Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Revolusi bisnis bernama Anne Ahira ? Indonesia kuat butuh barisan pemasar hebat. Will you ?

leave a comment »

Warga Papua tengah mengarak bendera Indonesia. Harapannya, daerahnya bisa semaju daerah2 lain di Indonesia. Di mana harga pisang tak sampai Rp 20 ribu sesisirnya. Jangan kecil hati, kawan. Kodam XVII/ Cenderawasih, pimpinan mayjen TNI, Erfi Triassunu, tengah menggelar kegiatan “TNI Manunggal Masyarakat Desa ( TMMD )” bertema "Kasih dan Damai Itu Indah sebagai Semangat Bhakti Sosial TNI di Kabupaten Puncak Jaya". Baksos untuk mengatasi kesulitan warga Papua ini berlangsung 4 bulan, berbiaya sekitar Rp 5 miliar, langsung dari Mabes TNI. Fungsi teritorial, fungsi utama TNI AD. Demi pertahanan negara. Di samping tugas civic mission ( misi kewarganegaraan ) sesuai UU No 34 tahun 2004 tentang TNI. Kegiatan TMMD dilaksanakan di Distrik Mulia, Distrik Ilu, Distrik Gurage dan Distrik Tingginambut, sejak awal Mei 2011, sesuai usulan pemkab Puncak Jaya. Diharapkan TMMD dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dll. Seorang kolonel keturunan Papua, tak heran menjadi optimis. Putra Papua pun kelak bisa menjadi presiden Indonesia. So, go for it, people .. ( foto : suarapembaruan )

Saya dengar di radio pagi ini, Bogor ingin jadi provinsi baru. Katanya, Jawa Barat sudah 43 juta orang. Penuh sesak. Apa belum cukup, Jakarta lepas dari Jawa Barat ? Banten kemudian menyusul. Kini, Bogor pun pengen. (  HUT Jawa Barat apa sudah ketemu ? ). Jawa Barat ( 34.816 km2 ) tak seluas provinsi  lain ( seperti Jawa Timur = 47.921 km2,  Aceh = 57.365 m2 ), tapi dari waktu ke waktu terus menciut. Ada apa ?

Apa pembagian ‘kue’ dari Jakarta dirasa kurang adil bagi warga RI di luar Jawa ? Bahkan, ada rencana “Great Jakarta”, yang meliputi Jabodetabek dan Jawa Barat. Mau berapa sesak, pulau yang tergolong terpadat di dunia ini ? Pegunungan Dieng, hari2 ini, mulai meniupkan gas beracunnya kembali ( kawah Sinila, tahun 1979 menelan 149 korban tewas ). 70 gunung berapi aktif,  turut mengintai.  Sementara, lumpur Sidoarjo (  disingkat Lusi, mulai menyembur 29 Mei 2006, atau 2 hari setelah gempa Yogya  ) masih terus meluap 15.000 m3 saban hari sampai 26 tahun ke depan ! ( bahkan ada yang bilang 80 tahun, weleh – weleh .. ).

Para ahli internasional menasehati :  don’t do something stupid. Kita hanya bisa menonton sampai si lumpur bosen ( berhenti sendiri ). Karena Lusi bukan dari pool ( kolam bawah tanah ), tapi dari rekahan kerak bumi. Gunung lumpur raksasa purba, gitu loh. Imagine that.

Putra Papua jadi presiden ? Semangat mengharukan dari balik pegunungan.

Apa karena blog GP & C gencar mempromosikan Bandung dan Jawa Barat, lalu orang berbondong datang ke tanah Pasundan ? Saya lihat di TV, seorang kolonel putra Papua menyemangati anak buahnya. Kita buktikan, bahwa orang Papua tidak bodoh. Orang Papua banyak juga yang pintar. Saya juga sekolah di Bandung. Suatu saat, orang Papua bisa jadi presiden Indonesia !

Kemudian, pemandangan mengharukan hadir di depan pelupuk mata. Warga Papua, sebagian masih berkoteka, berlarian mengibarkan bendera merah putih besar2 di seluruh penjuru padang terbuka. 600 TNI sedang baksos ( bakti sosial ) mengakrabkan diri dengan penduduk setempat. Ikut makan ubi hasil tanam warga desa ( mereka menanamnya dengan tangan, tanpa pacul atau sejenisnya ). Di desa terpencil, dikelilingi pegunungan itu, harga kol mencapai Rp 17.000 per buah. Untuk makan sehari ( sederhana ), perlu dana rata2 Rp 200.000 sekeluarga. Hanya pesawat kecil yang menghubungkan mereka dengan dunia luar. Itu pun tidak setiap hari. ( entah kapan mereka menjadi presiden ).

Tampak prajurit TNI mengeratkan jaket, menepis dingin dan jemu. Ia dan rekannya berjaga dekat kantong2 pemberontak bersenjata dekat perbatasan, selama berbulan-bulan. Sebetulnya, bosan lebih membunuh prajurit kita, daripada sejumlah orang yang tak puas dengan pembagian kue dari Jakarta itu. Jadi, ketika salah seorang dari penjaga NKRI menuruni lereng pegunungan, dengan kaos tangan hitam menggenggam teguh bambu di bahu dengan bendera merah putih berkibar di ujungnya, rasanya gimana gitu. Pastinya, cakep banget ! ( meski saya tak jelas melihat wajahnya yang tersamar bayangan topi  ). Rasa Indonesia ini muncul.

Jakarta masih terbelit. Paspor koruptor ditarik ( tak diperpanjang ). Bersiaplah miskin.

Lalu, Jakarta sendiri bagaimana ? Di ruang JLC semalam, terbetik ucapan : hukum di Indonesia, dulu digunakan untuk melanggengkan kekuasaan. Hukum kini digunakan untuk memproteksi penguasa. ( Muhammad Nazaruddin, mantan bendahara umum partai Demokrat, ngeblog dari Singapura. Blog jadi sarana pembelaan diri sekarang, tidak cuma diary online. Nunun Nurbaeti, masih kucing-kucingan dengan KPK sampai ke Thailand segala. Cek pelawat yang menyeretnya, juga menyeret nama deputi senior BI. Menyeret pula bank abal2, dan orang yang ‘berteman’ dengan nasabah besarnya ). Nasib petinggi bank negeri masih lebih mujur dari pengusaha dan bankir swasta. Orang harus bersiap tiarap ( atau menghilang ) jika terendus mengusiknya. ( mereka beralasan, demi kepentingan bangsa yang lebih besar. Perlukah kita menunggu sampai 2014 ?  ( karena jasanya juga tidak sedikit ). Duh, bernegara bisa segetir ini.  Growing pains.

( Caddy golf itu sekarang kerja di Tangerang, kata narasumber. Jika, kevokalan Permadi diancam di-Antasarikan, bagaimana jika Antasari di-Susnokan ? Penyambung lidahnya tempo hari di JLC, mengatakan, Antasari hanya ingin bebas. ( saya kuatir kalau doa orang terdzalimi dikabulkan kapan saja, bisa membahayakan negeri ini ). Kita tahu terpelesetnya penguasa, bisa menyengsarakan banyak orang. Akhirnya, pelempar kulit pisang ( koruptor ) yang ongkang2 kaki keenakan makan duit kita. Orang2 kritis di negeri ini sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi. Bisakah kita hentikan lingkaran sandera dan mulai sungguh2 memperbaiki negara ?  ).

Kita masih berkutat di sini. Koruptor melenggang ke luar negeri setelah menjarah uang rakyat. Yang punya uang dan kuasa, selamat dari jerat hukum. Orang berkuasa, tapi tak cocok dengan penguasa, maaf saja .. tergusur. Apakah hukum sudah jadi panglima di negeri ini ? Big no no. Singapura  dengan senang hati menerima koruptor dari Indonesia. Perjanjian ekstradisi diupayakan Indonesia sejak tahun 1974, namun tak kunjung membuahkan hasil. Gedung2 terus menjulang mencakar langit negeri kota itu ( dari uang kita yang dilarikan ?  ). Sebagai sesama ASEAN, mestinya kita bisa mengupayakan perjanjian : tak ada perpanjangan paspor ( sekaligus negara lain dilarang memberi kewarganegaraan ) bagi pencuri uang rakyat, sehingga para stateless ini terpaksa kembali ke Indonesia menjalani hukuman pemiskinan, dll, sampai jera. Hidup rakyat !

Selama tiarap, belajar bikin kue sendiri. Siapa ngacung ?

Lalu, kapan kue dibagikan ? Pemberontak dan warga di perbatasan sudah tak sabar. Sementara, suasana hukum dan politik  kita masih saling sandera. Sistim presidensial di UUD ’45, dilemahkan UU politik yang parlementer. Celah yang memungkinkan orang jahat lebih berkuasa dari orang baik di negeri ini ( anda baca beritanya tiap hari di media ). Tapi,  di sisi lain jika kekuasaan presiden terlalu besar dikuatirkan muncul tirani lagi. Reformasi 1998 kemarin, kan hasilnya mengurangi kekuasaan presiden. PR besar untuk dunia penegakan hukum kita. Formula cespleng bagaimana ?

Sementara mereka berproses, kita bikin kue sendiri, yuk. Salah satu mojang Bandung mau berbagi rahasia suksesnya. Semoga warga Papua juga mengenalnya.

Melihat Anne Ahira memberi makan itik di halaman belakang rumahnya di luar negeri, menggoda saya. Memandang Ahira tersenyum di depan jembatan terkenal seperti impiannya, menggiurkan saya. Visual boards come true. Menulis dengan laptop dan akses internet, di mana pun, kapan pun, sementara uang bekerja untuk kita, sungguh pas dengan saya.  I can do it.

Internet marketing, kata kunci yang digeluti Ahira hingga bisa sebesar ini. Internet marketer kelas dunia. Anne Ahira is internet marketing. Asian Brain, kursus online internet marketing yang dibangun Ahira, menjadi yang pertama dan terbaik di Indonesia. Kegiatan menjual produk atau jasa melalui internet ternyata bisa menghasilkan ribuan dolar per bulannya. Dengan pasar all over the world. Modal utamanya, bisa menulis e-mail yang baik, sabar dan fokus. Wah, gue banget.

Di belakang laptop mengentaskan kemiskinan. Sukses kita untuk Indonesia.

Anne Ahira di depan meja kerjanya. Asian Brain CEO. Keren. Internet marketing, memang peluang menggiurkan. Terutama yang kurang suka dandan tiap hari bertemu klien ( seperti saya ). Dengan piyama tetap bisa menghasilkan fulus. Dengan laptop dan akses internet, semua bisa terwujud. Indonesia, tertinggi dalam seach keyword ini. Daripada kerja di orang atau di negeri orang, lebih baik jadi bos diri sendiri, di negeri sendiri. Apa kata kunci anda ? ( foto : martabat )

Semula, saya kira, internet marketer  mesti sering cas cis cus di telpon. Saya bukan tipe phone girl. Suara tak semerdu penyiar radio atau TV. Lebih mirip suara kutu buku ( pernah dengar suaranya ? so quiet, ngomong yang penting2 saja ). Komunikasi verbal kurang, padahal maunya begitu banyak. Saya mau bebas secara finansial, sehingga saya bisa konsentrasi blogging dan menulis buku untuk kebaikan Indonesia ( ceile.. ). Saya mau lebih 20 % warga RI ( 48 juta orang ) bebas secara finansial, lalu membantu mengentaskan kemiskinan di negeri ini, selanjutnya membawa Indonesia ke arah kemandirian dan kejayaannya. Bisakah ?

Setidaknya, Ahira sudah melakukan. Dari membantu ibunya menjual penganan kecil di kampung, pinggiran Bandung. Lalu, menjadi guru privat para ekspatriat. Ahira kini menjadi guru bagi mereka yang ingin sukses menjual produk sendiri atau produk orang lain melalui internet. Kursusnya sendiri, Asian Brain, didedikasikan untuk Indonesia. Hanya orang Indonesia yang boleh mempelajarinya. Bahasa Indonesia. Dedikasi yang patut diacungi jempol dan diteladani. Hebring !

Di Asian Brain, anda diajari menentukan keyword, niche ( ceruk pasar ), membuat website, etika dan trik bisnis di internet, beriklan secara audio visual multimedia, membuat video yang mengundang pasif income untuk anda, membuat e-book, dst. Indonesia butuh pemasar yang hebat agar maju. Siapa kita ? INDONESIA. Jadikan sukses Ahira, sukses anda juga. Sukses Indonesia.

Zuhud menjaga empati & peduli.

Catatan : ( dari eksperimen ‘gatel’ selama 27 Agt – 20 Sept 2011 ).

Sdri Ahira bukan tipe yang suka menjawab e-mail dan komen ( ‘beda’ saya ). Tapi sedikit banyak, ia langsung melaksanakan saran yang baik. Luar biasa sibuk, apalagi setelah ia menikah. Saya harus melakukan sejumlah tes untuk memberi informasi tambahan pada pengunjung GP & C ( yang menjumpai sejumlah info kontra tentang dia ). Hasilnya ?

Saya jadi bisa menyadari,  hebatnya Dina Sulaeman yang menyempatkan diri menjawab pribadi e-mail dan komen dari sebagian pembacanya yang bukan lagi kritik membangun, tapi sudah caci maki, dengan cukup sabar dan intelek. Hebatnya Ahmadinejad bisa tersenyum seraya berkata ‘I love you all’ pada massa demonstran yang memprotesnya. Antasari yang tetap cool meski difitnah, dibunuh karakternya habis-habisan. Ia memilih ngeloyor pergi ketika orang mulai banyak memujinya. Juga, Anwar Ibrahim di negeri jiran.

Orang2 dengan kebaikan, kecerdasan dan keberanian istimewa. Kind of people I wish in my inner circle. Apa saya akan disindir seperti blogger sebelumnya ? Citra, pidato ciamik, bagi sebagian orang masih dianggap lebih penting dari hasil kerja. Namun, bagi saya citra bukan prioritas lagi. Indonesia kuat 2020 ? Yes !

Hidup zuhud, bersahaja, yang dijalani Rasulullah, para sahabat beliau, pejuang dan pemikir besar, benar adanya. Empati dan peduli tetap terjaga. Seperti Ahmadinejad yang tetap sederhana, sehingga bisa konsisten menjaga sikap, di garda depan membela Palestina dan martabat dunia muslim. Saya mulai mengosongkan isi lemari dan kamar. Makan 2 kali sehari. Agak lapar, menulis lebih baik. Dari banyak contoh yang bertumbangan : hidup enak ada perangkapnya sendiri. Saya juga butuh ruang hening sebesarnya di kepala, sehingga persoalan kompleks dunia bisa masuk  kepala, tanpa membuatnya korslet.

Dengan hidup sederhana, anda akan menikmati setiap suap yang masuk ke mulut anda. Anda akan bersyukur , merespon secara tulus tiap saran dan pemberian. Saran itu bisa jadi kristalisasi pengalaman selama belasan tahun dari hidup seseorang, yang anda sendiri tak punya seluruh waktu untuk mengalaminya. Dan, orang yang dihargai setulusnya akan menggandakan kebaikan oleh kedamaian yang merasuk di dada.

Belum lagi, kalau kecenderungan orientasi masyarakat berubah. Tidak lagi materialistis. Orang semestinya dinilai dari apa yang dipikirkan dan diperbuatnya untuk orang banyak. Bukan apa yang dikenakan atau dibayarkan ( materi ). Korupsi  akan lenyap. Zionis bangkrut. Palestina dan negeri2 tertindas terbebaskan. Powerful, isn’t ?

( mungkin saya bergerombol dengan petani, nelayan, tukang becak dan seniman jalanan setelah ini .. he3x ).

Wise girl said, bantulah sesama meski hanya satu orang. Saya yakin, Ahira sudah membantu lebih dari itu. Now it’s your turn, people ..

Written by Savitri

1 Juni 2011 pada 21:20

Ditulis dalam Ragam

Tagged with , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s