Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Korea, Kamboja, Thailand, Kashmir, Sudan : pelanduk di antara raksasa PD 1, 2, 3. Indonesia ?

leave a comment »

Bocah perempuan dengan adiknya masa Perang Korea ( 1950-1953 ). Rakyat kecil sering terlupa ditanya, apa mereka menginginkan perang ini ? Meski keluarga dan rumah musnah, mereka hanya bisa ketakutan dan bertahan agar tidak ikut musnah. Karena nuklir, Korea Utara dan Iran dituding Bush sebagai poros setan. Karena invasi asing yang membawa 2 sistem bertentangan, Korea pun terbelah 2. Korea Utara ( sosialis ) dan Korea Selatan ( kapitalis ). Bagaimana sebenarnya hati bangsa Korea ? ( foto : badman )

Korea. Yang Selatan rajin menghiasi layar kaca kita dengan drama yang mengharu-biru ( juga produk, gadget mutakhir di selingannya ). Menguras air mata hingga licin tandas. Yang Utara sesekali lewat di rubrik luar negeri koran atau lintasan berita, ketika tak kuasa menahan kekesalannya dipojokkan banyak pihak  terkait program nuklirnya. Di belakang pemojok,  siapa lagi yang paling ingin tahu ( ikut campur ) urusan negara lain selain negeri satu ini ?  Di seluruh dunia sepertinya kita selalu menemukan jejak mereka  ( AS ).

Jumat sore ( 7/1/2011 ), calon koki malang Kim Tak Goo berkaca-kaca, disapa lembut presdir perusahaan roti ( ayah kandungnya ) di depan oven traumanya ( serial “Bread, Love and Dreams ). Meluncur di bawah, running text : Korut minta bantuan Indonesia untuk menciptakan perdamaian di Korea. Apa saya tak salah lihat ? ( air tak mengaburkan pandangan ? ). Selang beberapa detik, menyusul teks selanjutnya : Indonesia dan AS akan melakukan kerjasama eksplorasi kekayaan bawah laut. Indonesia ditarik 2 arah. As usual.

Oya, kita menganut politik luar negeri bebas aktif ( masa Soeharto, pro-Barat. Setelah reformasi ’98 masih berusaha untuk kembali mandiri ). Non blok ( masa Soekarno, Indonesia memimpin. Setelah reformasi ’98 masih berusaha untuk kembali netral ). Hmm.. ( let’s see ).

Sosialis di Korea, China, Rusia dimulai dari kegetiran.

Banyak negeri, negeri mana yang paling indah ? … Itulah Korea !

Banyak rakyat, rakyat mana yang paling bahagia ? … Itulah Korea !

Banyak pemimpin, pemimpin mana yang paling bijaksana ? … Itulah Kim Il  Sung !

Sajak ini sangat terkenal dan melekat di kepala Waloejo Sedjati, eksil yang pernah 10 tahun tinggal dan belajar kedokteran di Pyongyang, ibukota Korut. 12 tahun bekerja dan mengambil Ph.D di Moskow, ibukota Uni Soviet ( kini Rusia ). 24 tahun tinggal dan bekerja di Paris, ibukota Perancis  ( dari buku “1965 : Orang-orang di Balik Tragedi”- Asvi Warman Adam ). Perjalanan spiritual Elizabeth Gilbert di buku  ( dan film ) “Eat Pray Love” yang mengarungi 3 negara : Italia, India, Roma, yang  happy ending, bagi Waloejo berakhir getir. Siapa sih yang tak sedih kehilangan keluarga dan kewarganegaraan ?  ( tersisa 570 orang dari ribuan mahasiswa Indonesia yang terhalang pulang dari belajar di luar negeri, terutama di negara2 sosialis, pasca G30S. Paspor WNI dicabut, terpaksa mencari suaka dan kewarganegaraan asing. Mereka dinamai manusia eksil ). Bagaimana kegetiran ini dimulai ?

Kaum proletar seluruh dunia bersatulah ! Kaum proletar tidak akan kehilangan apa pun kecuali belenggunya !”, seru dua manusia komunis awal di muka bumi ini, Karl Marx ( lahir di Jerman, tahun 1818 ) dan sahabatnya, Frederich Engels, dalam manifestonya yang merebak hingga ke sepertiga penduduk dunia. Yang fanatik menjadikannya doktrin angker yang dikeramatkan. Kultus individu. Lenin, Stalin, Mao, Kim Il Sung, Ho Chi Minh dan Polpot membangun masyarakat sosialis.

Soft power bernama kapitalis liberal. Menumbangkan adidaya tanpa sebutir peluru.

Uni Soviet, negeri sosialis pertama di dunia, didirikan Vladimir Ilyits Lenin pada tahun 1917 lewat revolusi. Setelah Lenin wafat ( 1924 ) digantikan Stalin. Setelah Stalin wafat ( 1956 ) digantikan Nikita Sergeyevic Khurschev.  Khurschev  merevisi garis stalinis yang keras ( revolusi-sosialis ) menjadi berdampingan damai dengan kapitalis-liberal. Hujatan revisionis modern ( re-mo ) pun dilemparkan bertubi-tubi, sampai Uni Soviet, negara adidaya, terbesar di dunia, bubar pada tahun 1990. Tanpa sebutir peluru pun dari Amerika Serikat ( AS ), musuh bebuyutannya selama era Perang Dingin.

( Rusia yang mewarisi 2/3 luas wilayah Uni Soviet saja sudah 17.075.200 km2, bandingkan dengan luas Indonesia  1.906.240 km2_dari buku “RPUL Dunia”- Ajen Dianawati ). Amerika, negara seluas 9.631.418 km2 berpenduduk 303.824.640 ( tahun 2008, nomor 3, setelah India dan China ) dengan anggaran pertahanan pertahun 515.400.000.000  USD ( tahun 2009, nomor 1, sekitar Rp 4.638 triliun_dari “Perang Dunia III & Musnahnya 4 Milyar Manusia”- Sarvani Tava ) tak hanya balatentaranya yang mengintimidasi, tapi juga sistem kapitalis-liberal yang dianut ( menghisap warga AS ) dan ditebarkannya ke seluruh dunia ( menghisap negara2 dunia ke-3 dan berkembang ) hingga mereka punya amunisi ( anggaran perang ) sebanyak itu untuk mempertahankan dominasinya. Sangat berbahaya dan menghancurkan ( soft power-nya ).

( Jumlah tentara & paramiliter AS masih kalah dengan China, India, Rusia, bahkan Iran dengan milisi Basij-nya yang lebih 11 juta orang. Asal kompak dan serempak membuat kekacauan di banyak tempat yang menyibukkan AS, balatentara AS bisa dipatahkan. Dalam sejarah, setahu saya, situasi negara relatif damai  jika ada orang kuat dan adil di pucuk pimpinan. Atau ada 2 kutub yang saling menyeimbangkan. Di tingkat global, jika AS bersikap arogan seperti Mubarak, maka negara2 lain bisa melengserkannya dari kursi dominasi. Kita pantau ( dan antisipasi ), akan jadi sekacau apa intervensi AS dalam pergolakan di Timur Tengah tahun ini. Sebatas mana kita, warga dunia, bisa bersabar menonton aksi polisionalnya. 30 tahun seperti warga Mesir ? Atau lebih cepat dari itu. Militer AS mulai mengepung Libya, apa mereka sedang menyiapkan aksi Rambo di Tripoli  ?  ).

Soft power ini menjelma dalam cara berpakaian, berperilaku ala AS, yang melariskan produk AS, sekaligus membangkrutkan produk dalam negeri sendiri, plus menjatuhkan wibawa pemimpin lokal. ( anda bisa respek pada pemimpin yang gagal menyejahterakan rakyatnya ? ). Sihir kapitalis ini yang dicoba dibendung sebagian pemimpin Timur Tengah, negara2 sosialis, dll. Kubu Barat meletakkan ‘serigala’ Israel di tanah Palestina, berharap negara2 muslim tak pernah bisa besar, karena terus didera konflik. Sudan yang dibagi 2 oleh referendum pada Januari 2011 sebenarnya diskenariokan AS cs untuk dibagi 4. Presiden Omar al-Bashir, yang menerapkan syariat Islam didiskreditkan sampai warga non muslim di selatan Sudan memberontak dan memilih memisahkan diri. Sudan berpenduduk 38 juta. Anda bisa bayangkan skenario sedahsyat apa yang dipikirkan AS cs untuk kita yang berpenduduk 235 juta ? ). Di Asia, China dan Korut, dengan caranya sendiri mem-filter pengaruh konsumerisme AS agar tidak sampai menjungkalkan negeri mereka. Indonesia ?

Bisa pers terbebas karena kaya sumber alam. Kurang kaya bisa terjungkal ( negara bubar ).

Kita sudah terjungkal berkali-kali, sampai kebal ( dan bebal ). Setelah 350 tahun kekayaan alam kita dikeruk kolonial Belanda, 32 tahun dikeruk perusahaan asing ( para pemenang PD 2 ) masa Soeharto, 13 tahun pasca Reformasi ’98 pun, kita masih belum bisa menghentikan penghisapan itu sepenuhnya, hingga hutang luar negeri kita lebih Rp 1.400 triliun hari ini. APBN masih bergantung hutang luar negeri ( Sidang Paripurna tentang pembentukan Pansus Angket Pajak dimenangkan kubu partai pemerintah, Demokrat cs, yang menolaknya dengan selisih 2 suara. Data pengemplang wajib pajak besar, lagi2 gagal diungkap. Lalu, meluncur di bawah, running text : uang rakyat/ simpanan nasabah di LPS sebesar R sp 2.230 triliun ). Kita sudah kenyang dengan sihir kapitalis sehingga julukan ‘pers paling bebas di dunia’ bisa kita sandang. Tapi negara2 lain yang kekayaan alamnya tak sebanyak kita, belum tentu bisa menanggungnya, tanpa negaranya bubar. Jadi, kita bisa mengerti jika negara2 lain memutuskan menyensor media2 dunia ( yang dikuasai AS cs ) demi kemaslahatan rakyatnya. Termasuk Korea Utara.

Selama abad 20 terjadi pertarungan ( sengit ) antara sistem totaliterisme ( komunis, nazi, fasis ) dan sistem demokrasi, kata filsuf Perancis, Tzvetan Todorov. ( Meski ada juga perjuangan manusia untuk tetap bertahan meski ia diinjak-injak atau dibakar hidup-hidup. Mengharukan  ). Dunia personal menjadi orde impersonal untuk mencapai tujuan ideal. Negara memaksakan kesatuan theologico-politik. Ekonomi tunduk pada politik. Rezim mengontrol seluruh media. Tak boleh ada suara berbeda. Bagaimana yang tertutup ini ( sosialis ) berhadapan dengan yang terbuka ( liberal ) ? Crash.

Paralel 38 : batas tubrukan sosialis vs kapitalis. Duka keluarga Korut dan Korsel.

Paralel 38. Batas gencatan senjata Korut dan Korsel. Di sinikah, Perang Dunia 3 dimulai ? Ketika populasi manusia kian ekstrim meninggalkan suplai pangan dunia. 4 miliar manusia akan dilenyapkan sekaligus dalam pembunuhan massal negara adidaya. Ketika semua sudah gelap mata. ( foto : picasaweb )

Garis paralel ( lintang ) ke-38, pembatasnya ( Korea Demilitarized Zone/ DMZ ). Artinya, secara teknis, perang belum berakhir di antara 2 Korea ( dan Indonesia diminta mendamaikan ? di antara 2 raksasa ?  raksasa yang pernah intens berhubungan dengan Indonesia dalam 4 masa :  perang kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru dan Reformasi. Sudah kenal ‘adat’ masing2  ). Di belakang Korea Utara ( Korut ), ada China ( masa Perang Korea, 1950-1953, ada Uni Soviet / Stalin_ dari “Catatan Perang Korea”- Mochtar Lubis ). Di belakang Korea Selatan ( Korsel ) ada Amerika cs. Them again ( apa masalah Indonesia belum cukup banyak dan complicated ? ok, tetap bersyukur mendapat banyak tantangan ).

Dikatakan, Perang Korea itu pecah karena pergerakan politik China yang ingin mengkomuniskan negara2 Asia Timur dan Asia Tenggara. Mochtar sendiri mengecam Amerika yang menjadi dalang perang dan membuat negara Korea terbelah dua. Aksi polisionil, seperti ketika Sekutu/ AS cs dan Belanda hendak menduduki kembali wilayah Indonesia ( 1945-1949 ). Mochtar Lubis kemudian diundang PBB ( Perserikatan Bangsa-bangsa )  meliput  Korea sebagai wartawan perang yang diakreditasi PBB. Setelah diizinkan Jenderal Mac Arthur, panglima perang Amerika di Asia Pasifik waktu itu, Mochtar pun berangkat dari Jakarta, 21 September 1950, menuju Korea.

Bagaimanakah hati bangsa Korea ? Jawaban mereka yang tak pernah ditanya.

Di Taegu, Korea Selatan, Mochtar menemui para pengungsi yang meringkuk di pondok ( 2 x 1 x 1 meter ) dari dahan dan dedaunan, dengan sebuah lubang untuk merangkak masuk. Hawa dingin menggigit tulang. Yang lain menggali lubang dalam tanah, mengalasnya dengan jerami rerumputan dan menutupnya dengan jerami. Tempat tinggal mereka selama perang berlangsung. Seorang anak berbaju koyak2, duduk menangis di kaki seorang kakek yang linglung. Ia tak peduli. Terlalu lemas membersihkan hidung anak kecil yang sudah beringus hijau. Anak itu kehilangan ibunya saat kacau balau mengungsi. Kehilangan ayahnya yang disuruh menjadi serdadu Korsel. Wajah renta ( 70 tahun ) yang diam tak bergerak itu adalah kakeknya.

Setelah 30 tahun dijajah Jepang, si kakek merasa negerinya dibelah dua oleh Amerika dan Rusia. Ia, juga rakyat Korea tak pernah ditanya, apa mereka suka perang ini ? Tidak tahu untuk apa Perang Korea. Ia hanya mengalami, desa2 dihancurkan dengan bom dari udara, tembakan meriam dan mortir, mungkin ada orang Korut bersembunyi. Desa2 di tengah garis pertempuran diratakan agar orang Korut tak bersembunyi. Kakek ini takut pada orang Korut yang menyerang. Takut pada tentara AS yang membakar desanya. Takut pada orang Korsel. Ia melihat saudaranya, isterinya, anaknya jatuh, mati tertembak ketika lari. Seperti juga para pengungsi, laki perempuan anak2 lainnya yang menyeberang ke arah garis pertahanan Amerika dan Korsel. Kuatir gerilya Korut. Orang yang disangka berhubungan dengan orang Korut sering ditangkap dan dibunuh oleh polisi dan tentara Korsel. Semata tak bisa memberi keterangan yang mereka minta. Para pengungsi yang kebetulan lewat di daerah pergerakan militer juga dibunuh. Maut dan kelaparan terus menghantui.

Pengungsi renta tidur di pinggir jalan stasiun Masam, dekat keranjang rombeng, tempat ia menyimpan sisa hartanya. Kulit apel yang dipungut dari trotoar. Seorang anak memasukkan kulit itu ke dalam mulutnya, mengunyahnya dengan lahap. Anak lain yang berbaju compang-camping, mukanya membiru kedinginan, memungut serpah jeruk yang dibuang dari jendela kereta api. Ingus kental dan hijau mengalir tak putus dari hidungnya, disapu dengan lidah dan lengannya. Perempuan2 berjalan dengan tatapan kosong. Matanya gembung memerah bekas tangisan. Langkahnya lesu. Seorang nenek duduk dengan duka nestapa. Sungguh sukar berbicara dengan mereka. Pegawai pemerintah juga tidak suka bicara. Mereka takut bicara.

Cara bangsa Korea bertahan. Do you feel it ?

TakgooMajoon

Tak Goo dan adik tirinya, Majoon dalam serial drama Korea, "King of Baking : Kim Tak Goo"- ( 2010 ). Anda merasa film2 Korea kerap menguras air mata ? Seolah dibuat dan diperani dengan segenap rasa ? Apakah konflik dua Korea yang mendebarkan, mempengaruhi penghayatan mereka pada apa pun yang mereka kerjakan ? Sepak bola pun mereka masih mengungguli kita.

Seorang opsir Filipina mendekati penjaga stasiun yang mirip dengan serdadu Korea-Jepang yang dulu menyiksanya di tahanan Bataan, Filipina. Si penjaga berbaju hijau dan memakai pet serdadu Jepang. Ketika ditanya dalam bahasa Jepang patah2, si penjaga mengangguk-angguk, tersenyum-senyum, memperlihatkan gigi emasnya 3 biji di depan. Dalam suasana perang, hampir semua orang Korea sepertinya berjanji hanya memberi jawaban yang dianggapnya menyenangkan hati si penanya ( agar nyawanya selamat ). Peminta-minta yang kotor dan lapar di pinggir jalan jika ditanya orang yang lewat,”Hai, itu bapakmu ?”. Sudah pasti, dia akan mengangguk-angguk, membungkuk-bungkuk dan membuka mulutnya lebar2,”Ya, ya !”. Petani yang hendak membeli pupuk kotoran manusia untuk kebunnya, ketika digeledah polisi Korsel bersenjata di pos penjagaan dan ditanya,”Kaum Soviet ?”. Dia mengangguk-angguk lugu,”Hai, hai !”. Untung si polisi pikir panjang dan memeriksa bawaan si petani, sehingga tidak jadi membunuhnya.

Si opsir Filipina bertanya pada si penjaga stasiun,”Pernah ke Filipina ?”. Si penjaga ( ternyata orang Korea ) dengan tersenyum lebar, mengangguk-angguk kepala menjawab,”Hai, so-desu, so-desu !”. Si opsir yang ingin balas dendam itu mulai berang. Sinar marah merasuki matanya.”Pernah di Bataan ?”, tanyanya lagi. Si penjaga menjawab,”Hai ! Hai ! so-..”. Kalimat itu terputus melihat mata menyala si opsir, sehingga si penjaga cepat menggeleng-geleng dan menyambung, ”Pilipino nai, Bataan nai. Tidak, tidak !”, katanya. Sekarang si penjaga tak pernah ke Filipina dan tidak pernah ke Bataan. Si opsir meredakan hatinya, menyesal telah bertanya pada orang2 Korea yang tengah ketakutan setengah mati. Mencoba survive dengan caranya masing2.

(  Anda bisa meraba perasaan orang2 Korea hari ini ? Ketika Korut dan Iran dikatakan Bush, poros setan. Ketika pemimpin Korut mengumumkan uji coba rudalnya pada dunia. Ketika karyawan Samsung memulai pekerjaannya setiap pagi dengan mars penuh semangat, tak ubahnya perang. Ketika warga Korsel, termasuk para selebritinya yang sering tayang di TV kita, diwajibkan latihan militer. Ketika Bae Yong Jun, Yoon Shi Yoon, Joo Won, Lee Min Ho, dll, begitu mengharu biru kita saat berakting dengan segenap rasa ?  Anda bisa menangkap nuansanya ? Jika mereka boleh memilih, mereka ingin perang dijauhkan dari mereka. Hidup damai sebagai satu Korea. Tapi seperti para pendahulu, mereka juga tidak ditanya. Andai  Jepang, Rusia, China dan AS  tidak masuk ke negeri mereka saat itu … )

Nestapa tentara di medan perang. Have you ever been thinking about them ?

Deru lengking mesin jet memenuhi udara. Orang Korut menembak mati 500 orang Korsel dan 40 serdadu AS ketika harus mundur dari Taegu. 12 tentara Korut, didrel senapan mesin oleh marinir AS ( 19 tahun ) yang mengawalnya, hingga tewas teronggok di selokan pinggir jalan.”Semakin lama saya berjalan dengan mereka, semakin besar kebencian saya. Saya lihat banyak kawan yang mereka tembak setelah menyerah. Akhirnya saya tidak tahan lagi, dan saya tembak mereka !” kata si marinir puas. Seorang wartawan AS sepulang dari Taejon bercerita bahwa tawanan2 AS diperlakukan baik oleh serdadu Korut, tapi oleh polisi Korsel yang bekerja dengan orang Korut, malah disiksa. Mayat serdadu Korut yang sudah membusuk terguling di simpang lima pusat kota Seoul. “Damn it”, umpat 4 tentara AS yang tengah berjaga, merasa terganggu.”Why nobody brings the damn gook ?”

( Nama asli Korea Utara : Choson Minchu Chui Immin Konghwa Guk. Internasionalnya : Democratic People’s Republic of Korea. Taehan Min’guk, adalah nama asli Korea Selatan. Internasionalnya : Republic of Korea ).

Serdadu Korut lainnya berhari-hari tinggal di bukit dengan luka menganga. Kaki putus di lutut, putus hingga perut, paha menggembung sebesar batang kelapa, penuh nanah. Tulang rahang dan dagu hilang dikoyak pecahan baja peluru mortir. Lidah gembung, biru kehitaman, menjulur tak bergerak. Mata terbelalak, mengabur, menanti ajal. Di sebelahnya, seorang perempuan diberondongi peluru senapan mesin di perutnya. Terdengar erang kesakitan, gemuruh nafas penghabisan yang tertahan, melompat keluar kerongkongan. Bau amis darah dan busa dari luka2 bernanah. Aroma runtuhnya perikemanusiaan.

Rusia tergiur minyak Asia Tenggara ( Hindia Belanda ) ? AS keburu mengendusnya.

Perang melawan Korut ini dilakukan dan ditanggung sebagian besarnya oleh AS. Kekuatan militer Inggris, Australia dan Filipina menunjang si mesin perang terbesar, terkuat dan terefesien ( saat itu ). Apa yang sesungguhnya yang terjadi di Korea ? Orang Korut datang untuk mempersatukan Korea ? Atau Rusia menyuruh Korut menyerbu Korsel untuk menghalau tumpuan AS cs mencaplok Rusia ( wilayah2 yang dikuasai Rusia ) ? Sebelum Perang Korea pecah, AS tak memiliki kekuatan di Korsel. Tak ada senjata kuat untuk tentara Korsel. Terbukti ( riset Mochtar di lapangan ). Di Korut, tak ada tenaga militer Rusia. Tapi, Rusia terbukti memberi perlengkapan perang amat kuat pada tentara Korut. Setelah perang  berlanjut, Rusia tak memasukkan pasukannya ke Korut. Sebaliknya, AS ( atas nama utusan PBB ) membawa angkatan perang yang sangat kuat di Korsel.

Korsel disulap AS menjadi pangkalan militernya di benua Asia sampai hari ini ( 27.000 tentara AS di Korsel, 47.000 di Jepang ). Demi membendung perkembangan komunis, AS juga menyokong para reaksioner di Vietnam  dan Taiwan ( dulu Formosa ). Sekaligus, demi kekayaan alam negeri2 yang akan ditanami faham komunis ( atau liberal, yang akan ditaburkan AS ). Ya, ini soal perebutan lahan uang untuk menguasai dunia. Rule the world. Wilayah jajahan untuk mengeruk bahan baku dan memasarkan hasil jadi. Mulanya Revolusi Industri di Inggris ( tahun 1760 ). Disusul Perang Dunia I ( 1914-1918 ) dan PD 2 ( 1939 – 1945 ) untuk memasok kebutuhan industri mereka. Siapa yang kuat dia yang menang. Darwinisme Sosial. Hukum rimba.

Nazi, Fasis di Barat dan Jepang di Timur. Ketika ketiganya berkolaborasi .. ( PD I )

Di Barat, ada Adolf Hitler ( Jerman ) yang merasa rasnya terunggul, di puncak piramida ( sehingga merasa sah2 saja memperbudak ras lainnya ). Di Timur, ada penguasa Jepang, setali 3 uang, merasa top abis, sampai memaksa negara2 lain  tunduk di bawah kakinya. Sebelum Pangeran Franz Ferdinand ( pewaris tahta kekaisaran Austria-Hungaria ) dibunuh orang Serbia, penguasa Jerman sudah memutuskan menguasai Perancis melalui serangan mendadak. Jerman menggandeng Austria-Hungaria dan Italia. Di kubu lawan, Inggris menggandeng Perancis dan Rusia. Lalu, 14 negara terseret dalam kehebohan perang ( selain 7 negara tadi, ada Belgia, Rumania, Turki, Yunani, Bulgaria, Palestina dan Irak ). Korban di kubu Inggris cs : 5.497.600 jiwa. Korban di kubu Jerman cs : 3.382.500 jiwa. Korban warga sipil : 6.493.000 jiwa. PD I menjadi akhir monarki absolut di Eropa, memicu Revolusi Rusa ( menulari China dan Kuba ) dan menjadi dasar Perang Dingin antara Uni Soviet dan Amerika Serikat. Liga Bangsa-bangsa kemudian dibentuk untuk menciptakan perdamaian dunia.

World War part two. To be continued ? Next sequel ..

Kapitalis dan komunis masih bersemayam di dada para pelaku PD 1. ‘Tom & Jerry’ tetap ribut selama keadilan di antara mereka tidak tercipta. Jerman yang gatal, menyerang Polandia ( melanggar perjanjian Versailles ), meletuskan Perang Dunia II. Tawuran ini diikuti lebih banyak peserta ( penjajah dan yang dijajah ). Jerman, Jepang, Italia, Inggris, Perancis, AS, Polandia, Uni Soviet, Finlandia, Swedia, China ( termasuk Hongkong ), Birma ( kini Myanmar ), Mesir, Libya, India, Australia, Yunani, Denmark, Norwegia, Belanda, Luxemburg, Latvia, Lituania, Estonia, Rumania, Albania, Yugoslavia, Kroasia, Bosnia, Filipina, Malaysia, Korea, Indocina, Singapura, Brunei, Indonesia, Suriah, Lebanon, Irak, Palestina, Iran, Turki, Tunisia, Maroko, Aljazair, Papua Nugini, dll. Lebih 45 negara. Tak terhitung jumlah korban jiwa. PD II dimenangkan oleh negara2 pendiri Perserikatan Bangsa2 ( PBB, United Nations/ UN ) yang dibentuk usai PD II ( 24 Oktober 1945 ). Para pemegang hak veto di Dewan Keamanan PBB ( Inggris, Perancis, AS, China, Rusia ).

Tahun 1931, Jepang menginvasi China, dan menunjuk Pu Yi menjadi kaisar boneka di Manchukuo, Manchuria. Tahun 1941, Jepang mengebom Pearl Harbor ( pangkalan AL terbesar AS di Pasifik ), dikomandoi Chuichi Nagumo. Jepang lalu menginvasi Filipina, koloni Inggris di Hongkong, Birma, Malaysia, Singapura ( markas Britania Raya ) dan Hindia Belanda ( Indonesia ). Tentara Nasionalis China ( Kuomintang ) dipimpin Chiang Kai-shek dan Tentara Komunis China dipimpin Mao Zedong, sama2 menentang pendudukan Jepang atas China. Sekutu ( Inggris, AS  cs ) memasok bantuan untuk Chiang Kai-shek. Tokyo lalu dibakar Sekutu. Kota Hiroshima dijatuhi Little Boy . Nagasaki dijatuhi Fat Man. Keduanya bom atom yang meluluhlantakkan kota, dan radiasinya masih menelan korban hingga hari ini. Jepang menyerah tanpa syarat ( 14 Agustus 1945 ), menandatangani surat penyerahan ( 2 September 1945 ) di atas kapal USS Missouri di teluk Tokyo.

April 1945, Berlin ( ibukota Jerman ) dikepung Uni Soviet. Pada 1 Mei 1945, Hitler bunuh diri di bunkernya bersama Eva Braun, yang baru dinikahinya ( sebelumnya, Hitler meminta pengawal untuk membakar mayatnya. Tersiar kabar tahun 2009, ada warga yang melihat Hitler di Indonesia setelah kabar kematiannya yang misterius itu ). Afrika Utara menjadi batu loncatan untuk menyerang Sisilia. Dari Sisilia, Sekutu menyerang Italia sampai menyerah ( 8 September 1943 ). Roma direbut 5 Juni 1944. Tanggal 8 Mei 1945, penduduk negara2 Sekutu merayakan hari kemenangan. Penduduk Uni Soviet sehari kemudian.

Taiwan & Korut, duri hubungan China – AS. Who is Kim Il Sung ?

Chiang Kai-shek  bertengkar dengan Mao Zedong sampai kabur ke Taiwan ( pulau Formosa ). China daratan dikuasai Mao. Sampai hari ini, Taiwan diklaim milik China. Sedang, Taiwan merasa terpisah dengan China. Konflik Taiwan ini yang membuat hubungan China – AS panas dingin. Ditambah dukungan China pada Korut ( China memberi bantuan beras untuk sebagian rakyat Korut yang dililit kemiskinan ), membuat penyelesaian 2 Korea menjadi rumit. China ( komunis ) dan Amerika ( kapitalis ). 2 Korea, 2 raksasa. Lalu, bagaimana dengan rudal jarak jauh Taepodong-2 (  menjangkau wilayah AS )  dan nuklir Korut ?

Kim Il Sung ( PM Korut ) adalah pahlawan perjuangan kemerdekaan rakyat Korea melawan Jepang. Ia memimpin gerilya sekitar perbatasan Manchuria-Korea. Awalnya, Kim masuk organisasi pemuda patriot Korea di Manchuria. Ketika pasukan gerilya Kim membesar ( tahun 1934 ), Jepang berusaha menghancurkannya dengan segala cara.  Desa2 dipagari dengan menyisakan satu gerbang saja. Desa2 yang dituduh membantu Kim, dibakar. Kepala Kim dihargai 100.000 USD. Usaha gagal Jepang itu membuat Kim diyakini rakyat Korea bisa membawa kemerdekaan. Antara tahun 1932 – 1936, Kim berhubungan dengan orang China komunis. Nama Kim kian harum setelah menyerbu kota Keizanchin ( tahun 1936 ).

Tahun 1904, pecah perang Rusia-Jepang. Ketika Rusia menduduki Korut, jabatan kepala pemerintahan diserahkan pada Kim Il Sung. Pasukan gerilya dibubarkan, Kim kembali menjadi orang sipil dan hadir di kongres anti-Jepang di Pyongyang. Kim langsung didaulat menjadi PM Korut pertama. Serangan Korut 25 Juni 1950 pada Korsel adalah usaha Kim mempersatukan Korea. Setelah utusan2 persatuan Korea Kim ditolak pemerintahan Syngman Rhee. Bangsawan berusia 75 tahun itu dipilih pemimpin2 nasional yang kabur dari Korea, untuk menjadi presiden ( tahun 1919 ) di rapat pemerintahan sementara Korea di Shanghai.

Kim diangkat PM Korea oleh Rusia. Rhee diangkat presiden Korea oleh AS. Pusing ?

Pada pemilu di Korsel ( tahun 1948 ), Rhee terpilih menjadi presiden Republik Korea. Rhee menduduki jabatannya karena bantuan AS. Serangan Korut ke Korsel, digunakan juga oleh Rhee untuk menyingkirkan lawan2 politiknya ( memanfaatkan kekuatan militer AS  ). Di pihak Korsel, yang bertarung lebih banyak serdadu  AS. Kim Il Sung menggunakan pengalaman dan taktiknya mengusir Jepang, untuk menghadapi tentara AS. Hari ini, Korut – AS pun masih bersitegang. Kim Jong-il ( putra Kim Il Sung ) akan mewariskan kekuasaannya pada si bungsu, Kim Jong-un ( 28 tahun ).

Andai Kim ( Korut ) dan Rhee ( Korsel ) tahun 1904 ( menghadapi serbuan Jepang ) minta bantuan pada pihak yang sama, maka kejadiannya tidak serunyam ini. Jika keduanya ke Rusia, misalnya, hari ini mereka masih satu Korea. Nasibnya paling banter seperti Turkmenistan, pecahan Uni Soviet pasca Glasnost-nya Mikhail Gorbachev. Negeri seluas 488.100 km2 itu, kemarin ( 23/2/2011 ) sukses mencukur Indonesia ( 1 : 3 ) di pertandingan pra-Olimpiade di Palembang. Jika hanya ke AS, kejadiannya bisa seperti Vietnam, yang bisa menendang keluar AS secara memalukan, dan berhasil menyaingi pembangunan di Indonesia. Bersatu lebih kuat ( dalam menghadapi ancaman dari luar ) telah mereka buktikan.

Pengalaman penyelesaian konflik Aceh sebagai referensi mediator. AS mau ?

Nasi sudah menjadi bubur. Jika Indonesia dimintai bantuan, pengalaman menyelesaikan konflik Aceh mungkin bisa digunakan. Utusan Indonesia bisa berperan seperti presiden Finlandia, Martti Ahtisaari, yang memediasi pemimpin Aceh dengan pemerintah Indonesia tahun 2005. Tentara2 Indonesia di Daerah Operasi Militer ( DOM ) Aceh secara bertahap dikurangi. Di pihak Aceh, para pejuang ( GAM ) juga menyerahkan senjata dan direhabilitasi hingga kembali menjadi warga Indonesia sepenuh hati. Warga Aceh boleh mendirikan partai lokal dan mengikuti pemilu untuk memilih pemimpin Aceh. Apakah AS mau menarik tentara dan persenjataannya, bersamaan ditariknya milik Rusia dan China di Korut ? Partai2 di Korut dan Korsel sama2 boleh ikut pemilu yang jujur dan adil ( rakyat Indonesia pernah diminta mencoblos satu dari 48 logo partai peserta pemilu, kan ? ). Rakyat Korea lalu menentukan siapa presiden, wapres, perdana menteri, anggota DPR dan DPD mereka. Jika Jerman Barat dan Jerman Timur bisa bersatu, rakyat Korea pun bisa.

Jika, AS ogah melepas cengkeramannya pada Korsel, China pada Korut, maka Perang Dunia ke-3 ( PD III ) akan dimulai dari … paralel 38 ini. 80 % psikopat masih berkeliaran bebas di luar penjara dan rumah sakit jiwa. Sejak tahun 1909 suplai makanan tak mencukupi kebutuhan dunia. Peningkatan populasi tidak dibarengi peningkatan pangan. Inflasi di Amerika dan seluruh dunia akan meningkatkan harga makanan hingga 5 kali lipat dari harga hari ini. 2/3 populasi dunia akan terkena bencana kelaparan. Ketika suplai pangan sulit ditingkatkan, maka cara ekstrim pengurangan populasi pun digunakan. Pembunuhan massal. Skenario perang dunia.

Nuklir untuk kehancuran bumi. 4 miliar jiwa melayang penasaran.

4 miliar manusia dimusnahkan sekaligus. Persediaan nuklir di dunia hari ini ( AS, China, Rusia, Inggris, Perancis, India, Pakistan,  Israel, Korut ) bisa menghancurkan bumi hingga 5 kali. Perebutan air di sungai Brahmaputra sudah memanaskan 2 pemilik nuklir, China – India. Kwik Kian Gie mencatat, lebih 90 %  minyak dan gas Indonesia dikuasai asing. Saat kekayaan alam menipis dan lingkungan rusak, perebutan kue seperti anak kecil pun bisa terjadi hingga berdarah-darah. Krisis Amerika sekarang ( pada level membahayakan ) diselesaikan dengan menciptakan spot2 konflik di berbagai negara untuk mengatrol penjualan senjata dan pendapatan negara. Yang paling dikuatirkan banyak pihak, bila para pemegang kebijakan Amerika sudah gelap mata dan memutuskan memulai perang di Semenanjung Korea.

Profesor Harald Welser ( Jerman ) meramalkan akan banyak terjadi perang dan pembunuhan di abad 21. Pemanasan global tak hanya menggeser zona iklim ( anda tahu poros bumi sudah mulai bergeser ? ), tapi juga menggiring gerakan sosial ke arah masif yang menuntut perubahan tatanan. Perjuangan sosial difokuskan untuk menyelamatkan sumber daya yang semakin terbatas. ( anda mengikuti pergolakan rakyat di Timur Tengah dan Afrika belakangan ini ? Afrika sudah lama dijarah oleh penjajah PD 1 dan PD 2, demikian pula Timur Tengah yang terus disedot minyaknya jutaan barrel tiap hari. Tinggal sedikit yang mereka perebutkan hari ini ).

Terkait urusan survival, pemerintah tak boleh ragu mengambil keputusan penting. Kebimbangan akan memicu penggunaan kekerasan untuk bertahan hidup. Selama kondisi normal, orang masih bisa hidup wajar, kekerasan masih bisa diredam. Tapi, ketika manusia limbung, kekerasan menjadi pilihan mendesak. Tak menentunya iklim ; dari cerah, mendadak angin ribut dan hujan tak terkendali, membuat kita tidak siap menghadapi perubahan tiba2. ( banyak spesies sudah punah karena tak sanggup lagi beradaptasi secepat itu  ). Gelombang panas telah menelan 35.000 korban jiwa di Eropa Tengah. Es tiba2 mencair di Antartika, diluar waktunya. Semua negara mengalami krisis multi dimensi. 33 negara terancam instabilitas karena harga pangan makin membubung tinggi. 97 negara kritis. Hanya sedikit yang berkecukupan menghadapi masa depan. 220 juta rakyat India hidup di bawah garis kemiskinan. Makanan dan minyak menjadi isu internasional.

200 orang terkaya, 850.000.000 orang kelaparan. Jalan gelap di depan ..

200 orang terkaya di dunia menguasai 40 % uang yang beredar di dunia, sementara 850 juta orang kelaparan. Sampai di Haiti, tong sampah bersih dari sisa makanan, hingga anjing tak menemukan sepotong tulang pun. Di depan istana, teriakan lapar para demonstran mengiris hati. Kekerasan tak terhindarkan. Kebutuhan pangan China hampir ¼ jumlah penduduk dunia. Begitu pun India ( 1,6 miliar orang, menggungguli China yang berpenduduk 1,3 miliar ). Lahan pertanian 2 negara ini tak mampu menutupi kebutuhan pangan rakyatnya. Bagaimana jika 2,9 miliar orang di China dan India tak lagi bisa mengimpor makanan ? ( karena negara lain memprioritaskan hasil pertanian untuk mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri ). Apa mereka akan ikut menginvasi ? ( Itukah saatnya ? ingat kata si petinggi  ).

Kontestan Perang Dunia III menurut situs Global Fire Power sedikitnya ada  30 negara :  AS, Rusia, China, India, Jerman, Perancis, Jepang, Turki, Brasil, Inggris, Italia, Korea Selatan, Indonesia, Meksiko, Kanada, Iran, Mesir, Korea Utara, Spanyol, Pakistan,  Australia, Saudi Arabia, Thailand, Argentina, Swedia, Israel, Yunani, Taiwan, Suriah dan Filipina.

Preah Vihear, Kashmir-nya konflik Kamboja – Thailand ?

Preah Vihear yang membuat Kamboja dan Thailand kontak senjata dan menewaskan tentara masing2. Sebagian lahan diklaim milik Thailand, dan kuil Hindu itu sendiri diklaim kaum nasionalis, situs budaya Thailand. Kamboja menolak, dengan pengukuhan dari PBB. Banyak tempat di dunia, yang dijadikan 'bom waktu' oleh para pelaku PD 2 ( pendiri PBB ) agar hegemoni mereka tak pernah tersaingi. Akankah kedua anggota ASEAN itu mau berbagi dan bergandeng tangan menyonsong masa depan ? Tinggalkan Barat gigit jari dengan skenario licik mereka. Setuju ?

Sebagai ketua ASEAN, Indonesia diminta PBB untuk mendamaikan konflik sengketa perbatasan Kamboja dan Thailand. Kamboja adalah negara kerajaan berbentuk monarki konstitusional. Penerus kekaisaran Khmer yang pernah menguasai Semenanjung Indocina ( abad 11 – 14 ). Thailand ( Muang Thai ) adalah negara kerajaan yang kekuasaan rajanya dibatasi konstitusi. Perannya melindungi persatuan dan jati diri bangsa Thailand. Perdana menteri, sebagai kepala pemerintahan, dilantik raja dari anggota parlemen. Biasanya, pemimpin partai mayoritas.

Kuil Hindu Kuno ( Preah Vihear ) yang mereka ributkan. Kuil itu sudah diakui PBB sebagai World Heritage atas nama Kamboja. Tahun 1962, Internasional Court Justice juga sudah mengakui kuil itu di wilayah Kamboja. Dibilang, kuil itu target bersama yang diperlukan Thailand untuk mengalihkan perhatian atas instabilitas yang terjadi di negerinya. Ada PM Thaksin, PM Samak, PM Somchai yang diturunkan secara paksa oleh rakyat. Secara politik, Kamboja relatif stabil. Secara militer, Thailand lebih kuat. Isu kuil ini bisa membangkitkan nasionalisme rakyat Thailand agar bersatu ( kemudian membangun negara dengan semangat itu ). Namun, korban tentara dari kedua belah pihak terus berjatuhan ( tewas, luka berat dan cacat seumur hidup ).

7 Juli 2008, hari penganugerahan kuil Preah Vihear oleh UNESCO yang memicu kemarahan kaum nasionalis Thai. Mereka mengklaim situs budaya itu milik Thailand. Kuil itu, kelihatannya seperti Kashmir yang diperebutkan India dan Pakistan, sejak Perjanjian Amritsar ( 1846 – 1946 ) usai dijalani. Kashmir berpenduduk 12 juta jiwa, 85 % muslim, mendiami wilayah subur dan kaya sumber alam seluas 217.935 km2. Saat India terpecah menjadi Pakistan di barat dan India di timur, Kashmir yang ingin bergabung dengan Pakistan, oleh India dikatakan sebagai bagian provinsi India yang tak terpisahkan. Tahun 1947, Inggris ( penjajah India ) sengaja menyerahkan Kashmir ke India yang mayoritas Hindu, agar menjadi bom waktu, konflik berkepanjangan, dibonsai, tak pernah bisa besar, menyaingi Inggris cs.  ( Sudan, deja vu ? ).

Kejahatan kemanusiaan di Kashmir, skenario Barat. Kamboja – Thailand jangan ikut berdarah.

Gubernur provinsi Hyderabad dan Jonagra adalah muslim. Padahal mayoritas penduduknya Hindu. Mereka dianeksasi ke India. Gubernur Kashmir adalah Hindu. Padahal mayoritas penduduknya muslim. Tapi, mereka tidak dianeksasi ke Pakistan ( malah ke India ). Setelah blow up ke media internasional, setiap pemberontakan Kashmir dituding India sebagai subversif, separatis, ingin memisahkan diri dari India. Warga Kashmir diculik, ditahan ( Des’92, 40.000 orang ), disiksa ( Des’92, 60.000 orang ), diperkosa ( Des’92, lebih 4.000 wanita, 200 sampai tewas ), dibunuh ( Des’92, 26.000 orang. Th 1989, 25.000 orang ), dibakar hidup2 ( Des’92, 1.700 orang ) dan dirusak ( Des’92, 9.000 rumah ). Komite bantuan Kashmir Muslim mengumumkan kejahatan otoritas India di Kashmir antara Januari 1990 – Desember 1998 sbb : 63.275 warga Kashmir ditembak mati. 775 politisi, ulama dan imam mesjid dilenyapkan. 3.370 warga Kashmir tewas disiksa. 81.161 dipenjara tanpa sidang pengadilan.

India menduduki 65 % wilayah Kashmir, Pakistan 30 %, China 5 %. AS berupaya membantu India melepaskan bagian China atas Kashmir, agar invasinya atas Afganistan tidak diganggu. Penguasa Pakistan menyerahkan Kashmir ke India, karena mereka agen AS yang menuntut konsensi terus menerus atas kekayaan Kashmir.

Gol bagi Korea, Kamboja, Thailand dan Indonesia. Win-win solution.

Mengingat potensi konflik dan korban yang ditimbulkan, mungkinkah Kamboja dan Thailand berdamai saja ? Preah Vihear dimiliki bersama, dengan sistim bagi hasil ( keuntungan pengelolaan ). 50 : 50. Atau berapa pun asal disepakati kedua belah pihak. Rakyat Thailand dan Kamboja, kapan saja, bisa berkunjung ke kuil tersebut yang ditetapkan sebagai kawasan bersama.

( setahu saya, masyarakat kita juga punya ikatan batin dengan candi2 yang dibangun para pendahulunya, yang dianggap media penghubung dengan ruh leluhur. Tidak sekedar obyek wisata. Penguasa Jawa menebarkan pengaruh sampai ke Asia Tenggara. Ingat Angkor Vat di Kamboja ? ( pagoda Wat Keo Sikha Kiri Svarak dekat kuil Preah Vihear ? ). Bangunan pemuja Wishnu itu dibangun Suryawarman dalam kompleks istana Angkor Tom ( 900 M ) yang dibangun Raja Jayawarman dari Jawa. Dilengkapi candi, menara, dinding masa Indrawarman ( 900 – 1000 M ).

Saya berharap Thailand dan Kamboja ; rakyat, tentara dan penguasanya, bisa hidup damai berdampingan. Saling menyayangi dan menghargai. Bukankah kita satu keluarga ASEAN ?  Banyak tantangan ke depan yang harus kita antisipasi dan siapkan. Sudah banyak ulah Barat yang menguras kekayaan dan energi kita. Saatnya konsentrasi mewujudkan kesejahteraan rakyat dan membangun ketahanan nasional kita. Begitu pula rakyat Korea, semoga kalian bisa kuat sebagai satu bangsa.

( Jika impian tercapai, bisakah timnas sepakbola kalian ( selama ini peringkatnya di Olimpiade dan Piala Dunia mengungguli timnas kami. Begitu militannya warga Korea  ), menularkan ketangguhan pada timnas kami sampai Indonesia meraih the damn cup ? ( Piala Dunia. Sulit tidur setelah kemarin, tim Turkmenistan, negeri dengan 5 juta penduduk saja, menjebol gawang Indonesia. Where’s Nurdin ? )

( sepertinya 8 dari 10 orang Korea bernama Kim ) Harmony under one nation. Prove you can. Come on, Kim !

Iklan

Written by Savitri

25 Februari 2011 pada 23:34

Ditulis dalam Ragam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s