Great People & City

Masyarakat Madani di Kota Manusiawi

Dialog bijak antara komodo, PSSI dan Papua. Could we ?

leave a comment »

Komodo, sudah hidup sejak 40 juta tahun lalu. Temannya dinosaurus, dkk. Ajaibnya, masih ada di Indonesia ( NTT ) hari ini. Sayang, populasinya terus menurun, sehingga perlu intervensi kita untuk melestarikan keturunannya. Dengan dana konservasi yang terkumpul dari pariwisata di Pulau Komodo, semoga mereka bisa diselamatkan. Silakan promosi sesuai kemampuan anda. Si komo jangan sampai punah .. ( foto : tribunnews )

Dialog. Diskusi. Tukar pikiran. Brainstorming. Apa pun namanya, sering tak segampang yang diucapkan. Apalagi di antara orang yang berlatar terlalu beda. Ada ego, juga kecemasan. But, life must go on. And, work must be done. Makhluk lain bergantung pada kita yang Beliau minta menjadi rahmatil alamin ( rahmat bagi semesta alam ). Komodo hampir punah sejak ( ditemukan ) tahun 1912. Sepak bola ( timnas senior ) tak pernah juara sejak 20 tahun lalu. Warga Papua menjeritkan keamanan dan kesejahteraan sejak 40 tahun silam. What should we do ?

Komodo mencalonkan diri ke N7W. Dukung vote atau pelestariannya ?

Komodo jadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Alam Dunia ( TKAD ). Ini tekad Pendukung Pemenangan Komodo ( P2 Komodo ). Gerakan yang diinisiasi aktivis lingkungan ( Emmy Hafild ), Nia Djamhur ( aktivis komunitas Bike to Work ), Liang ( pakar komunikasi sosial ) dan Susi Aliani Sulaiman ( pakar hukum ). Muncul setelah Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata ( Kembudpar, sekarang Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  ) dicoret sebagai pendukung resmi komodo oleh lembaga penggelar kontes : New 7 Wonders Foundation ( N7W ).

Selain voting di internet ( akses internet masyarakat Indonesia masih terbatas ) maka dukungan diperluas P2 Komodo melalui SMS dengan operator Telkomsel, XL dan Indosat. Setiap SMS dukungan senilai Rp 1.000. ( lalu jadi Rp 1,-  ) setelah dipotong biaya operasional, sisanya diserahkan ke Komodo Trust Fund untuk kampanye dan konservasi komodo. Mari kenalan dengan kandidat kita yang satu ini.

Komodo ( Varanus komodoensis ), sejenis kadal terbesar yang hanya ditemui di Pulau Komodo dan pulau2 kecil sekitar provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ), yang diperkirakan hidup sejak 40-25 juta tahun lalu di daratan Asia. Disebut ajaib karena selama itu, evolusi komodo di Flores relatif stabil, tak berubah bentuk.

Sejak 2007, komodo didaftarkan Kembudpar menjadi peserta kontes New Seven Wonders of Nature. (  N7W juga mengadakan kontes Tujuh Keajaiban Alam Baru Buatan Manusia ). Menurut Sapta Nirwandar, Dirjen Promosi Pariwisata Kembudpar, biaya promosi mencapai Rp 12 miliar untuk menggelar berbagai kegiatan. ( Kompas, 29/8/2011 ).

Dari 440 kontestan, komodo masuk menjadi 28 finalis, bersama Pulau Jaju ( Korea ), Pulau Galapagos ( Ekuador ), Amazon ( Amerika Selatan ), Halong Bay ( Vietnam ), dll. Tahun 2010, Indonesiaditawari menjadi tuan rumah pembacaan pemenang Tujuh Keajaiban Alam Dunia, dengan biaya lisensi dan penyelenggaraan sekitar 45 juta USD ( Rp 383,8 miliar. Menyusul informasi, N7W tak pernah meminta uang tsb. Uang sebesar itu adalah ulah/ kampanye hitam oknum pejabat  ). Berhubung tak ada swasta yang berminat mensponsori, Indonesia batal menjadi tuan rumah dan Kembudpar dicoret sebagai pendukung resmi kampanye komodo sejak 2010. Berhubung komodo tak bisa bicara maka, Emmy dkk mewakili bicara sesuai UU Lingkungan Hidup no.32 tahun 2009. Sejak menjadi 28 finalis, wisatawan pun banyak berdatangan ke Pulau Komodo.

2 kebenaran saling meniadakan, pemirsa pun melongo.

Menyimak dialog antar dubes RI untuk Swiss, Djoko Susilo, dengan Emmy di TV, cukup seru. Djoko kuatir, N7W melakukan semacam scam, lalu warga RI tertipu, karena semangat nasionalisme yang berkobar-kobar. Keduanya sangat cinta Indonesia, tapi kenapa kok bisa beradu argumen sengit ? Passion and patience. Begitu antusiasnya, kadang kita kurang sabar mendengar kebenaran dari pihak lain. Kebenaran dimonopoli. Tapi, apa kita yakin sudah menyarikan pengalaman yang diberikan-Nya secara maksimal ? Apa kita mengalami yang dialami lawan dialog kita seluruhnya ? Perlunya kita generalis ( disamping spesialis ). Mengetahui banyak spektrum kehidupan. Untuk melihat persoalan dengan jernih. Untuk sabar menyimak sudut pandang orang lain. Yang menjadi master ( tuan ) bagi kehidupannya ( yang sangat mungkin tidak kita alami ). Setiap kita punya ‘naskah’ hidup yang dilakoni. Di dunia, ada 7 miliar manusia ( 31/10/2011 ). 7 miliar naskah. Kita perlu mendengar naskah diluar naskah kita sendiri, .. to be wiser.

Djoko memperlihatkan foto bangunan tempat N7W menyewa sebagai markas mereka. Tak seorang pun di sana. Apalagi, dapat penjelasan menyakinkan akan kredibilitas penyelenggara TKAD. Di Jerman pun tak ada gegap gempita N7W ( apalagi komodo ). Apa Djoko seperti dubes RI untuk Arab Saudi ? ( yang kecolongan Ruyati dipancung dan nyaris Darsem menyusul ). Djoko, tempo hari, kritis menanggapi statuta FIFA yang diakalin PSSI era NH. Sigap mengurus bolak-balik pak Agum, petinggi KONI, ke markas FIFA sampai Indonesia ( PSSI ) selamat dari banned FIFA. Tangkap kebenaran ini ( kredibilitasnya ) ketika Djoko mengatakan hal kurang nyaman tentang N7W. It must be something ( otak kanan bekerja ).

Mengatakan “.. tapi ada pejabatIndonesiayang menghambat promosi Komodo ..” itu seperti menyiram bensin ke api. Frontal. Hasilnya, pemirsa tak mendapat apa2. ( 2 versi kebenaran saling menimpa informasi dari lawan bicara ). Melongo.

Emmy menjelaskan, sejak komodo gencar dipromosikan, 5 hotel baru dibangun, turis banyak berdatangan melihat si komo ( termasuk turis Jerman ). Sertifikat lisensi keikutsertaan komodo ditandatangani oleh petinggi Unesco. Mantan wapres kita, Jusuf Kalla, didaulat menjadi duta komodo. SMS vote mengalir deras. Media dan operator seluler kemudian menggratiskan promosi ( subsidi ). Jika sudah urusan merah putih, nasionalisme kita memang menakjubkan. Saya pun takjub dengan jibaku Emmy dkk mengangkat perekonomian NTT dengan memperjuangkan komodo sejak 2007. ( bahkan sejak 2010, mereka praktis bekerja sendirian. Lone ranger ). Tangkap dedikasi dan semangat mereka. Kita butuh warga RI yang mau berbuat banyak untuk negaranya.

N7W sendiri adalah lembaga ( swasta ) alternatif ( cyberspace ) dengan impact tak kalah dengan lembaga ( cara ) konvensional dalam mempromosikan pariwisata. Andai Emmy bisa lebih tenang menjawab kegelisahan ( kehati-hatian ) pihak penanya. Soal uang yang ( sempat ) masuk untuk apa saja ( dana dari publik ada pertanggungjawabannya, meski mereka rela membayar. Sumbangan sosial pemirsa ke media juga demikian ). Soal kekuatiran dubes akan ( besar ) uang untuk membeli lisensi keikutsertaan komodo dari penyewa gedung yang tak berhasil ia ( stafnya ) temui. Coba sejenak berada di posisinya. Djoko cemas warga senegaranya dipermalukan. Sebagai wakil pemerintah Indonesia di Swis, ia  bisa dianggap ‘do nothing’ jika ternyata N7W …

Populasi komodo menurun. Setelah populer, dana konservasi meningkatkan.

Seorang ahli mengatakan populasi komodo terus menurun. Ia kuatir kalau popularitas komodo meningkat maka hewan langka penyendiri ini akan kehilangan ketenangannya beranak pinak. Emmy menjelaskan, di Taman Nasional Komodo ( terdiri Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar dan beberapa pulau kecil ) sudah memiliki sistem yang bagus, sehingga turis yang membludak takkan sampai mengganggu habitat komodo. Mereka menginap dulu ( syukur2 berwisata belanja melariskan dagangan penduduk NTT ) sebelum kemudian bergantian menyeberang ke pulau melihat komodo di habitat aslinya. Satu-satunya di dunia, hanya ada di Indonesia. ( mestinya yang bikin film Jurrasic Park bukan Steven Spielberg, tapi Deddy Mizwar atau Nia Dinata, ya .. ).

Nia Djamhur menjelaskan, N7W sudah menerima metode vote via sms yang diajukan P2 Komodo. Vote yang masuk secara bertahap akan dikirim P2 Komodo ke sistem N7W. Yang begitu gemas dengan komodo sampai berkali-kali ngirim sms dengan nomor yang sama ( sebelum diringankan ) dimohon kerelaannya membantu biaya operasional para pejuang komodo kita ( P2 Komodo ) agar punya ‘nafas’ cukup menemani si komo sampai garis finish ( komodo menjadi juara N7W, NTT dan Indonesia ngetop seantero jagad ). Uang yang masuk akan diaudit. Vote via e-mail atau telpon, per orang dihitung satu suara. Di sms jawaban ada link menuju web pulau komodo dan N7W, kalau2 anda ingin mengetahui hewan langka ini lebih jauh dan peta persaingannya. Siapa tahu anda bakat jadi duta komodo juga. Apalagi punya ( boneka komodo ) maskot SEA Games ke-26 di Palembang 11 November ini. Tambah menyakinkan .. ( he3x ).

Mari promosikan komodo ( danIndonesia) dengan kreativitas dan saluran ( akses ) yang kita punya. Ketik KOMODO kirim ke 9818. Batas pengumpulan vote 11 November 2011. ( awal Januari 2012, pengumuman resmi Komodo masuk 7 besar )

Bola Papua ada di istana. PP dan Perda Otsus segeralah dibuat.

Seperti banyak peristiwa lain yang diekspos media terutama TV ( kegemaran rata2 orang Indonesiaketimbang baca ), maka persoalan Papua pun mengundang banyak pihak berdatangan dan ikut bicara. Komnas HAM siap dengan duduk perkara Kongres Rakyat Papua III. ICW bilang selama tahun 2001-2010, Polri ( disinyalir ) menerima Rp 711 miliar dari PT.Freeport. KPK minta BPK mengaudit aliran dana Freeport ke kepolisian. Kapolri mempersilakan BPK mengaudit dana tsb. PPATK tidak menemukan dana tsb mengalir ke Mabes Polri ( jadi langsung ke pihak keamanan setempat ? Apa ada niatan memecah belah ? ). Kapolri berjanji akan melakukan pendekatan persuasif. Kemarin ( 3/11/2011 ) lebih 500 personel Polri turun dari pesawat menggantikan mereka yang sudah 4 bulan menjaga tambang Freeport. Panglima TNI mengatakan, ada 34 kelompok separatis di Papua. Sekaligus bilang, keamanan di Timika sudah mulai kondusif. ( tapi warga Timika bilang masih mencekam ).

Komisi IX DPR RI berusaha memediasi pihak Serikat Pekerja Seluruh Indonesia ( SPSI ) Freeport dengan pihak manajemen. Bupati Timika ikut membantu mereka bernegosiasi. Tiga tuntutan mereka : dibayar 7,5 USD perjam ( lalu turun menjadi 4 USD. Manajemen menawarkan kenaikan gaji 35 % ), waktu mereka berdemo tetap dibayar, dan tak ada PHK bagi mereka yang berdemo. Kerja di tambang sangat beresiko. Tangan putus, kaki hilang atau nyawa melayang sudah dialami karyawan. Beberapa yang dulu mencoba protes sudah di PHK. Kini yang frustasi sudah ribuan ( berdemo lebih 2 bulan ). Jadi, pihak manajemen diharapkan kearifannya, mengingat keuntungan yang sudah mereka raup selama ini dari bumi Papua.

Freeport diberitakan mengeluarkan 14 juta USD pertahun untuk biaya keamanan. Satuan pengamanan tambang Freeport  terdiri 750 personel Polri dan TNI. Staf ahli Kapolri menjelaskan, uang lauk pauk sebesar Rp 1.250.000 per bulan per personel itu hal biasa,  seperti ketika mereka diminta menjaga demonstrasi di kota2 lain. Freeportbilang, sifatnya sukarela. Tapi Kontras ( Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan )  mengatakan, seharusnya uang sebesar itu diserahkan ke kasir Negara ( Kementerian Keuangan ) sehingga transparan ( bisa diaudit ). Polisi dibayar oleh negara sehingga mereka tidak cenderung memihak Freeport dan mengintimidasi karyawan yang berdemo ( agar membuka blokir di mile 28 ). Membuat para wanita berhamburan keluar rumah, memberi dukungan moral pada suaminya yang berdemo. Terlihat spanduk terbentang di tenda2 biru : “Kami mendukung NKRI”.

Rabu ( 2/11/2011 ), kapolres datang ke tenda, memberi perpanjangan waktu seminggu lagi bagi serikat pekerja menuntut haknya ( berdemo ), sebelum blokir dibuka. Ketika reporter mengejarnya, kapolres menjawab belum tahu instruksi lanjutan dari Mabes Polri setelah batas 7 hari itu. ( kemudian SPSI Freeport izin demo diperpanjang lagi sampai 15 Desember 2011 dan diperbolehkan )

CSR gagal, tapi kontrak 50 tahun ? Sampai kapan Papua sengsara ?

KPK menunggu hasil audit BPK tentang dana keamanan tsb sebelum bertindak. Bisakah Freeport ikut diaudit ? Kontrak 50 tahun kok bisa terjadi ? Padahal CSR-nya ( Corporate Social Responsibility ) dianggap gagal karena tidak ada orang Papua di sana yang menunjukkan apa yang diperlukan warga Papua, kata Diaz Gwijangge ( anggota DPR RI dari Papua ). Terjadi kerusakan lingkungan. Pekerja Papua dibayar di bawah gaji pekerja dari daerah lain ( apalagi pekerja asing ). Setelah Diaz protes ke istana, baru kemudian ada orang Papua yang menempati level manajer. ( mantan wakapolda Papua berkata, di masanya, ia menurunkan standar NEM agar warga Papua bisa menjadi perwira polisi ).

Lily Wahid ( adik Gus Dur ) minta pemerintah serius menangani Papua. Buat peraturan pemerintah ( PP ) dan peraturan daerah ( perda ), sebagai penjabaran UU No 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua ( Otsus ) agar gubernur, walikota, bupati dan pejabat di Papua punya acuan untuk melaksanakan Otsus ( tidak bolak-balik ke Jakarta memboroskan uang ). Jangan sedikit2 ada masalah, bawa polisi dan tentara. Masyarakat Papua sudah trauma melihat mereka yang berseragam. Jika pemerintah abai ( lagi ), Papua bisa lepas. Bersungguh-sungguhlah, kata Lily cemas.

Staf khusus presiden yang didesak ‘sekarang, besok’ oleh penyiar Kabar Petang, gelagapan menjawab. Ini bukan business as usual. Perlu terobosan. Kami sedang menggodok, bagaimana cara kami masuk ke Papua ? Dialog yang diinginkan warga Papua dengan presiden dalam konteks apa ?  ( tanya si staf ). Acara Sumpah Pemuda akan tayang, kemudian si staf dan Diaz keluar dari frame TV One ( semoga mereka melanjutkan dialog dari hati ke hati, dan presiden bisa menangkap aspirasi warga Papua serta mulai merealisasikannya ( dalam waktu dekat ).

Dalam RDP Komisi 9 dengan warga Papua, ada yang protes : kenapa Densus 88 selalu bisa menangkap teroris di lubang sekecil apa pun ( tempat terpencil ), tapi 40 penembakan di sekitar tambang Freeport sejak 2005 tak terungkap hingga kini ? Ada apa ini ? Apa diketahui manajemen Freeport? ( kita tahu Israel bisa tega mengebom klub yang dipenuhi warganya sendiri dan menimpakan kesalahan ke pejuang Palestina. Inggris pernah mengebom kapalnya sendiri saat PD agar negara lain berpihak dan membantunya ). Pembelokan isu. Daripada mengeluarkan banyak uang untuk warga Papua lebih hemat menembak beberapa orangnya sendiri dan menimpakan kesalahan ke gerombolan separatis ( lokasi penembakan di atas mile 28, yaitu 29 dst sudah disterilkan dari warga yang tak berkepentingan, karena sudah masuk wilayah perusahaan ). Sedikit2 kami dituduh separatis. Berkumpul menuntut kesejahteraan dituduh separatis. Kami hanya ingin sejahtera seperti warga daerah lain di Indonesia ! Tidak  cuma orang Papua yang ada di sini, tapi orang dari seluruh Indonesia sekarang ada di sini, Pak ! ( jerit para ibu, menggetarkan ). Tapi penembakan terus terjadi. What’s wrong ?

Yang lain menyarankan, untuk perusahaan sebesar Freeport mestinya pejabat setingkat Menteri Dalam Negeri ( atau Menteri ESDM ) yang menghadapi negosiasi alot tsb, sehingga kemelut tak terus berkepanjangan dan merugikan banyak pihak. Dari kalangan artis, Muhammad Farhan, mengusulkan Papua dibangun sebagai pusat pembinaan atlet sepak bola. Lihat, putra Papua, Boaz Solossa, ( striker Persipura Jayapura, pemain terbaik Indonesia) menjadi andalan timnas sepak bola kita.

Bolanya sekarang ada di istana. What’s your decision, Mr President ?

Bola Boaz ada di SEA Games. Harumkan nama Indonesia ( dan Papua ). Tapi PSSI ?

Pasca Nurdin out, apa PSSI masih semrawut ? ( dan timnas makin kalut ). O, tidak. Cuma formula pas-nya belum ketemu. Tambahan 6 klub ke divisi liga utama ( yang semula 18 klub ) bisa bikin atlet kita teler, salah urat bahkan mampus. Bayangkan, seperti bertanding untuk 3 tahun, tapi dengan durasi setahun. Lebaran lewat. Bahkan, saat kita menyembelih sapi kurban, atlet kita masih ngos-ngosan mengejar si kulit bundar. Mana tahan ..

Belum lagi, anggaran satu klub yang rata2 mencapai Rp 20 miliar per tahun ( 18 x 2, home away = 36 pertandingan ). Ditambah 6 x 2 pertandingan lagi. Mana cuma dapat Rp 1 miliar dari PSSI ( Yayasan dapat 65 % ). Para pemrotes ingin pembagian klub : PSSI = 90 : 10, karena yang riil menggerakkan pertandingan sepak bola di tanah air adalah klub2. Jika ketua PSSI yang baru, Djohar Arifin Husein, tetap memaksakan kehendak, Desmber 2011 nanti kami adakan KLB lagi ( ganti Djohar ) ! Begitulah kira2 tekad mereka di ILC ( 25/11/2011 ). Nggak abis-abis ..

Seorang wartawan senior berkata, AP, GT dan NB yang gila bola, lebih pintar mengurus kalau caranya begini. Yang ngurus bola, mesti yang gila bola dan duitnya banyak. Kalau tidak, percuma ..

Tercetus, kalau 6 klub yang dicangkokkan ke liga utama ( tanpa melalui kompetisi ketat selama setahun seperti yang dijalani 18 klub lainnya ) adalah kompromi PSSI dengan LPI yang digulirkan AP ( menindaklanjuti kesepakatan mengakomodir kubu AP sebelum KLB Solo kemarin ).

Lagi2, semua pihak yang berseteru, sebenarnya bermaksud baik. Hanya kurang mendengar kegelisahan ( kesulitan ) pihak lainnya. Di akhir acara disimpulkan, jika pun ada kongres lagi, yang dibahas adalah statuta PSSI yang benar ( berdasarkan 4 dokumen statuta FIFA ). Siapa pun ketuanya, jika tidak paham statuta yang benar, akan ricuh lagi ujungnya. Timnas kita di posisi buncit dalam klasemen penyisihan zona Piala Dunia 2014 ( setelah pelatih Alfred Riedl diputus kontraknya di tengah jalan tanpa ba-bi-bu ( kompensasi ), alasannya dipilih oleh manajemen lama dan menolak LPI ). Bagaimana prestasi timnas kita di SEA Games nanti ? ( 11-22 November 2011 di Palembang, Jakarta dan Jawa Barat. Tanggal 7/11 sudah mulai melawan timnas Kamboja ). Apa mereka bisa konsentrasi mendulang medali di tengah kisruhnya manajemen PSSI ?

Pembukaan Sea Games di lokasi situs imperium Sriwijaya ini, apakah menjadi yang termegah sepanjang sejarah SEA Games seperti yang dijanjikan penyelenggara ? ( dan Indonesia menjadi juara umum seperti terakhir kalinya tahun 1997 ). Mohon mereka yang protes di PSSI, rukun sejenak demi ketenangan dan prestasi para atlet kita. Mari memandang Gelora Sriwijaya bersama-sama, dalam satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Kebanggaan dan tekad memajukan Indonesia bisa jadi mulai dari sini, para pemuda.

Hopefully … ( we’re the champion ).


Written by Savitri

4 November 2011 pada 14:52

Ditulis dalam Ragam

Tagged with , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: