Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Estetika Islam : Menafsirkan Seni dan Keindahan

leave a comment »

Penulis : Oliver Leaman

Harga : Rp 42.000

Adakah sesuatu yang khas dari seni Islam? Tidak! Pengarang buku ini berargumen bahwa tidak ada yang khas dari seni Islam. Islam, sebagai sebuah pandangan dunia, tidak memainkan peran kunci dalam penilaian estetis orang atas objek-objek seni yang dikreasikan di Dunia Islam. Tidak ada sejenis kesadaran tertentu yang dibutuhkan untuk mengapresiasi seni Islam.
Seni Islam tidak berbeda dengan seni-seni yang lain. Dengan kata lain, kriteria penilaian yang diberlakukan atas seni Islam adalah persis sama dengan yang diterapkan atas seni pada umumnya. Bahkan, memperlakukan seni Islam sebagai suatu kategori khusus adalah sebentuk praktik orientalisme!
Dengan merujuk pada sejarah, seni, filsafat, teologi, tasawuf, dan artefak-artefak di Dunia Islam, sang pengarang mengkritisi beberapa isu penting dalam lanskap estetika Islam:
* Al Quran * Sastra * Kaligrafi * Arsitektur * Taman * Lukisan * Film * Musik
Buku yang menantang pandangan arus utama tentang estetika Islam — antara lain diwakili oleh Seyyed Hossein Nasr, pengarang Seni dan Spiritualitas Islam — ini patut ditelaah oleh para pelaku dan pemerhati filsafat, teologi, spiritualitas, dan seni.

“Ini adalah sebuah karya yang bermanfaat dan imajinatif serta jelas akan menjawab kebutuhan… Leaman adalah penulis yang andal dan produktif. Buku ini akan menjadi salah satu karya yang sangat menarik dan benar-benar diminati.”
( Lenn E. Goodman, Vanderbilt University, Nashville )

“Oliver Leaman adalah seorang sarjana filsafat kaliber internasional yang sangat terkenal… Pengetahuan filsafatnya yang mendalam memungkinkannya untuk menerapkan dan menganalisis konsep-konsep estetika terhadap banyak bentuk seni.”

Ian R. Netton, Univesity of Leeds
“Buku ini tidak saja patut dibaca oleh seniman, ilmuwan dan siapa saja yang memerlukan penjelasan yang luas dan mendalam tentang seni Islam, tetapi juga bisa dijadikan buku rujukan di lembaga pendidikan seni. Sebab, pada umumnya estetika yang dipelajari mahasiswa jurusan seni dan filsafat, terutama di Indonesia, adalah estetika Barat, sedangkan estetika Islam kurang mendapat perhatian.”
( Abdul Hadi W.M. Penyair dan dosen Universitas Paramadina )

Cara membeli buku.
14.067  judul buku lainnya ( katalog )

Islam Warna-warni : Tradisi Beda Pendapat dalam Islam

Penulis : Dr. Muhammad Abu Al-Fatah Al-Bayanuni

Harga : Rp 23.000

Perbedaan pendapat di kalangan Islam bukanlah kenyataan yang asing. Sejarah memperlihatkan bahwa sejak zaman Rasulullah silang pendapat merupakan tradisi yang sangat dihargai. Hal ini terus berlanjut di kalangan para ulama. Perbedaan tersebut tidak sekadar bersentuhan dengan wilayah fikih dan muamalat, tetapi sampai pada persoalan ketuhanan.

Berbeda tentu tidak sekadar berbeda. Ada landasan yang dipertaruhkan untuk memperkuat asumsinya. Al-Quran dan Al-Sunah tetap menjadi landasan utama. Yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa trdaisi berbeda pendapat tersebut tidak menafikan etika. Tak ada dendam dan kebencian yang tumbuh karena perbedaan pendapat di kalangan ulama.

Buku yang diterjemahkan dari kitab Dirasat fi Al-Ikhtilafat Al-Ilmiyyah ini mengupas sejarah, faktor-faktor, metode, dan etika perbedaan pendapat yang berlangsung di dalam sejarah peradaban umat Islam. Di samping itu, buku ini menyajikan karya-karya tersebut secara tidak langsung menjadi bukti bahwa perbedaan pendapat pendapat telah memperkaya khazanah keilmuan dunia Islam. Islam menjadi berwarna karena ada yang berbeda.

Cara membeli buku.
14.067  judul buku lainnya ( katalog )

Fiqih Demokratis : Dari Tradisionalisme Kolektif Menuju Modernisme Populis

Penulis : Hasan Al-Turabi

Harga : Rp 29.000

Di negerinya, Sudan, Hasan Al-Turabi dikenal sebagai sosok pemikir, ulama-intelektual, sekaligus politikus terkemuka. Dia merupakan arsitek utama Republik Islam Sudan. Karier politiknya dimulai sejak dia memimpin Al-Ikhwan Al-Muslimun Sudan (1964) dan menjabat Sekretaris Jenderal Islamic Charter Front. Pada 1969, setelah berlangsungnya upaya kudeta oleh kaum kiri terhadap rezim Numeiri, untuk pertama kalinya dia mendekam di penjara Sudan hingga tahun 1977.

Akubat perubahan kebijakan Numeiri, Turabi diangkat menjadi jaksa agung dari tahun 1979 hingga 1982 dan menjadi kepala penasihat masalah-masalah hukum dan luar negeri hingga Maret 1985. Pada 1988, Front Nasional Islam (NIF) yang dipimpinnya berkoalisi dengan pemerintahan Shadiq Al-Mahdi dan mengantarkannya menjadi deputi perdana menteri dan menteri luar negeri. Sejak pemilu 1996, dia menjabat sebagai ketua parlemen. Pada Februari 2001, dia ditahan atas tuduhan (yang kurang bukti) berkhianat kepada negara. Meskipun tidak pernah menjabat sebagai kepala negara, banyak kalangan percaya bahwa dia adalah pemimpin Sudan yang sebenarnya sejak berdirinya Republik Islam Sudan.
Buku ini merekam pelbagai refleksi pemikiran Turabi dalam hukum Islam . Menurutnya, agamah adalah integrasi idealitas dan realitas sehingga meskipun bersumber wahyu Ilahi yang absolut dan abadi, agama mestilah merakyat dan dinamis. Tesis ini menekankan sifat fiqih Islam — dalam pengertian yang luas: ibadah, muamalah, siyasah — sebagian berpihak kepada rakyat dan bersifat demokratis. Oleh karena itu, ijmak — sebagai sumber hukum selain Al-Quran dan Sunnah — adalah konsensus semua masyarakat Islam dan bukan semata hak para fuqaha yang cenderung elitis.
Turabi juga mengangkat isu penting sekitar revitalisasi fiqih dan ushul fiqih ijtihad, musyawarah, dan demokrasi, hingga revolusi budaya dan politik. Yang menarik, sebagai seorang pemikir, dia telah melakukan eksperimen integrasi fiqih Islam ke dalam konstitusi negara. Hasilnya, pada 1983, Sudan resmi menjadi negara Islam dengan syariat Islam sebagai konstitusi negara.
Selain memaparkan ide-ide pembaruannya, buku ini juga memuat lampiran eksklusif diskusi Dr. Hasan Al-Turabi dengan para islamisis dan akademisi Ameerika bertajuk “Islam dan Demokrasi”. Diskusi yang dimoderatori oleh John L. Esposito dan diberi kesimpulan oleh John Voll ini telah memposisikan Turabi sebagai pemikir yang matang. Jauh dari kesan tradisionalis dan fundamentalis, Turabi melayani setiap pertanyaan dengan argumen yang rasional dan mendasar. Oleh karena itu, Turabi layak menjadi juru bicara Islam dan demokrasi.

Cara membeli buku.
14.067  judul buku lainnya ( katalog )

 

 

Iklan

Written by Savitri

11 November 2010 pada 15:44

Ditulis dalam Ragam

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s