Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Solo tertata baik, PSSI pun datang. Pasar tradisional, PKL, tukang becak & parkir ikut heppiii …

with 2 comments

Setelah membenahi Taman Balekambang menjadi ruang publik berkualitas, lengkap dengan fasilitas outbond, wi-fi dan panggung kesenian, Jokowi beserta jajaran Pemkot Solo memindahkan sekitar 1.000 PKL dari Taman Banjarsari ke Pasar Klithikan. Tanpa kekerasan atau kerusuhan. Apa rahasianya ? Memanusiakan PKL, plus jamuan makan siang ( seraya berdialog ) sebanyak 54 kali dalam 7 bulan. Terhormat. Lihatlah, gaya kirab duet Jokowi dan Rudy. Upacara kirab “Prosesi Budaya Bedhol PKL Monumen ‘45 Banjarsari ke Pasar Klithikan Notoharjo Semanggi” juga menyertakan para prajurit Kraton Solo ! Cool.. ( foto : brand929fm )

Wong cilik. Sering didengungkan saat kampanye. Jualan paling laku untuk mengeruk suara pemilih. Soal janji ditepati atau tidak, itu urusan belakangan. Sama mengenaskan dengan nasib penggiat seni tradisi ( ada penari yang hanya dibayar Rp 5 ribu jika ‘beruntung’ ada pentas malam itu ). Menyempil di sudut-sudut kota, dilewati warga yang hilir mudik ke tempat hiburan prestisius masa kini.

Jika kemudian, ada petugas kebersihan dan portir loket ( pegawai honorer ) di Gedung Wayang Orang Sriwedari, bisa menyekolahkan anak ke SMA, dan membawa anaknya yang lain ke Puskesmas Jayengan, tanpa stres ( biaya ), pastilah cerita yang menarik. Solo. Kota tempat kongres luar biasa PSSI ( 9 Juli 2011 ) akan diselenggarakan. Dari mana datangnya prestasi dan kehormatan ini ?

Kartu PKMS ( Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta ) menjadi andalan Sartono ( 42 ) mengatasi problem keluarganya. Andalan Pemkot Solo ( Surakarta ) menjangkau keluarga miskin yang tak terjangkau program asuransi kesehatan ( Askes ) PNS, askes swasta, Jamkesmas dan asuransi kesehatan lainnya. Sejak 2008, warga Solo dibantu pengobatan gratis, termasuk rawat inap ( standar pelayanan Jamkesmas ) di seluruh puskesmas dan 10 rumah sakit pemerintah/ swasta di Kota Solo. Melalui PKMS, miliaran rupiah dana APBD dikucurkan untuk lebih 208.428 orang. Melalui Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Solo ( BPMKS ), Rp 21 miliar per tahun diberikan pada 43.000 siswa ( Kompas, 21/3/2011 ). Anggaran pendidikan bagi warga Kota Solo terus meningkat : Rp 336,3 miliar ( 2009 ), Rp 441,8 miliar ( 2010 ), Rp 471, 5 miliar ( 2011 ). Joko Widodo ( walikota Solo ) dan FX Hadi Rudyatmo ( wakil walikota ) memang memprioritaskan pendidikan dan kesehatan dalam 2 periode masa jabatan mereka ( 2005 – 2010 dan 2010 – 2015 ). Ah, yang penting heppiii …

Pasar tradisional & PKL jadi lumbung PAD Pemkot Solo. Kok bisa ?

Duet Jokowi dan Rudy ini juga menyentuh PKL ( pedagang kaki lima ) dan pasar tradisional. Dalam 5 tahun, Pemkot Solo berhasil menata 5.817 PKL, merevitalisasi 15 pasar dari 37 pasar tradisional. Nyaris tanpa konflik, bahkan menuai pujian dari berbagai kalangan dan penghargaan dari pemerintah. PKL dan pasar tradisional yang umumnya jarang disentuh kota-kota lain, justru menjadi lumbung pendapatan Kota Solo. Tak heran kota ini lalu menjadi model percontohan bagi kota-kota lain di tanah air.

Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) kota seluas 44 km2 ini, dari retribusi pelayanan pasar terus meningkat : Rp 7,8 miliar ( 2006 ), Rp 9,9 miliar ( 2007 ), Rp 10,2 miliar ( 2008 ), Rp 11,7 miliar ( 2009 ), Rp 12,5 miliar ( 2010 ), Rp 20 miliar ( target 2011 ). Dengan pasar tertata, otomatis jumlah kios/ los pedagang diketahui pasti, mudah dikontrol sehingga pendapatan retribusi pun masuknya jelas, kata Jokowi. Pasar Klithikan Notoharjo yang menampung 989 PKL dari kawasan Monumen Banjarsari, kini menghasilkan sekitar Rp 400 juta pertahun dari retribusi. Lebih 1000 kios barang bekas, terutama onderdil, aksesori ( mobil, sepeda motor ) dan barang elektronik di pasar ini, membuka lapangan kerja bagi penduduk di sekitarnya. Lebih 44 warga sekitar jadi juru parkir dan penjaga keamanan pasar.  Tukang becak bisa membawa pulang minimal Rp 25 ribu setiap harinya.

Pemkot Solo juga berpihak pada pedagang kelontong. 80 pengusaha minimarket waralaba mereka tolak izinnya, karena dikuatirkan menghancurkan pedagang kecil. Kerja keras menata kota, infrastruktur dan sarana publik membuahkan kota destinasi wisata bagi Kota Solo. Selain kota pertunjukan seni budaya, Solo pun menjadi langganan tuan rumah pertemuan tingkat nasional dan internasional. “Kalau kota tertata bagus, kota jadi laku, dan efeknya ke mana-mana. Pariwisata jalan karena banyak kegiatan. Okupansi hotel naik, dulu hanya 30 %, sekarang di atas 90 %. Investor berbondong-bondong datang. Sekarang saja, ada 13 investor hotel antre. Bukan cuma hotel, .. taksi, becak, perajin batik, restoran, pun kena dampaknya,” ujar Jokowi.

Rajin bersepeda keliling kampung. Membangun kepercayaan warga.

PAD dari hotel terus meningkat : Rp 4,3 miliar ( 2007 ), Rp 7,6 miliar ( 2010 ). Dari restoran : Rp 6 miliar ( 2007 ), Rp 9,6 miliar ( 2010 ). Sadar PAD dan APBD Kota Solo kecil sebelumnya, Pemkot Solo lalu melakukan inovasi anggaran dan manajemen fokus agar pemanfaatan anggaran berdampak pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Anggaran di dinas yang dinilai tak perlu, langsung dipangkas. Bahkan, ada dinas dalam satu tahun anggaran sama sekali tak diberi. “Anggaran kecil-kecil kami stop. Kalau bagi rata, tidak kelihatan fisiknya. Mana yang prioritas itu yang diberi anggaran. Kalau buat program harus besar sekalian, diorganisasikan, dan targetnya harus terukur jelas”, sambung Jokowi.

Penerima “Bung Hatta Anti Corruption Award 2010” ini juga menyiapkan sistem, konsep makro yang dituangkan dalam cetak biru rencana Kota Solo secara rinci. Jokowi – Rudy dan aparatnya rajin berkeliling kampung dengan sepeda sehingga persoalan warga langsung diketahui dan segera dicari solusinya. Membangun kepercayaan, menjadi kunci sukses Kota Solo.

Kronologis berdirinya Surakarta. Ada Kertasura, Mangkunegaran, Yogyakarta ..

Mesjid Kraton Solo. Teduh, tenang. ( foto : jokir )

Pemberontakan orang Tionghoa melawan Belanda ( 1740 ) menghancurkan Kota Kertasura. Kraton Kertasura jatuh ke tangan kelompok anti Belanda. Paku Buwana meminta bantuan Belanda untuk menghentikan pemberontakan ini. Sebagai imbalan, Belanda memaksa Paku Buwana menandatangani perjanjian yang berat sebelah ( 1743 ). Tentara Belanda ditempatkan di ibukota Mataram. Benteng Belanda ( Fort Vastenburg ) dibangun di ibukota yang baru, Surakarta.

Dua alun-alun berukuran 400 x 300 m menjadi ciri Kota Solo. Pasir halus menutupi dan dua pohon beringin menjulangi. Kompleks kraton terletak di antara kedua Alun-alun. Susuhunan didampingi para pembesar mengikuti perayaan di Alun-alun Utara. Kompleks kraton sepanjang 400-500 m ( utara selatan ) selebar 600 m ( barat timur ) dulu dihuni 15.000 orang ( Blumenberg, 1918 ). Penduduk kotanya waktu itu sebanyak 150.000 orang. Di Surakarta, tak ada tembok batas kota yang jelas. Peralihan daerah perdesaan ke perkotaan terasa halus.  Berbeda dengan kota-kota lain dinasti Mataram yang biasa bertembok kota. Jalan lebar, lurus memanjang, dari timur ke barat, membelah Kota Surakarta menjadi Kota Selatan dan Kota Utara.

Kraton, Mesjid Agung dan rumah pangeran di selatan kota. Sarana profan, seperti Kepatihan dan pasar, di utara kota. Istana Mangkunegaran terletak di bagian ini, sesuai perjanjian ( 1755 ) antara Paku Buwana III dengan Mas Said ( anggota keluarga kerajaan yang ikut memberontak, anti Belanda ). Permukiman orang Tionghoa, Belanda dan orang asing lainnya, di timur kota. Permukiman orang Bali ( Kebalen ) di barat kota. Menurut kosmografi Jawa, kekuatan yang dapat mengatasi usaha penentangan hukum universal, berasal dari selatan ( arah kraton ). Kekuatan kosmis berasal dari dalem kraton, di mana tersimpan pusaka sakti kerajaan, dan hanya raja yang dapat menggunakan kekuatan ini. Hukum Islam dalam interpretasi ini tidak mengatur kehidupan manusia secara langsung, melainkan membuat kerangka dan batas aturan.

Filosofi Alun-alun dan simbol banteng dalam tradisi Jawa.

Alun-alun Utara Kraton Surakarta Hadiningrat. Pohon beringin menyimbolkan langit, pasir halus melambangkan bumi ( keberhasilan pertanian ). Harmoni universal. Berbagai ritual digelar di sini untuk mengukuhkan kekuasaan raja Jawa ( Mataram ). ( foto : jokir )

Kekuasaan raja secara langsung mengatur tata kehidupan. Pemimpin agama Islam ditunjuk raja. Dalam konsep kerajaan Jawa, agama Islam bukanlah dasar legitimasi kekuasaan raja. (  “Arsitektur-kota Jawa : Kosmos, Kultur & Kuasa”- Jo Santoso, 2008 ). Di Alun-alun Lor ( utara ) rutin dipertunjukkan duel banteng ( simbol kekuatan kosmis, darimana otoritas raja berasal ) dan harimau. Alun-alun menyimbolkan harmoni antara langit ( pohon beringin ) dan bumi ( pasir ). Pasir halus syarat keberhasilan pertanian. Di masa akhir Mataram, Alun-alun Lor dan berbagai ritual berfungsi mengukuhkan keberlangsungan kekuasaan raja.

Alun-alun Kidul ( selatan ) berfungsi mengukuhkan kelancaran hubungan kraton dengan kekuatan makro kosmis, melambangkan kesatuan raja dengan para bangsawan di sekitarnya. Sedang di Kompleks Mangkunegaran, Alun-alun di utara kraton menjadi tempat latihan tentara Mangkunegaran. Mesjid digunakan untuk sembahyang Mangkunegaran dan pengikutnya. Di dekatnya dibangun rumah pemuka agama dan pegawainya.

Pangeran Mangkubumi, saudara kandung Susuhunan Paku Buwana II, yang tak setuju Mataram berhubungan dengan Belanda lalu menjatuhkan Paku Buwana. Sepeninggal Paku Buwana II, tercapai perjanjian yang membagi kerajaan Mataram menjadi dua, yaitu Surakarta dan Yogyakarta. Mangkubumi yang digelari Ngayogyakarta ( 1755 ) mulai membangun pusat baru kerajaan. Lalu, Alun-alun Utara dan Alun-alun Selatan kita lihat di Yogyakarta ( juga di Bandung ).

Semoga kongres PSSI di Solo sukses. Optimis ?

Prajurit Kraton Surakarta dan para putri Solo siap mengawal dan menyukseskan Kongres Luar Biasa PSSI, 9 Juli 2011. Para peserta kongres diharapkan ikut kirab dengan kekhasan daerah masing2. Adat istiadat kraton dan kekayaan khasanah budaya Mataram membuat even nasional tsb layak dinanti dan disimak. Don't miss it ! ( foto : john miksic )

Pada posting lalu, saya pernah menulis  tradisi, pengalaman berbangsa bernegara, ratusan ( bahkan ribuan tahun, jika dihitung sejak Mataram Hindu kuno ) yang dimiliki penduduk Yogyakarta terkait isu monarki. Apakah Surakarta ( Solo ) yang lebih senior, mampu meredakan kegarangan sebagian peserta kongres PSSI ? Gaya kirab dan kehalusan tutur sapa warga Solo terbukti mencairkan emosi para pedagang PKL yang direlokasi. Kita berharap semua baik-baik saja, dan sepak bola Indonesia bisa terus melenggang ke even-even internasional. Garuda muda siap mengepak sayap untuk terbang tinggi. Saya optimis, kata AP.  Lho ?!  ( kan, sudah di .. )

( Wakil Presiden FIFA, Ali bin Al Hussein ( pangeran Yordania ) rupanya sudah bicara dengan mereka dan akan menyampaikan laporan kepada FIFA dan Asian Football Confederation ( AFC ). Entah apa yang terjadi di kongres nanti. Yang penting, pengurus sepak bola Indonesia selanjutnya bersih dari korupsi ( menjauhkan judi, pengaturan skor dari lapangan hijau, dll ), profesional dan menaati aturan main ( dan hukum di Indonesia ). Wong cilik ( rakyat jelata ) bisa nonton tanpa rusuh. Wong cilik lainnya bisa bekerja dan mengais rejeki dari even bola. Makin penasaran dengan 9 Juli di Solo ?

Written by Savitri

17 Juni 2011 pada 17:25

Ditulis dalam Ragam

Tagged with , ,

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. @ Dherwan : oya ? siip-lah kalau bisa membenahi kota Jakarta.

    Savitri

    18 Januari 2012 at 15:46

  2. Kota Solo itu tertata baik karena walikotanya ya ? denger denger sekarang karena bagusnya mau ditarik jadi jadi ngurusin kota Jakarta

    dherwan

    28 Desember 2011 at 07:17


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s