Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Pameran Indogas di JCC : 25 – 27 Jan 2011. Gas & panas bumi : energi masa depan. Indonesia, the best.

leave a comment »

Terminal LNG, gas alam cair. Indonesia produsen energi terbesar dunia. Gas, panas bumi dan batubara kita berlimpah. Siap beralih ke gas dan panas bumi yang lebih ramah lingkungan ( juga kantong anda ) ? ( foto : indomigas )

Pusing anggaran bensin meningkat ? Terlebih subsidinya akan dicabut, apalagi harga minyak dunia terus merangkak naik, belakangan ini. ‘Penderitaan’ mungkin berakhir jika anda beralih ke gas. Ada cerita dari “Oper Gigi”, di radio Trijaya, 21/1/2011. Yang sempat saya tangkap begini :  60 % konsumsi energi listrik berada di pulau Jawa. Harga gas lebih terjangkau daripada BBM. Cadangan gas Indonesia ternyata jauh lebih banyak. Nomor satu. Mencapai 334,5 TSCF, yang terbukti mencapai 112,47 TSCF, sedangkan cadangan potensial sebesar 56,70 TSCF. Maknyuss..

( Negeri kita juga punya cadangan panas bumi terbesar di dunia. 40 % . Yang tersebar di 265 lokasi, dengan potensi energi 28.543 megawatt. Kapasitas pembangkit konvensional di Jawa Bali saja cuma 20 ribu megawatt ).

Cadangan batubara cukup besar ( cold belt methane batubara, padat, masih belum feasible untuk distribusi antar pulau, kecuali dikonsumsi di sekitar sumbernya ( Kalimantan ). Panas bumi, yang tak bisa diekspor, lebih baik digunakan di dalam negeri. Gas, panas bumi dan batubara bisa menggantikan BBM untuk pembangkit listrik, konsumsi rumah tangga dan industri. Dengan menggali sedalam 1.800 meter saja, sumur kita rata2 menghasilkan panas bumi sebesar 8 megawatt. Bandingkan dengan Eropa yang perlu menggali sumur sedalam 6.000 meter dulu, baru mendapat 2 megawatt panas bumi. Indonesia memang hot, ya..

Negara penghasil gas lain adalah Qatar, Australia, Malaysia, Barat dan Brunei. Tahun 1973, ladang gas ditemukan di Indonesia. Awalnya didanai dari investasi 5 perusahaan Jepang dan Barat. Namun, sekarang sudah banyak bank yang mau mendanainya. Sejak tahun 1977, Indonesia sudah dikenal sebagai eksportir gas terbesar di dunia. Pertamina, biangnya. Industri pioner pro user ini selama lebih 30 tahun sudah mengungguli para pesaingnya, dengan kualitas teruji. 100 % diekspor, karena Indonesia belum punya infrastruktur yang memadai. Berbeda dengan BBM yang bocor hanya menetes ke tanah, maka gas yang bocor sedikit saja langsung terbakar ( sensitif ). Kelebihan gas : lebih murah untuk konsumen, lebih bersih untuk lingkungan, lebih irit maintenance-nya untuk pabrik.

LNG : Liquefied Natural Gas. Gas alam cair. Gas diturunkan ke minus 160 derajat celsius hingga mencair. Volume mengecil 160 kali, untuk memudahkan pengiriman dari sumber gas ke pengguna ( PLN, industri pupuk, dll ). C1C2 ( LNG ) lebih ringan dari C3C4 ( LPG ). Dalam bentuk CNG, volume gas yang dikirim bisa lebih besar lagi ( tapi biaya pengompresan dan pengirimannya masih belum feasible ). Gas bumi diangkut dalam bentuk LNG kemudian di regasifikasi ( dikembalikan dalam bentuk gas ) di Jawa, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan. Jika di Jepang, sudah ada terminal regasifikasi di darat, sedang di Jawa gas disalurkan dari kapal di laut ke instalasi user di darat ( pipa distribusi ). Membangun terminal regasifikasi di darat masih dirasa mahal dan lama, sehingga pembeli membawa kapal sendiri untuk mengangkut gas dari kilang gas di Bontang, Arun dan Sulawesi. Kontrak dilakukan selama 15-20 tahun ( seperti menikah saja ), up and down. Selama itu ( terutama jika situasi ekonomi fluktuatif ), para partner kontrak mesti saling memahami posisi rekannya di masa2 sulit.

Pembeli gas di kilang Pertamina di Papua adalah China, AS dan Korea. Menyusul Thailand dan Taiwan. Paling baik jika warga Indonesia juga banyak menggunakan gas. Dua BUMN  sedang join membangun penyimpanan dan regasifikasi terminal. PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (P ersero). Bayangkan stasiun BBG ( bahan bakar gas ) bertebaran di wilayah anda. Anda bisa membantu menghemat keuangan negara dengan beralih ke gas, kan kita produsen gas terbesar di dunia. ( sedang BBM, sebagian masih kita impor untuk menutupi kebutuhan dalam negeri ).

Ingin tahu kapal LNG seperti apa ? Datanglah ke pameran Indogas di JCC, Jakarta ( 25 – 27 Januari 2011 ). Ada maket kapal LNG di tug boat Pertamina ( sayangnya, kita belum punya sendiri kapal bertabung seperti konde raksasa itu ). Baru tahun 2012-2013 dibuat satu LNG Floating Storage Receiving Terminal dan regasifikasi terminal di Jakarta Bay. Satu lagi di Jawa Tengah atau Jawa Timur. Pertamina dan PLN sudah menandatangani nota kesepahaman pemanfaatan LNG di sana.

Yuk jadikan gas dan panas bumi, energi masa depan kita. Stop polusi. Let’s go green, people ..

Iklan

Written by Savitri

24 Januari 2011 pada 06:38

Ditulis dalam Ragam

Tagged with ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s