Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Transportasi massal manusiawi ala Solo. Tips mudik ala selamat.

with one comment

Ini dia, andalan pemkot Solo. Batik Solo Trans ( BST ) yang efesien memindahkan warga Solo ke tempat tujuan masing2. Transportasi massal menjadi kebutuhan urgen kota jasa dan perdagangan yang sibuk, dewasa ini, di Indonesia. Dikombinasi dengan ATCS yang dioperasikan optimal, dan GPS, bus spesial ini melaju kencang nyaris tanpa hambatan. Wah, siapa yang nggak ngiler melihat warga kota diprioritaskan dan dimanusiakan oleh pemkot Solo ? Wis, apik tenan.. ( foto : forum pasar solo )

Apalagi inovasi dari Solo ? Setelah mengurai benang kusut persoalan kesehatan, pendidikan, ekonomi wong cilik dan kebuntuan kongres PSSI. Kemacetan lalu lintas. Problem yang juga memusingkan kota Bandung. Mari lihat, bagaimana Solo menyelesaikannya.

Kota jasa dan perdagangan, sarat mobilitas orang dan barang. Jalan terbatas, kendaraan membludak, siap2 gempor kaki, boros bensin, menghirup udara knalpot, plus telat masuk kantor. Perkembangan kota terhambat.

Transportasi massal, akhirnya the chosen one. Mereka bernama Batik Solo Trans ( BST ), railbus Batara Kresna, bus tingkat Werkudara, sepur kluthuk Jaladara, sistem transportasi cerdas ( inteligent transport system/ ITS ), pelican crossing ( lampu khusus pejalan kaki ) dan program hari bebas kendaraan bermotor ( car free day ). Menyusul trem kota, pembenahan jalur lambat untuk mengakomodasi kendaraan tak bermotor, pembangunan kantong parkir tepi kota dan budaya berlalulintas. Mantap.

Menurut Joko Widodo, walikota Solo, Batik Solo Trans dan teman2-nya itu untuk mengantisipasi kebutuhan transportasi 30-40 tahun ke depan. Biaya ekonomi dan sosial terkendali, warga nyaman bergerak, kecelakaan lalu lintas berkurang. Setelah area traffic control system ( ATCS ) diterapkan tahun 2006, korban kecelakaan lalu lintas di Solo yang semula 19.540 jiwa menjadi 17.661 jiwa. Jakarta menerapkan ATCS tahun 1994 ( tapi tidak optimal ), juga Bandung, tahun 1996, atas bantuan Spanyol dan Australia. Tak heran, Solo menjadi kota dengan sistem transportasi cerdas terbaik di Indonesia ( Kompas, 12/8/2011 ). Move people not car, kata Yosca Herman Soedrajad, kadishub Solo. Diawali memasang sistem pengendali lalu lintas terkoordinasi, dilengkapi alat deteksi video kamera di 43 persimpangan dari total 55 persimpangan. Tahun 2012, tinggal menambah alat pemberi isyarat ( APILL ) di 12 persimpangan. Sistem ini berkomunikasi dengan pengendali pusat ( central control room/ CCR ) di kantor Dinas Perhubungan Kota Solo secara langsung ( real-time ). Dengan sistem ini durasi nyala lampu lalu lintas bisa diatur untuk kelancaran lalu lintas. Jika satu ruas jalan dipenuhi kendaraan, maka lampu hijaunya diperpanjang nyalanya. Ruas jalan lain, lampu merahnya yang diperpanjang.

Werkudara, bus tingkat cantik yang siap mengantar warga Solo ke mana saja. Kian irit ongkos mobilitas perorangnya. Sepertinya, full kipas alami ( isis ) di atas sana, sambil melihat pemandangan kota Solo nan syahdu. Namanya sangat mentradisi. Modernisasi ala Solo yang patut diteladani. ( foto : dishub Surakarta )

Persimpangan2 ini dipantau, direkam dan disimpan selama 20 hari sebelum diganti rekaman baru. Sekaligus memantau keamanan kota. Waktu tempuh BTS bisa sesuai rencana, diketahui posisinya ( dilengkapi global positioning system/ GPS ). 100 meter sebelum lampu lalu lintas sudah mengirim sinyal. Jika lampu hijau sedang menyala, durasi otomatis diperpanjang. Jika sedang lampu merah, durasi otomatis diperpendek agar BST tidak tertahan lama. Bus Batara Kresna pun bisa diutamakan jalannya. Melalui kerja sama dengan radio swasta, RRI dan televisi lokal, kondisi lalu lintas diinformasikan ke publik setiap hari.

Bagaimana karcisnya ? Voucher isi ulang kartu pintar dapat dibeli di mana saja. Tiket canggih ini akan diintegrasi dengan tiket kereta api Prambanan Ekspress dan Trans Jogjakarta.

Bagaimana pendanaannya ? Antara tahun 2006 – 2011 secara bertahap dikucurkan dana Rp 13,5 miliar APBD  Kota Solo dan Rp 5,5 miliar APBN ( tahun 2010 )  untuk membangun sistem transportasi cerdas. Lebih irit dari perkiraan semula ( Rp 36 miliar ). Biaya sendiri pula ( bukan bantuan asing ). Excellent.

Transportasi manusiawi ini tampaknya mulai juga dibangun di Kota Palembang dan Pekanbaru. Kepemimpinan kuat, kunci manajemen transportasi. There’s  a ( political ) will, there’s a ( problem solving ) way.

Mau lebaran, nih. Mudik dengan mobil pribadi atau sepeda motor ?

Sebuah perusahaan otomotif menyediakan 42 titik posko selama lebaran 2010. Belum lagi perusahaan2 lainnya. Berapa banyak kendaraan yang mereka datangkan selama ini, memenuhi jalan2 di kota kita ? Jangan sungkan memanfaatkan posko mereka. Demi keamanan dan keselamatan anda dan keluarga. ( foto : omduszbani )

Mudik dengan mobil pribadi. Apa keceriaannya ? Kebersamaan selama perjalanan, bisa berhenti di mana saja untuk istirahat, makan ( atau buang hajat ) tanpa mengganggu orang lain, fleksibel memilih rute sehingga leluasa mengeksplorasi berbagai tempat yang menarik untuk disinggahi. Seru. Full adventure. Mengenali karakteristik daerah yang dilewati. Makanan khasnya. Menginap 1-2 malam untuk mengeksplorasi kota lebih dalam. Asyik..

  • Untuk memastikan everything’s gonna be okay, sebelum berangkat, periksa kondisi mesin, rem, ban mobil, penyejuk udara, kebersihan kabin mobil, dsb. Dengan cermat.
  • Siapkan pungutan perbaikan jalan, uang receh ( pecahan kecil ) di dashboard agar tidak repot merogoh tas, kantong atau dompet, jika sedang perlu.
  • Tentukan rute yang bakal ditempuh, pertimbangkan jarak, kondisi jalan, keadaan lalu lintas setelah mengumpulkan informasi dari rekan, kerabat atau internet. Gunakan GPS, supaya tidak nyasar atau menemukan rute alternatif jika terhambat di jalan.
  • Para pengemudi bisa bergantian menyetir, jika lelah atau mengantuk. Atau tiap 3-4 jam sekali berhenti untuk istirahat di pos2 mudik yang disediakan. Dan selalu, patuhi rambu2 lalu lintas. Jangan paksakan diri.

Mudik dengan sepeda motor lebih melelahkan ( tapi banyak penggemarnya, karena lebih irit BBM dan lincah menghindari kemacetan ). Sengatan sinar matahari ditambah jalan berlubang menjadi pemicunya, sehingga setiap menempuh 2 jam perjalanan, sebaiknya beristirahat.

  • Pastikan kondisi tubuh prima saat berkendara. Bawa air putih yang cukup, jangan sampai dehidrasi ( tubuh kekurangan cairan ). Bila perlu, mengkonsumsi vitamin untuk membantu menjaga kebugaran tubuh. Kontrol emosi selama di jalan. Jangan terpengaruh pengendara lain yang ugal-ugalan.
  • Sepeda motor diperiksa kelaikannya. Peralatan pengaman dikenakan. Helm, sepatu, sarung tangan, pelindung lutut, pelindung siku lengan. Jas hujan dan suku cadang ( seperti busi, kunci pas, dll ) disediakan juga.
  • Mudik bersepeda motor semakin aman jika berkelompok. Sesama pemudik bisa saling menjaga dan mengawasi sepanjang perjalanan. Bus atau mobil yang mencoba ugal-ugalan biasanya berpikir 1000 kali jika di depan ada konvoi pemudik motor. ( salah2 bisa dijewer bertubi-tubi kalau nyerempet, apalagi nyeruduk ).
  • Kantongi beberapa nomor telpon penting ( polisi, rumah sakit, pusat layanan bank, kerabat untuk mengantisipasi situasi genting.
  • Manfaatkan posko mudik sebagai tempat beristirahat yang aman ( banyak berdiri di jalur antar provinsi  ).

Jadi, mudik pakai mobil atau motor ? Terserah kebutuhan dan ketrampilan anda ( motor atau mobil yang menjadi perpanjangan kaki anda selama ini ? di mana anda sudah menyatu dengannya ). Ribuan pemudik menjejali jalan secara serentak. Butuh skill tinggi untuk melaluinya dengan selamat. Tahun lalu, korban tewas mencapai ratusan jiwa.

Kenapa bangsa kita rela melakukan ‘ritual’ tradisi tahunan ini ? Sebuah puisi Rumi, mungkin bisa menjelaskan :

Ada keindahan tak kasat mata.

Di balik perut yang kosong.

Kita laksana gitar.

Ketika ruang gema berisi.

Tak ada musik yang keluar.

Ketika pikiran dan perut kita terbakar karena puasa.

Senantiasa melodi mengalun di balik api.

Ada keindahan yang perlu dirayakan setelah sebulan kita menjadi gitar Allah. Sebagian merayakan dengan bersilaturahim dengan sanak saudara di kampung. Sebagian tetap di kota, karena sejumlah alasan : keluarga di kota, duit cekak,  kondisi tubuh tak cukup kuat untuk mudik, ingin membantu polisi menjaga keamanan kota ( benar2 city lover ), atau sekedar .. menjajal  jalanan sepi Kota Bandung siang hari, yang musykil  terjadi di luar hari H Idul Fitri. 

Selamat  merayakan Idul Fitri. Mohon maaf lahir batin.

Written by Savitri

19 Agustus 2011 pada 19:00

Ditulis dalam Ragam

Tagged with , ,

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Ngiri ma solo….andaikan di jakarta para pejabat tak terburu-buru dan latah membangun MRT tapi membenahi transportasi yang telah ada pasti akan membuat jakarta sedikit lebih baik “sedikit” sosialisasi menggunakan angkutan massal tanpa dibarengi dengan pembenahan sarana dan prasarana angkuta umum mustahil masyarakat beralih dengan angkutan massal.Bisa-bisa Transjakarta akan menjadi The next KOPAJA

    Kia Rebelina

    2 September 2012 at 13:20


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s