Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Perompak Somalia, Osama, Al Qaeda, NII, Zaytun, Densus, TNI. KTP elektronik ? plesiran DPR ?? Kekuatan dunia Islam dirindukan.

with 2 comments

Aksi serentak pembebasan 20 ABK MV Sinar Kudus dengan kekuatan 2 KRI, 1 helikopter, Kostrad dan Sandi Yudha pimpinan Dankormar. Pasukan khusus yang dikirim dalam operasi Duta Samudra I/2011, kata Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, terdiri dari Marinir ( TNI-AL ), Kopassus ( TNI-AD ) dan Kopaska ( TNI-AU ). Tebusan dan operasi militer dilakukan paralel. Belum ada negara yang bisa membebaskan 20 sandera hidup2 dari perompak Somalia yang telah lego jangkar selain Indonesia. Bahkan sampai menewaskan 4 perompak ( dari 35-60 penyandera ). Prestasi tersendiri. Seperti di film2 action, kata ABK. Good job. Thanks to our heroes.

Somalia. Warga dunia mempersoalkannya. Terutama kapal2 dagang mereka yang acap kali disikat perompak nomor satu dunia. Johnny Depp ( pemeran kapten Jack Sparrow, bajak laut ) di sequel film “Pirates of the Caribbean” memang charming. Tapi dalam kehidupan nyata, bajak laut bisa mengerikan, menyebalkan sekaligus memelas. Mereka muslim. Bagaimana bisa ?

20 ABK Kapal MV Sinar Kudus kemarin ( 16/3/2011 ) mengalami. Terkatung-katung di perairan internasional kemudian dibawa merapat ke Somalia. Jatuh sakit, stres, ditekan 35 -60 perompak Somalia selama 46 hari. Anggota keluarga di Indonesia cemas, demo berhari-hari, meminta perusahaan dan pemerintah membantu pembebasan para WNI malang tsb.

Baru lepas dari perompak Somalia, kini masuk perompak di lepas pantai Kenya . 13 WNI awak kapal tangki kimia MT Gemini berbendera Singapura, bersama 4 warga Korea Selatan, 3 warga Myanmar, 5 warga China, kembali di ujung tanduk. Warga Indonesia, negeri bahari yang jaya di laut di abad2 silam, memang primadona kapal2 mancanegara. Darah pelaut mengalir di nadi kita.

Sedihnya, kenapa muslim makan muslim ? Saya kira, musuh Mohamed Ali Farrah Aidid, anak buah dan simpatisannya, hanya Amerika, Barat dan sekutunya yang telah membuat Somalia seperti hari ini. Tapi, tidak. Warga negeri  muslim terbesar ini pun mereka embat. How could you. ( did we do wrong to you ? ).

Rekor tebusan Indonesia, rekor militer Korsel. Mending mana ?

TNI yang mengawal pengiriman uang tebusan ( sekitar Rp 40 milyar ? ) tak urung gemas. 4 perompak yang terakhir turun dari geladak ditembak mati. Pemerintah Indonesia memilih bernegosiasi dengan perompak daripada menghajarnya, demi keselamatan  ABK, sesuai permintaan keluarga mereka. Berbeda dengan pemerintah  Korea Selatan  ( Korsel ) yang memilih operasi militer penuh. Rekor Korsel : 7 hari sejak ditawan perompak ( tercepat dalam operasi militer ). Rekor Indonesia : 46 hari ( tercepat dalam tebusan ). Sama2 berhasil membebaskan awak kapal.

Menjelang misi penyelamatan, anggota TNI sebenarnya sudah di lokasi sejak 27 Maret 2011. 3 kapal perang Indonesia mendekati kapal Sinar Kudus, namun perompak melarang mendekat sampai 10 mil. Kapal Sinar Kudus dibebaskan 1 Mei 2011. Dalam perjalanan pulang, kapal pengangkut biji nikel itu dihadang lagi oleh rombongan perompak berbeda. Seperti dalam film, TNI AL bisa menyelamatkan. Kru Sinar Kudus dan keluarganya mengucapkan terima kasih pada TNI dan SBY.

Bagaimana dengan gengsi ? Terlebih, pemerintah Somalia mempersilakan Indonesia melakukan operasi militer di Somalia untuk membantu menstabilkan negeri mereka. Menertibkan para warlord di sana yang membuat pemerintah Somalia kehilangan wibawa. Banyak pengamat mengatakan Somalia, contoh negara gagal. Isi perairan Somalia telah rusak sehingga banyak warga terpaksa hidup dengan merompak. Dari 142 pembajakan Januari-Maret 2011, 97 serangan terjadi di perairan sekitar Somalia. Dari tebusan sandera, lanun di negeri Afrika Timur itu bisa meraup 79 ribu USD ( Rp 711 juta ) setahun. Bandingkan, dengan upah rata-rata warga Somalia yang hanya 600 USD ( Rp 5,4 juta ) setahun. Bagian terbesar ‘bisnis’ multi jutaan dolar itu disetorkan ke sindikat internasional ( dealer senjata ) yang menguasai mereka.

Tapi, Indonesia bukan negara kecil, yang bisa langsung menyambar kesempatan tanpa pikir panjang.  Ada beban berat di pundaknya. Terngiang, ‘mereka dari jauh yang akan membebaskan, bersama kalian. Yang membanggakan, generasi sesudah kalian, yang tak pernah bertemu aku, punya keyakinan seteguh itu’. We know that. Mei 2011, ada perundingan perbatasan RI dengan 11 negara. ( Pagi2, menteri Malaysia sudah bilang akan ke Mahkamah Internasional jika menemui jalan buntu. Kita tahu siapa yang mengendalikan PBB. Kita tahu pasukan Australia, dll, yang pasang badan bertempur dengan kita ( sipil yang dilatih militer ) sementara pemerintah Malaysia ngumpet di belakang ( masa konfrontasi Indonesia-Malaysia era Soekarno ). Pemerintah Malaysia saat ini bukan yang terbaik. Hanya saja, masih ada putri mantan deputi PM Malaysia Anwar Ibrahim, di oposisi yang membuat saya masih respek. Malaysia, masih negerinya Nurul Izzah Anwar ( 31 )). Pekerjaan menguras otak, mental, strategi, stamina dan kekuatan militer kita. Kuatkan dulu basis kita. Manusia didesain Allah untuk berfungsi baik pada satu pekerjaan pada satu waktu. Stay focused.

Tewasnya Osama bin Laden, berabad pembalasan Al Qaeda.

Sekjen PBB, Ban Kin-moon ( warga negara Korsel ) mengajak warga dunia memberantas para perompak. Apakah duet TNI dengan tentara Korsel bisa menghabisi semua perompak Somalia ? Bagaimana anak istri yang mereka tinggalkan ? Kita ‘bunuh’ juga ? ( tanah dan laut Somalia tak bisa menghidupi mereka ).  Berapa uang yang kita punya ? ( Amerika ‘perlu’ 10 tahun untuk menemukan Osama bin Laden, sejak menara kembar WTC ditabrak runtuh. Sampai mengobok-obok Afganistan, Pakistan dan Yaman dengan ongkos lebih 413  miliar USD ( 300 juta USD/ hari ).

Belum lagi next target : berburu petinggi2  Al-Qaeda yang berderet mengantri menggantikannya. Para mujahid yang bertujuan 2 hal : mati syahid atau hidup mulia. Lalu, anak2 mereka, pemuja mereka, yang bertekad balas dendam dengan nyawa mereka. Ketika pilihan hidup mulia sudah tidak ada. Ketika semua sudah dihabiskan segelintir orang2 terkaya dunia ).  Lingkaran benci ini, bisakah kita hentikan ? Apa kita menghadapi raksasa yang sama ?

Sebagian analis mengatakan, keberadaan perompak di Somalia terkait usaha AS  menyingkirkan pemerintah Yaman yang mereka anggap tak becus mengatasi pemberontak dan kelompok radikal. Osama bin Laden ditembak mati  pasukan elit AS Navy SEALs Minggu dini hari ( 1/5/2011  ) di Abbottabad, Pakistan. Jasadnya dikubur di laut. Presiden Obama memilih tidak merilis foto jasad Osama agar tidak memancing reaksi yang membahayakan keamanan mereka. Begitu saja, sudah memancing amarah dan balas dendam selama berabad-abad dari pengkultusnya. Mereka : Tanzim Al Qaeda regional, seperti Al Qaeda di Semenanjung Arab ( AQAB ), Al Qaeda di Maghribi Islami, Al Qaeda di Bilad Rafidien ( Irak ), Al Qaeda Asia Tenggara, serta sel2 tidur di Eropa dan AS. Apalagi kalau diperlihatkan.

Awas, drone predator AS mengintai simpatisan Al Qaeda.

Tak lama kemudian, Taliban menyerang kantor gubernur Kandahar, Pakistan. Menyusul, 2 perwira menengah Al Qaeda disebutkan tewas oleh drone predator AS ( pesawat tempur tak berawak yang banyak diturunkan AS untuk memburu simpatisan Al Qaeda ) di basis Shabwa, Yaman. Ekor pesawat yang sama ditemukan di rumah bertingkat 3 di Abbottabad, tempat Osama bersembunyi selama 2 minggu. Sekitar 500 meter dari instalasi militer Pakistan. Lokasi Osama disinyalir ( atau diadudomba ) surat kabar Al-Watan ( Arab Saudi ) dibocorkan oleh wakilnya sendiri, Ayman al-Zawahiri, yang berasal dari Mesir. Pemerintah Pakistan mendapat dana triliunan selama lebih 5 tahun untuk beraliansi dengan AS dalam pemberantasan terorisme. ( Indonesia juga disumbang ). Diduga menyembunyikan Osama, bantuan ini ditinjau kembali. Diberitakan kemudian, Khaled Hathal Abdullah al-Atifi al-Qahtani, petinggi Al Qaeda menyerahkan diri ke Saudi Arabia.

FPI mengadakan tahlilan untuk Osama. Meminta AS untuk menguburkan Osama di darat secara Islam. Warga Eropa mempermasalahkan cara AS menewaskan Osama. Pemerintah Pakistan protes wilayah kedaulatannya dilanggar AS. Perdebatan seru. Pengalaman Indonesia menangani Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan ( Sulsel ) yang ditembak mati beberapa dekade silam, tak jauh beda. Daripada pusaranya dijadikan simbol perlawanan dan kesumat baru, jenderal M.Jusuf ( panglima kodam Hasanuddin saat itu ) memutuskan jasad Muzakkar tak dikebumikan di darat. Masyarakat Sulsel yang amat religius bisa menerima keputusannya.

Terjadi genosida, kejahatan perang, perbudakan, bajak laut, terorisme ? Warga dunia terjun menghentikan.

Ajaran kedaulatan negara mulai dipakai dan dikembangkan tahun 1648 melalui perjanjian damai Westpalia yang mengakhiri perang 30 tahun di Eropa. Setelah itu, ada norma jus cogen yang tidak membenarkan genosida, kejahatan perang, perbudakan, bajak laut, terorisme, dsb, dibiarkan. Warga dunia ( masyarakat internasional ) bisa intervensi menghentikannya ( saat ini melalui tangan PBB ). Dalam Konvensi Wina dijelaskan, semua perjanjian internasional yang menyalahi prinsip jus cogen batal dengan sendirinya ( dari “Debat Soal Osama bin Laden”- Hamid Awaludin, dubes RI untuk Rusia/ Kompas, 6/5/2011 ).

Pertimbangan ini yang mungkin digunakan AS saat memutuskan tak memberitahu Pakistan soal penyerbuan Osama di Abbottabad. Presiden Obama juga hanya memberitahu sedikit orang kepercayaannya tentang operasi Geronimo Style Strikes. Ia tidak takut memilih sendiri bawahan yang benar2 dia percaya untuk melaksanakan kebijakannya. Obama harus yakin semua berjalan baik, tidak banyak diintervensi atau dibocorkan. Berbeda dengan George W. Bush, 60% data intelejen sudah cukup bagi Obama untuk ambil tindakan. Di bawah Barrack Obama, kebijakan luar negeri AS sekarang lebih lunak dan dialogis. Ia mulai berkampanye masa jabatan kedua untuk pilpres tahun depan. Tewasnya Osama, pendiri dan pemimpin Al Qaeda, teroris paling dicari AS, mungkin jadi jualannya.

Osama ternyata belajar di Yaman, seperti juga guru sebagian ulama kita. Sebagian terlihat gamang untuk menfatwa haramkan NII ( olahraga tinju bahkan lebih cepat diharamkan ). Mereka bilang, NII gerakan bawah tanah. Tak jelas ujudnya. Tak seperti Ahmadiyah. Mereka sudah menyampaikan laporan ke polisi. Bisa menunjuk siapa yang menerima berkas, ketika didesak di forum JLC. Di hadapan jutaan pemirsa teve. Atau sebagian hati mereka tertambat ide negara Islam ?

NII haram ? Pasti yang gadungan. Kegamangan ulama.

Mereka memuji pondok pesantren ( ponpes ) Al-Zaytun di Indramayu, Jawa Barat. Terbesar di Asia Tenggara. Megah. Panji Gumilang yang diwawancara reporter TV-One berkata : orang2 yang menuduh saya itu cuma cari2 alasan menutup Zaytun. Wajahnya datar. Tak terlihat empati ketika disinggung korban2 NII yang sampai mencuri uang orang tua setelah mengkafirkan mereka ( saya penasaran, apa wajah2 santri yang sedang main bola di dekatnya duduk, juga berwajah datar ?  ). Tak percaya kalau ada korban sampai dihipnotis ( kalangan praktisi menyebutnya hipnosis ). Cuci otak. Panji tak hadir ketika diundang ke JLC. Forum yang didatangi mantan bupati NII yang menerima sisa gaji Rp 70 ribu ( setelah dipotong sekolah anaknya di Zaytun ), setelah menyetor Rp 17 miliar untuk NII. Robert Tantular, terpidana/ mantan direktur Bank Century, mengatakan Abu Ma’arif ( Panji Gumilang ) punya simpanan di bank abal2 itu. Tapi menolak mengkonfirmasi jumlah Rp 250 miliar.

Si bupati tersenyum getir, ia naik sepeda sementara Panji naik mercy dan BMW. Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo, pendiri NII, sudah dieksekusi mati tahun 1962. ( NII sudah mati. Dalam sejarahnya memang ada NII yang diproklamasikan tahun 1949 dan diperjuangkan sampai 1962. Setelah itu NII selesai, kata Panji Gumilang pada wartawan Kompas ).  Namun, anda tahu korban2-nya di media mengindikasikan NII masih eksis hari ini. Jaman Soeharto yang pro-Barat, dimanfaatkan untuk menekan aktivis muslim yang vokal ( kasus pembajakan pesawat Woyla ). Jaman berikutnya, dijadikan lumbung suara pemilu berbagai partai, seperti pesantren lain. ( tahun 2009, anda ingat mereka yang ogah-ogahan datang untuk mencontreng, sehingga pemilu di wilayah tsb harus diulangi ? pakai uang kita/ rakyat  ). Para tamu diperdengarkan lagu Indonesia Raya setiap kali datang. ( apa Panji cs terkekeh ketika tamu pulang ? ). Semua tahu, Jakarta ibukota Indonesia, bukan Indramayu, kata Panji datar ( tak ada ekspresi kebanggaan atau rasa memiliki ). Kamuflase, istilah si bupati.

Bagaimana santrinya ? Di sini, pokoknya the best. Tidak seperti di luar, di sini santri tak kenal rokok dan hape ( handphone ). Di luar, siswa bisa punya 2-3 hape, kata santriwati Zaytun. Menteri Olahraga Zaytun saat dirinya masih santri, menolak mentah2 jika Zaytun dikaitkan dengan NII. Alumni Zaytun protes, terganggu dengan pemberitaan gencar media belakangan ini, yang memojokkan almamater mereka. Zaytun itu santrinya dari mancanegara, bahkan sampai Afrika, bukan cuma Indonesia, kata mereka.

Hirarki NII : memerah sapi, menikmati susu sapi dan sapi perahan. Siapa di atas Mercy ?

Seorang pengunjung GP & C berkomen, kalau saja ada 10 % orang Indonesia berpikir kritis, Indonesia bisa mengalahkan Amerika dan China. Ligwina Hananto, penulis “Untuk Indonesia yang Kuat”, mengatakan jika saja ada 20 % orang Indonesia bisa mengelola keuangannya dengan baik, mereka bisa jadi kalangan menengah yang mendorong Indonesia menjadi kuat, berdaulat penuh. Agen perubahan. Tak tergantung segelintir orang super kaya ( they just think about themselves ). Bagaimana jika 30 % anggota NII undercover ini tak terlacak si mantan menteri olahraga Zaytun ? ( namanya juga menyamar. Mereka menyuruh anak membohongi orang tuanya. Enteng juga, tentu, membohongi si mantan menteri olahraga atau para tamu yang berkunjung ke Zaytun dari jaman Megawati sampai SBY. Di luar NII ( gadungan ) dianggap kafir. Harta curian dari non NII dan kebohongan untuk mereka, dianggap halal.

Mungkinkah 70% santri Zaytun yang bukan ‘agen ganda’ NII dimanfaatkan sebagai humas ‘Zaytun is the best’ ? ( apakah nanti warga NKRI yang merokok atau punya hape dianggap nggak level ? jika Taliban, kata seorang diplomat, mencabut kuku wanita yang berkuteks, memotong tangan yang usil, meledakkan heritage Budha, bagaimana nasib warga NKRI ( Islam diluar kelompok mereka ) yang mereka kafirkan ? Bagaimana nasib warga RI yang beragama Katolik, Kristen, Budha dan Hindu ? Bagaimana nasib warga asing yang berwisata ke Indonesia ?

Staf puslitbang sebuah ormas Islam ( duduk di sebelah si mantan menteri olahraga Zaytun ) menyimpulkan 3 hal : salah satunya, Panji Gumilang mantan gubernur di KW 9, menerima estafet kepemimpinan NII dari Adah Djaelani tahun 1992. Pengecek harus mengikuti irama kehidupan di Zaytun sedikitnya 24 jam setahun penuh untuk bisa mengendus siklus aslinya. Masuk pendidikan di Zaytun dengan fasilitas semewah itu cukup dengan satu sapi sampai lulus. Pengalaman si bupati, tamu diajak bertemu santri kelas 1 dan 2. Padahal, kelas 3-nya yang mulai menyimpang. Jadi, ada golongan yang diperah ( pelajar, mahasiswa yang baru direkrut ) dan yang menikmati perahan itu ( seperti si mantan menteri olahraga yang tak tahu ‘kyai’ mereka adalah presiden NII ? Saya ragu, apa dia kapabel masuk kabinet NKRI dengan pemahaman dan usaha segitu. Apalagi menghadapi Amerika, bahkan ‘hanya’ perompak Somalia. Orang yang memilih dia jadi menteri olahraga, juga saya ragukan bisa menghadapi  ).

Negara gagal : Somalia, Pakistan, Yaman. Indonesia next ?

Bagaimana jika NII ( gadungan ) ini dibiarkan ? Panji yang akan jadi presiden menggantikan SBY, dan Bang Karni yang diambil harta berikutnya, seloroh peserta JLC. Amerika akan ( punya alasan ) mengobok-obok Indonesia, seperti mereka lakukan pada Afganistan, Irak, Pakistan dan Yaman, kata pemred media papan atas Indonesia di acara Editor’s Club  ( 5/5/2011 ). Konflik tumbuh subur dengan pemahaman agama sesempit itu. Hitam putih. Tak ada ruang perbedaan ( dan kesalahan sekecil apapun ).

Indonesia bakal dianggap negara gagal, seperti halnya Somalia, Pakistan dan Yaman. Pemerintah dianggap gagal mengatasi teroris ( seperti Yaman ) atau bahkan dituduh menyembunyikan para radikal ( seperti Pakistan ) yang selama ini membahayakan kepentingan AS di dalam dan di luar Amerika. 70 % mereka yang berlatih di kamp bekas GAM di Aceh adalah alumni NII. Hambali, mantan anggota JI yang di tahan AS, penyuplai dana bom Bali dari Osama, juga alumni NII. Muhammad Syarif, pelaku bom bunuh diri di mesjid Adz-Dzikro di wilayah kepolisian resor kota Cirebon kemarin, sebelumnya anggota NII.

“Dulu teknis, pola, dan metode DI/TII adalah bergerilya di hutan dan gunung,sekarang malah masuk ke perkotaan, jantungnya, dan sangat mengkhawatirkan. Ini sudah makar,” kata mantan kepala Bais, Letjen ( Purn ) Ari Sudewo. “Presiden Yudhoyono harap ada empati dengan orang2 tua yang kehilangan anaknya sehingga segera menuntaskan masalah yang sudah terjadi bertahun-tahun ini,” kata Kamarudin, direktur kemahasiswaan UI. “Saya ke Polri, Komnas HAM, BIN, Bais, Kemhan, MUI, Departemen Agama, akhirnya hanya dilempar-lempar saja,” kata Sukanto, mantan aktivis NII tahun 1996-2001. Imam Supriyanto melaporkan pengurus Yayasan Pesantren Indonesia, Panji Gumilang ke Polri. Diduga terjadi pemalsuan dokumen akta pendirian yayasan. Nama Imam sebagai pendiri juga sudah diubah atau dihilangkan. Mustafa Kamal Singadirata, kuasa hukum Imam, akan meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban ( LPSK ) untuk melindungi kliennya, juga saksi2 lain yang akan memberi keterangan dan perlu mendapat perlindungan.

Al-Zaytun ditutup. Panji diadili. NII dibubarkan. NKRI diselamatkan.

Ponpes Al-Zaytun, dibilang termegah di Asia Tenggara. Santrinya dari mancanegara. Cukup dengan satu sapi, bisa sekolah sampai lulus. Ada donatur, katanya. Anda percaya ? Atau ada 'sapi-sapi perah' di luar sana yang menyetor sampai 10 miliar sebulan dari muslim yang mereka kafirkan ? ( korban NII gadungan )


Boy Rafli Amar, kabag Penerangan Umum Polri mengatakan Badan Reserse Kriminal ( Bareskrim ) Polri telah menerima laporan dugaan kasus pemalsuan akta pendirian yayasan terkait Negara Islam Indonesia ( NII ). Todung Praktisi hukum Mulya Lubis, meminta pemerintah bersikap tegas, terutama keberadaan anggota NII di birokrasi. Herry Suhardiyanto, rektor IPB, meminta dosen membangun kehidupan mahasiswa yang aktif dan positif. Bazri Zain, pengajar program pascasarjana UIN Maliki, Malang, mengatakan, pembaruan kurikulum pendidikan Islam diarahkan pada guru agama dan murid jadi solusi deradikalisasi generasi muda. Di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, mahasiswa bersama TNI, polisi dan pemkab Banyumas ( 5/5/2011 ) menandatangani deklarasi anti-NII. Polda Jateng dan perguruan tinggi kini tengah merumuskan lembaga yang membangun ketahanan mahasiswa.

Johny Cahyono, ketua Tim Investigasi Pusat Krisis Negara Islam Indonesia ( NII Crisis Center), mantan anggota NII 2009-2010 mengatakan, solusi persoalan NII adalah kemauan politik dari pemerintah untuk membubarkan NII dan perangkat NII yang ada selama ini. Al-Zaytun juga ditutup, yang diduga terlibat pun ditangkap. Masalah NII sudah menjadi persoalan bangsa, bukan cuma umat Islam. Korban sudah banyak berjatuhan. Pemerintah bisa mengeluarkan perppu untuk membubarkan NII dan perangkatnya, kata Johny. Sukanto yang juga ketua NII Crisis Center mengakui, secara ideologi, anggota NII diajak untuk bersikap anti-NKRI. NKRI bertentangan dengan NII. Dianggap tak bisa berubah, sehingga orang harus hijrah menjadi anggota NII. Setelah menjadi anggota NII, orang didesak mencari dana dan merekrut anggota baru. Seperti kanker ganas, jaringan sel terus bertambah sampai sulit dihitung. Uang dikumpulkan dari tingkat kepala desa, camat, bupati sampai provinsi. Untuk wilayah Jakarta, uang yang terkumpul bisa mencapai Rp 10 miliar perbulan.

Ingin berhenti dari NII ?  Sms saja, berhenti. Tak perlu alasan njelimet. Just say no.

Mereka yang akan dan sudah direkrut NII, jika ingin melepaskan diri disarankan untuk menutup semua komunikasi ( kontak ponsel, kunjungan, dll ) dengan orang NII. Kalau perlu pindah rumah. Balas sms terakhir dengan mengetik : saya berhenti menjadi anggota NII. Jika kalian menghubungi saya lagi, saya laporkan ke polisi.

Arsyaad Mbai, kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT ) menegaskan, kematian Osama tidak otomatis menghentikan ancaman terorisme di Indonesia ( banyak alumni NII ). Tidak semua jaringan teroris secara langsung terkait Al Qaeda. Selama ini fatwa2 Osama menjadi referensi bagi jaringan teroris lain. Seperti Pepi Fernando, pelaku rencana bom di saluran pipa gas Gading Serpong, Tangerang Selatan, yang tak berhubungan dengan Al Qaeda.”Target mereka siapa saja dan kelompok mana saja yang dianggap menghambat pencapaian tujuan mereka, entah itu Barat atau domestik. Sebelum menargetkan kepentingan Barat, kelompok teror ini kan menjadikan Negara Kesatuan RI sebagai target utama mereka,” ujar Mbai.

Ya, aneka bom sudah kita alami. Dari bom buku, bom koper, bom pipa, bom jaket, bom ransel, bom sepeda, bom bunuh diri sampai bom mobil yang menjangkau radius ratusan meter. Tinggal nyebut. Jadi, bagaimana sebetulnya peta Indonesia di mata AS-Barat ? Merah dari Sabang sampai Merauke. Sedang Filipina hanya merah di selatan, Thailand di selatan, Yaman pun di selatan. Lalu, apa hebatnya Indonesia ?

Tepuk tangan untuk Densus – Polri. Orisinil dari civil society Indonesia.

Negara lain sudah mengerahkan militer untuk menghadapi teroris. Sedang Indonesia, dengan bom semeriah itu, civil society  kita masih bisa mengatasi. Selalu tertangkap. Densus 88 Anti Teror dari kepolisian RI di garis depan. Terima kasih untuk Densus dan Polri. Tinggal ulama bersatu padu menertibkan dakwah yang menganjurkan kekerasan, anti toleransi ( atau toleransi berlebihan. Sesuatu yang berlebihan tidak baik ). Rakyat diberdayakan menjadi mata dan telinga aparat dalam memberantas radikalisme. Guru mengajarkan toleransi sewajarnya pada siswa ( dalam hal kemanusiaan, kemiskinan, bencana, kita harus tetap bergandengan dengan warga non muslim. Masih sama2 manusia, kan ?  ). Warisan para founding father kita yang berhasil merekatkan lebih 40 kerajaan dan lebih 600 suku bangsa di Indonesia ( dengan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI ) harus terus dihidupkan di dada warga Indonesia.

Berseliweran running text : tahun 2015, ekonomi Indonesia bisa masuk 10 besar dunia. Jepang akan merelokasi industrinya ke Indonesia. Myanmar ( dulu Birma ) ingin belajar demokrasi dari Indonesia. Uni Eropa ikut Pertemuan Puncak Bisnis ASEAN di Jakarta. Justin Bieber sukses show di Jakarta. Kabarnya, Justin Timberlake akan menyusul datang. Lalu, di atas running text saya lihat Tina dan para nara sumber keplok tangan pada Kombes Boy Rafli Amar ( sebelumnya membawa Briptu Norman keliling stasiun TV dengan “Caiya caiya”- Shahrukh Kahn-nya yang menghibur ). Maklum, bom seberat ratusan kilo berhasil dilumpuhkan sebelum acara Jumat Agung di gereja Christ Cathedral, Tangerang Selatan. ( jika pemerintah mau serius, kita bisa menghentikan teror, kok  ). Sepanjang nonton TV, saya belum pernah melihat adegan pers dan masyarakat memberi aplaus tepuk tangan, kompak, meriah dan cair seperti itu, pada polisi. Kita harap Polri di bawah Kapolri Timoer Pradopo jauh lebih baik dari BHD. Rasanya baru di Indonesia, ada yang begitu. Sukar dilukiskan.

Apa hasilnya ? Polisi terlihat lebih bersemangat. Kompak berenang menyelami sungai keruh Kali Soka, Plumbon, Kabupaten Cirebon,  untuk menyakinkan kita ( rakyat ) dan pengamat asing ( termasuk AS ) bahwa Indonesia masih mampu mengatasi terorisme. 6 bom pipa rakitan mirip di mesjid Adz-Dzikro ditemukan di dasar sungai. 6000 polisi dikerahkan menjaga KTT-ASEAN akhir pekan ini. Mereka, para polisi muda kita, juga yang tergabung di Densus berusaha men-cover peta merah dari Sabang Merauke tadi. Agar Indonesia tak sampai diobok-obok seperti Afganistan, Irak, Pakistan dan Yaman. Apa mereka berpikir seperti yang saya pikirkan tentang hal ini ? Apakah mereka masih mampu jika NII ( gadungan, sempalan Kartosuwiryo yang diajalnya baru sadar bahwa selama ini ijtihad -nya salah. Bahwa NKRI yang terbaik untuk Indonesia, pesannya pada Sarjono, putranya  ) dibiarkan ? ( kita tidak seperti pemerintah Pakistan, kan ? memelihara Osama agar dapat sumbangan AS ? )

Peta merah, banyak aspirasi kekhalifahan. Belum saatnya ?

Indonesia menjadi negara Islam ? ( pihak Barat malah sudah duluan mencap kita demikian ). Betapa ingin menjalankan syariat Islam di tanah air. Sebagian diri ini juga tak menampiknya. Kekhalifahan Islam terbukti lebih lama dan adil mengayomi rakyat berbagai negeri. Ribuan tahun. Dibanding kapitalisme, liberalisme, pasar bebas yang sedang dijalani mayoritas negara dewasa ini. Sebagian mulai tercekik. ( anda bayangkan, gudang penuh makanan lebih cepat dikuras oleh pemilik truk daripada pemilik kantong keresek. Yang tak punya akses dan modal, jelas tak kebagian makanan. Hanya bisa gigit jari sampai mati kelaparan ).

Islam diturunkan untuk menyempurnakan agama sebelumnya. Telah Ku-sempurnakan agama untukmu, firman Allah. Namun, betapa sulitnya kita mengabarkan agama Allah ini ( tidakkah mereka ingin surga juga ? mampukah mereka menganalisa kebenaran Islam ? ). Kita hanya berusaha taat menjalankan perintah-Nya yang disampaikan dalam Al-Qur’an. Namun, betapa besar perlawanan yang kita hadapi ketika berusaha menghentikan perusakan agama kita di rumah sendiri ( dan negara ). Begitu berbahayakah kita ? ( Betulkah Barat ketakutan jika muslim sudah memegang teguh Al-Qur’an ? Seperti para sahabat Rasul, yang segarang singa di siang hari, sesenggukan seperti pertapa di malam hari ( sholat ). 17 Ramadhan 2 H di Badar, 300 muslim dipimpin Rasulullah mengalahkan 1.000 orang tentara musyrikin Mekah. Ada tentara malaikat yang tak terlihat, membantu diam2. Ramadhan 92 H, Tariq Ziyad memimpin  12.000 muslim bertempur ( dan menang ) melawan 90.000  tentara yang dipimpin Raja Frederick ( Spanyol ).

NII dibuat seperti ini ( gadungan ), agar orang Indonesia kapok mendirikan negara Islam, kata mantan NII yang tobat. Khalifahnya berkelakuan seperti Panji Gumilang. Kaum muda dibikin jera dan trauma berurusan dengan ‘negara Islam’. Duit dikuras, masa depan dihancurkan ( sekolah, kuliah putus di tengah jalan ), hubungan dengan orang tua, saudara dan sahabat dirusak. Indonesia dihajar dengan rentetan bom, rekamannya ditawarkan ke TV asing untuk disiarkan ke seluruh dunia. Masjid dan gereja diledakkan. Hanya mereka, anggota NII yang boleh hidup. Lainnya, kafir dan harus dihancurkan. Seperti kaum Khawarij yang membunuh khalifah Ali bin Abi Thalib, menantu Rasulullah. Seperti Taliban yang mengkafirkan muslim di luar kelompok mereka, kata mantan JI yang tobat.

Jika Islam sebatas kerongkongan. Muslim lain pun dikafirkan, dicuri, disiksa dan diledakkan. Emang gue pikirin ?

Hafal Qur’an dan jidat menghitam karena banyak bersujud, tapi pemahaman Islam sempit. Islam-nya hanya sampai di kerongkongan. Tak sampai ke jidat, apalagi hati. Ketika teror tumbuh subur sampai di ekspor ke mancanegara, pasukan asing pun datang mengobrak-abrik negeri ini seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Demi keamanan nasional mereka. Apa NII gadungan ( Panji ), mampu berpikir sejauh itu ? Atau sebatas si mantan menteri olahraga Zaytun ?

( asal dia selamat, dia dapat kerja, nama almamater dan dia sebagai alumninya tidak diusik pemberitaan miring di media. Persetan dengan korban NII yang malu kembali pada orang tua setelah menguras duit dan mengkafirkan mereka. Sebagian gila dan hilang ingatan. Mereka yang tidak narkoba dan nggak doyan dugem ini dicabut dari keluarga dan masa depannya. Calon2 penerus bangsa, pemegang tongkat estasfet di berbagai bidang. ‘Mati’ sebelum berkembang. Berapa banyak kekosongan yang mereka tinggalkan yang sanggup ditanggung bangsa ini ke depan jika NII gadungan terus dibiarkan ? ).

Bahkan, Panji mantan gubernur KW 9 NII, dia tidak tahu. Mengaku tidak pernah bertemu dengan Panji. Tidak merasa ganjil dengan penyebutan menteri olahraga ( Tidak, tidak. Zaitun tidak terkait NII, katanya yakin. Atau pura2 tidak tahu ). Ketika dia mengacungkan-acung tangan tanda setia pada NKRI, anda terkesima ? Atau hambar ?

Kehilangan Papua, Bali, Maluku, dll, mau ? Indonesia mungil takkan kuat melawan.

Penduduk Indonesia, 85,1 % beragama Islam. 14,9 % non muslim. Mereka di Papua, Maluku, Sulawesi Utara, Bali, dll. Apakah kita sanggup kehilangan mereka ( terus diguncang konflik sampai memisahkan diri. RMS, OPM sudah mengintai )  jika keukeuh menerapkan syariat Islam seperti Sudan ? Bergabung dengan NKRI tak lagi memikat mereka. Menjalankan ibadah selalu diteror kaum radikal. Siapa mau ?

(  kita yang muslim saja sudah ketar-ketir sholat di mesjid setelah bom Cirebon kemarin. Masuk mesjid diperiksa dengan detektor. Padahal kita sholat wajib 5 kali tiap hari. Kita masuk Amerika dan sekutunya, ekstra ribet diperiksa. Punya nama muslim dicurigai, pake jilbab didiskriminasi. Osama, Al-Qaeda, Taliban dan simpatisannya meminta kita ( muslim di luar kelompok mereka ) untuk membela Islam. Sedang kita terus disiksa akibat perbuatan teror mereka. Asa teu pas  ).

Bak bahtera perkawinan, antar pasangan jika sudah berbeda prinsip dan orientasi, yang ada hanya pertengkaran dan perpisahan. Anda bayangkan, satu orang berjalan ke kanan dan terus meng-upgrade diri, yang lain tetap di tempat/ comfort zone, tak ikut meng-upgrade, enggan menyelaraskan irama pasangan. Tentu, ia akan ketinggalan, tak lagi memikat, ngobrol jadi tak nyambung, sementara di luar sana ‘pesaing’ membludak. Kereta api, jika satu berjalan lempeng, yang lain ke kanan, sudah beda rel. Pisah. Harus ada visi dan misi bersama, jika ingin bertahan. Plus ciptakan kegiatan bersama yang disukai dan rutin dilakukan tiap pekan agar keharmonisan perkawinan/ keluarga bisa dipertahankan. Dalam skup negara, saya berharap prestasi timnas sepakbola kita bisa menjadi pengalaman bersama dan bersatu antar sesama komponen bangsa.

Kita dengar cerita para mualaf ( orang yang baru masuk Islam ) mendapat hidayah. Ada yang mendengar kumandang azan, tergerak, dan menjadi Islam. Mendengar alunan merdu pembacaan Al-Qur’an, tak terasa menitikkan air mata, lalu menjadi Islam. Melihat kita berwudhu, menjadi Islam. Melihat kita sholat kusyu’, menjadi Islam. Membaca arti surat Al-Ikhlas ( Qur’an, surat ke-112 ) menjadi Islam. Dst. Saya sendiri menjadi Islam ( tak sekedar Islam KTP ) sejak menulis Astagfirullah di kertas yang menyebabkan tulisan orang kerasukan jin menjadi garis ( sebelumnya lancar menulis kalimat demi kalimat di kertas yang sama ). Tak ada bom yang memaksa saya sholat 5 waktu. Kalau Allah mau, semua manusia di bumi Dia Islam-kan dengan mudah. Kun fayakun. Dalam satu tiupan.

Islam yang benar sudah memikat. Siapa butuh bom untuk jadi Islam ?

Terpidana mati bom Bali. Kini mendiang Amrozi, Imam Samudra dan Ali Gufron. Penyuplai dana bom Bali adalah Hambali, yang mantan anggota NII. Alumni NII banyak jadi pengebom NKRI. Jika dibiarkan, Indonesia bisa panen konflik dan ledakan. Gagal, seperti Somalia. Lalu, diobok2 pasukan asing. Apa sih yang digamangkan ? Jelas2 makar.

Ketika menjalankan Islam dengan benar, sendiri ( fardhu ‘ain ) maupun bersama ( fardhu kifayah ), kita ( muslim ) sudah memikat, kok. Jika anda memikat, anda pun dipinang ( silakan menikah jika anda pun sreg dengannya. Jika muslim memikat, non muslim pun tergerak menjadi  Islam. ( tanpa bom, teror, NII gadungan, Osama, Al-Qaeda, radikalisme, dll ).

Kadang saya terpikir, Allah tidak ( belum ) meng-Islamkan semua warga Indonesia, agar kita ( muslim ) terus meng-upgrade diri. Siapa yang paling tahu kekurangan kita selain rival kita ? Kita ‘butuh’ mereka untuk memacu diri. Seperti hiu di kapal ikan Jepang. Ikan dikondisikan terus bergerak agar tetap fresh, prima, di kondisi puncak. Kita perlu Amerika ( uuw.. ) untuk memacu ke kondisi puncak, memaksimalkan seluruh potensi kita. Kalau dulu muslim tidak terlena dengan keberhasilan yang dicapai selama lebih seribu tahun dan menjadi tumpul, muslim tidak akan terpuruk di PD I dan II. Palestina takkan jatuh ke tangan Inggris. Israel takkan dicangkokkan di situ. Kita tak berurusan dengan rentetan bom yang tidak ramah pada sektor pariwisata kita.

Di satu sisi, sepertinya kita dan Amerika menghadapi ancaman yang sama. Keturunan kaum Khawarij/ Haruriah/ Syurah ( mayoritas suku badui Arab pendukung Ali Bin Abi Thalib, yang juga membunuhnya karena tidak puas pada 24 Januari 661 M ). Mereka seperti mengobarkan teror sampai seisi bumi bergabung dengan mereka, karena ( klaim ) mereka yang memonopoli surga. ( ekstremis Yahudi/ zionis juga melakukan hal yang sama ). Di sisi lain, ektremis Kristen juga bergerilya di belakang kita sampai mayoritas warga Indonesia menjadi Kristen tahun 2020. Apa anda sudah merasa berjalan di titian rambut dibelah tujuh ?

Kegetiran Osama yang kecewa. Peta dunia pun memerah.

Tayangan media tentang Osama bin Laden pasca berita kematiannya ( di internet, remaja 13-17 tahun banyak men-search sosok Osama yang begitu dicari Amerika, menjadi ikon perlawanan terhadap arogansi AS ), mengesankan pada saya tentang kegetiran hidupnya. Ghirah Islam Osama, keturunan kaya ( keluarga kontraktor pembangun mesjid al-Haram, Mekah, Saudi Arabia ) membawanya ke Afganistan untuk membantu Taliban mengusir Uni Soviet. ( belajar membuat bom pada CIA, dinas rahasia Amerika ). Apa yang diperolehnya setelah membela Islam ? Namanya dikaitkan dengan pengeboman menara WTC yang menewaskan lebih 3000 orang Amerika ( 9/11/2001, sering disebut peristiwa nine eleven ). Dicatut Bush untuk mengobrak-abrik Irak ( negeri mayoritas muslim kaya minyak  ) menewaskan lebih 100.000 orang Irak ( Maret 2003 ). Setelah itu banyak negara diminta bersiaga membendung pengaruh Al Qaeda, pimpinan Osama. Perang terhadap terorisme pimpinan AS pun dikobarkan.

Kuwait diserang ( tahun 1991 ) oleh Saddam Husein, presiden boneka AS di Irak. Saudi Arabia yang diincar Saddam berikutnya, malah minta bantuan Amerika untuk mengusir Saddam. Bukannya Osama yang lebih dulu menawarkan diri untuk membela tanah airnya. Saudi Arabia, rumah bagi keluarga Osama bin Laden. Pukulan berikutnya, status kewarganegaraan (  Saudi Arabia ) Osama dicabut tahun 1994. Manusia tanpa kewarganegaraan ini, terpaksa bersembunyi dari gua ke gua lain, menghindari rudal AS. Ketika AS mengancam menyemprot gas beracun ke gua2 tsb, Osama pindah ke Pakistan. Rumah besar dekat West Point-nya Pakistan, menjadi tempatnya menghembuskan nafas terakhir. ( Pengamat Timur Tengah mewanti-wanti pers agar menyebut Osama telah syahid, sesuai 2 jalan yang didambakan para mujahid. Agar Indonesia tidak memerah lagi oleh teror ). Saya yang ‘menghabiskan diri’ selama 9 tahun di keluarga pasca wafatnya ayah, bisa merasakan kegetiran Osama ( juga Antasari ). Benar, Osama memang ikon nan kharismatik.

Sabar dan sholat, kuncinya. Merubah dunia dengan menyentuh hati.

Saya berharap penerus Osama lebih toleran dan sabar. Agama mengajarkan sabar dan sholat. Konfigurasi otak manusia ciptaan-Nya tidak sama. Ada yang serabut neuronnya lebih rapat di kiri ( sekuler ), ada yang lebih rapat di kanan ( spiritual ). Tidak adil jika, dengan otak condong sekuler, kesulitan mencerna kejadian  spiritual ( peristiwa Isra’ Mi’raj, misalnya ) atau konsep spiritual ( agama, ideologi ), alias masih menampik Islam ( atau Islam versi kalian ), lalu dicap kafir dan dimusnahkan. Islam, agama yang adil. Lebih siip, jika muslim memikat dengan Islam-nya yang sejuk, tidak mengancam. Mereka akan datang sendiri dengan rela. Kita harus sabar. Sesabar Super Nanny mengajari parenthing. Mengajari anak tidur di boks bobo-nya, bisa puluhan kali bolak balik kamar tidur sampai si balita mau tetap di boksnya. Every single night .

Sesabar petinggi PKS mengajari anak meletakkan barang pada tempatnya. Sampai ratusan kali. Tanpa makian, tanpa bom. Sesabar psikolog mendekati anak korban KDRT. Berbulan-bulan berjongkok di samping korban di bawah meja, sampai ia mau bicara. Sebuah perilaku menjadi kebiasaan, setelah 5 kali diulang ( otak bekerja di tingkat tetra ), 50 kali diulang ( tingkat alfa ), 500 kali diulang ( tingkat beta ). Saya juga tidak melihat Osama hitam putih, seperti kebiasaan orang eksakta ( Osama ). Saya juga studi bidang2 eksakta. Namun, saya menambahnya dengan melukis untuk mengasah otak kanan, sekaligus menjinakkan emosi saya yang didera kegetiran masa kecil. Belakangan, saya baru sadar, Allah memberi pengalaman tsb agar saya bisa menulis sampai menggugah hati, dan survive. Seorang penulis mendadak buta setelah sibuk keliling Asia ( bahasa menggunakan otak kiri  ). Seorang profesor otak terkena stroke tak bisa bicara setelah memforsir otak kiri. Baru bisa pulih setelah belajar seni patri berbulan-bulan kemudian ( gambar menggunakan otak kanan ).

Analogi lukisan untuk perilaku. Antara hitam putih, ada nuansa kelabu.

Apa Amerika perlu dilihat tidak hitam putih juga ? Ketika melukis, warna tidak hanya hitam putih. Ada abu-abu, nuansanya, warna pelangi, warna primer, sekunder, tersier dan percampuran di antaranya sampai kehabisan nama. Ada pelbagai serat kanvas dan ketebalan cat dasar, yang menghasilkan tekstur dan karakter berbeda pada lukisan. Kita belum bicara beragam jenis kuas, minyak, cat dan kualitasnya yang juga berpengaruh pada hasil karya, lho. Seperti lukisan, peristiwa2 yang terjadi di dunia memiliki berbagai variabel yang menghasilkan output berbeda. Kita butuh banyak pengetahuan, pengalaman dan wawasan untuk menganalisa dan menyimpulkan perilaku dan peristiwa. Bahwa hitam itu tidak persis hitam, ada kelabunya sedikit. Atau malah ternyata putih yang tersamar kelabu bahkan hitam, karena intervensi pihak lain ( propaganda, fitnah ). Celakalah, jika yang putih ini dibom tanpa ba-bi-bu ( riset akurat ). Panasnya api neraka melambai-lambai di liang kubur mengundang cepat masuk.

Di Amerika, ada Oprah Winfrey  yang memberdayakan kaum berwarna, terpinggirkan di negerinya, juga Afrika. Ada pemuda yang menggiatkan minyak nabati untuk kendaraan agar negerinya mengurangi ketergantungan pada minyak Timur Tengah ( menghentikan perang ). Ada petinggi perusahaan transnasional yang memilih berhenti kerja dan pergi ke dusun2 miskin di luar Amerika untuk menyumbang buku dan mendirikan perpustakaan, setelah beradu pandang dengan bocah lusuh yang tak dikenalnya. Mereka yang berusaha berinteraksi, mengulurkan tali humanis dengan orang2 di luar ‘dunia’ mereka, apakah tak berarti untuk anda ? Apakah anda ingin dianggap tak berarti, ketika menggapai-gapai minta tolong di kubangan pasir isap ketidakpedulian sebagian besar rakyat negeri anda ? ( yang akan menenggelamkan seluruh negara anda ). Anda tega meledakkan semuanya, termasuk pada humanis Amerika yang lahir dari ibu non muslim, dibesarkan secara non muslim, di lingkungan non muslim ? ( tak mendapat hidayah Islam ). Mereka tak  minta dilahirkan di Amerika ( lingkungan non muslim ). Jika anda bertukar tempat dengannya, anda mau diledakkan ?

Ketuhanan Yang Maha Esa memuat esensi Islam. Presiden yang penghafal Qur’an.

Syamsul Arifin, guru besar studi filsafat dan Islam Universitas Muhammadiyah mengatakan, ideologi Islam radikal tumbuh sebagai jawaban atas defisit kekuatan dunia Islam pada geopolitik dunia. Susunan ideologi yang membuat Osama menarik simpati generasi muda untuk dilatih paham radikal. Proses radikalisasi berakar pada kondisi sosial, politik dan ekonomi masyarakat muslim dunia yang selama sekian dekade melemah dan bertambah miskin akibat ketidakadilan distribusi kesejahteraan global. Kekecewaan menyulut radikalisme melalui metode perjuangan Osama. Negara2 maju terutama AS harus mengembangkan cara untuk introspeksi diri. Kebijakan politik luar negeri mereka selama ini kerap menimbulkan kekecewaan sekaligus kebencian dari kelompok miskin di dunia Islam. Kondisi kesetaraan, keamanan dan kedamaian harus disokong AS dan Eropa jika ingin mengikis akar terorisme, demi terciptanya dunia yang lebih aman.

Saya pikir, dengan tidak menghabiskan pendapatan negara untuk anggaran pertahanan, AS  akan punya dana untuk mensejahterakan seluruh rakyatnya. ( pasukan AS di Afganistan, Irak, dll, segera ditarik pulang ke AS ). Amerika juga jangan ketinggalan ekonominya sampai gelap mata dan memulai perang dunia atau pembunuhan massal untuk menjual stok senjata canggihnya. Biarlah, jika Amerika sudah kadung ekspert di bidang militer oleh pengalaman PD II. Saya juga pernah beberapa kali berfungsi sebagai ‘pemadam kebakaran’ pada situasi yang hampir merenggut nyawa orang. Sinyal sedikit saja membuat saya bergerak mengantisipasi. Sehingga terkesan ikut campur dan disalahartikan. Warga dunia melalui PBB bisa minta bantuan ( menggunakan keahlian ) Amerika pada saat dibutuhkan. Allah juga tersenyum ridho jika AS bisa seperti ini. Rasanya, kita tak perlu sampai meledakkan nuklir masing2 untuk sadar bahwa perang itu merugikan manusia dan alam. Sayangi bumi kita satu-satunya ini. Jangan sampai tercemar radiasi nuklir dan kebencian hingga manusia tak lagi bisa mendiaminya. Mau tinggal di mana kita ?

Wakil rakyat representatif warga RI. Buatlah kami bangga. KTP Elektronik, Agustus 2011 ?

Peristiwa lain : rombongan anggota Komisi 8 DPR RI datang ke gedung parlemen Australia di Canberra ( 29/4/2011 ), bertemu sejumlah pejabat dan mengunjungi masyarakat miskin. Nyatanya tidak persis demikian dan dianggap menghambur-hamburkan uang. Bahkan, beberapa tak tahu alamat e-mail resmi Komisi 8 ketika ditanya Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia ( PPIA, http ://ppi-australia.org ). Kejadian ini kontan menghebohkan sejumlah forum diskusi dunia maya, dari media massa online, Kaskus, Twitter, Facebook, milis dan grup pengguna Blackberry. Sekaligus mencetuskan tuntutan rakyat agar kunjungan kerja DPR ke luar negeri dikaji ulang.

Memang, kalau dipikir-pikir perbuatan anggota DPR seperti itu tidak match dengan usaha Indonesia beringsut menjadi pemain global. Warga kita di luar negeri merasa lebih Indonesia dari orang Indonesia pada umumnya. Kehadiran anggota DPR yang kapabel merepresentasikan kebanggaan mereka sebagai orang Indonesia. Kalau wakil rakyat itu cakap, siap, menyakinkan, kan enak ceritanya ke temen2 kalian di Australia. Kalian ( pelajar ) tambah semangat dan bersungguh-sungguh belajar untuk kemajuan Indonesia. Setuju ?

Lalu, ada berita dari Wikileaks : data pengguna Facebook bisa digunakan pihak ketiga untuk kepentingan tertentu tanpa sepengetahuan pemilik akun. Saya juga kuatir jika KTP elektronik yang sedianya dimulai Agustus 2011, digunakan pihak asing dan kaki tangannya sampai melanggar privacy kita dan kedaulatan negara. Bayangkan, satu kartu bisa digunakan macam2 ( ATM, kartu pelajar/ mahasiswa, SIM, asuransi, jaminan kesehatan, paspor, dll ). Sekali kita difitnah atau dicap enemy of the state, kartu kita bisa diblokir. Bisa ikutan makan rumput, kita.  Seperti sapi, sebelum akhirnya masuk kotak. Alias, tamat riwayatmu.

Somalia aman. Indonesia aman. Kerja besar di pelupuk mata.

Kesimpulannya, Somalia bagaimana ? Banyak uang diperlukan untuk menyelesaikannya. Untuk memutuskan rantai sindikat internasional dan suplai senjata. Jika Barat yang memulai, mereka jugalah yang seharusnya menyelesaikan, terutama dalam soal pendanaan, juga untuk memulihkan tanah dan perairan Somalia, agar selanjutnya penduduk mencari nafkah secara halal. Pasukan dari negara2 muslim bisa dikerahkan untuk mengumpulkan senjata para warlord dan memastikan gencatan senjata permanen dilaksanakan. Adakan pemilu jurdil yang menyakinkan seluruh rakyat Somalia bahwa pemimpin cakap dipilih mayoritas secara sah. Legitimated. Ayo, siapa bersedia memulai kerja besar ini ?

Soal negara Islam, saya pikir bisa disiasati dengan mempelajari Al Qu’ran, terjemah dan tasfirnya dengan benar. Jika mayoritas warga Indonesia paham bahkan hafal Qur’an, siapa tahu presiden kita berikutnya pun paham dan hafal Qur’an. Bukan simbol ( negara Islam ) semata yang kita perlukan. Lebih penting adalah penerapannya yang adil bijaksana. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila sudah memuat nilai2 Islam dan esensi agama2 yang diakui di Indonesia. Dalam sejarah, Islam-lah yang paling mengakomodir agama lain. Masa Nabi Muhammad, para Khalifau’rasyidin, dan Salahuddin Al-Ayyubi, gereja tidak diusik, juga penganut Yahudi dan Kristen ( ajaran Nabi Musa, Nabi Isa  ) yang menjalankan agamanya dengan benar. Kita ( muslim ) harus menyakinkan warga RI non muslim bahwa kita tidak membahayakan mereka, agar kita sama2 bisa membangun negeri besar ini dengan rukun, kompak dan penuh semangat. Apakah ini kerja besar juga ? Semoga, kita bisa mewujudkan keduanya. Somalia aman. Indonesia damai. Top markotop.

Written by Savitri

8 Mei 2011 pada 23:11

Ditulis dalam Ragam

Tagged with , ,

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. @ Abe : Trims. Topik terorisme & aliran sesat memang harus didahului dengan banyak menyimak pelbagai info terkait dari sumber2 yg bisa dipertanggungjawabkan sehingga bisa melihat the whole picture. Anda sudah memulai di blog ini, tinggal terus menyimak posting dan tulisan lainnya yang setema.

    Savitri

    24 Desember 2012 at 04:39

  2. saya belum bisa mengerti secara keseluruhan tuliasan anda, tapi sepertinya tulisan yang cukup bagus..

    abe

    11 Desember 2012 at 15:01


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s