Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

KPK dalam persimpangan. APBN & APBD minim. Tokoh Papua berdialog damai di TV. Why not ?

leave a comment »

Busyro Muqoddas di depan Gedung ( putih ) KPK. Kita harap pakar hukum pidana yang cool ini bisa meneguhkan KPK lebih kuat dalam meringkus koruptor. Nilai hukum tertinggi di sebuah negara adalah menjaga kami ( rakyat ). Bukan merampok kami. Jika KPK diringkus orang kuat, rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi di negeri ini, pun bisa meringkus orang kuat tsb. When no one answer your calling, just call the I team. Indonesian people. ( foto : faktapos )

KPK. Apa kabar ? Biangnya anti korupsi di negeri ini tengah dipertanyakan banyak pihak. Ada yang bilang disorientasi. Bahkan, ada yang membuka wacana pembubaran. Dia, Fahri Hamzah. Mengejutkan, ada yang berani menantang jutaan orang Indonesia yang kadung cinta sama KPK. PKS, gitu loh. Kok, bisa ?

Di Rapat Konsultasi DPR, KPK, Polri, Kejaksaan Agung ( 3/10/2011 ), terlihat ( seperti ) Fahri tidak suka dengan Busyro Muqoddas. Tapi, herannya, saya suka. Busyro  terlihat wibawa, cerdas, tangkas menjawab, tandas ( tidak meladeni gertakan ), juga elegan berguyon. Cool.

Dengan karakter demikian, Busyro bisa menenangkan dan membangkitkan kembali rasa percaya diri 4 komisioner lain yang sempat gamang setelah terdera adegan2 kriminalisasi pimpinan2 KPK beberapa waktu yang lalu. Saya mengerti jika pansel  ingin mempertahankan Busyro untuk menemani 4 pimpinan KPK yang akan dipilih berikutnya. Ada kontinuitas. Pakar hukum pidana pula. ( Dr. Busyro Muqoddas, SH, M.Hum, ahli hukum pidana dan hak asasi manusia Universitas Islam Indonesia (UII ). Peserta JLC tempo hari pernah mempertanyakan , kenapa di jajaran pimpinan KPK tidak ada pakar hukum pidana ? padahal yang diurusi tindak pidana khusus ( korupsi )). So, Busyro is the answer.

Apakah Busyro pilihan ideal ? Ada kasus Century yang masih bikin gregetan. Ada 26 anggota DPR yang dijerat kasus cek perjalanan, sementara pemberi ceknya, Nunun dan MG malah kedapatan lagi shopping di Singapura ( RT pernah cengengesan berkata, ada uang dari banknya untuk membantu pemilihan MG ). Untouchable. Ada 4 pimpinan Banggar DPR diklarifikasi sebagai saksi, sementara orang2 yang disebut MN seperti tak terendus dan dibiarkan menggantung.

Fahri, Busyro, DPR, KPK, we love you ..

Orang2 kritis di negeri ini ( mungkin juga Busyro  ) tahu, 3 kasus besar ini menuju kemana. Antasari dan Susno yang terdampak, masih berjuang menuntut keadilan. BS saya baca sudah ‘rest in peace’ di koran beberapa minggu lalu. So, Busyro adalah pilihan realistis saat ini ( sampai 2014 ). Sampai terpilih pemimpin yang betul2 kuat, yang bisa mengalahkan orang2 kuat yang membekingi perampokan uang rakyat selama ini.

Anda lihat pungli di jalur angkutan umum ? Penjebakan dan pemerasan terhadap pedagang di pusat perbelanjaan ? Pencurian pulsa ( yang nilainya bisa melebihi bail out Century ) sejak tahun 2005 yang ditengarai melibatkan content provider dan operator seluler  ? ( yang saham terbesarnya dimiliki Qatar, Malaysia, Hongkong, dll ). Properti2 yang gagal pembangunannya karena kehabisan uang dan menewaskan penanggungjawab kreditnya ? Rp 6000 triliun kekayaan alam kita yang disedot perusahaan asing setiap tahun yang ( seperti ) tak bisa kita hentikan ? Mereka menyawer  panja dan pansus, kata Permadi  ( juga aparat penegak hokum ) sehingga pada ‘masuk angin’  sebelum rakyat mendapat keadilan. It’s huge, man.

Kebobrokan lebih 32 tahun ini tak bisa dijatuhkan ke pundak KPK ( dan disalahkan jika belum beres setelah 9 tahun ) dengan sewaktu-waktu dikriminalisasi, dipancing-pancing datang untuk dijebak, dibonsai, dan diancam dibubarkan.  Ingin senyap, butuh kepastian hukum dan ketenangan bekerja. Kepolisian (  lebih 300 ribu orang ), kejaksaan ( lebih 200 ribu orang ), pengadilan ( lebih 100 ribu orang ) = lebih 600.000 orang. KPK = 700 orang. Dari jumlah personel saja, KPK sudah terintimidasi. Coba anda berdiri di tengah ( dasar ) tambang Freeport. Anda akan merasa kecil ( terintimidasi ) dengan dinding cadas setinggi lebih 110 meter ( lebih tinggi dari gedung 28 lantai ). Padahal dinding itu tidak memenjarakan anda di mako atau menyetrum kemaluan Williardi.

Indonesia bukan Hongkong, yang dalam 3 tahun KPK-nya bisa selesai ( memberantas korupsi ). KPK di sana didukung pengadilan dan hakim2 Inggris yang saklek. Anda tahu sendiri, keganjilan2 yang terjadi di ruang pengadilan Indonesia. ( dari survey, 3  institusi yang kurang dipercaya publik, adalah kepolisian, kejaksaan dan pengadilan ). Bandingkan KPK dengan negara yang presidennya ( korupsi ) menjabat lebih dari 30 tahun. Betapa krusialnya moral, kecerdasan dan keberanian seorang pemimpin, kita lebih sadari kini.

Berkampanye atau minta dukungan ? Beda ..

Jadi, para pimpinan KPK itu bukan sedang berkampanye. Mereka sedang meminta dukungan publik atas rasa unsecure  akibat serangan bertubi-tubi yang menimpa mereka. ( soal 55.000 kasus korupsi yang menunggu ditangani, Busyro sudah minta bantuan strategi kepada forum rektor yang dulu mengusulkannya maju ).

Saya pernah mencoba ( seperti Fahri ), memberitahu kekurangan seorang internet marketer di FB. Segera saya, dia hadapkan pada ribuan pendukungnya. ( mekanisme pertahanan psikis ). Seperti umumnya orang Indonesia, konten saya tidak direnungkan. Saya pun ingin pikiran saya dijinakkan dengan argumen yang lebih berbobot ( untuk membuktikan kalau dia lebih pintar dari saya ). Jika Fahri di-attack  ( serang ) pribadinya, saya dianggap angin lalu ( invisible, did not exist ). Tapi Busyro masih menjawab di batas kewajaran. Ia masih peduli dengan pernyataan anda, dan menjawab ( menghargai kehadiran anda ). He much much better.

Saya pun suka Fahri, dari sisi menggugat tradisi ilmiah yang belum membudaya di kita. Kegelisahannya atas kinerja KPK yang belum optimal ( mengacu UU KPK tahun 2002 ). Kepedulian terhadap sistem penegakan hukum yang mengalami kontraksi panas dingin setelah banyaknya lembaga2 ad hoc yang dibentuk ( akibat ketidaktegasan pemimpin ). Juga, idenya tentang audit KPK ( setelah DPR kemarin di audit BPK dan dilaporkan Hadi cukup banyak penyimpangannya  ). Apa DPR : KPK akan 1 : 1 ? ( .. to be continued ).

Buah manis di puncak gunung. Mari sama2 mendaki ..

Saya suka interaksi antara DPR dan KPK di rapat konsultasi tsb. Sesuatu yang musykil terjadi jika saja tak ada Reformasi 1998. Yang muda mengritisi yang senior di depan publik ( melalui awak pers yang menyimak dengan rasa ingin tahu yang besar di belakang kursi para pembicara ). Mereka melakukan dengan emosi terkendali, diselingi kelakar segar, meski yang dibicarakan adalah hal sensitif ( pemeriksaan terhadap pimpinan Banggar DPR RI versus pembubaran KPK ). Demokrasi kita mulai beranjak dewasa.

Bahkan, saya suka Alfito Deannova yang terus mengejar pernyataan nara sumber ( mewakili rasa ingin tahu dan pertanyaan publik ). Kenapa Fahri berani ( bicara ) beda ? Juga, ketika Alfito bikin sebah Panji Gumilang yang terus ditanyai soal NII. Begitulah reporter  ( pers )  menjadi perpanjangan mata dan telinga publik. Menghadirkan sebenar-benarnya fakta, sehingga rakyat yang memerintah ini tidak salah mengambil keputusan. So, thank you..

Mungkin Fahri, Busyro, Alfito, DPR, KPK bisa tak menyukai satu sama lain. Tapi, saya suka mereka semua ( ..blogger yang aneh ). Saya suka kita berproses seperti ini, meski tertatih-tatih, jatuh bangun dengan rasa sakit dan penuh memar, namun keyakinan merah putih di dada, membuat kita terus mendaki, sesulit dan seterjal apa pun jalan meraih takdir Indonesia. Ketika sampai di puncak dan bisa melihat jernih seluruh pemandangan, saya yakin kepuasan yang diperoleh akan berlipat ganda. Juga, syukur  tiada tara yang kita panjatkan pada Ilahi.

Chandra dikerjain lagi ? Pergarang ekspresimu ..

Yang mengemuka dari Indonesia Lawyer Club ( ILC, 18/10/2011 ) di Makassar, adalah soal kemungkinan KPK mengeluarkan SP3 ( penghentian penyidikan ) seperti kewenangan yang dimiliki kepolisian. Ketika KPK bersih dari intervensi ( sebelum Antasari dst dikriminalisasi ), SP3 menjadi hal tabu. Jika sudah tahap penyidikan, jaksa KPK harus benar2 yakin dengan tuntutannya, karena mereka yang akan bertarung di pengadilan Tipikor, kata Bibit tempo hari. Mereka orang pilihan ( terbaik di kepolisian, kejaksaan ). Tetapi setelah kasus2 kriminalisasi terjadi, apakah KPK masih independen ? ( baca : perlu SP3  jika kasus tidak layak diteruskan, akibat berbagai tekanan ?  ).  Saya memilih terus menguatkan KPK ( dan melemahkan orang2 kuat pembeking koruptor ).  Jangan sidik, jika tidak yakin.

Pengeritik KPK terlihat keras berkoar, berteriak-teriak, bahkan menghujat. Apakah mereka berani pada orang kuat yang meringkus KPK, menjadi disorientasi ? Ingat sebelum Antasari dijebak, prestasi KPK meringkus koruptor besar cukup fenomenal. Hal yang kini masih terjadi di sejumlah daerah, termasuk Makassar. Mereka masih lebih percaya KPK daripada institusi penegak hukum lainnya.

Saran dari sejumlah pihak, termasuk Ketua Komite Etik KPK Abdullah Hehamahua ( yang kemarin dihadiahi badik oleh orang Makassar, agar lebih berani melawan koruptor dan para pembelanya  ), agar KPK punya road map dan strategi yang jelas. Mempertajam supervisi dan koordinasi untuk men-trigger  kinerja kepolisian, kejaksaan dan pengadilan dalam melakukan penindakan yang lebih berkualitas. KPK lebih mengambil peran dalam pencegahan korupsi.

Mengenai  Chandra Hamzah yang dituduh ( bersalah ) melakukan 4 pertemuan dengan MN, harap para pengamat dan pembicara memperhatikan detail dan kesinambungan peristiwa. Chandra melakukannya dalam selang tahun berbeda, jauh sebelum MN ( terendus ) terkait kasus dugaan suap Sesmenpora. Tuduhan itu tidak sesuai dengan integritas Chandra.  Namun, saya berharap para pemimpin KPK bisa seperti Busyro, yang tak kalah menggertak jika ia digertak. Bagi para kriminal, orang yang baik dan santun, mereka anggap lemah ( mangsa empuk untuk diintimidasi, dikerjain dan dikadalin ). Kita perlu segarang macan jika berhadapan dengan penjahat yang mengancam ( karena bahasa kekerasan boleh jadi satu-satunya bahasa yang mereka pahami untuk mencapai tujuan tamak mereka, juga menghentikannya. Mereka keok jika kita lebih ‘kuat’ dari mereka  ). Kita harus lebih berani, agar setan di sekeliling penjahat itu menciut nyalinya.

Soal CCTV rekaman Chandra ke rumah MN, saya kuatir bernasib seperti rekaman pembicaraan Ade Rahardja dengan Ary Muladi yang dilaporkan BHD di RDP DPR-Kapolri pada kasus kriminalisasi Bibit-Chandra tempo hari. Tak pernah bisa ditunjukkan sampai hari ini. Tapi, Bibit-Chandra terlanjur kena penjara dan deponeering serta terus dikecilkan sebagai ‘masih tersangka’. Pengulangan taktik. Hari2 kemarin keduanya diperiksa Komite Etik bersama para pimpinan KPK lainnya. Mereka juga ( Komite Etik KPK ) masih terus dihujat ( gara2 nyanyian MN plus klaim memiliki rekaman CCTV ), setelah disimpulkan tidak bersalah.

Kedengkian muncul bukan karena KPK superbody atau special body dengan dana memadai. Dari pengalaman saya, dengki orang terhadap saya timbul karena saya dianggap lebih mampu dan dipercaya, meski pendengki lebih berkecukupan dari saya. Dan untuk KPK, saya rasa, para pendengki bukan iri dengan dana memadai, atau KPK lebih dipercaya, tetapi lebih karena mereka tak ingin kejahatan mereka ( deretan orang2 ‘kuat’ tsb ) terungkap oleh KPK.

Saya di sini, sebagai blogger dan warga RI, tetap butuh KPK, mendukung kinerja KPK lebih optimal dan membela eksistensi KPK, sampai semua lembaga penegak hukum kita bisa diandalkan dan memberi rasa keadilan publik. KPK teruslah maju, kami ada di belakangmu. We care ..

Skill daerah mengelola APBD perlu ditingkatkan. Pembangunan akan lebih terlihat, juga di Papua.

Beberapa tokoh Papua menolak Kongres Rakyat Papua III yang mendeklarasikan negara federal Papua Barat, Kamis, 20 Oktober. Mereka adalah pengamat Papua, Frans Ansanay, tokoh adat Papua Barat, Usmar Askad Sabuku, tokoh keluarga pejuang Papua Indonesia, Hemskercke Bonay, serta Ramses Ohee. Sesudah reformasi 1998, rakyatlah yang memerintah. Kami ( pemerintah ) hanya fasilitator saja, kata wapres Boediono. Nah, bagaimana kalau tokoh2 tanah Papua tampil dalam dialog2 di media massa ( media rakyat ), seperti di televisi berita kita : MetroTV dan TVOne. Apa sih keinginan warga Papua sebenarnya ? Sepanjang masih dalam kerangka NKRI, kita akan sama2 mencari jalan keluar untuk kebaikan dan kemajuan bersama. Juga, tokoh2 warga Maluku, 92 pulau terdepan, dan daerah perbatasan RI, silakan tampil. Suarakan pikiran kalian. We hear ..

Ketua Kaskus Papua mengatakan ‘keinginan itu’ sudah merata di masyarakat Papua. Otonomi khusus seperti berjalan di tempat. Tinggal bungkusnya saja. Ruhnya sudah pergi. Juli 2011, baru terpilih tokoh2 yang akan ikut berdialog. Sesuatu yang seharusnya sudah dilakukan 2 tahun lalu. Sebelum Papua bergolak, seperti kemarin ( 10/10/2011, yang dipicu protes karyawan Freeport ) hingga sekarang. Yang diinginkan warga Papua adalah berdialog ( dengan presiden ) seperti ini ( diskusi semeja di Kabar Petang TVOne ). Papua akan diapakan ? ( dibangun seperti apa ? ). Kekerasan aparat pada warga Papua jangan terulang lagi. Itu sungguh menyakitkan.

Saya lihat sebagian aparat itu juga warga Papua. Mungkinkah ‘bahasa’ hukuman yang dipahami sebagian warga daerah masih berupa hukuman fisik saja ? Padahal, banyak cara manusiawi  untuk menegakkan aturan dan disiplin warga tanpa melukai perasaan mereka. Pemahaman dan latihan untuk itu perlu diberikan. Di sisi lain, pihak keamanan juga masih kuatir dengan kondisi keamanan di Papua, sehingga presiden beberapa kali urung datang ke Papua, karena salah satu alasan : pertimbangan keamanan tsb.

Ingin tahu satu dari seribu jalan terjal  di depan kita ?

Belanja pegawai, subsidi BBM & bayar hutang mendominasi APBN.

Awal reformasi, krisis finansial di Thailand memicu krisis ekonomi. Juni, 1998, nilai tukar melemah sampai Rp 16.000. terhadap USD. Hutang negara membengkak sampai 148 miliar USD ( karena banyak yang hampir jatuh tempo. Negara harus  berhutang, yang separuh lebih berasal dari sektor swasta. Porsi terbesar pada belanja rutin yang diperbesar 2 kali lipat untuk membayar hutang dan subsidi ( BBM meningkat 3 kali lipat menjadi Rp 28 triliun ). Masa Abdurrahman Wahid dan Megawati bahkan sampai 40 % APBN untuk membayar bunga hutang.

Pelaksanaan otonomi daerah sejak tahun 2001 mengurangi porsi belanja pembangunan karena ditransfer untuk belanja daerah ( rata2 meningkat 29 % dari masa pemerintahan sebelumnya ). Otonomi daerah menyebabkan tugas kementerian Pekerjaan Umum, Perhubungan, Pertanian dan Kesehatan dipreteli lalu diserahkan ke daerah. Dana pembangunan masa Abdurrahman Wahid / Megawati rata2 19 % dari belanja negara. Masa SBY hanya 1/10 dari total belanja negara sebesar Rp 511 triliun. Terendah sepanjang sejarah pemerintahan.

2/3 belanja pemerintah pusat ( 2005 – 2011 ) untuk pelayanan umum ( membiayai kebutuhan legislatif, eksekutif atau pinjaman pemerintah ). Infrastruktur sekarang masuk sub sektor transportasi dengan porsi 12 % belanja Negara dalam APBN 2011. Jadi, sebagian petani yang merasa keberatan dengan berbagai pungutan pemda tanpa mendapat timbal balik yang sepadan ( kontribusi pemda, seperti penyuluhan, pemberian bibit, dll ) tahu sekarang, kenapa demikian. Kemampuan keuangan pemerintah masih minim, karena masih mencicil hutang negara. Kepala daerah terpilih terkendala balas jasa usai pilkada ( merekrut anggota tim suksesnya menjadi pegawai dengan tunjangan khusus sehingga membebani anggaran negara. Ke depan tak ada lagi pengangkatan PNS, kecuali menggantikan yang pensiun ). Skill daerah untuk mengelola APBD juga masih rendah.  Apalagi daerah2 yang terus memekarkan diri. So, bersabarlah kalian ( seraya banyak membaca, belajar otodidak dan memerangi korupsi di daerah masing2 ).

Hanya satu, mari singsingkan lebih tinggi dalam semangat persatuan dan persaudaraan. Indonesia berkarya.

Written by Savitri

24 Oktober 2011 pada 15:15

Ditulis dalam Ragam

Tagged with , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s