Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Asia Tenggara dulu Sundaland. Urang Sunda bangkit, orang Bali ngeper ..

with 5 comments

Sundaland meliputi wilayah Asia Tenggara sekarang. Ingat kerajaan Tarumanagara yang tersohor seantero Asia Tenggara. Kemana kini kejayaan Ki Sunda ? ( sampai ) Bali mengaku lebih terkenal dari kita. Really ? ( peta : Wikipedia )

Menggelitik mendengar cerita Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Herdiwan Ling Suranta, ketika bercanda dengan Kadisbudpar Bali dan Malaysia. Ternyata orang Malaysia marah besar ketika Selat Malaka diusulkan diubah menjadi Selat Sumatera. Orang Bali marah, Selat Bali diusulkan berubah nama menjadi Selat Jawa ( dengan pertimbangan, Jawa lebih besar dari Bali dan Sumatera lebih besar dari Semenanjung Malaka ( Malaysia dan Singapura )). Bali lebih terkenal dari Indonesia, argumen orang Bali ( anda bisa merasakan sikap mereka jika datang ke sana, terlebih yang berada di strata bawah ).  Wah, kalau begini ( APA ?? Bali lebih terkenal dari Jabar ??? ), Jawa Barat yang someah ( ramah ) mesti bangkit dari tidur panjangnya ( maung sudah waktunya bangun ). Jabar dengan penduduk terbesar di Indonesia, 42 juta dari 235 juta jiwa, wajib bikin ngeper ( ciut )  orang Bali. Caranya ?

Jadikan kota Bandung, ibukota provinsi Jabar ini, etalase produk, kerajinan dan seni tradisi 26 kota/ kabupaten di Jawa Barat. Silakan para warga Jabar ini berpameran di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat ( MPRJB ), Jl.Wirayuda. Gratis ( tapi minta izin dulu, ya ). Keluar provinsi Jabar, promosikan apa pun karya anda sebagai karya orang Jabar. Tidak ada Bandung, Bogor, Cimahi, dst. Yang ada Jabar. Jawa Barat. Bayangkan orang menyebut nama Jawa Barat sampai 26 kali. Top abis. Beken, pasti. Setelah datang ke MPRJB, wisatawan akan tahu lebih detail. O, ini bordir dari Tasikmalaya. O, ini kerajinan kayu dari Cipacing ( kabupaten Sumedang ), dst. Penasaran lebih jauh, rombongan bisa diajak pesiar ke Tasik, Cipacing, dll,  untuk memuaskan rasa ingin tahu dan belanja sepuasnya. Lebih dekat, berinteraksi dengan warga penghasil produk dan budaya tsb. Infrastruktur pariwisata dan produksi, seperti jalan dan moda transportasi, mesti mulus, lancar dan aman. Jangan sampai Jabar dikenali wisatawan karena bis mereka tersandung-sandung ketika melewatinya ( banyak lubang ).

Bandara mesti bisa didarati pesawat berbadan besar ( Airbus, dll ) yang menjadi trend maskapai penerbangan dunia. Warga Majalengka mesti berbesar hati melepas tanah dengan harga yang disepakati semula. Bayangkan jika Jawa Barat punya bandara internasional dan pelabuhan ekspor sendiri ( tidak numpang di Tanjung Priok ). Kisah sedih, gigit jari, tempat menyampah org2 yang lewat, jadi masa lalu. Izinkan Bandara Kertajati terwujud demi kesejahteraan dan kejayaan urang Jabar. Warga Majalengka akan memiliki kebanggaan tersendiri menjadi jalan bagi majunya orang Jabar. Jawa Barat jadi provinsi termaju ( ciee.. ). Belum lagi kecipratan rezeki dengan akses mulus dan potensi ekonomi yang menyertai kehadiran bandara Kertajati. Berani berkorban untuk Jabar ?

Selat Malaka diganti Selat Sumatera. Apa reaksi Malaysia ?

Jawa Barat menyiapkan juga Kertajati Aerocity, kawasan penyokong bandara internasional Kertajati seluas 3.200 hektar. Ada permukiman, kawasan industri, fasilitas umum, serta zona komersial. Kawasan bandaranya sendiri seluas 1.800 hektar. Raperda Kertajati Aerocity akan disahkan tahun ini. Pelaksanaannya menunggu Perda RTRW Jawa Barat disahkan. Siapkan dirimu warga Jawa Barat ..

Dahulu Asia Tenggara disebut Sundaland. Di peta, ada Dangkalan Sunda, Selat Sunda, pelabuhan Sunda Kelapa. Semua pada nyunda. Tarumanagara adalah kerajaan di tanah Sunda yang melahirkan Sriwijaya dan Majapahit. Ada 800 ikon tradisi di Jabar yang bisa diorbitkan. Harta terpendam yang belum digali dan dikilapkan. Belum lagi, jika Banten dan Jakarta masih bagian Jabar. Kita akan terheran-heran dengan kejayaan masa lalu. Where have you been all this years ?

Jabar revealed. Jika itu terwujud, kita bisa bikin orang Malaysia lebih sering marah ( ketimbang kita selama ini yang dibikin marah oleh klaim2 mereka atas budaya dan wilayah perbatasan kita. Baru kerasa, ya, kalau milik diaku  orang lain, begitu rasanya ). Selat Malaka bisa disebut  Selat Sumatera di iklan pariwisata kita. Dalam dan luar negeri. ( jika mereka masih menggunakan angklung, wayang, dll, dalam iklan pariwisata mereka. Tari Pendet jelas2  dari Bali, bagaimana mungkin bisa di Malaysia ?  Semata ada warga keturunannya di sana ? Orang Jabar saja dimarahi kalau mengaku-aku  Pendet dari Jabar, padahal banyak orang Bali di sini. Lebih banyak  ).

Mereka jadi bisa berempati, kenapa orang Indonesia marah2 ketika seni budayanya diaku negara lain. Betapa sulit, mahal dan lamanya sebuah brand diciptakan. Ratusan bahkan ribuan tahun. Lalu, dicomot begitu saja ?  ( mereka tak mengatakan Pendet dari Bali, Indonesia, pada wisatawan ? ). Marah adalah sense of belonging, kalau saja mereka tahu. Seni tradisi adalah jati diri. Kebanggaan memilikinya, memacu kita bekerja keras dan cerdas untuk kejayaan bangsa dan negara. The most important stuff, dude. Don’t take that away from us, ok ? ( we can be very, very, very angry and .. dangerous )

Selat Bali diganti Selat Jawa ? Hmm .. ( jika mereka merasa lebih beken dari Jabar, Jawa dan Indonesia. It’s really a big thing, you know ). Kita tahu siapa sebetulnya yang mempopulerkan pulau dewata itu ke mancanegara. Bukankah jika ke luar negeri, kita mestinya memperkenalkan Indonesia. Tidak ada Jabar, Bali, Jakarta, ketika kita cas cis cus dengan bule ( orang asing/ warga negara lain ). Yang ada In-do-ne-si-a. Indonesia disebut 33 kali ( baca : oleh warga 33 provinsi, termasuk Bali ). Imagine that. How famous we are.

So, Bali .. be careful. Jabar  may be the best. Argghhh..rr !! ( aum maung )

Iklan

Written by Savitri

20 Oktober 2010 pada 11:47

Ditulis dalam Ragam

Tagged with , ,

5 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. punten, izin copas, mencantumkan sumber..

    bloody insane

    19 Desember 2013 at 05:27

  2. █▀▄░█▀█░█▀█░█▀▄░█░█░█▀█░█▀▀
    █▀█░█▄█░█░█░█░█░█░█░█░█░█░█
    ▀▀░░▀░▀░▀░▀░▀▀░░▀▀▀░▀░▀░▀▀▀
    █▀█▀█░█▀▀░█▀█░█▀▀░█░█░█▀█░█▀▀░█░█░░█▀█░█▀█
    █░█░█░█▀▀░█░█░█░█░█░█░█░█░█░█░█▀▀█░█▄█░█▄█
    ▀░▀░▀░▀▀▀░▀░▀░▀▀▀░▀▀▀░▀░▀░▀▀▀░▀░░▀░▀░▀░▀
    █▀█▀█░█░█▀▀░▀█▀░█▀▀░█▀█░░█
    █░█░█░█░▀▀█░░█░░█▀▀░█▀▀█░█
    ▀░▀░▀░▀░▀▀▀░░▀░░▀▀▀░▀░░▀░▀
    █▀▀░█░█░█▀█░█▀▄░█▀█
    ▀▀█░█░█░█░█░█░█░█▄█
    ▀▀▀░▀▀▀░▀░▀░▀▀░░▀░▀
    █▀▀░█░░░█▀█░█▀▄░█▀█░█░░░░▀▀█░█▀█░█░▀▀█
    █░█░█░░░█░█░█▀█░█▄█░█░░░░█▀▀░█░█░█░▀▀█
    ▀▀▀░▀▀▀░▀▀▀░▀▀░░▀░▀░▀▀▀░░▀▀▀░▀▀▀░▀░▀▀▀

    Embah Jambrong

    9 Januari 2013 at 03:21

  3. ANTARA PARAHYANGAN ( SUNDA) DAN KAHYANGAN (BALI)
    Saya seorang Bali yang berada di Sunda dan merasa dilindungi oleh Karuhun Sunda ( maaf saya menyebut beliau yang sudah menjadi Dewata semoga pamali ini tidak menjadi kutukan).

    Hal-hal yang sejajar antara Sunda dengan Bali yaitu :
    a. Pewaris salah satu budaya kuno dunia yang Kosmosoentris sampai Jaman Dwipantara ( SCE). Seperti Konsep segara-Gunung) dibuktikan dg budaya mensucikan Gunung, Sungai, Kayu, lautan seperti Kabuyutan/Punden Trisakti Sakti (Arca domas Cibedug/ Cikopo/G Salak), Tri Sakti Gunung Padang Cianyur/Ciwidey,Ci..), Trisakti sungai ( Ciliwung.Cisedane,Cilitung), Watu telu di (Lembang, G Salak, Batun tulis), Piramid Sadahurup, Ciwedey dll.
    b. Pewaris tembang sebagai salah satu cara menuju pencerahan jiwa.
    c. Rumpum orang Sunda dan Bali dari rumpun melayu yang masih terlihat dalam organisasi sosial saat ini. Dll

    Hal-hal yang antagonis diantara Sunda dan Bali adalah :
    a. Suku Sunda kira2 7x Suku Bali
    b. Luas daerah dan kekayaan alam mungkin 100x Pulau Bali
    c. Kebudayaan Kerajaan di Sunda lebih ntua (awal CE) sedang Bali abad 8 CE ke Bali melanjutkan Budaya Sunda.
    d. Sunda adalah Kawiwitan sedang Bali hanya Kawitan. artinya setelah rumpun Melayu berkembang sesuai daerahnya. Sunda adalah Hulu dan Bali Hilir. Trah orang Bali Wangsa Warmadewa dari Putri Sunda yang menjadi Permaisuri Danpunta Hyang Sriwijaya yg mengirim Rsi Warmadewa menjadi Dalem ( Raja) Kerajaan ke-2 di Bali. Wangsa Sanjaya adalah Raja Sunda mempersunting Putri dari Ratu Sima mendirikan Kerajaan Mataram di Candi Boko. Setelah Mataram hancur karena gunung Merapi Ratu Ugrasena mendirikan Kerajaan ke-1 di Bali. Wangsa Kepakisan adalah penerus Raden Wijaya ( Raja Sunda Joko suruh) yang mendirikan Majapahit.

    Pertanyaan : Berangkat dari sama2 Pewaris salah satu Budaya Kuno dunia mengapa Bali yang miskin, tanah yang sempit, suku yang minoritas lebih muda namun lebih terkenal didunia ?

    Jawaban : Bali tetap berjiwa ( Meurip) sedangkan Sunda telah melupakan Jiwanya. Ciri-cirnya :
    a. Di Bali Gunung, Sungai, Kayu, Punden, Kabuyutan, dll tetap dipelihara sebagai Parahyang/Mandala yang sekarang disebut Pura Kahyangan. Sedangkan di Sunda sebagian besar memandang tempat tadi sebagai benda mati sehingga tidak merasakan pancaran Jiwa (uripnya). Sampai orang Bali yang datang ke Sunda untuk memelihara Parahyangan. Yang sangat menyedihkan Kabuyutan dijadikan Makam seperti halnya Arca domas Cikopo, Candi Cangkuwang dll.
    b. Banyak Suku Sunda melupakan pesan para Raja-Rsi Raja Sumedang, Bujangga manik dll yang bunyinya ” Kabayutan harus dijaga jangan sampai dikuasai orang lain, bila sampai dikuasai orang lain orang Sunda akan terhina. Lebih hina dari kulit musang yang dibuang di tong sampah ”

    Kesimpulan. Bila orang Sunda bangkit dan sadar jatidirinya untuk menjaga roh alam ditatar Sunda dengan Budaya asli Sundanya sudah pasti Sunda akan hidup, bersinar seperti disedia kala. Caranya :mungkin harus mempasupati Parahyangan-parahyangan. Bila perlu bersama orang Bali orang yang merasa terpanggil sedang melakukan perjalan suci di tatar Sunda.

    Hidup Sunda. Jayalah Nusantara.

    Made Setiawan SH.

    29 Mei 2012 at 14:30

  4. @ Putu Bali ( Indon juga ? ) :

    Memang tidak ada yang mudah dan cepat dalam merubah pola pikir orang lain. Merubah mindset kita sendiri saja butuh waktu lama dan membentur sana sini. Anda tidak merasa terganggu dengan ‘sikap’ sodara2 sekampung halaman anda kepada pengunjung/ wisatawan dari daerah lain ? Kami satu bis mengalami insiden itu di salah satu daerah wisata, dan tidak bisa melupakannya. Karena nama daerah kami disebut-sebut dengan tidak sepatutnya. Kalau itu terjadi di kota saya, saya akan menulisnya di blog, agar menjadi koreksi bagi warga kami. PAD kami terbesar dari pariwisata, sama seperti daerah anda. Keramahan warga, modal kami.

    Entah apa yang anda maksudkan dengan suicide ( bunuh diri ) itu ? Apakah begitu tabunya sebuah perilaku, sehingga orang harus mampus dulu untuk mengingatkan orang pada kebenaran ( perilaku terpuji ) ? Mungkin, caranya harus lebih kreatif agar pesan sampai dan perilaku berubah. Yang jelas, saya tidak bisa duduk berpangku tangan, membiarkan hal itu berlalu begitu saja tanpa koreksi. Apakah jika tidak ‘plus kompor LPG’ ( meledak-ledak ), anda akan menaruh perhatian ? ( anda mesti juga menghayati atmosfer hati yang terjadi di daerah kami saat posting itu ditulis. ketika identitas sunda dipertanyakan banyak orang ).

    Butuh keberanian untuk memulai sebuah perubahan. Dan saya memilih berani. Anda ?

    But, thanks anyway ..

    Ingin tahu trik terkait rubah merubah ? Silakan klik di https://anisavitri.wordpress.com/2010/11/17/berangkat-ke-medan-perang-proudly-present-blogger/

    Savitri

    29 November 2010 at 06:29

  5. waduh, sundaisme bercampur nasionalis (plus kompor LPG). jika saja 1% orang Indon seperti anda, bangsa ini akan cepat jadi saingan AMRIK atau CHINA. masalahnya, gimana ngasi pengertian ama sodara2 kita yang “akar rumput” mbak ??? klu yang saya lihat, menentang mereka (dlm hal pandangan, pola pikir) sama aja dengan suicide ….. may be we need a long time for this ….. teruslah berkarya ….!!!!

    Putu Bali

    28 November 2010 at 03:53


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s