

Bertambahnya penduduk dan meningkatnya kepentingan ekonomi membuat sebagian penduduk terdesak masuk ke daerah2 rawan bencana. Kawasan Wasior tergolong beresiko menengah dan ( kebanyakan ) tinggi akan gerakan tanah. Pegunungan curam, batu split, tak memungkinkan untuk pertanian maupun pertambangan. Longsor mengintip. Termasuk longsoran lama yang bisa aktif kembali oleh hujan ekstrim dan gempa. Pusat vulkanologi sebenarnya sudah mempunyai data pemetaan kawasan rawan bencana secara makro. Di data detail kawasan Gunung Merapi terlihat anak panah ke mana penduduk Merapi harus mengevakuasi diri, jalur evakuasi, tempat evakuasi yang aman, posisi puskesmas terdekat, dsb. Ingin tahu daerah anda termasuk rawan bencana ?  Klik di http://www.vsi.esdm.go.id

Transfer ilmu antara penduduk Merapi dan Sinabung. Bye, bye wedhus ..

Melihat wedhus gembel ( awan menyerupai kambing kucel, dengan panas 800 derajat celcius dan kecepatan 300 km/ jam ), penduduk Merapi sudah terlatih untuk mengevakuasi diri. Berbeda dengan penduduk Gunung Sinabung, Karo, Sumatera Utara, yang langsung panik melihat si gunung lagi ‘batuk’ kecil. Mengungsi sampai 30.000 orang. Setelah diajari penduduk Merapi, pengungsi Sinabung menurun menjadi 23.000 orang. ( sesama warga gunung ternyata ada transfer knowledge juga, ya ). Di luar negeri, Jepang misalnya, sejak TK sudah diajari cara evakuasi jika terjadi bencana. Berdampingan damai dengan alam. Seharusnya, tiap daerah punya muatan lokal untuk memahami potensi positif dan negatif daerahnya masing2. Tanah subur dekat pegunungan, mestinya membuat warga berpikir, dari mana kesuburan itu berasal ( tidak hanya mengira  diri mereka diberkahi, tapi juga mengantisipasi ; kalau subur karena tanah vulkanis, berarti dulu ada erupsi/ letusan yang mungkin bisa terulang lagi di masa mereka. Berkah dan musibah bagai 2 sisi dari koin yang sama. Kita harus pandai mensyukuri sekaligus berhati-hati terhadapnya.

Orang kita memang suka tinggal di dekat sungai, meski sudah ada teknologi untuk memindahkan air hingga bisa dikonsumsi di tempat yang lebih aman. Merasa nikmat hidup mendekati air. Setelah banjir bandang mereka baru ngeh dan mau pindah ( betapa banyak bedeng2 kumuh di pinggiran sungai yang tinggal menunggu waktu, relawan kemanusiaan siapkan stamina kalian ). Peran pemerintah daerah adalah mencegah orang2 masuk ke daerah rawan bencana. Diisolasi dari aktivitas manusia. Membuat Rencana Detail Tata Ruang berbasis mitigasi bencana.

Mitigasi adalah serangkai upaya untuk mengurangi resiko bencana. UU no.24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana menjadi acuannya. Setiap pemerintah daerah mesti punya rencana detail untuk kawasan rawan bencana. Aturan zonasi di dalamnya menjadi dasar untuk memberi izin membangun dan menertibkan bangunan yang melanggar Tata Ruang. Jika izin membangun dikeluarkan tanpa disertai analisa resiko bencana, maka pelakunya bisa didenda, bahkan dipidana. Jika menghindari lokasi sama sekali tak bisa, baru kemudian memperkuat konstruksi bangunan, membuat warning system, jalur evakuasi dan melatih warga menyelamatkan diri jika bencana akan terjadi. Kebijakan politis sadar bencana harus diperjuangkan agar tidak terjadi Wasior2 yang lain.

Iklan

Written by Savitri

13 Oktober 2010 pada 10:02

Ditulis dalam Ragam

Tagged with , ,

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Artikel yang menarik.

    ebook ebook

    14 Oktober 2010 at 10:54


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s