Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Indonesia Mencari Bakat 2 – TransTV : kiprah terbaik, menginspirasi dan memimpin. The next level.

leave a comment »

Umar, berbakat sulap. Duduk di samping sang guru, Demian. Finalis termuda di ajang IMB ini baru 10 tahun usianya, tapi sudah sekomunikatif itu dengan penonton. Mengesankan. Sepeti juga, Ritchie Rivaldy ( 12 th ) asal Bandung yang piawai memainkan senar gitar semetal itu. Ajang bakat yang hadir tiap Sabtu, Minggu pukul 19.00 WIB ini, layak mengisi akhir pekan anda. Melihat orang biasa dari seluruh pelosok Indonesia menjelma luar biasa di panggung spektakuler, bersanding dengan musisi/ entertainer papan atas. Orang menjadi luar biasa ketika melakukan hal biasa dengan kesungguhan luar biasa. Mimpi pun terwujud. Impian seperti apa yang ingin anda wujudkan ? ( foto : demianmagicacademy )

Hadir di ruang anda, 5 finalis : Uma Tobing ( 17 th ), Umar Adhy Ali ( 10 th ), Ale Soul ( 23 th ), Lady Queen ( LQ ) dan Joseph A. Mooy ( 27 th ) beraksi di panggung spektakuler IMB 2 dengan bakat unik mereka. Terkesima ? Memandang Uma dengan teknik vokal tinggi, feel kuat dan body language pas, menggetarkan kebanggaan di sanubari. Serasa di panggung broadway. Menatap Umar, pesulap cilik 100% nyata, begitu fasih berkomunikasi ( luar biasa di usianya yang belia ) dan lesung pipitnya ( kan kita sudah manis, celoteh sebuah iklan ). Dalem ? ( apa, dalam bahasa Jawa ). Santun dan menyenangkan, dambaan orang tua dan kita semua. Good personality.

And then, the hip-hop dancer, my man, Ale Soul. Kerinduan akan kehangatan sebuah keluarga normal ternyata memacu Ale, accros the limit, melebihi normal. Sisi positif ketika lingkungan tak menganggap kita cukup baik, membuat kita luar biasa di lingkup yang lebih luas. Nasional. You’re on a national TV, Ale. ( We’re your big family. Semoga ibu Ale nonton dan kembali, ya ). Bukan orang lain lagi saingan kita, tapi kita bersaing dengan diri kita yang kemarin. Sebuah obsesi. Be the best.

Tadi, wakil dari Medan, Yogya dan Sukabumi ( atau Bandung, pokokna mah asal Jawa Barat, we, sami. Ale juga milik orang Bandung ). Masih dari Bandung, Lady Queen, grup band dengan 2 cewek canggih yang mencuri perhatian. Intan di vokal, yang bersuara lantang menyakinkan, dan Okky, yang tak kalah galak bergedebak gedebuk di belakang set drum. Lady rocker. Girl power. Menghentak panggung tak ubahnya konser musik, bukan audisi lagi. Keren.

Lalu, siapa wakil dari Indonesia timur ? Ini dia, Kupang manise, Joseph A. Mooy, yang bersuara khas, mendayu sekaligus pemalu. Di  NTT, dekat pulau terdepan RI  ( Rote ) dan Timor Leste, ternyata ada bakat terpendam yang sedang mengasah diri menjadi mutu manikam. Dia yang pernah berduet dengan Sheila on 7. Awalnya menyanyi lagu2 Glenn Fredly, lalu Agnes Monica. Masih dengan kecanggungan yang menggemaskan. Sepertinya,  wilayah kita, tak hanya mengandung emas, ya, tapi juga suara emas. Amazing.

Dulu Rumingkang, sekarang Nawawi Ansamble dan Pasbrama.

Ale Soul, dengan dance hip-hopnya. Seakan melihat Brandon beberapa tahun kemudian. Gaya elektrik, kesetrum, menjadi ciri khasnya.

Nawawi Ansamble, yang muda, yang melestarikan kesenian angklung dan arumba. Mengagumkan. Lagu "Black or White"- Michael Jackson atau "Mission Imposible" pun bisa mereka mainkan dengan cantik. Keren..

Pasbrama. Theatrical dance yang mereka bawakan, terutama yang mengangkat legenda nusantara sungguh mempesona.

Lalu, kemana seni tradisi ? “Terus lestarikan seni budaya Indonesia”, teringat personel Nawawi Ansamble mengatakan itu saat tereliminasi di semi final. Heroik. Dengan senyum tabah, that’s my man. Sebelum grup musik angklung dan arumba itu, ada grup dance Pasbrama ( pasukan berani mati, kata mereka ) yang kerap menghadirkan legenda budaya kita dalam paduan tari dan drama mereka. Keduanya dari Bandung ( Bandung memang gudangnya entertainer dan makhluk molek, ya  ). ‘Anda belum beruntung’, rupanya slogan pahit yang masih dikecap penggiat seni tradisi sementara ini. Why ?

Meski kedua grup tsb dari provinsi berpenduduk terbesar di Indonesia, bukan jaminan mereka mendapat dukungan sms yang cukup untuk melenggangkan mereka ke posisi puncak ( but, I always vote for you, guys ). Seperti yang diungkapkan seorang tokoh Sunda, ternyata kebanggaan orang Sunda dengan kesundaannya belum sebanding dengan nama besar Sunda sesungguhnya. Sunda, adalah etnis terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa ( dalam populasi ). Saya beruntung mewarisi darah keduanya, sehingga bisa membandingkan ( tinggal di komunitas yang berbeda, Sunda, Jawa, dalam dan luar pulau Jawa, belasan tahun ).

Tanah Pasundan memang membetahkan. Adem ( sejuk ), pemandangan indah, hijau, tanah subur, penduduknya cakep2, halus, ramah dan jenaka. Beras unggulan, nasi pulen, beragam kuliner kelas wahid, enak makan, tidur nyenyak, FO dan distro bertebaran menawarkan banyak pilihan untuk kita modis dan terlihat trendi. Most of the time. Perguruan tinggi, negeri dan swasta, juga terbanyak di Priangan. Intelek dan elegan.  Siapa yang mau meninggalkan ini ? Bahkan sejak jaman kolonial, orang ingin pensiun di sini. Kind of comfort zone ?

Ingin jadi RI-1 ? Tebarkan prestasi, yakinkan mereka ..

Asal tinggal di Bandung, tak masalah meski uang sedikit, kata sebagian orang yang memilih terus menetap. Duit saeutik asal ngumpul sadulur. Ah, abdi mah daerah Pasundan sajaahh… Titik. Jadilah, orang Sunda berkutat di Jawa Barat saja. Jago kandang. ( kecuali Tasik, yang suka jualan baju dan nawarin kreditan, protes orang Tasikmalaya di radio ). Ketika orang Sunda jarang yang mau merantau, maka kurang terdesak membentuk paguyuban pendukung kiprah orang sedaerah di tanah rantau. Kemenangan Klantink di IMB 1 kemarin sangat diandili paguyuban pengamen yang bermarkas di Jawa Timur, yang setia setiap saat mengirim sms dan wejangan pada mereka.

Uma, wakil dari Medan yang piawai menyanyi secara teknik, feel, dan aksi panggung. Komplit. Bersanding dengan vokalis kawakan bukan hal sulit baginya. Seperti Ale Soul, penampilan Uma pun konsisten ( meningkat ). Calon juara IMB 2 ?

Joseph A.Mooy, penyanyi dari Kupang, yang merdu dan pemalu. Meski kecanggungannya sering dikomentari juri, tapi begitulah Joseph. Orisinil.

Naiknya orang2 Jawa di kursi presiden RI, disokong komunitas Jawa yang bertebaran di seluruh Indonesia, plus paguyubannya. Orang2 daerah luar Jawa, sudah melihat kapabilitas dan kiprah orang Jawa yang cukup menyakinkan  ( kesediaan dipimpin oleh orang dari suku Jawa ). Tak kenal maka tak sayang. Jadi, bagaimana orang Sunda bisa dipilih menjadi RI 1 jika enggan berkiprah dan memberi manfaat pada warga di luar Sunda ? Posisi bukan diberi, tapi diperjuangkan.

Isi cawan yang tumpah. I love me .. ( I like me, versi Pikachu )

Mulai sekarang, stop menganggap diri rendah, kawula. Tak perlu mempersilakan pendatang untuk duluan ( sebagian mereka cenderung nyaplok, ngerekep kalau dikasih angin ). Jangan lagi memaklumi penghinaan siapa pun. Saatnya maju ke depan, membela martabat Sunda, juga mendukung wakil2 kita yang bekerja keras meraih prestasi di pentas nasional.

Saya terheran ketika Jack Hanafie, semifinalis berdarah separuh Sunda dan separuh Australia, bisa melaju mendahului Pasbrama dan menyamai Nawawi  Ansamble. Mungkinkah karena tampang kece dan lagu Barat yang dinyanyikan ( dengan perasaan ) ? Begitu sensitifnya Jack, sampai komentar pedas Deddy Corbusier bisa merontokkan semangat  dan memiaskan wajahnya. Membandingkan dirinya, ternyata kaum muda kita jauh lebih tangguh dan berbakat, ya. Sepertinya dalam diri Jack, ada semangkok air ‘penghinaan’ ( pengecilan ) yang sudah terisi penuh, sehingga ketika ada orang ia anggap merendahkannya lagi, air di mangkok itu tumpah, tak tertampung ( tertahankan ) lagi. Just like me a few years ago.

Dengan terus mensugesti diri bahwa anda berharga, Jack. Cukup dengan lahirnya anda ke dunia, dengan atau tanpa embel2 apa pun, anda takkan mempan dikecilkan oleh siapa pun. Lewat usia tertentu, anda akan sadar, perkataan tak berguna dari orang yang anda kira penting untuk anda,  ternyata tak perlu anda hiraukan. Terpenting adalah anggapan anda tentang diri anda. The greatest love of all is loving yourself. Ketika kita menyayangi diri, kita akan menjaga diri. Melakukan hal yang pantas. Memantaskan diri untuk meraih yang terbaik.

Orang Sunda bangga, penggiat seni tradisi pun juara.

Jika Jack ingin jadi penyanyi terkenal di dunia, maka Jack adalah penyanyi terkenal di dunia. Asal mau bekerja keras meraihnya, bersedia sungguh2 melalui tahapan yang dilalui penyanyi kelas dunia.  If you think you’re damn good, since then no one can stop you. Ok, Jack ? Be sparkling. Begitu pula orang Sunda. Kita bisa, bila berpikir bisa. Kita harus merebut hati seluruh rakyat Indonesia di 33 provinsi agar dipercaya memimpin Indonesia. Di dunia hiburan, kita sudah megang banget ( grup musik dari daerah lain, mana yang nggak grogi manggung di Bandung ? ). Menyusul kemudian, di pentas negara, ya ..

Nawawi Ansamble dan Pasbrama ( juga Rumingkang ) jangan patah semangat. Terus berkarya memajukan budaya Sunda, Indonesia. Hanya soal waktu saja, kalian mencapai puncak. Ketika kesadaran orang Sunda sudah di puncak, berguyub dan bergayut, mendukung wakil Sunda di berbagai pentas bergengsi. Yang pasti, kalian dengan niat mulia kalian, sudah juara di hati saya, dan hati mereka yang peduli budaya negeri sendiri. ( jangan heran bule2 di luar negeri memberi standing applause jika sempat melihat atraksi kalian ). Please, hold on ..

I am dancer. Siapa nyana putra Gorontalo memendam bakat tari sebesar itu. Apalagi kalau latihannya tidak sembunyi2, akan sekeren apa dia ?

Sebelum eliminasi itu, ada I am dancer. Awal kemunculannya, saya berharap banyak. Iyam begitu lentur membawakan aneka tarian tradisional dan mancanegara. Single dancer. Will be the next Nini Thowok ? Meliuk bak penari pro, seperti kebahagiaan terpendam yang ia bagikan ke khalayak pemirsa. Matanya berlinang. Tak perlu bersembunyi lagi. Malu akan bakat berbeda dari kecenderungan kaumnya. Sampai suatu malam, Iyam seperti tak mengindahkan komentar  Titi Sjuman. Kiapa so ngana bagitu ? ( mengapa anda begitu, dalam bahasa Manado, Sulawesi Utara, dekat Gorontalo ).

Tak jadi pohon, jadi ranting terbaik pun oke.

Saya menduga, Iyam pun punya semangkok air yang hampir tumpah dalam dirinya. Di kota2 besar di pulau Jawa, pria berprofesi penari adalah hal biasa. Bukan pergunjingan. Tapi di luar Jawa, dengan masyarakat yang lebih konvesional, pria menari dengan gemulai ( bukan dance yang energik, maskulin, seperti Funky Papua atau Evav Maluku Manise ) masih dianggap aneh. Terbayang, penekanan ( pengecilan ) yang dia alami, sehingga Iyam terpaksa menyalurkan bakat uniknya secara diam2. Iyam tak leluasa menggali bakatnya, melatih beragam tarian, yang bisa memperpanjang daya tarik penampilannya, melewati babak demi babak.

Ketika kita ingin menjadi seseorang, besar di bidang yang kita minati, kita harus menyelami bidang tsb. Pagi, siang, malam, bahkan dalam tidur kita. Memimpikannya, dan terus berproses mewujudkannya. Bagaimana kalau Iyam cuma punya beberapa jam untuk sembunyi ? Tak cukup. Takkan bisa bersaing. Setelah pernah mempesona di panggung IMB 2, semoga Iyam mendapat  restu dari orang2 sekitarnya untuk mengeksplor bakatnya lebih jauh. Seorang bijak berkata : jika anda adalah pohon, makalah jadilah pohon terbaik, terindah, di dunia. Jika, anda hanya sebatang ranting kecil, maka jadilah ranting terbaik, terkuat, di dunia. Iyam, jadilah ranting itu, dan harumkan nama Indonesia di pentas dunia, ya. Kitorang, nyanda lawan ..

Yang cemerlang, gemilang dan menawan. Pemirsa pun terpesona.

Bagus, yang jazzy. Serasa mendengar pianis kawakan di atas pentas. Ibu yang hebat telah membesarkannya sebaik ini.

Lady Soul, cantik dan powerful saat dance. Banyak orang Bandung yang lolos ke babak semifinal. Memang gudang entertainer. ( foto : indonesiamencaribakat. transtv. co.id )

Bagus Adimas Prasetyo, pianis tunanetra dari Surabaya menyeruak dengan genre jazz yang setia dibawakannya. Kepala ini kontan menggeleng-geleng mengikuti alunan musik dari jemari lincahnya. Berasa di konser Bob James, pianis favorit saya. Excellent.

Lalu ada Lady Soul, grup dance yang ditenagai 4 gadis asal Bandung, nan seksi sekaligus powerful. Mendebarkan, sampai Addie MS, rela keluar sesaat dari karakternya. Wild, naughty. Ketika mereka beraksi, saya pun berasa turun ke lantai dan bergoyang penuh passion. Begitulah kami, tangguh tapi tetap mempesona ( he3x.. ).

Di meja juri : Sarah Sechan, Addie MS, Rianti Cartwright dan Titi Sjuman, masih tetap bercanda, dengan komentar membangun sesuai kapasitas masing2. Acara masih disponsori Supermi dan dipandu Ananda Omesh, yang dibilang makin ganteng aja (  tapi makin rendah hati juga, ya ). Jarang kita melihat host acara populer dengan perawakan prima, bisa lucu dan elegan secara bersamaan. Kharisma tersendiri. Di belakang layar, kru Trans TV tetap sigap menyiapkan dan melangsungkan acara pencarian bakat ( plus pembinaannya yang diawaki Vicky Sianipar, Bertha, Yessi UDW ), bersaing dengan stasiun teve lain. Melihat sponsornya ( lokal ), saya memutuskan tetap setia pada Indonesia Mencari Bakat ( IMB ) – Trans TV.

Ya, penampil seni tradisi masih belum beruntung meraih puncak. Yang menghibur, kini banyak acara mulai dikemas dengan balutan seni budaya. Yang terbaru “1001 Dongeng” ( Rabu, jam 19.15 di Trans TV  ). Ada ‘Gayus’ di sana lagi nonton sabung ayam di legenda Ciung Wanara, salah satu episodenya. Geli.

Senang, melihat kaum muda berkiprah cemerlang, menginspirasi kita semua . Anda pun senang ? Bangga pasti. Well done, people. Indonesia, 100 % .. nyata !!

Iklan

Written by Savitri

6 Februari 2011 pada 12:07

Ditulis dalam Ragam

Tagged with , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s